Senin, 30 April 2018

PERDALAM PEMANFAATAN TOGA, KETUA TP. PKK SUKOHARJO RESMIKAN PROGRAM PENANAMAN TOGA


SUKOHARJO- Keberhasilan kebun toga dan perusahaan jamu "Gujati" mengembangkan mengadakan pemberdayaan masyarakat berbagai tanaman toga termasuk menanam TOGA tanpa zat kimia serta peran PKK mensukseskan program pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman TOGA di pekarangan rumah,  meracik menjadi jamu kesehatan khususnya diwilayah desa Gupit Kecamatan Nguter menjadikan energy positif inspirasi motivasi Hj. Etik Suryani, SE Ketua TP.PKK Kabupaten Sukoharjo meresmikan program penanaman TOGA di desa Gupit, Nguter (30/4).

Turut hadir Direktur Utama PT. Gujati 59 Utama, Camat Nguter, Kepala Desa Gupit, TP.PKK Desa Gupit beserta kader PKK se-desa Gupit .

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK  Hj. Etik Suryani, SEmeninjau tanaman toga dan perusahaan jamu "Gujati" yang diterima lansung  Direktur Utama Jamu Gujati 59 Agung Shusena.

Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Etik Suryani, SE menyampaikan di era sekarang semakin banyak keluarga yang sadar betul manfaat dari tanaman obat itu sendiri. Sejalan dengan program pemerintah, yakni "gerakan menanam TOGA" untuk Sukoharjo, maka Bupati sangat mendukung gerakan Program TOGA ke masyarakat sehingga masyarakat dapat memiliki tanaman obat di pekarangan rumah masing masing baik untuk keperluan sendiri maupun nantinya dapat sebagai kegiatan ekonomi dimana bahan baku dapat dijual kepada perusahaan.

"mudah-mudahan dengan adanya program gujati ini masayarakt lebih tertarik dengan tanaman TOGA di pekarangan rumahnya sehingga derajad kesehatan di Kabupaten Sukoharjo lebih mkerasa diperhatikan dan motivasi dalam peningkatan derajad kesehatan," harapnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)

 


Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat XV dan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-46 Tahun 2018 dibuka Bupati Sukoharjo

Sukoharjo -Pembukaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15 dan memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-46 di lapangan Desa Pondok, Nguter, Senin (30/4). Dengan mengambil tema "cancut gumregut gotong-royong, terus membangun sukoharjo". BBGRM yang akan dilaksanakan satu bulan penuh di bulan Mei dibuka secara resmi oleh Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH, ditandai dengan pemukulan kentongan. Selanjutnya di tingkat Kecamatan dicanangkan kembali yang terpusat pada salah satu desa/kalurahan.

Ketua TP PKK Sukoharjo yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Hj. Etik Suryani, SE menyampaikan, maksud dalam kegiatan tersebut adalah untuk memberdayakan keluarga dalam mencapai kesejahteraan agar dapat lebih meningkatkan perannya dalam berbagai bidang pembangunan yang diarahkan pada penguatan persatuan dan kesatuan masyarakat. "Sedangkan tujuannya adalah meningkatkan kepedulian serta peran aktif masyarakat berdasarkan kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan," ujarnya.

Menurut bunda Etik, dengan kegiatan tersebut setidaknya ada tujuh sasaran yang ingin dicapai. Masing-masing menjaga dan melestarikan budaya bangsa, meningkatkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan, meningkatnya kemampuan dan kesadaran warga masyarakat dalam memenuhi kebutuhan berdasarkan kebersamaan dan keanekaragaman menuju pada pengutana integrasi sosial melalui kegiatan-kegiatan gotong royong.

Selain itu, juga meningkatnya kepedulian dan peran serta masyarakat dalam upaya membangun keluarga kecil bahagia sejahtera, meningkatnya ketahanan keluarga sebagai dasar dalam mempersiapkan SDM yang tangguh, meningkatnya rasa memiliki dan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap hasil-hasil pembangunan, serta meningkatnya rasa dan tanggung jawab para kader PKK dalam mendukung program pemerintah melalui jalur PKK.

Dalam kesempatan itu, sekaligus diserahkan hadiah untuk sejumlah lomba yang digelar oleh TP. PKK Kabupaten Sukoharjo dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 45 Tahun 2017,  Antara lain Lomba Tertib administrasi 10 program pokok PKK juara 1 diraih Kelurahan Sukoharjo, Tertib administrasi kelompok-kelompok PKK Juara 1 Kelurahan Sukoharjo, Lomba paparan ketua dan inovasi Juara 1 Desa Karangasem Bulu, Lomba partisipasi masyarakat dan penggalian swadaya Juara 1 Desa Menuran Baki, Lomba permainan simulasi Juara 1 Desa Grogol Weru, Lomba sosiodrama Juara 1 Desa Laban Mojolaban, Lomba pengelolaan UP2K-PKK Juara 1 Desa Banaran Grogol, Lomba pemanfataan lahan melalui gerakan hatinya PKK Juara 1 Desa Mulur Bendosari, Lomba Posyandu integrasi Juara 1 Desa Karangasem Bulu, Lomba Posyandu Lansia Juara 1 Desa Puhgogor Bendosari, Lomba Pelaksana terbauk 10 program pokok PKK desa/kelurahan Juara 1 diraih TP.PKK Kecamatan Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH mengatakan, BBGRM akan dilaksanakan selama satu bulan penuh di bulan Mei sebagai salah satu ciri khas bangsa Indonesia, Gotong Royong. Dalam kesempatan ini juga, ujar Bupati, sekaligus diperingati HKG PKK yang bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan pemahaman segenap TP. PKK dalam rangka meningkatkan motivasi kader agar mau dan mampu melaksanakan program pokok PKK secara terus menerus, guna mendukung program-progam pemerintah.

"Keberhasilan pembangunan di Sukoharjo tidak bisa lepas dari peran serta dan dukungan masyarakat dalam menumbuhkan kebersamaan dan kegotongroyongan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih meningkatkan lagi kepedulian dan peran aktif dalam pembangunan yang dilandasi dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyogan.

Acara dikhiri dengan kunjungan stand Gelar potensi peletakan batu pertama kegiatan BBGRM ke-15 tahun 2018 pembangunan betonisasi jalan oleh Bupati beserta Forkopimda.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)


Kamis, 26 April 2018

PKK SUKOHARJO RAIH PENGHARGAAN GUBERNUR

SUKOHARJO – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Wardoyo Wijaya menerima penghargaan dari Plt. Gubernur Jawa Tengah Drs. Heru Sudjatmoko, M.Si sebagai Juara II Pelaksana Terbaik Evaluasi 10 Program Pokok PKK  Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 dalam acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV dan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-46 Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2018 yang dipusatkan lapangan Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Kamis (26/04). 

Dalam keterangannya Ketua Tim Penggerak PKK Sukoharjo, Hj. Etik Wardoyo Wijaya mengatakan "Alhamdulillah meskipun mendapatkan Juara II, yang tahun lalu mendapatkan Juara I, saya merasa senang PKK Kabupaten Sukoharjo  bisa mempertahankan sebagai salah satu Pelaksana Terbaik Evaluasi 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi," ungkapnya.

"Terima kasih terhadap semua unsur yang bisa membantu mewujudkan Sukoharjo mendapat penghargaan ini, saya harap hal ini bisa dipertahankan terus kedepannya, dan tentunya PKK Sukoharjo akan berusaha untuk terus maju," tambahnya.

Tidak hanya menyuguhkan komoditas unggulan saja, tetapi kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu juga menggelar sejumlah acara di antaranya bursa pemberdayaan masyarakat, talk show dan kegiatan lainnya.

Hadir juga dalam acara tersebut Ibu Plt. Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Ibu Sudarli Heru Sudjatmoko didampingi Bupati Pati beserta jajarannya, Ketua TP.PKK se-Jawa Tengah serta sejumlah peserta pameran produk unggulan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Plt. Ketua Penggerak PKK Provinsi Jateng, Herly Heru Sujatmiko dalam laporan penyelenggarannya, mengatakan "mengingat, sejumlah produk unggulan dipamerkan dalam rangkaian kegiatan yang dilangsungkan selama dua hari tersebut diharapkan pameran dari Bumdes ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan peserta," ungkapnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)


PKK SUKOHARJO RAIH PENGHARGAAN GUBERNUR

SUKOHARJO – Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Wardoyo Wijaya menerima penghargaan dari Plt. Gubernur Jawa Tengah Drs. Heru Sudjatmoko, M.Si sebagai Juara II Pelaksana Terbaik Evaluasi 10 Program Pokok PKK  Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 dalam acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV dan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-46 Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2018 yang dipusatkan lapangan Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Kamis (26/04). 

Dalam keterangannya Ketua Tim Penggerak PKK Sukoharjo, Hj. Etik Wardoyo Wijaya mengatakan "Alhamdulillah meskipun mendapatkan Juara II, yang tahun lalu mendapatkan Juara I, saya merasa senang PKK Kabupaten Sukoharjo  bisa mempertahankan sebagai salah satu Pelaksana Terbaik Evaluasi 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi," ungkapnya.

"Terima kasih terhadap semua unsur yang bisa membantu mewujudkan Sukoharjo mendapat penghargaan ini, saya harap hal ini bisa dipertahankan terus kedepannya, dan tentunya PKK Sukoharjo akan berusaha untuk terus maju," tambahnya.

Tidak hanya menyuguhkan komoditas unggulan saja, tetapi kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu juga menggelar sejumlah acara di antaranya bursa pemberdayaan masyarakat, talk show dan kegiatan lainnya.

Hadir juga dalam acara tersebut Ibu Plt. Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Ibu Sudarli Heru Sudjatmoko didampingi Bupati Pati beserta jajarannya, Ketua TP.PKK se-Jawa Tengah serta sejumlah peserta pameran produk unggulan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Plt. Ketua Penggerak PKK Provinsi Jateng, Herly Heru Sujatmiko dalam laporan penyelenggarannya, mengatakan "mengingat, sejumlah produk unggulan dipamerkan dalam rangkaian kegiatan yang dilangsungkan selama dua hari tersebut diharapkan pameran dari Bumdes ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan peserta," ungkapnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)


Rabu, 25 April 2018

SAMAKAN PANDANGAN, PEMDA SUKOHARJO TERIMA SOSIALISASI PERDA

SUKOHARJO– Sosialisasi dua Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 1 dan 2 tahun 2017 digelar untuk  menyamakan presepsi dan koordinasi dalam rangka dalam pelaksanaan administrasi kependudukan dan tanggung jawab sosial dari sebuah perusahaan.

Sosialisasi mengenai  Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan dan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2017 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan  (TJSLP) dikoordinasikan di Ruang DPMPTSP Lantai III, Gedung Setda Pemkab Sukoharjo, Rabu (25/4).

Drs. Joko Indriyanto S.Sos selaku Plt. Asisten Pemerintahan yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sukoharjo memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan ini mengatakan bahwa dalam sosialisasi ini akan disampaikan dua aturan peraturan daerah tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan dan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Dalam hal administrasi kependudukan adalah satu hal yang sangat  strategis karena didalamnya terkandung peristiwa penting yang dialami oleh  seseorang, seperti kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, dll. Lanjutnya, berkaitan dengan hal tersebut bahwa pemerintah daerah bisa memberikan perlindungan, pengakuan, penentuan status pribadi, dan status hukum setiap peristiwa kependudukan tersebut.

" Pengelolaan data harus memenuhi standart, harus profesional secara tertib administrasi, memanfaatkan teknologi informasi, dan harus bertanggung jawab pula. Sehingga keberadaan Perda ini nantinya akan bisa dijadikan dasar, dan datanya dapat  dipertanggungjawabkan," Ujarnya.

Selain itu, dukungan sosial terkait kualitas kehidupan dan lingkungan baik bagi perusahaan, masyarakat perlu dilakukan. Perusahaan harus mempunyai kesadaran dan  tanggung jawab sosial sehingga ada kepastian hukum bagi perusahaan dalam  melaksanakan tanggung jawab sosial.

 "Tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan antara pemerintah daerah, kota dan perusahaan perlu dilakukan apalagi  sudah ada perda soal hal tersebut. Kedepannya saya harap ada kesepahaman sehingga bisa terlaksana dengan baik dan berkualitas pula," tambah Joko Indriyanto S.Sos.

Menurut ZRP. Tj. Mulyono SH.,MH Kepala Bagian Pengawasan Produk Hukum Daerah dan JDIH Biro Hukum Provinsi Jawa Tengah sebagai Ketua Penyelenggara melaporkan bahwa target yang akan dicapai  dalam sosialisasi 2 (dua) Perda Provinsi Jateng adalah untuk persamaan presepsi dalam administrasi kependudukan  serta adanya kepastian hukum sebagai warga negara untuk mewujudkan integrasi sosial antara pemerintah daerah dan perusahan dalam meningkatkan kualitas pelestarian lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai informasi, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan  informasi dan  pemahaman tentang administrasi kependudukan, yang merupakan satu rangkaian kegiatan administrasi kependudukan dalam penataan dokumen dan data kependudukan, pencatatan sipil, pengolahan informasi kependudukan serta pengaturan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahan. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni dari perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan dari Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah. Peserta sosialisasi terdiri dari ASN Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Pemkab Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 


Pemkab Sukoharjo Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah

SUKOHARJO- Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memperingati Hari Otonomi Daerah ke-22 di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Rabu (25/4).

Dalam upacara tersebut Wakil Bupati Sukoharjo, H. Purwadi, SE.,MM, menjadi inspektur upacara. Tema Peringatan hari otonomi daerah ialah "Mewujudkan nawa cita melalui penyelenggaraan otonomi daerah yang bersih dan demokratis".

Ada beberapa hal penting yang disampaikan saat amanat ucapara.

"Di tahun 2018 ini bakal terjadi dua peristiwa besar yakni adanya pilkada serentak. Kami tegaskan sekali kepada seluruh ASN menjaga netralitas. Jika ada yang terlibat menjadi tim sukses paslon maka tidak segan-segan negara akan menindak tegas dan peristiwa penting kedua adalah gelaran Asian Games ke-18 pada tanggal 18 Agustus 2018 hingga 2 September 2018 yang berlansung di Jakarta dan Palembang, Pemerintah mohon doa dan dukungan seluruh rakyat Indonesia agar event besar ini berlangsung lancar dan sukses," tutur Wakil Bupati Sukoharjo, saat menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahyo Kumolo. H. Purwadi, SE.,MM juga menyampaikan untuk mewujudkan revolusi mental.

Usai menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri, Wakil Bupati mengungkapkan terkait hari otonomi daerah.

"Jangan sampai ini hanya seremonial saja, terus kita songsong semangat untuk bumi pertiwi dan pancasila," harap Wakil Bupati. Ditambahkannya,  mengimbau dengan tegas kepada para OPD untuk instropeksi dalam pelayanan kepada masyarakat.

"Tidak ada masalah tanpa solusi, selamat hari Otonomi Daerah semangat melayani," pungkasnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Selasa, 24 April 2018

BUPATI BAGIKAN KARTU INDONESIA PINTAR Kuota Sukoharjo 27.432 Penerima

Bupati Sukoharjo membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (24/4). Tahun 2018 ini, kuota KIP untuk Kabupaten Sukoharjo mencapai 27.432 KIP untuk siswa SD dan 14.009 KIP untuk siswa SMP.

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, mengatakan, KIP yang dibagikan pada siswa merupakan KIP tahap pertama. Bantuan yang diberikan untuk siswa notabene untuk kebutuhan pribadi. Bisa digunakan untuk membeli tas, sepatu, alat tulis, dan lainnya. "Program Indonesia Pintar pemerintah pusat mulai jenjang SD hingga SMA. Bantuan khusus untuk kebutuhan pribadi siswa," ujarnya.

Bupati berharap, seluruh anak usia SD hingga SMA bisa bersekolah. Untuk itu, siswa penerima bantuan diminta untuk menggunakannya dengan baik. Khusus untuk KIP SD, hingga saat ini sudah terdistribusi hingga 95% dan diharapkan segera selesai dalam beberapa waktu ke depan.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Darno, mengatakan, Program Indonesia Pintar (PIP) oleh pemerintah pusat diwujudkan dengan distribusi KIP di semua daerah di Indonesia. Dalam PIP tersebut, setiap anak pemegang KIP akan mendapatkan bantuan Rp 450.000 per anak per tahun untuk siswa SD. Sedangkan untuk siswa SMP mendapatkan Rp 750.000 per tahun dan siswa SMA mendapatkan Rp 1 juta per tahun.

 "Khusus hari ini, jumlah KIP yang dibagikan untuk siswa SD sebanyak 1.200 kartu. Pembagian dilakukan secara bertahap," jelasnya.

Bantuan untuk siswa tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi siswa sehingga bantuan langsung diberikan pada siswa, tidak melalui sekolah. Untuk penyaluran bantuan tersebut, pemerintah bekerjasama dengan BRI. Dikatakan Darno, tahun ini Sukoharjo melakukan percepatan proses penyaluran bantuan. Percepatan tersebut mendapat apresiasi pemerintah pusat sehingga kuota penerima KIP tahun ini naik dari 19.000 di tahun 2017 menjadi 27.432 di tahun 2018 ini. (ang)


Kader PKK Sukoharjo Ikuti Sosialisasi Penanganan Kebakaran

SUKOHARJO- Kader - kader PKK se-Kabupaten Sukoharjo  mengikuti sosialisasi pencegahan dan  penanganan kebakaran baÄ£i Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Sukoharjo yang digelar Damkar Satpol PP bekerjasama dengan TP. PKK Kabupaten Sukoharjo di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) selama dua hari, selasa-rabu (24/25 April).

Menurut ketua panitia  Margono, SH Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Sukoharjo  menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan ini untuk memberikan pemahaman pentingnya pencegahan kebakaran dan sebagai upaya kesiapsiagaan dalam penanganan kebakaran kepada Tim Penggerak PKK se- Kabupaten Sukoharjo.

Ditambahkannya, sebagai narasumber kegiatan ini antara lain pertama Hj. Etik Suryani, SE dengan mengambil judul peran TP. PKK dalam penanganan kebakaran serta dilanjutkan praktek penanganan kebakaran oleh tim Damkar. Sebagai pemandu sekaligus moderator  Basuki Pujo Alwanto, SE.,MSi.

Dalam sambutannya Ketua Satuan Satpol Pamong Praja Heru Indarjo, SH.,MH menegaskan bahwa api itu adalah sahabat kita, dan bukan hal yang menyebabkan sebab bencana. 

"Berdasarkan tupoksi baru, Satpol PP bertugas tidak hanya penegak perda namun juga bertugas juga dalam pemadaman kebakaran juga, untuk itu Satpol PP harus humanis namun tegas,"jelasnya.

Heru Indarjo, SH.,MH  menambahkan, Kader PKK salah satu potensi masyarakat yang  tugasnya bersentuhan langsung dengan warga. Oleh sebab itu, penting untuk dijadikan mitra, dengan dijadikannya mitra, kader PKK dapat turut membantu  memberikan penyuluhan penanggulangan kebakaran pada masyarakat. Semoga dengan sosialisasi ini dapat menekan angka kasus kebakaran di Kabupaten Sukoharjo," harapnya.

Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani, SE mengingatkan api selalu bersentuhan dengan kita, dan berharap jangan sampai diremehkan dan berharap selalu tanggap.

" Kader PKK salah satu potensi masyarakat yang  tugasnya kerap bersentuhan langsung dengan warga, selain 10 program pokok PKK , kita juga perlu pemahaman pentingnya pencegahan kebakaran,. Saya berharap ibu ibu kader PKK dapat belajar tentang preventif bahaya api untuk menekan kasus kebakaran,"harap bunda Hj. Etik. Acara diakhiri dengan praktek pemadaman api kompor gas yang terbakar.

Demikian informasi yang disampikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto, EN, M.Hum. (Tj)

 


Begini Aksi Pedagang Pasar Tradisional Sukoharjo Sambut Hari Kartini

SUKOHARJO- Ratusan pedagang pasar tradisional berkumpul di Pasar Ir Soekarno Suoharjo, Sabtu (21/4). Para pedagang tersebut mengenakan kebaya untuk perempuan dan beskap untuk pedagang laki-laki. Mereka tidak tengah berdagang, namun untuk mengikuti upacara bendera memperingati Hari Kartini. Upacara digelar dihalaman pasar.

Layaknya upacara bendera, para pedagang juga terlihat berbaris. Menariknya, petugas upacara tersebut semuanya perempuan. Baik petugas pengibar bendera, pembaca surat-surat Kartini, hingga pembina upacara. Upacara bendera memperingati Hari Kartini baku kali pertama ini digelar di Sukoharjo.

Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai pembina upacara adalah Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo Endah Suminarsih. Dalam kesempatan itu Endah mengatakan, Sukoharjo berharap semangat Kartini menjadi semangat pedagang pasar yang mayoritas perempuan terus berkarya.

"Selama ini sebagian besar pedagang di pasar adalah wanita sehingga sangat tepat kiranya apabila peringatan Hari Kartini dilaksanakan di pasar. Upacara ini diharapkan meningkatkan semangat pedagang dan berusaha mengikuti perkembangan zaman untuk bisa bersaing dengan pasar modern," ujarnya.

Endah juga meminta para pedagang untuk mengikuti perkembangan zaman yang positif. Seperti belajar jual beli online dengan melakukan promosi dagangan di media sosial. Selain itu, pedagang juga diharapkan untuk memperhatikan mutu barang dan mutu layanan di pasar. Dengan memperhatikan hal itu, dia yakin akan menarik masyarakat untuk datang ke pasar tradisional.

Disisi lain, Koordinator Muresko Bimo Kokor Wijanarko selaku penggaas acara mengatakan, kegiatan tersebut dicatat dalam Museum Rekor Sukoharjo (Muresko) Nomor 476. Kokor menjelaskan, kegiatan pedagang tersebtut unik dan kali pertama sehingga layak dicatat di Muresko. Dalam kegiatan tersebut, panitia sekaligus mengumumkan pemenang lomba "fashion show" dan Menyanyi yang digelar sehari sebelumnya.

"Dengan kegiatan ini sekaligus sebagai kampanye pasar tradisional dengan harapan masyarakat kembali berbondong-bondong datang ke pasar untuk berbelanja," ujar Kokor. (Tj)


Lomba PHBS Nasional, Sukoharjo Wakili Jateng

SUKOHARJO  Desa Gedangan, Kecamatan Grogol mewakili Kabupaten Sukoharjo dan Provinsi Jawa Tengah berhasil masuk enam besar lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat nasional. Penilaian dilakukan oleh tim penilai nasional dengan mendatangi lokasi. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Sukoharjo  H. Wardoyo Wijaya SH.,MH, Jumat (20/4).

Saat menerima Tim Penilai, Bupati mengatakan, dalam mewujudkan Sukoharjo sehat, salah satu upaya dan strategi yang dilakukan adalah menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk membudayakan PHBS di tingkat rumah tangga. "Ada 14 indikator PHBS yang sudah dilakukan di Kabupaten Sukoharjo," ujar Bupati.

Menurutnya, 14 indikator tersebut masing-masing persalinan dengan difasilitasi kesehatan, pemeriksaan ibu hamil minimal lima kali, Asi eksklusif untuk balita 0-6 bulan, balita ditimbang secara rutin, mengonsumsi gizi secara seimbang, menggunakan air bersih, dan mengunakan jamban sehat.

Selain itu, juga membuang sampah pada tempatnya, lantai rumah kedap air, melaksanakan aktivitas fisik, tidak merokok, mencuci tangan dengan sabun, gosok gigi minimal dua kali sehari, tidak menggunakan miras dan narkoba, menjadi anggota jaminan kesehatan, serta pemberantasan sarang nyamuk.

"Untuk Sukoharjo penilaian evaluasi PHBS diwakili oleh Desa Gedangan, Kecamatan Grogol. Penilaian ini menjadi motivasi besar bagi Sukoharjo untuk menciptakan keluarga sehat dan masyarakat Sukoharjo yang bersih dan sehat. Saya harap Sukoharjo bisa menjadi yang terbaik,"harapnya.

Sedangkan Ketua TP PKK Sukoharjo Hj. Etik Suryani, SE menyampaikan, selama ini TP PKK Sukoharjo aktif menggelar kegiatan dalam rangka menjadikan masyarakat Sukoharjo sehat, rutin menggelar Gerakan Masyarakat (Germas) dengan senam bersama dan gerakan makan buah.

"Selama ini sudah ada Dahsyat atau Pemuda Siaga Sehat yang ikut membantu menekan angka kematian ibu dan juga angka kematian balita. Termasuk Gerakan Masyarakat ASI Eksklusif," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba PHBS Tingkat Nasional Endang Budi Murtini mengapresiasi Provinsi Jateng khususnya Kabupaten Sukoharjo yang kembali terpilih maju dalam Lomba PHBS Tingkat Nasional. Endang mengaku beberapa tahun lalu pernah datang ke Sukoharjo melakukan penilaian.

"Kabupaten Sukoharjo sudah sangat maju khususnya kawasan Solo Baru yang sudah sangat berkembang," ujarnya.

Dikatakan Endang, tujuan utama tim penilai adalah melakukan cek dan ricek lokasi yang dijadikan objek lomba. Menurutnya, tim sudah tidak menilai lagi karena penilaian sudah dilakukan sebelumnya di tingkat pusat. Tim ingin melakukan cek dan ricek apakah yang dilaporkan ke pusat sudah sesuai atau belum.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)


Jumat, 20 April 2018

Pansus RTRW DPRD Provinsi Jateng Bahas Raperda di Sukoharjo

SUKOHARJO – Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah tahun 2009-2029 di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPD) Graha Wijaya,  Jumat (20/4/18).

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH mewakilkan asisten Perekonomian dan Pembangunan Widodo, SH.,MH untuk menerima rombongan kunjungan Pansus DPRD Provinsi Jateng di Kabupaten Sukoharjo. Melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah ( Bapelbangda) yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan, Ir. Achmad Hufroni, MT memandu jalannya pembahasan Raperda Provinsi Jawa Tengah No. 6 Tahun 2010 tentang Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kegiatan pembahasan tersebut, Pansus mengundang beberapa pihak dari unsur instansi pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkab se Karesidenan Surakarta dan Kedu.

Ketua Pansus revisi RTRW DPRD  Jateng, Abdul Aziz, S.Ag., M.Si dalam keterangan pers mengatakan " tujuan diadakanya kegiatan ini untuk menerima masukan kembali konfirmasi ulang sajian data yang sudah disodorkan selain itu juga dibahas tentang lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B) dan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).Upaya perlindungan LP2B dilakukan melalui pembentukan kawasan (KP2B) yang akan terdiri dari LP2B dan LCP2B dan berbagai unsur pendukungnya,"jelas Abdul Aziz.

"dalam pembahasan ini kita akan mengkonfirmasi revisi data RTRW sekaligus meminta jajaran instansi pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab se eks Karesidenan Surakarta dan Kedu untuk merumuskan secara terperinci RTRW agar Perda RTRW Jateng dapat tersusun dengan baik,"harapnya.

Ditambahkan Abdul Azis "Tentunya kita semua yang ada di Provinsi Jateng sama sama merumuskan secara rinci RTRW kita. Sehingga nantinya Perda RTRW Jateng dapat tersusun dengan baik "terangnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs.Joko Nurhadiyanto, EN, M.Hum. (Tj)


Rabu, 18 April 2018

PEMKAB SUKOHARJO GELAR PENGAJIAN PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1439 H / 2018 M

Peringatan Isra' Mi'raj yang digelar Pemkab Sukoharjo kali ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas iman dan taqwa serta dapat menjadi motivasi dalam mewujudkan masyarakat yang bermartabat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dilaporkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan selaku ketua panitia penyelenggara, Bp. Widodo, SH, MH, bahwa pengajian di Pendopo Graha Satya Praja Rabu pagi ini, 18 April 2018 dihadiri lebih dari 1400an jamaah terdiri dari Muspida plus, Sekda, para Asisten dan staf ahli, kepala OPD, Camat, Lurah/Kades, Kepala Kemenag dan jajarannya, Kepala Sekolah, perwakilan pelajar dan pramuka. Dengan Al Ustadz H. Sri Setyo, SH, S.Pd.I, M.Si sebagai pemberi tausiah / kajian.

Dalam sambutan dan pengarahannya, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, SH, MH mengingatkan kita agar sebagai umat muslim untuk merenungkan dan mengambil hikmah dari peristiwa Isra' Mi'raj yang merupakan perjalanan spektakuler, tujuannya agar kita mampu meraih martabat lebih tinggi di sisi Allah SWT.

Ada 5 Inti tausiah yang disampaikan Ustadz Setyo yaitu bahwa Isra' Mi'raj adalah perjalan yang nyata bukan perjalanan mimpi / khayalan, yang merupakan jamuan kemuliaan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Isra' Mi'raj merupakan peristiwa yang menampakkan ayat-ayat Allah SWT sebagai tanda kekuasaanNya dan tanda kebesaranNya. Selain itu Isra' Mi'raj sebagai bukti bahwa Islam adalah agama universal yang diturunkan kepada seluruh umat manusia. Inti yang terakhir dari peristiwa  Isra' Mi'raj adalah diturunkannya perintah untuk menjalankan shalat wajib 5 waktu dalam sehari semalam.

Pengajian ini diharapkan membawa manfaat dan keberkahan bagi semua sehingga pesan-pesan yang disampaikan untuk bisa dimanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian penjelasan singkat yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Drs. Joko Nurhadiyanto EN , M.Hum yang turut hadir dalam acara tersebut. (Yk)


Senin, 16 April 2018

Angkatan Muda Muhammadiyah Bekonang Gelar Santunan Anak Yatim

SUKOHARJO- Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Bekonang menggelar Tabliq Akbar "Isro Mi'raj" Nabi Besar Muhammad SAW dan santunan anak yatim angkatan muda Muhamadiyah Bekonang,bertempat di Masjid A.M Baiturrohim Tegal Rejo, Bekonang, Jum'at (13/4).

Ketua Pelaksana AMM Bekonang, Muhamad Riwanu mengatakan, kegiatan AMM Bekonang menyelenggarakan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan memberikan santunan kepada 45 anak yatim dan berharap pengetahuan agama dan Isra Mi'raj dapat dihayati dan diamalkan dengan tuntunan yang diajarkan.

Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM menghadiri dan mengapresiasi AMM Bekonang dalam pelaksaaan acara ini serta berharap AMM dapat memetik hikmah dari kegiatan Isra'Mi'raj  yang dilaksanakan  sesungguhnya memiliki makna yang hakiki, dalam hal ini peringatan hari-hari besar Islam.

"Keluhuran pribadi Nabi Besar Muhammad SAW, yang penuh keikhlasan, ketulusan, tanggung jawab serta komitmen tinggi terhadap segala titah sang khalik yang dibebankan kepadanya selaku rasul dan pemimpin ummat, hendaknya kita jadikan suri tauladan" harapnya

Sementara Ustadz  H. Wiwoho Aji Santoso S.Pd dalam  tausiahnya menyebutkan, inti memperingati Isra' Mi'raj nabi Muhammad SAW adalah upaya untuk mampu meneladani Nabi Muhammad SAW dan mengambil hikmad Isra' Mi'raj itu sendiri.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum. (Tj)

 

 


Sabtu, 14 April 2018

WAKIL BUPATI SECARA RESMI MEMBUKA DIKLATSAR BANSER ANGKATAN III KABUPATEN SUKOHARJO

Semangat yang menggelora dari 100 peserta Pendidikan Pelatihan Dasar Barisan Anshor Serba Guna Angkatan III Satuan Koordinasi Rayon Banser Kecamatan Nguter sangat terasa, Jum'at sore 13 April 2018. Bertempat di halaman Pondok Pesantren Riyadhussolihin Desa Nguter Kecamatan Nguter, secara resmi Diklatsar dibuka oleh Wakil Bupati Purwadi, SE, MM. Acara ini dihadiri juga oleh PC NU Kabupaten dan Kec. Nguter, PC GP Anshor Kabupaten dan Kec. Nguter, Camat & Muspika Nguter, Kades Nguter, dan Tokoh Masyarakat sekitar.

Banser yang merupakan tenaga inti GP Anshor, penggerak, pengemban dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan harus memiliki disiplin, dedikasi, ketahanan fisik & mental, serta daya juang yang tinggi. Karena alasan itulah Diklatsar banser diselenggarakan. Kaderisasi banser terus dilakukan untuk menjaga semangat pergerakan, sesuai tujuannya Banser sebagai bentengnya ulama dan penjaga NKRI.

Wakil Bupati berkesempatan membacakan sambutan Bupati, yang intinya berpesan kepada peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Karena kegiatan ini dapat dijadikan bekal pengetahuan dan ketrampilan bagi anggota Banser.

Dalam sambutannya Pimpinan Cabang NU Kabupaten Sukoharjo, Khomsun Nur Arif menekankan, bahwa sebagai konsep dasar jiwa dan kepribadian yang harus dimiliki pemuda Anshor / Banser adalah adab yang baik, perilaku sopan dan aklaqul karimah. (Yk)


Jumat, 13 April 2018

Budayakan Makan Ikan, Dinas Pertanian Gelar Lomba Masak Ikan

SUKOHARJO-Saat dikonfirmasi, Ir. Netty Harjianti, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo menjelaskan, selain lomba masak ikan menu keluarga, secara bersamaan pihaknya juga menggelar bazaar produk olahan ikan yang diikuti 24 peserta dari TP-PKK desa/kalurahan binaan se- Kabupaten Sukoharjo.. Hal itu sebagai upaya dari pemerintah untuk memperkenalkan keanekaragan masakan berbahan baku ikan kepada masyarakat. Selain itu, dapat meningkatkan ketrampilan memasak dan sekaligus menyebarluaskan informasi tentang olahan masakan berbahan baku ikan, kandungan gizi serta manfaat ikan bagi kesehatan dan kecerdasan anak.  Dalam pelaksanaan perlombaan itu, Dinas Pertanian dan Perikanan menggandeng tim penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo," jelasnya.
Bertempat di Pendopo Dinas Pertanian dan Perikanan Ketua TP.PKK sekaligus Ketua Forikan ( Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional)Kabupaten Sukoharjo bunda Etik Suryani, SE membuka langsung acara lomba masak ikan menu keluarga serta bazaar produk perikanan tingkat Kabupaten Sukoharjo tahun 2018, Jumat (13/4).
Menurut Hj Etik Suryani, SE lomba ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Melalui perlombaan itu, secara tidak langsung para ibu-ibu PKK akan menerapkan mengkonsumsi makanan dengan menu olahan ikan dan non beras meski hanya dalam satu hari. Kedepannya diharapkan, mereka mampu mengajak warga disekitarnya untuk mengkosumsi makan ikan, " jelas bunda Etik.
Melalui perlombaan itu pula, Hj. Etik Suryani Wardoyo Wijaya berharap ibu-ibu PKK mampu memunculkan variasi menu makanan baru sehingga dapat lebih meningkatkan konsumsi ikan dan mengolah menjadi kreatif. Apalagi budidaya ikan lokal dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang minim sudah mulai diterapkan oleh PKK. Selain itu di lahan pertanian Kabupaten Sukoharjo tidak hanya untuk ditanami padi saja, namun juga beraneka ragam bahan pokok lain seperti jagung, ketela pohon, dan lainnya.
Lebih lanjut bunda Etik menambahkan, dengan meningkatnya konsumsi ikan, berarti akan mendorong peningkatan produksi dan pemasaran, yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat yang sudah membudidayakan ikan dilahannya.
Adapun pemenang lomba diraih desa Gumpang Kecamatan Kartasura yang akan mewakili Kabupaten Sukoharjo maju tingkat Provinsi Jateng, disusul juara ke 2 desa Manisharjo Kecamatan Bendosari, Juara ke 3 diraih desa Plumbon Kecamatan Mojolaban. Juara harapan 1 diraih desa Bulu Kecamatan Bulu, juara harapan 2 desa Jagan Kecamatan Bendosari dan juara 3 diraih desa Manisrenggo Kecamatan Grogol yang masing masing mendapat uang pembinaan dan sertifikat.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo.(Tj)

Rabu, 11 April 2018

BKB HI Tawang Indah Sukoharjo Masuk Nominasi Tiga Besar Lomba Tingkat Provinsi

SUKOHARJO- Selamat datang khususnya kepada Tim Penilai Lomba BKB holistik Integratif Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018, yang telah hadir di Pendopo Rumah Dinas Bupati, dimana BKB HI "Tawang Indah " telah berhasil meraih nominasi 3 (tiga) besar Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Demikian ungkapan selamat datang oleh Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH, MH, dalam sambutannya pada acara dalam rangka penilaian lomba Pengelola Kelompok Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Rabu (11/4).

Tim Juri  dipimpin Ali Yahya (TP.PKK Prov. Jateng) serta dari ungsur Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, BP3AKB Prov.Jateng, Dispermadesdukcapil Provinsi Jawa Tengah serta dari perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, kemandirian BKB HI "Tawang Indah" Desa Tawang telah terlihat sejak 1990 dimana telah mampu membuat inovasi secara mandiri berupa beberapa simulasi, kantong wasiat, permainan tradisional "flipchart" sehingga akan lebih dapat diingat. Selain itu, juga mudah dimengerti dan dilaksanakan oleh para orang rua untuk mencapai sembilan aspek menjadi orang tua hebat.

"Pemkab Sukoharjo mendukung penuh semua program yang dilakukan TP. PKK Kabupaten termasuk program BKB HI,"jelas Bupati.

Untuk tahun 2018 ini, ujarnya, Pemkab telah memberikan anggaran untuk sejumlah program. Antara lain pembuatan Kartu Kembang Anak (KKA) sebesar Rp. 120 juta untuk 33.374 lembar, pemberian PMT untuk Posyandu se-Sukoharjo sejumlah 1.178 dimana masing-masing mendapatkan Rp200 ribu per bulan. Total anggaran mencapai Rp2,827 miliar.

Selain itu, juga bantuan operasional kader Posyandu se-Sukoharjo sebanyak 7.131 orang dan masing-masing mendapatkan Rp50 ribu per bulan. Total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp4,278 miliar. Pemkab juga memberikan honor PPKBD se-Sukoharjo sejumlah 167 dimana masing-masing mendapatkan Rp200 ribu per bulan.

Sedangkan Ketua Tim Penilai Lomba BKB HI Provinsi Jateng Ali Yahya menyampaikan, lomba tersebut digelar dalam rangka menghadapi Harganas 2018. Rencananya, puncak peringatan Harganas 2018 akan digelar di Manado bulan Juni nanti. Menurutnya, ada beberapa hal yang akan dilihat oleh tim penilai ke BKB HI "Tawang Indah" di Desa Tawang. Sasaran langsung penilaian sendiri BKB HI "Tawang Indah" itu sendiri termasuk para kadernya.

"Untuk sasaran tidak langsung terkait dengan pengambil kebijakan dalam hal ini Bupati," ujarnya.

Ali juga mengatakan, kriteria yang akan dinilai lainnya adalah legalitas kepengurusan BKH BI, layanan yang diberikan dalam hal ini dari sisi kader yang memberikan penyuluhan serta kegiatan yang dilakukan BKB HI dalam menyusun administrasi.

Dari sisi pengelola, ujarya, akan dilihat bagaimana pengelola memberikan pembinaan kader BKB HI yang ada. Diharapkan, dengan lomba tersebut akan meningkatkan kinerja para kader BKB HI yang ada di Kabupaten Sukoharjo dan juga kabupaten/kota lainnya.

Tim selanjutnya melaksanakan peninjauan langsung ke BKB Holistik Integratif "tawang indah" desa Tawang Kecamatan Weru.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

 


BUPATI AJAK IPNU-IPPNU BERSINERGI DENGAN PEMERINTAH


Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) masa khidmat 2017-2018 Kabupaten Sukoharjo bertemu beraudiensi  dengan Bupati  Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH bertempat di ruang Bupati, Selasa (10/4). Acara audiensi dimoderatori oleh Asisten II Sekda Pemkab Sukoharjo Widodo, SH, MH.

Ketua IPNU Kabupaten Sukoharjo terpilih Yusuf Dwi Akhial dan ketua IPPNU Endah Fitria Maulana saat beraudiensi dengan pengurus lainnya berharap wejangan arahan dan bimbingan Bupati dalam menjalankan roda organisasi masa khidmat 2017-2018 karena pengurus IPNU dan IPPNU ini usia 15 sampai 27 tahun.

"pengurus IPNU dan IPPNU masa usia millennia ini sangat rentan dengan berita hoax, kenakalan remaja serta isu isu politik dengan sasaran target anak muda. Kita ingin punya sikap positif,"ungkapnya.

Bupati Sukoharjo mengapresiasi dan  berharap kepengurusan IPNU dan IPPNU masa khidmat periode ini program-programnya bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

"saya berharap IPNU dan IPPNU bekerja sesuai rohnya serta dapat berjalan sesuai dengan arah kiblatnya, kalau kiblatnya jelas tentunya jelas pula arahnya dalam menjalankan visi misinya. Selain itu hubungan sinergi harus dilandasi pola pikir yang sehat, kreatif sehingga dapat memunculkan inovasi inovasi baru dan tidak menimbulkan perselisihan yang muncul," ungkap Bupati saat memberi wejangan kepada pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Sukoharjo.

Turut hadir dan memberi wejangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno yang mengajak untuk cerdas dalam literasi yang diukur cerdas dalam berlogika dan bersikap, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sukoharjo Ihsan Muhadi dalam wejangannya mengajak untuk menguatkan karakter serta menguatkan nilai nilai Islam yang moderat.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


BUPATI SUKOHARJO MEMBUKA DAN MENJADI KEYNOTE SPEAKER FOCUS GROUP DISCUSSION ( FGD )

Bupati Sukoharjo H.Wardoyo Wijaya, SH, MH berkesempatan membuka Focus Group Discussion (FGD) Kegiatan Sinkronisasi Infrastruktur jaringan dan integrasi data SKPD Provinsi Jawa Tengah dan  Diskominfo Kabupaten / Kota Se Jawa Tengah di Best Western Solo Baru Sukoharjo (10/4). Kegiatan diikuti  sejumlah 160 peserta dari utusan SKPD Pemerintah Provinsi dan Diskominfo Kabupaten/Kota Se Jawa Tengah. Bupati Sukoharjo sekaligus menjadi Keynote Speaker dengan tema " Kebijakan TIK di Kabupaten Sukoharjo ".

Bupati Sukoharjo menyampaikan bahwa Kabupaten Sukoharjo sudah berusaha untuk terus memanfaatkan  Teknologi informasi bagi terciptanya layanan publik yang lebih baik. Sukoharjo juga berupaya mengembangkan Smartcity yang berbasis smart village, karena Sukoharjo merupakan wilayah yang didominasi oleh pedesaan. Sejak tahun 2014, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Sukoharjo yang terdiri dari 150 desa dan 17 Kelurahan telah terkoneksi dengan  intranet maupun internet. Terkoneksinya desa-desa tersebut kami manfaatkan untuk pelayanan administrasi desa dengan membuat aplikasi SKUTER ( Surat Keterangan Umum ), SKAK ( Surat  Keterangan Kematian ) maupun SKALA ( Surat Keterangan Lahir ) yang sudah terintegrasi dengan database, Kabupaten Sukoharjo juga berupaya  memanfaatkan dan mengembangkan untuk system Informasi Desa, Portal Desa untuk pengadaan barang dan jasa maupun Siskeudes ( Sistem Keuangan Desa ). Sukoharjo telah memiliki 45 aplikasi  berbasis web, 12 aplikasi  berbasis android. Mensikapi  perkembangan Teknologi Informasi yang bergerak kearah mobile atau berbasis smartphone  Kabupaten Sukoharjo berupaya mengembangkan aplikasi berbasis mobile, terutama yang berkaitan dengan informasi public maupun pelayanan dasar. Diakhir paparan Bupati berpesan agar berbagi aplikasi antar Dinas Komunikasi dan informatika Se Jawa Tengah, jangan tergantung kepada pengembang, meningkatkan sumber daya manusia khususnya bidang Teknologi dan informasi, lebih membangun aplikasi secara inovatif sesuai kebutuhan masyarakat.

Di tambahkan Ketua Panitia kegiatan Kabid TIK Diskominfo Provinsi Jawa Tengah Setyo Irawan,ATD,MM menyampaikan  bahwa tujuan dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) adalah berkordinasi mensinergikan TIK dan tata kelola yang baik, menyusun tata TIK secara terpadu, membahas kesiapan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi dalam mendukung jaringan TIK sebagai dasar untuk menopang seluruh jaringan informasi di Pemerintah. Kegiatan Sinkronisasi infrastruktur jaringan dan integrasi data SKPD Provinsi Jawa Tengah dan Diskominfo Kabupaten / Kota dilaksanakan selama 2 hari (10-11/4/2018). Materi pembahasan terdiri dari beberapa tema yaitu 1) Arah kebijakan dan Implementasi tata kelola data center berdasarkan sertifikasi ISO 27001 oleh Dinas Kominfo Provinsi DIY,2) Arah Kebijakan dan Informasi TIK dalam mendukung program prioritas Pemerintah kota Pekalongan, 3) Fokus prioritas kegiatan Dinas Kominfo berdasarkan RKPD TA.2019 oleh Bappeda Provinsi Jawa Tengah.

Demikian informasi yang dapat dihimpun petugas Release dari Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Rn)