Selasa, 31 Juli 2018

WAKIL BUPATI SUKOHARJO HADIRI PENGAJIAN AKBAR TAHUNAN MAJLIS AL HIDAYAH

SUKOHARJO- Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi, SE.,MM beserta rombongan Muspida dan Muspika Kecamatan Grogol menghadiri pengajian Akbar Tahunan Majlis Al- Hidayah bersama Habib jamal Assegaf, Habib Syech assegaf, Buya Soni serta para habaib dan Kyai, Senin (30/7). Ribuan jemaah hanyut dalam gema sholawat kali ini.

Wakil Bupati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukoharjo khususnya jamaah Majlis Al-Hidayah untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta ukhuwah Islamiyah, agar terwujud suasana yang aman, damai dan kondusif khususnya diwilayah Kabupaten Sukoharjo pada khususnya.

"harapan saya, semoga kebersamaan dan sinergitas terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga syiar Islam di Kabupaten Sukoharjo terus dapat terpancar," ungkap Wakil Bupati.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Senin, 30 Juli 2018

KETUA TP PKK KABUPATEN SUKOHARJO BERIKAN MOTIVASI UNTUK ANGGOTA PASKIBRAKA KABUPATEN SUKOHARJO 2018

Anggota Paskibraka Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 Kabupaten Sukoharjo tahun 2018 berjumlah 76 orang yang disaring dari 600 peserta seleksi awal, hal ini seperti diungkapkan Bapak Gunawan Wibisono, S.Sos selaku Ketua Seksi Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73. Seleksi dilakukan dengan ketat agar mendapatkan anggota pasukan terbaik sebagai pengibar bendera saat upacara Detik-detik Proklamasi tanggal 17 Agustus besok.

Bertempat di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah Graha Wijaya Sukoharjo, Senin pagi tanggal 30 Juli 2018 diberikan motivasi bagi anggota Paskibraka Sukoharjo oleh Bunda Etik Suryani Wardoyo Wijaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo dan Ibu Dra. Biyarni, Msi, CH.CHT dari Alfa Trainning Center Surakarta. Motivasi diberikan untuk mempertebal rasa persatuan dan kesatuan serta menanamkan rasa cinta tanah air bagi generasi penerus khususnya anggota Paskibrakab Sukoharjo. Hadir dalam acara itu Ketua Persib Candra Kirana, Wakil Ketua Bhayangkari Sukoharjo dan Ketua DWP Kabupaten Sukoharjo serta orang tua wali dari Anggota Paskibrakab.

Dalam pembekalan mentalnya, Bunda Etik menekankan pentingnya menjaga semangat yang positif dalam diri generasi muda. "Jadilah orang yang mandiri, berprestasi, berprinsip dan tidak gampang terpengaruh lingkungan" pesan Bunda Etik Wardoyo. Karena ditangan generasi muda lah bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Sukoharjo akan dipikulkan tanggungjawab besar. Generasi muda harus mempunyai semangat belajar yang tinggi, tidak mudah putus asa, menghindari narkoba, free sex dan miras.

Ibu Biyarni motivator dari ATC Surakarta menekankan pentingnya kejujuran dalam berfikir dan berperilaku. Untuk tetap hormat kepada orang tua dan guru. Menjaga ibadah dan berbudi pekerti yang baik akan menghantarkan kepada kesuksesan dunia dan akhirat.

Pemberian motivasi dan pembekalan mental ini dilaksanakan untuk menghantarkan generasi muda yang tangguh dan optimis dan cinta tanah air. Demikian penjelasan singkat Kabag Humas dan Protokol Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Yk)

 


Wakil Bupati Hadiri Pembukaan Liga Airsoft Pelajar Tingkat Provinsi Jateng dan DIY Piala Dandim Sukoharjo

SUKOHARJO-  Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM menghadiri pembukaan ajang Liga Airsoft Pelajar tingkat Provinsi Jateng dan DIY Piala Dandim Sukoharjo, Minggu (29/7/2018). Kejuaraan tersebut digelar di Hartono Mall Solobaru, Sukoharjo dan dibuka langsung oleh Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Chandra Ariadi Prakosa.

Menurut Agus Imam Ketua Komite Liga Airsoft Pelajar 2018 melaporkan mengapresiasi Dandim Sukoharjo yang telah mendukung acara tersebut. Liga airsoft, ujar dia, untuk mencari generasi penerus airsoft.

"Kegiatan ini nanti tidak akan berhenti di sini namun akan berjenjang dan berkelanjutan. Liga airsoft menindaklanjuti Instruksi Menpora RI pada 2016 untuk mengembangkan olah raga airsoft," sebut dia.

Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Chandra Ariadi Prakosa, membeberkan airsoft gun diciptakan untuk memenuhi hasrat pecinta senjata untuk pengalaman menembakkan senjata yang relatif aman untuk pengguna individu. Serta pengaplikasian strategi pertempuran dalam permainan perang-perangan dalam suatu komunitas.

Pola permainan airsoft gun ini adalah simulasi militer atau kepolisian, maka peserta juga berusaha untuk berpakaian dengan gaya militer. Penggunaan replika seragam militer ini tidak bermaksud untuk meniru suatu kesatuan militer, namun lebih berkepentingan penyamaran bentuk kamuflase agar tidak mudah dilihat lawan. Aris Arianto

Berikut daftar juara liga tersebut

a. Battle 3 On 3 :

1) Tingkat SMA :

a) Juara 1 : SMA Batik 1 Surakarta.

b) Juara 2 : SMA Al Abidin Surakarta.

c) Juara 3 : SMAN 1 Tawangsari Sukoharjo.

2) Tingkat SMP :

a) Juara 1 : SMPI Al Azhar 26 Yogyakarta.

b) Juara 2 : SMPI Al Azhar 21 Sukoharjo.

c) Juara 3 : SMP Batik Surakarta.

3) Juara Putri dan quot :

a) SMA N 3 Surakarta.

b) SMA Batik 1 Surakarta.

c) SMK Penerbangan Yogyakarta.

b. Tactical Sniper :

1) Tingkat SMA :

a) SMAN 3 Surakarta.

b) SMA Muhamadiyah PK Surakarta.

c) SMAN 3 Surakarta.

2) Tingkat SMP :

a) SMPI Al Abidin Surakarta.

b) SMPI Al Abidin Surakarta.

c) SMP Batik Surakarta.

3) Juara Putri :

a) SMA Batik 1 Surakarta.

b) SMK Penerbangan Yogyakarta.

c) SMA Al Islam Surakarta.

4) Juara Umum :

a) Tingkat SMA : SMAN 1 Tawangsari.

b) Tingkat SMP : SMPI Al Abidin Surakarta.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Sabtu, 28 Juli 2018

Bupati Sukoharjo Berdendang Bareng Via Vallen

Artis dangdut Via Vallen kembali tampil menghibur ribuan masyarakat Sukoharjo. Masih dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-72 yang bekerjasama dengan Yamaha, pada kesempatan ini, Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH menyanyikan lagu "Sewu Kutho" didampingi Hj. Etik Suryani berduet bareng dengan artis dandut Ibukota Via Vallen. Ribuan "Vyanisty" yang datang dari berbagai daerah ikut memeriahkan acara peringatan harlah sukoharjo ke-72 dan launchig exhibition yamaha lexi, Sabtu (28/7).
Lagu "Konco Tresno" membuka penampilan Via Vallen yang kali ini mengenakan kostum sporty dengan kaos warna putih dan juga topi putih.
Usai lagu pertama tersebut, Via lantas menyapa para penggemarnya yang disebut "Vyanisty". Satu persatu poster "Vyanisty" yang dibawa penonton dari berbagai daerah di Solo Raya dibaca oleh Via Vallen. Bahkan, ada juga "Vyanisty" dari Pacitan, Ngawi Jawa Timur.
"Hallo Sukoharjo. Sudah lama ya tidak ketemu. Halo Vyanisty, apa kabar," ujar Via menyapa penggemarnya.
Dalam penampilan kedua di Sukoharjo ini, Via Vallen menyanyikan enam lagu. Lagu kedua sendiri adalah "Pikir Keri". Disusul lagu "Lagi Syantik" dan "Loro Ati". Usai lagu tersebut, Via pun menutup penampilannya di Alun-Alun Sukoharjo dengan lagu yang mengantarnya ke puncak ketenaran, yakni lagu "Sayang". Sebelum turun panggung, Via menyempatkan diri foto "selfie" menggunakan handphone penonton. Penampilan Via Vallen selama sekitar 45 menit tersebut . Via sendiri pernah tampil di tempat yang sama tahun lalu dalam event serupa, Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-71 lalu.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum(Tj)

Kamis, 26 Juli 2018

Menteri Koperasi dan UKM RI Membuka Sarasehan Nasional Perkoperasian di Sukoharjo

Dalam rangka rangkaian peringatan kegiatan Hari Koperasi ke-71 Tingkat Kabupaten Sukoharjo diadakan Sarasehan Nasional Perkoperasian Menteri Koperasi Dan UKM dan Bupati Sukoharjo dengan Gerakan Koperasi se-Kabupaten Sukoharjo, bertempat di Hotel Best Western Solo Baru Sukoharjo, Kamis (26/7).

Turut hadir Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga bertindak sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara, Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM. tampak hadir pula Ibu Bintang Puspayoga, , Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo selaku Pembina Koperasi Bunda Hj. Etik Suryani, SE, Forkopimda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng Dra. Ema Rahmawati, M.Hum, Kepala Bank Pengelola KUR serta narasumber pakar koperasi dari LPPM UNS Surakarta Prof. Ir Endang Siti Rahayu, MS  dengan moderator Kunto Adi, SP, MP dari LPPM UNS.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sukoharjo Sutarmo, SE., M.Pd selaku penyelenggara melaporkan kegiatan sarasehan nasional dengan Menkop UKM dan Bupati Sukoharjo ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka hari Koperasi ke-71 Kabupaten Sukoharjo dan bertujuan sebagai forum untuk menampung aspirasi dari Gerakan Koperasi dalam menciptakan iklim dan kondisi yang medorong pertumbuhan serta pemasyarakatan koperasi,"jelasnya.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan secara penuh oleh Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM, menyampaikan apresiasi serta mengucapkan selamat datang kepada Menkop UKM serta menyampaikan, dengan terbitnya SK Menkop dan UKM RI tentang pembubaran koperasi, jumlah koperasi Sukoharjo tinggal 429. Jumlah itu berkurang dari sebelumnya 804 unit koperasi karena 375 koperasi yang tidak aktif telah dibubarkan.

"kondisi perkoperasian di Kabupaten Sukoharjo secara kuantitatif terjadi penurunan, hal ini disebabkan terbitnya SK Menkop UKM RI, dari 429 koperasi yang masih aktif, memiliki anggota sebanyak 115.224 orang dan memiliki modal sendiri Rp300 miliar, omzet Rp500 miliar dan menghasilan SHU Rp24,19 miliar rupiah," jelas H.Purwadi saat membacakan sambutan tertulis Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH.

Disisi lain, untuk jumlah UMKM sendiri mencapai 18.592 unit yang terdiri dari skala mikro 12.934 unit, skala kecil 5.045, dan skala menengah 613 unit. Total aset UMKM mencapai  Rp1,24 triliun rupiah dengan omzet mencapai Rp3,4 triliun. Dikatakan H. Purwadi, selama ini pemkab Sukoharjo telah memberikan dukungan besar dalam hal pemberdayaan koperasi dan UMKM. Yang terbaru adalah memprakarsasi terbentuknya 167 koperasi baru (Program Keluarga Harapan) berbasis perempuan. Tiap-tiap koperasi mendapat bantuan berupa hibah modal kerja Rp12 juta. Nilai total bantuan mencapai Rp2,1 miliar Rupiah. Bantuan serupa berupa modal kerja koperasi juga telah digulirkan sejak 2016 dan terus berlanjut hingga disediakannya gedung baru yang cukup megah dan siap mendukung PLUT atau pusat layanan usaha terpadu Koperasi dan UMKM Mandiri di Gedung P3D atau pusat promosi potensi daerah Graha Wijaya, "jelasnya.

Bupati menegaskan seluruh Gerakan Koperasi di Kabupaten Sukoharjo, baik yang produsen, konsumen, jasa maupun simpan pinjam untuk terus bergerak menjadi usaha yang moden tanpa meninggalkan jati diri Koperasi sebagai kelompok usaha serta menjalankan nilai nilai dan prinsip Koperasi secara konsisten dan saya ingin Gerakan Koperasi mengedepankan pendidikan dan pelatihan perkoperasian berkelanjutan,"tambah Bupati dalam sambutannya.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga menjadi keynote speaker dalam Sarasehan Nasional Perkoperasian kali ini,  dengan materi "kebijakan Pemerintah Pusat Kementrian Koperasi dan UKM RI terhadap Koperasi".

Kemenkop UKM menegaskan visi Presiden Jokowi adalah pertumbuhan ekonomi harus diikuti oleh pemerataan kesejahteraan masyarakat. "Pertumbuhan tidak boleh dinikmati segelintir orang, harus memberikan pemerataan kepada masyarakat," tegasnya.

Dengan begitu, koperasi bermanfaat bagi anggota dan masyarakat, serta berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, pemerataan pendapatan, dan mengurangi ketimpangan ekonomi.

"Agar reformasi total ini berjalan, ada tiga langkah yang terus kami perkuat yakni reorientasi koperasi, rehabilitasi koperasi,  dan pengembangan koperasi," jelas Menkop UKM.

"Untuk peningkatan ekonomi dan pemeratakan kesejahteraan masyarakat, salah satu solusinya adalah dengan pemberdayaan koperasi," ujar Menkop.

Saat ini, ujarnya, pemerintah tengah menggalakkan gerakan reformasi total koperasi. Ada tiga langkah yang dilakukan. Masing-masing reorientasi koperasi, rehabilitasi koperasi dan pengembangan koperasi. Reorientasi koperasi salah satunya dengan pembubaran koperasi yang tidak aktif. "Jangan asal banyak koperasi tapi tidak aktif. Saat ini orientasinya bukan lagi kuantitas, tapi kualitas koperasi," tandasnya.

Untuk rehabilitasi koperasi sendiri, pemerintah melakukan perbaikan database koperasi. Sebelumnya, data koperasi di Indonesia mencapai 200 ribu lebih. Saat ini, database koperasi mencapai 80 ribu yang sehat. Selain itu, sebanyak 75 ribu koperasi tengah dibina. Pembinaan dilakukan oleh kepala daerah baik gubernur, bupati/walikota.

"Hingga saat ini sudah sekitar 50 ribu koperasi yang dibubarkan karena tidak aktif. Yang 75 ribu itu juga bisa dibubarkan kalau tidak bisa dibina," ujarnya.

Diakhir acara Deputi kelembagaan Kemenkop UKM RI didampingi Wakil Bupati Sukoharjo dan Forkopimda menyerahkan berbagai macam jenis program strategis Kemenkop UKM RI kepada penerima KUR dari BRI, Bank mandiri, BNI, BRI Syariah dan BPD jateng masing masing 2 debitur, diserahkan pula bantuan hibah wirausaha pemula kepada Tri Joko Nugroho dari Tawangsari peternak bebek sebesar 10 juta dan Sutarno desa Kemasan Polokarto Peternak lele sebesar 11 juta , diserahkan pula Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada Muhammad Sonny Susanto Purbayan Baki Hak Merk UMKM baju muslimah "naekhansa", dari Mertan Bendosari Fery Kurniawan hak cipta batik "pos burung", serta Putut Lestya Adi dari Banaran Grogol pemegang hak cipta seni motif "ati kayu latar parang barong" , dan pembiayaan KUKM Lembaga pengelola dana bergulir (LPDB) diberikan kepada BMT Fadhilah Sentosa.  

Seperti diketahui sebelumnya, Prestasi kembali diraih dalam bidang Perkoperasian Kabupaten Sukoharjo. Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH meraih penghargaaan berupa tanda jasa dan kehormatan Bakti Koperasi Tahun 2018. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan dalam acara Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-71 di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (12/07). Dalam acara tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Demikian informasi yang diberikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

 

 

 


Menteri Koperasi dan UKM RI Membuka Sarasehan Nasional Perkoperasian di Sukoharjo

Dalam rangka rangkaian peringatan kegiatan Hari Koperasi ke-71 Tingkat Kabupaten Sukoharjo diadakan Sarasehan Nasional Perkoperasian Menteri Koperasi Dan UKM dan Bupati Sukoharjo dengan Gerakan Koperasi se-Kabupaten Sukoharjo, bertempat di Hotel Best Western Solo Baru Sukoharjo, Kamis (26/7).

Turut hadir Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga bertindak sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara, Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM. tampak hadir pula Ibu Bintang Puspayoga, , Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo selaku Pembina Koperasi Bunda Hj. Etik Suryani, SE, Forkopimda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng Dra. Ema Rahmawati, M.Hum, Kepala Bank Pengelola KUR serta narasumber pakar koperasi dari LPPM UNS Surakarta Prof. Ir Endang Siti Rahayu, MS  dengan moderator Kunto Adi, SP, MP dari LPPM UNS.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sukoharjo Sutarmo, SE., M.Pd selaku penyelenggara melaporkan kegiatan sarasehan nasional dengan Menkop UKM dan Bupati Sukoharjo ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka hari Koperasi ke-71 Kabupaten Sukoharjo dan bertujuan sebagai forum untuk menampung aspirasi dari Gerakan Koperasi dalam menciptakan iklim dan kondisi yang medorong pertumbuhan serta pemasyarakatan koperasi,"jelasnya.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan secara penuh oleh Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM, menyampaikan apresiasi serta mengucapkan selamat datang kepada Menkop UKM serta menyampaikan, dengan terbitnya SK Menkop dan UKM RI tentang pembubaran koperasi, jumlah koperasi Sukoharjo tinggal 429. Jumlah itu berkurang dari sebelumnya 804 unit koperasi karena 375 koperasi yang tidak aktif telah dibubarkan.

"kondisi perkoperasian di Kabupaten Sukoharjo secara kuantitatif terjadi penurunan, hal ini disebabkan terbitnya SK Menkop UKM RI, dari 429 koperasi yang masih aktif, memiliki anggota sebanyak 115.224 orang dan memiliki modal sendiri Rp300 miliar, omzet Rp500 miliar dan menghasilan SHU Rp24,19 miliar rupiah," jelas H.Purwadi saat membacakan sambutan tertulis Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH.

Disisi lain, untuk jumlah UMKM sendiri mencapai 18.592 unit yang terdiri dari skala mikro 12.934 unit, skala kecil 5.045, dan skala menengah 613 unit. Total aset UMKM mencapai  Rp1,24 triliun rupiah dengan omzet mencapai Rp3,4 triliun. Dikatakan H. Purwadi, selama ini pemkab Sukoharjo telah memberikan dukungan besar dalam hal pemberdayaan koperasi dan UMKM. Yang terbaru adalah memprakarsasi terbentuknya 167 koperasi baru (Program Keluarga Harapan) berbasis perempuan. Tiap-tiap koperasi mendapat bantuan berupa hibah modal kerja Rp12 juta. Nilai total bantuan mencapai Rp2,1 miliar Rupiah. Bantuan serupa berupa modal kerja koperasi juga telah digulirkan sejak 2016 dan terus berlanjut hingga disediakannya gedung baru yang cukup megah dan siap mendukung PLUT atau pusat layanan usaha terpadu Koperasi dan UMKM Mandiri di Gedung P3D atau pusat promosi potensi daerah Graha Wijaya, "jelasnya.

Bupati menegaskan seluruh Gerakan Koperasi di Kabupaten Sukoharjo, baik yang produsen, konsumen, jasa maupun simpan pinjam untuk terus bergerak menjadi usaha yang moden tanpa meninggalkan jati diri Koperasi sebagai kelompok usaha serta menjalankan nilai nilai dan prinsip Koperasi secara konsisten dan saya ingin Gerakan Koperasi mengedepankan pendidikan dan pelatihan perkoperasian berkelanjutan,"tambah Bupati dalam sambutannya.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga menjadi keynote speaker dalam Sarasehan Nasional Perkoperasian kali ini,  dengan materi "kebijakan Pemerintah Pusat Kementrian Koperasi dan UKM RI terhadap Koperasi".

Kemenkop UKM menegaskan visi Presiden Jokowi adalah pertumbuhan ekonomi harus diikuti oleh pemerataan kesejahteraan masyarakat. "Pertumbuhan tidak boleh dinikmati segelintir orang, harus memberikan pemerataan kepada masyarakat," tegasnya.

Dengan begitu, koperasi bermanfaat bagi anggota dan masyarakat, serta berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, pemerataan pendapatan, dan mengurangi ketimpangan ekonomi.

"Agar reformasi total ini berjalan, ada tiga langkah yang terus kami perkuat yakni reorientasi koperasi, rehabilitasi koperasi,  dan pengembangan koperasi," jelas Menkop UKM.

"Untuk peningkatan ekonomi dan pemeratakan kesejahteraan masyarakat, salah satu solusinya adalah dengan pemberdayaan koperasi," ujar Menkop.

Saat ini, ujarnya, pemerintah tengah menggalakkan gerakan reformasi total koperasi. Ada tiga langkah yang dilakukan. Masing-masing reorientasi koperasi, rehabilitasi koperasi dan pengembangan koperasi. Reorientasi koperasi salah satunya dengan pembubaran koperasi yang tidak aktif. "Jangan asal banyak koperasi tapi tidak aktif. Saat ini orientasinya bukan lagi kuantitas, tapi kualitas koperasi," tandasnya.

Untuk rehabilitasi koperasi sendiri, pemerintah melakukan perbaikan database koperasi. Sebelumnya, data koperasi di Indonesia mencapai 200 ribu lebih. Saat ini, database koperasi mencapai 80 ribu yang sehat. Selain itu, sebanyak 75 ribu koperasi tengah dibina. Pembinaan dilakukan oleh kepala daerah baik gubernur, bupati/walikota.

"Hingga saat ini sudah sekitar 50 ribu koperasi yang dibubarkan karena tidak aktif. Yang 75 ribu itu juga bisa dibubarkan kalau tidak bisa dibina," ujarnya.

Diakhir acara turut

Seperti diketahui sebelumnya, Prestasi kembali diraih dalam bidang Perkoperasian Kabupaten Sukoharjo. Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH meraih penghargaaan berupa tanda jasa dan kehormatan Bakti Koperasi Tahun 2018. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan dalam acara Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-71 di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (12/07). Dalam acara tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Demikian informasi yang diberikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

 

 


Rabu, 25 Juli 2018

Harganas ke-25, Kabupaten Sukoharjo Borong Empat Penghargaan

Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke XXV  Tahun 2018 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Lapangan Alun-Alun Kabupaten Purworejo, Rabu (25/7). Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo berhasil memboyong pulang empat penghargaan sekaligus di ajang tersebut.

Penghargaan itu kesemuanya memiliki kaitan dengan ketahanan keluarga,  diantaranya Juara Pertama Lomba Kampung KB Tingkat Provinsi Jawa Tengah diraih Dusun Kedung Batang Desa Ngasinan Kecamatan Bulu, Juara Nasional Lomba KB Perusahaan, Juara Terbaik II Lomba Bina Keluarga Balita (BKB) Holistik Integratif Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Juara Harapan II Lomba Majalah Dinding Generasi Berencana (Genre) Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H.,M.I.P didampingi Ketua TP. PKK Provinsi Jawa Tengah Hj. Atikoh Ganjar Pranowo  kepada Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani, SE.

Turut hadir Plt. Kepala BKKBN RI, Bupati Walikota Se-Jawa Tengah beserta Ketua TP PKK Kabupaten, Kepala Perwakilan BKKBN  Prov. Jawa Tengah beserta tamu undangan lainnya.

Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo,S.H.,M.I.P. menyampaikan tentang apa yang dimaksud dengan keluarga adalah yang bisa melaksanakan dari 8 fungsi keluarga yakni fungsi Agama, Sosial Budaya, Cinta dan Kasih Sayang, Perlindungan, Reproduksi, Sosialisasi dan pendidikan, Ekonomi, dan Lingkungan. dan himbauan untuk tidak menuntut anak sesuai dengan keinginan orang tua tapi biarkan anak mengembangkan diri dan menjadi jati dirinya sendiri dengan pengawasan dan pemberian kasih sayang dari orang tua dan membekali dengan tata krama, sopan santun dan budi pekerti baik.

Sedangkan pada sambutan PLT Kepala BKKBN Pusat, dr. Sigit Priohutomo, MPH menyampaikan untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera harus dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan. Dan dilanjutkan dengan pembinaan di Keluarga maupun lingkungan sekolah maupun dimasyarakat agar anak hidupnya terencana dengan baik, serta keluarga menjadi keluarga sehat, sejahtera, kuat pendiriannya untuk menghadapi masa depan, serta agar membangun komunikasi dalam keluarga yang baik.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

 


Selasa, 24 Juli 2018

Mantap, untuk Ketiga Kalinya Pemkab Sukoharjo Raih Penghargaan KLA Kategori Pratama

SUKOHARJO- Pemkab Sukoharjo kembali menorehkan prestasi istimewa tahun 2018 pada bidang Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan Pemberdyaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP.3A). Yakni, berhasil lagi meraih penghargaan kabupaten / kota layak anak (KLA) untuk kategori pratama.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI  Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, MA menyerahkan Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Pratama kepada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yang diwakili oleh Wakil Bupati Sukoharjo  H. Purwadi SE, MM di Hall Dyandra Convention Center Surabaya, Senin (23/7).

Kabid Kesejahteraan dan Perlindungan Anak DPPKBP3A Sukoharjo Sunarto menjelaskan dalam rilisnya, Bagi Kabupaten Sukoharjo, penghargaan KLA untuk kali ketiga. Sebelumnya di tahun 2015,  2017 dan Tahun 2018 penghargaan ini juga diterima oleh Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Sunarto, penyelenggaraan penilaian dilakukan Kementerian PPPA setiap dua tahun sekali dan kali ini penilaian KLA didasarkan pada 5 (lima) pengelompokan (cluster), 24 indikator dan 760 pertanyaan.

"untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari tim penilai KLA tersebut, dibentuk Gugus Tugas yang diketuai Bappellbangda dan sekretariatnya dari DPPKB3A yang melibatkan seluruh OPD terkait dan stekholder lainnya termasuk wirausaha swasta,"jelasnya.

Ditambahkannya clustering pemenuhan hak anak ada 5 pengelompokan yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan waktu luang budaya dan rekreasi serta perlindungan khusus," imbuh Sunarto dalam rilisnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


HADIRI PANEN POLA INTEGRATED FARMING, BUPATI SUKOHARJO SERAHKAN BANTUAN ALSINTAN

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH,MH bersama Forkopimda melaksanakan Tanam Padi, Panen Padi, dan Panen Ikan serta secara simbolis menyerahkan bantuan alat mesin pertanian di hamparan sawah kelompok tani Subur Mulyo  desa Jagan, Kecamatan Bendosari, pada lokasi Demonstrasi Plot Kodim 0726 Sukoharjo bekerjasama dengan PT. Petrokimia Gresik dan pemrakarsa Ir. Heri Sunarto,  Selasa (24/7).

Menurut laporan Ketua Penyelenggara,  Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Ir. Netty Harjianti, kegiatan ini bermaksud mensosialisasikan hasil Demonstrasi Plot penanaman padi yang diintegrasikan, dengan Budidaya ikan dalam kolam dan usaha ternak.

"tujuan kegiatan ini adalah memberikan contoh model integrated farming, yang mampu meningkatkann produktifitas padi dan efisiensi biaya produksi padi serta meningkatkan mutu hasil. Dem Plot ini ditanami padi varietas Pandan Wangi, produktifitas padi dapat mencapai 92,16 ku/ha GKP atau 79,27 Ku/Ha GKG berarti lebih tinggi 7,3 Ku/ha dibandingkan rata-rata produktifitas padi di Kabupaten Sukoharjo saat ini. Untuk budidaya ikan kolam terpal bundar dengan penebran 2.000 ekor lele menghasilkan produksi sebanyak 8.800 Kg/siklus atau 26.400 Kg per tahun. Budidaya ikan nila konsumsi menggunakan kolam permanen persegi dengan kapsitas 125 ekor per kolam menghasilkan produksi ikan nila sebanyak 2.250 Kg/siklus.," jelasnya.

Dandim 0726/Skh Letkol Inf Candra Ariyadi Prakosa S.I.P M.Tr (Han) dalam sambutannya pertama mengapresiasi atas terlaksananya program panen raya padi Demplot Kodim 0726/Skh tahap I tahun 2018. Demplot pertanian Kodim 0726/Skh seluas 1 Ha merupakan program dan perintah dari Satuan Komando Atas yaitu Mabes TNI AD, atas penyelenggaran pembinaan ketahanan pangan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta meningkatkan ketersediaan logistik," jelas Dandim dalam pidato sambutannya.

Ditambahkannya " Kodim 0726/Skh, setelah melakukan observasi dan seleksi, akhirnya mendapatkan lahan pertanian seluas 1 Ha milik petani Ir. Heri Sunarto untuk dipilih, semula lahan ini exstrem artinya tanpa pengairan irigasi atau tadah hujan dan hanya menggunakan serta mengandalkan pengairan sumur bor saja, dan panen hanya 1-2 kali dalam setahun. Dengan sistem pertanian Integrated Farming atau perpaduan lahan pertanian bisa menghasilkan produksi perpaduan hasil padi, ikan, ayam, yang mana sistem limbah ternak dapat digunakan sebagai pupuk kesuburan tanah sehingga dapat mengurangi penggunaan sejumlah pupuk lainnya dan sekarang bisa panen mencapai 3-4 kali dalam setahun dengan lahan potensial seluas kurang lebih 200 Hektar di desa jagan ini,"jelas Dandim.

Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan alat mesin pertanian dari Direktorat Jenderal Prasaranan dan sarana Pertanian Kementerian Pertanian Repubik Indonesia berupa 10 Tranplanter, 30 Traktor Roda Dua, 25 unit pompa air dan 50 unit Hand Sprayer Elektrik.

Bupati berharap bantuan bantuan tersebut dapat menambah semangat petani, dapat mempertahankan bahkan meningkatkan hasil produksi pertanian dan berharap pula model pertanian terpadu ini agar dikembangkan di lahan-lahan tadah hujan lainnya didukung oleh Pemerintah Desa untuk mengalokasikan sebagian Anggaran Desa.

Selain itu Bupati mengucapkan terima kasih kepada Komandan Kodim 0726 Sukoharjo beserta jajarannya yang telah melaksanakan pendampingan kepada para petani sehingga Kabupaten Sukoharjo menjadi Kabupaten yang produktif dalam bidang pangan dan berdaulat pangan.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Jumat, 20 Juli 2018

Pemkab Sukoharjo Peringati Hari Koperasi Ke-71

SUKOHARJO–  Dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-71 tahun 2018 ini, Pemkab Sukoharjo menggelar Upacara, Jum'at (20/7) di halaman Setda Pemkab Sukoharjo. Upacara ini merupakan rangkaian peringatan ‎ke-71 Hari Koperasi Nasional yang jatuh tiap tanggal 12 Juli, yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sukoharjo bekerjasama dengan Dekopinda Kabupaten Sukoharjo.

Turut hadir  Forkopimda, Ketua TP.PKK Kabupaten Sukoharjo, staf ahli , Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan diikuti oleh para peserta dari KPRI 12 Kecamatan, Disdagkop UKM,KSP dan siswa SMA, SMK Negeri dan Swasta.

Tema Hari Koperasi (Harkop) ke-71 tahun 2018 adalah "Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional". Hal ini semakin membangkitkan kepercayaan masyarakat untuk memanfaatkan Koperasi sebagai instrumen Pemberdayaan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan pengentasan rakyat dari kemiskinan.

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH.,MH selaku Pembina Upacara memimpin Upacara hari Koperasi yang Ke-71 di lingkup Pemda Sukoharjo dihadiri Forkopimda dan sejumlah pejabat lainnya.

dalam membacakan sambutan tertulis Gubernur Jawa Tengah, mengatakan pertumbuhan usaha koperasi secara nasional berdasarkan data Kemenkop dan UKM sampai tahun 2017 menunjukkan bahwa koperasi dalam berusaha mempunyai modal sendiri sebesar Rp 89,2 triliun, modal dari luar Rp 82,9 triliun, sehingga total modal koperasi Rp 172,2 triliun dengan volume usaha Rp 178,5 triliun dan mengumpulkan sisa hasil usaha Rp 6,08 triliun.

Secara kelembagaan pertumbuhan jumlah koperasi tahun 2017 sebesar 208.619 koperasi dan sebanyak 56.229 (26,95%) koperasi tidak aktif atau sebanyak 152.390 (73,05%) koperasi aktif.

"Data dari Kemenkop ini menarik, sebab Indonesia mempunyai jumlah koperasi terbanyak di dunia. Hebatnya jumlah anggota perorangan koperasi sebanyak 26.661.594 orang atau 11% dari jumlah penduduk Indonesia," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Sukoharjo.

Lebih lanjut, Gubernur Ganjar mengungkapkan untuk di Jawa Tengah koperasi sebanyak 25.906 koperasi, dengan jumlah anggota 8.221.627 orang. Volume usaha koperasi Jawa Tengah mendapat Rp 61,66 triliun, dengan total aset mencapai Rp 65,66 triliun. "Secara sosial jumlah koperasi dan anggota merupakan kekuatan yang sangat besar jika pembangunan ekonomi didasarkan pada prinsip ekonomi gotong-royong dan menempatkan anggota koperasi sebagai pemilik sekaligus pengguna usaha koperasi," imbuh Gubernur.

Selesai upacara, Bupati menyerahkan Piala dan Piagam penghargaan serta uang pembinaan kepada koperasi tertib administrasi dan juara lomba koor mars koperasi  dengan hasil Juara I, KPRI Ngudi Rahayu Kecamatan Grogol, Juara II, KPRI Giat Kecamatan Sukoharjo dan Juara III, KPRI Serba Usaha III Kecamatan Kartasura. Juara Harapan I diraih KPRI Rejeki Bendosari dan Juara Harapan II diraih KPRI serba Usaha II Nguter. Lomba Administrasi dan Kepatuhan Koperasi se Kabupaten Sukoharjo dengan hasil Kategori KSP/USP Konvensional diraih KSP Sekar Surya, Mandan Sukoharjo, Kategori KSPPS/USPPS Syariah diraih KSPPS BMT Akbar, Kateguhan, Tawangsari, Kategori KPRI/TNI, Polri diraih KPPS PRIMKOP Tribuana II, Kopassus Group 2 Kartasura, Kategori KOPWAN diraih Koperasi Wanita Pandega, Kartasura dan Kategori KSP PKH diraih KSP PKHPuron Wijaya dan Kopkar diraih Tyfountex.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)


 

 

 

 

 



Senin, 16 Juli 2018

Bupati Sukoharjo Lantik 364 Pejabat Fungsional, Struktural dan Kepala Sekolah

SUKOHARJO_- Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH mengambil sumpah para pejabat baru pada acara Acara Pengambilan Sumpah/janji dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat administrasi, kepala puskesmas, kepala sekolah dan pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Sukoharjo di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Senin (16/7).

Sebanyak 364 pejabat struktural, fungsional dan kepala sekolah diambil sumpah dan janjinya oleh Bupati. Dari 364 pejabat tersebut, salah satunya adalah pejabat eselon II yakni Sukito yang dilantik menjadi Asisten 1 Sekda.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), 364 pejabat yang dilantik terdiri satu pejabat eselon II, 30 pejabat eselon III, 102 pejabat eselon IVa, 35 pejabat eselon IVb, 12 kepala Puskesmas, 5 Kepala Sekolah SMP, 160 Kepala SD, 1 pamong belajar, dan 18 jabatan fungsional.

"Jumlah totalnya 364 pejabat, baik struktural, fungsional maupun kepala sekolah. Pelantikan ini juga dalam rangka penataan setelah penghapusan UPTD sesuai Permendagri," jelas Kepala BKPP Sukoharjo Joko Triyono SH.,MH.

Hal senada diungkapkan Bupati yang mengatakan pelantikan tersebut merupakan tindak dari Permendagri No 12 Tahun 2017 yang mengamanatkan eksistensi organisasi dengan melakukan pelayanan akses khusus untuk pengisian jabatan eselon 2 melibatkan panitia seleksi dan eksternal, dan pengambilan sumpah dan janji pelantikan pejabat fungsional sesuai dengan ketentuan pasal 87 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri.

Bupati berpesan untuk segera menyesuaikan diri kepada instansi masing-masing guna mempercepat pelayanan program dan kegiatan sehingga dapat berjalan dengan tatanan waktu yang telah ditentukan,"harap Bupati.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


RANGKAIAN KEGIATAN HARLAH KE -72 KABUPATEN SUKOHARJO

Dalam rangka memperingati  Hari lahir kabupaten Sukoharjo ke-72 tahun 2018 dilaksanakan serangkaian kegiatan. Dengan mengambil tema "Dengan peringatan Hari Lahir ke - 72 Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018, Kita Tingkatkan profesionalisme, gotong-royong, menjunjung tinggi demokrasi dan religius".

Rangkaian kegiatan Hari Lahir ke-72 didahului dengan adanya gerakan kebersihan, keindahan dan artistik (gebiar) Sukoharjo dengan mengadakan lomba kebersihan, pengecetan gapura, serta pemeliharaan penerangan jalan umum. Dilanjutkan dengan  ziarah, tabur bunga ke taman makam pahlawan dan anjangsana ke rumah mantan Bupati pertama KRT. Soewarno Honggopati Tjitro Hoepoyo yang diterima oleh Ibu Karsinah  putra Bupati Sukoharjo pertama, dan dilaksanakan pula upacara   Jumat (13/7).

Ziarah ke Makam Hastana Kendaran Desa Kagokan yang merupakan  makam Gubernur Jawa Tengah R. Soekardji Mangoenkoesoemo dan  disemayamkan pula Mantan Gubernur ke tiga Jateng R. Soekardji Mangoenkoesoemo, yang dipimpin Sekda Kabupaten Sukoharjo Drs. Agus Santosa. Di TMP Kusuma Bhakti selaku inspektur upacara Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM. Upacara penghormatan, pembacaan doa dan tabur bunga merupakan acara inti rangkaian kegiatan ziarah.

Tirakatan Harlah dilaksanakan pada hari sabtu 14 juli 2018 bertempat di Pendopo Graha Satya Praja Setda Kabupaten Sukoharjo. Ketua Panitia Penyelenggara malam tirakatan Joko Indrianto S.Sos mengapresiasi dan melaporkan seluruh rangkaian kegiatan.

Kirab Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke 72 yang digelar, Minggu (15/07/2018), dimeriahkan oleh Drumband Cendrawasih dari Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.

Kirab yang digelar, dengan berjalan kaki dari halaman Pemkab Sukoharjo menuju rumah Dinas Bupati Sukoharjo. Peserta Kirab sendiri menggenakan Busana Jawa untuk mengiringi dokumen Petikan PP 16/SD/1946 tentang lahirnya Kabupaten Sukoharjo.

Selama proses Kirab berlangsung, Jalan Jenderal Sudirman dipenuhi warga Sukoharjo yang ingin menyaksikan jalannya Kirab, apalagi dimeriahkan oleh ratusan siswa taruna Akpol yang tergabung dalam Drumband corp Pelopor Cendrawasih.

 

Dalam kirab ini, Drumband Akpol mengikuti jalannya kirab. Selama melintasi jalan Sudirman, Drumband Akpol ini menunjukkan atau menampilkan beberapa aktraksi maupun lagu yang disajikan kepada warga sukoharjo yang menyaksikan.

Di depan panggung kehormatan di depan rumah dinas bupati. Drumband Akpol tersebut beratraksi di depan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Wakil Bupati Purwadi dan pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi maupun Dandim 0726 Sukoharjo.

Sebelum meninggalkan lokasi didepan panggung kehormatan untuk melaksanakan sidang paripurna istimewa DPRD di gedung paripurna DPRD Kabupaten Sukoharjo, Peserta Drumband Akpol yang menyajikan tarian, mengajak Bupati maupun Forkompimda untuk turun dari panggung dan bergabung. Suasana pun semakin meriah. Rangkaian prosesi Harlah ke 72 diakhiri dengan malam resepsi dan pemberian hadiah-hadiah lomba dalam rangkaian Harlah. Direncanakan pula dilaksanakan gelar potensi daerah pada tanggal 24-26  Agustus 2018 dan direncanakan akhir bulan juli ini, artis dandut via vallen akan hadir di Sukoharjo untuk ikut memeriahkan Harlah Kabupaten Sukoharjo ke-72.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum.(Tj)

 

 

 

 

 

 

 


Jumat, 13 Juli 2018

Bagian Humas Pemkab Grobogan Lakukan Kunker ke Humas dan Protokol Pemkab Sukoharjo

Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan melaksanakan kunjungan kerja (kunker)  Kegiatan Orientasi Bidang Kehumasan dan Keprotokolan ke Kabupaten Sukoharjo, Jumat (13/7).

Rombongan disambut Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum bersama jajaran di ruang Graha Satya Karya (GSK) Pemkab Sukoharjo.

Kabag Humas Sekda Kabupaten Grobogan, Ayong Muchtarom  mengatakan tujuan kunjungan ini adalah untuk ajang silturahmi dan membandingkan pelaksanaan penyelenggaraan tugas pemerintahan dan studi komparansi di bidang hubungan masyarakat dan keprotokolan di lingkungan Pemkab Sukoharjo .

"Kunker ini juga dalam rangka peningkatan kapabilitas aparatur penyelenggara tugas pemerintahan di bidang hubungan masyarakat dan protokol, disamping itu ingin mendapat informasi lebih kaitan penerapan kerjasama humas dengan media masa, dan kaitannya keprotokolan," ungkap Ayong.

Sedangkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Joko Nurhadiyanto

mengatakan kunjungan kerja yang dilakukan Bagian Humas Pemkab Grobogogan merupakan suatu kehormatan bagi Bagian Humas Pemkab Sukoharjo.

Joko EN sependapat, saling tukar menukar informasi bagaimana mengelola kehumasan merupakan cara yang tepat agar informasi yang diterima tidak bias atau menjadi multi persepsi.

Acara Kunker Bagian Humas Setda Kabupaten Grobogan dalam rangka kegiatan orientasi bidang kehumasan dan keprotokolan ke Kabupaten Sukoharjo ini diakhiri dengan tukar menukar pelakat dan foto bersama. (Tj)

 

 

 


Kamis, 12 Juli 2018

Bupati Sukoharjo Raih Penghargaan Bakti Koperasi 2018

​​​​​​​​

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH,MH, kembali meraih penghargaan. Kali ini, Bupati menerima penghargaaan berupa tanda jasa dan kehormatan Bakti Koperasi Tahun 2018 dalam rangka Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-71 di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (12/07), acara Hari Koperasi Nasional dihadiri oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo.

Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga memberikan penghargaan Bakti Koperasi 2018 kepada Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dan disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo.

Penyerahan tanda jasa  dan kehormatan  Bakti Koperasi Tahun 2018 adalah  motivasi dan meningkatkan peran serta Pejabat negara  dalam pengembangan dan pembinaan koperasi dan usaha kecil menengah  sebagaimana yang diamanatkan peraturan Menteri Koperasi, Usaha kecil Dan Menengah Republik Indonesia.

Dalam keterangannya, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sukoharjo Sutarmo, SE., M.Pd menjelaskan kebijakan Bupati yang terus mendorong tumbuh berkembangnya koperasi dan UKM di Kabupaten Sukoharjo sebagai dasar diberikannya penghargaan Bakti Koperasi.

"kebijakan mendorong tumbuh kembangnya UMKM di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 19.804 unit dengan total aset UMKM 1,2 trilyun dan omzet mencapai 3,4 trilyun,"jelas Sutarmo.

Selain itu dijelaskan pula, dengan kebijakannya, Bupati membentuk KSP PKH sejumlah 167 koperasi dan masing masing mendapat hibah Rp 10 juta sebagai modal awal dan Rp 2 juta sebagai modal usaha serta Pemkab Sukoharjo memberikan bantuan hibah modal kerja kepada koperasi dan UMKM sebesar Rp 851 juta dan pada akhir tahun 2017 Pemkab Sukoharjo membangun gedung baru guna mendukung Program Pelayanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM Mandiri juga sebagai sarana pusat promosi produk daerah," tambahnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)