Minggu, 10 November 2019

Rapat Paripurna DPRD Sukoharjo, Penandatanganan KUA-PPAS 2020

SUKOHARJO – Rapat paripurna DPRD Sukoharjo dengan agenda penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Tentang Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 digelar di gedung DPRD setempat, Jumat (08/11), dipimpin Ketua DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi, didampingi wakil ketua DPRD.  Wabup H. Purwadi mewakili Bupati,  Selain itu, juga turut menghadiri, jajaran Kepala OPD pemerintah daerah dan jajaran Forkopimda.

Wakil Bupati dalam kesempatan tersebut mengatakan sesuai dengan ketentuan pasal 89 ayat 1 Permendagri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah,  diubah Permendagri nomor 21 tahun 2011, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyiapkan rancangan surat edaran kepala daerah tentang pedoman penyusunan rencana kerja dan anggaran perangkat daerah sebagai acuan kepala perangkat daerah dalam  menyusun RKA-SKPD.

"RKA-SKPD disusun oleh Kepala Perangkat daerah memuat rencana pendapatan, rencana belanja untuk masing masing program dan kegiatan serta merupakan bahan penyusunan rancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancangan peraturan Kepala Daerah tentang penjabaran APBD. Terima kasih kepada para pimpinan dan anggota DPRD dalam membahas kebijakan umum anggaran, prioritas dan plafon anggraran sementara APBD tahun 2020 dengan tim anggaran pemda," ungkap Wabup.

Demikian informasi yang disampaiakan Kabag Humas dan Protokol Setda. (Tj)

Tandatangani NPHD, Pemkab Sukoharjo, KPU dan Bawaslu Sepakat Rp31,1 miliar.

SUKOHARJO–  Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp 31,1 miliar dengan KPU dan Bawaslu Sukoharjo bertempat di ruang rapat Sekda, Jumat (7/11).

NPHD ditandangani langsung oleh Kepala Kesbangpol Gunawan Wibisono. S.Sos didampingi  Sekda Drs. Agus Santosa , Asisten Administrasi Umum Eko Adji Aryanto  SH,MM bersama Ketua KPU Nuril Huda dan Ketua Bawaslu  Bambang Muryanto, ST

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo mengajukan adendum atau perjanjian kontrak baru terkait anggaran Pemilihan Bupati (Pilbup) Sukoharjo Tahun 2020 mendatang.

Dalam adendum tersebut, KPU mengajukan tambahan anggaran senilai Rp 23,1  Milyar sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Keuangan RI atas tambahan honorarium Ad Hoc .

Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda menambahkan, penandatanganan NPHD hari ini merupakan adendum NPHD sebelumnya. Pasalnya, dalam NPHD sebelumnya hanya khusus untuk anggaran yang dialokasikan di APBD 2019. Menurutnya, untuk anggaran Rp100,7 juta yang cair tahun ini digunakan untuk melaksanakan tahapan yang sudah diatur sesuai PKPU No 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Pilkada 2020.

"Karena masuk dalam APBD 2020, otomatis anggaran baru bisa dicairkan tahun depan," ujarnya.

Selain anggaran pemilu, Bawaslu Sukoharjo juga menerima dana hibah pengawasan pemilu senilai Rp 8 miliar. Anggaran pengawasan pemilu digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan selama tahapan pilkada bergulir. Misalnya, kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang melibatkan komunitas masyarakat.

Sementara itu, Sekda Sukoharjo, Drs. Agus Santosa, menyatakan dana hibah pelaksanaan dan pengawasan pemilu harus dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan. Setelah pesta demokrasi terbesar di Kabupaten Jamu usai, auditor bakal melakukan audit penggunaan anggaran pelaksanaan pemilu.

"Saya berharap ada pengecekan penggunaan anggaran secara periodik. Hal ini untuk mengantisipasi kesalahan administrasi," kata dia.

Nuril juga mengatakan, dalam waktu dekat ini KPU akan meluncurkan maskot Pilkada 2020. Maskot Pilkada yang digunakan KPU dalam Pilkada 2020 merupakan maskot yang jadi pemenang lomba maskot Pilkada yang digelar KPU Sukoharjo sebelumnya, yakni Si Gasi (Gamelan Demokrasi).

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Jumat, 08 November 2019

Pesan Bupati Sukoharjo Pada Peringatan Hari Wayang Nasional

SUKOHARJO - Hari Wayang Nasional yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 7 November pada tahun ini, dirayakan oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo  pada hari Rabu tanggal 6 November 2019 . Perayaan Hari Wayang Nasional di Kabupaten Sukoharjo kali ini menampilkan pertunjukan menarik yakni kolaborasi antara wayang kulit dan wayang orang .

Acara diawali dengan persembahan tari Gambyong Parenom dari sanggar sawega weru Sukoharjo.

 Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM mengatakan sebagai daerah yang memiliki banyak seni tradisi, Kabupaten Sukoharjo berkomitmen dalam pengembangan kebudayaan. Tidak hanya sekadar menguri-uri atau melestarikan, lanjut H. Wardoyo akan terus mengembangkan seni tradisional itu.

Bupati berpesan kepada masyarakat untuk terus berkomitmen dalam melestarikan dan nguri -nguri wayang sebagai salah satu kebudayaan agung bengsa Indonesia.

"dengan moment peringatan Hari Wayang Nasional ini, saya mengajak kepada  pengurus PEPADI dan seluruh warga masyarakat Kabupaten Sukoharjo, untuk terus berkomitmen  dalam melestarikan dan  nguri-nguri wayang sebagai salah satu kebudayaan agung bangsa Indonesia," ungkap Bupati.

Disamping itu Bupati juga berharap pakeliran ini tidak hanya dilihat sebagai tontonan semata, tapi juga sebagai tuntunan dan falsafah hidup, sehingga mampu menjadi dasar dalam pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

Acara dilanjutkan penyerahan tokoh wayang oleh Bupati kepada ketua Pepadi ki Kesdik Sukasdi, Ki Warseno Slank dan Ki Bayu Prasetyo Aji. Gelar wayang kolaborasi dengan lakon "Satriya Wirotama Hangadilaga".

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Kamis, 07 November 2019

Ratusan PNS Sukoharjo Naik Pangkat, Bupati Serahkan Langsung SK

SUKOHARJO - Sebanyak 401 Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo naik pangkat. Keputusan kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2019 tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati H. Wardoyo Wijaya SH., MH.,MM bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (7/11).

Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sukoharjo, Sumini SE.,MM mengatakan jumlah keputusan kenaikan pangkat periode 1 oktober 2019 sebanyak 401 PNS tersebut terdiri dari PNS golongan 4 sebanyak 104 surat keputusan, golongan 3 sebanyak 253  surat keputusan, golongan 2 sebanyak 37 keputusan dan golongan 1 sebanyak tujuh surat keputusan," ujar Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini SE, MM.

Ditambahkannya " Kenaikan pangkat PNS dimaksudkan untuk memberikan penghargaan atas pengabdian PNS yang bersangkutan, sedangkan tujuannya adalah dengan Kenaikan Pangkat ini akan bisa menjadi pendorong serta memotivasi bagi PNS dalam meningkatkan prestasi kerja dan pengabdiannya," ujarnya.

Bupati berharap dengan kenaikan pangkat tersebut bisa dijadikan motivasi untuk meningkatkan kinerja sehingga pelayanan pada masyarakat bisa semakin prima dan lebih baik. Menurutnya, kenaikan pangkat PNS pada kakikatnya merupakan penghargaan negara atas prestasi kerja PNS. "Kenaikan pangkat sebagai tanggung jawab atas pangkat baru sehingga harus diiringi dengan prestasi dan perilaku kerja yang lebih baik," pesannya.

Bupati menambahkan "sesuai UU No 5 Tahun 2014, PNS bukan lagi sebuah pekerjaan tapi sebuah prosesi yang mengandung amanah yang harus ditunaikan sebaik-baiknya. Untuk itu, diharapkan seluruh PNS memiliki pola pikir cerdas, bekerja keras, bekerja ikhlas, dan melayani dengan tuntas," tambah Bupati H. Wardoyo.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Hari Wayang Nasional, 15 Dalang Cilik Meriahkan Sukoharjo

SUKOHARJO- Dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional 2019, Para Dalang yang tergabung dalam Pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Sukoharjo bekerjasama dengan Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukohrjo,  menyelenggarakan Pentas Wayang Dalang Cilik dirangkai Kolaburasi Pentas Wayang Kulit, Wayang Golek dan Wayang Orang  selama 24 jam, Kamis (7/11).

Acara diawali dengan Kirab para dalang dan pametri budaya yang dipandu duta wisata Kabupaten Sukoharjo. Kirab diawali dari gedung pusat promosi potensi daerah GPPPD Graha Wijaya menuju Alun-alun Satya Negara.

Acara dilanjutkan sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno, M.Pd sekaligus membuka kegiatan.

"Budaya wayang merupakan warisan nenek moyang yg begitu adiluhung yang wajib kita lestarikan. Begitu juga Gamelan merupakan alat musik etnik yang paling digemari, merupakan alat musik terlengkap di dunia. Dalam pewayangan ada tokoh2 protagonis dan antagonis.  Tokoh2 protagonis dapat kita contoh dlm pembentukan karakter bangsa. Kedepan direncanakan dalam rangkaian Hari Dalang Nasional akan diadakan Festival Dalang Cilik tanggal 23 November 2019 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo" ungkap Drs. Darno.

Penyerahan tokoh wayang dari Ketua PEPADI Ki Kesdik Sukasdi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo diteruskan kepada Koordinator Dalang Cilik, dilanjutkan Pentas Dalang Cilik sebanyak 15 Dalang secara bergantian dengan lakon yang berbeda-beda.

Direncanakan pada malam hari nanti pentas Kolaburasi Wayang Kulit, Wayang Golek dan Wayang Orang, yang akan dihadiri oleh  Bupati Sukoharjo beserta segenap Forkompinda

Turut hadir Dalang Ki Bayu Prasetya Aji, Ki Kesdik Sukasdi dan Dalang-dalang lainnya yang tergabung dalam PEPADI serta 15 dalang Cilik di Kabupaten Sukoharjo serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Rabu, 06 November 2019

Mengoptimalkan kembali fungsi linmas desa, Bupati melakukan pembinaan

SUKOHARJO – Pada hari Rabu tanggal 06 November 2019 bertempat di Gedung Olah Raga Ngelo Sejahtera, Dukuh Tegalrejo Rt 02, Rw 03, Desa Menuran, Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo telah Berlangsung Pembinaan Linmas Desa Se - Kabupaten Sukoharjo Dalam Rangka Memperkokoh Wawasan Kebangsaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut menjadi narasumber Materi oleh Danramil Kecamatan Baki Kapten Infantri Suroto, turut hadir pula Kepala Satpol PP Kab. Sukoharjo Heru Indarjo, SH., M.Hum, Ketua DPRD Kab. Sukoharjo Wawan Pribadi,S. Sos, Kepala Kesatuan Linmas Agus Eka Raharja,  SE, Camat Baki Roni Wicaksono, S. STP., M.M, Danramil Baki Kapten Inf Suroto, Muspika Kecamatan Baki, Kepala Desa Se Kec.Baki dan  ratusan Anggota linmas pada Kecamatan Baki, Kecamatan Gatak,  Dan  Kecamatan Kartasura.

"Bahwa linmas merupakan kesatuan pertahanan keamanaan yang sangat penting selain TNI dan Polri, yang mempunyai tugas membantu keamanan dan ketertiban masyarakat,  membantu keamanan kegiatan masyarakat," ungkap Bupati H. Wardoyo.

Sementara itu pemateri menyampaikan pada intinya untuk bersama sama saling menjaga ketentraman dan kenyamanan dilingkungan masyarakat.

Demikian informasi yang disampaikan kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Pemkab Sukoharjo Gelar Sosialisasi Pencegahan Pungli

 

SUKOHARJO– Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan pungutan liar oleh Satgas saber pungli sebagai upaya untuk memberikan pemahaman  dan edukasi tentang pencegahan pungutan liar dalam pelayanan publik serta memberikan gambaran tentang ruang lingkup dan mekanisme kerja satgas saber pungli di daerah, bertempat di Pendopo Graha Satya Praja    (GSP ) Rabu (6/11).

Kegiatan sosialisasi yang diinisiasi oleh Inspektorat Kabupaten Sukoharjo tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan Sekda Sukito M.Si mewakili Sekda yang berhalangan hadir, dihadiri 191 orang terdiri dari Satgas Saber Pungli  terdiri atas unsur satgas saber pungli, para camat,  Kasi Pemerintahan Kecamatan, Kaur Pemerintahan Desa/Kalurahan se-Kabupaten Sukoharjo.

Inspektur Kabupaten Sukoharjo Drs. Djoko Poernomo sekaligus selaku ketua penyelenggara mengatakan maksud dan tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman  dan edukasi tentang pencegahan pungutan liar dalam pelayanan publik serta memberikan gambaran tentang ruang lingkup dan mekanisme kerja satgas saber pungli di daerah.

Turut hadir Sekda yang diwakili Asisten Pemerintahan selaku pengendali/penanggungjawab II Satgas Saber Pungli Kabupaten Sukoharjo, Wakapolres Sukoharjo selaku Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli, inspektur selaku Wakil Ketua I dan Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Sukoharjo selaku wakil ketua II Satgas Saber Pungli, Ketua dan anggota Pokja Saber Pungli  dan  Camat.

Bertindak sebagai moderator Rudiyanto M.Si dengan pemateri dari Polres Sukoharjo Kaur Bina Opersional Intel IPTU Sunardi SH., MH dan dari Kejaksaan Negeri Sukoharjo Jaksa Fungsional pada Bidang pidana khusus Winarni Indah Prasetyo SH.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)