Selasa, 27 Februari 2018

Kunjungan Kerja Pansus DPRD kabupaten Sleman Mengenai Penyertaan Modal

SUKOHARJO– Pansus  DPRD Kabupaten Sleman melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, selasa (27/2). Kegiatan kunjungan ini diterima di Ruang Setda Pemkab Sukoharjo. Rombongan dari Pansus DPRD Kabupaten Sleman ini dipimpin oleh Jaka Purwanto S.Sos. 14 Anggota Pansus DPRD Kabupaten Sleman itu diterima Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo RM Suseno Wijayanto SH.,MH.
Kepala Badan Keuangan daerah (BKD) mewakili Bupati Sukoharjo, dalam sambutannya pertama menyambut baik kedatangan rombongan Pansus DPRD Kabupaten Sleman serta berterimakasih karena telah menjadikan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sebagai tujuan kunjungan kerja.
Pimpinan Rombongan Pansus DPRD Kabupaten Sleman Jaka Purwanto S.Sos , menyampaikan tujuannya datang ke Pemerintah Kabupaten Sukoharjo selain untuk silaturahmi juga untuk mempelajari penyertaan modal pemerintah Kabupaten Sukoharjo, penambahan tersebut harus tercantum dalam peraturan daerah (Perda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) atau peraturan daerah tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Sleman.
Acara kunjungan kerja ini kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif dan penyerahan cinderamata dari kedua Kabupaten .
Demikian informasi yang disampaikan okeh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum(Tj)


Sabtu, 17 Februari 2018

BUNDA ETIK BUKA PESTA SIAGA

 

Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Sukoharjo, Hj. Etik Wardoyo Wijaya, membuka Pesta Siaga Kwartir Cabang Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018, sabtu (17/2). Kartasura menjadi tuan rumah pesta siaga tahun ini yang bertempat di SMA Negeri Kartasura.

Bunda Etik dalam amanat pembukaannya berpesan "untuk anak-anak yang ikut dalam acara ini harus berbangga, karena telah mewakili teman-teman yang lain, dan tentunya yang hadir dalam acara kali ini adalah Pramuka-Pramuka Siaga yang berprestasi."

Beliau menandaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan yang mulia, "Pesta Siaga ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang tangguh, mandiri, disiplin, dan siap meneruskan nilai-nilai kejuangan diri generasi pendahulu kita," ungkapnya.

"kedepannya ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan formal tidak cukup untuk membangun kaum muda yang cerdas, tetapi harus dilengkapi pula dengan kepribadian yang tangguh, budi pekerti yang luhur dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan," pungkasnya.

Pesta siaga kali ini mengambil tema "Keren, Gembira, Asyik dan Berprestasi" dengan motto "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan".

Setiap kwartir ranting mengirimkan masing-masing 1 barung putra dan 1 barung putri, "bagi barung tergiat 1, 2 dan 3 putra dan putri dalam pesta siaga ini berhak mewakili Kwarcab Sukoharjo maju ketingkat Binwil Surakarta, yang akan dilaksanakan di SMKN 2 Sragen pada tanggal 15 Maret 2018" ungkap ketua panitia kegiatan ini, Sriyono.

Turut hadir dalam pembukaan ini adalah Mabicab Sukoharjo, Kepala OPD se-Kabupaten Sukoharjo, Camat se Kabupaten Sukoharjo, dan tentunya pengurus Pramuka Kwartir Cabang Sukoharjo. Dan untuk penutupan acara ini dilaksanakan pada sore hari dan akan ditutup oleh Wakil Bupati Sukoharjo, H. Purwadi, SE, MM dan sekaligus mengumumkan peserta tergiat dalam pesta siaga ini, demikian informasi yang disampaikan oleh Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum dalam keterangannya. (ang)

 


Kamis, 15 Februari 2018

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah Membangun 15 Kampung KB

SUKOHARJO - Pencanangan Kampung KB di Dukuh Bulak Desa Plumbon Kecamatan Mojolaban adalah Pencanangan Kampung KB yang ke lima belas di Kabupaten Sukoharjo, dimana Kecamatan Mojolaban sudah yang kedua kalinya, setelah Dukuh Badran Desa  Gadingan.

"Kampung Keluarga Berencana oleh pemerintah Kabupaten Sukoharjo sudah sejak tahun 2016, hingga awal tahun 2018 ini berjumlah 15 kampung Keluarga Berencana (KB)," jelas Bupati saat peresmian Kampung KB di Di dukuh Bulak Desa Plumbon Kecamatan Mojolaban, Rabu (14/2). 

Bupati Berharap pada tahun 2018 semua desa/Kelurahan di Kabupaten Sukoharjo telah terbentuk Kampung KB sesuai komitmen ditanda tangani para Camat pada saat pencanangan Kampung KB di Kampung Terok Kelurahan Begajah Tanggal 7 April 2016 yang lalu,"harap Bupati.

Selain itu ditambahkan, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga memberikan bantuan stimulant Rp.2 Juta setiap akseptor diterimakan utuh tanpa potongan bagi peserta vaektomi (MOP).

"Dengan gerakan dua juta rupiah per akseptor MOP, pada tahun 2017 dari target yang telah ditetapkan dari perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah sejumlah 21 akseptor MOP, Kabupaten Sukoharjo mampu merealisasi sejumlah 88 akseptor,"ungkap Bupati.

Salah satu warga warga desa Kecamatan Majolaban dalam testimoninya mengungkapkan motivasi ikut MOP   metode operasi pria bukan karena ingin mendapatkan uang Rp 2 juta namun karena sayang istri dan keluarganya," ujar warga desa Plumbon, Setu Riyanto (43).

Dengan adanya beberapa pelayanan tersebut dan telah tercapainya target pada Desember lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo  pada tahun 2018  mentargetkan 25 ribu akseptor KB dan tetap memberikan bantuan Rp 2 Juta untuk 100 Akseptor MOP baru. Selain pencanangan Kampung KB, Bupati H. Wardoyo Wijaya SH.,MH juga meresmikan bangunan-bangunan milik Pemerintah Desa Plumbon antara lain jembatan Nglimpung Desa Karang Mojolaban, TK Desa Plumbon I, Gapura Desa Plumbon dan Bupati memberikan bantuan secara simbolis peserta KB MOP dan memberikan SK Penetapan dan sarana kerja BKB KIT, KIE KIT, Genre KIT . 

Turut hadir Sekda Kabupaten Sukoharjo Drs. Agus Santosa, Asisten Sekda, Kepala OPD, Muspika , Kepala Desa serta ratusan warga Desa Plumbon dan sekitarnya. Acara diakhiri penyerahan tokoh wayang kepada Dalang Suseno.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum.(Tj)


Selasa, 13 Februari 2018

Bupati Sukoharjo Apresiasi Penyerahan Sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2017

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, S.H., M.H, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo beserta jajarannya yang telah menyelesaikan target Proda tahun 2017 sebanyak 18.050 bidang dapat diselesaikan, serta atas terselenggaranya acara penyerahan sertifikat hasil kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2017 Kabupaten Sukoharjo bertempat di Balai desa Kateguhan Kecamatan Tawangsari, Selasa ( 13/2).

Dalam sambutannya, Bupati berpesan kepada masyarakat "jaga baik-baik sertifikat yang sudah diterima, karena itu merupakan bukti sah dan jaminan kepastian hukum hak atas yang Bapak/Ibu miliki serta simpan baik baik pula sertifikat kas desa yang telah jadi jangan sampai pergantian kepala desa dokumen sertifikat tanah kas desa yang telah jadi jangan sampai hilang," harap Bupati.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo,Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sukoharjo,   Camat Bulu, Weru dan Tawangsari, Muspika dan jajarannya serta masyarakat penerima sertifikat  program PTSL.

 Dalam sambutan selamat datangnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Ir. Suraji, MT  mengatakan, terselenggaranya acara ini atas kerjasama hasil koordinasi antara DPUPR dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo untuk penyerahan di Balaidesa Kateguhan tersebut, jumlah penerima sertifikat yang diserahkan sebanyak 2.049 sertifikat. Sertifikat tersebut tersebar di Kecamatan Tawangsari, Weru, dan Bulu. Menurutnya, untuk PTSL tahun 2017 sudah selesai seluruhnya.

"Kami  berharap tahun 2019 mendatang Kabupaten Sukoharjo menjadi kabupaten Sukoharjo menjadi Kabupaten tertib sertifikat," harapnya.

Menurut Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo Dwi Purnama SH.,MKn Penyerahan sertifikat program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang nomor 5 Tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria, Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia. Pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) bermaksud bertujuan untuk percepatan pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah rakyat secara pasti,sederhana, lancar, aman, adil merata, terbuka ,akuntabel sehingga dapat meningkatkan kemakmuran rakyat.

"Sertifikasi tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2017 yang dilaksanakan Kantor Pertanahan Tahun 2017 ditargetkan 15.200 bidang tanah yang tersebar di 89 desa dan 10 kecamatan selesai. Jumlah bidang tanah yang telah selesai sertifikatnya sebanyak 15.200 bidang. Dari target itu, seluruhnya sudah selesai dan tinggal dibagikan pada warga. Dari jumlah tersebut, terdiri dari bidang tanah milik perseorangan 11.617 bidang dan kas desa 3.593 bidang," ungkapnya.

"Baru di Sukoharjo dimana kas desa masuk dalam PTSL. Dari total sertifikat yang telah selesai, sudah diserahkan sebanyak 9.285 sertifikat dan sisanya 5.915 sertifikat belum diserahkan dan segera dijadwalkan untuk penyerahannya,"tambah  Dwi Purnama SH.,MKn.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN M.Hum (Tj)

 


Jumat, 09 Februari 2018

Peringati HPN, Wartawan Sukoharjo Gelar Tumpengan


SUKOHARJO- Selamat Hari Pers Nasional ke-72. Ya, Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari diperingati oleh awak media di seluruh tanah air. Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo, Bupati dan Wakil Bupati ucapkan selamat Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI Sukoharjo,"ujar Eko Adji Arianto SH.,MM Asisten Admintrasi Umum Sekda mewakili Bupati dalam rangka tumpengan dengan sejumlah awak media bertempat di ruang rapat Asisten Satu Sekda, Jumat (9/2).

Dalam sambutanya,  Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum  menegaskan, peringatan HPN tahun ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas diri dalam menjalankan tugas jurnalistik.

"Tugas wartawan kedepan semakin banyak tantanganya, maka marilah kita bertekad menjadikan HPN tahun ini sebagai pengingat bahwa  wartawan harus selalu meningkat kualitas" kata Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum mengakhiri sambutannya. (Tj)

 

 


Virus-free. www.avast.com

Kamis, 08 Februari 2018

TEMUI BUPATI, OSIS SMPN 1 SUKOHARJO BERENCANA GELAR SPENSA EXPO 2017

Pengurus OSIS SMPN 1 Sukoharjo bersama Kepala SMPN I Sukoharjo, Dra.Indiah Dewi Murni,M.Pd didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno serta Kepala Bidang SMP Dwi Atmojo Heri menemui Bupati terkait rencana pelaksanaan gelar potensi spensa expo 2017 di SMPN 1 Sukoharjo, bertempat diruang Bupati, Kamis (8/2).

Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Sukoharjo "tujuan diadakanya kegiatan ini yang akan dilaksanakan tanggal 23-24 Mei 2018 nanti sebagai wujud dan penghargaan kompetensi  siswa, adapun kegiatan antara lain gerak jalan, launching buku milik anak, apresiasi seni dan lauching gerakan literasi," ungkapnya

Bupati berharap kegiatan gerakan literasi dapat dicontoh dan dikembangkan pada sekolah sekolah lain dan mendukung penuh kegiatan pendidikan di Kabupaten Sukoharjo,"ungkap Bupati memotivasi rencana kegiatan yang diajukan Bupati kedepan. Turut Hadir dalam pertemuan ini Kepala Kepala Bagian Kesra Suparmin SH.,MH dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum . (Tj)


Percepatan Penanggulangan TB, SSR Aisyiyah TB HIV Care Audiensi Dengan Bupati Sukoharjo

Sub-Sub Recipient (SSR) Community TB-HIV Care Kabupaten Sukoharjo melakukan audiensi dengan Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH bersama Kepala Dinas Kesehatan, Pimpinan Daerah Aisyiyah Sukoharjo,  Direktur RSUD dan SSR Community TB HIV Care 'Aisyiyah Sukoharjo bertempat di Ruang Rapat Bupati , Kamis, 8 Februari 2018.

Pertemuan kali ini dalam rangka percepatan penanggulangan TB di kabupaten Sukoharjo. Dinas Kesehatan mendukung dan memberikan support kepada PD'Aisyiyah, SSR TB HIV Care 'Aisyiyah Sukoharjo dan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang timbul terkait program penanggulangan TB dan HIV di Kabupaten Sukoharjo.

Bupati sangat mendukung pelaksanaan program penanggulanagan TB dan HIV berbasis masyarakat yang akan dilaksanakan dan berharap melibatkan kader atau relawan Aisyiyah dalam programnya.

Dalam keterangan persnya Koordinator Community TB-HIV Care Aisyiyah Akmal Mukhibbin mengatakan, selama satu tahun pelaksanaan program penanggulangan TB berbasis masyarakat di Kabupaten Sukoharjo dana dari The Global Fund, kurun waktu bulan Januari sampai Desember 2017 ditemukan 1261 terduga TB dan 100 pasien TB Positif,"ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo Nassrudin mengatakan, Dinkes akan mengadakan penyusunan RAD (rencana aksi daerah) penangulangan TB dan juga kan bekerjasama dengan biro hukum akan mengajukan Perbup tentang penangulangan TB (Tuberkulosis). Ditambahkanya Dinkes Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2018 akan mengadakan PIS PK ( Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga), dimana dalam program ini ada beberapa indikator salah satunya tentang skrining TB

"nanti petugas puskesmas akan diterjunkan mendatangi dan mendata serta menskrining semua warga semua warga yang ada diwilayah Sukoharjo, kami targetkan selesai dalam dua tahun atau dimulai di tahun 2018 dan berakhir di tahun 2019,"tambahnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum (Tj)


foto Rakon TP PKK kab. Sukoharjo Th 2018

Rapat Konsultasi TP PKK Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018.
Sukoharjo 7 Februari 2018, Rumah Dinas Bupati Sukoharjo

BUPATI MEMBUKA RAPAT KONSULTASI TIM PENGGERAK PKK KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2018

PKK atau Pembinaan Kesejahteraan Keluarga adalah wadah bagi kaum ibu untuk melaksanakan tugas kewajiban sebagai warga negara dengan ikut berperan serta dalam pembangunan. Diawali dari membina lingkungan keluarga tercipta suasana yang harmonis maka gilirannya akan membawa tatanan kehidupan aman dan tenteram dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Solidnya Tim Penggerak PKK di Sukoharjo sudah tidak diragukan lagi, baik tingkat Kabupaten, Kecamatan maupun tingkat Desa,terbukti dengan telah berhasilnya PKK Sukoharjo meraih berbagai prestasi sampai tingkat Nasional.

Rabu pagi, 7 Februari 2018 bertempat di Rumah Dinas Bupati Sukoharjo, TP PKK Kabupaten menyelenggarakan Rapat Konsultasi yang dibuka secara resmi oleh Bupatidan dihadiri Ketua DPRD, Sekda, para Asisten Sekda, Kepala OPD, Camat, Ketua dan Anggota TP PKK Kabupaten, dan perwakilan TP PKK Kecamatan. Seperti disampaikan Wakil Ketua III TP PKK Kabupaten, Ibu Nurita Nurjayanto bahwa maksud adanya Rakon ini adalah sebagai evaluasi pelaksanaan 10 program pokok PKK di tahun 2017 sehingga bisa terhimpun saran dan masukan untuk pelaksanaan program kerja TP PKK 2018. Selain itu untuk menciptakan kesamaan dan pemahaman sehingga dapat memperkuat jalinan kemitraan dengan pihak terkait.

Diungkapkan Ketua TP PKK Kabupaten, Ibu Hj. Etik Suryani Wardoyo Wijaya bahwa kita semua anggota PKK dari tingkat bawah (RT) sampai dengan tingkat Kabupaten agar terus menjaga semangat untuk melaksanakan 10 program pokok PKK. Banyaknya prestasi membanggakan yang telah diraih PKK selama ini harus terus dipertahankan, sehingga tahun 2018 ini keinginan meraih prestasi bisa terwujud. Salah satunya yang telah dipersiapkan adalah Lomba PHBS tingkat Nasional, dengan harapan desa Gedangan sebagai wakil Sukoharjo bisa masuk 6 besar. Tentunya ini juga harus didukung partisipasi dan kerjasama ikhlas dari OPD terkait.

Dalam sambutan dan pengarahannya, Bupati Wardoyo Wijaya, SH, MH selaku Ketua Pembina TP PKK Kabupaten menyampaikan apresiasi atas terpeliharanya semangat yang tinggi dari semua anggota PKK Sukoharjo. Beliau berpesan agar PKK benar-benar bisa mengimplementasikan secara riil program-programnya untuk kesejahteraan keluarga. Kunci suksesnya program PKK baik tingkat Desa/Kecamatan maupun Kabupaten itu bukan hanya semangat Ketua TP PKK nya saja tapi juga dukungan penuh dari Kepala / Pimpinan, yang dalam hal ini Bupati, Camat, Lurah/Kades, maupun Ketua RW/RT. Bupati juga berharap rapat konsultasi ini berjalan lancar, sehingga bisa tersusun program kerja PKK tahun 2018 dengan tetap melihat hasil evaluasi program kerja tahun 2017. Sehingga apabila ada program kerja yang kurang atau belum terlaksana, bisa disusun lagi program baru untuk tahun 2018.

Dalam rakon ini juga diberikan materi perihal Sosialisasi Pendidikan Inklusi oleh Ibu Dyah Puspowati dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo dan materi tentang pengadministrasian kegiatan PKK dari Sekretaris dan Bendahara Pokja TP PKK Kabupaten.

Demikian penjelasan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum yang turut hadir dalam acara tersebut.(Yk)


Selasa, 06 Februari 2018

Diiringi Guyuran Hujan, Jamaah Tetap Khusyuk Ikuti Haul ke-4 Pendiri Sritex Group

SUKOHARJO – Meski diiringi guyuran hujan, peringatan Haul ke- 4 HM Lukminto pendiri Sritex Group Ribuan warga tetap khusyuk  menghadiri Haul ke-4 Tahun  wafatnya Alm. H.M Lukminto pendiri Sritex Group, Senin (5/2). Acara peringatan tersebut digelar di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo. Peringatan empat tahun wafatnya HM Lukminto tersebut diisi dengan bersholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qadir Asseqaf. Turut hadir Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM, Forkopimda,  Presdir PT SRITEX  beserta Keluarga Besar Sritex, serta ribuan jamaah sholawat Habib Syeh.
Dalam kesempatan ini Wakil Bupati Sukoharjo mengapresiasi Hj. Susiana Lukminto beserta seluruh Keluarga Besar Sritex atas kegiatan bersholawat bersama Habib Syech dalam rangka peringatan Haul ke-4 wafatnya HM Lukminto serta turut mendoakan HM. Lukminto.
" Haul ke-4 HM. Lukminto kali ini, kami atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo ikut mendoakan HM.Lukminto , haul ke-4 ini  sebagai jalinan komunikasi antara pengusaha dengan pemerintah dengan tujuan untuk membangun Sukoharjo menuju Sukoharjo yang semakin makmur yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,"ungkap Wakil Bupati Sukoharjo dalam pidatonya.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Sritex Group Iwan Setiawan Lukminto menyampaikan, kepergian almarhum Haji Mohammad Lukminto atau biasa dipanggil dengan "Pak Luk" empat tahun yang lalu, telah mewariskan begitu banyak nilai-nilai yang sangat baik. Iwan pun lantas menceritakan perjalanan awal mula berdirinya Sritex hingga besar seperti saat ini. Menjadi sebuah pabrik tekstil terpadu.
"Membangun suatu usaha sangatlah tidak mudah karena banyak sekali tantangan dan kesulitan yang dihadapi," ujarnya.
Menurutnya, almarhum telah memberikan amanah berupa etika dan ajaran moral. Salah satunya, Pak Luk selalu menanamkan untuk bersikap CHENG LI, yaitu fair, adil, berimbang, tidak merugikan orang lain dan saling menguntungkan. Selanjutnya, delapan prinsip hidup yang selalu menjadi pegangan hidup seperti kerja keras, cinta, peduli lingkungan, chengli, suka menolong, mempunyai empati, menghargai pendidikan dan pentingnya peranan agama.
Iwan mengatakan, PT RUM merupakan cita-cita almarhum Pak Luk dalam kerangka slogan "Tanam Pohon Tumbuh BAJU" yang dicanangkannya. Sebuah konsep besar untuk mewujudkan terintegrasinya proses produksi pada industrI tekstil mulai dari hulu sampai ke hilir. Sejak peletakan batu pertama pada tahun 2013.
"Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dari segenap masyarakat Sukoharjo untuk bersama kami berjuang membangun perusahaan ini sebagai peran nyata kami demi ikut membangun bangsa Indonesia serta membantu kesejahteraan masyarakat sekitarnya," paparnya.
Diakui Iwan, PT RUM menopang sekitar 50 ribu warga Sritex Group yang mayoritas berdomisili di Kabupaten Sukoharjo. Hal itu tentunya akan membuktikan kepada dunia internasional, jika bangsa Indonesia telah mampu memiliki proses industri tekstil dari hulu sampai hilir hasil daripada anak bangsa sendiri yang asli Sukohartjo dengan kualitas produk yang terbaik di Dunia.
Meskipun berbagai permasalahan dan kesulitan yang datang silih berganti, ujar Iwan, dirinya berharap keberadaan PT RUM akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. "Selanjutnya kami mengajak, supaya kita semua dapat saling menjaga lingkungan sekitar agar tetap selalu kondusif dan aman. Selalu menjaga rasa persatuan dan kesatuan diantara kita, sehingga pengaruh–pengaruh dari luar yang sekiranya akan memecah belah persatuan dan kesatuan dapat kita hindari bersama," pesannya.
Iwan menambahkan, kedepannya Sritex Group mempunyai visi, yakni akan terus mengembangkan industri tekstil dan "raw material" tekstil. Khusus PT RUM, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya memiliki potensi untuk membuka lapangan pekerjaan baru sebesar 1 juta orang di bidang tekstil dan turunannya. 
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum yang turut hadir dalam kegiatan sholawat ini.(Tj)
 

Jumat, 02 Februari 2018

foto kunker kabupaten sleman

lampiran foto ini adalah foto kunker Kabupaten Sleman tgl 2 februari 2018.
Mohon MAAF yang terlampir dalam rilis kunker Kabupaten Sleman adalah foto kunker DPRD Kabupaten Jepara tanggal 23 Januari 2018.

PEMKAB SUKOHARJO TERIMA KUNJUNGAN KERJA PEMKAB SLEMAN

Penerimaan Kunjungan Kerja dari Rombongan Pemerintah Kabupaten Sleman di Kabupaten Sukoharjo pada hari Jum'at, 2 Februari 2018 dimulai pukul 10.00 WIB bertempat di Ruang Graha Satya Karya Sukoharjo. Kunker diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sukoharjo, Bapak Widodo, SH, MH didampingi Asisten Administrasi Umum, Bapak Eko Adji Arianto,.SH,.MM.

Rombongan dari Kabupaten Sleman ada 12 orang dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Ir. Arif Pramono, MT. Materi yang dipilih dalam kunjungan kerja kali ini adalah tentang studi orientasi pembangunan multi years.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten Perekonomian Pembangunan Sekda Kabupaten Sukoharjo, Bupati mengungkapkan rasa bangganya karena Kabupaten Sukoharjo dipilih sebagai lokasi kunker. Dengan visi "Terwujudnya Masyarakat Sukoharjo yang Sejahtera, Maju dan Bermartabat didukung Pemerintahan yang Profesional" dan dengan didukung 5 misi yang semuanya bermuara pada terwujudnya kemakmuran masyarakat.

Dari dialog yang berlangsung, materi dan jawaban atas pertanyaan tentang mekanisme pengadaan tahun jamak, dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi serta mekanisme dan pola kerja pendampingan TP4D. Studi ini mengambil kasus tentang pembangunan Gedung Pelayanan Terpadu di Kabupaten Sukoharjo yang dilaksanakan tahun jamak, karena di Kabupaten Sleman akan membangun Gedung DPRD yang rencananya juga merupakan kegiatan multi years.

Turut hadir dan memberi jawaban atas pertanyaan dari rombongan Kabupaten Sleman adalah Kepala DPUPR Ir. Suradji, MT, perwakilan dari BKD Richard Handoko, SE, MM, Kabag Pembangunan, Kabag Pemerintahan, dari Bagian Hukum, dari Bagian Humas, dari Kominfo serta dari OPD yang terkait dengan materi dialog. Acara ditutup dengan foto bersama. Demikian penjelasan singkat dari Kabag Humas dan Protokol Setda Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Yk)