Jumat, 30 Agustus 2019

Alami Kekeringan, DWP Sukoharjo Salurkan Bantuan Air Bersih ke Dukuh Sempu Weru

SUKOHARJO – Musim kemarau cukup panjang, berdampak terhadap kurangnya pasokan air bersih bagi 80 Kepala Keluarga di  Dukuh Sempu dan Sampangan Desa Alasombo Kecamatan Weru. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang masih kesulitan dalam mendapatkan air bersih,  Hj. Etik Suryani selaku penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK  dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukoharjo Galuh Agus Santosa merasa berempati dan memberikan bantuan berupa droping air bersih kepada warga Dukuh Sempu RT 2 RW 9  Kecamatan Weru, pada hari Kamis (29/8).

Hj. Etik Suryani, SE, MM mengatakan," penyaluran air bersih sebagai bentuk empati kepedulian Pemerintah melalaui Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukoharjo untuk membantu warga yang kekurangan air bersih,  harapan kami dengan kedatangan kami disini bisa bermanfaat dan berguna untuk meringankan beban masyarakat khususnya di dukuh Sempu dan sekitarnya  dalam membantu masalah kekeringan akibat musim kemarau ini. Saat ini kedatangan kami berniat akan memberikan bantuan 15 tangki air bersih, apabila 15 tangki air bersih masih kurang bisa berkoordinasi dengan kepala desa atau dengan bapak Camat Weru untuk bisa minta penambahan jumlah lagi untuk disampaikan dan dikirim lagi," jelas penasehat DWP.

Camat Weru Pandiyanto ST., MM dalam sambutannya atas nama warga masyarakat dan pemerintah Kecamatan Weru mengucapkan  terima kasih atas perhatian dari Dharma Wanita Persatuan atas bantuan dropping air bersih di wilayahnya. Ada 80 Kepala Keluarga yang terdampak kekeringan saat ini di dukuh sempu dan sampangan desa Alasombo, semoga perhatian DWP dengan bhakti sosial pemberian air bersih dapat menjadikan barokah bagi kita semua," ungkapnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

                                                                                                             

Kamis, 29 Agustus 2019

Lantik 192 Pejabat, Bupati Sukoharjo : Pelantikan, Mutasi dan Promosi Jabatan Hal Biasa dalam Organisasi

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM melantik ratusan pejabat, di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo, Kamis (29/8).

192 pejabat diambil sumpah dan janjinya oleh Bupati terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi, kepala puskesmas, kepala sekolah dan pejabat fungsional utama di lingkungan pemerintah kabupaten sukoharjo.

Bupati mengatakan rotasi maupun mutasi pejabat ini merupakan hal yang biasa dan wajar, sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintahan dan pembangunan.

"Prosesi pelantikan pejabat adalah hal yang sangat rutin dan hal biasa. Jabatan adalah sebuah amanah yang harus disyukuri dijaga dan dipertanggunngjawab dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, saya ucapkan selamat, semoga amanah ini menjadikaan kinerja secara maksimal, kretif dan inovatif dilandasi profesionalisme dan integritas yang tinggi guna mendukung suksesnya pembangunan di Kabupaten Sukoharjo," harap Bupati.

Pengambilan sumpah janji dan pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan Bupati, para saksi yakni asisten administrasi umum setda Eko Adji Ariyanto SH., MM dan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno M.Pd, dilanjutkan penandatanganan berita acara sumpah janji secara perwakilan. Bupati selanjutnya menyerahkan Surat Keputusan secara simbolis dan menyematkan tanda jabatan.

Turut hadir Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Sekretaris Daerah Drs. Agus Santosa serta para Asisten Sekda,kepala OPD dan camat.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum. (Tj)

 


Virus-free. www.avast.com

Rabu, 28 Agustus 2019

Sukoharjo Expo 2019 Resmi Ditutup, Omzet Capai 2.7 M

SUKOHARJO-- Gelar Potensi Sukoharjo Expo 2019 sukses digelar dan ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Selasa (27/8). Terbukti dengan perolehan omzet yang didapat mencapai Rp 2.7 miliar dengan total pengunjung sebanyak 22.750 ribu orang sejak digelar Jumat - Selasa (23-27/8).  Turut hadir Ketua Dekranasda Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE., MM beserta Kepala Disdagkop UKM.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Sutarmo, M.Pd mengatakan jika gelar potensi ini berhasil menarik pengunjung sebanyak 2.500 sampai 2.700 berkunjung ke stand-stand Sukoharjo expo 2019.

"Ini memang Expo pertama kami yang bertaraf nasional. Dari 200 stand yang kami dirikan semuanya terisi penuh dengan dua stand yang dijadikan tempat kesekretariatan," kata Sutarmo M.Pd

Produk-produk lokal andalan seperti kerajinan tangan serta batik masih menjadi primadona pengunjung. Selain itu juga produk lokal lainnya seperti sarung goyor, gitar, Tatak Sungging tak kalah menarik perhatian.

"Tidak kalah ramai produk unggulan olahan kami dibidang kuliner juga ramai pengunjung. Sedangkan batik masih menjadi produk lokal yang paling banyak diminati dan terlaris selama Expo ini," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Drs. Agus Santosa sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pagelaran potensi tingkat nasional ini memang cukup mencuri perhatian. Dan pihaknya berharap Gelar potensi tahun depan bisa bertaraf Internasional.

"Penyelenggaraan Expo ini diharapkan mampu membawa kontribusi pada masyarakat dan kabupaten. Apalagi terdapat 19.840 UMKM di Sukoharjo yang diharapkan bisa memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi," ungkap Sekda.

Dengan pemberdayaan UMKM di Sukoharjo pihaknya berharap angka pengangguran juga bisa dituntaskan. Sebab angka pengangguran di Sukoharjo mencapai 2.78 persen.  Ia berharap pemuda menjadi termotivasi untuk berwirausaha.

"Dalam persaingan terbuka yang semakin sempit kunci usaha sukses bukan hanya modal. Namun juga bertaruh pada usaha dan kecepatan menangkap peluang," jelasnya.

Agus memberikan beberapa catatan sebagai evaluasi seperti meningkatkan promosi, serta menambah variasi wilayah peserta expo dan variasi produk.

"Meski ini event nasional pertama, capaiannya cukup memuaskan. Karena kita berhasil meraih omzet hingga Rp 2.7 miliar. Dan memang perlu ada evaluasi untuk perbaikan juga persiapan Gelar Potensi tahun depan. Yang semoga bisa bertaraf internasional," pungkasnya.

Penutupan ini juga ditandai dengan penyerahan hadiah lomba seperti stand terbaik kategori pemerintahan dan umum, lomba Barista Battle Coffe, serta lomba mewarnai Anak Sukoharjo ceria. Meski pagelaran resmi ditutup, namun, stand akan dibuka sampai pukul 21.00 dan dimeriahkan dengan acara Golden Memories.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj) 



Selasa, 27 Agustus 2019

Bentuk Generasi Kreatif, Bunda PAUD Sukoharjo Hj. Etik Suryani Buka Lomba Mewarnai TK dan PAUD

SUKOHARJO- Bunda PAUD Hj. Etik Suryani SE., MM membuka recara resmi lomba mewarnai TK dan PAUD se-Kabupaten Sukoharjo dengan tema 'Anak Sukoharjo Gembira'.dalam rangka memeriahkan peringatan Hari lahir ke-73  Kabupaten Sukoharjo yang sekaligus bagian acara dari rangkaian Gelar Potensi Sukoharjo Expo 2019 serta dalam memeriahkan peringatan HUT RI ke 74, bertempat di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) Graha Wijaya, Senin (26/8).

Sebanyak 500 anak dari TK dan PAUD se-Kabupaten Sukoharjo mengikuti acara lomba mewarnai yang diberi tema 'Anak Sukoharjo Gembira'.

Turut hadir Kepala Disperindag UKM Sukoharjo, Sutarmo, M.Pd, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo Dra. Siti Nurngaeni, M.Pd.

Menurut bunda Etik, lomba ini dalam rangka memperingati Hut ke-73 Sukoharjo yang sekaligus bagian acara dari Sukoharjo Expo 2019, dan juga dalam rangkaian peringatan Hut RI ke 74.

"Kegiatan lomba mewanai ini juga untuk menyalurkan bakat dan kreativitas anak dalam bisang seni," katanya. Dengan kegiatan ini, dapat meningkatkan motorik anak, sehingga anak bisa lebih kreatif.

"Dalam perlombaan ini juga melatih anak untuk mandiri, dan meningkatkan daya saing anak," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag UKM Sukoharjo, Sutarmo, M.Pd menambahkan, sesuai dengan tema yang diusung 'Anak Sukoharjo Gembira', para peserta mewarnai gambar yang penuh kecerian.

"Di dalam gambar ada gambar pohon, yang menggambarkan keasrian, lalu hewan yang menggambarkan keceriaan," katanya.

Sutarmo, M.Pd menambahkan, lomba ini sengaja di gelar di GP3D Sukoharjo untuk mempromosikan gedung potensi kebanggaan kabupaten Sukoharjo ini.

"Di Gedung ini, masyarakat Sukoharjo bisa menyulurkan potensinya."

"Dengan bangunan yang luas, gedung ini juga mampu menampung banyak orang, ditambah pengunjung juga bisa melihat dan berbelanja disini," terangnya.

Dengan duduk lesehan, para peserta membawa meja kecil untuk memawarnai, dan mereka nampak antusias mengikuti lomba ini.

Sutarmo, M.Pd mengungkapkan, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp 2,250 juta untuk para juara. Dengan rincian Rp 1 juta untuk juara pertama, Rp 750 ribu untuk juara, dan Rp 500 ribu untuk juara ketiga, yang masih ditambah tropi dan piagam.

"Untuk juara harapan satu sampai tiga akan diberikan tropi dan piagam."

"Penyerahan hadiah saat penutupan Expo Sukoharjo 2019 besok tanggal 27 Agustus," pungkasnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Senin, 26 Agustus 2019

Ketua TP. PKK Sukoharjo membuka Senam Sehat Wanita Unggul

SUKOHARJO–Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE., MM ikuti dan membuka secara resmi pelaksanaan senam senam sehat wanita unggul bersama dengan ribuan ibu-ibu kader  PKK se-Kabupaten Sukoharjo dalam rangka menyemarakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo ke-73 dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-74 pada Minggu (25/12) pagi, di alun-alun Satya Negara.

Turut hadir Sekda Drs. Agus Santosa beserta, Kepala Disperindag dan UKM Sutarmo M.Pd, Ketua Dharma Wanita Persatuan Galuh Agus Santosa dan ribuan ibu ibu anggota PKK se-Kabupaten Sukoharjo.

Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani SE., MM dalam sambutannya menekankan tentang mewujudkan masyarakat sehat. Tentunya untuk mewujudkan masyarakat sehat harus dimulai dari keluarga dahulu.

"senam sehat wanita unggul gembira, marilah kita wujudkan masyarakat Sukoharjo sehat," harap Hj. Etik.

Beragam doorprize disediakan panitia untuk menyemarakan acara ini dan Hj. Etik Suryani SE., MM bersama Sekda turut menyerahkan hadiah door prise.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 



Virus-free. www.avast.com

Bupati Buka Gelar Potensi Daerah Sukoharjo Expo 2019

SUKOHARJO – Bupati H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM membuka secara resmi gelar potensi daerah Sukoharjo Expo 2019 skala nasional dengan ditandai pemukulan gong,  dengan diikuti seratus delapan puluh tiga pelaku usaha di Sukoharjo, Soloraya, Jawa Timur hingga Kaltim, Medan dan UMKM binaan tujuh kementerian ikut andil dalam Sukoharjo Expo 2019 bertempat di Alun-Alun Satya Negara, Jumat (23/8). Tari Bergodo Rampak Kuda dari Sanggar Solah Bowo mengawali rangkaian acara pembukaan sukoharjo expo 2019.

Kegiatan diselenggarakan mulai tanggal 23 sampai dengan tanggal 27 Agustus ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif.

Asisten Deputi Bidang Pertanian dan Perkebunan Kementerian Koperasi dan UKM, Dewi Syarlen, SE.,MM saat memberi sambutan Menkop dan UKM RI mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Pemkab Sukoharjo. Gelar potensi daerah Sukoharjo Expo 2019 dapat menjadi wadah penting bagi pelaku UMKM baik di Sukoharjo maupun daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan diri. Pengembangan baik dari sisi promosi maupun peningkatan usaha penjualan. Dengan demikian maka para pengusaha bisa semakin maju dan tidak mengalami ketertinggalan.

Gelar potensi juga menjadi media promosi dan dapat mengangkat citra produk unggulan dari pelaku UMKM. Terlebih lagi pemerintah pusat sekarang sedang mengenjot ekonomi kreatif sebagai masa depan bangsa Indonesia.

"Industri kreatif sangat potensial untuk dikembangkan di daerah. Salah satunya industri kreatif bidang kebudayaan dan kearifan lokal setiap daerah yang tidak dimiliki negara lain," ujarnya.

Pengembangan industri kreatif yang diharapkan pemerintah pusat masih menemui sejumlah kendala di daerah. Salah satunya seperti terbatasnya akses pemasaran dan juga akses permodalan. Untuk itu, Kementerian membuat program yang sudah dan akan dilaksanakan antara lain perluasan akses pemasaran bagi UMKM, pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), kampung digital yang bersinergi dengan PT Telkom, peningkatan kapasitas SDM berbasis teknologi degital, perluaaan akses pembiayaan melaui KUR, serta pengelolaan dana bergulir bagi UMKM.

Program yang sudah dijalankan pemerintah tersebut telah memberikan dampak peningkatan kewirausahaan dan mendukung perekonomian nasional. Sukoharjo Expo sebagai wujud nyata dan komitmen Pemkab Sukoharjo dalam penguatan jaringan UMKM. Pemerintah pusat berharap kegiatan semacam ini juga diselenggarakan didaerah lain secara serentak. Sebab keberadaanya banyak memberikan manfaat besar baik bagi pelaku UMKM maupun pemerintah.

"Dalam gelar potensi daerah Sukoharjo Expo 2019 seperti ini maka produsen dalam hal ini pelaku UMKM bisa bertemu langsung dengan pembeli. Hal ini sangat banyak memberikan keuntungan," lanjutnya.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya mengatakan, Sukoharjo Expo 2019 merupakan upaya membangun citra positif mendorong industri kreatif di Sukoharjo. Saat ini, sektor industri dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan sumbangan Pendapatan Domestik Bruto.

Pemkab Sukoharjo sangat besar memberikan perhatian serius kepada para pelaku UMKM baik dari sisi permodalan, pendampingan, pelatihan hingga menyediakan media promosi seperti gelar potensi. Kegiatan sudah diselenggarakan setiap tahun dengan mengambil momen peringatan HUT RI dan HUT Kabupaten Sukoharjo.

Pada setiap penyelenggaraan Sukoharjo Expo selalu diikuti seratusan pelaku UMKM baik dari Sukoharjo maupun luar daerah. Mereka mampu menampilkan berbagai hasil produksi dan ciri khas.

"Para perajin diharapkan untuk kreatif dan inovatif agar mampu menghasilkan produk-produk yang memiliki daya saing tinggi, sehingga dapat menjadi produk-produk unggulan yang mampu bersaing dipasar internasional," ungkap Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo, Sutarmo SE., M.Pd mengatakan, kegiatan ini masih rangkaian Hari Lahir Sukoharjo Ke-73, dan HUT Kemerdekaan RI Ke-74. Expo tersebut untuk mempromosikan Sukoharjo dengan berbagai potensinya sehingga bisa memberikan kontribusi dalam meningkatnya daya saing produk unggulan Sukoharjo dan membuka peluang investasi.

"Pada tahun 2019 ini untuk kali pertama Sukoharjo Expo digelar dengan skala nasional. Sebab sebelumnya diselenggarakan hanya tingkat lokal Sukoharjo kemudian naik menjadi Solo Raya dan Provinsi Jawa Tengah. Diharapkan peningkatan ini juga berdampak baik pada meningkatnya usaha pelaku UMKM," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati mengkukuhkan pengurus ICSB (International Council For Small Business) Indonesia periode 2019-2021 dengan ketua Kunto Adi, SP.,MP. Disamping itu, Bupati menyerahkan bantuan Kredit Usaha Rakyat, ultra mikro dan bantuan operasional UPTD Metrologi legal dari Kementerian Perdagangan RI

Acara diakhiri peninjaun stand sukoharjo expo 2019 yang diawali dengan pengguntingan balon dan untaian melati oleh Hj. Etik Suryani SE.,MM didampingi bupati dan Asisten Deputi Pertnian dan Perkebunan Kementerian Koperasi UKM RI.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Kamis, 22 Agustus 2019

Bersama Ribuan Masyarakat, Bupati Sukoharjo Saksikan Pawai Pembangunan

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM dan Ketua Tim PKK Hj. Etik Suryani SE., MM beserta jajaran  Forkopimda dan ribuan masyarakat Kabupaten Sukoharjo sangat antusias untuk menyaksikan kirab pawai pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT RI yang Ke 74 dan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-73, Kamis (22/8).

Peserta pawai pembangunan berjumlah 150 terdiri dari peserta jalan kaki 34 peserta dan peserta memakai !kkendaraan hias 116 peserta. Pawai pembangunan diikuti seluruh instansi pemerintah, badan usaha milik daerah (BUMD), sekolah, kelompok kesenian dan budaya.

Tidak hanya itu, para peserta pawai menampilkan berbagai unggulan di wilayahnya masing-masing. Ratusan mobil hias juga turut serta memeriahkan pawai pembangunan. Jalannya pawai dimulai pukul 13.00 WIB dengan start dari patung jamu gendong dan berakhir di depan Rumah Dinas Bupati Sukoharjo.

Selain itu, peserta pawai yang turut memeriahkan juga datang dari kelompok Perguruan Silat, Drum Band dan Marching Band SMA Taruna Nusantara,  mobil hias dari Organisasi Perangkat Daerah, dari pihak swasta, dan perwakilan instansi lainnya juga ikut memeriahkan pawai tersebut.

Dari panggung kehormatan turut hadir Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupsaten Sukoharjo Loeh Agus Santosa,  Seluruh Kepala OPD juga ikut menyaksikan pawai tersebut.

"ini sudah menjadi tradisi setiap tahunnya dalam rangka memperingati HUT RI. Alhamdulillah, pawai pembangunan hari ini berlangsung sangat meriah dan sangat dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Sukoharjo, " ungkap Bupati sesaat sebelum meninggalkan panggung kehormatan.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum.(Tj)


Virus-free. www.avast.com

Selasa, 20 Agustus 2019

Kecamatan Tawangsari Gelar Bursa Inovasi Desa Mandiri

SUKOHARJO- Desa memiliki wadah untuk menyalurkan potensi. Bursa Inovasi Desa (BID) di Kecamatan Tawangsari mengambil tema "Desa Berinovasi Sukoharjo Makmur Menuju Tawangsari Sakti".

Bursa Inovasi Desa (BID) tahun 2019 berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu tahun 2017 dan 2018, dimana perbedaannya, kalau pada tahun 2017 dan tahun 2018 di laksanakan di tingkat kabupaten, Namun pada tahun 2019, BID dilaksanakan di tingkat kecamatan yang dikelola oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) kecamatan, sehingga lebih dekat ke desa. Baik dilaksanakan di tingkat kecamatan secara mandiri maupun cluster (gabungan) kecamatan serta sebagai Salah satu tahapan pokok Program Inovasi Desa (PID) adalah pelaksanaan BID. Di mana ini, merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa," dikatakan YC Sriyana S.Sos, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo, saat membuka Bursa Inovasi Desa  tingkat kecamatan secara mandiri di pendopo Kecamatan Tawangsari, pada hari Selasa (20/8).

Ikut hadir Camat Tawangsari, Ketua TP. PKK Kecamatn Tawangsari, Muspika, Kepala Desa se-Kecamatan Tawangsari, Kepala OPD terkait, BPD dan sejumlah peserta BID.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMD mengatakan "Bursa Inovasi Desa (BID) merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan merupakan media belajar bagi desa untuk memperoleh informasi dan kegiatan inovasi yang dapat mendukung pembangunan desa," katanya.

Ditambahkan "Diketahui, program Inovasi desa merupakan suatu upaya pemerintah dalam mewujudkan agenda nawacita dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, yakni meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, terutama dalam mengembangkan rencana dan pelaksanan pembangunan desa  secara berkualitas, agar dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi, termasuk mempersiapkan   pembangunan sumber daya yang dimiliki oleh desa itu sendiri," tambahnya.

Sementara itu Camat Tawangsari Joko Windarto, S.STP melaporkan dalam bursa ini ada tiga bidang kegiatan di antaranya bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang pemberdayaan serta dilaksanakan sebelum pelaksanaan Musyawarah perencanaan pembangunan Desa (Musrengbag Desa) tahun anggaran 2019. "Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kami sangat mengapresiasi kegiatan bursa Inovasi ini,  terutama inovasi yang dilakukan di tingkat Desa. Sehingga dengan demikian semakin banyak Desa yang berinovasi, maka semakin beragam pula potensi-potensi yang bisa dikembangkan  dan diangkat di daerah Tawangsari sehingga dapat meningkat kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Camat Tawangsari berharap  para Kepala Desa yang hadir dapat mencari inovasi inovasi di desanya untuk direplikasi sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki serta mampu menjawab permasalahan yang ada didesa.

Adapun Peserta terdiri dari perwakilan desa 3 orang terdiri dari Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tokoh masyarakat pemuda atau agama serta satu orang perempuan sebagai peserta utama dan Tim Inovasi Kabupaten, Camat beserta tim, lembaga desa, Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD).

Demikian informasi yang disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 


Virus-free. www.avast.com

Sabtu, 17 Agustus 2019

Upacara HUT RI ke-74 di Alun-Alun Satya Negara Berlangsung Khidmat, Bupati Sukoharjo Jadi Inspektur Upacara

SUKOHARJO – Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Hari Ulang Tahun (HUT) ke -74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 2019 tingkat Kabupaten Sukoharjo digelar di Alun Alun Satya Negara Sukoharjo, Sabtu (17/8), berlangsung khidmat.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani SE., MM,  Ketua Dharma Wanita Persatuan serta tamu undangan lainnya.

Diawali dengan kehadIran Bupati serta diikuti jajaran pejabat Forkopimda Kabupaten Sukoharjo, upacara peringatan HUT Kemerdekaan ini dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Bunyi sirene 1 menit sebagai tanda menyambut detik-detik peringatan Proklamasi HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

Meskipun cuaca tampak panas, seluruh peserta tampak khidmat mengikuti upacara tersebut. Puncak peringatan Detik-Detik Proklamasi ditandai dengan suara sirine. Selanjutnya Bupati membacakan naskah Proklamasi, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo Eko Sapto Purnomo,SE membacakan Pembukaan Undang Undang Dasar 1945.

Dalam sambutan upacara ini, Bupati membacakan amanat Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo S.H., M.IP. Dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah untuk tidak membeda-bedakan suku bangsa dan agama di era kemerdekaan ini.

"Seperti ungkapannya Gus Dur, orang tak akan bertanya apa agamamu, apa sukumu ketika berbuat baik. Dalam masa perjuangan setelah kemerdekaan ini sudah semestinya kita tidak membedakan suku, agama atau pun ras," ucap Bupati.

Ditambahkannya, "sekian lama kita diterpa berbagai kemajuan dari belahan bumi lain. senasib sepenanggungan Wahai pemuda, persiapkan mental dan akalmu. Jangan melempem berhadapan dengan bangsa lain, jangan lembek ketika ada yang mengejek. Kepalkan tekadmu, semangatmu. Bulatkan Saudara-saudaraku, semua hal itu akan mampu kita hadapi dengan satu senjata, kebersamaan. Kita ini diciptakan atas satu jalinan sebagai sapu lidi, yang jika lepas ikatannya ambyar kebangsaan kita, ambyar negara kita, ambyar Indonesia Raya. Sejarah telah mengikat kuat kita, perasaan menyatukan kita, dan Pancasila telah mendasari kita sebagai bangsa dan negara yang besar. Yakinlah kecemerlangan bangsa ini takkan lama lagi. Bangsa Indonesia akan berjaya seribu windu lamanya," ungkapnya.

Setelah upacara pengibaran bendera pada pagi hari dan penurunan bendera pada sore hari, acara dilanjutkan dengan penyerahan bendera merah putih dari Paskibraka kepada Bupati Sukoharjo dan dilanjutkan malam resepsi peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI bertempat di Pendopo Graha Satya Praja Pemkab  Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum.(Tj)

Kamis, 15 Agustus 2019

Bupati Kukuhkan 75 Paskibraka Sukoharjo

SUKOHARJO——Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM  mengukuhkan 75 orang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sukoharjo. Pasukan ini akan mengemban tugas mengibarkan dan menurunkan duplikat bendera kebangsaan sang merah putih pada Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-74 ahun 2019 tingkat Kabupaten Sukoharjo.

Sebagai tanda pengukuhan secara simbolis, Bupati menyematkan lencana dan memasang kendit kepada perwakilan Calon Paskibraka Sukoharjo. Kegiatan berlangsung di Rumah Dinas Bupati Sukoharjo , Kamis(15/8) sore

Pengukuhan berlangsung dengan khidmat, Bupati H. Wardoyo Wijaya SH., MH.,MM ketika memberikan sambutan berpesan agar anggota Paskibraka mampu melaksanakan tanggung jawab secara penuh tanggung jawab.

"Kalian putra dan putri terpilih dan terbaik Kabupaten Sukoharjo, untuk itu, kepada seluruh anggota Paskibra dapat melaksanakan tugas mulia ini dengan baik, sehingga membuat orangtua saudara dan bangsa ini bangga," ungkap Bupati terbata bata terharu meneteskan air matanya saat memberikan arahannya. Bupati berharap kepada khususnya Paskibraka yang telah diikukuhkan untuk menjadi generasi yang maju unggul dan berkarya  serta mempunyai mental yang kokoh pantang menyerah," harap Bupati. Tidak lupa, Bupati mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada orang tua, pembimbing pengasuh yang telah memberi dorongan motivasi, semangat untuk mengemban  tugas pada puncak HUT RI ke- 74 kali ini.

Anggota Paskibraka yang dikukuhkan Bupati saat ini sebanyak 75 orang terdiri dari 49 putra dan 26 putri yang terpilih perwakilan dari semua kecamatan di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Para Paskibraka ini telah menjalani masa pelatihan selama 20 hari ditempa untuk menjalankan tugas besar pada 17 Agustus mendatang.

Pengukuhan anggota Paskibra Sukoharjo dihadiri Wakil Bupati H. Purwadi SE., MM, Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE., MM, jajaran Forkopimda, Sekda, para asisten Sekda serta para  Kepala Badan, Dinas dan Bagian Pemkab Sukoharjo serta para pembimbing pengasuh anggota Paskibra.

Upacara pengukuhan Paskibraka 2019 tersebut diakhiri dengan ucapan selamat dan jabat tangan dari Bupati H. Wardoyo Wijaya dan Ibu Hj. Etik Suryani yang diikuti para undangan dalam acara itu.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M. Hum. (Tj)



Rabu, 14 Agustus 2019

Bupati Sukoharjo : Teruslah Berkresi dan Berkarya Dalam Gerakan Pramuka

SUKOHARJO– Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM selaku Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukoharjo memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke- 58 Tahun 2019 yang bertempat di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo. Rabu (14/08).

Upacara dihadiri segenap Forkopimda, kepala OPD serta utusan anggota pramuka dari sekolah jenjang SMP, SMA, SMK atau anggota pramuka penggalang dan penegak.

"Saya selaku ketua Mabicab gerakan Pramuka Sukoharjo menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka yang ke-58 tahun 2019. Semoga jiwa gerakan Pramuka tetap semangat selalu produktif inovatif dan kreatif dalam berkarya dan selalu menjadi generasi muda yang terdepan dalam menjaga NKRI," ucap Bupati mengawali sambutannya.

Bupati dalam sambutan menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka berasal dari kata Praja Muda Karana yang mempunyai arti sekumpulan anak-anak muda yang suka berkarya. Tujuan dari kegiatan pramuka sangatlah mulia, yaitu untuk mendidik generasi muda jaman sekarang ke hal-hal positif dengan dasar dan metode kegiatan Pramuka yang sesuai dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.

"marilah kita isi peringatan Hari Pramuka yang ke-58 tahun 2019 ini dengan berbagai kegiatan bakti masyarakat yang bertag line pramuka bersih negeri, diantaranya pencetusan komitmen gerakan pramuka untuk mengurangi sampah plastik, aksi bersih sampah plastik, aksi bersih sungai, penghijauan " harap Bupati.

Hari Pramuka ke 58 mengangkat tema " Peringatan 58 Tahun Gerakan Pramuka Bersama Seluruh Komponen bangsa Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI". Hal ini menegaskan bahwa Gerakan Pramuka bisa hadir dan diterima oleh masyarakat di semua daerah untuk bersatu menjaga Persatuan dan Kesatuan demi utuhnya NKRI.

Bupati berpesan kepada segenap anggota Gerakan Pramuka " teruslah berkreasi, berkarya dalam wadah Gerakan Pramuka, isilah waktu muda kalian dengan kegiatan yang positif dan produktif. Karena saya yakin generasi muda Indonesia adalah generasi yang unggul, generasi yang hebat, generasi yang kreatif, generasi petarung dan bukan generasi pecundang. Ingatlah selalu hyme pramuka, bahwa pramuka Indonesia adalah manusia Pancasila. Satyaku Kudarmakan, darmaku kubaktikan agar jaya Indonesia," ungkap Bupati mengakhiri sambutannya.

Diakhir acara Bupati menyematkan tanda penghargaan gerakan pramuka yang didahului pembacaan surat keputusan Kwarda jateng serta diserahkannya piala kejuaraan lomba Kwarcab Sukoharjo meliputi cabang lomba pengucap Dwidharma, Dasadarma, lomba cepat tepat Pramuka Siaga dan Penggalang Kwarcab Sukoharjo. Untuk cabang lomba pengucapan Dwidarma putra juara I diraih Sakara A.N.J dari Kwaran Sukoharjo dan Putri diraih A.Queensha dari Kwaran Sukoharjo. Cabang lomba pengucapan Dasadarma putra Juara I diraih Fais restu Pratama dari Kwaran Mojolaban dan Putri diraihSafira Aulia Azzahro dari Kwaran Mojolaban. Cabang lomba LCT Pramuka Siaga Putra Juara I diraih Cariova Casesar Pradana dari Kwaran Tawangsari dan Putri diraih Bunga Dwi Wulan dari Kwaran Tawangsari.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Minggu, 11 Agustus 2019

Bupati Sukoharjo Sholat Idul Adha di Alun-Alun Satya Negara

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM bersama Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani SE., MM melaksanakan Shalat Idul Adha 1440 Hijriyah di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo pada Minggu (11/8).

Pada pelaksanaan shalat Idul Adha 1440 H/ 2019 M kali ini  yang bertindak sebagai khatib ialah ustadz H. Nur Hadi Ruhani M.Ag pengasuh pesantren Daarul Huda Grogol Sukoharjo dan bertindak sebagai Imam ustadz H. Asrofi Al khafidz.Tampak Ribuan jamaah melaksanakan Salat Idul Adha bersama Bupati  dan sholat dimulai pukul 06.00 WIB.

Dalam khutbahnya, Ustadz Nur Hadi menyampaikan tentang makna berqurban yaitu upaya mereformasi diri sendiri dengan jalan menyembelih serta membunuh watak dan tabiat hewaniyah kebinatangan yang dimiliki serta berqurban mengandung adanya keseimbangan aspek ilaiyah,insaniah, ibadah sosial dan mengandung nilai nilai sejarah.

"Nabi Ibrahim as, dan keluargannya merupakan simbol suatu keluarga yang kokoh, sabar dalam menerima ujian dan iklas, karena masing masing betul betul Taqwa kepada Allah SWT," kata khotib Ustadz Nur Hadi.

Dalam perayaan Idul Adha 1440 Hijriah tersebut Bupati Sukoharjo menyerahkan hewan qurban sapi.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum.(Tj)

Jumat, 09 Agustus 2019

Ketua TP. PKK Sukoharjo Hj. Etik Suryani Serahkan 12 Ekor Kambing Kurban

SUKOHARJO - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sukoharjo, Hj. Etik Suryani, SE., MM yang juga sebagai Pembina jamaah pengajian Nur Rohmat Rumah Dinas Bupati  menyerahkan 12 ekor hewan kurban berupa kambing di kompleks Rumdin Bupati, Kamis (23/8/2018).

Kambing kurban dibeli murni dari infak para jamaah yang rutin datang pengajian Nur Rohmat di kompleks Rumah Dinas Bupati Sukoharjo. Pembina jamaah pengajian Nur Rohmat Hj. Etik Suryani, SE., MM, Jumat (09/08) mengatakan "pemberian kambing kurban dari jamaah pengajian rutin digelar setiap tahun saat Idul Adha. Untuk tahun 2019 ini total ada 12 kambing sudah disiapkan untuk 12 kecamatan. Masing masing kecamatan mendapatkan satu ekor kambing kurban," jelas Hj. Etik.

Ditambahkan "Jamaah pengajian Nur Rohmat sangat banyak mencapai ribuan orang. Setiap kali pengajian ada infak terkumpul dan salah satunya digunakan untuk membeli kambing kurban," tambahnya.

Pemberian kambing kurban diberikan secara resmi di rumah dinas bupati, Kamis (09/08/2019). Selanjutnya Ketua TP. PKK Kecamatan akan memberikan ke desa yang ditunjuk. Penunjukan desa sebagai penerima kambing kurban diserahkan sepenuhnya kepada pihak  Ketua TP. PKK 12 Kecamatan. Hal itu dilakukan karena kecamatan mengetahui kondisi di wilayahnya yang membutuhkan.

Demikian informasi yang disampaikan kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)


Virus-free. www.avast.com