Jumat, 28 September 2018

BUPATI CANANGKAN 7 KAMPUNG KB

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, MM, mencanangkan 7 Kampung Keluarga Berencana di wilayah Kecamatan Bendosari, acara

 pada Kamis (27/9) malam itu, dilaksanakan di Dukuh Plarung, Desa Cabeyan, Bendosari.

Pencanangan Kampung KB ini merupakan kampung KB ke 20 sampai dengan 26 yang telah dicanangkan di Kabupaten Sukoharjo, "Harapan saya, mudah-mudahan pada tahun 2018 ini semua desa/kelurahan di sudah terbentuk Kampung KB," ungkap Bupati dalam sambutannya.

Dalam sambutannya Bupati juga mengatakan Kampung KB merupakan miniatur upaya pemberdayaan keluarga untuk membentuk keluarga Sejahtera melalui program Kependudukan, Keluaarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), "Program ini merupakan keterpaduan seluruh program lintas sektoral," tanya.

"mudah-mudahan dengan terbentuknya kampung KB ini akan dapat mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Sukoharjo," pungkasnya.

Dalam acara ini dilaksanakan penandatanganan 7 Prasasti Kampung KB dan juga dimeriahkan oleh Ki Dalang Ustadz Sri Setyo dengan wayang dakwahnya. Acara ini sendiri dihadiri oleh Forkopimda Sukoharjo, Kepala OPD dan juga Lurah se Kecamatan Bendosari, demikian keterangan yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M,Hum. (ang)

 

Senin, 24 September 2018

2019, BUPATI TARGETKAN SUKOHARJO BEBAS LETTER C

Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sukoharjo melaksanakan upacara hari Agraria Nasional ke 58 Tahun 2018 di  Kantor Pertanahan Kabupaten Sukoharjo, di Jalan Jendral Sudirman Nomor 310 Sukoharjo, Senin (24/9), bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, SH, MH.

Dalam amanatnya Bupati Sukoharjo yang membacakan Amanat dari Menteri Agraria dan Tata Ruang, dalam sambutan itu dikatakan, bahwa Kementrian Agraria dan Tata Ruang meluncurkan Gistaru, yaitu Sistem Informasi Geografis Tata Ruang "sistem ini memungkinkan setiap orang dapat mengakses rencana tata ruang yang berlaku secara nasional dan di setiap daerah" jelasnya

Sedangkan berkenaan dengan legalisasi Aset melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), diharapkan di tahun 2025 telah terdaftar, "untuk percepatan dalam PTSL ini diperlukan optimalisasi penggunaan teknologi yang sejalan dengan modernisasi pelayan di Badan Pertanahan Nasional" tambahnya.

Sementara itu Bupati Sukoharjo, mentargetkan tahun 2019, seluruh tanah di Kabupaten Sukoharjo bebas dari sertifikat Letter C. Guna mencapainya, ia meminta kepada para Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Sukoharjo untuk bekerja keras tanpa mengharapkan imbalan dan dapat menjadi obyek percontohan nasional sebagai Kabupaten tertib Sertifikat.

"Saya harapkan para camat dan kades nanti harus bekerja keras dan mensosialisasikan kepada seluruh masyarakatnya terkait pensertifikatan ini. Saya tidak ingin ada suara masyarakat yang tidak mendapatkan sosialisasi," pungkasnya.

Bupati menambahkan, melalui program Prona (program operasi nasional agraria) maupun Proda (program operasi daerah agraria), masyarakat mendapatkan kesempatan untuk mensertifikasi tanahnya dengan gratis. Pemerintah Desa dan Kecamatan harus mampu menyelesaikan persyaratan administratifnya dari program tersebut.

Dalam acara tersebut Bupati juga menyematkan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya kepada pegawai BPN, sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 78/TK/2018, Diana diberikan penghargaan kepada pegawai yang telah mengabdi selama 10, 20 dan 30 Tahun.

Hadir dalam upacara ini, Forkopimda Sukoharjo, OPD terkait pertanahan, camat, kepala desa atau lurah, pegawai ATR BPN dan notaris se Kabupaten Sukoharjo, demikian keterangan yang disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)


Selasa, 18 September 2018

800 Juru Parkir Sukoharjo Terima Seragam dari Bupati

SUKOHARJO - Sebagai salah satu bentuk peningkatan pelayanan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan serta wujud perhatian Pemerintah Daerah Sukoharjo khususnya terhadap 800 orang juru parkir resmi diwilayah Kabupaten Sukoharjo,bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemda Sukoharjo, selasa (18/9), Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH membagikan secara simbolis kepada perwakilan juru parkir.

Bupati berharap dengan seragam petugas parkir yang baru ini,  dapat meningkatkan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sehari - hari.

"Saya harap bantuan atribut parkir ini bisa memotivasi juru parkir untuk bekerja dengan baik," pesan Bupati.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indrianto S.Sos mengatakan, saat ini jumlah jukir resmi yang memiliki KTA sebanyak 800 orang. Seragam baru berwarna merah itulah yang diberikan oleh Pemkab Sukoharjo antara lain KTA, topi, peluit, dan tas pinggang.

"pembagian seragam ini bertujuan agar masyarakat bisa membedakan parkir resmi dan tidak resmi diwilayah Kabupaten Sukoharjo. Saat ini dihadirkan 400 Jukir sisanya nanti akan diberikan juga," ujar Djoko.

"Dengan pengelolaan parkir yang baik, otomatis akan memberikan kesan yang baik bagi Kabupaten Sukoharjo. Djoko juga berpesan pada para jukir untuk bekerja dengan baik sesuai aturan yang ada," tambahnya.

Demikian informasi yang diberikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. ( Tj)

 

 

 




Virus-free. www.avast.com

Jumat, 14 September 2018

Belajar tentang Pilkades Serentak, Komisi A DPRD Cilacap Kunjungi Sukoharjo

SUKOHARJO-Menghadapi pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Cilacap, Komisi A DPRD Kabupaten Cilacap mengadakan kunjungan kerja study banding ke Kabupaten Sukoharjo tentang Pilkades serentak dan Pemerintahan Desa secara umum di Kabupaten Sukoharjo hari Jumat (14/9). Rombongan diterima oleh Kabag Pemerintahan Desa Setda Kabupaten Sukoharjo Setyo Aji Nugroho S.Sos.

Rombongan dipimpin  Toni Osmon selaku Ketua Komisi A DPRD Cilacap bersama 15 anngota lainnya. Dalam sambutannya, menjelaskan maksud kedatangannya adalah untuk menggali informasi mengenai penyelenggaraan pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Sukoharjo.
"Kabupaten Cilacap baru akan menggelar Pilkades serentak pada bulan November mendatang, untuk itu kami ingin menanyakan proses penyelenggaraan pilkades di Kabupaten Sukoharjo termasuk penganggarannya" tutur Toni Osmon.

Kabag Pemdes menjelaskan Kabupaten Sukoharjo Sebanyak 125 desa di 11 kecamatan Kabupaten Sukoharjo akan menyelenggarakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Desember 2018. Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Pemdes Setda) Sukoharjo mulai mempersiapkan administrasi dan draf tahapan pelaksanaan pilkades tersebut.

Pilkades serentak di 125 desa itu belum termasuk Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, yang pada pilkades 2016 lalu sempat bermasalah. Desa Gedangan direncanakan masuk dalam daftar pilkades tahun ini tetapi masih menunggu kepastian hukum mengenai pilkades sebelumnya.
Menjawab pertanyaan dari anggota DPRD Kabupaten Cilacap mengenai penganggaran penyelenggaraan pilkades serentak Setyo Aji Nugroho S.Sos, memberikan keterangan bahwa dana tersebut berasal dari APBD Kabupaten dan APBDDes.

Acara diakhiri tukar menukar cinderamata. Demikian informasi yang disampaikan oleh kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

 



Virus-free. www.avast.com

Selasa, 11 September 2018

Bupati Sukoharjo Hadiri Pengajian Pergantian Tahun Baru Islam 1440 H

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH.,MH., beserta jajaran menghadiri acara Pengajan Akbar menyambut tahun baru Islam 1440 H tahun 2018 di Masjid Agung Baiturrahmah Sukoharjo, Senin (10/09) dengan penceramah Al Ustadz Dr. H. Rozihan, SH.,M.Ag.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, kami ucapkan selamat Tahun Baru Islam 1440 Hijriah kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Sukoharjo, semoga di tahun yang baru ini kita selalu mendapatkan petunjuk, bimbingan serta lindungan dari Allah SWT,"kata Bupati mengawali sambutannya.
Bupati mengajak peringatan tahun baru Islam dijadikan sebagai momentum untuk intropeksi diri terhadap apa yang telah dilakukan ditahun yang lalu, sehingga harapannya dengan tahun yang baru ini kita semua mampu memperbaiki dan menutupi kesalahan dan kekurangan diri terdahulu dengan semakin memperkuat iman dan taqwa, serta memperbanyak amal ibadah kita kepada Allah SWT. Selain itu Bupati berharap makna Tahun Baru Hijriah ini untuk lebih memahami dan menyadari posisi, peran dan misi kita sebagai muslim disemua tataran kehidupan yang dihadapi.
Selain itu, Bupati mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukoharjo yang telah menyelenggarakan Pengajian Akbar.
"mudah mudahan melalui pengajian akbar ini mampu memperkokoh ukhuwah Islamiyah persatuan dan kesatuan seluruh umat di Kabupaten Sukoharjo khususnya,"  tambah Bupati.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


 



Minggu, 09 September 2018

Foto Haornas

Tj

Bupati Pimpin Apel Haornas Ke-35

SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH, Minggu (9/9) memimpin apel peringatan Hari olahraga Nasional (Haornas) ke-XXXV tahun 2018 tingkat Kabupaten Sukoharjo di Alun-alun Satyanegara.
Mengenakan pakaian olahraga lengkap, ratusan peserta yang terdiri dari pemerintah daerah Kabupaten Sukoharjo, pelajar sekolah, anggota TNI, Polri serta tamu undangan tampak hadir dan mengikuti  apel puncak peringatan Haornas ke-35.
Upacara peringatan Haornas ke-35  tahun 2018 ti gkat Kabupaten Sukoharjo ini diikuti Forkopimda, sejumlah kepala OPD, pelajar, atlet dan penggiat olahraga di Kabupaten Sukoharjo serta masyarakat umum.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar jalan sehat berhadiah, dengan menempuh jarak sejauh kurang lebih 4 km dengan start dan kembali ke  alun alun Sukoharjo.
Bupati  sebagai inspektur apel berkesempatan untuk membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olaharaga RI, Imam Nahrawi. Adapun tema besar Haornas ke-XXXV tahun 2018  yang diambil adalah 'Ayo Olahraga Bangun Indonesia.
Bupati mengajak seluruh warganya untuk berolahraga. Melakukan olahraga secara rutin dan teratur.
"Mari kita jadikan olahraga bukan saja sebagai kebutuhan, tetapi sekaligus sebagai 'life style' atau gaya hidup," ajaknya.
Masih menurut Bupati, sesuai tema Haornas ke-XXXV tahun 2018, dengan berolahraga berarti kita telah turuf berpartisipasi, bukan saja dalam membangun daerah, tetapi juga membangun bangsa dan negara. Karena olahraga bukan saja membangun kesehatan jasmani, tetapi rohani yang sehat.
"Jasmani dan rohani yang sehat, bukan saja diperlukan, lebih dari itu, juga sangat menentukan keberhasilan pembangunan, baik di daerah maupun secara nasional. Karena itu, mari kita jadikan olahraga sebagai kebutuhan dan gaya hidup," papar Bupati. Acara diakhiri dengan pengundian doorprise oleh panitia.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Selasa, 04 September 2018

Komisi "D" DPRD Kota Semarang Kunker ke Sukoharjo terkait Kebijakan Santunan Kematian

SUKOHARJO- Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang di bawah pimpinan ketua Komisi D Laser Narindro, ST . M.Msi   Selasa (4/9) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo . Kunker dilaksanakan terkait kebijakan tunjangan santunan Kematian kepada Masyarakat tidak mampu . Bertempat di ruang Graha Satya Karya (GSK) lantai II Setda, rombongan yang berjumlah 15 orang diterima Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Sukoharjo Ari Haryanto M.Si memakili Bupati Sukoharjo.

Menurut Ketua rombongan Laser Narindro ST, MT yang juga ketua Komisi D mengawali sambutannya mengatakan ''Di Sukoharjo, saya lihat jaminan Sosial berupa tunjangan santunan kematian sudah berjalan dengan baik, Jika dilihat dari luas wilayahnya yang di bandingkan dengan wilayah lain di Jawa Tengah, Kabupaten Sukoharjo memiliki wilayah yang tidak begitu luas, tapi mampu berpihak pada masyarakatnya,  jadi  kami berkunjung kesini untuk mengetahui kiat-kiat  khususnya terkait kebijakan berupa santunan kematian khususnya bagi warga yang tidak mampu ini , sehingga akan kami adopsi kiat dari sukoharjo ini untuk kami jadikan percontohan implementasi di Kota semarang nantinya" ujar Laser Narindro ST, MT ketua Komisi D.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Sukoharjo Ari Haryanto M.Si memakili Bupati Sukoharjo menerima kunker kali ini, turut mendampingi Kabid Bantuan jaminan sosial Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo Sukimin serta OPD terkait seperti BKD, Bagian Kesra dan Bapedda.

"santunan kematian merupakan program prorakyat andalan Pemkab Sukoharjo. Nilai santunan yang diberikan cukup tinggi Rp3 juta per orang dan terbesar. Pemkab Sukoharjo tetap berkomitmen untuk memberikan santunan kematian pada gakin yang meninggal dengan harapan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," jelas Ari Haryanto mengakhiri pembacaan sambutan Bupati.Acara dilanjutkan dengan dialog dan tanya jawab kemudian ditutup dengan tukar menukar cinderamata. 

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag humas dan protokol setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN,M.Hum. (Tj)