Kamis, 29 November 2018

Wakil Bupati Sukoharjo Musnahkan Miras

SUKOHARJO – Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE, MM beserta Forkopimda dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo melakukan pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Kamis (29/11).

Pemusnahan miras tersebut dilakukan usai upacara bendera memperingati HUT Korpri ke-47. Pemusnahan miras dilakukan oleh Satpol PP sebagai bentuk komitmen Pemkab Sukoharjo dalam memberantas penyakit masyarakat. Pemusnahan sendiri dipimpin oleh Wakil Bupati.

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, SH, M.Hum mengungkapkan, selama ini pemusnahan miras identik dengan aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Sukoharjo. Namun, mulai tahun 2017 Pemkab dalam hal ini Satpol PP juga memiliki wewenang untuk melakukan pemusnahan sendiri. Miras yang dimusnahkan merupakan miras hasil operasi yang dilakukan Satpol PP.

"Kali ini ada 1.337 botol miras berbagai jenis dan merek yang kami musnahkan hasil operasi yustisi yang dilakukan Satpol PP sejak Januari 2018. Operasi yang kami lakukan juga bersama petugas lain dari Polri dan TNI. Jadi hasil operasi gabungan," ungkap Kasatpol PP usai pemusnahan.

Menurutnya, miras berbagai merek yang dimusnahkan antara lain Beer Bintang Besar 654 botol, Beer Bintang Besar 12 botol (kosong), Beer Bintang Kecil 76 botol, Beer Guinnes Besar 76 botol, Beer Guinnes kecil 132 botol, Vodka 101 botol, Anggur Merah dan Putih 230 botol, Ciu botol besar 133 botol, Ciu botol kecil 39 botol, Ciu jerigen sebanyak enam jerigen. Pemusnahan miras tersebut dilakukan dengan cara menggilasnya dengan "stoomwals".

"Kami juga memusnahkan rokok ilegal tanpa dilengkapi pita cukai sebanyak 300 bungkus dengan cara dibakar hasil operasi petugas selama ini," ujar Heru.

Dikatakan Kasatpol PP Sukoharjo, rokok yang dimusnahkan tersebut merupakan sisa hasil operasi selain yang sudah disita oleh Bea Cukai. "Rokok yang dimusnahkan merupakan rokok yang sudah kedaluwarsa maupun rokok yang tidak dilengkapi dengan pita cukai," kata Heru Indarjo.

Kasatpol PP menambahkan, pemusnahan miras tidak hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum seperti Polri. Pasalnya, saat ini Satpol PP juga memiliki kewenangan tersebut dan dimulai sejak 2017 lalu. Ke depan, Satpol PP akan melakukan pemusnahan barang bukti miras secara rutin bersamaan dengan HUT Korpri.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo.(Tj)

 

 

 

MENGUSUNG TEMA “KORPRI MELAYANI, BEKERJA DAN MENYATUKAN BANGSA “ PEMKAB SUKOHARJO GELAR UPACARA HUT KORPRI KE - 47 TAHUN 2018

SUKOHARJO - 29 November merupakan hari bersejarah bagi Insan Aparatur Sipil Negara diseluruh Tanah Air karena merupakan hari jadinya Korp Pegawai Republik Indonesia yang lebih dikenal dengan KORPRI.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) pada setiap tahunya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menyelenggarakan Upacara HUT KORPRI Ke – 47 Tahun 2018,  pada Kamis (29/11) bertempat dihalaman Kantor Bupati.. Upacara  diikuti oleh seluruh pegawai Pemkab dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM dan sebagai Komandan Upacara Kabid Perbendaharaan, Arifin.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara membacakan Sambutan Presiden Republik Indonesia selaku Penasihat Nasional Korpri pada Hari Ulang Tahun ke 47 Tahun 2018 Korps Pegawai Republik Indonesia."Saya sampaikan penghargaan yang tinggi kepada segenap keluarga besar korpri yang sudah dan sedang mengemban tugas, tanggung jawab, serta pengabdian kepada negara, bangsa dan rakyat diseluruh penjuru tanah air dan dunia," ucapnya.

Dengan mengusung tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-47 KORPRI " Korpri Melayani, Bekerja Dan Menyatukan Bangsa" sangat tepat dengan Momentum Pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pilpres serentak Tahun 2019 untuk bersikap netralitas dan profesionalisme dalam  menerapkan panca prasetya korpri untuk mengabdi kepada Bangsa, Negara, dan Rakyat.

"Korpri akan segera bertransformasi menjadi korps profesi Pegawai Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia. Saya harap korps profesi Pegawai Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia menjadi pusat inovasi dan tempat lahirnya loncatan-loncatan kemajuan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintahan, korpri berperan menjaga kode etik profesi, standar pelayanan profesi dan mewujudkan jiwa korps Aparatur Sipil Negara sebagai pemersatu bangsa," ujar Wabup Sukoharjo mengakhiri sambutannya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda. (Tj)

 

Rabu, 28 November 2018

PEMKAB SUKOHARJO SELENGGARAKAN RAPAT DINAS LARWASDA 2018

Rapat dinas Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018 di Pendopo GSP Rabu pagi ini (28/11) dimaksudkan untuk memaparkan hasil pengawasan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Sukoharjo TA 2017. Hal ini untuk meningkatkan fungsi pemeriksaan dan pengawasan sehingga menciptakan aparat yang bersih dan berwibawa, melalui peningkatan rasa mawas diri dalam mencegah pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang terhadap segala bentuk penyimpangan. Rapat dinas dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan Sekda, Bp. Sukito, S.Sos, M.Si, dengan dihadiri Bp. Fajar Hudoyo, SE, M.Si dari BPKP Perwakilan Prov. Jateng, dari Inspektorat Prov. Jateng, dari Inspektorat se Subosukowonosraten, Inspektur Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Purnomo dan perwakilan dari OPD/BUMN seKabupaten Sukoharjo. Sebagai materi rapat dinas ini adalah paparan dari Inspektur Kabupaten Sukoharjo, paparan Kepala Perwakilan BPKP Prov. Jateng dan Inspektur Prov. Jateng.

Dalam laporan panitia penyelenggara, Bp Drs. Joko Purnomo menyampaikan bahwa tujuan Larwasda ini adalah untuk mensosialisasikan hasil-hasil pemeriksaan APIP Tahun 2017 kepada seluruh OPD dalam rangka pemberdayaan pengawasan, sehingga dapat mempercepat tindaklanjut hasil pemeriksaan. "Inspektorat itu memang melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan, tetapi bukan berarti Inspektorat mencari-cari kesalahan. Jadikan Inspektorat itu sebagai mitra kerja yang bisa dijadikan tempat konsultasi" terang pak Ipung Joko Purnomo.

Dikatakan Joko hasil pemeriksaan 2017, ada 804 temuan dari 144 obyek (sample OPD) pemeriksaan. Secara spesifik bentuk 804 temuan itu terdapat dalam administrasi keuangan (ketidaklengkapan SPj pendukung, belanja yang belum dibayar PPn dan PPh, penggunaan dana BOS yang tidak sesuai juknis, BKU yang tidak tertib), administrasi barang (kurang tertib data inventaris barang, tidak dipasangnyanya KIR di ruangan) dan terdapatnya capaian kinerja yang kurang optimal di BUMD. Dari temuan yang ada, Inspektorat Sukoharjo memberikan 804 rekomendasi, yang telah selesai ditindaklanjuti 714 rekomendasi dan ada 90 rekomendasi yang sedang dalam proses tindaklanjut.

Dalam sambutannya Asisten Pemerintahan memberikan apresiasi positif, menyambut baik kegiatan ini, dikatakan beliau "bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan dilakukan fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi secara menyeluruh. Hal ini dimaksudkan untuk menuju ke good and clean goverment serta demi optimalisasi pelayanan terhadap masyarakat. Inspektur sebagai mitra OPD diharapkan dapat membangun komunikasi yang intensif dan efektif demi peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Karena semua berharap opini WTP untuk Kabupaten Sukoharjo bisa dipertahankan dan diraih kembali untuk tahun yang akan datang. Saya berpesan kegiatan ini tidak menjadi rutinitas, tetapi harus dimaknai sebagai momentum untuk mengingatkan agar penyelenggaraan pemerintah menjadi baik dan profesional".

Demikian penjelasan singkat dari Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (yk)

Selasa, 27 November 2018

Ketua TP. PKK Sukoharjo: Peran Penting Keluarga Sukseskan Germas

SUKOHARJO - Ketua TP PKK Sukoharjo Hj. Etik Suryani, SE, MM mengatakan  pentingnya peran keluarga dalam kesuksesan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), hal itu ditekankan saat menjadi narasumber dalam  kampanye Germas di Kabupaten Sukoharjo, bertempat di Hotel Hapsari, Rabu (27/11).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu. M.Kes, dalam laporannya mengatakan Program Germas  ini sendiri merupakan salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui program ini diharapkan bisa mengedukasi masyarakat untuk melakukan gaya hidup sehat. Hal itu bisa dimulai dari diri sendiri dengan langkah preventif, diantaranya menjaga pola makan dan olahraga teratur

"kampanye germas diikuti Kecamatan Bulu dan Kecamatan Grogol pada hari ini, sekitar 300 orang berkumpul untuk mendapatkan pengetahuan tentang Germas," ungkapnya. Sebagai narasumber Hj. Etik Suryani, SE, MM.

Ketua TPK PKK Kabupaten Sukoharjo yang akrab disapa bunda etik ini mengingatkan agar kampanye Germas ini tidak hanya selesai sampai disini saja, namun diharapkannya peran keluarga untuk dapat memberikan contoh yang baik kepada anak-anak dan lingkungan sekitar tentang pentingnya menjalankan hidup sehat.

Setiap orang diwajibkan tidak hanya berperilaku hidup sehat, akan tetapi juga diharapkan ikut secara aktif menjaga dan meningkatkan derajat kesehatanbagi orang lain.

"saya berharap kegiatan seperti ini sebagai satu acuan bagi keluarga di Kabupaten Sukoharjo untuk terus menularkan pada anak-anak dan lingkungan sekitar tentang pentingnya hidup sehat, yang dimulai dengan hal-hal kecil seperti perhatikan kesadaran lingkungan masing-masing, tidak BAB sembarangan, tidak buang sampah sembarangan, gunakan jamban yang sehat, " ucap Bunda Etik.

Bunda Etik menekankan pentingnya melakukan hal-hal kecil yang berdampak besar terhadap kesehatan, terlebih Sukoharjo mendapatkan bebas odf dan anugeraha dipura, kita harus bisa mempertahankan dengan cara meningkatkan partisipasi masyarakat, " tegasnya.

"Pak bupati sangat perhatian dengan masyarakat, banyak bantuan stimulant diberikan seperti pemberian bantuan operasional posyandu se Kabupaten Sukoharjo senbnayak 7.131 orang masing masing Rp 50 ribu per bulan, lalu bantuan jamban kepada 3.451 orang dengan total anggaran Rp 5, 176 Milyar pengadaan jamban bagi bagi earga agar terbebas dari ODF serta Bantuan untuk KWT Rp 30 Juta per kelompok untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sukoharjo serta masih banyak lagi perhatian pak bupati. Dengan Germas marilah kita tingkatkan derajad kesehatan kita dan keluarga masyarakat," ungkapnya mengakhiri materinya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Pembukaan Job Fair dan Expo LPK Kabupaten Sukoharjo 2018

SUKOHARJO - Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam menekan angka pengangguran, salah satunya dengan mengadakan job fair. Selasa (27/11) bertempat di Gedung Budisasono Sukoharjo. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispenaker)  menggelar kegiatan Job Fair dan expo LPK tahun 2018 dan dibuka oleh Kepala Dispenaker Kabupaten Sukoharjo Drs. Baktiyar Zunan, MM. Gelar Job Fair dan Expo LPK  akan berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 27 sampai dengan 28  November 2018.

Jumlah peserta Job Fair 2018 terdiri dari 30 stand dan masing masing peserta menempati satu stand. Dalam Job Fair 2018 ini tersedia 2.500 Lowongan dengan posisi jabatan bervariasi mulai dari tenaga produksi, tenaga usaha jasa, tenaga usaha penjualan, tenaga tata usaha, tenaga kepemimpinan dan ketataklaksanaan dan teknisi," ungkap Dra. Endang Mulyani Sekretaris Dispenaker Sukoharjo dalam laporan ketua penyelenggara.

"bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan peserta job Fair dengan mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja antara lain dengan penerimaan bekas lamaran, seleksi awal berupa tes tertulis wawancara sesuai dengan kebutuhan perusahaan penguna tenaga kerja," tambahnya.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo wijaya SH., MH dalam hal ini diwakili kepala Dispenaker Kabupaten Sukoharjo  Drs. Baktiyar Zunan, MM mengatakan tujuan pembangunan bidang ketenagakerjaan di Kabupaten Sukoharjo untuk meningkatkan kesempatan kerja dengan cara mengurangi pengangguran dengan pelaksaan Job Fair dan Expo LPK. Penciptaan investasi yang padat pekerja dapat menyerap tenaga kerja serta ditetapkannya Peraturan Daerah Nomor 02 tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018-2038 yang memuat 10 industri prioritas dengan harapan semakin mempercepat pembangunan sector industri yang akan mampu menyerap tenaga kerja baik formal maupun non formal dikalangan masyarakat sehingga mampu mengurangi permasalahan ketenagakerjaan. Kesejahteraan tenaga kerja di Kabupaten Sukoharjo terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang dilihat dari UMK, Tahun 2019 mengusulkan UMK sebesar Rp 1.783.500, " jelas Kepala Dispenaker ketika membacakan sambutan Bupati yang berhalangan hadir. Setelah acara pembukaan, dilaksanakan peninjauan lokasi stand.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

 

 


Virus-free. www.avast.com

Senin, 26 November 2018

Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-38 dan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, seimbang dan Aman (B2SA) Kabupaten Sukoharjo

SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo turut memperingati hari pangan sedunia ke-38 yang berlangsung di Gedung Pusat Promosi dan Potensi Daerah Graha Wijaya Kabupaten Sukoharjo, Senin (26/11). Acara tersebut dirangkai dengan lomba cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal sumber daya lokal serta bazaar pangan lokal.

Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani, SE membuka secara resmi serta dalam arahannya pada peringatan Hari Pangan Sedunia ke-38  mengatakan, saya sangat mendukung sekali komitmen Pemkab Sukoharjo bekerjasama dengan TP. PKK Kabupaten Sukoharjo yang salah satu bentuk upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan lomba cipta menu B2SA berbasis sumber daya local.

"saya berharap dengan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 ini dapat menjadi momentum bagi terwujudnya pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Sukoharjo," harap Ketua TP.PKK.

Ditambahkannya, Pemkab Sukoharjo dengan TP.PKK membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan memberi dana bantuan pada KWT sebesar Rp 30 Juta per kelompok dengan menjalankan program penghijauan dengan menanam tanaman.

"saya harap bantuan sebesar Rp 30 Juta perkelompok KWT dapat dimanfaatkan sebaik baiknya, Tanami lahan tidur mangkrak dilingkungan masing-masing untuk ditanami tanaman bermanfaat seperti sayuran dan tanaman obat keluarga (toga),"tambahnya.

Sementara itu dalam laporan pelaksanaan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pangan Sriyono, SE, MM melaporkan tema peringatan HPS adalah pengengtasan kerawanan pangan melalui konsumsi pangan lokal.

"peringatan HPS sebagai salah satu upaya untuk menggeakan dan mendorong usaha penyelenggaraan pangan yang berkelanjutan dengan memaksimalkan peran masyarakat,"ungkapnya.

Dalam rangkaian kegiatan peringatan HPS ke 38, turut diserahkan hadiah lomba cipta menu B2SA berbasis pangan lokal kepada pemenang. Hasil lomba dibacakan Dewi Ambarwati mewakili 3 tim juri yang hadir, dengan hasil lomba cipta menu juara satu diraih TP. PKK Kecamatan Bendosari no undian 9 dengan nilai 243, Juara dua diraih TP. PKK Kecamatan Baki no undian 11 dengan nilai 240 dan Juara tiga diraih TP. PKK Kecamatan Nguter no undian 7 dengan nilai 237. Ketua TP. PKK memberikan hadiah kepada pemenang didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan, dengan hadiah uang pembinaan. Acara diakhiri peninjauan stan bazaar .

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

 

SUKOHARJO JADI TUAN RUMAH KEGIATAN SOSIALISASI MATERI & MEDIA KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) KELANJUTUSIAAN BAGI KADER BINA KELUARGA LANSIA (BKL) SE-EKS KARISEDENAN SURAKARTA

Dalam rangka untuk meningkatkan akselerasi program kegiatan pembangunan keluarga melalui pembinaan dan peningkatan kualitas kelompok BKL dan untuk meningkatkan pendidikan ketrampilan dan wawasan terhadap pengembangan lansia tangguh, Perwakilan BKKBN provinsi Jawa Tengah mengadakan sosialisasi materi dan media KIE kelanjutusiaan bagi kader BKL se-eks Karisedenan Surakarta di Pendopo GSP Sukoharjo Senin pagi 26 November 2018.  Berkenan hadir dalam acara ini Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi, SE, MM, Kepala Perwakilan BKKBN Prov Jateng Bp. Wagino, SH, MSi, Kabid KSPK BKKBN Prov Jateng Bp. Agus Budiyanto, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo dan jajarannya. Narasumber dari Widyaiswara, dari BKKBN Prov Jateng dan dari Kader Unggulan BKL Kabupaten Sukoharjo.

Ibu Umi Hidayati SH, MH Kasi KSPK BKKBN Prov Jateng, selaku panitia penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 380 peserta terdiri dari 100 orang ketua pokja Kampung KB se Kabupaten Sukoharjo, 280 orang Pengelola BKL tk Kabupaten, PLKB, Kader BKL aktif, Kader BKL unggulan dan ketua pokja kampung KB dari 7 Kab/Kota eks Karisedenan Surakarta (Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Klaten dan Boyolali masing masing mengirim 40 orang). Harapannya setelah mendapatkan materi, kader BKL akan meningkat ketrampilan, pengetahuan, dan wawasannya terhadap pengembangan lansia tangguh sesuai dengan kearifan lokal masing – masing daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Prov Jateng menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Kabupaten Sukoharjo yang telah meluangkan waktu dan tempat sebagai tuan rumah penyelenggaraan sosialisasi, karena banyak prestasi Kabupaten Sukoharjo terkait dengan keberhasilan pencanangan Kampung KB. Wagino mengungkapkan, tingginya umur harapan hidup di Jateng yang berkisar pada usia 74 tahun, berarti juga menjadi tantangan bagi kita semua bagaimana mewujudkan lansia tangguh yang tetap produktif dan hidup bahagia. "Sudah kewajiban bagi kita untuk selalu memperhatikan orang tua, seperti beliau dulu saat masih muda berjuang keras agar kita mendapatkan hak-hak secara layak, seperti kecukupan pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan" tegas Wagino. Tidak membantah perkataan, bicara dengan sopan, menjawab setiap pertanyaan, memberikan kegiatan, memberikan makanan yang sesuai usia dan kebutuhan adalah beberapa tips untuk membahagiakan lansia.

Bupati berpesan melalui sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati, bahwa materi yang didapat kader BKL harus diakselerasikan. BKL merupakan wadah kegiatan yang tujuannya untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta keluarga dalam mewujudkan lansia sehat, mandiri, produktif, bahagia dan bertaqwa. "Mari bersama kita jadikan seseorang di usia lanjut itu tetap merasa berguna, dengan memberikan kegiatan yang positif, melakukan ketrampilan sesuai kemampuannya". Selalu memberikan pendampingan terhadap lansia merupakan wujud cinta kasih terhadap orang tua.

Sebelum membuka Sosialisasi ini secara resmi, Wakil Bupati Puwadi, SE, MM menyempatkan menyerahkan BKL Kid secara simbolis kepada perwakilan peserta (Bp. Harno Ketua Kampung KB Desa Ngasinan Bulu Sukoharjo). Demikian penjelasan dari Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupate Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (yk)

Minggu, 25 November 2018

Peringati Hari AIDS Sedunia, Pemkab Sukoharjo Gelar Test HIV

SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo hari ini Minggu (25/11) memperingati hari AIDS sedunia, dengan tema "Saya Berani Saya Sehat". Khusus tahun 2018, Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Kesehatan dan Komisi Penangulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukoharjo memperingatinya dengan mengadakan Talkshow implementasi Triple Eliminasi dalam Germas, disertai kegiatan test HIV dan donor darah.

Bertindak sebagai narasumber Ketua TP. PKK  Hj. Etik Suryani, SE dan Dr. dr. Muchlis A.U. Sofro, SpPD-KPTI, FINASIM (ketua tim HIV RSUP Dr. Kariadi Semarang) dengan judul materi hidup sehat dengan atau tanpa HIV dan moderator dr. Andri Putranto, M.Kes.

Wakil Bupati H. Purwadi SE., MM membuka secara resmi kegiatan peringatan Hari Aids Sedunia (HAS) tahun 2018. Dalam sambutannya, Wabup mengapresiasi serta mengajak untuk meningkatkan kinerja dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS.

"pelaksanaan pogram penanggulangan HIV-AIDS telah menunjukan capaian kebehasilan yang menggembirakan, namun upaya kemitraan strategis dengan semua pihat terkait untuk dapat memastikan penanggulangan berjalan dengan lebih intensif, terpadu, menyeluruh dan saling mendukung,"harap Wabup.

Menurut Ketua panitia peringatan HAS tahun 2018 dr. Yunia Wahdiyati yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo membeberkan  data penderita HIV  di Kabupaten Sukoharjo tahun 2017 adalah 457 orang dan sampai bulan oktober 2018 sejumlah 506 orang dengan kumulatif kematian sejumlah 72 orang yang tersebar di 12 Kecamatan.

"tujuan umum kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran, kepedulian dan keterlibatan dalam pencegahan penularan dan penanggulangan HIV AIDS untuk mewujudkan eliminasi HIV pada tahun 2030. Sedangkan tujuan khususnya meningkatkan kepedulian, pemahaman masyarakat untuk memahami pentingnya melakukan test HIV ,"jelasnya.

Lebih lanjut, dijelaskan kegiatan HAS yang dilaksanakan meliputi pemetaan populasi kunci, kedua mobile klinik VCT di 12 Kecamatan dan Talkshow yang disertai kegiatan lain berupa donor darah dan test HIV. Pemberian Susu kepada Anak Dengan HIV-AIDS (ADHA) dan senam peregangan menutup kegiatan ini.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

 

 

 

Bupati Sukoharjo Hadiri Malam Grand Final Lomba Lagu “Kreteg Bacem” Didi Kempot

SUKOHARJO -  Berdasar Perda Kabupaten Sukoharjo Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penguatan Identitas Daerah disebutkan bahwa, diharapkan peran serta masyarakat dalam pelestarian dan penguatan identitas daerah. Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dapat diwujudkan dalam penyebarluasan identitas daerah di lingkungan masing-masing.

Untuk itu, Pemkab Sukoharjo dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional  dan Hari Ibu Tahun 2018 menyelenggaraan lomba vocal lagu Didi Kempot "Kreteg Bacem". Malam Grand Final bertempat di alun alun Satya Negara, Sabtu (24/11). Turut hadir menyaksikan Bupati, Fokopimda serta maestro keroncong campursari Didi kempot.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wjaya SH. MH, MM mengatakan budaya adalah salah satu jati diri bangsa. "pelestarian budaya perlu terus dijaga, Pemkab selalu memberi apresiasi yang bekaitan dengan budaya dan kesenian.  Saya ucapkan selamat dan sukses kepada para pemenang, dengan harapan budaya dan kesenian dapat dipertahankan dan dilestarikan bersama "," terang Bupati.

Menurut ketua penyelenggara Sri Hartono melaporkan " tiga tahapan audisi dilaksanakan di HTC solo baru dan tiga tahapan diambil 30 untuk semifinalis. Malam ini, kita tentukan juaaranya. Kreteg bacem termasuk penguatan tentang identitas daerah," jelasnya.

Acara lomba malam Grand Final Vocal Lagu  "Kreteg Bacem" ini adalah salah satu bentuk implementasi dari Perda Kabupaten Sukoharjo Nomor 9 tahun 2014 tersebut sekaligus sebagai refleksi akan rasa bangga menjadi warga Sukoharjo. Dengan penyelenggaraan lomba vocal lagu "Kreteg Bacem" ini diharapkan nama "Kreteg Bacem" pada khususnya dan Kabupaten Sukoharjo pada umumnya akan lebih dikenal masyarakat luas.

Disamping itu penyelenggaraan lomba vocal lagu " Kreteg Bacem" ini bisa merupakan ajang untuk menampilkan bakat-bakat terbaik dari putra daerah sehingga semakin bisa menunjukkan eksistensi diri dengan tetap mengakar pada kecintaan terhadap Kabupaten Sukoharjo.

Dari jumlah peserta sebanyak 122 yang telah mengikuti lomba vocal ini, kemudian dilaksanakan 3 tahapan audisi yang telah terselenggara pada tanggal 4, 11 dan 18 November 2018 bertempat di Hartono Trade Center (HTC) Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Dari 3 tahapan audisi diambil 30 besar semi finalis. Pada 20 Nopember 2018 bertempat di Bandkamu Studio recording kembali diadakan audisi untuk menentukan 12 besar finalis yang berlomba, dan pada hari Sabtu 24 November 2018 malam ini akan diambil para pemenang yang akan memperoleh Juara 1, 2 dan 3 serta Juara favorit sosial media," ungkapnya.

Ditambahkan Juara I Memperebutkan Thropy dan uang pembinaan dari Bupati Sukoharjo, Juara II memperebutkan Throphy dan uang pembinaan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo dan Juara III  Throphy dan uang pembinaan dari Sekretaris Daerah kabupaten Sukoharjo serta Juara Favorit Video Instagram Sosial Media memperebutkan Throphy Didi Kempot.

Bupati bersama Sekda serta Ketua TP.PKK memberikan hadiah kepada para  pemenang lomba lagu di malam Grand Final ini,  Juara 1 Nila dari Polokarto dengan jumlah nilai 1690, Juara 2 diraih Endi Wijaya dengan skor nilai 1672 serta Juara 3 diraih Anisa Rahhma dari Kijilan  Sukoharjo dengan skor nilai 1653.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo.(Tj)

Sabtu, 24 November 2018

Lewat Sosialisasi 4 Pilar, GKR Ayu Koes Indriyah ajak Perkuat Kebhinekaan

SUKOHARJO – MPR RI menyelenggarakan pemasyarakatan pancasila melalui  Sosialisasi Empat Pilar Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika serta Ketetapan MPR RI kepada Aparatur Pemerintah/camat/lurah/kepala desa di Kabupaten Sukoharjo, bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Sabtu (24/11). Bertindak sebagai narasumber G.K.R Ayu Koes Indriyah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  RI dari Jawa Tengah dan moderator Kepala Bagian Pemerintahan Ari Haryanto, M.Si.

Bupati sukoharjo mewakilkan asisten pemerintahan setda H. Sukito S.Sos, M.Si, dalam amanatnya pertama mengucapkan selamat datang kepada anggota MPR RI dan rombongan serta berharap momentum sosialisasi empat pilar dapat dijadikan pembangkit semangat membangun kesadaran dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara hidup berdampingan rukun dalam bingkai NKRI.

Sementara itu G.K.R Ayu Koes Indriyah menjelaskan, berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena adanya semangat persatuan di antara banyak suku dan agama. Karena itu kebersamaan di antara perbedaan yang ada harus terus dijaga dan dirawat.

''Nah keberadaan empat pilar kebangsaan adalah untuk menjaga kebersamaan dalam perbedaan itu. Empat pilar itu akan selalu menjadi soko guru yang kokoh bagi rumah besar Indonesia,'' katanya.

Menurut dia, selama ini masyarakat di Indonesia sudah membuktikan bahwa perbedaan suku dan agama bukan menjadi penghalang. Namun justru sebaliknya, perbedaan itu menjadi kekuatan yang membuat bangsa Indonesia menjadi kuat.

Ditambahkannya " keragaman adalah aset Negara, saya ingin mencuatkan tidak hanya NKRI harga mati saja tapi  Bhineka Tunggal ika harga mati,khusus di Jateng dan kabupaten Sukoharjo saya berharap jangan sampai meninggalkan bongso jawa, wong jowo ojo ninggalke jawa ne, "harapnya.

Sementara itu, para kepala desa lurah yang  hadir juga bersepakat tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Bahkan mereka juga bersedia dengan penuh semangat untuk ikut menjaga tegaknya empat pilar kebangsaan RI.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag humas dan Protokol setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

HUT PGRI Ke-73 Bupati Sukoharjo Lepas Ribuan Peserta Gerak Jalan Sehat

SUKOHARJO– Ribuan peserta mengikuti kegiatan jalan sehat di Alun-Alun Satya Negara, Sabtu  (24/11). Jalan sehat tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-73 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2018. Gerak jalan sehat diikuti oleh anggota PGRI dan siswa siswi SMP, SMA/ SMK diwilayah Kabupatem Sukoharjo.
Bupati Sukoharjo H Wardoyo Wijaya SH, MH, MM memberangkatkan ribuan peserta jalan sehat. Dalam kegiatan tersebut, Bupati hadir bersama Ketua TP. PKK  Hj. Etik Suryani SE. Selain itu, terlihat juga, Sekda Drs.  Agus Santosa, Ketua PGRI Sukoharjo Ir. Bambang Sutrisno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno, serta para  pejabat lainnya. Jalan sehat tersebut menempuh jarak sekitar 5 Km. Selain guru, jalan sehat tersebut juga diikuti oleh perwakilan siswa sekolah SMP/ SMK se-Sukoharjo, adapun tujuan diadakan jalan sehat tersebut tidak lain untuk menyehatkan badan, serta membangkitkan kesadaran guru dalam meningkatkan disiplin dan etos kerja untuk penguatan pendidikan karakter. Disisi lain, panitia juga menyediakan  hadiah dalam jalan sehat tersebut.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Jumat, 23 November 2018

BUPATI SERAHKAN PENGHARGAAN BAGI ATLIT DAN PELATIH BERPRESTASI DI AJANG PORPROV JATENG 2018

Sebagai bentuk kepedulian terhadap atlit dan pelatih yang berprestasi sekaligus sebagai motivasi dalam meningkatkan kemampuan dan prestasi yang lebih baik, Pemkab Sukoharjo menyerahkan penghargaan kepada atlit dan pelatih yang berprestasi dalam ajang Porprov Jateng 2018 pada hari Jumat, 23 November 2018 di Pendopo GSP. Kontingen dari Kabupaten Sukoharjo (atlit, pelatih dan official) sejumlah 160 orang yang dikirim ke Porprov 2018 berlaga dalam 25 cabang olahraga, meraih ranking ke 20 dari 35 Kabupaten / Kota di Jawa Tengah dengan perolehan emas 11 buah, perak 7 buah dan perunggu 26 buah. Berkenan hadir dalam acara ini Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Anggota Forkopimda, Asisten Sekda dan Kepala OPD terkait serta pengurus KONI Sukoharjo.

Dalam laporannya Ketua KONI Kabupaten Sukoharjo, Drs. Sukono menyampaikan permohonan maaf atas hasil yang belum memuaskan dari kontingen dalam ajang Porprov Jateng ke 15 ini. Saat bertanding, kontingen telah bersama sama berupaya optimal dengan membawa semangat sportivitas yang tinggi. Dan Kabupaten Sukoharjo menyadari bahwa kekuatan kontingen dari Kabupaten / Kota lain mengalami kemajuan yang cukup pesat. Meski begitu Pemkab tetap memberikan penghargaan / bonus bagi atlit perorangan yang berprestasi dalam perolehan medali (medali emas mendapat 15 juta, perak mendapat 10 juta, perunggu mendapat 5 juta), bagi atlit beregu yang berprestasi (medali emas mendapat 7,5 juta, perak mendapat 5 juta, perunggu mendapat 2,5 juta), bagi pelatih (yang atlitnya meraih medali emas mendapatkan bonus 7,5 juta, perak mendapatkan 5 juta dan perunggu mendapakan 2,5 juta) dan bagi atlit/pelatih yang tidak memperoleh medali masing-masing mendapatkan bonus 500 ribu.

Dalam sambutan pengarahannya, Bupati Wardoyo Wijaya, SH, MH, MM menyampaikan penghargaan dan terimakasihnya atas dedikasi dan pengorbanannya kepada seluruh kontingen dan semua pihak yang mendukung pengiriman atlit untuk Porprov Jateng 2018. "Mari, kita bersama melakukan evaluasi demi perbaikan peningkatan prestasi atlit di masa yang akan datang" kata Pak War. Tidak lupa Bupati menyampaikan selamat kepada atlit yang berhasil meraih medali dan menyampaikan terimakasih atas partisipasi bagi atlit yang belum berhasil. Pesan singkat Bupati, "Jangan berhenti untuk berlatih sehingga bisa berprestasi di kejuaraan yang lain di masa yang akan datang".

Pada kesempatan ini Bupati secara simbolis berkenan menyerahkan penghargaan kepada perwakilan atlit peraih medali emas dari cabang menembak (Imran Pardede), peraih perak (irawan) dari cabang tenis lapangan, dan atlit peraih perunggu dari cabang sepatu roda (salwa varlina putri suwendo). Sedangkan perwakilan pelatih yang dapat medali emas (maria kristuatiningsih) dari cabang panahan, medali perak dari cabang renang (Nugroho Dwi) dan dari cabang Judo meraih perunggu (pelatih supriyadi). Demikian keterangan dari Kabag Humas dan Protokol Setda, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (yk)

Bupati Hadiri HUT Korpri ke-47, Sehat dengan Senam Bugar Korpri

SUKOHARJO - Ribuan peserta mengikuti kegiatan Senam Sehat Bugar Korpri bersama Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM beserta Ketua TP.PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani, SE di alun-alun Satya Negara, Jumat (23/11).

Turut hadir Wakil Bupati H. Purwadi SE., MM, para asisten Sekda serta ribuan ASN anggota Kopri peserta senam sehat bugar Korpri.

Kegiatan yang digelar untuk memeriahkan HUT KORPRI ke-46 ini diikuti seluruh OPD di Kabupaten Sukoharjo dan anggota Korpri. Acara disemarakan dengan kegiatan senam bugar korpri dan poco poco serta pembagian doorprise yang diikuti ribuan anggota Korpri Sukoharjo. Bupati beserta Ketua TP.PKK dan Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo Nurjayanto, SP tampak mengambil hadiah doorprise.

Diharapkan melalui senam bersama ini diharapkan, Kopri dapat mempererat silaturahim dan kebersamaan antara anggota Korpri dan bisa lebih bersemangat dalam bekerja maupun dalam tugas sehari-harinya," ungkap Ketua Panitia Agus Purwanto.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Kamis, 22 November 2018

Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Pesan Bupati Sukoharjo dan Ustad HM. Dian Nafi

SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH menghadiri pengajian dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1440 H/ 2018 M, di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (22/11). Tausyiyah oleh Al Ustadz Drs. HM. Dian Nafi', M. Pd pengasuh Ponpes Al Muayyat Windan Makamhaji Kartasura.

Turut Hadir Forkopimda Kabupaten Sukoharjo, Wakil Bupati, Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani, SE , pejabat dilingkungan Setda, kepala OPD, ketua Ormas Islam se-Kabupaten Sukoharjo serta ribuan tamu undangan lainnya.

Bupati berpesan sebagai umat Islam patut mencontoh keteladanan Nabi Muhammad SAW, dengan meneladani setiap pikiran, ucapan dan tindakan Rasulullah, dengan beraklaq mulia mampu menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin, yaitu rahmat bagi semesta alam.

Ustad Al Ustadz Drs. KH. HM. Dian Nafi', M. Pd, dalam tausyiyah maulid mengatakan dengan dilaksanakannya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita bisa mencontoh Keteladanan Rasulullah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta meneguhkan kembali untuk mencintai Nabi Muhammad SAW, dengan cinta akan dapat rahmat dari Allah SWT.

"yang menghambat kesholehan umat Islam adalah menerima kebodohan, menimbun harta duniawi, pelit kikir, menonjolkan amal kebaikan dan kagum pada pendapatnya sendiri dan tidak mau musyawarah. Memohonlah kebaikan hanya kepada Allah dan jauhi perbuatan jahat ,"pesan Ustadz Dian.

Selain itu Ustadz Dian Nafi menjelaskan tentang islam nusantara yang dapat merangkul dan menghormati budaya. Islam yang ramah, anti radikal, inklusif dan toleran harapan kami," harap Ustadz.

Menurut laporan panitia penyelenggara Asisten II Sekda Widodo SH, MH menyampaikan tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan ketaqwaan keimanan dan belajar meniru aklaq Nabi Muhammad SAW serta menjalin silaturahmi dan dapat meningkatkan iman dan taqwa.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Pemkab Sukoharjo Gelar Sosialisasi Perbub Pedoman Penilaian Risiko

SUKOHARJO -- Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Inspektorat Kabupaten Sukoharjo menggelar Sosialisasi terkait Peraturan Bupati (Perbup) Sukoharjo No. 53 Tahun 2018 tentang Pedoman Penilaian Risiko di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, bertempat di hotel Istana Hapsari, Kamis (22/11). 

Sosialisasi dibuka Inspektur Kabupaten Sukoharjo Drs. Djoko Poernomo serta menghadirkan narasumber Teguh Harjanto dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jateng. Sosialisasi kali ini, diikuti seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Inspektur mengatakan "Kegiatan ini sebagai implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 sudah jelas dan dijelaskan bahwa SPIP adalah Sistem Pengendalian Intern yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah," ungkapnya.

Ditambahkan, sosialisasi ini bertujuan meminimalisir risiko dalam melakukan kegiatan  dan dengan mengetahui faktor risiko  sistem pengendalian  internal  yang  efektif  dan  efisien  di OPD masing masing dapat tercipta,  untuk itu perlu penerapan  kebijakan  penilaian  risiko,"jelasnya.

"Salah satu syarat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) adalah meningkatkan maturitas (kematangan) SPIP pada angka tiga. Saat ini, Kabupaten Sukoharjo sudah berada di angka 3, 233, harapan kami tahun depan bisa mempertahankan nilai" harap inspektur.

Sementara itu Narasumber Teguh Harjanto dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jateng menyampaikan "salah satu elemen SPIP adalah Penilaian Risiko, berdasar Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2008 tentang SPIP pasal 13 yang menyatakan bahwa pimpinan instansi pemerintah wajib melakukan penilaian risiko. Sehingga dengan adanya penilaian risiko di setiap OPD diharapkan akan terdapat  keselarasan vertikal (terdapat keselarasan dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional) dan horizontal (keselarasan antara  visi, misi, tujuan dan sasaran Kebijakan dan Program mendukung terwujudnya  Visi Pimpinan Daerah), harapan kami setiap OPD bisa memahami Perbup ini dan bisa membuat penilaian risiko di OPD masing masing," harapnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

 

 

Senin, 19 November 2018

Milad ke-106 Muhammadiyah, Ketua TP. PKK Sukoharjo Ajak Pola Hidup Sehat

SUKOHARJO- Satu abad lebih Muhammadiyah mengabdi untuk membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berkemajuan.  Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912 di Kauman Yogyakarta. Milad kali ini mengangkat tema 'Ta'awun untuk Negeri'.

Dalam rangka Milad Muhammadiyah yang ke 106, Pimpinan Daerah Muhammdiyah Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan peringatan dengan menggelar jalan sehat dipusatkan di GOR Gelora Merdeka Jombor Kecamatan Bendosari, (18/11). Turut hadir Ketua TP.PKK Sukoharjo, Forkopimda, Kepala Kemenag Sukoharjo H. Iksan Muhadi, S.Ag, Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Sukoharjo H. Wiwoho Aji Santoso, S.Pd, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Muhamadiyyah Sukoharjo Dra. Hj. Siti Sholikhah, M.Pd, Muspika Bendosari, Pimpinan Cabang Aiyiya (PCA),  Pimpinan Cabang Muhamadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA)  se-Kabupaten Sukoharjo serta keluarga besar Muhamadiyah.

Ribuan Warga Muhammadiyah mengikuti jalan sehat dan dilepas Ketua TP.PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Wardoyo Wijaya, SE dengan mengibarkan bendera Start. Hj. Etik sebelum melepas Ketua TP.PKK menyampaikan sambutan yang mengapresiasi atas event yang mendukung program Pemerintah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat khususnya di Kabupaten Sukoharjo.

 "Selamat Milad Keluarga Besar Insan Muhamadiyah ke 106 Tahun. Teriring doa semoga muhamadiyah semakin maju dan jaya dalam lindungan ridho dan ampunan Allah SWT.

Selanjutnya saya mengajak marilah kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum bagi kita bersama, untuk lebih meningkatkan pola hidup sehat sebagai kebutuhan hidup masyarakat, dengan menggunakan olahraga sebagai media,"harap dan doa istri Bupati Sukoharjo yang juga menjabat Ketua TP.PKK Sukoharjo saat memberi sambutannya.

Menurut H. Wiwoho Aji Santoso selaku Ketua PDM Sukoharjo melaporkan kegiatan ini bertema Ta'awun Untuk Negeri maksudnya adalah tolong menolong sesama.

"sesuai amanah Muhamadiyah bahwa usia 106 tahun harus semakin menguatkan jati diri Muhamadiyyah bahwa Muhamadiyyah adlah tenda yang besar untuk bangsa Indonesia dan kita tidak berafiliasi kepada Parpol, kita akan memberikan contoh kebhinekaan di Indonesia dengan memberikan atensinya," jelasnya.

Ditambahkan " upaya untuk meningkatkan ekonomi dan semangat berwirausaha di Kabupaten Sukoharjo, ada Doorprise yang sangat unik yaitu 2 ekor kambing betina dan mungkin nanti bisa dikembangkan," jelasnya mengakhiri sambutannya.

Demikian informasi yang disampikan oleh Kabag Humas dan Protokol setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

 

Pemkab Sukoharjo Gelar Sosialisasi RANHAM

SUKOHARJO – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat tentang Hak Asasi Manusia (HAM) serta penerapan HAM tersebut dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti HAM dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga tercipta menciptakan suatu komitmen bersama terhadap penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan HAM.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo menggelar Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Tahun 2018, Selasa (19/11 ) di Pendopo Graha Satya Praja ( GSP). Sosialisasi Ranham Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018 secara langsung dibuka oleh Wakil Bupati Sukoharjo, H. Purwadi SE.,MM.

Turut hadir kepala bagian hukum setda Kabupaten Sukoharjo Budi Susetyo, SH., MH, Asisten Pemerintahan Sukito, S.Sos, M.Si serta diikuti peserta dari perwakilan Karang Taruna, perwakilan Guru dan siswa SMA/ K di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Sementara itu, dalam laporan panitia Penyelenggara, Asisten Pemerintahan Sukito S,Sos., M.S.i mengatakan dalam sosialisasi tersebut mendatangkan narasumber yang berasal dari akademisi

penyaji Dr. YB. Irpan , SH, MH dari Fakultas Hukum Universitas Slamet Riyadi Surakarta dan Polres Sukoharjo dengan judul materi Penenuhan Hak Perempuan dan Anak yang berhadapan dengan Hukum dan dari Tim P4GN Kabupaten Sukoharjo  Agus Widanarko SE. MH.,M.Si dengan judul materi Perlinfungan HAM bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) ,

"Untuk peserta yang mengikuti sosialisasi ini diantaranya perwakilan karang taruna di Kabupaten Sukoharjo, Perwakilan GuruTK/ SD/SMP/SMA/K serta perwakilan Siswa SMA/SMK  di Kabupaten Sukoharjo," jelas Asisten Pemerintahan.

Menurut Wakil Bupati menganggap penting kegiatan ini karena sosialisasi ini merupakan upaya pemerintah melakukan perlindungan, penghormatan, pemajuan dan pemenuhan HAM di Kabupaten Sukoharjo.

Terkait dengan pelaksanaan HAM di Kabupaten Sukoharjo,  Pemerintah daerah telah banyak melakukan aksi-aksi nyata yang tertuang dalam bentuk program diantarannya dalam pemenuhan hak mengembangkan diri, saat ini telah melaksanaksn pendidikan gratis, tingkat SD dan SMP, dalam pemenuhan Hak Hidup, telah mengalokasikan anggaran yang cukup signifikan untuk Jamkesda bagi penduduk miskin dan penyandang disabilitas, dalam pemenuhan Hak Atas Kesejahteraan, pada tahun 2018 Pemda mengalokasikan anggarran yang cukup besar , guna membenahi dan menambah infrastruktur  serta dalam memenuhi Hak  Turut Serta dalam Pemerintahan.

Pemkab Sukoharjo mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM. Wabup berharap "tahun 2018 kita berharap Kabupaten Sukoharjo masih menjadi salah satu penerima Penghargaan Kabupaten Peduli HAM, mohon dukungan masyarakat ,"harap Wabup mengakhiri sambutan.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Sabtu, 17 November 2018

BUMDes Center Wonorejo Maju Sejahtera diresmikan OJK, Disaksikan Wabup Sukoharjo

SUKOHARJO – Pengesahan Undang-undang Desa adalah titik balik sejarah bagi desa di Indonesia, desa yang selama ini hidup hanya sebagai obyek dan dianggap hanya cukup menjalankan instruksi saja, berubah total menjadi subyek. Didukung Nawacita Presiden Jokowi yang menetapkan program membangun Indonesia dari pinggian, adalah salah satu yang membuat desa mendapatkan nasib baik. Pengesahan UU Desa , Nawacita dan kemudian dana desa memang menjadi amunisi baru yang membuat desa memiliki kekuatan besar membangun diri, salah satunya adalah melalui pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Wakil Bupati H. Purwadi, SE., MM mewakili Bupati menghadiri peresmian Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) center Maju Sejahtera desa Wonorejo Kecamatan Polokarto oleh OJK dan DPR RI , bertempat di Balai Desa Wonorejo, Sabtu (17/11). Tampak hadir pula Ketua Dewan Komisioner OJK Pusat Wimboh Santoso,  anggota DPR RI Budiman Sujatmiko, Kepala OJK Solo Laksono Dwionggo,  Muspika Polokarto.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Center Maju Sejahtera Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. BUMDes tersebut merupakan yang ketiga setelah sebelumnya diresmikan BUMDes Center Jaya Makmur di Desa Traktakan Kabupaten Bonodowoso pada 27 Agustus  dan BUMDes Center Maju Bersama di Desa Tunjungtirto Kabupaten Malang pada 13 November ,"ungkap Ketua OJK Pusat saat meresmikan.

Ditambahkannya "BUMDes Center Maju Sejahtera Desa Wonorejo tersebut merupakan role model suatu pusat aktivitas ekonomi yang mengintegrasikan antara unit usaha sektor riil dengan unit usaha di sektor jasa keuangan, meliputi Agen Laku Pandai, BUMDes Grosir, BUMDes Online, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), serta penyediaan jasa penyewaan lapangan bola," kata Wimboh seperti tertulis dalam siaran pers.

Selain itu, skema bisnis BUMDes Center Maju Sejahtera Desa Wonorejo dalam menjalankan usahanya telah disinergikan dengan UMKM binaan Bank Wakaf Mikro (BWM) Imam Syuhodo sebagai off-taker maupun enabler dalam mengakses pasar. Hal itu terlihat dari kehadiran UMKM binaan BWM sebagai bagian dari peserta bazar pada peresmian BUMDes Center tersebut.

Skema BUMDes Center yang difaslitasi OJK tersebut telah dikembangkan dengan fokus pada penguatan tiga pilar utama. Pertama, pilar kelembagaan dan bisnis. BUMDes yang telah memiliki legalitas badan hukum didorong mendirikan unit usaha berbasis potensi desa melalui fasilitasi business matching agar mampu menjadi penggerak ekonomi desa.

Pilar kedua, akses keuangan, dengan optimalisasi aktivitas ekonomi masyarakat desa melalui ketersediaan akses keuangan di BUMDes.

Selanjutnya, pilar digitalisasi. "Selain berperan sebagai off-taker terhadap hasil produksi masyarakat desa, BUMDes juga memfasilitasi masyarakat desa untuk mengakses pasar melalui platform market place yang dikembangkan melalui ekosistem BUMDes yaitu BUM-desa Online," katanya.

Kegiatan tersebut dimeriahkan aktivitas bazar produk UMKM masyarakat desa dan UMKM binaan BWM Imam Syuhodo di halaman Balai Desa Wonorejo Polokarto. Kegiatan bazar tersebut bertujuan mengenalkan produk para pelaku UMKM baik kepada pengurus BUMDes Center maupun masyarakat luas.

Ke depannya, lanjut Wimboh, ketika BUMDes Center telah beroperasi secara optimal maka diharapkan mampu menyerap produk UMKM masyarakat desa. Selanjutnya produk tersebut bisa dipasarkan kembali untuk memenuhi kebutuhan yang lebih besar dengan skala usaha yang lebih luas baik lokal, nasional maupun luar negeri melalui jaringan BUMDes Center di seluruh Indonesia dengan bantuan BUM-desa Online.

Wakil Bupati H. Purwadi SE., MM dalam keterangannya, pertama mengapresiasi atas terbentuknya BUMDes di wonorejo serta mengucapkan selamat datang kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan anggota DPR RI Budiman Sujatmiko di Kabupaten Sukoharjo.

Sedangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).  Optimalisasi ini untuk mewujudkan perekonomian yang inklusif sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)