Kamis, 04 April 2019

Presiden Jokowi, Menteri, Gubenur, dan Bupati Sukoharjo Hadiri Peringatan Isra Miraj

SUKOHARJO- Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tingkat kenegaraan digelar di Gedung Olahraga (GOR) Pandawa Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Rabu (3/4). Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) hadir bersama istri Iriana dan cucunya Jan Ethes. Turut mendampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo SH, M.IP, dan istri Siti Atiqoh Supriyanti, Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM beserta istri Hj. Etik Suryani SE, MM.

Peringatan Isra Mikraj tahun 2019 mengusung tema 'Meneguhkan Semangat Moderasi Beragama dalam Berkebangsaan.' Acara peringatan di Kabupaten Sukoharjo ini dihadiri sekitar 6.000 tamu undangan.

Dalam sambutan, Presiden kembali menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara besar. Indonesia memiliki penduduk 269 juta jiwa yang tinggal di 17.000 pulau. Di mana 179 Juta di antaranya hidup di Pulau Jawa.

"Kenapa saya ulang-ulangi terus bahwa negara kita besar bukan negara kecil. Semuanya perlu logistik, makan, infrastruktur, jalan, perlindungan, air," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi menuturkan, tidak mudah mengurus Indonesia. Sebab Indonesia tidak hanya meliputi daratan melainkan lautan. Bahkan, 2/3 wilayah Indonesia adalah perairan.

Indonesia juga diberkahi Allah SWT dengan keragaman. Mulai dari keragaman suku, agama, bahasa, budaya dan tradisi. Jokowi menginginkan keragaman ini agar terus dirawat, dijaga agar  supaya memberikan kedamaian bukan pemicu perpecahan.

"Perbedaan-perbedaan itu jangan menjadikan kita ini tidak menjadi saudara lagi. Ini sudah jadi sunatullah berbeda beda," ucapnya.

Presiden Jokowi menyinggung konflik menjelang Pemilu yang muncul karena perbedaan. Perbedaan pilihan politik mengakibatkan hubungan persaudaraan dan persatuan terpecah belah.

"Biasanya ramainya karena urusan politik. Pemilihan bupati, pemilihan wali kota, pemilihan gubernur, pemilihan presiden. Saya ingin mengingatkan jangan sampai karena peristiwa politik kita lupa bahwa kita ini saudara sebangsa se-Tanah Air. Kita lupa menjaga ukhuwah Islamiyah dan wathoniyah karena urusan politik," tutup Jokowi.

Sementara, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengajak kaum Muslim untuk bersikap adil dan tetap menjaga perdamaian sesuai dengan pesan pada peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

"kaum Muslim harus berlaku adil karena lebih dekat dengan takwa dan kebencian tidak sepatutnya dilawan kebencian. Kebencian akan sirna jika dibalas dengan cinta. Kami berharap momentum ini, bisa meningkatkan persaudaraan sesama Muslim, anak bangsa, dan umat manusia. Menjaga kerukunan dan mengelola kehidupan keagamaan saat ini terasa lebih sulit akibat terpaan limbah media sosial dan derasnya arus disrupsi teknologi komunikasi dan informasi.

Namun bagaimanapun, ungkap Menag, komitmen keagamaan dan kebangsaan ini diperlukan demi terciptanya suasana keagamaan dan kebangsaan yang kondusif terutama jelang pesta demokrasi yang meniscayakan adanya keberpihakan dan pilihan. 

Menurut dia, semua keragaman, keberpihakan, dan pilihan harus dilakukan dalam semangat persatuan dan bingkai NKRI.

Dalam acara ini juga diisi uraian hikmah Isra Mi'raj Nabi Muhammadiyah SAW oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al Muayyad KH. Dian Nafi.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar