Rabu, 27 Mei 2015

Foto isra mi'raj


PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ NABI MUHAMMAD SAW TAHUN 1436 H / 2015 M TINGKAT KABUPATEN SUKOHARJO

PERINGATAN ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW
TAHUN 1436 H / 2015 M
TINGKAT KABUPATEN SUKOHARJO
 
Pemkab Sukoharjo menggelar Pengajian dalam rangka peringatan peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun 1436 H / 2015 M di Pendopo Graha Satya Praja (Rabu, 27/5) yang dihadiri sekitar 500 jamaah dari kalangan PNS dengan menghadirkan ustad Muhammad Thoyibun, SH, MM. Tema yang diangkat adalah "Dengan Isra' Mi'raj kita jadikan sebagai momentum peningkatan kualitas iman dan taqwa agar tercipta insan yang berakhlak mulia, jujur dan bermartabat".
Pada kesempatan ini berkenan hadir dan memberikan sambutan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, SH, MH dan dihadiri pula jajaran Muspida Sukoharjo, Kepala Kemenag Sukoharjo, Asisten Sekda, dan Kepala SKPD se-Kabupaten Sukoharjo. Acara diawali dengan pembacan ayat suci Al Qur'an oleh bapak Lasimin, S.Ag dan disemarakkan lantunan lagu-lagu Islami dari Grop Hadroh Nurul Falah Desa Mulur Kecamatan Bendosari.
Dalam tausiyah yang disampaikan, ustad Thoyibun mengingatkan bahwa inti dari peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW adalah didapatkannya perintah untuk menunaikan sholat lima waktu dalam sehari semalam. Isra' dan Mi'raj merupakan dua cerita perjalanan yang berbeda. Isra' merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerussalem. Sedangkan Mi'raj merupakan kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT. Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah sholat lima waktu diwajibkan. Dengan mengingat peristiwa Isra' Mi'raj ini keimanan dan ketaqwaan umat Islam diharapkan semakin meningkat demi terwujudnya insan yang bermatabat mulia dan jujur dalam segala hal.
Demikian penjelasan singkat dari Kepala Bagian Humas Setda, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Yk) 

FKUB Se – Solo Raya Gelar Rakor di Sukoharjo


Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Se-Solo Raya menyelengarakan Rakor di Pendapa Kabupaten Sukoharjo Selasa (26/05). Acara dihadiri 150 (seratus lima puluh) tamu undangan perwakilan FKUB Se-Solo Raya dan perwakilan FKUB Provinsi Jawa Tengah.
Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH dalam sambutan pembukaan Rakor menyampaikan bahwa FKUB merupakan lembaga mitra Pemerintah yang merupakan simbol masyarakat pluralis. Pemerintah bekerjasama dengan FKUB untuk menjaga kondusifitas Kabupaten/ Kota. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dapat dijadikan teladan dalam kerukunan umat beragama, yakni dengan bersikap adil terhadap semua agama dalam hal pemberian bantuan bidang keagamaan di Sukoharjo. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo juga mendukung FKUB dengan pemberian beberapa fasilitas diantaranya anggaran operasional; fasilitas tanah dan anggaran serta keterlibatan aktif Dewan Penasehat dalam penyelesaian berbagai masalah yang muncul.
Peran FKUB dalam hubungan masyarakat luas masih perlu disosialisasikan lebih lanjut. Hal ini terindikasi dari banyaknya permintaan dari berbagai daerah agar FKUB melakukan sosialisasi tentang kerukunan dan peraturan pendirian tempat ibadah. Beberapa solusi dalam mengatasi permasalahan kerukunan beragama adalah dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat; penyerapan aspirasi masyarakat melalui survey dan verifikasi lapangan; audiensi untuk menghasilkan win-win solution; sosialisasi periodik ke masyarakat dan koordinasi dengan aparat Pemerintahan terkait. (ap)

Senin, 25 Mei 2015

Bupati Memberi Pengarahan pada Petugas Parkir Sukoharjo

 
Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH MH memberikan pengarahan kepada empat ratusan (400an) petugas Parkir di Wilayah Kabupaten Sukoharjo. Acara di gelar di Pendapa Kabupaten Sukoharjo Senin pagi (25/05) dihadiri Sekretaris Daerah, Kepala Satpol PP serta Kepala Dishubinfokom. Bupati menyampaikan bahwa retribusi dari perparkiran merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang harus dikelola dengan baik. Penyeragaman pakaian petugas parkir di Sukoharjo merupakan salah satu bentuk apresiasi Pemerintah terhadap petugas parkir, selain itu sebagai identitas daerah serta simbol kebersamaan. Diharapkan petugas parkir tidak hanya mengatur wilayah parkir kendaraan bermotor tapi juga ikut menjaga kelancaran lalu lintas di wilayahnya masing masing.
Sebelum memberikan pengarahan, Bupati secara simbolik menyerahkan dan mengenakan seragam parkir kepada perwakilan yang ditunjuk. Dan kedepannya, minimal tiap petugas parkir mendapat dua seragam serta tas kecil.  (ap)
 
 

Rabu, 20 Mei 2015

Foto Upacara Bendera dan Ziarah ke Makam KH. Samanhudi dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional Kab. Sukoharjo

SUKOHARJO PERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE 107

Tanggal dua puluh Mei (20/5) diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional bagi Bangsa Indonesia, dimana serentak diseluruh penjuru tanah air diselenggarakan upacara untuk memperingatinya. Pada tahun 2015 ini Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 107 dipusatkan di Kalimantan Timur.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar Upacara Peringatan Harkitnas ke 107  dihalaman Kantor Bupati Sukoharjo pagi tadi dengan Inspektur Upacara Bupati Sukoharjo, H.Wardoyo Wijaya, SH, MH. Bupati membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara yang memberikan tema peringatan Harkitnas ke 107 ini adalah" MELALUI HARI KEBANGKITAN NASIONAL KITA BANGKITKAN SEMANGAT KERJA KERAS MEWUJUDKAN INDONESIA MAJU DAN SEJAHTERA".
Kebangkitan Nasional merupakan momentum perjuangan rakyat Indonesia dimana bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan kesatuan serta kesadaran sebagai satu bangsa yang besar. Melalui peringatan Harkitnas, Bangsa Indonesia dapat mengenang semangat perjuangan Para Pendiri Bangsa yang telah menanamkan konsep perjuangan intelektual lewat pembentukan organisasi untuk membangun kebersamaan dan persatuan antar elemen bangsa. Proses panjang perjuangan telah melahirkan bangsa besar yang kita kenal dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Setelah upacara, Bupati beserta anggota Muspida menerima Batalyon Gerilyawan Napak Tilas Perjuangan Sukoharjo yang telah menempuh jarak 64 Km sejak tanggal 18 Mei 2015 dan menyusuri rute perjuangan pahlawan di Sukoharjo dengan mengarak Bendera Merah Putih dan Lambang Kabupaten Sukoharjo. Rangkaian Upacara Peringatan diakhiri dengan ziarah ke Makam Saman Hudi di Desa Banaran, Grogol Kabupaten Sukoharjo.(ap)