Selasa, 28 Mei 2019

Bupati Menyerahkan 3000 Paket Sembako Kepada Warga Kurang Mampu

SUKOHARJO-Sebanyak 3000 paket sembako diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM kepada masyarakat kurang mampu/dhuafa. Pembagian digelar di rumah dinas bupati, Selasa (28/05). Kegiatan dilaksanakan dalam rangka rangkaian kegiatan amaliyah bulan ramadhan tahun 1440/2019M.

Bupati mengatakan, pembagian paket sembako sudah rutin dilaksanakan oleh Pemkab Sukoharjo setiap menjelang Lebaran. Pengambilan paket sembako dilakukan para penerima dengan membawa kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Para penerima paket sembako berasal dari warga kurang mampu dan tenaga harian lepas (THL) yang bekerja di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

"Paket sembako diberikan pada penerima yang sudah memiliki kupon. Kupon diberikan petugas pada warga kurang mampu sehari sebelumnya. Sistem itu diterapkan agar jelas siapa para penerimanya," ujar Bupati H. Wardoyo Wijaya.

Pemkab Sukoharjo mendapatkan data warga tidak mampu sebagai penerima paket sembako berasal dari hasil pendataan melibatkan pengurus Rukun Tetangga (RT). Data tersebut diambilkan agar bantuan bisa tepat sasaran diberikan.

"Jangan melihat dari nilainya tapi inilah bentuk kepedulian Pemkab Sukoharjo pada warga tidak mampu dengan memberikan bantuan paket sembako khususnya menjelang Lebaran," lanjutnya.

Paket sembako berisi beras, gula pasir, minyak goreng, sirup, the dan mie instan.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Jumat, 24 Mei 2019

Hj. Etik Suryani Bagikan Bingkisan Lebaran untuk Warga Kurang Mampu di Sukoharjo

SUKOHARJO- Dewan Pembina kelompok pengajian Nur Rohmad, Hj.Etik Suryani SE, MM  sekaligus ketua tim penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo membagikan bingkisan lebaran untuk warga kurang mampu. Masing-masing kecamatan mendapatkan 50 paket bingkisan yang akan disalurkan pada warga yang membutuhkan. Sehingga total ada 600 paket bahan pangan dimana setiap paket senilai Rp100 ribu, bertempat di Gedung Dharma Bhakti Wijaya, Jumat (24/5).

Hj.Etik mengatakan, paket sembako yang disalurkan untuk bingkisan Lebaran ini murni dikumpulkan dari kelompok pengajian, sasarannya adalah keluarga yang membutuhkan di seluruh wilayah. Penyaluran bingkisan Lebaran bantuan kelompok pengajian ini menyasar pada kalangan warga miskin  yang membutuhkan dan menjadi kewenangan pihak kecamatan. Paket tersebut berisi beras, gula, minyak goreng, teh dan makanan ringan.

"pengajian Nur Rohmad selalu membagikan paket sembako untuk warga tidak mampu setiap menjelang Lebaran. Paket sembako diperoleh dari uang infak para jamaah yang rutin datang ikut pengajian setiap bulan di rumah dinas bupati. Kalau bisa orangnya berbeda dan bukan kerabat pemberi dan diberikan pada yang membutuhkannya," jelas bunda Etik.

Ditambahkan , jumlah bantuan yang disalurkan dalam kegiatan rutin ini relatif turun dari tahun lalu, dimana pada tahun 2018 lalu bingkisan sembako yang disalurkan sebanyak 60 paket per kecamatan. Sebab, alokasi anggaran saat ini dibagi- bagi untuk memberangkatkan jamaah umroh bagi anggota kelompok pengajian dengan diundi.

"Paket sembako kami serahkan ke Ketua PKK masing masing Kecamatan atau ibu camat masing masing kecamatan sebanyak 50 kardus. Nanti teknis pembagian di kecamatan kami serahkan ke ibu camat," ungkapnya.

Dalam setiap kardus paket sembako yang dibagikan bernilai Rp 100 ribu. Isinya terdiri dari mie instan, wafer, sirup, teh, gula pasir dan beras.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupatem Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Jelang Idul Fitri 1440 H, Bupati Sukoharjo Buka Pasar Murah

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM bersama Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani SE, MM membuka pasar murah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H tahun 2019, bertempat di Halaman Setda Kabupaten Sukoharjo, Jumat (24/5).

Pembukaan pasar Ramadhan 1440 H/2019 ditandai dengan Pemotongan Pita oleh ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo, Hj. Etik Suryani SE, MM didampingi Bupati.

Pasar murah diselenggarakan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sukoharjo dalam rangka pengendalian inflasi.

Sekretaris TPID yang juga menjabat sebagai Kepala bagian Perekonomian Pemkab Sukoharjo Dian Kurniati, SE.,MM mengatakan "tujuan pasar murah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan memberikan harga yang relatif murah dibanding di pasaran dan terjangkau serta untuk mengendalikan dan menstabilkan harga pangan supaya tidak naik khususnya selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri," jelasnya.

Ketua TPID menjambahkan ada beberapa jenis kebutuhan pokok yang digelar di pasar murah ini seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, syirup, cabe merah, bawang merah dan bawang putih.

Usai membuka pasar murah terlihat Bupati berkeliling bersama para pejabat Pemkab Sukoharjo meninjau stand dan mengecek harga yang diperjualkan di pasar murah dan sekaligus berbincang-bincang.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Rabu, 22 Mei 2019

Peringati Nuzulul Quran, Bupati Sukoharjo Ajak Warga Perkokoh Persatuan

SUKOHARJO- Bertempat di Pendopo Graha Satya Praja ( GSP), Bupati Sukoharjo  H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM bersama Wakil Bupati serta unsur Forkopimda, para kepala OPD dan camat berbuka bersama dan sholat tarawih dan witir dilanjutkan diadakan peringatan malam Nuzulul Quran 1440 H / 2019 M. Turut hadir Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM, para asisten beserta Kepala Perangkat Daerah dan istri serta turut dihadiri Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani SE, MM serta Ketua DWP Kabupaten Sukoharjo Hj. Galuh Agus Santosa.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan Nuzulul Qur'an merupakan salah satu peristiwa bersejarah bagi umat Islam, yaitu peristiwa turunnya wahyu Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW untuk memberi petunjuk kepada manusia.  Selain itu, Bupati berharap agar masyarakat di Kabupaten Sukoharjo memperkokoh persatuan serta mampu memahami ajaran ajaran Islam secara utuh dan sempurna. Dan menghindari tindakan kekerasan, terus merekatkan tali silaturahmi antar sesama dan menebarkan kedamaian antar sesama umat beragama, sehingga akan terwujud kondisi masyarakat Kabupaten Sukoharjo yang aman, damai dan kondusif.

"Al-Qur'an menyajikan substansi hubungan manusia dengan Tuhan hablum minaalah, hubungan manusia dengan sesamanya hablum minan naas dan hubungan manusia dengan alam semesta . Karena Al-Qur'an mengajarkan tentang toleransi, keadilan, kebaikan, kedamaian kesejahteraaan dan tidak mengajarkan kedhaliman apalagi kekerasan," ungkap Bupati.

Berdasarkan  laporan panitia Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Widodo SH, MH mengatakan pelaksanan nuzulul quran Pemkab Sukoharjo ini tujuannya untuk meningkatkan syiar islam sekaligus sebagai wadah menyambung tali silaturahmi dan ukhuwah islamiyah," jelasnya.

Selanjutnya Al Ustadz Ir. H. Seno Hadi Sumitro memberikan tausyiyah  yang pada intinya Al-QurĂ¢n memberikan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Selasa, 21 Mei 2019

Bupati Sukoharjo Buka Layanan Penukaran Uang Rupiah Jelang Idul Fitri

SUKOHARJO– Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo membuka secara resmi Kegiatan Penukaran Uang pada Bulan Ramadan menjelang hari raya Idul Fitri Tahun 2019 di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Kantor Bupati, Selasa (21/5).

Bupati berharap banyaknya titik penukaran uang pecahan baru semakin memudahkan masyarakat Sukoharjo pada khususnya untuk menukarkan uang pecahan baru serta diharapkan dapat digunakan masyarakat untuk saling berbagi  saat Lebaran. Pasalnya, berbagi uang saat Lebaran sudah menjadi tradisi masyarakat," harap Bupati.

Menurut Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Bank Indonesia (BI) Solo, Bakti Artanta, mengatakan akan membuka layanan penukaran uang baru menjelang Lebaran 2019 di 150 lokasi. Jumlah lokasi penukaran uang ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 111 lokasi. Bakti memaparkan 150 titik ini tersebar di enam kabupaten dan satu kota di Soloraya. Perinciannya 15 lokasi di Sukoharjo, 74 lokasi di Solo, 14 lokasi di Boyolali, 16 lokasi di Klaten, , 11 lokasi di Karanganyar, 10 lokasi di Wonogiri, dan 10 lokasi di Sragen.

Sementara uang tunai yang disiapkan BI Solo untuk penukaran uang baru itu sesuai estimasi kebutuhan mencapai Rp5,4 trilliun. Jumlah ini naik sekitar 3,35% daripada tahun lalu, yang hanya Rp5 triliun dengan realisasi Rp5,233 triliun.

"Lebaran tahun ini kami memperluas lokasi layanan penukaran uang, yakni 150 lokasi se-Solo Raya. Ini melibatkan 98 bank umum, 30 BPR, 8 BPRS, 10 Pegadaian, dan 4 Kantor Pos, ,mengacu pada pengalaman tahun lalu, stok uang pecahan baru untuk Lebaran tahun ini kami tambah. Masyarakat juga semakin mudah dalam penukarannya di perbankan," jelasnya.

Titik-titik tempat penukaran tersebut berada di perbankan termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir untuk menukarkan uang pecahan baru.

Bakti berpesan agar masyarakat tidak melakukan penukaran uang di pinggir-pinggir jalan. Pasalnya, dalam penukaran tersebut ada biayanya, jumlahnya belum tentu pas, serta dimungkinkan ada uang palsu di dalamnya. Untuk menghindari penukaran di pinggir jalan itulah BI membuka banyak titik pelayanan.

Ada 6 loket bank yang disediakan, yakni Bank Indonesia, Bank Jateng, BRI, Bank Mandiri, Bank Mega dan Bank Pasar. Masing-masing loket menyediakan 100 kupon penukaran, dengan maksimal penukaran Rp 4,4 juta/orang. Syaratnya hanya membawa fotocopi KTP dan nanti akan dicelupkan jari dengan tinta sebagai tanda. 

Ada pemerataan lokasi penukaran di Solo Raya agar tidak terjadi penumpukan di kantor BI," imbuh Bakti Artanta.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Senin, 20 Mei 2019

Harkitnas, Bupati Sukoharjo Ajak Masyarakat Bersatu Untuk Kebangkitan Bangsa

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM bertindak sebagai Inspektur upacara bendera dalam rangka peringatan ke- 111 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2019.

Peringatan ini berlangsung di halaman upacara Setda Kantor Bupati Sukoharjo, Senin (20/5) yang diikuti segenap jajaran Forkopimda, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pelajar di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Tema Peringatan ke-111 Tahun Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 2019 adalah: "Bangkit Untuk Bersatu".  Adapun tujuan peringatan 111 tahun Kebangkitan Nasional Tahun 2019 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dalam sambutannya, Bupati membacakan pidato tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara S.Stat. MBA. Bupati mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Harkitnas ini sebagai moment membangkitkan rasa persatuan, agar bangsa yang besar ini mampu terus menghidupi semangat persatuan.

Memaknai Hari Kebangkitan Nasional ke-111, Bupati H. Wardoyo Wijaya memgingatkan bahwa sumpah palapa merupakan sumpahnya patih gajah mada untuk menyatukan nusantara.

"Melalui pidato Bung Karno, kita juga diingatkan tentang pentingnya gotong royong. Kita diajak untuk bangkit dan bersatu. Perbedaan pilihan dan pendapat hal biasa," pesan Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan bahwa kita semua baru saja menyelesaikan Pesta Demokrasi Pemilu Presiden dan Legislatif 2019 dan sebentar lagi hasilnya akan ditetapkan.

Oleh karena itu, dirinya berharap semua bentuk hal yang dapat menimbulkan perpecahan dihindari. Melalui momentum Harkitnas ini, Bupati mengajak memperkokoh persatuan.

Selanjutnya Bupati bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melanjutkan perjalanan menuju Taman Makam Pahlawan Kyai Haji Samanhudi Desa Banaran Kecamatan Polokarto untuk mengikuti ziarah.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto ENm N,Hum (Tj)

Rabu, 15 Mei 2019

Bupati Penuhi Janji, Ribuan Ahli Waris Di Sukoharjo Terima Uang Duka

SUKOHARJO– Bupati Sukoharjo kembali memberikan santunan uang duka kepada ribuan ahli waris warga miskin (gakin). Pemberian dilakukan secara langsung setelah sempat tertunda karena Bupati ada agenda mendadak waktu itu, bertempat di Pendapa Graha Satya Praja (GSP), Rabu (15/5). Setiap satu ahli waris menerima uang duka sebesar Rp 3 juta rupiah.

Bupati berpesan pada ahli waris penerima santunan agar uang yang diterima digunakan sebaik-baiknya dan tanpa potongan dalam penerimaannya.

"Mohon maaf kepada ahli waris, sempat tertunda kegiatan ini, karena saya agenda mendadak waktu itu, pada kesempatan ini kita baru bisa bertemu saat ini, ahli waris menerima utuh tanpa potongan sebesar Rp3 juta. Pesan saya sebelum pulang ke rumah masing masing, dihitung dengan cermat dulu, jangan sampai terjadi, sesampai di rumah ternyata uangnya kurang, kalau disini kurang minta kepada petugas dan gunakan sebaik baiknya," harap Bupati.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo Sarmadi SE, M.Si menyampaikan, untuk periode kematian Juni-Oktober 2018 terdapat 1.276 gakin yang meninggal sehingga ahli warisnya mendapat santunan. Jumlah tersebut tersebar di 12 kecamatan. Hingga saat ini, total santunan kematian yang sudah digulirkan oleh Pemkab Sukoharjo mencapai Rp73,5 miliar.

"hari ini Bapak Bupati akan memberikan Bantuan Uang Duka sebesar Rp 3,828 milyar yang akan dibagikan kepada 1.276 orang ahli waris. Hal ini membuktikan bahwa program Bapak Bupati H. Wardoyo pro rakyat," jelasnya.

Kepala Dinsos menambahkan, rincian penerima santunan dari 12 kecamatan masing-masing untuk Kecamatan Tawangsari 114 orang, Sukoharjo 114 orang, Mojolaban 81 orang, Bendosari 128 orang, Grogol 120 orang, Gatak 91 orang, Weru 154 orang, Bulu 82 orang, Polokarto 123 orang, Baki 82 orang, Nguter 111 orang, dan Kecamatan Kartasura 76 orang.

Seperti diketahui program bantuan uang duka digulirkan oleh Bupati, total anggaran hingga saat ini sudah mencapai nilai Rp73,5 miliar. Dengan rincian, tahun 2011 Rp9 miliar, tahun 2012 Rp3, 78 miliar, tahun 2013 Rp10,110 miliar, tahun 2014 Rp9.978 miliar, tahun 2015 Rp12,93 miliar, tahun 2016 Rp9, 135 miliar, tahun 2017 Rp8.739 miliar, tahun 2018 sebesar Rp7,662 miliar, dan tahun 2019 Rp3,328 miliar.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Kamis, 09 Mei 2019

Bupati Sukoharjo: Tidak Ada Lagi 01, 02, yang Ada 03 Persatuan Indonesia

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM mengajak segenap elemen untuk kembali bersatu fokus membangun Kabupaten Sukoharjo pada khususnya usai pemungutan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) yang telah dilaksanakan pada 17 April 2019 lalu.

"Tidak Ada Lagi 01, 02, yang Ada 03 Persatuan Indonesia," tegas Bupati dalam sambutan usai melaksanakan sholat tarawih di Masjid Baitturrohman Dukuh Tegal Krecekan RT 01 RW 02  Desa Geneng Kecamatan Gatak ,Rabu (8/5).

Siapapun Presiden dan Wakil Presiden yang menjadi pemenang dan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggaran Pemilu nanti harus didukung bersama. Perbedaan pilihan saat Pilpres tidak boleh diteruskan. Yang ada hanyalah persatuan dan kesatuan membangun bangsa," tambah Bupati.

Bupati mengajak segenap elemen masyarakat untuk berdoa dan tawakal agar pemimpin yang terpilih pada pemilu tahun ini bisa menjalankan tugasnya dengan penuh amanah dan adil demi kemajuan bangsa Indonesia ke depan lebih baik lagi.

Seusai melaksanakan sholat isya, tarawih dan sholat witir dengan imam Bapak Sumardi dan khotib ustadz Tejo, Bupati Sukoharjo menebar bantuan untuk kepentingan Warga Desa Geneng Kecamatan Gatak. Bantuan tersebut antara lain, Bupati memberi bantuan untuk Masjid Baiturrohman sebesar Rp 75 juta dan untuk pembangunan Kantor Balai Desa Geneng diberikan bantuan sebesar Rp 150 juta. Selain itu,  Bupati memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta untuk kepentingan warga desa Geneng atas kondusifitas wilayah di desa Geneng.   Disamping itu, untuk penyelenggaraan Tarling di Kecamatan Gatak Bupati juga memberikan bantuan Rp 7,5 juta. Bantuan juga diberikan kepada 5 masjid pendamping masing masing mendapatkan Rp 1 juta serta untuk Masjid Al-Amin Bupati memberikan bantuan sebesar Rp 2 juta. Disamping itu Bupati menyerahkan bantuan dari Baznas Kabupaten Sukoharjo berupa bantuan 5 rol karpet, 5 mukena, 1 jam dinding, 10 mushaf al quran, 5 meja baca al-quran dan 1 jam penunjuk waktu sholat untuk masjid Baiturahman serta 5 masjid yaitu masjid As-Sholah Dukuh Nampan Krajan, masjid Nur Hidayah Dukuh Ngemplak Desa Mayang, masjid Ar- Rahman Dukuh Ngempak Desa Klaseman , Masjid Al-Amin Dukuh Botorejo Desa Blimbing dan Masjid Al-Barokah Dukuh Bangsan Desa Trosemi. Bantuan dari Kemenag berupa Rp 1 juta dan 10 mushaf Al -Quran juga turut diberikan oleh Bupati.

Camat Gatak Dra. Sumi Rahayu M.Hum dan Kepala Desa Geneng Hj. Suprapti mengapresiasi atas bantuan dari Bupati untuk kepentingan warga desa Geneng Kecamatan Gatak serta bertekad mengawal visi misi Pemrintah Kabupaten Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Selasa, 07 Mei 2019

Komando Enduro Trail HUT Ke-67 Kopassus, Bupati Sukoharjo ikut serta Berbagi

SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM menghadiri pemberangkatan ribuan Crosser dalam acara Komando Enduro Trail (KOMET) yang terbagi dalam kelas Private dan Reguler mulai tanggal 4 hingga 5 Mei 2019, dalam rangka HUT Kopassus ke-67, bertempat di The Park Mall  Solo Baru, Sukoharjo (5/5). Gelaran KOMET juga menginisiasi para crosser untuk melakukan bakti sosial berupa pemberian bantuan sembako dan bibit pohon kepada rakyat di sepanjang rute yang ditempuh. Dalam kegiatan ini, tampak Bupati Sukoharjo juga ikut serta juga membagikan sembako untuk masyarakat yang kurang mampu.

Bupati mengatakan, mengapresiasi kegiatan tersebut. Rencana para Crosser yang membantu daerah bencana kedepan juga adalah hal yang baik. Sebab, menolong sesama. Apalagi di wilayah terpencil yang masih sulit dimasuki mobil. "Bagus untuk arahan Crosser membantu wilayah bencana ini," papar H. Wardoyo.

Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, SE, M.Tr (Han), membuka langsung gelaran KOMET yang diikuti lebih dari 2500 crosser pecinta olahraga ekstrem se-Indonesia. Danjen Kopassus menyebut kegiatan ini merupakan bentuk kemanunggalan Tentara Nasional Indonesia bersama rakyat. Kedepannya, Danjen mengharapkan kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan.

"Kita isi dengan kegiatan kemanunggalan TNI dengan rakyat, itu dengan melaksanakan kegiatan trail atau enduro ini, kita harap kegiatan ini menjadi kegiatan tahunan, dan merekatkan hubungan TNI dan masyarakat, Juga ada kegiatan bakti sosial dan penghijauan, kita akan bagi sembako di jalan, beberapa titik yang kita lihat saudara kita yang kekurangan," tegas Nyoman saat melayani doorstop wartawan di lapangan Solo Baru.

Secara khusus, kegiatan ini juga mendata jumlah crosser di wilayah Jawa Tengah untuk diberdayakan sebagai garda terdepan pembantu masyarakat saat terjadi bencana yang sering terjadi di Indonesia, terutama melintasi medan bencana yang berat dalam penyaluran logistik bantuan.

"Korban bencana itu sangat besar, lebih besar dari perang, sehingga kita berharap dengan data crosser ini kita berharap kedepan rekan-rekan kita menjadi leading sektor, untuk membantu masyarakat kita di daerah terdampak bencana," tambah Nyoman.

KOMET juga menyiapkan sejumlah hadiah bagi para crosser, mulai dari sepeda motor hingga rumah sebagai hadiah utama. Disamping itu juga digelar hiburan rakyat secara gratis di titik start dan finish, di lapangan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Senin, 06 Mei 2019

Tarling Perdana Bupati Sukoharjo bersama Forkopimda

SUKOHARJO– Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM bersama Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan ibadah Sholat Isya, Tarawih, dan Witir perdana pada bulan suci Ramadan 1440 Hijriah/2019 di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Minggu (5/5).

Sedangkan bertindak sebagai imam Sholat Isya dan Tarawih, H. Miftahul Hakim, Lc dari Kemenag Sukoharjo.

Di awal sambutan,  Bupati mengajak jamaah sholat  Isya dan Tarawih untuk bersyukur,  karena masih dapat berjumpa dengan bulan yang penuh keberkahan ini yaitu bulan Suci Ramadan.

"Alhamdulillah Allah SWT memberikan nikmat umur kepada kita, hingga kita bertemu Ramadhan, dan melaksanakan ibadah shaum mulai hari Senin," ungkap Bupati.

Bupati mengajak untuk bersama manfaatkan Ramadhan sebagai sarana meningkatkan kualitas keimanan. Ramadhan akan melatih kesabaran, pengendalian diri dari hawa nafsu yang merusak akhlak, serta berupaya mencari rida Allah SWT.

Sementara itu, H. Ikhsan Muhadi, S.Ag Kepala Kemenag Kabupaten Sukoharjo dalam tausyiahnya menyebut ibadah puasa adalah proses melatih diri. Maka menurutnya, Ramadan adalah bulan pendidikan dan banyak keutamaan didalamnya.

"Umat Islam selayaknya memahami keutamaan atau fadhilah dari setiap ibadah yang  Allah SWT perintahkan. Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan, dikarenakan bulan ini memiliki beberapa keutamaan atau manfaat," terangnya.

Ketua Panitia Tarawih Keliling, Asisten II bidang Perekenomian dan pembangunan Widodo SH, MH menjelaskan Kegiatan rutin yang dilaksanakan Bupati Sukoharjo bersama rombongan Forkopimda setiap bulan Ramadan adalah menjalankan sholat Tarawih Keliling di 12 Kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo.

Setelah pembukaan tarling perdana bulan Ramadhan Tahun 1440 H/2019 M Tingkat Kabupaten Sukoharjo di Pendopo GSP, acara dilanjutkan besok Senin (6/5) bertempat di Masjid Al-Iklas Dukuh Plemburan RT.03.RW 03 Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura. Dilanjutkan Selasa (7/5) bertempat di masjid Al-Amin Weru Kecamatan Baki. Usai dari Kecamatan Baki dilanjutkan pada hari Rabu (8/5) bertempat di Masjid Baiturrohman, Dukuh Krecekan Geneng Kecamatan Gatak. Dilanjutkan pada hari Kamis (9/5) bertempat di Masjid Al-Abadissalam Jami'Nora Dukuh Gendengan RT 01, RW 04  Desa Wirun Kecamatan Mojolaban. Pada hari Senin (13/5) berada di Masjid Abu Bakar Dukuh Kalisogo Kecamatan Nguter. Dilanjutkan pada hari Selasa (14/5) Tarling berada di Masjid Al-Quddus Desa Kunden Kecamatan Bulu.  Selanjutnya pada hari Rabu (15/5) berada di Masjid Al-Mukmin Desa Temulus Pondok Kecamatan Grogol. Kamis (16/5) berada di Masjid Ummu Habibah, Desa Dayu, Tawang Kecamatan Weru. Senin (20/5) berada di Masjid Nur Iman Banmati Kecamatan Sukoharjo. Pada hari Selasa (21/5) bertepatan dengan peringatan malam nuzulul qur'an Tarling berada di Pendopo GSP. Dilanjutkan pada hari Rabu (22/5) Tarling berada di Masjid Baitul Akba Ledokr Kenokorejo Kecamatan Polokarto. Kamis (23/5) Tarling berada di Masjid Nur Hidayah Tangkisan Kecamatan Tawangsari. Untuk Putaran terakhir Tarling pada hari Senin (27/5) Tarling berada di Masjid Nur Hidayah Ngesong Puh Gogor Kecamatan Bendosari dan diadakan pengajian rutin baitul Hikmah pada tanggal 1 Juni 2019.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Minggu, 05 Mei 2019

Tim Verifiksai Nasional Datang, Hj. Etik Suryani Jadi Nominator Penerima Satyalancana Wira Karya

SUKOHARJO- Sukoharjo patut berbangga terhadap Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo, Hj. Etik Suryani, SE, MM, dengan kegigihan dan peran sertanya dalam mensukseskan Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Masyarakat di Sukoharjo.

Hj. Etik Suryani menjadi Nominator Penerima Satyalancana Wira Karya bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan, hari ini Sabtu (4/5), Tim Verifikasi Lapangan, yang diketuai Suprayitno, SE, M.Tr (Han), beserta rombongan,  datang ke Sukoharjo untuk memverifikasi data di lapangan.

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, MM beserta Forkopimda Sukoharjo, menerima kedatangan Tim Verifikasi di Rumah Dinas Bupati, yang selanjutnya Tim Verifikasi akan melakukan Verifikasi Lapangan ke Desa Ngasinan dan Desa Karangasem Kecamatan Bulu.

Dalam sambutannya Bupati Sukoharjo menjelaskan bahwa Tim Penggerak PKK berperan sangat penting dan para kadernya menjadi pelopor serta motor penggerak pembangunan dalam mewujudkan keluarga bahagia, sejahtera, maju dan mandiri.

"dalam rangka mendukung program dan kegiatan Tim Penggerak PKK, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah melakukan berbagai upaya dan memberkan berbagai kebijakan penganggaran, baik itu honor PPKBD, Kader Posyandu, Bantuan PMT, dan Stimulan bagi peserta KB MOP," lanjut Bupati.

"saya berharap hasil penilaian nantinya akan mengantarkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo mendapatkan penghargaan Satya Lancana Wira Karya," harapnya.

Dalam acara ini Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo, memamparkan keberhasilan PKK Sukoharjo dalam bidang KB dan Kesehatan Masyarakat, serta dijelaskan pula penghargaan-penghargaan yang diterima. Seperti diketahui Sukoharjo maju dalam Lomba Posyandu tingkat Nasional, yang diwakili Posyandu Mulia II Karangasem, Bulu.

Hadir dalam acara penerimaan Tim Verifikasi ini yaitu, Forkopimda beserta Istri, Kepala OPD se Kabupaten Sukoharjo, Camat se Kabupaten Sukoharjo dan Ketua TP. PKK Kecamatan, demikian keterangan yang diberikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kab. Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

Jumat, 03 Mei 2019

Syukuran HUT Dekranasda, Bupati Sukoharjo: Terus Kembangkan Industri Kerajinan

SUKOHARJO — Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-39, jatuh pada tanggal 3 Maret 2019, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukoharjo merayakannya dengan acara fashion show, pameran kerajinan batik, pameran produk UMKM, dan juga pasar murah kebutuhan pokok, bertempat di di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) Graha Wijaya, Jumat (3/5/2019). - Berbagai potensi yang dimiliki oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sukoharjo perlu mendapatkan wadah promosi dan pengembangan pasar agar usaha menjadi lebih maju.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE, MM mengatakan, setiap daerah pasti punya ciri khas masing-masing. Baik di bidang budaya, seni maupun kerajinan. Hal itu menunjukkan penggalian potensi daerah agar menarik dan membedakan dengan daerah lain sehingga dibutuhkan kepiawaian, kejelian, serta menciptakan karya seni yang bernilai tinggi. "Dekranasda Sukoharjo sebagai wadah mempunyai peranan penting untuk menggali potensi, mempromosikan, serta menjalin kerjasama yang harmonis dengan semua pihak," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan kerajinan bisa menjadi wahana pemerataan pendapatan, penciptaan usaha baru, membuka lapangan pekerjaan serta pelestarian hasil budaya bangsa yang dapat menopang perekonomian masyarakat. Selain itu juga bisa mengikuti kemajuan teknologi industri dan digital.

"Masyarakat bisa melihat secara langsung produk bahkan cara produksi pelaku UMKM dalam pameran di GPPPD Graha Wijaya. Pameran ini sekaligus menjadi wadah bagi pelaku UMKM," ungkap Bunda Etik.

Pengurus Dekranasda Sukoharjo berharap pameran pelaku UMKM akan ramai pengunjung dan ada peningkatan transaksi pembelian. Kunjungan tidak hanya diharapkan dari warga lokal Sukoharjo saja namun juga daerah lain.

"Kami berharap ada promosi besar di luar agar pameran UMKM ini diserbu pembeli. Tidak hanya untuk memeriahkan GPPPD Graha Wijaya saja namun juga demi kemajuan pelaku UMKM," lanjutnya.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH mengatakan, sangat mengapresiasi pengurus Dekranasda Sukoharjo dalam merangkul pelaku UMKM agar lebih maju dengan menggelar kegiatan pameran dan pasar murah di GPPPD Graha Wijaya. Kegiatan sangat bermanfaat tidak hanya bagi pelaku UMKM dalam mempromosikan produk yang dihasilkan. Namun juga bagi masyarakat bisa memiliki alternatif dalam membeli produk murah berkualitas hasil karya pelaku usaha Sukoharjo.

"Banyak produk dihasilkan menandakan banyaknya pelaku UMKM yang perlu mendapatkan dukungan semua pihak. Tidak  hanya mempromosikan namun juga meningkatkan hasil penjualan," ujarnya.

Bupati meminta pada pengurus Dekranasda Sukoharjo agar terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Sebab usaha tidak cukup hanya sekali menggelar pameran namun secara berulang diberbagai kegiatan. Termasuk apabila ada kesempatan mengirim pelaku UMKM ikut pameran di luar daerah.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Wakil Bupati Sukoharjo dan Forkopimda Hadiri Malam Tirakatan Hardiknas

SUKOHARJO- Bertempat di gedung Graha PGRI, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo menghadiri tasyakuran dan tirakatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2019, Kamis (2/5).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, S.I.P., M.Tr.(Han), Kajari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono SH., MH, Wakapolres Sukoharjo Kompol M. Ifan Hariyat T., S.H., S.I.K, Ketua DPRD Nurjayanto, SP ,  Sekda Drs. Agus Santosa, Direktur Bank Jateng, Ketua PGRI, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno M.Pd beserta jajarannya serta ratusan tamu undangan lainnya.

Sambutan Ketua Panitia Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno, mengucapkan salam dan terimakasih kepada seluruh hadirin tamu undangan serta mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayahNya yang dilimpahkan.

"malam tirakatan untuk mengenang Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional serta ajang silaturahmi. Berbagai kegiatan diadakan antara lain gerak jalan, lomba dan upacara bendera dalam peringatan tahun ini. Ada beberapa prestasi bidang pendidikan yang patut kita apresiasi tahun ini, selain itu, aprsiasi juga kami berikan  atas kebijakan Bapak Bupati atas perhatian khususnya kepada Guru Tidak Tetap (GT)T dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) atas diberikannya insentif 400 ribu per bulan kalau dijumlah hamper 19 milyard serta insentif para guru PAUD, kedepan kami mohon ada rekrutmen pengawas SD dan pengawas SMP serta kami mengapresiasi dibukanya penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di kabupaten sukoharjo, yang kebanyakan untuk formasi guru," harap Drs. Darno.

Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM berharap kepada para Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, para penilik untuk selalu meningkatkan kompetensi agar mutu pendidikan di Kabupaten Sukoharjo meningkat.

"kepada para guru agar memberikan pembekalan kepada para siswa dalam pembelajaran secara menyeluruh mengakomodasi berbagai potensi anak, baik aspek cipta yang berhubungan dengan otak dan kecerdasan dan aspek rasa yang berkaitan dengan emosi dan perasaan serta karsa yang berhubungan dengan keinginan maupun ketrampilan yang bersifat fisik," tegas Wabup.

Pada kesempatan ini pula, Wakil Bupati bersama Forkopimda turut menyerahkan sejumlah hadiah untuk Guru dan Kepala Sekolah berprestasi tingkat kabupaten Sukoharjo tahun 2019 berdasar tes kompetensi. Disamping itu turut diserahkan bantuan paket alat tulis, program sukoharjo cerdas dari Baznas Kabupaten Sukoharjo sebanyak 500 siswa senilai Rp 80 juta di Kabupaten Sukoharjo

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Kamis, 02 Mei 2019

Asisten Sekda Sukoharjo Hadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Dan Penetapan Hasil Perhitungan Suara

SUKOHARJO-  Asisten 1 Bidang Pemerintahan Sekda Kabupaten Sukoharjo H. Sukito, S.Sos mewakili Bupati menghadiri Pembukaan Rapat Pleno Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo ditingkat Kabupaten Sukoharjo yang dilaksanakan di Hotel Brother, Kamis (02/05/2019).

Rapat pleno terbuka turut dihadiri jajaran Forkopimda, para Ketua PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), para saksi utusan dari partai politik peserta pemilu serta undangan lainnya, tampak juga  dikawal ketat aparat gabungan TNI dan Polri.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Nuril Huda mengatakan, rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 tingkat Kabupaten Sukoharjo ditargetkan selesai dua hingga tiga hari 2-4 Mei 2019.

"Sesuai tahapan yang ada, pleno KPU dijadwalkan mulai 26 April hingga 6 Mei, untuk itu KPU Sukoharjo menggelar pleno pada 2-4 Mei," jelas Ketua KPU.

Ketua KPU berharap rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara peserta Pemilu dan penetapan perolehan suara Pemilu dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. "meski dijadwalkan tiga hari, pihaknya berharap pleno bisa selesai dua hari. Asumsinya, satu hari bisa menyelesaikan pembacaan hasil pleno enam Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Untuk hari pertama ini, ujar Ketua KPU Nuril Huda, masing-masing untuk PPK Weru, Bulu, Tawangsari, Nguter, Sukoharjo, dan PPK Bendosari. Sedangkan untuk hari kedua besok, rencananya akan membacakan hasil pleno untuk PPK Gatak, Baki, Kartasura, Grogol, Polokarto, dan PPK Mojolaban. Nuril berharap proses pleno KPU berjalan lancar. Kalaupun ada kendala, pleno bisa dilanjutkan hingga hari ketiga pada 4 Mei.

Ditambahkan, setelah pleno KPU ini sekaligus akan dilakukan penetapan hasil. Sehingga, untuk Pileg DPRD Kabupaten sudah bisa diketahui perolehan suara untuk masing-masing caleg. Begitu juga untuk DPRD provinsi, DPD, DPR RI dan juga untuk Pilpres.

"Setelah itu nanti ada juga penetapan perolehan kursi masing-masing partai," ujarnya.

Disisi lain, pantauan di lokasi pelaksanaan pleno di hari pertama tampak aparat keamanan TNI dan Polri, tampak berjaga-jaga di sekeliling hotel brother tempat berlangsungnya rapat pleno. Disamping itu rapat pleno tampak sedikit berjalan lambat, pasalnya, baru membuka kotak untuk PPK Weru sudah ada masalah karena ada selisih jumlah untuk DPTB dengan jumlah total suara yang menggunakan hak pilih. Hal itu membuat Bawaslu dan juga saksi meminta penjelasan pada KPU.

"Perbedaan ini harus diklirkan dulu sebelum dilanjutkan karena runtutannya panjang," tandas Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto.

Untuk perbedaan data tersebut PPK Weru pun memberikan penjelasan karena ada pemilih yang menggunakan formulir A5.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Bupati Sukoharjo Jadi Irup Hari Pendidikan Nasional

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM bertindak menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional di Halaman Kantor Bupati Sukoharjo,  Kamis (2/5/2019).

Dikatakan Bupati mengutip amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP, bahwa pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Terkait dengan itulah, tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah 'Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan'," kata Bupati H. Wardoyo Wijaya saat membaca amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan," lanjut Bupati.

Dengan demikian, diharapkan hadir banyak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas guna mewujudkan Indonesia yang maju. Dalam perspektif Kemendikbud pembangunan SDM menekankan dua penguatan yakni pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja.

"Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur. Sementara ikhtiar membekali ketrampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan," ucap Bupati.

Ditambahkan, dalam revolusi industri 4.0 mempengaruhi cara hidup, bekerja, dan belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih juga dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik.

"Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat. Saat ini peserta didik kita didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital," tambah Bupati.

Di samping itu, Kemendikbud mencatat, anggaran pendidikan sekitar 63% dikelola oleh daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta mengambil peran yang lebih aktif dalam memanfaatkan dana APBN baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan memperhatikan kualitas pemanfaatan untuk program-program prioritas, serta APBD yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20%.

"Dalam konteks ini, pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan SDM yang berkualitas, akan berjalan secara optimal manakala pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan yang ada proaktif dan lebih aktif dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan dan kebudayaan," jelasnya.

Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, Kemendikbud mengajak seluruh elemen untuk memfokuskan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan SDM yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

Rabu, 01 Mei 2019

Buruh dan Bupati Sukoharjo Senam Bareng

SUKOHARJO- Ribuan buruh se-Kabupaten Sukoharjo, Senam bareng bersama bupati di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo, Rabu (1/5). Dalam memperingati hari buruh kali ini para buruh tidak menggelar aksi apalagi demo, tapi justru mengajak Bupati Sukoharjo,  H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM beserta jajaran Forkopimda senam  bareng hingga membuat suasana peringatan hari buruh semakin meriah.

Memperingati Hari Buruh, Pemkab Sukoharjo  bersama dengan Serikat Pekerja Sukoharjo sepakat mengelar aksi damai dengan mengundang ribuan buruh untuk bersenang-senang.

Peringatan May Day kali ini bertema May Day Together We Grow, dengan sub-tema yakni Jadikan Hari Buruh Sedunia sebagai Semangat Baru untuk Maju dan Bangkit Bersama Pemerintah dan Pengusaha. Ribuan buruh yang hadir sejak pagi diajak senam mumere massal dilanjutkan pembagian doorprise dan hiburan dangdut. Bagi yang beruntung, peserta bisa membawa  hadiah. Panitia menyediakan beberapa unit hadiah utama berupa sepeda.

Dalam sambutannya Bupati sengaja mengelar aksi damai ini agar suasana Sukoharjo tetap kondusif dan memberi penghargaan kepada para buruh.

"Pertama saya mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional, di Kabupaten Sukoharjo Semoga dengan peringatan Hari Buruh ini kehidupan bapak ibu semua akan lebih baik lagi, intinya hari buruh ini diperingati dengan semangat dan Sukaria yang penting kompak ,"ungkap Bupati.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Sukarno dari Ketua Serikat Pekerja Sukoharjo  mengatakan " Perlu kita ketahui ada beberapa hal yang perlu kita sampaikan tentang perburuhan bahwa sudah hampir 5 tahun munculnya PP 78 tahun 2015 sampai sekarang sudah 4 tahun kemungkinan 1 tahun lagi mudah-mudahan ada revisi, karena yang namanya PP 78 ini sangat menyengsarakan buruh, termasuk hari ini kita menuntut PP 78 harus dihapus tenaga kerja kontrak juga sangat menyengsarakan bagi buruh, ada Kontrak 2 tahun 3 tahun ini sangat tinggi sekali. Juga kami mohon untuk tahun 2020 hanya menentukan inflasi dan ekonomi, dikarenakan inflasi hanya 10% maka dari itu kami berharap untuk tahun ini para dinas terkait untuk melakukan survei dilapangan. Untuk kita sendiri juga sudah melakukan survei, Namun kami mohon untuk sama-sama untuk dinas terkait ikut survei agar bersama-sama. Terima kasih kehadirannya, hari ini sangat antusias sekali lagi, mari kita ucapkan untuk buruh selamat hari buruh internasional," ungkapnya.

Turut hadir dalam peringatan hari buruh ini antara lain Bupati beserta Ketua TP. PKK Sukoharjo Hj.Etik Suryani SE, MM, Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM, jajaran Forkopimda, para Asisten Sekda, Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukoharjo Drs. Bahtiar Yunan MM, Kepala Badan, Dinas, Kantor dan Bagian Setda,  Camat Se- Kabupaten Sukoharjo, Jenderal Manager PT. Sritex Kim So Thai, Kabid HI dan Jamsos Drs. Haryadi, Ketua Forum Peduli Buruh Sukoharjo/Ketua SPRI Sukarno, serta ribuan karyawan  PT Sri Rejeki Tektil ( SRITEX ) dan ribuan anggota Serikat Pekerja Republik Indonesia ( SPRI).

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)