Selasa, 31 Oktober 2017

KEPALA OPD DAN PERANGKAT DESA SE-KABUPATEN SUKOHARJO IKUTI DISEMINASI PROGRAM BPJS KETENAGAKERJAAN

Undang-undang No.40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional pasal 13 menyebutkan bahwa pemberi kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada BPJS sesuai dengan program jaminan sosial yang diikuti. Pemkab Sukoharjo bersama BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Selasa pagi (31/10) mengadakan Diseminasi Program BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Graha Satya Praja kepada 390 peserta, yang terdiri dari seluruh Kepala OPD, Kepala Desa, Perangkat Desa non PNS se Kabupaten Sukoharjo. Dalam laporan penyelenggara oleh Asisten Perekonomian Pembangunan Widodo,.SH,.MH menyebutkan bahwa jaminan Sosial merupakan bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar bisa memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak, termasuk tenaga harian lepas / THL yang berada di OPD.

Seperti disampaikan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Bapak Suwilwan Rachmat bahwa tujuan utama BPJS Ketenagakerjaan adalah memberikan perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang, apabila mengalami resiko sakit, resiko kecelakaan kerja, resiko kematian dan pensiun. BPJS merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjamin rakyat hingga dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya secara layak, serta untuk mendapatkan perlindungan atas resiko ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Wardoyo Wijaya, SH, MH berpesan kepada seluruh Kepala OPD dan Kepala Desa, nanti Tahun 2018 untuk mengikutsertakan semua pegawainya termasuk Tenaga Harian Lepas (THL) baik dari umum maupun kependidikan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan khususnya asuransi dalam kecelakaan kerja dan kematian. Bagi Kepala Desa bisa mengoptimalkan ADD dalam APBDes TA 2018. Karena itulah Bupati berharap dalam Diseminasi ini nanti peserta bisa mendapatkan pemahaman tentang apa dan bagaimana hak kewajiban peserta BPJS Ketenagakerjaan ini. Segala informasi tentang manfaat, tata cara klaim, dan kemudahan proses pendaftaran kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan dijelaskan dengan rinci oleh Bapak Sri Sudarmadi di sesion tanya jawab.

Turut hadir dalam acara ini Asisten II Sekda, Asisten III Sekda, para Kepala OPD, dan Camat se Kabupaten Sukoharjo. Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum yang juga hadir dalam acara dimaksud. (Yk) 

Minggu, 29 Oktober 2017

Pelantikan MWC NU Sukoharjo, Dihadiri Bupati

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kabupaten Sukoharjo resmi dilantik oleh Ketua PJs PCNU Sukoharjo Khomsun Nur Arief, S.Ag  Nur Arief S.Ag. Acara pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Graha Satya Praja ( GSP) yang dihadiri oleh oleh Bupati Sukoharjo,  Forkopimda,. Drs. Moh. Toha S.Sos M.Si anggota DPR RI komisi III Fraksi PKB,Ketua DPRD, H. Wiwoho S.Pd PDM Muhamadiyah,camat dan tokoh sesepuh NU serta ribuan jam'iyah NU dari 12 Kecamatan seKabupaten Sukoharjo, Sabtu (28/10).
Dalam sambutannya Ketua panitia Dr. Zainul Abass M.Ag  menyampaikan, acara pengajian akbar dan sekaligus pelantikan pengurus majelis wakil cabang NU se Kabupaten Sukoharjo sekaligus menjadi puncak rangkaian dari hari santri nasional tahun 2017, di Kabupaten Sukoharjo telah mengadakan lebih kurang 20 kegiatan dan Alhamdulillah sudah terlaksana dengan baik dan pada tanggal 22 Oktober kemarin melaksanakan upacara yang dilaksanakan di halaman setda Kabupaten Sukoharjo, dan pada malam hari ini MWC NU yang dilantik 9 MWC NU dari 12 Kecamatan dan lebih kurang 5 ribu jamaah yang hadir ini terdiri dari tiap tiap kecamatan di Kabupaten Sukoharjo  dengan mengambil tema meningkatkan konsolidasi organisasi untuk kesejahteraan dan keutuhan NKRI," ungkap Dr.Zainul Abass M.Ag mengawali sambutan.
Menurut PJs Ketua NU Sukoharjo Khomsun Nur Arief, S.Ag menyampaikan hari santri nasional kita peringati setiap tanggal 22 Oktober sudah 3 tahun kita peringatan Hari santri nasional di Kab. Sukoharjo. Tanpa ulama maka kemungkinan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 belum tentu kita laksanakan, dengan kekuatan besar ulama dan Kyai dan para santri Alhamdulillah Allah meridhoi kemerdekaan Republik Indonesia
Di Kabupaten Sukoharjo ini hubungan ulama dan pemerintah benar-benar kita rasakan dan setiap malam Bapak Bupati ini mengundang organisasi Islam baik dari NU, MTA dan LDII ini digilir mengadakan pengajian yang diikuti oleh warga Kabupaten Sukoharjo dan rencana Sukoharjo menjadi kabupaten santri mudah-mudahan kedepan akan segera kita Raih," ungkapnya.
Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, SH.MH dalam sambutanya mengucapkan selamat kepada pengurus cabang NU Kabupaten Sukoharjo dan seluruh badan otonom dan lembaga-lembaga di lingkungan NU yang telah mengadakan kegiatan kegiatan dalam rangka hari santri nasional tahun 2017 serta mengapresiasi atas nama pemerintah daerah dan atas nama pribadi atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh NU yang secara langsung maupun tidak langsung ikut memberi kontribusi dalam membina dan membangun masyarakat Sukoharjo semoga kedepan semakin berkembang dan semakin banyak memberi kontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Sukoharjo.
"Hari santri nasional tentu memiliki arti dan makna yang penting bagi kalangan santri dan segenap elemen bangsa hari santri nasional menjadi refleksi bagi santri dan semua elemen anak bangsa untuk mengingat kembali sejarah perjuangan pondok pesantren dalam berjuang melawan penjajah.Dengan HSN ini marilah kita jaga dan kita rawat persatuan dan kesatuan bangsa kita tetap jadikan Pancasila sebagai ideologi negara kita rawat dan kita jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap tegak di bumi Nusantara ini,"jelas Bupati dalam sambutan pengarahannya.
Turut ‎diserahkan Tropy Kejurkab PSNU pagar Nusa oleh Bupati dan acara diakhiri dengan pengajian maudzoh hasanah oleh Prof Dr. Ali Maschan Moesa M.Si.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

Sabtu, 28 Oktober 2017

PERINGATAN SUMPAH PEMUDA KE-89 KABUPATEN SUKOHARJO

Selaras dengan tema tahun ini  "Pemuda Indonesia Berani Bersatu" Peringatan Sumpah Pemuda di Kabupaten Sukoharjo berlansung meriah, dalam menyatukan potensi dan apresiasi pemuda.  Upacara bendera diselenggarakan Sabtu pagi (28/10) di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo dengan Inspektur Upacara Bupati Wardoyo Wijaya, SH, MH dengan dihadiri Forkompimda, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten, Ketua DWP Kabupaten, diikuti oleh peserta dari perwakilan TNI, Polri, PNS, Pelajar, Mahasiswa, Pramuka, Gabungan Organisasi Wanita, Ormas, dan Tokoh Masyarakat.

Inti sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi yang dibacakan Bupati bahwa kita sebagai generasi penerus harusnya bangga dan berterimakasih dengan perjuangan berat para pemuda di tahun 1928 hingga melahirkan Sumpah Pemuda yang berikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. karena banyak hikmah dan keuntungan yang didapatkan dari perjuangan kala itu. Perjuangan lintas pulau dengan berbagai latar belakang suku, agama, ras tidak menyurutkan semangat persatuan yang berkobar.

Sekarang dengan segala kemudahan sarana transportasi dan telekomunikasi hendaknya semakin mempermudah pemuda dalam berinteraksi untuk mewujudkan sikap kegotongroyongan dengan menghindari kesalahfahaman persepsi demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan sosial. Pemuda harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghentikan segala bentuk perdebatan yang mengarah ke perpecahan bangsa. Harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan.

Apresiasi yang tinggi dari Pemkab Sukoharjo terhadap kegiatan kepemudaan yang mewarisi api dan gelora Sumpah Pemuda Tahun 1928, terwujud dengan didukungnya Gelar Potensi dan Gelar Budaya oleh Pemuda bersama KNPI. Gelar potensi tersebut merupakan acara tambahan yang menjadi satu rangkaian dari upacara bendera, diawali dengan penyerahan hadiah dari lomba-lomba yang diselenggarakan KNPI dilanjutkan dengan ditampilkannya 12 macam ekspresi pemuda (penampilan dolanan anak, marching band Gema Wijaya Nusantara, tari dari SMK/SMA di Sukoharjo, band dari SMK Muhammadiyah Sukoharjo serta penampilan artis muda campur sari di Sukoharjo).

Demikian penjelasan singkat dari Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto, EN, M.Hum yang  turut hadir dalam acara tersebut. (Yk)

Jumat, 27 Oktober 2017

Gelar Bersih Desa, Dukuh Kutu Kabupaten Sukoharjo Gelar Wayang Kulit


Sukoharjo – Memperingati acara bersih dusun di Dukuh Kutu RW VIII Desa Telukan Grogol, digelar pagelaran wayang kulit di Gedung Serbaguna Dukuh Kutu, Kamis (26/10).

Wayang kulit dengan dalang Ki Suratno dari Wuryantoro Wonogiri dengan mengambil  lakon Wahyu Katentreman ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi beserta ibu Amik Purwadi, Muspika Grogol dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi kepada seluruh warga Dukuh Kutu Desa Telukan atas segala usaha untuk melestarikan salah satu tradisi bangsa yaitu bersih dusun.

"Pemerintah Daerah akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya seperti bersih dusun dan kegiatan lain yang berkaitan dengan budaya, " ungkap H.Purwadi SE.,MM mengakhiri sambutannya.

Turut hadir camat beserta Muspoka Grogol, Kepala Desa Telukan, Panitia bersih Dusun Dukuh Kutu beserta ratusan warga masyarakat dukuh Kutu.

Demikian informasi yang disampaikan oleh kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

 

 

Kamis, 26 Oktober 2017

Puluhan Grup Sound System Rayakan Ulang Tahun di Alun-Alun Sukoharjo


SUKOHARJO - Sukoharjo ternyata punya potensi di bidang sound system. Terbukti dengan terbentuknya Komunitas Sound System Sukoharjo (KOMPASS) yang berisikan para pemilik usaha sound system. Kamis( 26/10) di alun alun Satya Negara,  dipadati ratusan orang untuk menyaksikan parade sound system yang digelar Komunitas Sound System Sukoharjo (KOMPASS) dalam merayakan HUT ke-3 nya. Tampak beberapa speaker dari puluhan pemilik usaha sound system di Sukoharjo berjejer rapi menunjukan kemampuan kualitas suara yang dihasilkan. Ratusan pengunjung yang datang, hanya untuk mendengarkan musik yang dihasilkan dari speaker yang sudah dimodifikasi. Dari suara yang dihasilkan akan terlihat kepiawaian pemilik sound system dalam mengatur suara yang dihasilkan.
Sri Untoro, ketua panitia HUT komunitas sound menyampaikan, KOMPASS genap berusia tiga tahun. Seiring perjalanan waktu komunitas telah mencatatkan kemajuan dan perkembangan yang luar biasa baik secara kualitas dan kwantitasnya dibanding tahun tahun yang lalu. " saya menghimbau kepada sesama pengusaha sound system diKabupaten Sukoharjo khususnya untuk bergabung bersama kami,"pungkasnya.
HUT ke-3 komunitas pengusaha sound system dihadiri oleh Wakil Bupati Sukoharjo H.Purwadi SE.,MM. Dalam sambutannya berharap kegiatan komunitas dapat lebih mempererat tali silaturahmi sertapersatuan antar pengusaha sound ssystem dan mengetahui sejauhmana perkembangan teknologi alat yang dimiliki sekaligus tempat sharing pengalaman,"ungkap Wakil Bupati.
Ke depan, Wakil Bupati berharap dengan terbentuknya komunitas tersebut membuat persaingan antara pemilik sound system makin sehat tanpa saling menjatuhkan. Termasuk bisa saling belajar dalam mengenal karakter sound masing-masing pemilik, sehingga bisa meningkatkan kemampuan dalam mengatur suara yang dihasilkan. Acara dilanjutkan dengan potong tumpeng didampingi Muspika Kecamatan Sukoharjo. Acara dilanjutkan hiburan musik dandut dari Tim Sar Sukoharjo.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo.(Tj)

BUPATI SUKOHARJO RESMIKAN GEDUNG “ GRAHA PURBA WIJAYA “

Bupati Sukoharjo H.Wardoyo Wijaya, SH,MH pada Rabu (25/10) berkesempatan meresmikan gedung serbaguna di Desa Purbayan Kecamatan Baki. Gedung baru yang diberi nama " Graha Purba Wijaya ". Lokasi berada di tengah – tengah wilayah Desa Purbyan dengan menempati luas tanah sebesar 1200 meter dengan luas bangunan 800 meter. Acara peresmian dihadiri oleh Ibu Hj.Etty Wardoyo Wijaya, Ketua DPRD Sukoharjo, Kepala OPD, Camat beserta Muspika,Kepala Desa Se Kecamatan Baki, Tokoh masyarakat dan warga masyarakat Desa Purbayan.

Kepala Desa Purbayan Kecamatan Baki, Budi Sriyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Gedung serbaguna " Graha Purba Wijaya " pembangunannya melalui berbagai tahapan.  Pada Tahun 2015 mendapatkan bantuan dari Bupati Sukoharjo sebesar Rp. 200 juta untuk pembangunan gedung tersebut, dilanjutkan alokasi anggaran ADD 2016 sebesar Rp. 240.548.000,- serta anggaran ADD  2017 sebesar Rp. 331.347.000,-.

Bupati Sukoharjo dalam sambutannya menyampaiakan apresiasi  kepada semua pihak atas partisipasinya dalam terselesaikannya pembangunan gedung serbaguna " Graha Purba Wijaya ". Diharapkan  gedung tersebut dapat dijadikan sebagai sarana untuk kegiatan sosial kemasyarakatan, sebagai bentuk perwujudan dari rasa kebersamaan dan kegotong royongan seluruh warga masyarakat purbayan sehingga  menjadi satu modal  yang kuat dalam suksesnya  program – program pembangunan. Dalam kesempatan tersebut untuk penyempurnaan atap Bupati Sukoharjo akan memberikan bantuan sebesar 150 juta.

Acara di akhiri dengan pagelaran wayang dakwah oleh ustadz H.Sri Setyo,SH,S.Pdi,M.Si dengan lakon wayang " Wahyu Senopati ". Demikian penjelasan singkat dari Kabag.Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto E.N,M.Hum. (RN)

Sasaran Fisik TMMD Sengkuyung Tahap III Kabupaten Sukoharjo Selesai 100 %


Pembangunan talud serta pengerasan jalan makadam yang menghubungkan 2  desa antara dukuh klaruan palur mojolaban dan dukuh sambilawang desa demakan ini sasaran yang paling vital  yang merupakan sasaran fisik program TMMD Sengkuyung tahap-III wilayah Kodim 0726/SKH jelang upacara penutupan sudah selesai 100 %.

TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2017 Desa Demakan Kecamatan Mojolaban dilaksanakan mulai tanggal 27 September sampai dengan 26 Oktober 2017  yang membuahkan hasil semua sasaran fisik  dan sasaran non fisik selesai.  Dandim 0726/SKH Letkol Inf Taufan Widiantoro, S.IP memimpin upacara penutupan TMMD Sengkuyung Ke-100 Tahap III tahun anggaran 2017, dilapangan Desa Demakan Kecamatan Mojolaban, Kamis (26/10) pagi.Panjang jalan makadam pajang 1.692 meter dan lebar 3 meter itu merupakan jalan yang menghubungkan antara Dukuh Klaruan Palur dengan dukuh Sambilawang desa Demakan  Kecamatan Mojolaban , jalan tersebut merupakan jalan yang sangat penting buat warga ke dua desa, guna menunjang aktifisan warga ke sawah maupun juga kepusat pelayanan, nantinya dapat meningkatkan perekonomian warga demakan dan warga palur dengan dibangunnya jalan tersebut, semua mobilitas warga menjadi mudah dalam hal membawa hasil panen dari sawah maupun dari tambak menjadi mudah. Selain itu juga dibangun talud dengan panjang 109 Meter dan lebar atas 30 Cm dan lebar bawah 60 cm dan tinggi 120Cm.
"Dengan dibangunya jalan ini semua warga Desa Demakan dan Dukuh Klaruan Palur merasa sangat bersyukur sekali karena aset jalan yang dulunya sempit, berdebu dan becek disaat turun hujan sekarang tidak lagi sehingga kami dan warga Demakan dan dk.Klaruan Palur dapat membawa hasil panen tanpa kesulitan lagi." ungkap Sarto salah satu warga Demakan.
"Tepat sekali Kodim 0726/SKH menunjuk desa kami sebagai sasaran TMMD Sengkuyung Tahap-III tahun 2017, karena warga sangat menanti dibangunnya jalan ini, karena jalan inilah lintasan warga kalau ke sawah dan membawa hasil panen serta ke Desa Demakan Kec. Mojolaban tidak lagi memutar melalui jalan yang lebih jauh lagi, juga dengan akses jalan yang sudah bagus warga desa dan warga lainnya," tambahnya.Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)





PEMKAB SUKOHARJO SOSIALISASIKAN KESIAPAN KARTU TANI

Berdasarkan Peraturan Presiden No.15 tahun 2011 pupuk bersubsidi ditetapkan sebagai barang dalam pengawasan sehingga penyaluran dan peredarannya harus sesuai ketentuan. Pupuk bersubsidi bukan barang dagangan biasa karena penyalurannya terus diawasi pemerintah yang jika melanggar ketentuan ada sanksinya. Agar lebih menjamin penggunaan pupuk bersubsidi pada tingkat petani sesuai dengan 6 (enam) tepat, yaitu tepat jumlah, mutu, jenis, waktu, harga dan tempat sehingga peningkatan produktivitas tanaman pangan sesuai harapan, maka pemerintah provinsi meluncurkan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi melalui SINPI / Sistem Informasi Pertanian Indonesia yaitu Program Kartu Tani. Di Kabupaten Sukoharjo Kartu Tani akan mulai diterapkan tahun 2018.

Kamis pagi (26/10) bertempat di Pendopo Graha Satya Praja, Pemkab adakan Sosialisasi Kesiapan Kartu Tani yang dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Bp. Widodo, SH, MH dengan peserta sejumlah 165 orang dari distributor pupuk bersubsidi, Ketua Gabungan Kelompok Tani se Kabupaten Sukoharjo, Kepala UPTD Pertanian dan Perikanan Kecamatan se Kabupaten Sukoharjo dan Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan se Kabupaten Sukoharjo. Acara dihadiri perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perikanan, Disdagkop dan UKM, BRI cabang Sukoharjo, PT Pusri dan PT Petrokimia serta Kabag Perekonomian Setda.

Dalam sambutannya, Asisten II menyampaikan bahwa kartu tani ini secara umum berfungsi untuk acuan data dan merupakan alat bantu untuk menjamin ketersediaan dan disribusi pupuk bersubsidi agar diterima secara benar oleh petani yang berhak. Sosialisasi yang disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pertanian Perikanan Ibu DRH. Hartini dan dari Pimpinan cabang BRI Sukoharjo, Bp.Agus Darmawan menjelaskan sejauh mana pendataan kartu tani di Sukoharjo sampai saat ini dan rencana 2 bulan kedepan sehingga Tahun 2018 Kartu Tani bisa diterapkan dalam pendistribusian pupuk sampai ke petani.

Harapannya dengan adanya sosialisasi ini petani, penyedia pupuk bersubsidi, dan petugas bersikap pro aktif, sehingga program kartu tani berhasil dan kedaulatan pangan berkelanjutan bisa terwujud. Demikian penjelasan singkat Kabag Humas dan Protokol Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (yk)

Rabu, 25 Oktober 2017

Dharma Wanita Kabupaten Sukoharjo Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks


Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sukoharjo menggelar Sosialisasi tentang pencegahan kanker serviks dan kanker payudara di Puskesmas Pembantu Begajah Kecamatan Sukoharjo, Rabu (25/10). Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus penasehat Dharma Wanita Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani Wardoyo Wijaya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sukoharjo, Kepala Dinas Kesehatan dr. Nasruddin, tim provider dan para peserta pemeriksaan Deteksi Dini kanker servik dan sadanis.

Sosialisasi yang diprakarsai oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukoharjo, Tim Penggerak PKK dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang cara mendeteksi dini kanker serviks menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan pencegahan kanker payudara dengan SADANIS.

Ketua DWP Ibu Galuh Agus Santosa pertama mengapresiasi semua pihak sehingga kegiatan deteksi dini dapat berjalan dengan lancar serta mengatakan kegiatan yang bertajuk "Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara". Kegiatan yang dilangsungkan di Puskesmas Pembantu Begajah Kecamatan Sukoharjo ini akan dilangsungkan selama dua hari berturut turut dari tanggal 25 dan 26 oktober 2017 berupa pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Kilinis (Sadanis) di Puskesmas Pembantu Begajah Kecamatan Sukoharjo.

"Beri tahu ke teman-temannya untuk tes IVA. Jangan takut dan jangan malu ya, Bu, Makin dini diketahui, penanganan akan semakin mudah dan cepat untuk kembali sehat. Kegiatan semacam ini akan memudahkan kita untuk menyehatkan wanita," ajak Ibu Galuh kepada ibu-ibu  yang hadir.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dr. Nasrudin mengungkapkan, kanker payudara dan leher rahim merupakan masalah kesehatan bagi wanita di seluruh dunia. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dalam pelayanan pemeriksaan IVA dan SADANIS sampai bulan September 2017 berjumlah 1043 orang ditemukan IVA positif 410 orang ( 39% ) dicurigai kanker servik 7 orang dan ditemukan benjolan di payudara 10 orang. Adapun tenaga provider IVA 20 orang yang terdiri dari tenaga Dokter 7 orang dan tenaga bidan 11 orang dengan sasaran umur 30 tahun sampai dengan 50 tahun sejumlah 150 orang yang terdiri dari tanggal 25 oktober berjumlah 75 orang dan tanggal 26 oktober 2017 berjumlah 75 orang,"ungkap Kepala DKK dalam sambutan selamat datangnya.

Sementara itu penasehat DWP ibu Etik Suryani Wardoyo Wijaya berharap para wanita tidak menggampangkan urusan kesehatan dan diharapkan peduli diri rajin memeriksakan kesehatan reproduksinya.

" saya berharap kedepan warga khususnya di  Sukoharjo  dapat memperoleh jangkauan kesehatan IVA dan SADANIS yang lebih luas baik itu para ASN dan semua lapisan masyarakat diharapkan  bisa mengarah trend positif  bebas kanker servik dan bebas kanker payudara," harap Ibu Etik Wardoyo dalam sambutannya. Disamping itu Hj. Etik Wardoyo Wijaya  mengapresiasi positif IVA tes di Jawa Tengah yang diterjemahkan dengan istilah "Intip Vagina Anda" yang menjadi salah satu program Pemprov Jateng dengan tujuan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kanker leher rahim. Selain itu juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya upaya pencegahan kanker leher rahim sejak dini, serta meningkatkan pola hidup bersih dan sehat.

Acara dilanjutkan dengan pemeriksaan IVA Test dan SADANIS dari tim provider DKK Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)

 

 

 



foto peresmian gedung GRAHA MULYA


Selasa, 24 Oktober 2017

BUPATI RESMIKAN GEDUNG GRAHA MULYA

Gedung Pertemuan Graha Mulya seluas 1.300 m2 bisa digunakan untuk pesta pernikahan, seminar dan kegiatan besar lainnya, dibangun di atas tanah seluas 5.000 m2 di Jl Diponegoro Joho Sukoharjo. Seperti disampaikan Puguh Kritiyanto, A.Md bahwa gedung megah dengan kapasitas 1.250 orang ini dilengkapi fasilitas yang memadai seperti daya listrik besar, sound system, mushola, kamar kecil, kamar rias / transit dan yang tidak kalah penting lahan parkir yang luas.

Senin malam (23/10) Bupati H. Wardoyo Wijaya, SH, MH menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian penggunaan Gedung Graha Mulya milik keluarga Dandung Supriyadi, BSc dengan didampingi Ibu Etik Suryani Wardoyo Wijaya. Turut hadir Wakil Bupati Purwadi, SE, MM beserta Istri, anggota Forkompimda Sukoharjo, tokoh masyarakat, organisasi wanita dan tamu undangan khusus.

Dalam sambutannya Bupati mengucapkan selamat atas pembangunan Gedung Graha Mulya yang menambah fasilitas daerah. Bupati juga berpesan "dalam dunia usaha seperti ini yang perlu diperhatikan sebagai kunci utama adalah pelayanan terhadap pelanggan dengan kerja yang ikhlas karena segala fasilitas yang ada telah memadai sehingga semua hasilnya nanti barokah".

Setelah penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, semua tamu undangan yang hadir dipersilahkan meninjau lokasi dan beramah tamah. Demikian penjelasan singkat dari Kabag Humas dan Protokol Setda, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (yk)

Senin, 23 Oktober 2017

Bupati Canangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji


SUKOHARJO-Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2017 di Kabupaten Sukoharjo digelar upacara bendera di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Minggu (22/10). Bupati Sukoharjo H.Wardoyo Wijaya SH.,MH mencanangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di halaman kantor Setda.

Bupati selaku inspektur upacara mengatakan, Hari Santri Nasional menjadi salah satu hari bersejarah untuk bangsa Indonesia. Karena itu pada kesempatan ini dicanangkan Gerakan Sukoharjo mengaji. Gerakan tersebut memiliki maksud sebagai pembekalan kepada masyarakat khususnya santri. Dengan mengaji maka akan memperkuat karakter dan mental generasi penerus bangsa sebagai bekal masa depan. "Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk semua khususnya santri untuk terus belajar dan mengabdi demi kemajuan umat,"  ungkap Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam sambutannya.

Santri memiliki peran sangat besar seperti terlihat dalam sejarah bangsa Indonesia. Karena itu peringatannya menjadi kesempatan emas bagi para santri menunjukan jati diri dimasa sekarang.

"Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dimaksudkan agar masyarakat selalu meneladani semangat jihad kebangsan para pendahulu," lanjutnya.

Semangat jihad kebangsaan inilah yang harus terus dijaga masyarakat khususnya para santri. Di Sukoharjo sendiri sudah banyak berdiri pondok pesantren tempat para santri belajar. Keberadaanya tersebar disejumlah wilayah.

Pemerataan pondok pesantren diharapkan juga memberikan dampak kepada masyarakat sekitar. "Perkokoh semangat untuk memperkuat tali persaudaraan," lanjutnya.

Semangat jihad kebangsaan inilah yang harus terus dijaga masyarakat khususnya para santri. Di Sukoharjo sendiri sudah banyak berdiri pondok pesantren tempat para santri belajar. Keberadaanya tersebar disejumlah wilayah. Pemerataan pondok pesantren diharapkan juga memberikan dampak kepada masyarakat sekitar. "Perkokoh semangat untuk memperkuat tali persaudaraan," lanjutnya.

Ketua Peringatan Hari Santri Nasional Sukoharjo DR Zainul Abas M.ag mengatakan, kegiatan HSN sudah dilakukan sejak 8 Oktober lalu. Masing-masing kecamatan atau ranting menggelar aneka kegiatan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing daerah. Selain lomba, juga dilaksanakan kejuaraan daerah Pencak Silat Pagar Nusa, ajang kreasi, dan peresmian Masjid Assholeh di Grogol. Selain mengenang jasa para pahlawan dan ulama, acara ini juga bertujuan meningkatkan kecintaan warga NU kepada Jamiyyah Nahdlatul Ulama dan NKRI.  Ditambahkannya, kegiatan ini juga meningkatkan kontribusi kepada masyarakan dan sebagai konsolidasi organisasi kepada semua organisasi Nu, serta kita menegaskan bahwasanya NKRI adalah harga mati dan pancasila harus kita dijaga. Ribuan santri ini berasal dari semua elemen NU seperti, PCNU, MWC, NU, Muslimat,Lembaga Pendidikan NU serta Ponpes NU. "Dengan adanya peringatan HSN ini generasi muda santri harus mempunyai semangat dan kegigihan seperti, para ulama dan pahlawan di dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.," harap DR Zainul Abas selaku ketua HSN 2017 Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan yang digelar di masing-masing kecamatan berbeda seperti lomba kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa dan lainnya. "Juga sudah dilakukan kegiatan semakan Alquran dan salawat bersama," ujarnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN,M.Hum (Tj)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Pemerintah Pusat Mengapresiasi Program KB di Sukoharjo


Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Sukoharjo mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Apresiasi diberikan berkat keberhasilan yang telah dicapai sehingga menjadi percontohan nasional. Bahkan, Bupati Sukoharjo H Wardoyo Wijaya SH., MH mendapatkan Satyalancana Pembangunan Bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

"Pelaksanaan KB di Sukoharjo menjadi dinilai berhasil sehingga mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat," ujar Kepala Biro Keuangan dan Pengolahan Barang Milik Negara BKKBN RI Sri Rahayu saat menghadiri Pencanangan Kampung KB di Dukuh Karangasem, Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Rabu (18/10) malam.

Menurutnya, Kabupaten Sukoharjo masuk daerah yang dikunjungi karena berbagai terobosan dan keberhasilan di bidang KB. Kampung KB sendiri menjadi salah satu program pelaksanaan KB di Indonesia dan digerakkan disemua daerah. Di Kampung KB nantinya, akan diisi berbagai kegiatan dari lintas sektoral berkaitan dengan program KB.

"Kabupaten Sukoharjo punya komitmen tinggi dalam pelaksanaan program KB. Termasuk pencanangan Kampung KB seperti di Gumpang, Kartasura ini," lanjutnya.

Bentuk keberhasilan Kabupaten Sukoharjo dalam program KB yakni tingginya nilai kompensasi yang diberikan untuk peserta KB MOP Rp2 juta per orang. Nilai tersebut tertinggi se Jawa Tengah dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Sedangkan Bupati mengucapkan terimakasih kepada semua pihak baik petugas penyuluh, dinas terkait dan masyarakat umum terkait keberhasilan program KB. Bentuk keberhasilan itu bisa dilihat salah satunya dengan pengendalikan populasi penduduk dalam program dua anak saja cukup.

"Selama enam tahun saya memimpin Sukoharjo sudah ada lebih dari 60 Sekolah Dasar Negeri (SDN) terpaksa digabung karena kekurangan siswa baru. Itu menandakan keberhasilan program KB," ujar H. Wardoyo Wijaya.

Bupati meminta kepada khususnya kepala desa, camat, lurah dan masyarakat yang lokasinya sudah dicanangkan sebagai Kampung KB untuk menjaga komitmen. "Tidak sekedar dicanangkan saja, tapi bagaimana kedepan Kampung KB ini bisa berhasil dengan segala program KB-nya," tambahnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs.Joko Nurhadiyanto EN,M.Hum. (Tj)

 

 

Rabu, 18 Oktober 2017

Festival Karawitan Digelar di Sukoharjo

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sukoharjo menggelar Festival Karawitan 2017 yang diikuti 18 group atau paguyuban Karawitan se-Kabupaten Sukoharjo. Bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP ) festival Karawitan Tingkat Kabupaten Sukoharjo digelar pada hari Rabu,18 Oktober dan Kamis, 19 Oktober 2017. Kegiatan ini menawarkan hadiah total Rp 31 juta lebih. Acara ini diikuti 18 grup karawitan yang mewakili semua kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam sambutan pembukaan festival karawitan tersebut menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakannya Festival Karawitan 2017 tersebut.  "Seni karawitan Jawa merupakan salah satu karya seni asli masyarakat Indonesia. Melestarikan keberadaan seni karawitan jawa khususnya di Kabupaten Sukoharjo perlu digalakkan agar tidak punah dengan mengaktifkan seni karawitan di sekolah sekolah baik dari jenjang SD,SMP di Kabupaten Sukoharjo kedepannya. Harapan saya kepada Warga masyarakkat, khususnya pada generasi muda untuk dapat melestarikan dan mengembangkan kesenian yang adi luhung ini, agar tidak punah dan dapat diteruskan oleh anak cucu kita. Dengan sering tampil akan semakin menumbuhkan kemauan kemampuan siswa dan diharapkan dapat membangkitkan semangat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan seni budaya khususnya karawitan, serta di Kabupaten Sukoharjo khususnya desa Wirun salah satu desa perajin gamelan yang banyak diekspor ke luar negeri," ungkap Bupati saat memberikan sambutan pembukaan acara Festival Karawitan Tingkat Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Drs.Darno kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selaku Ketua Penyelenggara, menjelaskan bahwa unsur penilaian meliputi rampak, rempek, garap dan penyajian serta selanjutnya dari 20 pendaftar melakukan daftar ulang, selanjutnya akan dipilih 6 (enam) paguyuban karawitan terbaik untuk mengikuti babak final,"ungkap Kadin pendidikan dan kebudayaan.

Penilaian festival menghadirkan tiga dewan juri dari Dosen ISI Surakarta Dr. Suyoto, S.Kar.,M.Hum, Sukamso, S.Kar.,M.Hum dan Darno S.Sen.,M.Sn.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)

 

Senin, 16 Oktober 2017

Gelar Bersih Desa, Dukuh Wirun Mojolaban Sukoharjo Gelar Wayang Kulit

Rasulan atau sering disebut dengan bersih desa merupakan salah satu tradisi kebudayaan dari sebagian masyarakat Sukoharjo utamanya bagi para petani sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah jauh dari serangan hama dan penyakit. Rasa syukur itu diungkapkan dengan menggelar pagelaran pentas wayang kulit semalam suntuk atau dengan kenduri .Mereka mengumpulkan dana secara swadaya atas hasil panen yang melimpah kemudian juga secara bersama – sama mengadakan gotong royong dalam pelaksanaan bersih desa.
Di dukuh Wirun Desa Wirun Kecamatan Mojolaban Sukoharjo pada hari Sabtu (14/10)  melaksanakan tradisi bersih desa dengan menggelar wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Purnomo S.Sen  dosen STSI, dengan mengambil lakon Semar Boyong.
Drs. Rukamto selaku panitia mengapresiasi perhatian Pemkab Sukoharjo dengan kedatamgan Wakil Bupati serta melaporkan kegiatan ini pada Wakil Bupati Sukoharjo.
Pada kesempatan ini Wakil Bupati, Drs. Purwadi SE.,MM memberi sambutan bahwa menyatakan apresiasi bangga ternyata masyarakat Sukoharjo masih peduli nguri nguri budaya dan diharapkan dapat menyampaikan pesan – pesan moral yang positif bagi masyarakat .Hadir pada kesempatan ini Anggota DPRD Dahono Mulyanto SE,  Camat Mojolaban, Muspika , lurah serta warga masyarakat dk Wirun Mojolaban.(Tj)

BUPATI SUKOHARJO HADIRI RITUAL PULUNG LANGSE KI AGENG BALAK

Prosesi pulung langse di Makam Kiai Balak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo dipadati ribuan pengunjung. Mereka berebut gunungan yang disajikan panitia penyelenggara sebagai bagian dari pelestarian budaya.
Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH, Minggu (15/10/2017) saat membuka acara mengatakan, Makam Kiai Balak menjadi salah satu objek wisata ziarah yang diandalkan Pemkab Sukoharjo. Pengunjung datang dari berbagai daerah. Bahkan beberapa diantaranya rela menginap di rumah penduduk.
Keberadaan objek wisata ziarah Makam Kiai Balak diharapkan mampu memberikan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat sekitar. Sebab banyaknya wisatawan yang datang juga berpengaruh besar pada roda perekonomian masyarakat. Masyarakat bisa berusaha dengan menjual produk makanan, minuman dan oleh oleh untuk wisatawan.
Wisata ziarah Makam Kiai Balak juga berpengaruh sebagai sumber pendapatan daerah Sukoharjo. Sebab setiap wisatawan yang masuk juga ditarik retribusi.
"Membangun sektor kepariwisataan memerlukan dana dan investasi besar. Keberadaan Makam Kiai Balak cukup membantu sektor pariwisata Sukoharjo," ujarnya.
Pemkab Sukoharjo membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat untuk mempertahankan objek wisata Makam Kiai Balak. Salah satu bentuk pelestarinya dengan menggelar kegiatan kirab pulung langse setiap tahun.
"Pulung langse sudah jadi agenda rutin dan jadi perhatian wisatawan di Makam Kiai Balak," lanjutnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Drs.Darno mengatakan, kirab pulung langse menjadi wahana pengembangan potensi seni, budaya dan wisata daerah di Kabupaten Sukoharjo. Keberadaan Makam Kiai Balak tidak sekedar menjadi ikon desa setempat, melainkan juga kabupaten. Sebab kirab pulung langse sudah menjadi agenda rutin Pemkab Sukoharjo.
"Kami masih berharap ada peningkatan jumlah wisatawan di objek wisata Makam Kiai Balak. Kirab pulung langse ini sekaligus sebagai media promosi wisata," ujarnya.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol  Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN,M.Hum(Tj)

Dukungan Penuh Bupati Sukoharjo pada Kejuaraan FIM Asia Supermoto 2017

SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Widjaja, S.H., M.H. menegaskan bahwa dirinya sangat mendukung penuh kejuaraan FIM Asia Supermoto 2017 yang berlangsung di wilayah kabupaten Sukoharjo. Karena Bupati Sukoharjo melihat bahwa kejuaraan seperti tahun lalu di Kota Malang mampu menyedot ribuan penunjung, sehingga beliau pun akhirnya mendukung penuh kejuaraan itu digelar di wilayahnya. Dengan adanya kejuaraan di wilayahnya, ini akan sangat bermanfaat yang mendatangkan rezeki bagi masyarakat setempat dan juga sebagai penguat ekonomi untuk daerah maupun negara Indonesia. Andrew Ching, Chief Executive Officer E-Plus Global, penyelenggara Kejuaraan SuperMoto FIM Asia 2017, mengatakan bahwa perusahaan tersebut dengan senang hati menerima kabar positif dari Bupati Sukoharjo. "Pemberian dan dukungan yang diberikan oleh H. Wardoyo Widjaja akan menjadi game changer untuk kejuaraan di Indonesia dan dengan dukungan yang meningkat, saya yakin perlombaan akan terus melambung di negara ini."
Selama 2 hari, Sabtu-Minggu 14-15 Oktober 2017, Sukoharjo menjadi tuan rumah balapan internasional FIM (Federation Internationale de Motocyclisme / International Motorcycling Federation) Asia SuperMoto Championship 2016 Serie II.
FIM Asia SuperMoto ini melombakan 10 kelas di tiga ketegori race, mulai dari Main Race untuk level Asia Supermoto (SM1), Supporting Race, hingga Community Race.
Penyelenggara Kejuaraan Supermoto FIM Asia 2017 sekaligus CEO of Asia Super sports Group ( ASG ), Satheswaran Mayachandran mengatakan bahwa kontinuitas kejuaraan di Indonesia membuktikan kemampuan negara dalam mengembangkan industri dan olahraga."Indonesia selalu menjadi negara yang ideal dalam hal motorsport roda dua."
"Kehadiran kami bertujuan untuk membangkitkan antusiasme kejuaraan motorsport di seluruh dunia," katanya Sabtu (14/10/2017) sore. Selain itu tempat tersebut memungkinkan untuk membuat lintasan khas Supermoto sepanjang 900 meter. "Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Sukoharjo H Wardoyo Widjaja, Bold Xperience, sponsor, riders dan semua mitra atas dukungan mereka," ujarnya.FIM Asia Supermoto Championship 2017 juga menampilkan Trial Bike dan Stunt Show kelas dunia yakni Kristie Mckinnon (Australia) dan Jack Field (Australia).
Tak ingin melewatkan momen bagus ini hanya sekilas saja. Dan tentunya ingin tamu dari beberapa negara yang hadir di kotanya sebagai peserta Seri 2 FIM Asia Supermoto Championship di sirkuit The Park Solo Baru Sabtu Minggu 14-15 Oktober 2017 diadakan jamuan makan malam bertempat di pendopo Graha Satya Praja Pemda Sukoharjo sebagai tamu istimewa untuk melihat karya-karya asli Sukoharjo.
Dalam agenda makan malam tersebut ada menit-menit yang dimana peserta di ajak berdiri dan di beri sebuah minuman. "Di kota besar banyak terjadi pemalsuan. Contohnya beras plastik. Di sini kami punya beras yang berbeda yaitu beras dalam bentuk cair yang sangat bermanfaat. Produksi Sukoharjo para hadirin semua mari sama-sama kita minum.. inilah Beras Kencur..!!" kata Bupati H. Wardoyo Widjaja, SH, MH. yang langsung mengajak para tamu peserta Supermoto Asia meminum salah satu jamu tradisional tersebut.
Bupati H. Wardoyo Widjaja  memamerkan hasil kreativitas dan potensi daerahnya kepada tamu tamu asing "Sukoharjo adalah kabupaten terkecil kedua di Jawa Tengah. Namun kota ini adalah daerah sentra jamu terbesar di Indonesia," jelas pak Bupati yang punya selera humor tersebut.
Race Moto 2 seri kedua FIM (Federation Internationale de Motocyclisme/International Motorcycling Federation) Asia SuperMoto Championship 2016 Serie II berlangsung di Sentra Niaga, Sukoharjo akhirnya hasil kemenangan diraih  oleh Lewis Cornish, pembalap asal Inggris yang tergabung team Kenny Motorworks Tekmo Racing, kembali keluar sebagai juara.Lewis sempat berada di posisi kedua pada Moto2 ini.Namun ia segera mengejar ketertinggalan untuk kembali mengambil alih posisi pertama.Posisi ini terus bertahan sampai akhir balapan.Sedangkan posisi kedua dimenangkan oleh pembalap Thailand, Trakarn Thangthong yang pada Moto 1 berada di posisi ketiga.Sedangkan pembalap Indonesia yakni Doni Tata dan Farhan Hendra belum bisa mencokolkan namanya di podium.Posisi terbaik pembalap Indonesia adalah urutan 6 yang diraih Doni Tata Pradita.Sementara itu, dalam gelaran Moto2 ini, pembalap asal Singapore Hasroy Osman terjatuh.Penyebabnya adalah kerusakan pada rantai mesin.Alhasil dirinya tidak bisa meneruskan balapan.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharho Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum(Tj)

Sabtu, 14 Oktober 2017

36 Anggota Panwascam Sukoharjo Dilantik

SUKOHARJO -  36 anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sukoharjo dilantik di Hotel Brothers Inn, Solobaru, Grogol, Sukoharjo, Jum'at (13/10/2017).
Nantinya ke 36 anggota panwascam ini dalam bertugas, selain mengawasi pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 mendatang, mereka juga bertugas mengawasi jalannya tahapan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Fajar Subkhi AK Arif diwakili Koordinator Divisi Organisasin dan SDM, Sri Sumanta menyampaikan, dari seluruh Provinsi Jawa Tengah, Panwascam Sukoharjo menjadi yang pertama kali dilantik.
"Setelah Sukoharjo, nanti secara bertahap akan diikuti pelantikan Panwascam di Kota / Kabupaten yang lain. Semua harus sudah selesai hingga15 Oktober mendatang," terangnya
Dengan telah dilantiknya anggota Panwascam maka seusai pengambilan sumpah oleh Ketua Panwaskab Sukoharjo, Bambang Muryanto, 36 anggota Panwascam ini secara resmi sudah bisa langsung bertugas.
"Kawan-kawan dituntut bekerja dengan penuh tanggung jawab. Kami harap segera berkoordinasi dengan masing-masing instansi di 12 Kecamatan agar tahapan-tahapan pemilu berjalan sesuai jadwal,"pesannya
Sementara, Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH.,MH  yang hadir dalam acara tersebut bersama Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto berpesan, anggota Panwascam harus profesional dan bertanggung jawab dalam bekerja tanpa membedakan setiap penanganan laporan pelanggaran.
"Kuncinya adalah Integritas dan dan profesional. Mati dan hidupnya Pemilu di Jawa ada ditangan Panwas," ujar Bupati
Bupati meminta agar anggota Panwascam mengedepankan unsur pembuktian terlebih dulu dalam setiap menerima laporan dugaan pelanggaran, Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Sukoharjo ini juga mendorong Panwascam tidak perlu ragu-ragu bertindak jika nanti partainya melakukan pelanggaran.
"Meskipun yang melanggar itu nanti dari PDIP sekalipun, jangan ragu untuk menindak selama buktinya ada," tandasnya.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum( Tj )

Jumat, 13 Oktober 2017

Hadirkan Cak Nun, Ribuan Jamaah Padati Simpang Lima Sukoharjo

SUKOHARJO - Masih dalam rangkaian hari lahir Kabupaten Sukoharjo ke 71 serta HUT Kemerdekaan RI ke-72 digelar silaturahmi kebangsaan. Setelah gelar Sholawat dan Dzikir bersama Habib Syech Abdul Qadir Assegaf, kali ini Pemkab Sukoharjo hadirkan  Emha Ainun Najib akrab di panggil Cak Nun disertai Kyai Kanjeng menyapa warga Kota Makmur, di Simpang Lima dengan mengambil tema silaturahmi kebangsaan bersama cak nun untuk memperkuat NKRI Kabupaten Sukoharjo tahun 2017, Rabu (11/10).
Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam sambutannya berpesan kepada seluruh warga yang hadir agar bisa memetik pesan-pesan moral yang disampaikan Cak Nun agar bisa bermanfaat untuk membangun Sukoharjo bersama-sama.
"Harapan saya dengan acara ini persatuan dan kesatuan di Sukoharjo tidak terkoyak oleh orang lain dan makin kokoh," tegas Bupati.
Rintik hujan yang turun merata sejak pertengan acara, rupanya tak menyurutkan semangat warga yang sudah duduk lesehan sejak sebelum Cak Nun hadir diatas panggung.
Dengan berbagai cara jamaah tetap bertahan. Ada yang sudah menyiapkan payung dari rumah, ada pula yang bergeser menepi mencari tempat agar terhindar dari tetesan air hujan.
Cak Nun pun mengapresiasi kerukunan antar umat beragama yang sudah berjalan baik di Kabupaten Sukoharjo, dimana semua bisa saling bersinergi dalam bermasyarakat tanpa pertentangan antara keyakinan satu dengan yang lainnya.
"Kita tidak usah saling bertengkar, berbeda pendapat dengan kelompok lainnya karena tujuannya pada dasarnya sama yakni mencari ridho allah," pesannya.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. ( Tj )


Kamis, 12 Oktober 2017

Rakor pendaftaran PPK PPS Pilgub 2018 di Sukoharjo

Rakor pendaftaran PPK PPS Pilgub 2018 di Sukoharjo dilaksanakan  pada hari Rabu, 11 Oktober 2017 pukul 09.00 WIB bertempat di GSP pemda Sukoharjo dan dihadiri oleh Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH, ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto, SP, para Camat dan Kepala desa se-Sukoharjo.
Persiapan pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 dipersiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo dengan pembentukan badan penyelenggara pemilu. Pembentukan meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Ketua KPU Sukoharjo Kuswanto, Rabu mengatakan, pembentukan badan penyeleggara pemilu dimaksudkan untuk persiapan pelaksanaan Pilgub 2018. Sebab dalam penyelenggaraan pemilu membutuhkan petugas pendukung sampai dingkat desa dan kecamatan.

"Pendaftaran lowongan PPK Pilgub 2018 dimulai 13 Oktober sampai 17 Oktober. Sedangkan PPS pendaftaran 13 Oktober sampai 1 November. Syarat pendaftaran sebagai PPK antara lain berusia paling rendah 17 tahun, mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil, tidak menjadi anggota Partai Politik (Parpol), pendaftar berdomisili dalam wilayah kerja PPK dan PPS, pendidikan paling rendah SMA atau sederajat," tandasnya.

Kuswanto menjelaskan komposisi PPK yang dibutuhkan yakni sebanyak lima orang dan PPS tiga orang. Hal itu menyesuaikan dengan aturan baik dari provinsi dan pusat."Setelah badan penyelenggara pemilu lengkap baru nanti akan dilaksanakan tahapan berikutnya untuk Pilgub 2018," lanjutnya.

Bupati Sukoharjo H.Wardoyo Wijaya SH.,MH mengatakan, pembentukan badan penyelenggara pemilu sangat penting. Sebab menjadi kunci sukses Pilgub 2018. Sosialisasi berkaitan dengan lowongan PPK dan PPS tidak hanya menjadi tugas KPU namun juga para kepala desa, lurah dan camat.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sukoharjo Drs Joko Nurhadiyanto EN.,MH. ( Tj )