Kamis, 30 November 2017

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkab Sukoharjo Gelar Lomba

 

SUKOHARJO – Pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling asasi, hal ini menuntut ketersediaan pangan bagi masyarakat harus selalu terjamin, untuk itu pemenuhan pangan bagi penduduk Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Sukoharjo pada khususnya merupakan pekerjaan yang cukup besar bagi bangsa dan Pemerintah Daerah terutama dalam mewujudkan kemandirian pangan dan ketahanan pangan,"ungkap Sriyono, SE.,MM Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo mengawali sambutannya.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37 dengan mengambil tema "membangun generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan Kabupaten Sukoharjo", dengan menggelar berbagai lomba antara lain lomba poster yang diikuti para siswa siswi SD se-Kabupaten Sukoharjo dengan tema pangan lokal, kedua lomba mozaik dengan menyusun biji bijian menjadi karya yang indah serta diadakannya edukasi keamanan pangan dari BPOM Provinsi Jawa Tengah untuk memberi sosialisasi tentang keamanan pangan sasaranya anak anak SD di Kabupaten Sukoharjo.

Disamping itu ada sebagian kegiatan yang diampu Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo dalam hal ini memberi penghargaan Gapoktan pemenang petani berprestasi pengelola lahan pertanian pangan berkelanjutan dari Provinsi Jateng dan menyerahkan simbolis launching pemberangkatan beras produk Gapoktan kegiatan PUPM ke Toko Tani Indonesia se-Jabotabek dalam daerah serta diserahkan alat dan mesin pertanian berupa pompa air 2 unit, cultivator 3 unit, traktor roda 4 sejumlah 5 unit kepada perwakilan Gapoktan secara simbolis oleh Drs. Widodo SH.,MH Asisten II Sekda mewakil Bupati ,bertempat di aula Graha Satya Praja (GSP), Kamis (30/11).

Sementara itu, Bupati H. Wardoyo Wijaya SH.,MH melalui Asisten II Sekda dalam sambutannya mengatakan, peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) diperingati setiap tanggal 16 Oktober oleh bangsa-bangsa di dunia anggota Food Agriculture Organization ( FAO). Di Kabupaten Sukoharjo baru bisa memperingati pada hari ini Kamis tanggal 30 November 2017. Dengan peringatan HPS ini, kembali mengingatkan pada kita akan pentingnya penanganan masalah pangan. Dalam rangka mempersiapkan generasi muda untuk ikut serta membangun pertanian dalam upaya mendukung ketahanan pangan, perlu dipersiapkan sejak awal, bahkan sejak usia anak-anak.penting untuk ditanamkan rasa cinta pada dunia pertanian dalam arti luas,"ungkapnya

Disamping itu pada peringatan HPS ini, Pemkab Sukoharjo ingin mengajak anak-anak untuk mengenal pangan lokal, agar anak anak lebih mengenal dan mengetahui bahwa di Kabupaten Sukoharjo penghasil aneka ragam bahan pangan, yang berupa pangan altenatif dan pangan sumber protein yang bisa dikonsumsi sehari hari. Disamping itu juga memberi pemahaman kepada anak anak mengenai keamanan pangan. Sekarang ini banyak sekali macam jajanan anak sekolah yang dijual dengan harga murah namun belum tentu aman untuk dikonsumsi anak-anak. Dalam jajanan tersebut bisa saja mengandung bahan tambahan pangan berbahaya seperti bahan bahan kimia yang tidak direkomendasikan untuk pangan. Anak -anak merupakan calon generasi penerus bangsa, yang harus diamankan dari ancaman dampak buruk pangan berbahaya.

Diakhir sambutan Bupati berpesan anak-anak adalah aset bangsa yang akan menjadi penerus kita dalam pembangunan di masa yang akan datang. Dengan peringatan HPS sedunia ke-37 kita jadikan awal untuk memasyarakatkan pangan local dan pangan yang aman dimulai sejak anak-anak, kita bangun sumber daya manusia penerus bangsa yang sehat, kuat, cerdas dan produktif, "akhir sambutan Bupati yang dibacakan asisten II sekda. Acara diakhiri dengan peninjauan stand stand bazar pangan lokal oleh Asisten II Sekda, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pangan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani, SE , BPOM Prov jateng  serta para pejabat instansi terkait.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

Rabu, 29 November 2017

Upacara HUT Korpri Ke-46, Wakil Bupati Sukoharjo Bacakan Pidato Presiden

SUKOHARJO- Dengan tema "46 Tahun Korpri Kerja Bersama, Setia Sepanjang Masa", Wakil Bupati Sukoharjo, H. Purwadi SE.,MH, memimpin upacara bendera dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Ke 46, Rabu (29/11) di halaman Setda Pemkab Sukoharjo . Upacara diikuti oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Sukoharjo, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Sukoharjo, TNI/Polri beserta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Sukoharjo membacakan pidato Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo, yang mengatakan bahwa inovasi dan perkembangan teknologi global tidak hanya membawa kemudahan pada kehidupan sehari-hari, tetapi bahkan mampu mengubah lanskap ekonomi, kehidupan sosial politik, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dunia swasta telah menyadari hal tersebut, dan mulai berlari dengan sangat cepat. Aparatur sipil negara harus mampu mengurangi ketertinggalan dalam memberikan pelayanan kepada publik yang tuntutannya semakin tinggi".

Menurut Presiden, Korpri harus benar-benar memahami peta kompetisi ke depan yang penuh ketidakpastian. Tidak ada pilihan lain kecuali menuntaskan program pembangunan nasional melalui inovasi yang berlandaskan pada moralitas publik yang berdasar Pancasila.

"Setiap anggota Korpri harus terus memperbaiki diri, tinggalkan cara-cara rutin, dan perkuat semangat debirokratisasi. Jangan pernah berhenti berinovasi, manfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan terobosan layanan publik yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel," ujarnya menutup sambutan Presiden RI.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo.(Tj)

HUT KORPRI, Wakil Bupati Sukoharjo Musnahkan Miras

Bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korpri  ke-46 Kabupaten Sukoharjo ditandai dengan pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Rabu (29/11/). Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM memimpin langsung pemusnahan miras tersebut.

Satpol PP Kabupaten Sukoharjo melaksanakan kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Miras sebanyak 1.497 dari berbagai jenis, diantaranya Beer, Anggur, Vodka dan Ciu serta membakar ratusan bungkus rokok bodong tanpa cukai. Pemusnahan miras ini dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas yang melindas botol-botol minuman keras tersebut.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sukoharjo  Heru Indarjo, menjelaskan minuman yang dimusnahkan merupakan hasil kegiatan operasi penertiban minuman beralkohol yang dilakukan sejak januari sampai saat ini atau satu tahun ini,"jelasnya. ''Ke depan, kita akan terus berupaya menggencarkan razia agar miras tidak bisa lagi beredar secara bebas di Sukoharjo,'' katanya.  Barang Bukti Miras tersebut berasal dari hasil operasi yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Sukoharjo. Ke depan Satpol PP akan terus melakukan razia Miras untuk mengurangi penyakit masyarakat, demi terciptanya ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta tahun depan bertepatan HUT Korpri akan kita musnahkan hal yang sama rencananya,"tambah Kepala Satpol PP Sukoharjo.

Pemusnahan disaksikan pula oleh Ketua DPRD Nurjayanto, SP, Kapolres, Dandim 0726, Sekda dan Kasatpol PP Kabupaten Sukoharjo, serta sejumlah PNS dilingkungan Setda Kabupaten Sukoharjo. Pelaksanaan pemusnahan dilakukan setelah selesai dilaksanakannya Upacara HUT Korpri ke-46 Tahun 2017.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

 

Selasa, 28 November 2017

Ketua Dekranasda Sukoharjo Membuka Sosialisasi E-Commerce

SUKOHARJO--Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kompetensi di bidang pemasaran produk, Pemkab Sukoharjo menyelenggarakan Sosialisasi E-COMMERCE kepada pengrajin atau pengusaha UMKM di Kabupaten Sukoharjo.
Ketua Dekranasda Sukoharjo Hj. Etik Suryani,SE secara resmi membuka kegiatan Dekranasda sosialisasi E.Commerce dan pembinaan pengrajin atau pengusaha UMKM untuk UMKM di ruang Gazebo Rumah Dinas Bupati Sukoharjo, Selasa (28/11).
Kepala bagian Perekonomian Pemkab Sukoharjo Dian Kurniati, SE.,MM mewakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Widodo, SH.,MH selaku ketua penyelenggara dalam sambutannya melaporkan kegiatan ini diikuti sekitar 100 orang yang terdiri dari UMKM atau pengrajin se Kabupaten Sukoharjo dan dinas instansi terkait.
Hj. Etik Suryani, SE dalam sambutan pengarahan menjelaskan  bahwa E-Commerce dalam bahasa Indonesia adalah perdagangan elektronik dengan kata lain penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet, televise, atau jaringan komputer lainnya. Kabupaten Sukoharjo memiliki pengrajin atau pengusaha industri kecil dan menengah dan UMKM yang tersebar di 12 Kecamatan serta mampu menyerap tenaga kerja. Pemerintah Propinsi Jawa Tengah sudah meluncurkan tempat berbelanja online produk UMKM Jateng, melalui aplikasi Sadewa Market, bertujuan memberikan kemudahan terhadap UMKM dalam memasarkan produknya, dan bagi masyarakat kehadiran Sadewa Market memberikan kemudahan dalam berbelanja secara sharing terutama produk UMKM,"ungkapnya.
Lanjutnya "harapan saya para pengrajin dan pengusaha UMKM di Sukoharjo harus bangga dengan Sukoharjo dan diharapkan  menempel logo label produknya dengan menyebut identitas daerah Sukoharjo , jangan sampai produk kita dilabel orang lain dan daerah lain, selain itu produk olahan pangan selalu jaga kualitas dengan menjaga penampilan dan rasa,"harapnya.
Diakhir sambutannya Hj Etik berharap pula "maka melalui sosialisasi ini   atas nama pemerintah kabupaten Sukoharjo mengharapkan dapat meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya E-Commerce, sehingga dapat meningkatkan daya saing dan memperluaskan akses pasar bagi UMKM yang secara otomatis dapat meningkatkan produktifitas kita. ucapnya.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo(Tj)

Sabtu, 25 November 2017

SUKOHARJO PERINGATI HUT PGRI KE 72

Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE,MM bertindak sebagai pemimpin upacara pada Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-72 tahun 2017. Upacara berlangsung di halaman Kantor Setda Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (25/11).

Dalam sambutan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia pada upacara Hari Guru Nasional Tahun 2017 dan HUT ke-72 PGRI yang dibacakan secara penuh oleh Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE,MM menjelaskan bahwa Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-71 tahun 2016 mengangkat tema "Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja Untuk Penguatan Pendidikan Karakter".

Disamping itu Wakil Bupati Sukoharjo  mengucapkan selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-72 kepada para Guru khususnya di Kabupaten Sukoharjo dan umumnya di seluruh tanah air.  Wakil Bupati mengungkapkan Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa, "Mari kita deklarasikan gerakan membangkitkan kesadaran kolektif para guru dalam meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja Untuk Penguatan Pendidikan Karakter," ungkap Wakil Bupati dalam sambutannya.

Acara diakhiri dengan acara tambahan berupa penyerahan untaian bunga dari Siswa dan Juga kepada Forkopimda Sukoharjo, sebagai wujud ucapan terima kasih atas jasa-jasa guru selama ini.

Disamping dihadiri oleh Forkopimda Sukoharjo, Ketua TP PKK dan Dharma Wanita, Upacara ini sendiri diikuti oleh Perwakilan Guru se Kabupaten Sukoharjo, Perwakilan Siswa dari SD sampai dengan SMA dan Pengurus PGRI, demikian disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum dalam keterangannya. (ang)

Jumat, 24 November 2017

Bendera Start Dikibarkan Bupati Sukoharjo, Ribuan Peserta Jalan Sehat Mulai Berjalan dengan Penuh Semangat


SUKOHARJO- Gerak jalan sehat yang di adakan oleh panitia Hari ulang Tahun (HUT) PGRI yang ke 72 tahun dan hari guru Nasional (HGN) 2017, pada hari Jumat 24/11/2017, bendera start dikibarkan oleh Bupati sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dan diikuti dengan sangat meriah dan gembira dalam keluarga besar guru guru di wilayah  kabupaten Sukoharjo.

Acara gerak jalan di gelar di alun – alun Satya Negara Kabupaten Sukoharjo dan diikuti sekitar 10 ribu peserta gerak jalan sehat dengan menempuh jarak sekitar 5 Km.

Hadir Pula Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Etik Suryani, SE, Sekda Drs. Agus Santosa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno, Ketua PGRI Kabupaten Sukoharjo Ir. Bambang Sutrisno, MM, beserta jajaran PGRI Kabupaten Sukoharjo dalam memeriahkan acara gerak Jalan sehat, serta diikuti  dari guru guru dan perwakilan Siswa se Kabupaten Sukoharjo.

Ir. Bambang Sutrisno, MM selaku ketua PGRI Kabupaten Sukoharjo ketika ditemui disela sela acara menyatakan, "bahwa tujuan di adakan gerak jalan sehat ini tidak lain untuk menyehatkan badan, serta membangkitkan kesadaran Guru dalam meningkatkan disiplin dan etos kerja untuk penguatan pendidikan karakter "jelasnya.

Selain itu dijelaskan pula "bahwa doorprise gerak jalan sehat ini berupa satu buah sepeda motor yang bersumber dari kerjasama KORPRI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan PGRI, selain itu pihak panitia juga menyediakan doorprise 10 sepeda gunung yang bersumber dari para donatur para guru, UPTD, K3S, serta elemennya,"  jelasnya lagi.

Harapan kedepannya dengan adanya kegiatan Gerak Jalan santai di Hari Guru Nasional dan HUT PGRI yang ke 72  agar Guru lebih profesional , semakin disiplin dan punya etos kerja yang  baik, sehingga apa yang telah diberi amanah oleh orang tua siswa  dapat dilaksanakan dengan baik, begitu juga negeri ini menunggu hasil pendidikan para guru diharapkan negri ini  mempunyai kader kader bangsa yang berjiwa nasional dan mempunyai karakter," harap Ketua PGRI Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

Selasa, 21 November 2017

KUNJUNGAN KERJA BUPATI BREBES KE KABUPATEN SUKOHARJO

Penerimaan Kunjungan Kerja dari Kabupaten Brebes di Kabupaten Sukoharjo pada hari Senin, 20 November 2017 dimulai pukul 14.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati Sukoharjo. Kunker diterima oleh Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Sukoharjo, Ibu Hasni, SH didampingi Kepala Badan Keuangan Daerah, Bp. RM. Suseno Wijayanto, SH, MH, Kepala Disdukcapil, Ibu Sriwati Anita, SE, Kepala DPMPTSP, Bp. Agustinus Setiyono, S.Sos, MH, dan Kabag Pemerintahan Setda, Bp. Ari Haryanto, S.Pd, M.Si.

Rombongan dari Kabupaten Brebes sekitar 40 orang dipimpin langsung oleh Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE dengan didampingi Sekda Brebes Emastoni Ezam, SH, MH, Kadin Komunikasi Informatika dan Statistik Bp. Johari, SH, Kabag Tata Pemerintahan Setda Bp. Warsito Eko P, S.Sos, M.Si, serta para Camat di Kabupaten Brebes. Materi yang dipilih dalam kunjungan kerja kali ini adalah tentang bagaimana implementasi UU no.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan pelaksanaan PATEN / Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan sebagai implementasi tentang Permendagri No.4 Tahun 2010.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Sukoharjo, Bupati mengungkapkan rasa bangganya karena Kabupaten Sukoharjo dipilih sebagai lokasi kunker. Dengan visi "Terwujudnya Masyarakat Sukoharjo yang Sejahtera, Maju dan Bermartabat didukung Pemerintahan yang Profesional" dengan potensi daerah yang ada, Pemerintah berusaha melaksanakan program – program yang pro rakyat. Kenaikan APBD dan PAD Kabupaten Sukoharjo yang cukup signifikan, digunakan sepenuhnya untuk pembangunan program-program unggulan, misalnya pendidikan gratis, santunan kematian, Jamkesda, JITUT dan pembangunan infrastruktur pasar tradisional serta jalan / jembatan.

Dari dialog yang berlangsung, materi dan jawaban atas pertanyaan tentang PATEN / Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan dijelaskan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bp. Agustinus Setiyono, S.Sos, MH, Kepala Badan Keuangan Daerah Bp. RM Suseno Wijayanto, SH, MH dan Kepala Disdukcapil Ibu Sriwati Anita, SE. Dari dialog yang berlangsung Kabupaten Brebes menilai Sukoharjo berhasil dengan PATENnya. Ada 2 Kelurahan yang turut memberi penjelasan pelaksanaan PATEN di Sukoharjo, yaitu Lurah Gayam dan Lurah Bulakrejo Kecamatan Sukoharjo.

Turut hadir dalam penerimaan kunker ini perwakilan dari Bagian Perekonomian, Bagian Organisasi, Camat Sukoharjo dan Sekcam Nguter, serta dari OPD yang terkait dengan materi dialog. Acara ditutup dengan tukar menukar cinderamata. Demikian penjelasan singkat dari Kabag Humas dan Protokol Setda Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Yk)

Senin, 20 November 2017

KUNJUNGAN KERJA BUPATI BREBES KE KABUPATEN SUKOHARJO

Penerimaan Kunjungan Kerja dari Kabupaten Brebes di Kabupaten Sukoharjo pada hari Senin, 20 November 2017 dimulai pukul 14.00 WIB bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati Sukoharjo. Kunker diterima oleh Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Sukoharjo, Hasni, SH didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Bp. RM. Suseno Wijayanto, SH, MH, Kepala Disdukcapil, Ibu Sriwati Anita, SE, Kepala DPMPTSP, Bp. Agustinus Setiyono, S.Sos, MH, dan Kabag Pemerintahan Setda, Bp. Ari Haryanto, S.Pd, M.Si.

Rombongan dari Kabupaten Brebes sekitar 40 orang dipimpin langsung oleh Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti,SE dengan didampingi Sekda Brebes Emastoni Ezam, SH, MH, Kadin Komunikasi Informatika dan Statistik Bp. Johari, SH, Kabag Tata Pemerintahan Setda Bp. Warsito Eko P, S.Sos, M.Si, serta para Camat di Kabupaten Brebes. Materi yang dipilih dalam kunjungan kerja kali ini adalah tentang bagaimana implementasi UU no.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan pelaksanaan PATEN / Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan sebagai implementasi tentang Permendagri No.4 Tahun 2010.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Sukoharjo, Bupati mengungkapkan rasa bangganya karena Kabupaten Sukoharjo dipilih sebagai lokasi kunker. Dengan visi "Terwujudnya Masyarakat Sukoharjo yang Sejahtera, Maju dan Bermartabat didukung Pemerintahan yang Profesional" dengan potensi daerah yang ada, Pemerintah berusaha melaksanakan program – program yang pro rakyat.Kenaikan APBD dan PAD Kabupaten Sukoharjo yang cukup signifikan, digunakan sepenuhnya untuk pembangunan program-program unggulan, misalnya pendidikan gratis, santunan kematian, Jamkesda, JITUT dan pembangunan infrastruktur pasar tradisional serta jalan/jembatan.

Dari dialog yang berlangsung, materi dan jawaban atas pertanyaan tentang PATEN / Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan dijelaskan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bp. Agustinus Setiyono, S.Sos, MH, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Bp. RM Susseno Wijayanto, SH, MH dan Kepala Disdukcapil IbuSriwati Anita, SE. Dari dialog yang berlangsung Kabupaten Brebes menilai Sukoharjo berhasil dengan PATENnya. Ada 2 Kelurahan yang turut member penjelasan pelaksanaan PATEN di Sukoharjo, yaitu Lurah Gayam dan Lurah Bulakrejo Kecamatan Sukoharjo.

Turut hadir dalam penerimaan kunker ini perwakilan dari Bagian Perekonomian, Bagian Organisasi, Camat Sukoharjo dan Sekcam Nguter, serta dari OPD yang terkait dengan materi dialog. Acara ditutup dengan tukar menukar cinderamata. Demikian penjelasan singkat dari Kabag Humas dan Protokol Setda Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Yk)

BUNDA PAUD SUKOHARJO TERIMA ANUGRAH NASIONAL

Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani, SE menerima  Anugerah PAUD Tingkat Nasional Tahun 2017, Senin (20/11).  Penyerahan anugerah yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Allium, Kota Tangerang, Banten ini dihadiri Ibu Negara Hj Iriana Jokowi dan Ibu Hj Mufida Jusuf Kalla, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo Dra. Siti Nurngaeni, M.Pd ketika dihubungi  via telpon disela sela acara mengatakan bahwa Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani, SE mendapat penghargaan tersebut karena dinilai mendukung Gerakan Nasional PAUD Berkualitas di Kabupaten Sukoharjo.

"penghargaan ini layak didapatkan karena, Bupati Sukoharjo, bersama Bunda PAUD  Hj. Etik Suryani, SE, memperhatikan dan mendukung terhadap perkembangan dan kualitas PAUD di Sukoharjo," jelasnya.

"anugrah ini juga didapatkan karena adanya komitmen yang dicanangkan oleh Bupati Sukoharjo yaitu Wajib PAUD 1 Tahun Pra SD," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud Muhadjir Effendy memberikan laporan mengenai penyelenggaraan pemberian Anugerah PAUD Tingkat Nasional 2017 itu. 

Selain dihadiri penerima Anugerah PAUD 2017, acara itu juga dihadiri perwakilan dari Kemendikbud, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), pimpinan lembaga, organisasi dan kementerian terkait tingkat pusat, pimpinan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait tingkat daerah, lembaga dan organisasi mitra pendamping penerima anugerah dan lainnya, Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(TJ)

Rabu, 15 November 2017

12 Camat Akan Sukseskan Wajib Paud 1 Tahun

SUKOHARJO- Seluruh camat di Sukoharjo berkomitmen dalam program Menuntaskan Ikut PAUD Minimal Satu Tahun sebelum sekolah dasar (SD). Hal ini ditunjukkan dengan penandatanganan komitmen bersama pada sosialisasi Menuntaskan Ikut PAUD Minimal Satu Tahun Pra SD di Kabupaten Sukoharjo, bertempat di Pendapa Graha Satya Praja (GSP), Rabu(15/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati H. Wardoyo Wijaya SH MH, Ibu Hj. Etty Suryani SE selaku Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo, Perwakilan dari Direktorat Pembinaan PAUD dan DIKMAS Kementrian P dan K, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Camat dari 12 Kecamatan disukoharjo, serta diikuti Bunda PAUD Kecamatan dan desa, serta intansi terkait lainnya. Selain pencanangan tersebut hari ini juga dibarengi adanya Gebyar PAUD Kabupaten Sukoharjo yang diikuti sekitar ratusan anak berlomba dan menampilkan kepiawaiannya untuk berprestasi.

Kepala Pusat Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah, Ir. Djajeng Baskoro M.Pd yang mewakili Dirjen Pembinaan PAUD, mengatakan pemerintah mewajibkan satu tahun belajar di PAUD pra SD karena memang penting. Pasalnya, PAUD menjadi pondasi kuat dalam perkembangan kemajuan pendidikan di Indonesia.

"Pertumbuhan otak anak usia 0-8 tahun sangat cepat, dan merupakan usia emas, sehingga harus diisi dengan kegiatan positif agar fisik, emosional dan karakter anak berkembang," katanya.

Hal ini menjadi investasi penting bagi bangsa Indonesia. Karena dengan menuntaskan Ikut PAUD satu tahun sebelum SD ini bisa mencerdaskan anak.

"Dengan program ini, pemerintah mulai berinvestasi sejak dini, agar memiliki nilai tambah di masa akan datang," katanya.

Kegiatan yang diikuti oleh para Himpaudi ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH.,MH. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengatakan kegiatan ini menjadi satu upaya meningkatkan pendidikan di Sukoharjo.

"Dengan keberadaan para camat dan Bunda PAUD di kecamatan yang merupakan istri camat ini, maka kegiatan PAUD yang ada di kecamatan bisa berjalan dengan bagus. Sesuai keinginan bupati, dan juga pemerintah bahwa  anak sebelum masuk SD wajib ikut pendidikan PAUD," ujarnya.

"Melalui pencanangan ini, saya harapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya untuk  mengikuti PAUD bagi putra putrinya minimal satu tahun sebelum memasuki SD serta kedepan untuk meningkatkan kualitas para pendidik PAUD akan diberikan pula bantuan pendidikan bagi mereka ," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sukoharjo memberikan batuan kepada 2.720 seragam kepada para pendidik PAUD secara simbolis.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo,  Drs.Darno mengatakan, pendidikan anak usia dini ( PAUD) adalah salah satu bagian dari Pendidikan Non Formal yang merupakan bagian dari jalur sistem pendidikan nasional, maka perlu adanya koordinasi dengan semua stakeholder terkait agar tujuan pemerataan dan perluasan akses PAUD dapat terwujud, oleh karena itu perlu adanya dukungan dan motivasi dalam penangan Anak Usia Dini. Untuk mendukung upaya tersebut perlu adanya pencanangan satu tahun wajib PAUD.

"Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah memotivasi masyarakat akan pentingnya pendidikan anak usia dini sebelum anak masuk SD serta mempersiapkan anak usia 0-6 tahun dalam memasuki jenjang SD dan meningkatkan APK PAUD di Kabupaten Sukoharjo,"lanjutnya.

Acara dilanjutkan dengan  penandatanganan Komitmen Bersama Penuntasan Wajib PAUD 1 Tahun Pra SD oleh 12 kecamatan dan dikukuhkannya oleh Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, SH.,MH.

Sementara itu salah satu perwakilan guru TK dan KB ketika ditemui disela sela sosialisasi  mengatakan sangat mengapresiasi kebijakan Bupati dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan  semua bantuan dari Pemkab Sukoharjo selama ini. 

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selasa, 14 November 2017

Bakohumas Gelar Diskusi Tangkal Berita Hoax


SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Bagian Humas dan Protokol menggelar pertemuan pembinaan dan pengembangan sumberdaya komunikasi dan informasi Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) di gedung Graha Satya Karya Pemkab Sukoharjo. Selasa,(14/11).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.

Adapun yang menyampaikan materi pada kegiatan Bakohumas sesi pertemuan pertama tersebut masing-masing H. Suyamto , ST., M.Kom Kabag PDE Diskominfo serta Kompol Teguh selaku Kabag Ops Polres Sukoharjo.
Paparan pertama disampaikan oleh narasumber kabag PDE H. Suyamto , ST., M.Kom  dalam paparan materinya mengatakan bahwa akhir – akhir ini masyarakat sering disuguhkan dengan berbagai macam berita, baik melalui media sosial, media online maupun media massa. Bahkan ditengah arus informasi yang semakin cepat ternyata membuat masyarakat semakin malas untuk memperhatikan kebenaran sebuah berita yang didapatkan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya berita hoax  atau berita bohong yang belum tentu kebenarannya, khususnya di media sosial.

"hoax atau pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca pendengarnya untuk mempercayai sesuatu padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut palsu dan penyebaran berita hoax mudah menyebar melalui internet jalurnya bisa berupa situs online, medsos, hingga chating di aplikasi pesan instans," jelas Kabag PDE

Dalam agama Islam hoax jelas dilarang dan di dalam al quran telah dijelaskan bahwa berita bohong atau hoax adalah modal orang - orang munafiq untuk merealisasikan niat kotor mereka,"tambahnya.

Kompol Teguh selaku Kabag Ops menambahkan "Penyebar berita hoax dapat diancam 6 tahun penjara atau denda 1 milyar rupiah dalam UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. II Tahun 2008 pasal 45ATentang ITE , bila masyarakat mendapat berita hoax yang meresahkan dapat langsung melaporkan ke pihak kepolisian". Ujarnya. Tak hanya itu , Kompol Teguh mengajak untuk meregister kartu prabayar demi menghindari kejahatan ITE. 

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

 

 

 

BUPATI JADI WARGA KEHORMATAN BRIMOB

Bupati  Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, dianugerahi sebagai Warga Kehormatan Korps Brimob Polri. Penganugerahan dilaksanakan di Lapangan Mako Satbrimob Polda Jateng, Srondol, Semarang, pada acara Upacara memperingati Hari Ulang Tahun ke 72 Korps Brimob Polri Tahun 2017 tingkat Jawa Tengah, Selasa (14/11). Anugrah tersebut diberikan langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum.

                Penganugerahan tersebut berdasarkan Rujukan Keputusan Dankorbrimob Polri Nomor : Kep/145/XI/2017 tanggal 10 Nopember 2017 tentang Penganugrahan "Warga Kehormatan Brimob" kepada warga masyarakat yang telah berjasa memberikan perhatian dan partisipasinya terhadap pengembangan Korps Brimob Polri.

                Kapolda Jateng yang bertindak sebagai Inspektur Upacara membacakan sambutan dari Kapolri, dalam sambutannya beliau menandaskan "Korps Brimob Polri sebagai satuan Polri memiliki semangat solidaritas yang tinggi  dan professional dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan," Hal ini selaras dengan tema HUT ke-72 Koprs Brimob, yaitu "Dengan Semangat Sinergitas, Koprs Brimob Polri Mewujudkan Promoter, Untuk Meraih Kepercayaan Masyarakat".

                Dalam upacara yang dihadiri segenap jajaran kepolisian di Polda Jawa Tengah tersebut, Bupati Sukoharjo menjadi satu-satunya penerima Tanda Kehormatan tersebut, demikian keterangan yang diberikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

150 Kepala Desa Ikuti Sosialisasi Perda Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa

SUKOHARJO - Sebanyak 150 kepala desa se-Kabupaten Sukoharjo dan camat mengikuti Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Kabupaten Sukoharjo di Pendopo Graha Satya Praja ( GSP), Selasa (14/11). 

Asisten Pemerintahan Sekda selaku panitia penyelenggara,  mengatakan, bahwa dengan terbitnya Undang-Undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mengandung konsekuensi terbitnya peraturan perundangan dalam tataran teknis terhadap beberapa hal pengaturan tentang Desa. Pengaturan-pengaturan ada yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati. Khusus untuk pengaturan tentang perangkat desa telah ditetapkan dan diundangkan Paraturan Daerah kabupaten Sukoharjo Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa yang selanjutnya ditindaklanjuti Peraturan Bupati Nomor 72 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Sehubungan dengan hal tersebut, pada hari ini akan di sosialisasikan Peraturan Bupati ," ungkap Hasni, SH mengawali sambutannya.

"Materi sosialisasi pada pagi ini yaitu Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 72 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo Nomor 19  Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa oleh Kabag Pemerintahan Desa  dan Kabag Hukum,"lanjutnya.

Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM berharap pelaksanaan kegiatan pengisian Perangkat desa di Kabupaten Sukoharjo dapat dilaksanakan sebaik baiknya serta kepada seluruh peserta dapat mengikuti dengan tertib sampai berakhirnya acara serta mampu mencermati materi yang disampaikan narasumber sehingga dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaanya ," harapnya.

"selanjutnya kepada masing masing unsur baik Kepala Desa, Tim Pengangkatan Kepala Desa dan Camat untuk dapat memahami tugas dan fungsinya sehingga pelaksanaan kegiatan pengangkatan Perangkat Desa dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya pula," lanjutnya.

Acara diakhiri dengan penyampaian materi oleh Kabag Pemdes Setyo Adji Nugroho S.Sos dan Kabag Hukum Budi Susetyo SH.,MH.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

 

 

Senin, 13 November 2017

SUKOHARJO PERINGATI HKN ke 53

Dalam rang­ka pelaksanaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 tahun 2017, Pemerintah Kabupaten, menggelar Upacara Hari Kesehatan Nasional di Halaman RSUD Ir. Soekarno di Sukoharjo, Senin (13/11) dengan Inspektur Upacara Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, SH, MH dan dihadiri oleh Forkopimda.

Tahun ini peringatan HKN  mengangkat te­ma "sehat keluargaku sehat Indonesiaku". Seperti yang disampaikan Bupati Sukoharjo saat membacakan Sambutan dari Menteri Kesehatan RI "tema tersebut sejalan dengan program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga yang menekankan keluarga sebagai bagian penting dalam mendorong masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat."

Selain penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga, juga dilaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), "dengan Germas peran masyarakat dan lintas sektoral dapat mendukung terwujudnya Program Indonesia Sehat," tambahnya.

Dalam sambutannya tersebut Bupati Sukoharjo juga mengajak jajaran kesehatan untuk senantiasa menggelorakan semangat Revolusi Mental melalui penghayatan dan pengamalan 3 (tiga) nilai Utama yaitu Integritas, kerja keras dan gotong royong, sehingga dapat terwujud cita-cita besar pembangunan kesehatan di Indonesia yaitu Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan.

Selesai upacara yang diikuti oleh perwakilan jajaran kesehatan se-Kabupaten tersebut, Bupati Sukoharjo beserta Forkopimda dan Ketua TP PKK menyerahkan hadiah lomba dalam rangka peringatan HKN ke-53, yaitu Dokter Umum Teladan, dr. Dewi Kartikasari dari Puskesmas Weru; Dokter Gigi Teladan, drg. Anik Arifah; Perawat Teladan, Sugiyanti, AMK; Bidan Teladan, Sri Haryanti, SST; Tenaga Kesling Teladan, Sugiyarti, AM.KL; Tenaga Kesmas Teladan, Sri. Supami, SKM dan Tenaga Gizi Teladan, Ika Prasetyaningsih, Amg serta Tenaga Kefarmasian, Eny Suharyati, demikian keterangan yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum dalam keterangannya. (ang)

Foto UPACARA HARI KESEHATAN DI RS. Ir. SOEKARNO


Jumat, 10 November 2017

Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Bupati Sukoharjo Bacakan Amanat Mensos


SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH membacakan amanat Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa pada upacara Peringatan Hari Pahlawan di halaman Setda Pemkab Sukoharjo. Bupati bertindak sebagai inspektur upacara.
Saat membacakan sambutan Mensos itu, para peserta upacara diajak untuk mengenang para pendahulu, pahlawan, perintis kemerdekaan, dan pendiri Republik Indonesia. Sebab karena perjuangan mereka, bangsa Indonesia bisa menikmati hidup sebagai bangsa yang merdeka.
"Mengenang para pendahulu kita, pahlawan dan perintis kemerdekaan, para pendiri republik Indonesia, mereka dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif yang mereka lakukan," kata H. Wardoyo Wijaya SH.,MH saat membacakan amanat Mensos, Jumat (10/11/2017).

"Sehingga saat ini kita semua bisa menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bangsa yang sederajat dengan bangsa lain, bangsa yang menyadari tugas sejarahnya untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," lanjutnya.

Peringatan Hari Pahlawan kali ini mengambil tema "Perkokoh Persatuan Membangun Negeri". Tema tersebut dimaksudkan bahwa setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya adalah bangsa Indonesia harus bersatu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya yakni berdaulat, adil, dan makmur.
Dalam sambutan itu, Bupati juga mengatakan bahwa seperti amanat Bung Karno, bangsa Indonesia harus menghormati jasa pahlawannya. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia.
"Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia," tutur Bupati.
H. Wardoyo Wijaya melanjutkan, saat ini saatnya bangsa Indonesia menuntaskan perjuangan para pahlawan untuk membangun bangsa dengan sikap mental positif dan konstruktif. Agar Indonesia menjadi bangsa yang merdeka,maju, berdaulat dan terbuka.
"Hanya dengan revolusi mental yang positif, optimis dan sadar riwayat kita sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan terbuka kita menyelami tantangan dan persoalan yang kita hadapi bersama dengan semangat persatuan di dalam kesetaraan seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi," tutur Bupati.
Seluruh peserta memenuhi halaman, dari seluruh jajaran dan staf dari PNS Pemkab Sukoharjo. Serta dari beberapa intansi keamanan, Polisi dan TNI. Upacara dalam rangka memperingati hari pahlawan ini dihadiri jajaran Forkopimda dan Kepala OPD. Upacara sendiri dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

Setelah melaksanakan Upacara Hari Pahlawan,  Bupati Sukoharjo bersama Wakil Bupati dan unsur Forkopimda melakukan tabur bunga di pusara para pahlawan yang ada di Taman Makam pahlawan (TMP) Yudo  Swargoloyo Bakalan, Polokarto. Tampak Bupati Sukoharjo dan unsur Forkopimda mendatangi makam pahlawan satu demi satu untuk menaburkan bunga serta mendoakan para pahlawan agar jasa-jasanya diterima Allah SWT

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. ( Tj )

Selasa, 07 November 2017

Mendikbud Kunjungi Sukoharjo, Buka Seminar Nasional

SUKOHARJO-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sukoharjo, menggelar Seminar Nasional dalam rangka HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN)ke-72, bertempat di gedung pertemuan Graha Mulya Jl. Diponegoro No.70 Joho, Sukoharjo, Selasa 7 November 2017.
Seminar Nasional dengan tema, "Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter" , dibuka  oleh Prof. Dr.Muhajir Efendy, M.A.P Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Turut hadir pula Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM,Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd sebagnarasumber dengan materi membangkitkan kesadaran kolektif Guru dalam organisasi PGRI, Prof. Dr.Nunuk Suryani, M.Pd Kepala LP2KS atau guru besar UNs Surakarta dengan materi Meningkatkan didiplin dan Etos Kerja Guru dalam Pendidikan dan Prof. Dr.Eko Madyo Susilo, M.Pd Guru Besar Univet Bantara Sukoharjo dengan mateti Implementasi penguatan pendidikan karakter dalam pendidikan.
Menurut Ketua PGRI Kabupaten Sukoharjo Ir. Bambang Sutrisno MM, seminar nasional PGRI Sukoharjo tersebut bertujuan meningkatkan kualitas kompetensi, diikuti oleh anggota PGRI  serta perwakilan Pengurus PGRI Kabupaten/Kota se-Solo  dengan Jumlah peserta diperkirakan  1500 peserta. "Kita berharap melalui seminar ini akan lahir tenaga pendidik dan guru-guru yang berkarakter, sehingga bisa menunjang suksesnya Program Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dengan Empat Pilarnya, khususnya pilar pendidikan," jelas Ir. Bambang Sutrisno Selaku ketua PGRI Kabupaten Sukoharjo.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P menekankan pentingnya pendidikan karakter yang diberikan guru terhadap para siswa.
"Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter terhadap siswa harus menjadi fondasi dan ruh utama dalam setiap pelaksanaan pendidikan," kata Muhadjir. Mendikbud menambahkan, kunci kesuksesan pendidikan karakter terletak pada peran guru sehingga guru idealnya memiliki kedekatan dengan anak didiknya.Guru hendaknya dapat melekat dengan anak didiknya sehingga dapat mengetahui perkembangan anak didiknya. Tidak hanya dimensi intelektualitas saja, namun juga kepribadian setiap anak didiknya. Disamping itu Mendikbud Berharap semua Guru mendapat tunjangan profesi dan Guru harus dikembalikan jati dirinya pendidikanan karakter saat ini sudah menjadi global mainstrem, ungkap Mendikbud.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. ( Tj).