Rabu, 17 April 2019

Bupati Sukoharjo dan Keluarga Gunakan Hak Pilih di TPS 03 Gayam

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM bersama istri dan anak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 ini. Keluarga Bupati mencoblos di TPS 3, Kampung Larangan, Gayam, Sukoharjo yang terletak di sebelah timur rumah dinas Bupati.
Bupati dan keluarga datang sekitar pukul 08.00 WIB, disambut Lurah Desa Gayam, Havid Danang serta Ketua RT dan RW setempat.
Layaknya pemilih pada umumnya, Bupati menyerahkan formulir C6 kepada Panitia TPS dan menunggu giliran mencoblos.
Sambil menikmati secangkir kopi di warung dekat TPS 3, bupati dan keluarga sabar menunggu giliran. Setelah beberapa saat lamanya, nama bupati dan keluarga dipanggil petugas.
Berdasarkan pantauan, Bupati beserta keluarga membutuhkan waktu beberapa menit saat berada di bilik suara. Setelah itu, bupati memasukkan surat suara ke dalam kotak dan menyelupkan jari ke dalam kotak tinta.
Bupati mengaku meski dengan lima surat suara, coblosan tidak sulit. Karena itu pihaknya yakin warga juga mengalami hal yang sama saat nyoblos. "Tidak sulit, saya yakin warga bisa melakukannya dengan baik," ungkap Wardoyo.
Bupati berharap  warga yang punya hak suara dapat menggunakan dengan baik di TPS untuk memilih pemimpin yang benar-benar sesuai dengan pilihannya masing-masing. Di sisi lain, bupati berharap pasca coblosan nanti situasi di Sukoharjo tetap tenang, aman dan kondusif. Sementara itu, Wakil Bupati H. Purwadi bersama istri menggunakan hak pilihnya di TPS desa Gadingan Kecamatan Mojolaban.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

 

 

 

 

Dibagi 2 Tim, Bupati Sukoharjo Pantau Sejumlah TPS

SUKOHARJO- Guna memastikan kelancaran jalannya Pemilu 2019, Bupati Sukoharjo dan Wakil beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan pemantauan pelaksanaan Pemilihan UmumPresiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD Tahun 2019 ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sukoharjo, Rabu (17/4).

Pemantauan pelaksanaan Pemilu ini, tim dibagi dua, untuk tim pertama dipimpin langsung oleh Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM  dan tim dua dipimpin Wakil Bupati  H. Purwadi SE, MM.

Tim pertama memantau di 6 Kecamatan antara lain Kecamatan Mojolaban, Baki, Kartasura, Grogol, Polokarto dan Gatak. Tim kedua memantau 6 Kecamatan pula meliputi Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Nguter, Bulu, Weru dan Tawangsari. Turut hadir jajaran Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) di Pemkab Sukoharjo.

Dari hasil pemantauan di sejumlah TPS, Bupati bersama Wakil Bupati berharap kepada masyarakat di Kabupaten Sukoharjo untuk mengunakan hak pilih, karena ini menentukan masa depan Indonesia untuk 5 tahun kedepannya.

"Saya juga telah meminta kepada penyelenggara agar menciptakan suasana yang kondusif dan aman," pungkasnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo.(Tj)

Senin, 15 April 2019

BUPATI HADIRI APEL PERGESERAN PASUKAN DI SUKOHARJO

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM menghadiri Apel Pergeseran Pasukan (Serpas) pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2019 di halaman Setda, Senin (15/04).

Selaku pimpinan apel pergeseran pasukan Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H.,M.Si dan dihadiri oleh Bupati serta jajaran Forkopimda, Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM, Ketua KPU Sukoharjo, Ketua Bawaslu serta peserta apel pergeseran pasukan terdiri dari Personil gabungan TNI – POLRI, Satpol dan Linmas.

Kapolres berharap Pemilu 2019 ini dapat berjalan dengan aman, damai dan lancar.

"Saya berharap Pemilu 2019 ini khususnya diwilayah Kabupaten Sukoharjo berjalan aman damai dan lancar, Pesan saya agar seluruh personil yang terlibat pam Tempat Pemungutan Suara agar mempersiapkan diri dengan baik, jaga kesehatan, maksimalkan peran intelejen dan babinkamtibmas, jaga norma etika, profesional dan pahami perkiraan ancaman serta  mengenali Situasi TPS masing-masing, Jaga Netralitas"  Ujar Kapolres  Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H.,M.Si dalam amanatnya.

Sementara itu, usai mengikuti apel, Kapolres mengatakan seluruh personil langsung bergeser ke TPS dimana akan bertugas. Personil yang bertugas di TPS sudah lengkap dan langsung ditangani oleh Kapolsek di masing-masing kecamatan. "Pola pengamanan TPS yang diterapkan, dua personil Polri membawahi 12 TPS. Untuk pengamanan TPS sendiri petugas Linmas yang standby," jelasnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, pengamanan pemilu nanti akan di backup jajaran TNI seperti dari Kodim 0726, Grup II Kopassus. Selain itu, juga dibantu elemen lain seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta organisasi kemasyarakatan. Pengamanan TPS sendiri dibagi dalam tiga karakter, masing-masing karakter kurang rawan, rawan, dan sangat rawan.

Menurutnya, kondisi Kabupaten Sukoharjo yang sudah kondusif saat ini akan dipertahankan agar situasi yang ada tetap terkendali. Artinya, ujar Kapolres, saat ini tidak ada hal-hal yang patut diantisipasi untuk meningkat menjadi hal yang sangat rawan. Namun demikian, Polres telah menyiapkan rencana kontijensi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaaan pemilu.

Rencana kontijensi tersebut diantaranya pola pengamanan sistem rayonisasi dimana dibagi dalam tiga rayon. Masing-masing rayon utara meliputi Kecamatan Gatak, Grogol, Baki, Kartasura, rayon selatan meliputi Tawangsari, Bulu, Weru, Nguter, serta rayon timur yang meliputi Sukoharjo, Bendosari, Mojolaban, dan Polokarto.

"Nanti akan dibagi dalam regu-regu atau personil patroli gabungan bersama TNI skala besar untuk mem-back up pengamanan di TPS," ujarnya.

Kapolres juga mengatakan, status semua wilayah sama sehingga kewaspadaan petugas dinaikkan ke level tertinggi dengan tujuan tidak ada personil yang lengah dan tetap melaksanakan kewaspadaan saat melaksanakan pengamanan di TPS. Kapolres mengklaim sampai saat ini belum ada temuan kerawanan, tapi sudah ada prediksi dari data intelejen tentang potensi-potensi yang memungkinkan terjadinya gangguan nyata.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo mengucapkan apresiasi atas digelarnya apel tersebut. Terlebih fokus pengamanan yang ditujukan adalah Tempat Pemungutan Suara. Bila pengamanan ditingkatkan dan personel dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, diharapkan pemilu di Kabupaten Sukoharjo dapat berjalan aman, lancar dan kondusif tanpa hambatan dan gangguan.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

 

Jumat, 12 April 2019

171 PPPK Kabupaten Sukoharjo Ikuti Pengarahan

SUKOHARJO- Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 tahun 2018 tentang manajemen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), membuka peluang untuk melakukan penerimaan pegawai. Bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Jumat (12/4) dilaksanakan pengarahan pada peserta yang lulus seleksi pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2019 oleh Bupati yang dalam hal ini diwakili Sekda Kabupaten Sukoharjo Drs. Agus Santosa.

Menurut Sekda dalam pengarahannya menjelaskan bahwa tidak semua kabupaten/kota menyampaikan usulan pengadaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dengan pertimbangan tidak adanya anggaran daerah untuk kegiatan itu.

"kita wajib bersyukur dengan  bekerja dengan baik, lewat kebijakan Bapak Bupati H. Wardoyo Wijaya, Kabupaten Sukoharjo salah satu Kabupaten/kota yang mengadakan membuka rekrutmen  seleksi pengadaan PPPK Tahap I ini, di Jawa Tengah sepengetahuan saya Kabupaten Klaten dan Kabupaten Purworejo tidak mengadakan seleksi ini, dengan pertimbangan belum mengalokasikan anggaran untuk keperluan rekrutmen dan penggajian pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di APBD 2019. Pemkab mengapresiasi kebijakan bupati serta berharap masalah kepegawaian tahap demi tahap kita selesaikan dengan mengikuti alur normatif dari pusat, sebab segala kebijakan kepegawaian berada di pusat Kemenpan RB, daerah tidak punya kewenangan. Rangkaian tes kompetensi PPPK dilakukan dengan berbasis Computer Assisted Test (CAT) dan tahapan wawancara harus dilalui setiap calon aparatur saat ini," ungkap Sekda.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sukoharjo Joko Triyono SH, MH menjelaskan sebelum pelaksanaan seleksi, Bupati Sukoharjo menandatangani perjanjian kerjasama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk bersedia melaksanakan seleksi sekaligus mengalokasikan gaji, karena gaji PPPK dibayarkan dengan APBD Kabupaten. PPPK juga dapat diberhentikan sewaktu-waktu oleh pejabat Pembina kepegawaian apabila tidak mentaati peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

"peserta seleksi PPPK Tahun 2019 Pemkab Sukoharjo sejumlah 211 orang terdiri guru eks tenaga honorer Kategori II sejumlah 167 dan tenaga bantu penyuluh pertanian sejumlah 44 orang. Dari jumlah peserta tersebut, yang memenuhi nilai ambang batas sejumlah 171 orang peserta terdiri dari guru eks tenaga honorer kategori II sejumlah 128 dan tenaga bantu penyuluh pertanian sejumlah 43 orang. Sehubungan peserta seleksi PPPK yang lulus sejumlah 171 telah siap menerima pengarahan," jelas Kepala BKPP dalam laporannya.

Turut hadir Asisten Sekda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno M.Pd beserta jajaran, Kepala  Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Ir. Netty Harjianti, Kepala Badan Keuangan Sukoharjo RM Suseno Wijayanto serta tamu undangan lainnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Kamis, 11 April 2019

Bupati Sukoharjo Terima kunjungan Temu Regional Kampung KB Nasional

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM didampingi Hj. Etik Suryani SE, MM selaku Ketua TP. PKK Sukoharjo menerima kunjungan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari wilayah Regional II, di Dukuh Kedung Batang Desa Ngasinan Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo, Kamis (11/4).

Kehadiran rombongan yang berjumlah sekitar 250 orang dari 16 Provinsi ( Aceh, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bangka Belitung, Banten, Maluku, Bali, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Bengkulu) ini bermaksud untuk mengadakan kegiatan temu regional  Kampung KB (Keluarga Berencana) Percontohan (Central of Excellent/ COE) Duta Makmur Kabupaten Sukoharjo di Dukuh Kedung Batang Desa Ngasinan Kecamatan Bulu.

Bupati dalam sambutannya mengapresiasi serta mengucapkan selamat datang kepada rombongan Kepala OPD dari wilayah regional II serta mengatakan Kampung KB Duta Makmur merupakan salah satu kampung KB di Sukoharjo yang telah ditunjuk menjadi COE atau kampung KB percontohan oleh BKKBN Republik Indonesia sehingga sering dikunjungi Kabupaten/kota baik itu dari pulau jawa maupun luar pulau jawa.

"Selamat datang di Kabupaten Sukoharjo, Pemkab Sukoharjo sangat konsen terhadap program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta kesehatan, hal itu diwujudkan dengan adanya kebijakan anggaran yang berpihak kepada upaya untuk membantu akseptor, kader dan kelompok Posyandu,"jelas Bupati dalam sambutan penerimaanya.

Dalam kesempatan ini, pimpinan rombongan Drs. Budi Budiman Direktur Pelaporan dan Statistik BKKBN RI mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Bupati Sukoharjo, dan seluruh pihak yang terlibat karena telah berkenan menerima kehadiran rombongan.

"Terima kasih atas komitmen dan dukungan dari Bapak Bupati beserta seluruh jajaran, tokoh masyarakat dan seluruh pihak yang berperan, beserta seluruh masyarakat di Dukuh Kedung Batang Desa Ngasinan Bulu, hingga rangkaian persiapan penerimaan dari tim regional II dapat berjalan dengan baik dan lancar," kata Rudi Budiman ketua rombongan.

Ditambahkan, Rudi Budiman berharap, Kampung KB COE di Kabupaten Sukoharjo ini, Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kabupaten Sukoharjo dapat semakin bersinergi, berkolaborasi, dan saling mendukung satu sama lain dengan sektor-sektor pembangunan terkait lainnya dalam mengisi berbagai kegiatan di Kampung KB nantinya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Peringati Isra Miraj, Bupati Sukoharjo: Esensinya Meningkatkan Kualitas Iman dan Taqwa

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM menghadiri peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1440 Hijriyah/2019 M, yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (11/4)

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan esensi peringatan Isra Miraj adalah mampu meningkatkan kualitas iman dan taqwa serta dapat menjadi motivasi dalam mewujudkan bangsa Indonesia yang bermartabat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Isra Miraj yang kita peringati hari ini merupakan sebuah peristiwa spektakuler yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW dalam memperoleh wahyu perintah sholat, diharapkan mampu meningkatkan kualitas Iman dan taqwa kita kepada Allah SWT," harap Bupati.

Bupati menambahkan menjelang pelaksanaan Pemilu, bersama sama untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, persatuan dan kesatuan, saling menghormati dengan umat beragama lainnya serta bersama sama memerangi hoax berita bohong, fitnah, ujaran kebencian, isu sara yang bertujuan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Sementara itu, hikmah Isra' Mi'raj dibawakan oleh Ustadz KH. Sri Setyo SH, M.Pd, M.Si pengasuh pondok pesantren Al-Falah Gedongan Baki, menurutnya, "Isra' mi'raj merupakan Perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk menjalankan sholat. Sholat bisa menghilangkan keluh kesah, Sholat bisa menghilangkan sifat kikir, Orang mukmin diharapkan selalu besyukur atas segala nikmatNya dan diwaktu mendapat kesulitan dia bersabar, karena sholat mencegah perbuatan  keji dan mungkar. Orang yang tidak ingat pada Allah SWT akan selalu berbuat maksiat, maka dengan diselenggarakan peringatan  isra' mi'raj ini semoga akan menghilangkan segala kemaksiatan dan bentuk kemungkaran," jelas Ustadz KH. Sri Setyo.

Turut hadir Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM, Sekda Sukoharjo , para asisten, unsur Forkopimda, Kepala OPD, Camat,  Ketua MUI, Ketua BAZNAS, Kepala sekolah SD/SMP/SMA SMK Negeri dan swasta se Kabupten Sukoharjo,  Kepala atau pimpinan BUMN dan BUMD Sukoharjo, Tokoh masyarakat,  Ketua pimpinan Ormas Islam dan Pramuka Kabupaten Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 








Rabu, 10 April 2019

Pemkab Sukoharjo dan USAID IUWASH PLUS Gelar Pertemuan Meningkatkan Kualitas Sanitasi

SUKOHARJO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo dan United States Agency For International Development- Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene- Penyehatan Lingkungan untuk Semua (USAID IUWASH PLUS), menggelar pertemuan dengan pemangku kepentingan hasil monitoring dan evaluasi partisipatif masyarakat Kabupaten Sukoharjo, dengan mengambil tema " GEMAS JAMU KUAT" Gerakan Masyarakat Membangun Jamban dan Air Minum untuk Keluarga Sehat, bertempat di Pendopo Kalurahan Sukoharjo, Rabu (10/4).

Asisten II Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Widodo SH.,MH mengapresiasi USAID IUWASH PLUS dan Tim Monitoring dan Evaluasi partisipatif wilayah hotspot, yang sejak 2017, bahkan sejak jauh sebelumnya 2012 ketika masih bernama program IUWASH yang telah menjalin kemitraan bersama Pemkab Sukoharjo untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi serta perbaikan perilaku hygiene bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan di Kabupaten Sukoharjo.

"Dengan dilaksanakan kegiatan GEMAS JAMU KUAT ini, dapat menjadikan seluruh pemangku kepentingan dan Tim Monev Partisipatif dapat lebih bersemangat dalam menyelesaikan berbagai upaya pembangunan di bidang air minum, sanitasi dan perilaku hygiene yang dilaksanakan  Pemkab Sukoharjo. Partisipasi dan dukungan aktif seluruh elemen masyarakat, swasta, dunia usaha, media massa, perguruan tinggi dan lainnya diperlukan agar kita dapat menuntaskan target Universal Acces 100-0-100. Dalam mekanisme perencanaan pembangunan, Pemkab Sukoharjo telah berupaya melibatkan peran masyarakat melalui aspirasi masyarakat antara lain melalui Musrengbang Desa atau Kalurahan, Musrengbang Kecamatan, Musrengbang Kabupaten, Focus Group Dioscussion (FGD), konsultasi publik. Harapannya peran dunia usaha dapat semakin meningkat dalam pembangunan air minum, sanitasi dan perilaku hygiene di Kabupaten Sukoharjo, salah satunya melalui mekanisme corporate social responsibility (CSR), apalagi ada perda nomor 15 tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosil dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) dan petunjuk pelaksanaanya," jelas Asisten II mewakili Sekda dalam sambutannya.

Sementara itu Jefri Budiman dari USAID IUWASH PLUS Regional Jateng mengatakan saat ini banyak upaya dari Pemkab Sukoharjo untuk mencapai akses air minum dan sanitasi 100% yang tertuang dalam target Universal Akses.

"Apresiasi kami atas kerja keras Pemkab Sukoharjo dan kerjasama yang sangat baik dengan program USAID IUWASH PLUS yang sudah berlangsung sejak akhir tahun 2016, berbagai program pembangunan Air Minum, sanitasi dan perilaku Higiene sudah dilaksanakan, dengan dilihat dari bertambahnya sambungan pelanggan Perumda Air Minum secara signifikan, juga meningkatnya akses layanan sanitasi dengan tercapainya bebas buang air sembarangan atau ODF. Harapanya kegiatan yang dilakukan oleh Tim Monev Partisipatif ini dilanjutkan dan direplikasi di wilayah lainnya di Kabupaten Sukoharjo," ungkapnya.

Turut hadir Kasubdit Air Limbah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Suharso Adi Broto, Kasubdit Sanitasi Kementerian PPN/BAPPENAS, Chief Of Party Program USAID IUWASH PLUS Bill Parente, Kepala Bappelbangda, Kepala OPD terkait bidang air minum, sanitasi dan hygiene, Direktur Perumda Air Minum, Camat, perwakilan program KOTAKU, Perwakilan Forum CSR serta Tim Monev Partisipatif wilayah Hotspot dari Kalurahan Sukoharjo, Pucangan, Kartasura dan Kriwen.

Acara terlebih dahulu diadakan talkshow, pemutaran video masalah yang ada hotspot, opera entit dan ragil kuning, diskusi Tanya jawab, testimony dan diakhiri mengunjungi stand pameran hasil hasil kegiatan.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)