Senin, 29 Januari 2018

Pengurus Kadin Sukoharjo Dikukuhkan

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH beserta jajaran FORKOPIMDA hadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Sukoharjo Masa Bhakti 2017-2022. Seluruh Pengurus tersebut secara resmi dikukuhkan oleh Ketua Kadin Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono di Hotel Tosan Solo Baru, Minggu (28/1).

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap dengan adanya kepengurusan baru Kadin yang ada di Kabupaten Sukoharjo ke depan bisa semakin berkualitas, dan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah.

" Saya berharap kepada pengurus Kadin untuk segera menyusun strategi dan program kerja.  Sebagai wadah yang menaungi pengusaha dan pelaku usaha di Indonesia, peran KADIN harus dapat lebih dioptimalkan untuk berkontribusi lebih, terhadap perekonomian yang ada di kabupaten Sukoharjo semakin berubah ke arah yang lebih baik," katanya.

Sementara ketua Kadin Sukoharjo terpilih, Kadar Susanto, ST  dalam sambutannya berharap Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bisa menjadi mitra yang baik untuk memajukan Kabupaten Sukoharjo.

" Dalam semangat kebangkitannya, Kadin Kabupaten Sukoharjo secara terus menerus melakukan konsolidasi organisasi dengan tujuan agar wadah pengusaha ini semakin aktif menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Kemitraan diwujudkan dengan sejumlah program kerja dan kegiatan yang berorientasi membangun dan memeratakan perekonomian,"kata Ketua Kadin  Sukoharjo terpilih.

Dalam sambutannya Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono menegaskan, kunci utama kesuksesan adalah bersinergi dan kerja sama. Menurut Kukrit, kebersamaan menjadi segala-galanya untuk menuju kesuksesan, terutama di Kadin.

"Apapun usahanya yang utama adalah kebersamaan dan networking. Kebersamaan dan sinergitas itu menjadi kunci. Karena itu, pengurus Kadin di Sukoharjo harus mampu bersinergi dan menjadi patner Pemkab serta mencari solusi yang terbaik," ungkap Kukrit.

Ketua Kadin Propinsi Jateng Kukrit Suryo Wicaksono menambahkan, di Kadin Jateng terdapat 48% usaha dari berbagai sektor. Dalam dua tahun terakhir ini semua mengeluh sepi, kredit tinggi dan sebagainya.

Dengan kondisi seperti itu, menurut dia, Kadin harus mampu bersinergi dan solid di semua daerah. Khusus untuk Kadin Sukoharjo, dipersilakan belajar ke Kadin Solo yang sudah terbukti menjadi Kadin terbaik di Indonesia. Sebab dari Kadin Solo, Kadin Jateng juga empat tahun menjadi Kadin terbaik nasional.

 "Saya berharap pelantikan ini tidak sekaligus pembubaran. Harus selalu ramai bantu bupati mencari solusi, baik itu untuk perdagangan dan investasi," kata Kukrit. Dijelaskan, di Jateng, Kadin mempunyai Training Center dan menjadi kiblat di Indonesia.

Bahkan beberapa waktu lalu ada 12 duta besar meminta Kadin Jateng mempresentasikan tentang hal itu, terutama untuk kemajuan UKM. "Di Jateng itu ada 3,5 juta UKM yang terdaftar dengan berbagai produknya. Artinya peluang investasi itu sangat terbuka," imbuh Kukrit.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda  Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum.(Tj)


Sabtu, 27 Januari 2018

Bupati dan Seluruh Kepala OPD Sukoharjo Hadiri Tasyakuran Pembangunan Balai Desa Celep

Tasyakuran  pembangunan  Balai Desa Celep Kecamatan Nguter berlangsung  meriah, Sabtu (27/1) Malam. Hal ini karena saat peresmian warga setempat mendapat hiburan gratis berupa Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk bersama Ki dalang thengkleng dari Boyolali yang mengangkat lakon cerita semar mbangun gedong kencono.
" Tasyakuran  balai desa Celep malam ini, kami Kepala Desa Celep atas nama warga mengapresiasi kedatangan Bupati beserta seluruh kepala OPD dan camat se Kabupaten Sukoharjo turut serta hadir dalam kegiatan ini, serta kami berterima kasih atas bantuan dana untuk kesempurnaan pendopo balai desa ini dari Bupati "ungkap Surono Kepala Desa Celep dalam pidato selamat datangnya yang didampingi ketua panitia Hardi, Spd dan ketua BPD Celep.
Bupati H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam sambutannya sangat  mengapresiasi pak lurah dan warga Celep dan sekitarnya yg telah membangun balai desa semegah ini. " hal yg istimewa peresmian balai desa Celep ini,  saya selaku Bupati merasa Seneng , sebab semua warga guyub rukun dalam pembangunan balai desa ini.
Bupati menambahkan apa yang menjadi keresahan masyarakat Celep dan sekitarnya terutama terkait dampak bau dari PT RUM, Bupati mengimbau agar warga memberikan kesempatan PT RUM  untuk menghilangkan bau akibat proses produksinya, serta Bupati berjanji akan memperbaiki fasilitas kesehatan terutama diPuskesmas desa Celep dan sekitarnya. Bupati dalam akhir pidatonya berpesan untuk menjaga kondusifitas daerah terutama memasuki era politik pilihan gubernur dan pilpres kedepan.
Acara dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Kidalang Thengkleng yang terlebih dahulu Bupati memberikan tokoh wayang Semar kepada Ki Dalang Sri Susilo Thengkleng.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs.Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum yang turut hadir dalam kegiatan ini. (Tj)

Bupati Sukoharjo Buka Pentas PAI Tahun 2018

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH secara resmi membuka kegiatan Pentas PAI ( Pentas Pendidikan Agama Islam )  Kerohanian Islam ( ROHIS) SMK se- Kab. Sukoharjo  Tahun 2018 di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemda Sukoharjo, Sabtu (27/1).
Tampak hadir‎ Ketua DRPD Kab. Sukoharjo Nurjayanto, SP, Kapolres Sukoharjo yang di wakili oleh Kapolsek Bendosari AKP Zunaidi, ‎Kabag Kesra Pemda Kab. Sukoharjo Suparmin SH.,MH, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sukoharjo Drs. DARNO, ‎Kepala Kemenag Kabupaten Sukoharjo yang di wakili oleh Drs. H. Istanto, M.M, ‎Ketua MGMP PAI Kab. Sukoharjo Afnan Widodo, S.Ag.,M.Pdi, ‎Ketua MKKS SMK Sukoharjo Drs. Mujiono, ‎Kepala Sekolah dan Dewan Guru SMK se Kab. Sukoharjo ,‎Guru Agama Islam SMK se Kab. Sukoharjo dan 249 siswa para ‎Peserta Pentas PAI se Kab. Sukoharjo.
Disampaikan Bupati, Pentas PAI sesungguhnya merupakan kebutuhan kita semua, di mana dengan kegiatan ini, kita sebagai orang tua yang memiliki anak belajar di Sekolah Dasar hingga SMA/SMK dapat mengetahui bagaimana pengetahuan, bakat, minat, dan keterampilan yang dimiliki oleh anak-anak kita dibidang pendidikan agama islam (PAI).
"Saya atas nama pribadi dan pemerintah menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya, dan kegiatan ini dapat berjalan lancar dan insyaallah akan mendapatkan calon calon siswa yang baik. Ini suatu hal yang sangat luar biasa dan saya berharap di tahun - tahun yang berikutnya akan berlanjut, insyaallah dengan kegiatan ini harapan saya Mudah Mudah bisa memunculkan bibit bibit yang unggul, tampilkan dengan sportif tunjukkan dengan bagus,dengan mengucapkan bismillah hirohmanhim Pentas PAI kab Sukoharjo saya nyatakan di buka, demikian saya ucapkan terimakasih kurang dan lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,"ungkap Bupati dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan ini.
Dengan Mengusung tema "sportif berkompetisi raih prestasi bumikan PAI," pentas PAI Kabupaten Sukoharjo tahun 2018 diikuti oleh 249 siswa dari perwakilan masing-masing sekolah se Kabupaten Sukoharjo dengan peserta pentas seni kategori MTQ 26,  Debat 16 tim,Murotal 52, Da'i 33 dan Hadrah 9 tim.
Menurut Ketua MKKS SMK Sukoharjo Drs. MUJIONO mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk mensyiarkan agama Islam, Sebagai suatu cara menemukan karakter Pemuda dan pemudi.
"kegiatan ini kita katakan luar biasa, Karena era globalisasi kegiatan di jaman sekarang sangat penting, dengan melalui kegiatan ini akan mempunyai akhlak yang lebih tinggi, disiplin yang tinggi, ini yang tidak bisa di temukan dimana saja. Ini sejalan apa yang di sampaikan oleh presiden Republik Indonesia almarhum Ir Soekarno, sehingga di hari ini peserta yang hadir akan mampu mengguncangkan dunia,"ungkapnya.
Demikian informasi yang disampakan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum.(Tj)

Kamis, 25 Januari 2018

Gubernur Hadiri Jateng Bersholawat di Alun-Alun Kabupaten Sukoharjo

SUKOHARJO-  Ribuan umat Islam memadati alun-alun Satya Negara Sukoharjo  bersholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan tajuk Jawa Tengah Bersholawat, Selasa (23/1) malam. Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH turut hadir bersholawat bersama Forkopimda.

 Dalam dakwahnya Habib Syech meminta agar masyarakat   untuk mewaspadai informasi ataupun berita hoax. Habib Syech mengimbau masyarakat untuk lebih jeli memahami yang beredar cepat di media sosial. Apalagi berita tersebut tidak bermanfaat dan cenderung mengarah mengumbar aib seseorang.

"Jangan mudah terpancing dengan berita-berita yang belum tentu benar. Tidak perlu ikut menceritakan berita-berita yang tidak bermanfaat. Jangan sampai ikut mengumbar kejelekan orang, karena dirimu sendiri itu sumber kejelekan," tutur Habib Syech di hadapan ribuan jamaah. Habib Syech menambahkan umat untuk lebih bijak menghadapi tahun politik 2018 ini.

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH.,MH mengatakan, Jawa Tengah Bersalawat bersama Habib Syech dan Gubernur Jawa Tengah digelar pemerintah Provinsi Jawa Tengah. "Alhamdulillah ditempatkan di Sukoharjo. Yang punya gawe (menyelenggarakan) malam ini Pak Gubernur Ganjar Pranowo," tutur bupati.

Bupati menambahkan agar masyarakat selalu menjaga kerukunan , agar  Kabupaten Sukoharjo tetap kondusif dan tenteram. Apalagi saat ini sudah memasuki tahun politik dan Juni nanti diselenggarakan Pemilihan Gubernur (pilgub) Jateng. "Di era politik ini tetap jaga kerukunan. Jangan sampai padudon (bersilih) hanya gara-gara beda pilihan," tandas bupati.

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH. MIP. menuturkan, "Kalau investasi di daerah tumbuh, tenaga kerja banyak, ekonomi tumbuh berkembang, dan masyarakat sejahtera maka jangan lupakan pembangunan mental spiritualnya",

 "Semoga dengan bersalawat malam ini, kita semua dalam menyongsong tahun politik di tahun 2018 nantinya dapat berjalan dengan lancar dan tidak terjadi geger disana sini". H.Ganjar Pranowo, SH.M.IP menegaskan dalam bersalawat kita berdo'a meminta agar kondusivitas tetap terjaga, karena kalau daerah geger terus maka tidak ada orang mau datang berkunjung ke daerah yang tidak kondusif.

"Melalui salawat ini diharapkan menggugah kita semua untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, kita harus belajar menjadi orang yang bertanggung jawab, tidak saling menghujat, selalu menjaga kerukunan, dan menjaga keutuhan NKRI, ini nilai-nilai yang penting karena di situlah ketentraman berbicara", tandas Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengaku bangga dengan Sukoharjo karena pertumbuhan ekonominya sangat pesat. Karena itu, dia berpesan agar masyarakat Sukoharjo terus menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat untuk terus menarik perhatian investor.

Meski harus berbecek-becek para syecher mania tetap semangat bersholawat bersama Habib Syech dan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Sukoharjo serta Forkopimda Kabupaten Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)

 

 


TAMAN PAKUJOYO DIRESMIKAN BUPATI

Taman Pakujoyo dengan fasilitas Taman Ceria Anak dan Taman Lalu Lintas diresmikan Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, Kamis (25/1). Taman yang berada di Kelurahan Gayam, Sukoharjo tersebut dalam rangka mewujudkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) wilayah perkotaan di Sukoharjo.

Meskipun keberadaanya sudah lama tapi Taman Pakujoyo belum diresmikan sehingga dalam kesempatan ini sekaligus bersamaan dengan Taman Ceria Anak dan Taman Lalu Lintas diresmikan oleh Bupati.

Sesuai UU 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, setiap wilayah kota harus menyediakan Ruang Terbuka Hijau sebesar 30% dari luas wilayah, karena itu Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berupaya untuk mewujudkan Upaya dengan membangun Gedung Terpadu Kantor Sekretariat Daerah (Setda) 10 lantai.

"Jika gedung tersebut selesai dibangun, perkantoran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dijadikan satu, dan gedung bekas kantor yang ditinggalkan akan dibongkar dan dijadikan Ruang Terbuka Hijau," ujar Bupati.

Menurut Bupati, keberadaan taman kota ini memiliki empat fungsi, fungsi ekologi sebagai paru-paru kota, fungsi budaya, fungsi ekonomi dan juga fungsi sosial. "Dengan adanya Taman Pakujoyo, multiplayereffect-nya luar biasa dan bisa mendongkrak ekonomi warga," katanya.

Bupati dalam akhir sambutannya berpesan "kalau membangun itu mudah tapi dalam merawat dan melestarikan tentunya sulit, Karena itu taman yang merupakan milik kita bersama ini, kita jaga dan rawat, sehingga dapat dinikmati oleh warga Sukoharjo".

Menurut Camat Sukoharjo, Gondang Redjono, S.Sos Taman Pakujoyo menempati lahan seluas 4.371 meter persegi, "awalnya, tanah kas kelurahan ini tidak bisa difungsikan secara optimal sebagai tanah pertanian, sehingga dialihfungsikan sebagai dan dibangun Taman Pakujoyo," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati sekaligus menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, bantuan rehap rumah tidak layak huni, bantuan untuk anak putus sekolah, bantuan untuk warga yang sakit, serta santunan warga yang meninggal dunia. Bantuan ini berasal dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan iuran warga Kelurahan Gayam dengan total bantuan 16 juta Rupiah, demikian penjelasan yang disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

Rabu, 24 Januari 2018

Bupati Sukoharjo Terima Mahasiswa KKN UMS

SUKOHARJO–Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerjunkan 196 mahasiswa Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Serah terima mahasiswa KKN di Kabupaten Sukoharjo  dihadiri dan dipimpin langsung Rektor UMS Dr. Sofyan Anif, M.Si dan diserahkan pada Bupati Sukoharjo  H.Wardoyo Wijaya SH.,MH  di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo, Rabu (24/1).

Dikatakan Rektor, KKN pendidikan UMS kali ini dimulai hari ini tanggal 24 Januari dan diakhiri sampai dengan tanggal 10 Maret 2018. KKN UMS mempunyai strategi dalam membentuk karakter calon Guru yang professional dengan didukung Guru harus memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional , kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. KKN UMS kali ini diikuti oleh 196 mahasiswa yang ditempatkan di Kabupaten Sukoharjo. Menurutnya, dalam program KKN ini, universitas akan menggandeng Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo khususnya cabang dan ranting. "Saya harap dengan kolaborasi mahasiswa bersama cabang dan ranting Muhammadiyah ini bisa memberdayakan masyarakat di tempat mahasiswa melakukan KKN," ujarnya.

Rektor Dr. Sofyan Anif,M.Si menambahkan, sinergi antara mahasiswa dengan cabang dan ranting Muhammadiyah diharapkan mampu meningkatkan pembangunan di masing-masing desa. Untuk itu, Rektor UMS berharap mahasiawa UMS yang akan melakukan KKN di Sukoharjo mendapat bimbingan dari Pemkab Sukoharjo selaku tuan rumah.

Sedangkan Ketua PDM Sukoharjo Wiwoho Aji Santoso, S.Pd menyampaikan,  cabang dan ranting Muhamadiyah yang ditempati mahasiswa diharapkan dapat bersinergi dengan mahasiswa. Wiwoho Aji Santoso, S.Pd mengaku PDM mendapat pengalaman baru karena Rektor UMS Sofyan Anif melakukan terobosan baru dengan melihatkan cabang dan ranting Muhammadiyah dalam program KKN mahasiswa UMS.

"Saya berpesan, mahasiswa yang KKN dapat membawa nama baik Muhammadiyah. Gerakan Islam dakwah "amar ma'ruf nahi munkar". Selalu menjunjung "akhlakul karimah" dalam gerak dan langkah yang dilakukan selama KKN," pesannya.

Ketua PDM juga berpesan agar mahasiswa tidak memasuki daerah-daerah yang rawan konflik karena mahasiswa di lokasi KKN hanya sebentar. Selain itu, mahasiswa juga diharakan tidak sampai masuk ke wilayah politik karena tahun ini memasuki tahun politik.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH mengatakan, program KKN merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dikatakan Bupati, apa yang disampaikan Rektor UMS dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi itulah mahasiswa diterjunkan ke desa-desa membantu masyarakat.

"Apa yang terjadi hari ini sangat luar biasa karena mahasiswa diantar langsung oleh Pak Rektor. Jarang Pak Rektor hadir sendiri. Ini kali pertama dimana UMS melibatkan PDM dalam KKN sehingga saya harap KKN kali ini lebih baik dibandingkan KKN tahun-tahun sebelumnya," ujarnya. Acara diakhiri penyerahan cinderamata dari Rektor UMS kepada Bupati .

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto E.N M.Hum. (Tj)


Selasa, 23 Januari 2018

BUPATI RESMIKAN CAPEM BANK JATENG

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH menghadiri peresmian dan pembukaan Kantor Cabang Pembantu (Capem) Bank Jateng di Solo Baru, Selasa (23/1). Bupati menandatangani prasasti dan penguntingan pita juga dilakukan oleh Etik Wardoyo Wijaya sebagai tanda diresmikannya pembukaan Kantor Capem tersebut.

"Saya dan pemkab Sukoharjo mengapresiasi yang sangat luar biasa kepada Bank Jateng yang telah membuka kantor cabang pembantu di Solo Baru, ini pilihan tepat karena Solo Baru ini sudah menjadi kawasan yang berkembang pesat dan jadi kota mandiri," ujar Bupati.

"Solo Baru adalah pusat bisnis dan banyak pengusaha di wilayah kecamatan Grogol, ada pendekatan dengan masyarakat, ini sangat positif, artinya bisa menggali dana masyarakat dan bisa disalurkan kembali ke UMKM, untuk dapat dikembangkan dan memperlancar perputaran uang di Sukoharjo" jelasnya.

Meningkatkan pelayanan pangsa pasar masyarakat adalah salah satu tujuan Bank Jateng Sukoharjo dengan mendirikan Kantor Cabang Pembantu. Capem Bank Jateng tersebut bertempat di Ruko utara Bundaran Pandawa.

Direktur Operasional dan Digital Banking Bank Jateng Rahadi Widayanto dalam laporannya mengatakan, wilayah Solo Baru merupakan salah satu penggerak perekonomian di Solo Raya, hal ini merupakan potensi besar yang ada di Sukoharjo, "Saat ini, total Capem di Jawa Tengah dan Jakarta ada 132 unit," ujarnya.

"Total asset Bank Jateng di Tahun 2017 adalah 61,4 Trilyun atau naik 19,92 persen dari tahun 2016, dengan dana pertumbuhan dana pihak ke tiga 17,33 persen" ungkapnya.

"untuk kredit di Bank Jateng juga mengalami peningkatan 17,39 % dari 36,1 Trilyun menjadi 42,4 Trilyun di tahun 2017 dengan NPL (Non Performing Loan) 1,64 persen" pungkasnya.

Turut hadir dalam acara ini, Sekda Kabupaten Sukoharjo, Asisten Pemerintahan, Kabag Perekonomian, Camat Grogol dan Muspika Grogol, OJK dan perwakilan Bank Indonesia, dan juga dihadiri oleh nasabah-nasabah Bank Jateng Sukoharjo, demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

 


Kabupaten Sukoharjo Menjadi Salah Satu Tujuan KKN UAD Periode ke-65 Tahun Akademik 2017/2018


Kepala Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Ahmad Dahlan ( UAD ) Drs. H. Jabrohim, M.M, menyerahkan 108 mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kepada  Bupati Sukoharjo yang diwakili oleh Kepala Bapelbangda Ir. Ahmad Hufroni,MT  untuk melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler P3M yang akan tersebar di 12 Kecamatan di kabupaten Sukoharjo selama satu bulan kedepan sejak hari ini selasa,23 Januari 2018 bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemda Kabupaten Sukoharjo.

Kepala LPM mewakili Rektor UAD dalam sambutannya berharap KKN periode ini dapat  berjalan dengan lancar dan berjalan dengan baik. Sehingga mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan sekolah di wilayah kabupaten Sukoharjo.

" Kami titipkan Mahasiswa KKN UAD selama sebulan menjadi warga di Kabupaten Sukoharjo, para mahasiswa yang kebanyakan calon guru ini, akan didampingi 4 Dosen Pembimbing Lapangan. Peserta KKN terdiri dari berbagai macam Program Studi, sekitar 40 program studi kami terjunkan dengan berbagai macam program kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo. Kami LPM UAD  menitipkan dua program yang wajib dilaksanakan KKN saat ini yakni program seni budaya dan program olahraga. Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan dengan membina generasi anak anak TK/SD untuk menyayikan lagu lagu dengan lirik yang baik, salah satunya dengan memberi pelatihan pada Guru TK nya. KKN ini untuk warga semua. Kedua para mahasiswa UAD akan melatih lagu lagu pada guru TK dengan lagu lagu yang telah kami ciptakan, dan selain itu akan kami datangkan pula pelukis ternama untuk melukis bersama nantinya,"ungkap Kepala LPM UAD dalam pidatonya.

Kepala BapelBangda Ir. Ahmad Hufroni,MT  mewakili Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam  membacakan sambutan tertulis Bupati Sukoharjo menyampaikan apresiasinya Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu tujuan KKN UAD serta sangat menyambut gembira kehadiran para mahasiswa di kabupaten Sukoharjo dan diharapkan program-program KKN yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan mampu memberikan perubahan.

"Mahasiswa diharapkan dapat mengali potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat.  Hendaknya para mahasiswa dapat mengunakan metode komunikasi yang tepat dan santun sesuai norma masyarakat setempat. Disamping itu saya berharap kehadiran para mahasiswa mahasiswai peserta KKN UAD kali ini akan dapat memberikan manfaat bagi Kabupaten Sukoharjo khususnya. Para Camat dan Kepala Desa saya harapkan  untuk memonitor dan membantu tugas tugas yang dilaksanakan para mahasiswa KKN UAD ini" ungkap Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Bapelbangda Kabupaten Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)

 

 


KUNJUNGAN KERJA KOMISI C DPRD KABUPATEN JEPARA KE KABUPATEN SUKOHARJO

Penerimaan Kunjungan Kerja dari Rombongan Komisi C DPRD Kabupaten Jepara di Kabupaten Sukoharjo pada hari Selasa, 23 Januari 2018 dimulai pukul 10.00 WIB bertempat di Ruang Graha Satya Karya Sukoharjo. Kunker diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sukoharjo, Bapak Widodo, SH, MH didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nasruddin dan Sekretaris RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo.

Rombongan dari Kabupaten Jepara ada 18 orang dipimpin oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jepara, Bapak Purwanto,S.Kom. Materi yang dipilih dalam kunjungan kerja kali ini adalah tentang penanggulangan penyebaran Virus TB Paru dan penanggulangan HIV-AIDS serta penanganan terhadap ODHA.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten Perekonomian Pembangunan Sekda Kabupaten Sukoharjo, Bupati mengungkapkan rasa bangganya karena Kabupaten Sukoharjo dipilih sebagai lokasi kunker. Dengan visi misi yang pro rakyat, dengan didukung potensi daerah yang ada, Pemerintah berusaha melaksanakan program – program yang telah ada. Kenaikan APBD dan PAD Kabupaten Sukoharjo yang cukup signifikan, digunakan sepenuhnya untuk pembangunan program-program unggulan, misalnya pendidikan gratis, santunan kematian, Jamkesda, JITUT dan pembangunan infrastruktur pasar tradisional serta jalan / jembatan.

Dari dialog yang berlangsung, materi dan jawaban atas pertanyaan tentang penanggulangan virus mematikan ini dijelaskan oleh dr. Suryono, M.Kes beserta anggota Tim Penanggulangan AIDS Kabupaten Sukoharjo dan dr. Yunita dari Dinas Kesehatan.

Turut hadir dalam penerimaan kunker ini perwakilan dari Bagian Hukum, Bagian Humas, Bagian Kesra serta dari OPD yang terkait dengan materi dialog. Acara ditutup dengan tukar menukar cinderamata. Demikian penjelasan singkat dari Kabag Humas dan Protokol Setda Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Yk)


Jumat, 19 Januari 2018

Siswa Pawiyatan Pranatacara dan Pamedhar Sabda Permadani Sukoharjo Diwisuda

SUKOHARJO – Bertempat di  Pendopo Graha Satya Praja ( GSP) Paguyuban Permadani (Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) Kabupaten Sukoharjo menggelar acara Pengukuhan Dewan Pengurus serta "Wisudha Purnawiyata Pawiyatan Panatacara tuwin Pamedharsabda Bregada XIV kepada 45 siswa peserta pawiyatan ( kursus), jumat malam (19/01). Mereka dinyatakan "purna wiyata" setelah menempuh pendidikan selama empat bulan yang  dimulai 5 september - 28 Desember 2017 diakhiri ujian tertulis dan praktek. Penyematan partisara (samir) wisuda dilakukan oleh pengurus Permadani Jawa Tengah, Muh. Asrofi Aziz SAg., M.Pdi disaksikan oleh Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM dan perwakilan anggota forum pimpinan daerah dan tamu undangan lain.
    Dewan Pengurus PERMADANI Kabupaten Sukoharjo yang dikukuhkan sejumlah 25 orang, sebagai ketua H. Sumarno HW., S.P., wakil ketua Wagimo, S.Pd., Sekretaris 1 Drs. Suwandi, M.Pd., sekretaris 2 Drs. H. Saridi, M.Pd., bendahara 1 Subandi Prasetyo, bendahara 2 H. Mariman Hari Subroto. Dibantu beberapa bidang, antara lain bidang organisasi, pendidikan, seni budaya, dan bidang sosial kemasyarakatan.
    Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM,  DPP dan DPW PERMADANI,  jajaran pemerintah terkait, serta beberapa tamu undangan dari DPD PERMADANI Kabupaten sekitar, seperti Wonogiri, Klaten, dan Sragen.
    Dalam sambutannya berbahasa Jawa, Wakil  Bupati Sukoharjo H. Purwadi, SE.,MM menyambut baik adanya PERMADANI yang selalu menggali, mengembangkan serta melestarikan budaya Jawa sebagai pendukung kokohnya budaya nasional. Serta berharap agar warga PERMADANI sebagai perekat kebinekaan, yang tidak membedakan suku, agama, golongan, dan lain-lain terus berupaya menjalin kerjasama memperkokoh bangsa, sehingga menjadi kekuatan dalam membangun Sukoharjo yang lebih maju dan sejahtera.
    Sedangkan DPP PERMADANI, Ir. Anwar Efendi, MT yang turut hadir, dalam sambutannya mengingatkan kepada warga PERMADANI agar bisa menjadi teladan di masyarakat, dengan melaksanakan "Tri Niti Yogya" (tiga perilaku baik) yang menjadi semboyannya sebagai pedoman dalam bertindak, yakni "Memayu hayuning sasama, Juru ladosing bebrayan ingkang sae, sarta Sadhengah pakaryan sageda tansah ngremenaken tiyang sanes" (selalu berbuat baik terhadap sesama, pelayan masyarakat yang baik, serta setiap perbuatan selalu menyenangkan orang lain).
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs.Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)

Minggu, 14 Januari 2018

Ground Breaking Gedung Terpadu Setda


Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memulai melakukan "ground breaking" atau peletakan batu pertama pembangunan Gedung Terpadu Kantor Sekretariat Daerah, Minggu (14/1). Dengan anggaran Rp. 82,6 miliar,  pembangunan gedung 10 lantai ini adalah proyek terbesar yang dilakukan oleh Sukoharjo
"Pembangunan gedung ini dilakukan secara "multiyears", di Tahun 2017 lalu digunakan untuk persiapan termasuk menjalin kerjasama dengan sejumlah instansi terkait," ungkap Asisten II Sekda Pemkab Sukoharjo Widodo, SH, MH.
Dikatakan oleh Asisten II semua proses persiapan dilakukan satu tahun dan tahun kedua digunakan untuk proyek fisik dimana pemenang lelang pembangunan gedung ini adalah PT. PP Urban, Jakarta, dengan waktu pelaksanaan pembangunan adalah 360 hari dan diharapkan pelaksanaan proyek bisa berjalan lancar tanpa hambatan apapun.
Pembangunan Gedung Terpadu Kantor Setda tersebut dilandasi untuk menyatukan kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam satu kompleks. Dengan menyatukan kantor OPD diharapkan akan memudahkan koordinasi dan juga bisa meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Hal itu bisa terjadi karena selama ini sejumlah Kantor OPD terpisah-pisah sehingga sering menyulitkan.
"Kami harap pertengahan Desember nanti proyek sudah bisa diserahkan. PP Urban merupakan anak perusahaan BUMD sehingga kami yakin mampu menyelesaikan proyek tepat waktu," ujarnya.
Sedangkan Kepala Divisi Operasional PT. PP Urban, Asep Budiyana juga menyatakan keoptimisannya mampu menyelesaikan proyek tersebut. Asep menyatakan, PP Urban sudah berpengalaman dalam proyek pembangunan gedung sehingga bisa memperkirakan waktu penyelesaian proyek tersebut.
Dikatakan Asep, proyek yang akan dia kerjakan adalah membangun gedung 10 lantai. Nantinya, secara fisik gedung tersebut selesai, sebagai tahap awal, Asep mengaku belum banyak menggunakan tenaga kerja karena pekerjaan yang akan dilakukan baru sebatas pembuatan pondasi.
"Untuk alat "bor pile" sendiri baru akan datang satu atau dua minggu lagi. Gedung ini dibanguna tanpa "basement"," ujarnya.
Karena besarnya nilai, Feriyanti selaku Pejabat Pengelola Teknis Kegiatan (PPTK) dan Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Sukoharjo mengaku Pemkab melibatkan semua elemen terkait sebagai bentuk kehati-hatian. Agar proyek berjalan lancar tanpa ada pelanggaran, ujarnya, Pemkab sudah menggandeng Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Jateng untuk mengawal proyek dari awal hingga akhir. Selain itu juga menggandeng Manajemen Konstruksi (MK) untuk membantu tugas PNS yang bertugas dalam pembangunan gedung tersebut.
Nantinya gedung baru tersebut diperkirakan bisa menampung 11 Organisasi Pemerintah Daerah (OPD). Sehingga, perkantoran OPD bisa terpusat dalam kompleks yang sama. "OPD yang akan pindah ke Gedung Terpadu Kantor Setda nanti merupakan OPD yang tidak memiliki kantor tetap. Nantinya, OPD akan disentralkan disatu lokasi demi memudahkan kerja dan pelayanan pada masyarakat," ujarnya.
Untuk kendaraan proyek sesuai dengan Amdal Lalin, akan dilewatkan pintu gerbang samping selatan. Sehingga kendaraan proyek tidak mengganggu arus lalu lintas di depan pintu gerbang utama Kantor Setda, demikian keterangan yang disampaikan Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

Pelantikan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Sukoharjo dan Seminar Kepemudaan

SUKOHARJO - Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) masa khidmat 2017-2018 Kabupaten Sukoharjo resmi dilantik di Pendopo Graha Satya Praja ( GSP) , Minggu (14/1) dihadiri 150 kader.Pelantikan dikemas dengan seminar kepemudaan bertema," antara cinta dan cita cita generasi zaman now," bersama Gus Candra Malik penulis buku makrifat cinta dari Jakarta.
Ketua IPNU Kabupaten Sukoharjo terpilih Yusuf Dwi Akhial dan ketua IPPNU Endah Fitria Maulana sama-sama menyatakan, estafet kepengurusan yang diemban merupakan tanggungjawab besar. Keduanya berjanji akan menjalankan amanat organisasi sesuai amanah. Dengan tetap berharap mendapat dukungan dari semua jajaran pengurus harian, Pengurus Anak Cabang (PAC), ranting (desa) dan kader.
Yusuf Dwi Akhial menyatakan, pihaknya mempunyai harapan besar kepada para kader. Di mana, setiap kader dituntut mampu membentengi diri dari seragan paham radikalisme yang sedang menggoyahkan NKRI.
Selalu berideologi Pancasila, UUD 1945, serta mengajarkan paham ahlusunnah wal jamaah (aswaja). "Eksistensi kaderisasai kader, membentengi ideologi dari serangan paham radikal, itu sangat penting," ujarnya ketika ditemui disela sela acara pelantikan.
Ditambahkannya , semasa kepemimpinannya IPNU akan memberi ruang gerak seluas-luasnya bagi semua kader agar bekerja keras, dengan membangun kreatifitas dan inovasi.
Dengan harapan, kreatifitas dan inovasi tersebut menjadi tolak ukur kader dalam membangun generasi yang ahlusunnah wal jamaah. "Kader harus kreatifitas, inovatif demi masa depan yang lebih baik. Tentunya, selalu mencintai Tanah Air dan NU," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM pertama mengapresiasi atas dilatiknya pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Sukoharjo masa khidmat 2017-2018 dan memberikan amanah kepada kader IPNU dan IPPNU agar di dalam kepengurusannya terus berjuang demi bangsa dan negara serta dapat mengamalkan empat pilar kebangsaan dan terwujudnya bangsa Indonesia yang baldatun thayyibattun wa rabbun ghafur.
Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM berharap kepada pengurus cabang IPNU dan IPPNU yang baru dilantik, untuk segera berkoordinasi dan menyusun langkah strategi dan program kerja guna mewujudkan tujuan dan harapan organisasi.
Usai pelantikan, para kader lantas akan mengadakan rapat kerja cabang (Rakercab) untuk menyusun sekaligus melaksanakan program selama dua tahun.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum.(Tj)

Senin, 08 Januari 2018

500 PERANGKAT DESA TERIMA PENGARAHAN BUPATI

Sebanyak 500 perangkat desa yang diterima seleksi Tahun 2017 menerima pengarahan oleh Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, di Pendopo Graha Satya Praja, Setda Kabupaten Sukoharjo, Senin (08/01).

Bupati Sukoharjo dalam arahannya mengatakan "yang penting kerja dengan ikhlas, jujur, dan kreatif, tunjukkan ke rakyat kerja yang baik untuk kemajuan desa dan Sukoharjo," ungkapnya.

"sukoharjo dengan perengkat desa yang baru ini, dengan umur masih muda dan berpendidikan serta berketrampilan yang baik, saya yakin Sukoharjo kedepannya akan makin maju,"lanjutnya.

Menyinggung soal money politik dalam penyelenggaraan pengisian perangkat desa ini, Bupati mengatakan "sampai hari ini kalau ketahuan kalau ada money politik dan terbukti, sesuai komitmen saya, akan saya pecat," jelasnya.

Sesuai dengan laporan penyelenggara, Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Setyo Aji Nugroho, S.Sos, Pengisian kekosongan perangkat desa di tahun 2017 lalu dilaksanakan dengan 2 mekanisme yaitu, mutasi antar perangkat desa, serta penjaringan dan penyaringan perangkat desa yang dalam pelaksanaannya mengandeng UNS.

"peserta pengarahan yang berjumlah 500 orang ini terdiri dari 78 perangkat desa jabatan Sekretaris Desa melalui mekanisme mutasi antar perangkat desa, dan 422 perangkat desa hasil penjaringan dan penyaringan perangkat desa" jelas Aji dalam laporannya.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo nantinya akan memberikan Penghasilan Tetap, untuk Sekretaris Desa sebanyak 2,1 juta rupiah perbulan sedangkan Perangkat Desa 1,8 juta perbulan.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sukoharjo, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas dan Bagian yang terkait, serta Camat se Kabupaten Sukoharjo, demikian keterangan yang diberikan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

Jumat, 05 Januari 2018

Apel Gelar pasukan Operasi Mantap Praja 2018 guna pengamanan jelang pilkada serentak di Sukoharjo

SUKOHARJO- Apel Gelar pasukan Operasi Mantap Praja 2018 guna pengamanan jelang pilkada serentak, digelar Polres Sukoharjo yang dipimpin oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, S.IK., M.H., M.Si ,Jumat (5/1). Dengan mengambil tema " Polri yang promoter siap mengamankan pilkada serentak tahun 2018". 

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM, Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Dandim 0726 Sukoharjo yang diwakili oleh Kasdim 0726 Mayor Inf Nurul Munthahar S.Ag, Danbrigif mekanis 6/2 Kostrad yang diwakili oleh Kasbrig 6/2 Letkol Inf Ronal Sumedap, Dangrup 2 Kopassus Kandang menjangan yang di wakili oleh Wadanyon Mayor Inf edi Saputra, Danyonif 413/Bremoro yang diwakili oleh Wadanyon 413 Mayor Inf Agung Ari Wibowo, Kajari Kabupaten Sukoharjo Bambang Marwoto, S.H, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Sukoharjo, Wakapolres Sukoharjo, Para Danramil jajaran Kodim 0726 Sukoharjo, Para Kabag, Kasat, Kasi dan Perwira staf Polres sukoharjo, para Asisten Sekda Kabupaten Sukoharjo, ‎Kepala OPD jajaran Pemkab Sukoharjo, Ketua Panwas Kab. Sukoharjo Bambang Mulyanto, Ketua KPU Kab. Sukoharjo Kuswanto SH.,MM , Muspika se Kabupaten Sukoharjo, Ketua Parpol pendukung pasangan calon Gubernur/wakil Gubernur, Ketua Ormas Kabupaten Sukoharjo, Ketua Panwascam dan PPK se Kabupaten sukoharjo dan para tamu undangan lainnya.

Operasi Mantap Praja 2018 dilaksanakan dalam rangka pengamanan pilkada serentak di Jateng. Selaku Inspektur Upacara Kapolres Sukoharjo mengamanatkan "Apel gelar pasukan yang diselenggarakan di ke seluruh kesatuan wilayah ini dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personil dan kelengkapan sarana prasarana Polri beserta unsur terkait sebelum diterjunkan ke lapangan Dengan demikian diharapkan semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal dalam rangka mensukseskan pengamanan Pemilukada serentak tahun 2018. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kehidupan demokrasi di Indonesia telah memberikan ruang kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat berkumpul dan menyampaikan pendapat yang bisa Min oleh konstitusi serta diberikan hak politik yang luas untuk terlibat dalam roda pemerintahan.Sehubungan hal tersebut kita melihat proses pendewasaan demokrasi sedang berlangsung yang dimulai dari tahap transisi demokrasi dengan melakukan pembelajaran terhadap setiap prinsip-prinsip demokrasi melalui penguatan dan pematangan dasar-dasar dalam kehidupan berdemokrasi. Berdasarkan undang-undang Dasar 1945 Pemilu merupakan wujud keikutsertaan seluruh rakyat Indonesia dalam menyelenggarakan pemerintahan negara di samping itu Pemilukada adalah Sarana demokrasi untuk menyampaikan aspirasi rakyat dalam rangka membentuk sistem negara yang lebih dan berkedaulatan rakyat. Mengingat arti penting dan strategis Pemilukada bagi keberlangsungan pemerintah dan pembangunan dalam mencapai tujuan maka pada konteksi inilah sebagai penanggung jawab keamanan dalam negeri berkewajiban untuk mengawal menjaga dan mengamankan penyelenggaraan Pemilukada serentak tahun 2018. Perlu kita cermati Pada pelaksanaan Pemilukada 2018 terdapat beberapa potensi kerawanan yang memerlukan perhatian serius kita semua untuk di antisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata yang dapat mengganggu dan menghambat penyelenggaraan Pemilukada 2018. Berbagai potensi kerawanan tersebut dapat terjadi dalam setiap tahapan Pemilu berupa pelanggaran tindak pidana Pemilu termasuk tindak pidana umum yang harus dapat dikelola dan ditangani oleh Polri secara profesional transparan dan angkutabel.Oleh karena itu dalam rangka menjamin stabilitas Kamtibmas selama berlangsungnya Pemilukada 2018 Polres Sukoharjo menggelar operasi kepolisian kebudayaan dengan sandi mantap Praja Juni 2018 yang dilaksanakan selama 150 hari dengan mengedepankan kegiatan pre-emtif dan preventif yang didukung kegiatan intelijen penegakan hukum kuratif dan rehabilitasi dalam rangka mengamalkan setiap tahapan Pemilukada 2018.
Sehubungan dengan hal pelaksanaan operasi kepolisian tersebut maka dalam implementasinya akan dilakukan fungsi Kepolisian di lapangan, mencermati tangan tugas dan Pengamanan pemilu pada 2018 tersebut memerintahkan kepada seluruh anggota untuk mengamankan setiap tahapan Pemilu dengan sebaik-baiknya serta berupaya mewujudkan terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif agar bisa memberikan rasa aman kepada para penyelenggara dan peserta Pemilukada serentak tahun 2018. Dalam rangka mendukung hal tersebut saya juga memerintahkan kepada seluruh personil agar terus meningkatkan kemampuan personil serta memberikan kelengkapan perorangan yang memadai dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang terjadi pada Pemilukada 2018 serta kemungkinan terjadinya situasi kontijensi Selain itu kepada seluruh anggota agar secara proaktif terus memperkokoh Sinergi personil dengan penyelenggaraan pemilu TNI masyarakat dan mitra keamanan lainnya.Dalam rangka mendukung kesuksesan Pemilukada 2018 untuk menghadapi tugas Mulia dalam rangka pengamanan Pemilukada serentak tahun 2018 yaitu dan Cawagub Jawa Tengah seharusnya di Kabupaten Sukoharjo pada kesempatan apel gelar pasukan ada beberapa Pesan yang disampaikan untuk dipedomani dan dilaksanakan :
Satu, Siapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

kedua ‎Petakan setiap kerawanan pada setiap tahapan Pemilu serta lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen didukung bhabinkamtibmas untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat sehingga setiap permasalahan yang berpotensi mengalami jalannya Pemilukada dapat diantisipasi sedini mungkin.
Ketiga, Implementasi sehingga pengamanan Pemilukada di Kabupaten Sidoarjo dapat benar-benar dilaksanakan secara optimal.
Keempat, Perkokoh kerjasama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara Pemilu unsur TNI dan segenap komponen masyarakat guna mewujudkan energi profesional yang proaktif dalam rangka pengamanan Pemilukada serentak 2018.
Kelima, segenap anggota Polres Sukoharjo jaga komitmen dan netralitas serta tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dalam penyelenggaraan Pemilukada 2018 yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Keenam,Lakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran tindak pidana Pemilu secara terpadu melalui sentra gakkumdu.
Ketujuh,Berikan arahan dan petunjuk yang jelas kepada anggota sebelum pedoman aturan dan SOP yang berlaku.
Kedelapan, lakukan pengawasan dan pengendalian secara melekat terhadap pelaksanaan operasi dan kinerja anggota untuk meminimalisasi terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.Marilah kita jadikan apel gelar pasukan ini untuk menyatukan tekad dan komitmen dalam rangka mengawal dan mengamankan serta mensukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng di Kabupaten Sukoharjo semoga segala tugas pengadilan yang telah kita laksanakan menjadi nilai ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,"jelas Kapolres mengakhiri amanatnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

 

 

 



 
Virus-free. www.avast.com

Apel Gelar pasukan Operasi Mantap Praja 2018 guna pengamanan jelang pilkada serentak di Sukoharjo

SUKOHARJO- Apel Gelar pasukan Operasi Mantap Praja 2018 guna pengamanan jelang pilkada serentak, digelar Polres Sukoharjo yang dipimpin oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, S.IK., M.H., M.Si ,Jumat (5/1). Dengan mengambil tema " Polri yang promoter siap mengamankan pilkada serentak tahun 2018". 

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM, Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Dandim 0726 Sukoharjo yang diwakili oleh Kasdim 0726 Mayor Inf Nurul Munthahar S.Ag, Danbrigif mekanis 6/2 Kostrad yang diwakili oleh Kasbrig 6/2 Letkol Inf Ronal Sumedap, Dangrup 2 Kopassus Kandang menjangan yang di wakili oleh Wadanyon Mayor Inf edi Saputra, Danyonif 413/Bremoro yang diwakili oleh Wadanyon 413 Mayor Inf Agung Ari Wibowo, Kajari Kabupaten Sukoharjo Bambang Marwoto, S.H, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Sukoharjo, Wakapolres Sukoharjo, Para Danramil jajaran Kodim 0726 Sukoharjo, Para Kabag, Kasat, Kasi dan Perwira staf Polres sukoharjo, para Asisten Sekda Kabupaten Sukoharjo, ‎Kepala OPD jajaran Pemkab Sukoharjo, Ketua Panwas Kab. Sukoharjo Bambang Mulyanto, Ketua KPU Kab. Sukoharjo Kuswanto SH.,MM , Muspika se Kabupaten Sukoharjo, Ketua Parpol pendukung pasangan calon Gubernur/wakil Gubernur, Ketua Ormas Kabupaten Sukoharjo, Ketua Panwascam dan PPK se Kabupaten sukoharjo dan para tamu undangan lainnya.

Operasi Mantap Praja 2018 dilaksanakan dalam rangka pengamanan pilkada serentak di Jateng. Selaku Inspektur Upacara Kapolres Sukoharjo mengamanatkan "Apel gelar pasukan yang diselenggarakan di ke seluruh kesatuan wilayah ini dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personil dan kelengkapan sarana prasarana Polri beserta unsur terkait sebelum diterjunkan ke lapangan Dengan demikian diharapkan semua perencanaan yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal dalam rangka mensukseskan pengamanan Pemilukada serentak tahun 2018. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kehidupan demokrasi di Indonesia telah memberikan ruang kebebasan bagi masyarakat untuk berserikat berkumpul dan menyampaikan pendapat yang bisa Min oleh konstitusi serta diberikan hak politik yang luas untuk terlibat dalam roda pemerintahan.Sehubungan hal tersebut kita melihat proses pendewasaan demokrasi sedang berlangsung yang dimulai dari tahap transisi demokrasi dengan melakukan pembelajaran terhadap setiap prinsip-prinsip demokrasi melalui penguatan dan pematangan dasar-dasar dalam kehidupan berdemokrasi. Berdasarkan undang-undang Dasar 1945 Pemilu merupakan wujud keikutsertaan seluruh rakyat Indonesia dalam menyelenggarakan pemerintahan negara di samping itu Pemilukada adalah Sarana demokrasi untuk menyampaikan aspirasi rakyat dalam rangka membentuk sistem negara yang lebih dan berkedaulatan rakyat. Mengingat arti penting dan strategis Pemilukada bagi keberlangsungan pemerintah dan pembangunan dalam mencapai tujuan maka pada konteksi inilah sebagai penanggung jawab keamanan dalam negeri berkewajiban untuk mengawal menjaga dan mengamankan penyelenggaraan Pemilukada serentak tahun 2018. Perlu kita cermati Pada pelaksanaan Pemilukada 2018 terdapat beberapa potensi kerawanan yang memerlukan perhatian serius kita semua untuk di antisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata yang dapat mengganggu dan menghambat penyelenggaraan Pemilukada 2018. Berbagai potensi kerawanan tersebut dapat terjadi dalam setiap tahapan Pemilu berupa pelanggaran tindak pidana Pemilu termasuk tindak pidana umum yang harus dapat dikelola dan ditangani oleh Polri secara profesional transparan dan angkutabel.Oleh karena itu dalam rangka menjamin stabilitas Kamtibmas selama berlangsungnya Pemilukada 2018 Polres Sukoharjo menggelar operasi kepolisian kebudayaan dengan sandi mantap Praja Juni 2018 yang dilaksanakan selama 150 hari dengan mengedepankan kegiatan pre-emtif dan preventif yang didukung kegiatan intelijen penegakan hukum kuratif dan rehabilitasi dalam rangka mengamalkan setiap tahapan Pemilukada 2018.
Sehubungan dengan hal pelaksanaan operasi kepolisian tersebut maka dalam implementasinya akan dilakukan fungsi Kepolisian di lapangan, mencermati tangan tugas dan Pengamanan pemilu pada 2018 tersebut memerintahkan kepada seluruh anggota untuk mengamankan setiap tahapan Pemilu dengan sebaik-baiknya serta berupaya mewujudkan terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif agar bisa memberikan rasa aman kepada para penyelenggara dan peserta Pemilukada serentak tahun 2018. Dalam rangka mendukung hal tersebut saya juga memerintahkan kepada seluruh personil agar terus meningkatkan kemampuan personil serta memberikan kelengkapan perorangan yang memadai dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang terjadi pada Pemilukada 2018 serta kemungkinan terjadinya situasi kontijensi Selain itu kepada seluruh anggota agar secara proaktif terus memperkokoh Sinergi personil dengan penyelenggaraan pemilu TNI masyarakat dan mitra keamanan lainnya.Dalam rangka mendukung kesuksesan Pemilukada 2018 untuk menghadapi tugas Mulia dalam rangka pengamanan Pemilukada serentak tahun 2018 yaitu dan Cawagub Jawa Tengah seharusnya di Kabupaten Sukoharjo pada kesempatan apel gelar pasukan ada beberapa Pesan yang disampaikan untuk dipedomani dan dilaksanakan :
Satu, Siapkan mental dan fisik dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

kedua ‎Petakan setiap kerawanan pada setiap tahapan Pemilu serta lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan fungsi intelijen didukung bhabinkamtibmas untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat sehingga setiap permasalahan yang berpotensi mengalami jalannya Pemilukada dapat diantisipasi sedini mungkin.
Ketiga, Implementasi sehingga pengamanan Pemilukada di Kabupaten Sidoarjo dapat benar-benar dilaksanakan secara optimal.
Keempat, Perkokoh kerjasama yang harmonis dengan seluruh penyelenggara Pemilu unsur TNI dan segenap komponen masyarakat guna mewujudkan energi profesional yang proaktif dalam rangka pengamanan Pemilukada serentak 2018.
Kelima, segenap anggota Polres Sukoharjo jaga komitmen dan netralitas serta tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dalam penyelenggaraan Pemilukada 2018 yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Keenam,Lakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran tindak pidana Pemilu secara terpadu melalui sentra gakkumdu.
Ketujuh,Berikan arahan dan petunjuk yang jelas kepada anggota sebelum pedoman aturan dan SOP yang berlaku.
Kedelapan, lakukan pengawasan dan pengendalian secara melekat terhadap pelaksanaan operasi dan kinerja anggota untuk meminimalisasi terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.Marilah kita jadikan apel gelar pasukan ini untuk menyatukan tekad dan komitmen dalam rangka mengawal dan mengamankan serta mensukseskan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng di Kabupaten Sukoharjo semoga segala tugas pengadilan yang telah kita laksanakan menjadi nilai ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,"jelas Kapolres mengakhiri amanatnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

 

 

 


Virus-free. www.avast.com