Rabu, 29 Agustus 2018

Tutup Diklat PIM IV, Bupati Sukoharjo: Manfaatkan Ilmu yang Diperoleh untuk Pelayanan Prima Kepada Masyarakat

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH menutup secara resmi Diklat Kepemimpinan  Tingkat IV Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Rabu (29/8) di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo.

Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Diklat Kepemimpinan IV, yang telah menyelesaikan diklat ini dengan semangat, disiplin dan penuh tanggung jawab.

" saya berharap, lulusan Diklatpim IV ini mampu menjadi agen perubahan di tempat kerja masing-masing, sehingga kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Daerah semakin memberi warna dalam perubahan mindset aparatur di semua tingkatan dan strata kepemimpinan kearah yang lebih disiplin, profesional dan tentunya mampu meningkatkan citra aparatur pemerintah, dengan terus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat di Kabupaten Sukoharjo," harap Bupati.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sukoharjo, Joko Triyono, SH.,MH dalam laporannya menyebutkan, Diklat PIM IV itu Pemerintah kabupaten Sukoharjo Tahun 2018 dilaksanakan di wisma sejahtera Yayasan Insan Sembada (YIS) Karangasem Solo mulai tanggal 3 April sampai dengan 28 Agustus 2018, diikuti 30 orang dan dinyatakan lulus semua, dengan jumlah jam pelajaran 893 jam pelajaran dengan rincian 290 jam pelajaran untuk pembelajaran klasikal dan 603 Jam pelajaran atau 67 hari untuk pembelajaran non klasikal. Pada saat pembelajaran klasikal para peserta diasramakan dan diberikan kegiatan penunjang kesehatan jasmani.

"para peserta Diklat diwajibkan untuk menyusun Proposal Proyek Perubahan dengan tugas pokok fungsi dan laporan implementasi proyek perubahan serta melaksanakan kegiatan visitasi dan benchmarking ke Best Practise dengan lokus benchmarking di Pemerintah Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Saat ini Kualifikasi kelulusan peserta sangat memuaskan sejumlah 4 peserta dan ada yang masuk 3 besar kualifikasinya ," jelas Kepala BKPP kabupaten Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 


Sabtu, 25 Agustus 2018

Ribuan Pramuka Sukoharjo Sambut Estafet Tunas Kelapa 2018

SUKOHARJO -Dengan mengambil tema Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2018 Kwarda Jateng, Pramuka Perekat NKRI dan Motto Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan, Pada hari Sabtu (25/8), bertempat di Pertigaan Desa Tugu, Kecamatan Polokarto Sukoharjo, dilaksanakan Timbang Terima Estafet Tunas Kelapa dari Kwarcab Karanganyar kepada Kwartir Cabang Sukoharjo dengan pembina upacara Dandim 0726 Sukoharjo. Selanjutnya ETK dilanjutkan pada pukul 1 siang ditimbang terima Estafet Tunas Kelapa dari Kwarcab Wonogiri kepada Kwartir Cabang Sukoharjo di Lapangan Tiyaran, Kecamatan Bulu dengan pembina upacara Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM tuk selanjutnya dengan roda empat menuju Kantor Kecamatan Baki untuk menginap. Selanjutnya pada hari Minggu (26/8) estafet tunas kelapa dilanjutkan diberangkatkan dari Kantor Kecamatan Baki menuju Makamhaji dan diserahkan kepada Kwartir Cabang Kota Surakarta.
Dalam keterangannya, Ketua Kwarcab Sukoharjo melalui Waka Bidang  Abdimas & Humas  Suripman, S.Pd menjelaskan bahwa Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan non formal bagi anak-anak dan pemuda Indonesia guna menjadi generasi yang berkualitas, yang sanggup bertanggungjawab, dan mampu mengisi Kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Momentum kegiatan Estafet Tunas Kelapa, Hari Pramuka ke-57 dan Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia adalah saat yang tepat untuk menanamkan jiwa patriot, sikap sukarela, bersahaja dan bertanggungjawab kepada negara bagi generasi muda Indonesia. Merupakan kebahagiaan tersendiri bagi anggota Gerakan Pramuka, dapat berpartisipasi dan berperan aktif dalam mengisi kemerdekaan hingga saat ini.
Estafet Tunas Kelapa ( ETK ) sebagai ciri khas kegiatan Kwartir Daerah Jawa Tengah sekaligus sebagai kegiatan tradisi setiap tahun yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan sebagai alat untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka yaitu membentuk manusia berkarakter, berkepribadian, berwatak dan berbudi luhur sebagai warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila. Hal lain yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah memasyarakatkan Gerakan Pramuka, karena pada dasarnya Pramuka dan masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan.
Kegiatan Estafet Tunas Kelapa (ETK)  ini berdayaguna untuk mendidik sifat–sifat keteladanan, membina mental, menempa fisik dan menumbuhkan semangat pantang menyerah bagi generasi muda ikut mengisi pembangunan nasional.
Dengan kegiatan ini diharapkan peserta Estafet Tunas Kelapa (ETK) dapat  dapat mengimplementasikan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Utamanya dalam membudayakan dan menegakkan sikap berbuat kebaikan, menentang penggunaan narkoba, menentang tindak kekerasan dan mengembangkan nilai–nilai persaudaraan dan kasih sayang. yang melambangkan persatuan dan kesatuan secara utuh dan menyeluruh anak muda dan orang dewasa menuju cita-cita "Kejayaan Indonesia".
Keberhasilan penyelenggaraan ini tidak hanya tergantung dari Kwartir Cabang, melainkan kerjasama dan peran aktif Majelis Pembimbing, Kwartir Ranting, Gugusdepan dan masyarakat pada umumnya.
Ditambahkannya, Adapun maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa ( ETK ) tahun 2018 Kwarcab Sukoharjo adalah dapat Meningkatkan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,  Meningkatkan semangat bakti, kepedulian sosial dan kualitas kegiatan Pramuka yang dapat dirasakan oleh masyarakat, Meningkatkan semangat persatuan, kesatuan, persaudaraan dan solidaritas Gerakan Pramuka dengan masyarakat dan dapat Meningkatkan disiplin, keteladanan, mental, fisik serta semangat pantang menyerah bagi generasi muda dalam ikut serta membangun masyarakat Indonesia.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Rabu, 22 Agustus 2018

Bupati Salat Idul Adha di Alun-Alun Kabupaten Sukoharjo

SUKOHARJO– Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH bersama Wakil Bupati  H.Purwadi SE.,MM menjalankan salat Idul Adha bersama ribuan warga di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Rabu (22/8).
Turut hadir  Dandim 0726 Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa dan Ketua DPRD Nurjayanto dalam kesempatan tersebut. Usai salat Idul Adha, Bupati dan Wakil Bupati lantas menyerahkan hewan kurban berupa sapi pada perwakilan organisasi Islam di Sukoharjo.
Dalam Salat Idul Adha tersebut, bertindak sebagai imam dan khatib adalah Drs. H. Muchtar Hayuni M.Hum. Dalam khutbahnya, H.Muchtar Hayuni menyampaikan, Idul Adha adalah peristiwa yang sangat agung dimana setiap tahun dilaksanakan umat Islam di dunia. Setelah salat dilaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai "sunnah muakad".
"Pelaksanaan salat Id dan Idul Qorban dilakukan tak lepas dari pembicaraan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS," terangnya.
Menurutnya, sebagai bapak, Nabi Ibrahim AS adalah contoh suri teladan yang sangat baik. Sangat taat pada Allah SWT sekaligus luar biasa kesabarannya. Begitu pula Nabi Ismail AS adalah seorang anak yang wajib dicontoh kesetiaannya dan keikhlasannya pada ayahnya dalam rangka mengikuti ajaran Allah SWT dalam kehidupan didunia.
Disisi lain, usai salat Id, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan hewan kurban berupa sapi pada perwakilan ormas Islam LDII (Lembaga dakwah Islamiyah Indonesia). Sedangkan Wakil Bupati Purwadi secara simbolis menyerahkan bantuan sapi pada perwakilan MTA (Majelis tafsir Alquran).
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Bupati Buka Sukoharjo Expo 2018

SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH membuka Gelar Potensi Daerah Sukoharjo Expo 2018 dan panggung Hiburan Pesta Rakyat dalam rangka peringatan Hari Lahir ke-72 Kabupaten Sukoharjo dan HUT RI ke-73 di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) Graha Wijaya Sukoharjo dengan ditandai pemukulan gong, Selasa(21/8). Tari Mundong dari Sanggar Tari Santi Budaya diiringi dari karawitan Persojo mengawali pembukaan Sukoharjo Expo 2018.

Tahun ini, ada 125 stan yang berpartisipasi gelar potensi. Selain dari lokal Sukoharjo, gelar potensi juga diikuti peserta dari Solo Raya dan beberapa daerah di Jawa Tengah.

Menurut Bupati, gelar potensi daerah Sukoharjo Expo 2018 adalah salah satu sarana yang tepat dan strategis untuk mempromosikan produk unggulan daerah, produk UMKM dan sekaligus untuk membudayakan bagaimana mencintai produk lokal yang berkualitas.

"kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada saat Gelar potensi Daerah ini saja, tetapi justru terus berlanjut memberikan dampak positif bagi pengembangan produk UMKM sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat,"harap Bupati.

Pada Tahun ini, juga diikuti oleh Kementerian Perdagangan RI dan Kabupaten/kota se solo raya serta beberapa Kabupaten di Jawa Tengah. Kegiatan Gelar Potensi Daerah Sukoharjo Expo 2018 terasa istimewa karena dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Idul Adha 1439 H dan panggung hiburan rakyat dilaksanakan setelah Hari raya Idul Adha 1439 H. Dengan adanya panggung hiburan rakyat maka gelar Potensi Daerah Sukoharjo Expo 2018 , akan lebih semarak dan lebih menarik.

Dalam kesempatan ini diserahkan hadiah lomba dari Program KUR kepada debitur KUR UKM Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018. Penyerahan hadiah diberikan kepada Kartu E retribusi kepada perwakilan pedagang pasar jamu nguter dan pasar grogol sebagai tanda launching dilaksanakan E- retribusi pasar, kedua tropy dan uang pembinaan sebesar lima juta lomba kompetisi pasar rakyat juara III Provinsi Jawa Tengah kepada ketua HPP dan lurah pasar Jami Nguter, ketiga Tropy piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar tiga juta kepada KSPPS BMT Fadhilah Sentosa Sukoharjo sebagai juara II lomba Bussines Plant dalam rangka Jateng Smesco Expo 2018 serta penyerahan program KUR kepada 8 UMKM yang difasilitasi Bank Jateng, BRI, BNI dan Bank Mandiri senilai Rp. 780.000.000.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo Sutarmo, SE.,M.Pd menyampaikan, selama kegiatan selain diisi pameran produk unggulan, juga disemarakkan dengan produk jajajan dan aneka kuliner. Selain itu, selama gelar potensi juga digelar Panggung Hiburan. Kegiatan gelar potensi sendiri dalam rangka Hari Lahir Sukoharjo ke-72 dan HUT Kemerdekaan RI ke-73.

"Gelar potensi sebagai wahana produsen dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan memasarkan produk unggulan masyarakat Sukoharjo, Solo Raya dan juga Jawa Tengah," terangnya.

Dengan kegiatan itu diharapkan dapat menumbuhkan raca cinta pada proruk UMKM Sukoharjo agar tumbuh dan berkembang. Gelar potensi tahun ini juga kali pertama diikuti oleh Kementerian Perdagangan, Organisasi Perangkat Daerah yang membidangi perdagangan se-Solo Raya. Juga perwakikan dari Rembang, Temanggung, dan Salatiga.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum (Tj)

Bersama Ribuan Masyarakat Sukoharjo, Bupati Saksikan Pawai Pembangunan

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH beserta Forkopimda beserta ribuan masyarakat Kabupaten Sukoharjo sangat antusias untuk menyaksikan pawai dan karnaval pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73, senin (20/8).

Pawai pembangunan berlangsung meriah disaksikan ribuan penonton yang memadati di sepanjang jalan yang dilewati para peserta karnaval rombongan jalan kaki mulai dari halaman Setda Pemkab Sukoharjo dan mobil hias mulai dari patung jamu Bulakrejo, dengan panggung kehormatan di depan Rumah Dinas Bupati.

Peserta pawai pembangunan mencapai ratusan kelompok peserta pawai. Tidak hanya itu perguruan silat, drum Band dan Marching Band, mobil hias dari OPD dan swasta dan perwakilan instansi lainnya juga ikut meriahkan pawai tersebut.

Dari pantauan di lokasi, teriknya sinar matahari tak menyurutkan semangat peserta pawai. Begitupun dengan semangat masyarakat yang datang menyaksikan pawai. Untuk mengurangi panasnya jalan raya, petugas mengerahkan mobil tangki untuk menyiram aspal jalan. Dalam pawai tersebut, selain peserta jalan kaki, juga menampilkan berbagai kendaraan hias dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Peserta pawai juga datang dari TNI-Polri dimana dalam pawai tersebut terlihat dua tank yang ikut meramaikan acara. Pawai semakin meriah dengan hadirnya sejumlah truk tronton dengan bak terbuka yang mengangkut sound system lengkap dengan penyanyinya. Ada juga grup kesenian rakyat seperti reog dan lainnya.

Salah satu peserta pawai adalah Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeksindo) Sukoharjo. Ketua Gapeksindo Tri Pamadi memberi apresiasi dengan pawai yang digelar setiap tahun tersebut. Menurutnya, selama ini setiap pawai selalu berjalan meriah dan disambut antusiasme masyarakat untuk menonton.

"Kuantitas ada peningkatan tapi kualitas belum maksimal. Harapannya ada tema pawai setiap tahun sehingga tampilan berbeda sehinga masyarakat terhibur," ujarnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekda Sukoharjo Widodo SH.,MH mengatakan, start peserta pawai dibagi dua. Masing-masing dari halaman Kantor Setda Sukoharjo untuk peserta jalan kaki dan start dari Patung Jamu, Kelurahan Bulakrejo untuk peserta mobil hias dan potensi dari desa/kelurahan dan kecamatan se-Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Minggu, 19 Agustus 2018

Bupati Sukoharjo hadiri Malam Lepas Sambut Komandan Brigif Mekanis 6 Kostrad

Sukoharjo – Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH menghadiri malam Lepas sambut Danbrigif Mekanis Raider 6/2 Kostrad dari Kolonel Inf Rudy Saladin Kepada Letkol Inf Ade David siregar S.I.P, betempat di  Ma Brigif Mekanis Raider 6/2 Kostrad,Palur kecamatan Mojolaban kab.Sukoharjo, Sabtu (18/8).
Kolonel Inf  Rudy Saladin selepas dari Komandan Brigif Mekanis 6/2 Kostrad akan menjabat sebagai Asisten Operasi Kodam VI/Mulawarman.
Hadir juga dalam acara tersebut .Drs H Ahmad Purnomo Apt ( Wakil Walikota Surakarta ), Iwan Setiyawan Lukminto (President PT. Sritex),Drs. Teguh Prakosa (Ketua DPRD Kota Surakarta),Mayjend TNI Purn. Sunindyo (Mantan Pangdam IV/ Dip dan Komisaris Independen PT. Sritex Tbk) serta Keluarga besar Brigif Mekanis Raider 6/2 Kostrad.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Rabu, 15 Agustus 2018

Bupati Topping Off Gedung Kantor Terpadu Sukoharjo

Secara simbolis, Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya,SH, MH, melakukan "topping off" Pembangunan Gedung Kantor Terpadu Setda Pemkab Sukoharjo. Proyek tersebut memasuki tahap "topping off" yang dilakukan Rabu (15/8) dan selanjutnya akan memasuki tahap Arsitekturnya.

Apresiasi diberikan Bupati kepada para pihak yang terlibat dalam pembangunan Gedung Kantor Terpadu tersebut. "Tujuan pembangunan gedung ini untuk menyatukan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) dan juga beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," jelas Bupati dalam sambutannya

Dengan memusatkan kantor sejumlah OPD dengan Setda, akan memudahkan koordinasi dan memudahkan pelayanan pada masyarakat sesuai tuntutan zaman. "Saya harap pelaksana proyek tetap menjalankan pembangunan dengan baik. Tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya," ujarnya.

Direktur Utama PP Urban, Nugroho Agung menyatakan optimistis proyek tersebut akan selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat. "Sukoharjo akan memiliki gedung yang megah, dan gedung 10 lantai ini akan menjadi ikon bagi Kabupaten Sukoharjo," ujarnya.

Nugroho mengatakan tahapan pekerjaan "overlap" dari perencaaan sehingga dia yakin proyek akan selesai sesuai kontrak di akhir Desember nanti atau bahkan bisa lebih cepat, tetapi tetap mengacu pada perencanaan dan mutu.

Pembangunan Gedung Kantor Terpadu ini menghabiskan anggaran Rp 82,6 miliar. Proyek dikerjakan oleh PP Urban yang merupakan anak perusahaan dari BUMN PT PP. Dalam Acara ini disamping dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Pj Sekda dan PPK serta OPD, juga dihadiri oleh Tim Pengawal, Pengamanan, Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Provinsi Jawa Tengah, demikian keterangan yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

Bupati Topping Off Gedung Kantor Terpadu Sukoharjo

Secara simbolis, Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya,SH, MH, melakukan "topping off" Pembangunan Gedung Kantor Terpadu Setda Pemkab Sukoharjo. Proyek tersebut memasuki tahap "topping off" yang dilakukan Rabu (15/8) dan selanjutnya akan memasuki tahap Arsitekturnya.

Apresiasi diberikan Bupati kepada para pihak yang terlibat dalam pembangunan Gedung Kantor Terpadu tersebut. "Tujuan pembangunan gedung ini untuk menyatukan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) dan juga beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," jelas Bupati dalam sambutannya

Dengan memusatkan kantor sejumlah OPD dengan Setda, akan memudahkan koordinasi dan memudahkan pelayanan pada masyarakat sesuai tuntutan zaman. "Saya harap pelaksana proyek tetap menjalankan pembangunan dengan baik. Tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya," ujarnya.

Direktur Utama PP Urban, Nugroho Agung menyatakan optimistis proyek tersebut akan selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat. "Sukoharjo akan memiliki gedung yang megah, dan gedung 10 lantai ini akan menjadi ikon bagi Kabupaten Sukoharjo," ujarnya.

Nugroho mengatakan tahapan pekerjaan "overlap" dari perencaaan sehingga dia yakin proyek akan selesai sesuai kontrak di akhir Desember nanti atau bahkan bisa lebih cepat, tetapi tetap mengacu pada perencanaan dan mutu.

Pembangunan Gedung Kantor Terpadu ini menghabiskan anggaran Rp82,6 miliar. Proyek dikerjakan oleh PP Urban yang merupakan anak perusahaan dari BUMN PT PP. Dalam Acara ini disamping dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Pj Sekda dan PPK serta OPD, juga dihadiri oleh Tim Pengawal, Pengamanan, Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Provinsi Jawa Tengah, demikian keterangan yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah Ke-68 Pemkab Sukoharjo Gelar Upacara

0Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo ikut serta melaksanakan Upacara Bendera guna memperingati Hari Jadi Ke-68 Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo, Rabu (15/8). 

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Sukoharjo Widodo SH, MH menyampaikan Sambutan Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo SH, M.IP beberapa hal terkait capaian yang diraih Jateng selama ini.

Plh Sekda mengatakan, Birokrasi yang baik menjadi kunci sebuah pemerintah yang baik dan menentukan keberhasilan pembangunan. Reformasi birokrasi di Jateng terus kita kuatkan,"ucapnya ketika membacakan sambutan Gubernur.

Melanjutkan sambutannya, Gubernur mengajak bergandengan tangan untuk bekerja dan berkarya nyata demi Jawa Tengah yang aman, tertib, damai dan sejahtera.

Dijelaskan lagi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik dari tahun sebelumnya, penurunan angka kemiskinan, penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB), inflasi yang terkendali, penurunan pengangguran, peningkatan kualitas infrastruktur dan sebagainya. Tercatat tahun 2017 IPM Jateng berada pada angka 70,52 mengalami kenaikan dari tahun 2016 yang berada pada angka 69,98 dan tahun 2015 sebesar 69,49.

"Zona merah kemiskinan masih jadi PR kita bersama. Oleh karena itulah pembangunan kita arahkan kepada masyarakat miskin dan tidak mampu, khususnya petani, nelayan dan UMKM," katanya.

Ia memaparkan, penduduk miskin di Jateng juga terus mengalami penurunan. Pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin di Jateng mencapai 3,9 juta orang (11,32%), berkurang sebesar 300.290 orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang berada pada angka 4,20 juta orang (12,23%). Angka tersebut juga lebih kecil dari tahun 2016 sebesar 13,19% dan tahun 2015 sebesar 13,32%.

"Penurunan persentase penduduk miskin jawa tengah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain di pulau Jawa," katanya.

Berbanding lurus dengan angka kemiskinan yang terus menurun, jumlah pengangguran terbuka juga terus menurun. Dari angka 4,99% di tahun 2015, turun 4,63% di tahun 2016 dan kembali turun di angka 4,57% di tahun 2017. Penurunan tersebut merupakan efek semakin tumbuhnya sektor industri di Jateng.

"Nilai investasi yang masuk ke Jateng terus mengalami kenaikan. Jika pada tahun 2015 nilai investasi yang masuk mencapai Rp 26,04 trilyun dengan 1.481 proyek tahun 2016 jumlah investasi yang masuk mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp 38,18 trilyun dengan 2.068 proyek. Untuk tahun 2017, investasi yang masuk ke Jateng kembali mengalami kenaikan sebesar Rp 51,54 trilyun dengan total 2.358 proyek," paparnya.

Pengendalian inflasi, Jateng juga mendapat prestasi yang memuaskan. Jateng berhasil mengendalikan laju inflasi daerah di angka 3,71% pada tahun 2017, 2,73% di tahun 2016 dan 2,73% di tahun 2015. Persentase panjang jalan dalam kondisi baik juga meningkat, pada tahun 2014 sebesar 86,92%, tahun 2015 menjadi 88,27%, tahun 2016 panjang jalan dalam kondisi baik semakin meningkat sebesar 88,88%, dan tahun 2017 sebesar 88,92%, dari target di tahun 2018 ini sebesar 89,60%.

"Selanjutnya di bidang kesehatan, kita terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, baik dari upaya preventif, promotif maupun kuratif," katanya.

Tercatat AKI dan AKB di Jateng terus menurun. Tahun 2015 AKI sebanyak 111,16 per 100 ribu kelahiran hidup dan AKB 10 per seribu kelahiran hidup. Tahun 2016 AKI sebanyak 109,65 per 100 ribu kelahiran hidup dan AKB 9,99 per seribu kelahiran hidup. Terakhir tahun 2017 jumlah AKI turun sebesar 88,58 per 100 ribu kelahiran hidup dan AKB 8,93 per seribu kelahiran hidup.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Bupati Pimpin Upacara HUT ke-57 Pramuka

SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) menjadi Pembina Upacara pada Peringatan Hari Pramuka ke-57 tahun 2018, Selasa (14/8) di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo.

Upacara dihadiri segenap Forkopimda, kepala OPD serta utusan anggota pramuka dari sekolah jenjang SD, SMP, SMA, SMK atau anggota pramuka tingkat siaga, penggalang dan penegak.

"saya selaku ketua Mabicab gerakan Pramuka Sukoharjo menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka yang ke-57 tahun 2018. Semoga jiwa gerakan Pramuka tetap semangat selalu produktif inovatif dan kreatif dalam berkarya dan selalu menjadi generasi muda yang terdepan dalam menjaga NKRI," ucap Bupati mengawali sambutannya.

Dengan mengusung tema 'Pramuka Perekat NKRI', gerakan Pramuka dengan berbagai kegiatan di luar ruangan akan terus memperkuat NKRI, sejak awal Pramuka terus sebagai alat pendidikan bagi generasi muda untuk menjadi perekat NKRI karena itu Pramuka bisa hadir dan diterima oleh masyarakat di semua daerah.

Bupati berpesan " kepada adik adik anggota Pramuka teruslah berkreasi berkarya dalam wadah gerakan Pramuka, isilah waktu muda kalian dengan kegiatan positif dan produktif menjadi generasi unggul generasi hebat generasi kreatif generasi petarung dan bukan generasi pecundang. Ingatlah selalu lagu Hymne Pramuka bahwa Pramuka adalah manusia Pancasila darma ku baktikan Bakti ku kudarmakan agar Indonesia jadilah patriot bangsa yang tetap kokoh menghayati dan mengamalkan Pancasila menjaga Bhineka Tunggal Ika demi kejayaan NKRI," pesan Bupati mengakhiri sambutannya.

Setelah upacara selesai dilanjutkan pemberian piala penghargaan ketertiban pasukan upacara oleh Bupati Sukoharjo serta diadakan aksi Pramuka Peduli Lombok NTB dengan mengumpulkan dana dari para donatur.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Kamis, 09 Agustus 2018

BUPATI TERIMA KAPALTARU PENGABDI LINGKUNGAN HIDUP

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, SH, MH menerima Penghargaan Kapaltaru sebagai Pengabdi Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan diterimakan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Pantai Bandengan, Desa Bandengan, Kabupaten Jepara, Kamis (9/8).

            Bupati menerima penghargaan ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 600.1/28 Tahun 2018 dan Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.30/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2017.

            Acara penerimaan Penghargaan Kapaltaru ini merupakan rangkaian acara Hari Lingkungan Hidup Jawa Tengah 2018, yang di pusatkan di Kabupaten Jepara. Penghargaan ini ada beberapa Kategori, yaitu, Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan dan Pembina Lingkungan.

            "penghargaan ini merupakan prestasi untuk Sukoharjo, Dimana memang Pemerintah dan Masyarakat bersinergi dalam menjaga lingkungan," papar Djoko Sutarto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo.

            Dibawah Kepemimpinan Wardoyo Wijaya, SH, MH, Sukoharjo telah menerima 2 kali Adipura berturut-turut, dan di Tahun ini juga masuk nominasi untuk Kampung Iklim dan juga di Tahun lalu menerima Nirwasita Tantra.

            "kami berharap di tahun ini Sukoharjo menerima Adipura lagi, dan kami mohon dukungan dari semua pihak," pungkasnya.

            Penghargaan Adipura sendiri akan diumumkan pada bulan Oktober 2018 mendatang, dan saat penerimaan Penghargaan Kapaltaru ini, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Jajarannya, serta Bagian Humas dan Protokol, demikian penjelasan dari Kabag Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

            

Rabu, 08 Agustus 2018

TMMD Wirun Resmi Ditutup, Program Fisik Bisa Dinikmati Masyarakat

SUKOHARJO- Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II di Desa Wirun, Mojolaban selesai dan resmi ditutup, Rabu (8/8). Sejumlah program fisik telah dikerjakan dan mulai bisa dinikmati masyarakat. Selama TMMD sendiri, selain program fisik, sejumlah program non fisik lain juga dilakukan.

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa mengatakan, dalam pelaksanaan TMMD, sebelum dilakukan pengerjaan lebih dahulu dirumuskan tentang program kebutuhan masyarakat. Dandim mencontohkan seperti jalan sebagai akses utama bagi masyarakat. "Semisal jalan disekitar areal persawahan maka perlu dilakukan gotong royong melibatkan pihak terkait dan dikerjakan bersama dalam program TMMD. Jalan yang tadinya sulit dilewati setelah dibangun menjadi bagus sehingga mempermudah akses petani," terangnya.

Lebih lanjut Dandim mencontohkan, program fisik lainnya seperti pembangunan MCK umum dan jamban di rumah warga. Bangunan tersebut sangat diperlukan tidak hanya perorangan penerima bantuan tapi juga masyarakat dan pemerintah sebagai upaya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

Perwira Seksi Teritorial Kodim 0726 Sukoharjo sekaligus perwira pelaksana TMMD Kapten Czi Hartono menambahkan, TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018 dilaksanakan mulai 10 Juli sampai 8 Agustus. Sebelum pelaksanaan terlebih dahulu telah dilaksanakan pra TMMD mulai 2 – 9 Juli. TMMD digelar dengan sasaran fisik dan non fisik di wilayah Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban.

"Untuk sasaran fisik meliputi pembangunan talud jalan penghubung Dukuh Pabrik dengan Desa Wirun dengan panjang 1.151 meter, pemugaran masjid dua unit, pemugaran pos kamling dua unit, pembuatan MCK, pembuatan jamban keluarga tiga unit," paparnya.

Sedangkan sasaran non fisik melaksanakan penyuluhan dan pelayanan dibidang, penyuluhan pendidikan pendahuluan bela negara, penyuluhan hukum kamtimbas, penyuluhan industri kecil, pelayanan KB dan Kesehatan. TMMD sendiri betujuan untuk memperlancar arus lalu lintas perekonomian, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta kamtibmas, meningkatkan kebersihan lingkungan, meningkatkan dan melestarikan budaya gotong royong serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 


Hadiri Pagelaran Wayang Kulit, Bupati Mengajak Untuk Majukan Sukoharjo

 

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH beserta Forkopimda dan jajaran para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah serta ratusan masyarakat, pada hari Selasa (7/8) menyaksikan pagelaran seni budaya jawa yaitu wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji menghibur masyarakat Sukoharjo di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo dengan lakon "Bimo Maneges",  Selasa (7/2).

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk tersebut masih dalam rangka memperingati hari lahir ke-72 Kabupaten Sukoharjo tahun ini.

Sebelum pagelaran wayang kulit dimulai, dipersembahkan tari Merak Subal dari sanggar solah bowo pimpinan Christina sri asih handayani yang menggambarkan gerak gerik burung merak, keindahan warna warni bulu merak, tata cara dan gerakan yang lincah ritmis dinamis dan enerjik tergambar dalam tarian ini.

Bupati memberikan arahan dan sambutan, H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam kesempatan itu berharap, dalam rangka mewujudkan pembangunan yang baik di Sukoharjo dibutuhkan kekompakan semua komponen masyarakat untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada. Menurutnya, dengan kekompakan tersebut semua hambatan bisa diatasi sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik.

"Dengan pagelaran wayang kulit ini semoga bisa memberikan hiburan, tontotan sekaligus tuntunan," pesan Bupati.

Pagelaran wayang kulit tersebut diawali dengan penyerahan tokoh wayang "Werkudoro" oleh Bupati Wardoyo pada pada Dalang Ki Anom Suroto.

Dalam kesempatan tersebut juga di berikan piala lomba kejuaraan seni budaya dalam rangka hari lahir ke-72 Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018 yang diadakan sebelumnya. Hadiah lomba diberikan oleh Bupati Sukoharjo yang didampingi oleh Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani, SE, Forkopimda dan Sekretaris Daerah Drs. Agus Santosa.

Hadiah lomba tersebut diberikan kepada Juara 1 dari Sanggar Seni Santi Budaya dari desa Kepuh memperoleh trofi dan uang pembinaan lima Juta Rupiah, kemuadian Juara 2 dari sanggar Wijaya Kusuma dari Desa Grogol Kecamatan Grogol memperoleh trofi dan uang pembinaan  empat juta Rupiah, Juara 3 diperoleh sanggar paseban siwi dari desa Ngdirejo Kartasura dan Juara harapan 1 diraih sanggar kembar budaya dari Gayam Sukoharjo memperoleh uang pembinaan 2,5 Juta Rupiah, Juara Harapan 2 diraih sanggar pametri seni budaya Polokarto dan juara harapan 3 diraih sanggar ireng manis dari desa puhgogor Bendosari.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 


Selasa, 07 Agustus 2018

Wakil Bupati Sukoharjo Buka Rakor Dewan Ketahanan Pangan

Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM mewakili Bupati Sukoharjo, Selasa (07/08) membuka rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Semester I tahun 2018, bertempat di hotel Sarila Sukoharjo.

Rakor ini bertemakan "Mendorong Peran Petani dan Pelaku Usaha Perberasan dalam Optimalisasi Penyerapan Gabah/Beras di Kabupaten Sukoharjo.

Rakor ini bertujuan untuk mengkoordinasikan tercapainya target serapan gabah/beras dan mensinergikan seluruh program lintas sektor terkait pangan untuk memaksimalkan pencapaian target yang telah ditetapkan untuk mewujudkan swasembada Pangan Nasional.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, para ketua dan sekretaris dewan ketahanan pangan,

Anggota Pokja Teknis Dewan Ketahanan Pangan, Anggota Kelompok Kerja Teknis Dewan Ketahanan Pangan, Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM)/ Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM), Rice Mill/Mitra Bulog,  Lumbung Pangan, 12 peserta Koramil serta Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo.

Agenda utama Rakor ini meliputi Pembukaan dan pengarahan oleh Bupati Sukoharjo selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan dilanjutkan Paparan dari  Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini disampaikan oleh Ir. Sadi Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Provinsi Jateng, dilanjutkan Paparan Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo Sriyono, SE, MM dengan judul materi upaya optimalisasi serap gabah/beras di Kabupaten Sukoharjo dan terakhir Paparan dari Kepala Gudang Bulog Sub Divre Surakarta Wisnu Sancoyo dengan mengambil judul mteri Bulog dan Ketahanan Pangan  serta diakhiri dengan diskusi dan seasion paparan materi dimoderatori oleh Uyun Hermawati SH.,MH.

Wakil Bupati dalam sambutannya mengatakan pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa Indonesia mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.

Ditambahkan "Upaya perwujudan penyerapan gabah/beras hasil produksi petani yang maksimal membutuhkan komitmen bersama dari seluruh stakeholder baik lembaga pemerintahan, swasta seperti Gapoktan, pemilik Rie Mill maupun masyarakat, sehingga kegiatan penyerapan gabah petani oleh Bulog tidak menjadi kegiatan yang sesaat tetapi menjadi kegiatan yang berkelanjutan sehingga program Swasembada Beras juga Swasembada produk pertanian lainnya bisa terealisasi. Disinilah peran strategis Dewan Ketahanan Pangan sebagai lembaga koordinasi lintas sektor yang mensinergikan seluruh program lintas sektor terkait pangan untuk memaksimalkan pencapaian target yang telah ditetapkan yang diharapkan mampu memperkuat fungsi koordinasi Dewan Ketahanan Pangan untuk mewujudkan Swasembada Pangan Nasional," jelas Wabup.

Disamping itu Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan Widodo SH.,MH mengharapkan dalam kegiatan Rakor ini adanya masukan dari stakeholder yang hadir terkait penyerapan gabah/beras yang efektif dan efisien serta kesepakatan penyerapan gabah/beras.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Rabu, 01 Agustus 2018

BUPATI SUKOHARJO PIMPIN UPACARA PENGAMBILAN SUMPAH JANJI 146 PNS

SUKOHARJO- Sebagaimana diamanatkan dan ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor  11 Tahun 2017 Tentang Managemen Pegawai Negeri Sipil Pasal 39 ayat 1 yang berbunyi "Setiap Calon Pegawai Negeri Sipil saat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil wajib mengucapkan sumpah/janji.
Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sukoharjo telah melaksanakan kegiatan Sumpah/Janji PNS dan penyerahan keputusan pengangkatan.

Adapun kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu (1/8) bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo. Sumpah/janji PNS diambil langsung oleh Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dihadapan rohaniawan dan dua orang saksi kepada 146 orang PNS yang terdiri dari 126 dari bidan PTT Dinas Kesehatan dan 18 orang dari penyuluh pertanian formasi THL-TB serta 2 orang PNS karena belum diambil sumpah PNS.

Hadir pada acara tersebut antara lain Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda , Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan serta dari Dinas Kesehatan. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penyerahan petikan Surat Keputusan Pengangkatan PNS secara simbolis dan dilanjutkan prosesi pengambilan sumpah/janji PNS oleh Bupati Sukoharjo serta penandatanganan berita acara sumpah/janji PNS secara simbolis.

Bupati berharap kepada para PNS yang baru menerima Keputusan Pengangkatan PNS dan mengangkat sumpah/janji hendaknya selalu merenungi dan meresapi arti maknanya.

" ada 4 hal yang saya minta kepada saudara, antara lain satu melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan dengan penuh pengabdian, loyal, disiplin bertanggung jawab, kedua memberikan pelayanan dengan sebaik baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya, ketiga bekerja dengan disiplin, jujur, tertib, cermat dan bersemangat dan peka terhadap lingkungan sekitar serta selalu mengembangkan pola pikir yang kreatif dan inovatif," pinta Bupati.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)


Pemkab Gelar Sosialisasi Peraturan Tentang Desa

SUKOHARJO - Asisten Tiga Setda Eko Adji Arianto SH.,MM membuka Sosialisasi Perundang-undangan Tentang Desa Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018 bertempat di Pendopo Graha Satya Prja (GSP) Pemkab Sukoharjo, Selasa (31/7).

Dalam sambutannya Asisten Tiga mengatakan, Pemerintah Desa wajib menaati semua peraturan tentang desa sebagai bagian dalam pelaksanaan tugas. Mereka jelas dilarang melakukan apa yang tidak sesuai dengan aturan. Apabila tidak maka sanksi sudah jelas akan diberikan kepada pelaku pelanggaran.

Turunnya Undang Undang Desa membuat pemerintah daerah termasuk Pemkab Sukoharjo membuat aturan turunannya seperti Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup). Aturan tersebut sudah selesai dibuat dan tinggal dijalankan saja.

Dalam sosialisasi ini diharapkan Pemerintah Desa diminta segera melakukan persiapan pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengingat masa jabatan akan habis semua pada September mendatang. Pembentukan BPD baru penting dilakukan karena salah satunya akan menjalankan tugas menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) massal di 126 desa Desember mendatang.

Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Sukoharjo Setyo Aji Nugroho mengatakan Pemdes Pemkab Sukoharjo melakukan sosialisasi sejak awal berkaitan dengan peraturan perundang undangan tentang BPD. Aturan tersebut berupa Peraturan Daerah (Raperda) Nomor 15 Tahun 2017 tentang BPD dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa. Sosialisasi digelar di Pendapa Graha Satya Praja (GSP) Setda Sukoharjo Selasa (31/07/2018).

Kedua aturan tersebut harus sejak dini dipahami Pemerintah Desa khususnya para Kepala Desa sebagai pedoman pembentukan BPD. Di Sukoharjo masa jabatan BPD di 150 desa akan habis serentak pada September mendatang. Pembentukan bersama BPD akan dilaksanakan secara serentak sebagai bagian dari pelaksanaan pemerintahan. Selain itu juga persiapan penyelenggaraan Pilkades massal di 126 desa pada Desember mendatang.

"Sosialisasi ini harapannya pihak desa bisa segera melakukan persiapan pembentukan BPD. Sebab BPD ini sangat penting sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan desa salah satu tugasnya terdekat yakni menyelenggarakan Pilkades massal di 126 desa Desember mendatang," ujar Setyo Aji  Nugroho.

Aji menjelaskan, BPD adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotannya merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis. Pembentukan berupa pengisian BPD dilaksanakan oleh panitia ditetapkan dengan keputusan kepala desa, jumlah panitia paling banyak 11 orang terdiri atas unsur perangkat desa paling banyak tiga orang dan unsur masyarakat paling banyak delapan orang, pemilihan calon anggota BPD paling lambat tiga bulan sebelum masa keanggotaam BPD berakhir.

Peresmian anggota BPD ditetapkan dengan keputusan bupati paling lama 30 hari sejak diterimanya laporan hasil pemilihan anggota BPD dari kepala desa. Keputusan bupati mulai berlaku sejak tanggal pengucapan sumpah dan janji anggota BPD. Masa keanggotaan BPD selama enam tahun terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah janji.

Anggota BPD dapat dipilih untuk masa keanggotaan paling banyak tiga kali secara berturut turut atau tidak secara berturut turut. Pemberhentian anggota BPD karena meninggal dunia, mengundurkan diri dan diberhentikan.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)