Sabtu, 30 Maret 2019

Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo Inisiasi Rekor MURI Dan Anugerah Walhi

SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo tahun 2019 ini untuk ke sepuluh kalinya mendapat rekor MURI. Rekor ini diberikan kepada Kabupaten Sukoharjo karena berhasil membuat celengan dari barang bekas oleh pasangan Ibu dan Anak Usia Dini Terbanyak sejumlah 7622 peserta, dan Bunda Paud mendapatkan anugerah penghargaan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Tengah (Walhi) atas inisiasi gerakan anak-anak Paud peduli lingkungan  Sabtu (30/3).

Rekor MURI  dan Anugerah Walhi ini didapat atas prestasi inisiasi dari bunda PAUD Hj. Etik Suryani SE, MM  yang juga menjabat sebagai Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Sri Widayati senior manager Rekor Muri mengatakan "Muri hingga saat ini sudah mencatat 8900 lebih rekor berbagai prestasi, mengukir rekor dunia yang dapat menjadi inspirasi dan semangat juang. Untuk Rekor Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sebelumnya diawali pada tahun 2003 dengan rekor Muri pagelaran seni tradisi dengan pendukung musik terbanyak pada satu panggung 1700 pendukung, kedua rekor muri pemilihan kepala desa serentak dengan jumlah terbanyak 128 Kepala Desa Terpilih pada tanggal 21 Desember  2006 hingga rekor muri  kesembilan pada tanggal 17 agustus 2016 sebanyak 30 ribu karyawan rekor ikrar dan penyuluhan anti narkoba dengan peserta terbanyak, hingga pada hari ini rekor muri yang kesepuluh.  Rekor selain diberikan kepada bunda Paud juga diberikan kepada Dra. Siti Nurngaeni M.Pd Kabid Pembinaan Paud dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo serta rekor diberikan kepada PAUD Kabupaten Sukoharjo perwakilan dari IGTKI dan Himpaudi,"jelasnya.

Ditambahkannya, Rekor yang berhubungan dengan celengan pernah dicapai pada tahun 2010 oleh farmers market Banten dengan rekor celengan ayam terbesar, kedua pembagian celengan dengan jumlah terbanyak 5000 celengan oleh Pemkab Lamongan tanggal 10 agustus 2014, ketiga menghias celengan oleh anak usia dini terbanyak 3541 peserta diraih pemkot jambi pada tahun 2015 dan terakhir pembuatan alat peraga edukatif terbanyak dari bahan daur ulang 6459 alat peraga diraih Bupati Sijunjung pada tanggal 19 Februari 2017.

Selain rekor muri, pada kesempatan yang sama Bunda Paud Hj. Etik Suryani juga mendapatkan penganugerahan penghargaan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) sebagai Inisiator Gerakan Anak-Anak PAUD Peduli lingkungan Tahun 2019,  yang diberikan oleh Direktur eksekutif Walhi Jateng Ismail Al Habib.

Menurut laporan ketua penyelenggara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno M.Pd mengatakan PAUD adalah salah satu bagian dari pendidikan non formal, yang merupakan bagian dari jalur sistem pendidikan nasional, untuk itu diperlukan suatu dukungan dan motivasi untuk meraih cita citanya. Melalui kegiatan membuat celengan dari barang bekas oleh pasangan Ibu dan anak-anak usia dini terbanyak dapat mengasah kreatifitas anak PAUD, mengajarkan pada anak untuk menabung sejak dini dan dapat dimanfaatkannya barang bekas agar lebih bermanfaat, tentunya minat menabung anak sejak dini akan tumbuh dan berkembang dengan baik,"jelas Ka.disdikbud.

Dalam pembinaanya, Bunda Paud sangat mengapresiasi serta berharap Paud Sukoharjo menjadi pelopor untuk Paud-Paud di daerah lain untuk melaksanakan kegiatan positif, sehingga tujuan dari gerakan yaitu membentuk tiga karakter dasar anak Paud yang kreatif, Paud yang peduli lingkungan dan Paud yang gemar menabung tercapai,"harap Bunda Paud.

Acara diakhiri dengan launching lagu anak Paud Sukoharjo dan penghargaan atas prestasi  pencipta lagu anak Paud  Om Sinung.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

Jumat, 29 Maret 2019

Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo Gelar Bazar Pangan Murah Tiap Jumat

SUKOHARJO – Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo menggelar bazar pangan murah di halaman Dinas Pangan, Jumat (29/3).

"Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo mempunyai kegiatan yaitu Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) dengan menggandeng Gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan kelompok wanita tani (KWT) yang merupakan binaan dari TP.PKK, untuk menggairahkannya, Dinas Pangan menggelar bazaar pangan murah tiap Jumat, ini yng perdana dan masih bersifat ujicoba dan dievaluasi lagi dan petunjuk Bupati nanti dengan melihat evaluasi dengan dilihat bagaimana antusias masyarakat sekitar, kalau hasil bagus kita rencanakan lanjutkan terus dengan nama jumat berkah untuk masyarakat, tidak cuma makanan bisa ditambah lagi sayuran, polybag dan lain lain jumat kedepan," ujar Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo Sriyono, SE, MM.

Puluhan warga sekitar, tampak menyerbu bazar pangan murah yang diselenggarakan Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo. Dalam bazar tersebut, warga bisa membeli beras segar dan murah, aneka pangan lokal dan sayuran dibawah harga pasaran.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

Kamis, 28 Maret 2019

Bupati Lantik 86 Pejabat di Lingkungan Pemkab Sukoharjo

SUKOHARJO- Bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (28/3), Bupati Sukoharjo  H. Wardoyo Wijaya SH., MH.,MM mengambil sumpah/janji dan melantik 86 pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi, kepala sekolah dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, tiga di antaranya pejabat eselon II, dilantik untuk menempati jabatan baru, Kamis (28/3).  

Bupati H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM  meminta para pejabat yang dilantik segera bekerja dan menyesuaikan diri di tempat yang baru. Promosi dan mutasi dinilai sebagai hal biasa yang dilakukan di internal ASN. Selain itu sebagai tuntutan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pejabat hendaknya memiliki kemauan yang kuat, memiliki wawasan yang luas, dan siap membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan. Bupati juga menekankan sumpah jabatan yang telah dilakukan agar senantiasa dihayati dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

"Jabatan yang diberikan kepada sudara-saudara sekalian ini merupakan sebuah amanah yang harus disyukuri, dijaga dan dipertanggungjawabkan. Saya mengajak kepada saudara-saudara semua untuk bekerja secara maksimal yang dilandasi dengan profesionalisme dan integritas tinggi guna mendukung suksesnya pembangunan di Kabupaten Sukoharjo," jelas Bupati.

Pejabat esselon II yang terkena mutasi masing-masing Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ir. Suraji, MT yang digeser menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Selain itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Agustinus Setiyono S.Sos, MH digeser menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Staf Ahli Bupati sekaligus Plt Kepala DPKP Ir. A. Agus Bambang Haryanto M.Eng.Sc, MH diangkat menjadi Kepala Badan Perencana Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelbangda).

Pergeseran pejabat eselon II berimbas pada kekosongan jabatan tersebut. Bupati menyatakan telah menyiapkan pejabat pelaksana tugas (Plt). Surat keputusan (SK) penunjukkan Plt sudah ditandatangani.

 "Sesuai aturan, untuk pengisian pejabat esselon II harus melalui seleksi terbukti oleh Timsel independen," jelasnya kepada wartawan.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Pengurus PEPADI Sukoharjo, Resmi Dilantik Bupati

SUKOHARJO – Pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Sukoharjo masa bakti 2019-2024 resmi dilantik Bupati H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM, Rabu (27/3) malam, di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Kabupaten Sukoharjo.

Pepadi Kabupaten Sukoharjo kini diketuai Ki Sukasdi S.Sn dengan sekretaris Ki Wahyu Danung Raharjo, S.S  serta dibentuk kepengurusan meliputi pelindung, dewan pakar, pengurus inti dan coordinator umum serta koordinator 12 wilayah Kecamatan.

Dalam kesempatan itu ditampilkan pergelaran wayang kulit dalang Lintas Generasi yaitu Ki Alif Rizki Ramadhan dari sanggar dhemes Polokarto, Ni Woro Mustiko Siwi dari siswi SMA N I Kartasura, Ki Suhadi Mbendhol dari Weru, Ki Parwanto S.Sn dari Weru dan Ki Bibit Santosa dari Baki dan Ki Puntono Setyo Asmoro dari Polokarto.

Bupati berpesan kepada segenap pengurus Pepadi yang dikukuhkan, agar tulus dan iklas dalam menjalankan tugas-tugasnya serta menyusun program-program yang bermanfaat demi menjaga dan melestarikan seni pedalangan serta wayang sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

Menurut Ketua Pepadi Jateng yang dalam hal ini diwakili Dr. Widodo Broto Sejati, S.Sn, M.Sn mengapresiasi telah terlantiknya rekan rekan Pepadi Sukoharjo. Pepadi merupakan rumahnya para dalang maka harus dirawat, dijaga dan dikembangkan sebagai rumah budaya, agar bisa membawa nama baik Pemda.

"hari wayang nasional telah ditetapkan tanggal 7 Nopember 2019, untuk mengenang nilai-nilai luhur yang ada didalamnya perlu kita jaga, rawat maka mustahil nilai nilai budaya akan runtuh," ungkapnya.

Pada kesempatan ini dilauching Mars Pepadi Sukoharjo serta dilanjutkan diserahkan tokoh wayang oleh Bupati Sukoharjo kepada ki dalang Ni Woro Mustiko Siwi dari siswi SMA N I Kartasura   dan dilanjutkan menyaksikan pertunjukan wayang kulit dengan lakon "kunthi dharmo".

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Jumat, 22 Maret 2019

Wabup Sukoharjo Hadiri Apel Gelar Pasukan Pengamanan Kampanye Terbuka dan Pemilu 2019

SUKOHARJO- Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE,MM, Jumat (22/3) menghadiri Apel Gelar Pasukan Persiapan Pengamanan Kampanye Terbuka dan Pemungutan Suara Pemilihan Umum 2019 di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan Apel Gelar Pasukan dipimpin Kapolres Sukoharjo AKBP. Iwan Saktiadi , S.I.K., M.H.,M.Si dan Dandim 0726 Sukoharjo Letkol. Inf. Chandra Ariyadi Prakosa, S.I.P., M.Tr (Han).

Pelaksanaan Kegiatan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Kampanye Terbuka dalam Menghadapi Pemilu Tahun 2019 dimaksudkan untuk pengecekan kesiapan aparat gabungan dalam Pengamanan Pemilu Serentak Pilpres dan Legislatif Tahun 2019, mulai dari pelaksanaan pengamanan kampanye, pelaksanaan pengamanan tahapan pemungutan suara dan pengamanan unjuk rasa apabila terjadi ketidak puasan massa dalam menghadapi Pemilu 2019.

Dengan tema "Tingkatkan Sinergitas TNI - POLRI dengan Komponen Bangsa Lainnya Guna Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri Yang Kondusif.

Menko Polhukam RI dalam sambutan yang disampaikan Kapolres Sukoharjo dan didampingi Dandim 0726 Sukoharjo mengatakan bahwa Pemilu serentak tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara bersamaan.

"Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional, terkait apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokrastis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin mereka," kata Kapolres didampingi Dandim 0726 Sukoharjo.

Sukses tidaknya perhelatan pesta demokrasi tersebut sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

Jumlah kekuatan prajurit TNI-Polri yang dilibatkan dalam pengamanan pemilu serentak tahun 2019 adalah sebanyak 453.133 orang didukung dengan alutsista sesuai pontensi kerawanan yang ada, dimana jumlah kekuatan TNI-Polri ini cukup besar.

Hadir dalam kegiatan apel gelar pasukan ini jajaran Forkopimda, Para Kabag, Kasat, Kasi dan Perwira staf Polres Sukoharjo, Kapolsek Jajaran Polres Sukoharjo, Danramil Jajaran Kodim 0726 Sukoharjo, Kepala OPD jajaran Pemkab Sukoharjo,  Komisioner KPU, Perwakilan Pimpinan Parpol pendukung pasangan Capres dan Cawapres, Ketua Ormas Kab. Sukoharjo dan ratusan peserta apel. Selanjutnya Wakil Bupati Sukoharjo bersama Kapolres dan Dandim mengecek berkeliling melihat kesiapan Pasukan gabungan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019.

Demikian informasi yang disampaikan kabag humas dan protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Kontingen Kwarcab Sukoharjo Ikuti Pesta Siaga Binwil Dan Miliki 12 Pramuka Garuda Siaga

SUKOHARJO- 12 Pramuka Siaga Sukoharjo meraih tingkatan tertinggi dalam Pramuka, yakni Pramuka Garuda. Pelantikan dilaksanakan oleh Waka Keuangan Kwarcab Sukoharjo Ir. H. Bambang Sutrisno MM, jumat (22/3) di Pendopo Graha Satya Praja.

Hadir dalam pelantikan ini orang tua / wali dari peserta didik, jajaran pengurus Kwartir Cabang, Ketua Kwartir Ranting (Kwarran), pengurus Majelis Pembina Gugus Depan (Mabigus) dan Pembina Gugus Depan.

Penetapan Pramuka Garuda siaga  angkatan I tahun 2019 berdasarkan surat keputusan Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Sukoharjo No 06 tahun 2019 .

Ir. Bambang Sutrisno MM menyampaikan bahwa Pramuka Siaga Garuda adalah seorang anggota muda gerakan pramuka yang telah mencapai kecakapan dan penghargaan tertinggi pada masing masing jenjang pendidikan kepramukaan, sehingga menjadi kebanggaan siapapun apabila seseorang sebagai pramuka garuda. Setelah melalui  seleksi dan serangkaian tes wawancara dan tes kecakapan, mereka dinyatakan lulus. Baru kemudian ke 12 pramuka siaga itu dilantik menjadi Pramuka Garuda.

"ujian pramuka garuda dilaksanakan berdasar keputusan Kwarnas gerakan pramuka nomor 038 tahun 2017 tentang petunjuk penyelenggaraan pramuka garuda, ujian dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 16 maret 2019 bertempat di Balai Desa Sidorejo Kecamatan Bendosari dengan menghadirkan narasumber seperti orang tua, guru, kepala sekolah , tokoh masyarakat dan pembinanya," ungkapnya.

Adapun daftar pramuka garuda siaga adalah timotius hibran adi w dari SD Kanisius Mayang, Rafael Royan Saputra dari SD Kanisius Mayang, Wahyu Royan Saputra dari SDN Pranan 01, Faisal Widyatmoko dari SDN Pranan, Rafie Bagus Pratomo dari MIN 2 Sukoharjo, Hisyam Dhiaulhaq dari MIN 2 Sukoharjo, Rofifah Maimunah dari SDN ngrombo, Asna Nimattujannah SDN Ngrombo, Astria Aulia Fernanda dari SDN Mayang, Rastri Kesumaning P dari SDN Mayang, Quinsa Extrada Yusa dari SDN Pranan dan Shiva Cania Sari dari SDN Pranan.

Sementara itu pada kesempatan yang sama dilaksanakan kontingen pelepasan  Pesta Siaga Tingkat Pembinaan Wilayah (Binwil) Surakarta tahun 2019. Kontingen dilepas disaksikan langsung  pengurus Kwarcab Jepara Sukoharjo.

Sahirno S.Pd selaku pemimpin kontingen melaporkan kesiapan tim untuk berlaga berlomba dalam pesta siaga binwil Surakarta yang diselenggarakan di Kabupaten Karanganyar.

"saat ini kontingen siap berlaga membawa bendera Kabupaten Sukoharjo, kami akan melakukan dengan sekuat tenaga dengan sportifitas yang tinggi kami berenam siap untuk mengikuti perlombaan binwil," ujarnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Posyandu Mulia II Sukoharjo Wakili Jateng di Tingkat Nasional

SUKOHARJO – Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Sukoharjo. Posyandu Mulia II Desa Karangasem Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo akan melenggang ke tingkat nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah. Posyandu Mulia II Sukoharjo ini akan mengikuti lomba pelaksanaan terbaik tingkat nasional Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (Kesrak PKK), Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)-Kesehatan, Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), Posyandu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke XXVI di Propinsi Kalimantan Selatan.

Posyandu Mulia II Sukoharjo, akan bersaing bersama 5 Kabupaten lain di Indonesia yaitu Kabupaten Tambalong Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Bandung, Kabupaten Buleleng Bali, dan Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bupati H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM berharap dengan kehadiran Tim Verifikasi lapangan lomba posyandu hasil verifikasi nantinya akan menghantarkan Tim Penggerak PKK desa Karangasem menjadi pelaksana terbaik posyandu tingkat nasional tahun 2019.

"Semoga kehadiran Bapak/Ibu Tim, akan membawa barokah bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo.Amiin," harap Bupati saat menghadiri acara penerimaan tim verifikasi lapangan lomba posyandu tingkat nasional tahun 2019 bertempat di gedung dharma bhakti wijaya, Jumat(22/3).

Rombongan tim penilai pusat dipimpin oleh Hari Panji Mulyana, SE, M.Si Kasi Peningkatan Kesejahteraan Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri RI.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE, MM mengawali laporan kegiatan dengan melaksanakan salam germas serta memberikan gambaran kepada Tim Penilai dari pusat tentang berbagai kebijakan dan inovasi, prestasi TP.PKK Sukoharjo.

"Kabupaten Sukoharjo memiliki tim penggerak PKK yang solid. Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Sukoharjo melalui jalur PKK dimulai dari merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan kegiatan serta melakukan monitoring  kami selalu berkoordinasi dan berkonsolidasi di gedung PKK dharma bakti wijaya ini,"ucap Hj. Etik.

Ditambahkan Hj. Etik memberikan gambaran kepada Tim Penilai dari pusat salah satunya tentang kebijakan dan inovasi Ketua TP.PKK Kabupaten Sukoharjo untuk mensejahterakan masyarakat melalui jalur PKK dilaksanakan dengan inovasi sukoharjo "SSAKINA" (Stop Stunting, Angka Kematian Ibu dan Anak) dan berbagai kebijakan prestasi lainnya.

"kegiatan SSAKINA dilaksanakan dengan satu gerakan masyarakat memberikan ASI Ekslusif dengan istilah Germas Asiek dengan adanya Perbup tentang peningkatan pemberian Asi Ekslusif, kedua kelas Ibu hamil dan kelas Ibu Balita, ketiga untuk mencegah anemia sekaligus untuk tampil lebih cantik, energik dan bugar bagi remaja putrid dan ibu hamil pemberian tablet tambah darah yang popular disebut Pil Pintar dan Pil Cantik bagi remaja putrid dan ibu hamil, keempat GERVASA ( Gerakan IVA masuk ke Desa) sesuai surat edaran Bupati tahun 2018, kelima dibentuknya DASIAT (pemuda siaga sehat) salah unggulan di kabupaten Sukoharjo dengan beranggotakan pemuda pemudi relawan kesehatan yang berperan mengatasi masalah kesehatan seperti menurunkan AKI, AKB, dengan donor darah, penyuluhan PHBS, kemudian keenam dalam upaya mewujudkan Sukoharjo Sehat Tim Penggerak PKK dengan organisasi profesi dan rumah sakit negeri dan swasta mensosialisasikan masyarakat tentang Germas atau gerakan masyarakat hidup sehat dengan berbagai macam kegiatan seperti senam sukoharjo sehat dan budaya makan buah sayur. Sampai saat ini, ada 1.180 Posyandu Balita di Kabupaten Sukoharjo serta untuk meningkatkan Gizi Balita oleh Bapak Bupati juga diberikan Stimulan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebesar 200 ribu setiap Posyandu setiap bulan. Sanggar Inklusi bagi anak berkebutuhan khusus diberikan stimulant 18 juta untuk 120 juta, serta diberikan stimulant 2 juta bagi pria subur yang mau mengikuti kontrasepsi Mantap dengan metode MOP serta ada juga workshop untuk guru PAUD ," jelas Ketua TP.PKK Hj. Etik memberikan gambaran kepada Tim Penilai pusat.

Selanjutnya Tim Penilai dan rombongan melakukan penilaian dan peninjauan lokasi secara langsung di Posyandu Mulia II Desa Karangasem Kecamatan Bulu.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Kamis, 21 Maret 2019

BUPATI SUKOHARJO BUKA MUSRENGBANG RKPD 2019

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2019, dengan tema" Mewujudkan Peningkatan, Penguatan Kemandirian Ekonomi Daerah Didukung Kualitas Hidup dan Kapasitas Sumber Daya Manusia" di pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (21/3).

Bupati mengatakan, bahwa Musrengbang RKPD 2019 akan menjadi dasar penyusunan RKPD tahun 2020 mendatang. Untuk itu, Musrenbang harus memperhatikan aspirasi dari bawah.

"Musrengbang juga harus memperhatikan prinsip-prinsip kesetaraan, musyawarah dialogis dan membuat perencanaan secara menyeluruh. Jadi, rencana pembangunan yang aspiratif, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Bupati .

Bupati menambahkan, Musrengbang RKPD 2019 sangat penting karena akan menjadi dasar dan acuan pembangunan di tahun 2020. Untuk itu, dirinya berpesan agar Musrengbang tersebut dimanfaatkan untuk saling memberikan informasi, masukan sehingga perencanaan pembangunan 2020 dapat tersusun dengan baik.

Musrengbang Kabupaten Sukoharjo menghadirkan narasumber antara lain Kepala Bidang (Kabid) Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (IPW) Bappeda Provinsi Jateng Ir. Arief Djatmiko, MA, Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo Nurjayanto S.P, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sukoharjo Widodo SH., MH dan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) RM. Suseno Wijayanto SH.,MH. Dengan moderator Sekretaris Bappelbangda Kabupaten Sukoharjo Drs. Edy Soeyanta, MH

Sedangkan Asisten II Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Widodo SH.,MH mengatakan, tujuan digelarnya Musrengbang RKPD 2019 tersebut untuk mencermati dan memverifikasi program dan kegiatan yang sudah dimasukkan dalam RKPD 2020.

"Dengan Musrengbang ini sekaligus untuk menentukan prioritas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pemerintah daerah di tahun 2020," ujarnya.

Widodo SH.,MH juga mengatakan, dengan Musrengbang akan dihasilkan tersusunnya arah kebijakan, program dan plafon anggaran berdasarkan fungsi bagi perangkat daerah. Selain itu, juga tersusunnya dukungan RKPD 2020 yang sudah dipilah berdasarkan sumber pembiayaan, baik APBD kabupaten, provinsi, APBN, maupun sumber sumber pendanaan lainnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo.(Tj)

 

Bupati Ikut Semarakkan Wedangan Bersama Danrem 074/Warastratama

SUKOHARJO- Wedangan sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi serta keakraban. Bertempat di Makodim 0726/Sukoharjo Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama  Kolonel Inf. Rafael Granada Baay berkunjung untuk menjalin silaturahmi serta malam keakraban  bersama Forkopimda dan Jajaran Tiga Pilar Kabupaten Sukoharjo dikemas dengan "Wedangan Bareng" Danrem dan Forkopimda Sukoharjo, Rabu (20/3).

Komandan Kodim 0726/Sukoharjo  Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, S.IP, M.Tr, Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM, Kapolres AKBP Iwan Saktiadi, Kajari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono SH., MH, Ketua DPRD Nurjayanto S.P serta para pejabat dilingkungan Pemkab Sukoharjo dan para perwira Kodim tampak duduk bersama terjalin suasana penuh keakraban.

Komandan Kodim (Dandim) menyapa seluruh tamu undangan yang hadir dengan penuh kehangatan serta mengucapkan terima kasih atas kehadiran Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Rafael Granada Baay bersama Bupati beserta Forkopimda dan Jajaran Tiga Pilar Kabupaten Sukoharjo, pada malam yang berbahagia ini kita bisa berkumpul dengan suasana guyub rukun sebagai sarana kita untuk saling bersilaturahmi.

"Kegiatan ini merupakan sarana untuk bersilaturahmi dan malam perkenalan Danrem yang baru bertugas selama dua bulan di Danrem 074/Warastratama, sehingga perlu terjalin hubungan yang akrab dan harmonis. Kegiatan ini merupakan sarana untuk bersilaturahmi dan sebagai wujud Sinergitas antara TNI, Polri dan jajaran Tiga Pilar yaitu Babinsa, Babinkamtibmas, Lurah, Camat, Danramil dan Kapolsek untuk ikut wedangan pada malam hari ini, demi terciptanya kondisi yang guyub rukun, aman dan kondusif di Kabupaten Sukoharjo," ungkap Dandim, saat menyapa seluruh tamu undangan.

Sementara itu Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf. Rafael Granada Baay meyampaikan, selain untuk memperkenalkan diri pihaknya juga menyamakan visi dan misi di Kabupaten Sukoharjo. Untuk sama-sama saling menjaga situasi yang aman, kondusif dan terhindar dari berita hoax.

Ditambahkan, Danrem Kol Inf Rafael, mengaku bangga melihat keakraban para aparatur negara di Sukoharjo. "Tadi saya keliling bersalaman sambil mengecek, dan ternyata semua sudah duduk berbaur," kata Danrem.

"Selain untuk memperkenalkan diri saya juga mengharapkan kita satu tujuan menjadikan visi dan misi Kabupaten Sukoharjo ini aman tentram kondusif dan terhindar dari berita hoax yang berusaha mengadu domba kita para TNI-Polri serta Pemerintah Daerah, tentunya dengan kita saling berkumpul seperti ini menunjukkan bahwa kita selalu kompak dan tidak bisa dipisahkan dan kemudian saya memohon bantuan kepada Bupati dan Kapolres untuk mengadakan kegiatan seperti ini tiap 3 bulan sekali baik di Polres maupun di Pemda sehingga keakraban ini akan tetap terjalin dan tidak akan terganti, "harap Danrem 074/Warastratama.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

 

Rabu, 20 Maret 2019

BUPATI SUKOHARJO PIMPIN HUT SATPOL PP, DAMKAR , LINMAS DAN PEMUSNAHAN MIRAS

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM Bertindak sebagai irup (inspektur upacara) dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), HUT ke-57 Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan HUT Pemadam Kebakaran (Damkar) Ke 100 tahun 2019 bertempat di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo, diakhiri dengan kegiatan pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) hasil razia, Rabu, (20/3). Upacara ini diawali dengan pembacaan sejarah singkat Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Satlinmas.

Sesuai dengan tema peringatan  HUT masing masing satuan yaitu peningkatan ketentraman dan ketertiban umum melalui optimalisasi peran Satpol PP, Pemadam kebakaran dan Satlinmas guna mensukseskan pemilu serentak 2019. Bupati berharap masing masing satuan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas sebagai abdi negara, abdi masyarakat, dan abdi pemerintah serta Satpol PP, Satlinmas, dan Satuan Damkar diminta untuk mengawal pelaksanaan pemilihan umum serta ikut menjaga iklim kondusif di Jateng pada semua tahapan Pileg dan Pilpres 2019.

Di hadapan peserta upacara yang terdiri dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala OPD, Camat serta para peserta upacara yang terdiri dari 33 pleton dan 990 personil, Bupati membacakan amanat Gubernur Jawa Tengah secara lengkap.

"Dirgahayu HUT Satpol PP ke 69 dan HUT Satlinmas ke 57. Laksanakan tugasmu dengan tuntas. Lakukanlah kewajibanmu dengan iklas dan junjung tinggi integritasmu. Tetap kompak disetiap gerak langkah untuk melayani masyarakat yang kita cintai bersama," ucap Bupati mengakhiri membacakan sambutan Gubernur Jateng. 

Selanjutnya Bupati bersama Forkopimda dan para tamu undangan menuju areal pemusnahan. Nampak berjajar teratur puluhan jerigen minuman keras jenis ciu, tumpukan botol-botol miras, yang siap dimusnahkan. 

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, SH, M.Hum mengatakan barang bukti yang dimusnahkan berupa 2009 Botol miras terdiri dari berbagai jenis dan 10 drigen ciu.

"Saya berharap bagi masyarakat yang masih mengkonsumsi Miras ini akan lebih tahu dan mengerti dampak buruk dari miras dan menjauhinya dengan melakukan kegiatan kegiatan yang positif dan dihimbau bagi para penjual diharapkan tidak menjual lagi," tegas Kasatpol PP.

Ditambahkannya, operasi cipta kondisi dalam rangka untuk menjaga kondusifitas daerah akibat dampak miras. " Pemusnahan miras ini, selama 3 bulan ini, hasil operasi cipta kondisi khususnya di 3 wilayah Kecamatan  yakni wilayah Kecamatan Mojolaban, Kartasura dan Grogol," tambahnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

Selasa, 19 Maret 2019

Bupati Sukoharjo Motivasi Kader Siaga Trantib untuk Berikan Kenyamanan Masyarakat

SUKOHARJO- Ketentraman, keamanan serta kenyamanan dalam masyarakat merupakan kunci dalam membangun bangsa. Keberadaan Kader Siaga Trantib (KST) diharapkan mampu mengoptimalkan kinerjanya, anggota harus bangga sebagai KST, diniati dengan ibadah dalam menjalankan tugas tugas mulia untuk membantu mewujudkan dan melestarikan ketentraman dan ketertiban umum khususnya menjelang digelarnya pesta demokrasi pemilihan umum pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Demikian arahan Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM saat memberikan pembinaan bagi para Kader Siaga Trantib (KST) sebanyak 784 personil bagi enam Kecamatan berikutnya melanjutkan arahan yang sama seminggu yang lalu bagi enam wilayah Kecamatan yang berbeda dari 12 Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (19/3).

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, SH, M.Hum melaporkan kegiatan sosialisasi bagi KST melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara swakarsa untuk membantu melakukan pengawasan terhadap permasalahan ketertiban umum dan ketenangan di masyarakat dan diharapkan bisa memberikan informasi tentang pelanggaran - pelanggaran yang terjadi di masyarakat, kedua kegiatan ini dapat memberikan bekal bagi  bagi para KST dalam rangka untuk memerangi berita berita hoax yang selama ini berkembang di masyarakat dan mendiskreditkan sesuatu kelompok golongan tertentu, untuk itu diharapkan para KST dapat menjadi kader terdepan untuk bisa memberikan pencerahan dan mencounter berita-berita fitnah dan ketiga diharapkan para kader KST untuk berani dan ikut serta mensosialisasikan keberhasilan dari pemerintah baik pusat dan di daerah," tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi pembinaan dari Satpol PP Kabupaten Sukoharjo. Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Senin, 18 Maret 2019

MENKO PMK PUAN MAHARANI : KABUPATEN SUKOHARJO MENUJU DESTINASI WISATA JAMU

Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani didampingi Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM serta Kepala BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP mencanangkan Kabupaten Sukoharjo menuju Destinasi Wisata Jamu Indonesia bertempat di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo   serta melaunching café jamu di Pasar Nguter.  

Disamping itu, kehadiran Menko Puan menyerahkan secara simbolis bantuan sosial kepada masing masing penerima manfaat antara lain  bantuan Program Keluarga Harapan (PKH),  Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berjumlah 37.441 KPM dengan indeks 110 ribu dapat ditukarkan beras dan telur, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebesar Rp 50 juta per BUMDes diterimakan kepada 5 BUMDes, Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) total KIP 55.375 siswa dengan alokasi anggaran Rp 29,6 M, Alsintan (Alat Mesin Pertanian) maksimal 5 unit untuk 250 KWT dan 5 Poktan, Sarana prasarana Pendidikan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita sebanyak  500 Kg  dan Ibu Hamil (Bumil) sebanyak 500 Kg, Kacamata Baca Plus sebanyak 400 buah, bantuan stimulant perumahan swadaya berjumlah 220 unit serta bantuan bimbingan manasik haji dan KIP pesantren dan bantuan Sarana Prasarana Ibadah sebanyak 40 ekslempar Al-Quran, Senin (18/3).

Menurut Menko PMK, café jamu dipasar Nguter Sukoharjo, ini merupakan tempat kuliner pertama kali yang menyajikan minuman jamu di Indonesia. Keberadaan café tersebut diharapkan bisa membudayakan dan melestarikan minuman jamu, bukan hanya dikalangan orang dewasa saja tetapi juga kalangan muda milenial. Selain itu café ini bisa mendorong UMKM untuk terus mengembangkan usahanya.

Disebutkan juga bahwa kehadiranya ke Sukoharjo ingin memastikan bahwa berbagai program Pemerintah dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran. Disamping itu, Menko Puan berharap penerima bantuan PKH bisa mandiri.

"Harapannya para penerima PKH bisa mengelola uang yang diterima dan memanfaatkannya sebagai usaha dan bisa mandiri serta menyatakan tidak lagi menjadi warga miskin ," ujar Menko saat memanggil dan mendengarkan para penerima manfaat KIS,PKH di atas podium.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM dalam sambutannya mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada Menko PMK Puan Maharani atas semua bantuan yang telah diberikan kepada  masyarakat Kabupaten Sukoharjo. Bupati mengajak kepada para pengusaha Jamu di Kabupaten Sukoharjo untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha dengan tetap menjaga kualitas dan keasliannya sehingga jamu tradisional Kabupaten Sukoharjo ini akan terus di gemari dan dapat membantu kesehatan masyarakat.

"Sukoharjo merupakan salah satu sentraindustri jamu tradisional di Indonesia, memiliki keunikan tentang sejarah jamu nasional, mudah-mudahan dengan pencanangan ini akan menjadikan Kabupaten Sukoharjo semakin maju dan dikenal, sehingga mampu menjadi salah satu tujuan bagi wisatawan nasional maupun mancanegara," harap Bupati.

Kepala BPOM RI dalam sambutannya mengatakan Kabupaten Sukoharjo dipilih sebagai destinasi wisata jamu, dikarenakan Sukoharjo memiliki aktivitas usaha jamu dari hulu ke hilir, mulai dari kebun tanaman obat herbal, UMKM, Jamu dan usaha jamu gendong, serta memiliki industri obat tradisonal. "Tak hanya itu, Sukoharjo juga memiliki pasar jamu di Nguter yang merupakan sentra penjualan jamu dan bahan bakunya, yang berpotensi besar sebagai penunjang bagi pengembangan usaha jamu yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar. Selain itu jamu dikembalikan ke tengah-tengah keluarga sebagai budaya memelihara kesehatan yang telah diwariskan secara turun temurun,"ungkapnya.

Ditambahkan, BPOM RI telah melakukan bimbingan teknis kepada 30 pelaku usaha jamu gendong dengan melibatkan peran aktif para Bapak angkat. Serta dilanjutkan pendampingan bagi para UMKM jamu lainnya, termasuk memberikan edukasi tentang jamu kepada berbagai komunitas masyarakat di Sukoharjo. Di Jateng terdapat tiga industri obat tradisional yang berkomitmen menjadi Bapak angkat yaitu PT Sido Muncul (Semarang), PT.Borobudur (Semarang) dan PT Konimex (Sukoharjo).

Acara diakhiri dengan minum jamu bersama dan dilaksanakan peninjauan stand pameran jamu se- provinsi Jateng di Pendopo Graha Satya Praja (GSP). Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN,M.Hum. (Tj)

 

Kamis, 14 Maret 2019

Pemkab Sukoharjo Sosialisasikan Tanda Tangan Elektronik

SUKOHARJO– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Sosialisasi Tanda Tangan Elektronik dan Implementasinya dalam SPBE ( Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ) di ruang Graha Satya Karya (GSK), Kamis (14/3).

Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari  Kepala Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) yang merupakan unit pelaksana dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Rinaldy S.Sos., M.Ti, sosialisasi diikuti oleh seluruh Kepala OPD, Kepala Bagian dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sukoharjo, Suryanto, SH., MM mewakili Sekda yang berhalangan hadir, saat membuka secara resmi  sosialisasi tersebut menyampaikan, pemanfaatan tanda tangan digital (elektronik) telah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Peraturan Pemerintah Nomor 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Sehingga Tanda Tangan Elektronik ini memiliki kedudukan yang sama dengan tanda tangan manual pada umumnya dan memiliki kekuatan hukum serta akibat hukum yang sah.

"Maraknya kasus kejahatan elektronik (Cyber Crime) dan kebutuhan masyarakat akan perlindungan transaksi elektronik menjadi salah satu latar belakang penggunaan Digital Signature semakin penting," ungkapnya.

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sukoharjo, Suyamto ST.,M.Kom, menyampaikan tanda tangan memiliki konsekuensi dan pertanggungjawaban, sehingga diperlukan pemahaman yang sama mengenai Tanda Tangan Elektronik (TTE) ini, bagaimana yang sah dan diakui serta keamanan dari TTE tersebut seperti apa.

"Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya Pemerintah Kabupaten Sukoharjo perlu menyiapkan sarana prasarana pendukung salah satunya terkait dengan penerapan tanda tangan elektronik, jelas Suyamto.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) BSSN Rinaldy  SSos., MTi mengatakan bahwa sebagai dasar hukum, tanda tangan digital sudah dilindungi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Selain itu, pemerintah juga sudah memiliki Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. "Di UU ITE sudah dinyatakan tanda tangan digital kekuatan hukumnya sama persis seperti tanda tangan biasa," jelasnya.

Ditambahkan mengatakan secara undang – undang, tanda tangan elektronik ada yang tersertifikasi dan tidak tersertifikasi.

"Ketika tidak tersertifikasi aspek keamanannya tidak bisa dipenuhi dan dengan mudah dipalsukan, sedangkan tanda tangan elektronik yang telah tersertifikasi atau tanda tangan digital di tambah dengan perkuatan sertifikat elektronik segala sesuatu ketika Ada modifikasi dapat dengan mudah kita ketahui bahwa semuanya invalid," katanya.

Selain aspek keamanan dan integritas, salah satu keuntungan menggunakan tanda tangan digital yaitu menghemat beberapa sumber daya.

"Dari hasil survei, satu pegawai menghabiskan 300 kertas perhari. Seperti kita ketahui, kertas dibuat dari pohon, jika kita bersikeras menggunakan tanda tangan basah maka tahun 2030 hutan kita hilang sebanyak 170 juta hektare dan ini harus dihindari karena kita harus mendukung program pemerintah terkait dengan Go Green,"katanya.

Ia juga menambahkan, sudah hampir 50 daerah dan instansi pusat sudah melakukan implementasi tanda tangan digital ini, pihaknya juga berharap budaya digital dapat berkembang.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN. M.Hum. (Tj)

Rabu, 13 Maret 2019

Bupati Sukoharjo Serahkan Bantuan Sosial Rumah Tangga Miskin

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM menyerahkan bantuan sosial Rumah Tangga Miskin (RTM) absolut Alokasi Surplus UPK Tahun 2018 dan Expo Pelestarian PNPM Mandiri Perdesaan di lapangan desa Mranggen Kecamatan Polokarto , Rabu (13/3). Turut hadir Hj. Etik Suryani, SE, MM selaku Ketua TP.PKK Kabupaten, Kepala Dinas PMD, Camat Polokarto, Muspika serta kurang lebih 3500 orang peserta yang hadir.

Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah selain memperat silaturahmi juga menyampaikan bahwa pelestarian dari Program PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Polokarto masih berjalan dengan baik dengan mengenalkan produk produk kelompok pemanfaat serta diserahkannya bantuan sosial.

PNPM Mandiri Perdesaan merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat.  Melalui pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menciptakan dan meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraan. Keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam pembangunan, akan menjadikan pembangunan lebih terarah dan tepat sasaran. ," ungkap Bupati dalam sambutannya. Selain itu Bupati berpesan seluruh pengurus UPK, BKAD dan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Polokarto untuk terus melestarikan program ini, sehingga apa yang menjadi tujuan dari PNPM dapat tercapai.

Menurut  Camat Polokarto Pardi S.Sos dalam sambutannya mengatakan bahwa Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan Kecamatan Polokarto masih berjalan dengan baik. Hingga akhir tahun 2018 lalu, total aset ekonomi yang dikelola UPK Kecamatan Polokarto sebesar  Rp12,326 Milyar dari Bantuan Langsung Masyarakat  (BLM) Rp 2,5 M.Dana tersebut merupakan dana milik masyarakat Kecamatan Polokarto yang merupakan amanah pemberdayaan masyarakat yang wajib dilestarikan dan dikembangkan sesuai kearifan local. Aset tersebut dimanfaatkan untuk 248 kelompok dan 3.732 orang pemanfaat yang tersebar di 17 desa se Kecamatan Polokarto. Surplus Bersih UPK Tahun 2018 Rp 1,283 M sesuai dengan Perbup Sukoharjo Nomor 7 Tahun 2014 tentang pedoman umum PNPM Mandiri Perdesaan Pelestarian Kabupaten Sukoharjo dibagi menjadi  satu bantuan RTM Rp 255.500.000 yang diserahkan pada hari ini meliputi rehap Rumah Tidal Layak huni sebanyak 27 unit, rahab atab sebanyak 2 unit, lantainisasi dan plesterisasi 3 rumah, pemasangan instalansi listrik 6 titik. Kedua Pelatihan pemberdayaan masyarakat , ketiga untuk operasional kelembagaan BKAD PNPM serta surplus ditahan tambahan modal perguliran.

Dalam kesempatan ini juga ditampilkan pameran produk produk pemanfaat UPK Kecamatan Polokarto, produk usaha kecil/industry kecil sebagai penopang kesejahteraan masyarakat. Acara diakhiri peninjauan pameran produk oleh Bupati dan diadakan undian doorprize dengan berbagai macam hadiah hadir berupa sepeda, TV, kompor gas, drink jar, kipas angin dan bingkisan.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukohrjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Selasa, 12 Maret 2019

Bupati Sukoharjo Kunjungi Lokasi TMMD Bersama Aspam Kasad Mabes

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM beserta jajaran Forkopimda  menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) penanggung jawab operasional TMMD Reguler 104 dari Markas Besar TNI Angkatan Darat Asisten Pengamanan Kepala Staf TNI AD (Aspam Kasad) Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad  untuk meninjau sasaran fisik pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-104 di Desa Celep, Kecamatan Nguter di Kabupaten Sukoharjo tahun 2019, bertempat di ruang lobby Bupati, Selasa (12/3).

Bupati dalam sambutan penerimaan mengapreasiasi dan mengucapkan selamat datang kepada Tim Mabes TNI AD.  "Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada Aspam Kasad beserta rombongan dan selanjutnya berkenan meninjau pelaksanaan TMMD Reguler ke-104 di Kabupaten Sukoharjo. TMMD sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya yang terkait dengan upaya akselerasi percepatan pembangunan infrastruktur di pedesaan yang merupakan salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Selain itu TMMD telah mampu menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya gotong royong masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di desa," ungkap Bupati.

Sementara itu,  Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf. Chandra Ariyadi Prakosa, S.I.P, M..TR (Han) memaparkan kegiatan kegiatan yang telah dicapai di lokasi TMMD Reguler ke-104 Tahun 2019 di desa Celep Kecamatan Nguter.

Aspam Kasad  Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad  dalam sambutan pengarahanya menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan untuk mendapatkan saran masukan dan berbagai evaluasi dan perbaikan dari daerah dan dari masyarakat untuk kemudian dievaluasi.

"TMMD tahun yang lalu dilaksanakan setahun sekali kemudian karena ada beberapa masukan dari masyarakat menjadi 2 tahun terakhir. Sampai dengan saat ini telah membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat dan kegiatan non fisik berupa penyuluhan sosialisasi dalam pembentukan karakter generasi muda serta kegiatan lainnya yang sifatnya untuk memberikan penguatan ataupun kekebalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," jelas Aspam Kasad.

Acara dilanjutkan peninjuan lokasi TMMD yang diikuti Tim Wasev Mabes TNI, Bupati beserta jajaran Forkopimda di 5 titik lokasi TMMD di desa Celep Kecamatan Nguter Sukoharjo. Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

 

 

Sabtu, 02 Maret 2019

BUKA PESTA SIAGA 2019, BUNDA ETIK : SIAGA HARUS BERANI UNTUK MAJU

SUKOHARJO- Bertempat di SMK Negeri 5 Sukoharjo, di Kwartir Ranting Bulu,  Pesta Siaga Kwarcab Sukoharjo Tahun 2019 dibuka langsung oleh Bunda Hj.Etik Suryani SE, MM, turut hadir Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH sebagai KaMabicab dan Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM selaku Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Sukoharjo, pada hari Sabtu (2/3). Dengan mengambil tema Mandiri, Santun dan Gembira, serta motto Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.

Pelaksanaan Pesta Siaga 2019 selama satu hari ini, diikuti 120 peserta terdiri dari 12 Kwaran dari 12 Kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo terdiri dari 12 Barung Putra dan dan 12 Barung Putri. Pesta Siaga Kwarcab Sukoharjo akan memperebutkan piala tergiat 1,2,3 untuk barung putera maupun barung puteri dan tergiat 1,2,3 mewakili Kwarcab Sukoharjo ke pesta siaga Binwil Surakarta yang akan diselenggarakan di Kwarcab Karanganyar direncanakan pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2019 di SMP Negeri 3 Karanganyar.

Saat pembukaan yang dikemas dalam upacara, Hj. Etik Suryani SE, MM sebagai Pembina Upacara mengucapkan selamat berlomba kepada anak-anak peserta  yang terpilih mewakili sebagai peserta utusan dari Kwartir masing - masing sehingga berkesempatan untuk mengikuti ajang pesta Siaga di tingkat Kwartir Cabang.

" Sungguh Bunda sangat bahagia bisa hadir di tengah adik-adik semua peserta kegiatan Pesta Siaga ini. Sesuai dengan tema mandiri, santun dan gembira. Marilah kita jadikan Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh. Sadarilah dipundak kaliyan tersimpan harapan untuk mewujudkan masa depan yang lebih  baik dan harapanya siaga harus berani untuk maju," ungkapnya.

Hj. Etik juga berpesan kepada anak-anak untuk ikut menjaga dan menyayangi lingkungan. "Ayo kita tanam pohon sebanyak-banyaknya di sekitar kita agar alam tidak rusak. Bunda juga berharap, agar senatiasa menjaga kerapian, kebersihan dan keindahan lingkungan selama pesta siaga, serta bisa memanfaatkan  sebagai sarana untuk menjalin persaudaraaan, menambah teman dan memperluas harapan," harap  Bunda Hj.Etik.

Terpisah, Dwi Yatmoko selaku Ketua Kwartir Bulu, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Pesta Siaga ini sebagai arena untuk membentuk karakter anak dalam kemandirian dan hidup dalam pengabdian dan mengapresiasi Kwartir Bulu dijadikan ajang kegiatan Pesta Siaga tahun 2019," jelasnya.

Dalam laporan kegiatan yang dibacakan Sri Supriyati selaku Ketua Panitia menjelaskan kegiatan dibagi dalam enam kelompok kegiatan meliputi kegiatan umum, kegiatan keagamaan dan kepribadian, kegiatan ketangkasan dan ketrampilan, kegiatan seni budaya, kegiatan kepedulian pramuka siaga dan kegiatan kekinian. Adapun panitia diambil dari andalan dan pembina di Kwarcab Sukoharjo serta yuri dari perwakilan pembina siaga se Kwarcab Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M. Hum. (Tj)