Kamis, 28 Maret 2019

Bupati Lantik 86 Pejabat di Lingkungan Pemkab Sukoharjo

SUKOHARJO- Bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (28/3), Bupati Sukoharjo  H. Wardoyo Wijaya SH., MH.,MM mengambil sumpah/janji dan melantik 86 pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi, kepala sekolah dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, tiga di antaranya pejabat eselon II, dilantik untuk menempati jabatan baru, Kamis (28/3).  

Bupati H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM  meminta para pejabat yang dilantik segera bekerja dan menyesuaikan diri di tempat yang baru. Promosi dan mutasi dinilai sebagai hal biasa yang dilakukan di internal ASN. Selain itu sebagai tuntutan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pejabat hendaknya memiliki kemauan yang kuat, memiliki wawasan yang luas, dan siap membantu pimpinan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan. Bupati juga menekankan sumpah jabatan yang telah dilakukan agar senantiasa dihayati dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

"Jabatan yang diberikan kepada sudara-saudara sekalian ini merupakan sebuah amanah yang harus disyukuri, dijaga dan dipertanggungjawabkan. Saya mengajak kepada saudara-saudara semua untuk bekerja secara maksimal yang dilandasi dengan profesionalisme dan integritas tinggi guna mendukung suksesnya pembangunan di Kabupaten Sukoharjo," jelas Bupati.

Pejabat esselon II yang terkena mutasi masing-masing Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ir. Suraji, MT yang digeser menjadi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Selain itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Agustinus Setiyono S.Sos, MH digeser menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Staf Ahli Bupati sekaligus Plt Kepala DPKP Ir. A. Agus Bambang Haryanto M.Eng.Sc, MH diangkat menjadi Kepala Badan Perencana Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelbangda).

Pergeseran pejabat eselon II berimbas pada kekosongan jabatan tersebut. Bupati menyatakan telah menyiapkan pejabat pelaksana tugas (Plt). Surat keputusan (SK) penunjukkan Plt sudah ditandatangani.

 "Sesuai aturan, untuk pengisian pejabat esselon II harus melalui seleksi terbukti oleh Timsel independen," jelasnya kepada wartawan.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Pengurus PEPADI Sukoharjo, Resmi Dilantik Bupati

SUKOHARJO – Pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Sukoharjo masa bakti 2019-2024 resmi dilantik Bupati H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM, Rabu (27/3) malam, di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Kabupaten Sukoharjo.

Pepadi Kabupaten Sukoharjo kini diketuai Ki Sukasdi S.Sn dengan sekretaris Ki Wahyu Danung Raharjo, S.S  serta dibentuk kepengurusan meliputi pelindung, dewan pakar, pengurus inti dan coordinator umum serta koordinator 12 wilayah Kecamatan.

Dalam kesempatan itu ditampilkan pergelaran wayang kulit dalang Lintas Generasi yaitu Ki Alif Rizki Ramadhan dari sanggar dhemes Polokarto, Ni Woro Mustiko Siwi dari siswi SMA N I Kartasura, Ki Suhadi Mbendhol dari Weru, Ki Parwanto S.Sn dari Weru dan Ki Bibit Santosa dari Baki dan Ki Puntono Setyo Asmoro dari Polokarto.

Bupati berpesan kepada segenap pengurus Pepadi yang dikukuhkan, agar tulus dan iklas dalam menjalankan tugas-tugasnya serta menyusun program-program yang bermanfaat demi menjaga dan melestarikan seni pedalangan serta wayang sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

Menurut Ketua Pepadi Jateng yang dalam hal ini diwakili Dr. Widodo Broto Sejati, S.Sn, M.Sn mengapresiasi telah terlantiknya rekan rekan Pepadi Sukoharjo. Pepadi merupakan rumahnya para dalang maka harus dirawat, dijaga dan dikembangkan sebagai rumah budaya, agar bisa membawa nama baik Pemda.

"hari wayang nasional telah ditetapkan tanggal 7 Nopember 2019, untuk mengenang nilai-nilai luhur yang ada didalamnya perlu kita jaga, rawat maka mustahil nilai nilai budaya akan runtuh," ungkapnya.

Pada kesempatan ini dilauching Mars Pepadi Sukoharjo serta dilanjutkan diserahkan tokoh wayang oleh Bupati Sukoharjo kepada ki dalang Ni Woro Mustiko Siwi dari siswi SMA N I Kartasura   dan dilanjutkan menyaksikan pertunjukan wayang kulit dengan lakon "kunthi dharmo".

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Jumat, 22 Maret 2019

Wabup Sukoharjo Hadiri Apel Gelar Pasukan Pengamanan Kampanye Terbuka dan Pemilu 2019

SUKOHARJO- Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE,MM, Jumat (22/3) menghadiri Apel Gelar Pasukan Persiapan Pengamanan Kampanye Terbuka dan Pemungutan Suara Pemilihan Umum 2019 di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan Apel Gelar Pasukan dipimpin Kapolres Sukoharjo AKBP. Iwan Saktiadi , S.I.K., M.H.,M.Si dan Dandim 0726 Sukoharjo Letkol. Inf. Chandra Ariyadi Prakosa, S.I.P., M.Tr (Han).

Pelaksanaan Kegiatan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Kampanye Terbuka dalam Menghadapi Pemilu Tahun 2019 dimaksudkan untuk pengecekan kesiapan aparat gabungan dalam Pengamanan Pemilu Serentak Pilpres dan Legislatif Tahun 2019, mulai dari pelaksanaan pengamanan kampanye, pelaksanaan pengamanan tahapan pemungutan suara dan pengamanan unjuk rasa apabila terjadi ketidak puasan massa dalam menghadapi Pemilu 2019.

Dengan tema "Tingkatkan Sinergitas TNI - POLRI dengan Komponen Bangsa Lainnya Guna Mewujudkan Keamanan Dalam Negeri Yang Kondusif.

Menko Polhukam RI dalam sambutan yang disampaikan Kapolres Sukoharjo dan didampingi Dandim 0726 Sukoharjo mengatakan bahwa Pemilu serentak tahun 2019 merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara bersamaan.

"Pemilu serentak kali ini akan menjadi warisan kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia internasional, terkait apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dengan demokrastis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin mereka," kata Kapolres didampingi Dandim 0726 Sukoharjo.

Sukses tidaknya perhelatan pesta demokrasi tersebut sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung.

Jumlah kekuatan prajurit TNI-Polri yang dilibatkan dalam pengamanan pemilu serentak tahun 2019 adalah sebanyak 453.133 orang didukung dengan alutsista sesuai pontensi kerawanan yang ada, dimana jumlah kekuatan TNI-Polri ini cukup besar.

Hadir dalam kegiatan apel gelar pasukan ini jajaran Forkopimda, Para Kabag, Kasat, Kasi dan Perwira staf Polres Sukoharjo, Kapolsek Jajaran Polres Sukoharjo, Danramil Jajaran Kodim 0726 Sukoharjo, Kepala OPD jajaran Pemkab Sukoharjo,  Komisioner KPU, Perwakilan Pimpinan Parpol pendukung pasangan Capres dan Cawapres, Ketua Ormas Kab. Sukoharjo dan ratusan peserta apel. Selanjutnya Wakil Bupati Sukoharjo bersama Kapolres dan Dandim mengecek berkeliling melihat kesiapan Pasukan gabungan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019.

Demikian informasi yang disampaikan kabag humas dan protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Kontingen Kwarcab Sukoharjo Ikuti Pesta Siaga Binwil Dan Miliki 12 Pramuka Garuda Siaga

SUKOHARJO- 12 Pramuka Siaga Sukoharjo meraih tingkatan tertinggi dalam Pramuka, yakni Pramuka Garuda. Pelantikan dilaksanakan oleh Waka Keuangan Kwarcab Sukoharjo Ir. H. Bambang Sutrisno MM, jumat (22/3) di Pendopo Graha Satya Praja.

Hadir dalam pelantikan ini orang tua / wali dari peserta didik, jajaran pengurus Kwartir Cabang, Ketua Kwartir Ranting (Kwarran), pengurus Majelis Pembina Gugus Depan (Mabigus) dan Pembina Gugus Depan.

Penetapan Pramuka Garuda siaga  angkatan I tahun 2019 berdasarkan surat keputusan Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Sukoharjo No 06 tahun 2019 .

Ir. Bambang Sutrisno MM menyampaikan bahwa Pramuka Siaga Garuda adalah seorang anggota muda gerakan pramuka yang telah mencapai kecakapan dan penghargaan tertinggi pada masing masing jenjang pendidikan kepramukaan, sehingga menjadi kebanggaan siapapun apabila seseorang sebagai pramuka garuda. Setelah melalui  seleksi dan serangkaian tes wawancara dan tes kecakapan, mereka dinyatakan lulus. Baru kemudian ke 12 pramuka siaga itu dilantik menjadi Pramuka Garuda.

"ujian pramuka garuda dilaksanakan berdasar keputusan Kwarnas gerakan pramuka nomor 038 tahun 2017 tentang petunjuk penyelenggaraan pramuka garuda, ujian dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 16 maret 2019 bertempat di Balai Desa Sidorejo Kecamatan Bendosari dengan menghadirkan narasumber seperti orang tua, guru, kepala sekolah , tokoh masyarakat dan pembinanya," ungkapnya.

Adapun daftar pramuka garuda siaga adalah timotius hibran adi w dari SD Kanisius Mayang, Rafael Royan Saputra dari SD Kanisius Mayang, Wahyu Royan Saputra dari SDN Pranan 01, Faisal Widyatmoko dari SDN Pranan, Rafie Bagus Pratomo dari MIN 2 Sukoharjo, Hisyam Dhiaulhaq dari MIN 2 Sukoharjo, Rofifah Maimunah dari SDN ngrombo, Asna Nimattujannah SDN Ngrombo, Astria Aulia Fernanda dari SDN Mayang, Rastri Kesumaning P dari SDN Mayang, Quinsa Extrada Yusa dari SDN Pranan dan Shiva Cania Sari dari SDN Pranan.

Sementara itu pada kesempatan yang sama dilaksanakan kontingen pelepasan  Pesta Siaga Tingkat Pembinaan Wilayah (Binwil) Surakarta tahun 2019. Kontingen dilepas disaksikan langsung  pengurus Kwarcab Jepara Sukoharjo.

Sahirno S.Pd selaku pemimpin kontingen melaporkan kesiapan tim untuk berlaga berlomba dalam pesta siaga binwil Surakarta yang diselenggarakan di Kabupaten Karanganyar.

"saat ini kontingen siap berlaga membawa bendera Kabupaten Sukoharjo, kami akan melakukan dengan sekuat tenaga dengan sportifitas yang tinggi kami berenam siap untuk mengikuti perlombaan binwil," ujarnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Posyandu Mulia II Sukoharjo Wakili Jateng di Tingkat Nasional

SUKOHARJO – Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Sukoharjo. Posyandu Mulia II Desa Karangasem Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo akan melenggang ke tingkat nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah. Posyandu Mulia II Sukoharjo ini akan mengikuti lomba pelaksanaan terbaik tingkat nasional Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (Kesrak PKK), Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK)-Kesehatan, Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), Posyandu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke XXVI di Propinsi Kalimantan Selatan.

Posyandu Mulia II Sukoharjo, akan bersaing bersama 5 Kabupaten lain di Indonesia yaitu Kabupaten Tambalong Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Bandung, Kabupaten Buleleng Bali, dan Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bupati H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM berharap dengan kehadiran Tim Verifikasi lapangan lomba posyandu hasil verifikasi nantinya akan menghantarkan Tim Penggerak PKK desa Karangasem menjadi pelaksana terbaik posyandu tingkat nasional tahun 2019.

"Semoga kehadiran Bapak/Ibu Tim, akan membawa barokah bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo.Amiin," harap Bupati saat menghadiri acara penerimaan tim verifikasi lapangan lomba posyandu tingkat nasional tahun 2019 bertempat di gedung dharma bhakti wijaya, Jumat(22/3).

Rombongan tim penilai pusat dipimpin oleh Hari Panji Mulyana, SE, M.Si Kasi Peningkatan Kesejahteraan Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri RI.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE, MM mengawali laporan kegiatan dengan melaksanakan salam germas serta memberikan gambaran kepada Tim Penilai dari pusat tentang berbagai kebijakan dan inovasi, prestasi TP.PKK Sukoharjo.

"Kabupaten Sukoharjo memiliki tim penggerak PKK yang solid. Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Sukoharjo melalui jalur PKK dimulai dari merencanakan, mengorganisasi, melaksanakan kegiatan serta melakukan monitoring  kami selalu berkoordinasi dan berkonsolidasi di gedung PKK dharma bakti wijaya ini,"ucap Hj. Etik.

Ditambahkan Hj. Etik memberikan gambaran kepada Tim Penilai dari pusat salah satunya tentang kebijakan dan inovasi Ketua TP.PKK Kabupaten Sukoharjo untuk mensejahterakan masyarakat melalui jalur PKK dilaksanakan dengan inovasi sukoharjo "SSAKINA" (Stop Stunting, Angka Kematian Ibu dan Anak) dan berbagai kebijakan prestasi lainnya.

"kegiatan SSAKINA dilaksanakan dengan satu gerakan masyarakat memberikan ASI Ekslusif dengan istilah Germas Asiek dengan adanya Perbup tentang peningkatan pemberian Asi Ekslusif, kedua kelas Ibu hamil dan kelas Ibu Balita, ketiga untuk mencegah anemia sekaligus untuk tampil lebih cantik, energik dan bugar bagi remaja putrid dan ibu hamil pemberian tablet tambah darah yang popular disebut Pil Pintar dan Pil Cantik bagi remaja putrid dan ibu hamil, keempat GERVASA ( Gerakan IVA masuk ke Desa) sesuai surat edaran Bupati tahun 2018, kelima dibentuknya DASIAT (pemuda siaga sehat) salah unggulan di kabupaten Sukoharjo dengan beranggotakan pemuda pemudi relawan kesehatan yang berperan mengatasi masalah kesehatan seperti menurunkan AKI, AKB, dengan donor darah, penyuluhan PHBS, kemudian keenam dalam upaya mewujudkan Sukoharjo Sehat Tim Penggerak PKK dengan organisasi profesi dan rumah sakit negeri dan swasta mensosialisasikan masyarakat tentang Germas atau gerakan masyarakat hidup sehat dengan berbagai macam kegiatan seperti senam sukoharjo sehat dan budaya makan buah sayur. Sampai saat ini, ada 1.180 Posyandu Balita di Kabupaten Sukoharjo serta untuk meningkatkan Gizi Balita oleh Bapak Bupati juga diberikan Stimulan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebesar 200 ribu setiap Posyandu setiap bulan. Sanggar Inklusi bagi anak berkebutuhan khusus diberikan stimulant 18 juta untuk 120 juta, serta diberikan stimulant 2 juta bagi pria subur yang mau mengikuti kontrasepsi Mantap dengan metode MOP serta ada juga workshop untuk guru PAUD ," jelas Ketua TP.PKK Hj. Etik memberikan gambaran kepada Tim Penilai pusat.

Selanjutnya Tim Penilai dan rombongan melakukan penilaian dan peninjauan lokasi secara langsung di Posyandu Mulia II Desa Karangasem Kecamatan Bulu.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Kamis, 21 Maret 2019

BUPATI SUKOHARJO BUKA MUSRENGBANG RKPD 2019

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2019, dengan tema" Mewujudkan Peningkatan, Penguatan Kemandirian Ekonomi Daerah Didukung Kualitas Hidup dan Kapasitas Sumber Daya Manusia" di pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (21/3).

Bupati mengatakan, bahwa Musrengbang RKPD 2019 akan menjadi dasar penyusunan RKPD tahun 2020 mendatang. Untuk itu, Musrenbang harus memperhatikan aspirasi dari bawah.

"Musrengbang juga harus memperhatikan prinsip-prinsip kesetaraan, musyawarah dialogis dan membuat perencanaan secara menyeluruh. Jadi, rencana pembangunan yang aspiratif, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Bupati .

Bupati menambahkan, Musrengbang RKPD 2019 sangat penting karena akan menjadi dasar dan acuan pembangunan di tahun 2020. Untuk itu, dirinya berpesan agar Musrengbang tersebut dimanfaatkan untuk saling memberikan informasi, masukan sehingga perencanaan pembangunan 2020 dapat tersusun dengan baik.

Musrengbang Kabupaten Sukoharjo menghadirkan narasumber antara lain Kepala Bidang (Kabid) Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah (IPW) Bappeda Provinsi Jateng Ir. Arief Djatmiko, MA, Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo Nurjayanto S.P, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sukoharjo Widodo SH., MH dan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) RM. Suseno Wijayanto SH.,MH. Dengan moderator Sekretaris Bappelbangda Kabupaten Sukoharjo Drs. Edy Soeyanta, MH

Sedangkan Asisten II Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Widodo SH.,MH mengatakan, tujuan digelarnya Musrengbang RKPD 2019 tersebut untuk mencermati dan memverifikasi program dan kegiatan yang sudah dimasukkan dalam RKPD 2020.

"Dengan Musrengbang ini sekaligus untuk menentukan prioritas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pemerintah daerah di tahun 2020," ujarnya.

Widodo SH.,MH juga mengatakan, dengan Musrengbang akan dihasilkan tersusunnya arah kebijakan, program dan plafon anggaran berdasarkan fungsi bagi perangkat daerah. Selain itu, juga tersusunnya dukungan RKPD 2020 yang sudah dipilah berdasarkan sumber pembiayaan, baik APBD kabupaten, provinsi, APBN, maupun sumber sumber pendanaan lainnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo.(Tj)

 

Bupati Ikut Semarakkan Wedangan Bersama Danrem 074/Warastratama

SUKOHARJO- Wedangan sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi serta keakraban. Bertempat di Makodim 0726/Sukoharjo Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama  Kolonel Inf. Rafael Granada Baay berkunjung untuk menjalin silaturahmi serta malam keakraban  bersama Forkopimda dan Jajaran Tiga Pilar Kabupaten Sukoharjo dikemas dengan "Wedangan Bareng" Danrem dan Forkopimda Sukoharjo, Rabu (20/3).

Komandan Kodim 0726/Sukoharjo  Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, S.IP, M.Tr, Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM, Kapolres AKBP Iwan Saktiadi, Kajari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono SH., MH, Ketua DPRD Nurjayanto S.P serta para pejabat dilingkungan Pemkab Sukoharjo dan para perwira Kodim tampak duduk bersama terjalin suasana penuh keakraban.

Komandan Kodim (Dandim) menyapa seluruh tamu undangan yang hadir dengan penuh kehangatan serta mengucapkan terima kasih atas kehadiran Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Rafael Granada Baay bersama Bupati beserta Forkopimda dan Jajaran Tiga Pilar Kabupaten Sukoharjo, pada malam yang berbahagia ini kita bisa berkumpul dengan suasana guyub rukun sebagai sarana kita untuk saling bersilaturahmi.

"Kegiatan ini merupakan sarana untuk bersilaturahmi dan malam perkenalan Danrem yang baru bertugas selama dua bulan di Danrem 074/Warastratama, sehingga perlu terjalin hubungan yang akrab dan harmonis. Kegiatan ini merupakan sarana untuk bersilaturahmi dan sebagai wujud Sinergitas antara TNI, Polri dan jajaran Tiga Pilar yaitu Babinsa, Babinkamtibmas, Lurah, Camat, Danramil dan Kapolsek untuk ikut wedangan pada malam hari ini, demi terciptanya kondisi yang guyub rukun, aman dan kondusif di Kabupaten Sukoharjo," ungkap Dandim, saat menyapa seluruh tamu undangan.

Sementara itu Danrem 074/Warastratama, Kolonel Inf. Rafael Granada Baay meyampaikan, selain untuk memperkenalkan diri pihaknya juga menyamakan visi dan misi di Kabupaten Sukoharjo. Untuk sama-sama saling menjaga situasi yang aman, kondusif dan terhindar dari berita hoax.

Ditambahkan, Danrem Kol Inf Rafael, mengaku bangga melihat keakraban para aparatur negara di Sukoharjo. "Tadi saya keliling bersalaman sambil mengecek, dan ternyata semua sudah duduk berbaur," kata Danrem.

"Selain untuk memperkenalkan diri saya juga mengharapkan kita satu tujuan menjadikan visi dan misi Kabupaten Sukoharjo ini aman tentram kondusif dan terhindar dari berita hoax yang berusaha mengadu domba kita para TNI-Polri serta Pemerintah Daerah, tentunya dengan kita saling berkumpul seperti ini menunjukkan bahwa kita selalu kompak dan tidak bisa dipisahkan dan kemudian saya memohon bantuan kepada Bupati dan Kapolres untuk mengadakan kegiatan seperti ini tiap 3 bulan sekali baik di Polres maupun di Pemda sehingga keakraban ini akan tetap terjalin dan tidak akan terganti, "harap Danrem 074/Warastratama.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)