Selasa, 27 November 2018

Pembukaan Job Fair dan Expo LPK Kabupaten Sukoharjo 2018

SUKOHARJO - Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam menekan angka pengangguran, salah satunya dengan mengadakan job fair. Selasa (27/11) bertempat di Gedung Budisasono Sukoharjo. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispenaker)  menggelar kegiatan Job Fair dan expo LPK tahun 2018 dan dibuka oleh Kepala Dispenaker Kabupaten Sukoharjo Drs. Baktiyar Zunan, MM. Gelar Job Fair dan Expo LPK  akan berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 27 sampai dengan 28  November 2018.

Jumlah peserta Job Fair 2018 terdiri dari 30 stand dan masing masing peserta menempati satu stand. Dalam Job Fair 2018 ini tersedia 2.500 Lowongan dengan posisi jabatan bervariasi mulai dari tenaga produksi, tenaga usaha jasa, tenaga usaha penjualan, tenaga tata usaha, tenaga kepemimpinan dan ketataklaksanaan dan teknisi," ungkap Dra. Endang Mulyani Sekretaris Dispenaker Sukoharjo dalam laporan ketua penyelenggara.

"bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan peserta job Fair dengan mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja antara lain dengan penerimaan bekas lamaran, seleksi awal berupa tes tertulis wawancara sesuai dengan kebutuhan perusahaan penguna tenaga kerja," tambahnya.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo wijaya SH., MH dalam hal ini diwakili kepala Dispenaker Kabupaten Sukoharjo  Drs. Baktiyar Zunan, MM mengatakan tujuan pembangunan bidang ketenagakerjaan di Kabupaten Sukoharjo untuk meningkatkan kesempatan kerja dengan cara mengurangi pengangguran dengan pelaksaan Job Fair dan Expo LPK. Penciptaan investasi yang padat pekerja dapat menyerap tenaga kerja serta ditetapkannya Peraturan Daerah Nomor 02 tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018-2038 yang memuat 10 industri prioritas dengan harapan semakin mempercepat pembangunan sector industri yang akan mampu menyerap tenaga kerja baik formal maupun non formal dikalangan masyarakat sehingga mampu mengurangi permasalahan ketenagakerjaan. Kesejahteraan tenaga kerja di Kabupaten Sukoharjo terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang dilihat dari UMK, Tahun 2019 mengusulkan UMK sebesar Rp 1.783.500, " jelas Kepala Dispenaker ketika membacakan sambutan Bupati yang berhalangan hadir. Setelah acara pembukaan, dilaksanakan peninjauan lokasi stand.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

 

 


Virus-free. www.avast.com

Senin, 26 November 2018

Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-38 dan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, seimbang dan Aman (B2SA) Kabupaten Sukoharjo

SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo turut memperingati hari pangan sedunia ke-38 yang berlangsung di Gedung Pusat Promosi dan Potensi Daerah Graha Wijaya Kabupaten Sukoharjo, Senin (26/11). Acara tersebut dirangkai dengan lomba cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal sumber daya lokal serta bazaar pangan lokal.

Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani, SE membuka secara resmi serta dalam arahannya pada peringatan Hari Pangan Sedunia ke-38  mengatakan, saya sangat mendukung sekali komitmen Pemkab Sukoharjo bekerjasama dengan TP. PKK Kabupaten Sukoharjo yang salah satu bentuk upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan lomba cipta menu B2SA berbasis sumber daya local.

"saya berharap dengan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 ini dapat menjadi momentum bagi terwujudnya pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Sukoharjo," harap Ketua TP.PKK.

Ditambahkannya, Pemkab Sukoharjo dengan TP.PKK membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan memberi dana bantuan pada KWT sebesar Rp 30 Juta per kelompok dengan menjalankan program penghijauan dengan menanam tanaman.

"saya harap bantuan sebesar Rp 30 Juta perkelompok KWT dapat dimanfaatkan sebaik baiknya, Tanami lahan tidur mangkrak dilingkungan masing-masing untuk ditanami tanaman bermanfaat seperti sayuran dan tanaman obat keluarga (toga),"tambahnya.

Sementara itu dalam laporan pelaksanaan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pangan Sriyono, SE, MM melaporkan tema peringatan HPS adalah pengengtasan kerawanan pangan melalui konsumsi pangan lokal.

"peringatan HPS sebagai salah satu upaya untuk menggeakan dan mendorong usaha penyelenggaraan pangan yang berkelanjutan dengan memaksimalkan peran masyarakat,"ungkapnya.

Dalam rangkaian kegiatan peringatan HPS ke 38, turut diserahkan hadiah lomba cipta menu B2SA berbasis pangan lokal kepada pemenang. Hasil lomba dibacakan Dewi Ambarwati mewakili 3 tim juri yang hadir, dengan hasil lomba cipta menu juara satu diraih TP. PKK Kecamatan Bendosari no undian 9 dengan nilai 243, Juara dua diraih TP. PKK Kecamatan Baki no undian 11 dengan nilai 240 dan Juara tiga diraih TP. PKK Kecamatan Nguter no undian 7 dengan nilai 237. Ketua TP. PKK memberikan hadiah kepada pemenang didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan, dengan hadiah uang pembinaan. Acara diakhiri peninjauan stan bazaar .

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

 

SUKOHARJO JADI TUAN RUMAH KEGIATAN SOSIALISASI MATERI & MEDIA KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) KELANJUTUSIAAN BAGI KADER BINA KELUARGA LANSIA (BKL) SE-EKS KARISEDENAN SURAKARTA

Dalam rangka untuk meningkatkan akselerasi program kegiatan pembangunan keluarga melalui pembinaan dan peningkatan kualitas kelompok BKL dan untuk meningkatkan pendidikan ketrampilan dan wawasan terhadap pengembangan lansia tangguh, Perwakilan BKKBN provinsi Jawa Tengah mengadakan sosialisasi materi dan media KIE kelanjutusiaan bagi kader BKL se-eks Karisedenan Surakarta di Pendopo GSP Sukoharjo Senin pagi 26 November 2018.  Berkenan hadir dalam acara ini Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi, SE, MM, Kepala Perwakilan BKKBN Prov Jateng Bp. Wagino, SH, MSi, Kabid KSPK BKKBN Prov Jateng Bp. Agus Budiyanto, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo dan jajarannya. Narasumber dari Widyaiswara, dari BKKBN Prov Jateng dan dari Kader Unggulan BKL Kabupaten Sukoharjo.

Ibu Umi Hidayati SH, MH Kasi KSPK BKKBN Prov Jateng, selaku panitia penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 380 peserta terdiri dari 100 orang ketua pokja Kampung KB se Kabupaten Sukoharjo, 280 orang Pengelola BKL tk Kabupaten, PLKB, Kader BKL aktif, Kader BKL unggulan dan ketua pokja kampung KB dari 7 Kab/Kota eks Karisedenan Surakarta (Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Klaten dan Boyolali masing masing mengirim 40 orang). Harapannya setelah mendapatkan materi, kader BKL akan meningkat ketrampilan, pengetahuan, dan wawasannya terhadap pengembangan lansia tangguh sesuai dengan kearifan lokal masing – masing daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Prov Jateng menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Kabupaten Sukoharjo yang telah meluangkan waktu dan tempat sebagai tuan rumah penyelenggaraan sosialisasi, karena banyak prestasi Kabupaten Sukoharjo terkait dengan keberhasilan pencanangan Kampung KB. Wagino mengungkapkan, tingginya umur harapan hidup di Jateng yang berkisar pada usia 74 tahun, berarti juga menjadi tantangan bagi kita semua bagaimana mewujudkan lansia tangguh yang tetap produktif dan hidup bahagia. "Sudah kewajiban bagi kita untuk selalu memperhatikan orang tua, seperti beliau dulu saat masih muda berjuang keras agar kita mendapatkan hak-hak secara layak, seperti kecukupan pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan" tegas Wagino. Tidak membantah perkataan, bicara dengan sopan, menjawab setiap pertanyaan, memberikan kegiatan, memberikan makanan yang sesuai usia dan kebutuhan adalah beberapa tips untuk membahagiakan lansia.

Bupati berpesan melalui sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati, bahwa materi yang didapat kader BKL harus diakselerasikan. BKL merupakan wadah kegiatan yang tujuannya untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta keluarga dalam mewujudkan lansia sehat, mandiri, produktif, bahagia dan bertaqwa. "Mari bersama kita jadikan seseorang di usia lanjut itu tetap merasa berguna, dengan memberikan kegiatan yang positif, melakukan ketrampilan sesuai kemampuannya". Selalu memberikan pendampingan terhadap lansia merupakan wujud cinta kasih terhadap orang tua.

Sebelum membuka Sosialisasi ini secara resmi, Wakil Bupati Puwadi, SE, MM menyempatkan menyerahkan BKL Kid secara simbolis kepada perwakilan peserta (Bp. Harno Ketua Kampung KB Desa Ngasinan Bulu Sukoharjo). Demikian penjelasan dari Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupate Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (yk)

Minggu, 25 November 2018

Peringati Hari AIDS Sedunia, Pemkab Sukoharjo Gelar Test HIV

SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo hari ini Minggu (25/11) memperingati hari AIDS sedunia, dengan tema "Saya Berani Saya Sehat". Khusus tahun 2018, Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Kesehatan dan Komisi Penangulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukoharjo memperingatinya dengan mengadakan Talkshow implementasi Triple Eliminasi dalam Germas, disertai kegiatan test HIV dan donor darah.

Bertindak sebagai narasumber Ketua TP. PKK  Hj. Etik Suryani, SE dan Dr. dr. Muchlis A.U. Sofro, SpPD-KPTI, FINASIM (ketua tim HIV RSUP Dr. Kariadi Semarang) dengan judul materi hidup sehat dengan atau tanpa HIV dan moderator dr. Andri Putranto, M.Kes.

Wakil Bupati H. Purwadi SE., MM membuka secara resmi kegiatan peringatan Hari Aids Sedunia (HAS) tahun 2018. Dalam sambutannya, Wabup mengapresiasi serta mengajak untuk meningkatkan kinerja dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS.

"pelaksanaan pogram penanggulangan HIV-AIDS telah menunjukan capaian kebehasilan yang menggembirakan, namun upaya kemitraan strategis dengan semua pihat terkait untuk dapat memastikan penanggulangan berjalan dengan lebih intensif, terpadu, menyeluruh dan saling mendukung,"harap Wabup.

Menurut Ketua panitia peringatan HAS tahun 2018 dr. Yunia Wahdiyati yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo membeberkan  data penderita HIV  di Kabupaten Sukoharjo tahun 2017 adalah 457 orang dan sampai bulan oktober 2018 sejumlah 506 orang dengan kumulatif kematian sejumlah 72 orang yang tersebar di 12 Kecamatan.

"tujuan umum kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran, kepedulian dan keterlibatan dalam pencegahan penularan dan penanggulangan HIV AIDS untuk mewujudkan eliminasi HIV pada tahun 2030. Sedangkan tujuan khususnya meningkatkan kepedulian, pemahaman masyarakat untuk memahami pentingnya melakukan test HIV ,"jelasnya.

Lebih lanjut, dijelaskan kegiatan HAS yang dilaksanakan meliputi pemetaan populasi kunci, kedua mobile klinik VCT di 12 Kecamatan dan Talkshow yang disertai kegiatan lain berupa donor darah dan test HIV. Pemberian Susu kepada Anak Dengan HIV-AIDS (ADHA) dan senam peregangan menutup kegiatan ini.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

 

 

 

Bupati Sukoharjo Hadiri Malam Grand Final Lomba Lagu “Kreteg Bacem” Didi Kempot

SUKOHARJO -  Berdasar Perda Kabupaten Sukoharjo Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penguatan Identitas Daerah disebutkan bahwa, diharapkan peran serta masyarakat dalam pelestarian dan penguatan identitas daerah. Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dapat diwujudkan dalam penyebarluasan identitas daerah di lingkungan masing-masing.

Untuk itu, Pemkab Sukoharjo dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional  dan Hari Ibu Tahun 2018 menyelenggaraan lomba vocal lagu Didi Kempot "Kreteg Bacem". Malam Grand Final bertempat di alun alun Satya Negara, Sabtu (24/11). Turut hadir menyaksikan Bupati, Fokopimda serta maestro keroncong campursari Didi kempot.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wjaya SH. MH, MM mengatakan budaya adalah salah satu jati diri bangsa. "pelestarian budaya perlu terus dijaga, Pemkab selalu memberi apresiasi yang bekaitan dengan budaya dan kesenian.  Saya ucapkan selamat dan sukses kepada para pemenang, dengan harapan budaya dan kesenian dapat dipertahankan dan dilestarikan bersama "," terang Bupati.

Menurut ketua penyelenggara Sri Hartono melaporkan " tiga tahapan audisi dilaksanakan di HTC solo baru dan tiga tahapan diambil 30 untuk semifinalis. Malam ini, kita tentukan juaaranya. Kreteg bacem termasuk penguatan tentang identitas daerah," jelasnya.

Acara lomba malam Grand Final Vocal Lagu  "Kreteg Bacem" ini adalah salah satu bentuk implementasi dari Perda Kabupaten Sukoharjo Nomor 9 tahun 2014 tersebut sekaligus sebagai refleksi akan rasa bangga menjadi warga Sukoharjo. Dengan penyelenggaraan lomba vocal lagu "Kreteg Bacem" ini diharapkan nama "Kreteg Bacem" pada khususnya dan Kabupaten Sukoharjo pada umumnya akan lebih dikenal masyarakat luas.

Disamping itu penyelenggaraan lomba vocal lagu " Kreteg Bacem" ini bisa merupakan ajang untuk menampilkan bakat-bakat terbaik dari putra daerah sehingga semakin bisa menunjukkan eksistensi diri dengan tetap mengakar pada kecintaan terhadap Kabupaten Sukoharjo.

Dari jumlah peserta sebanyak 122 yang telah mengikuti lomba vocal ini, kemudian dilaksanakan 3 tahapan audisi yang telah terselenggara pada tanggal 4, 11 dan 18 November 2018 bertempat di Hartono Trade Center (HTC) Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Dari 3 tahapan audisi diambil 30 besar semi finalis. Pada 20 Nopember 2018 bertempat di Bandkamu Studio recording kembali diadakan audisi untuk menentukan 12 besar finalis yang berlomba, dan pada hari Sabtu 24 November 2018 malam ini akan diambil para pemenang yang akan memperoleh Juara 1, 2 dan 3 serta Juara favorit sosial media," ungkapnya.

Ditambahkan Juara I Memperebutkan Thropy dan uang pembinaan dari Bupati Sukoharjo, Juara II memperebutkan Throphy dan uang pembinaan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo dan Juara III  Throphy dan uang pembinaan dari Sekretaris Daerah kabupaten Sukoharjo serta Juara Favorit Video Instagram Sosial Media memperebutkan Throphy Didi Kempot.

Bupati bersama Sekda serta Ketua TP.PKK memberikan hadiah kepada para  pemenang lomba lagu di malam Grand Final ini,  Juara 1 Nila dari Polokarto dengan jumlah nilai 1690, Juara 2 diraih Endi Wijaya dengan skor nilai 1672 serta Juara 3 diraih Anisa Rahhma dari Kijilan  Sukoharjo dengan skor nilai 1653.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo.(Tj)

Sabtu, 24 November 2018

Lewat Sosialisasi 4 Pilar, GKR Ayu Koes Indriyah ajak Perkuat Kebhinekaan

SUKOHARJO – MPR RI menyelenggarakan pemasyarakatan pancasila melalui  Sosialisasi Empat Pilar Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika serta Ketetapan MPR RI kepada Aparatur Pemerintah/camat/lurah/kepala desa di Kabupaten Sukoharjo, bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Sabtu (24/11). Bertindak sebagai narasumber G.K.R Ayu Koes Indriyah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  RI dari Jawa Tengah dan moderator Kepala Bagian Pemerintahan Ari Haryanto, M.Si.

Bupati sukoharjo mewakilkan asisten pemerintahan setda H. Sukito S.Sos, M.Si, dalam amanatnya pertama mengucapkan selamat datang kepada anggota MPR RI dan rombongan serta berharap momentum sosialisasi empat pilar dapat dijadikan pembangkit semangat membangun kesadaran dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara hidup berdampingan rukun dalam bingkai NKRI.

Sementara itu G.K.R Ayu Koes Indriyah menjelaskan, berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena adanya semangat persatuan di antara banyak suku dan agama. Karena itu kebersamaan di antara perbedaan yang ada harus terus dijaga dan dirawat.

''Nah keberadaan empat pilar kebangsaan adalah untuk menjaga kebersamaan dalam perbedaan itu. Empat pilar itu akan selalu menjadi soko guru yang kokoh bagi rumah besar Indonesia,'' katanya.

Menurut dia, selama ini masyarakat di Indonesia sudah membuktikan bahwa perbedaan suku dan agama bukan menjadi penghalang. Namun justru sebaliknya, perbedaan itu menjadi kekuatan yang membuat bangsa Indonesia menjadi kuat.

Ditambahkannya " keragaman adalah aset Negara, saya ingin mencuatkan tidak hanya NKRI harga mati saja tapi  Bhineka Tunggal ika harga mati,khusus di Jateng dan kabupaten Sukoharjo saya berharap jangan sampai meninggalkan bongso jawa, wong jowo ojo ninggalke jawa ne, "harapnya.

Sementara itu, para kepala desa lurah yang  hadir juga bersepakat tentang pentingnya Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Bahkan mereka juga bersedia dengan penuh semangat untuk ikut menjaga tegaknya empat pilar kebangsaan RI.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag humas dan Protokol setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

HUT PGRI Ke-73 Bupati Sukoharjo Lepas Ribuan Peserta Gerak Jalan Sehat

SUKOHARJO– Ribuan peserta mengikuti kegiatan jalan sehat di Alun-Alun Satya Negara, Sabtu  (24/11). Jalan sehat tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-73 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2018. Gerak jalan sehat diikuti oleh anggota PGRI dan siswa siswi SMP, SMA/ SMK diwilayah Kabupatem Sukoharjo.
Bupati Sukoharjo H Wardoyo Wijaya SH, MH, MM memberangkatkan ribuan peserta jalan sehat. Dalam kegiatan tersebut, Bupati hadir bersama Ketua TP. PKK  Hj. Etik Suryani SE. Selain itu, terlihat juga, Sekda Drs.  Agus Santosa, Ketua PGRI Sukoharjo Ir. Bambang Sutrisno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno, serta para  pejabat lainnya. Jalan sehat tersebut menempuh jarak sekitar 5 Km. Selain guru, jalan sehat tersebut juga diikuti oleh perwakilan siswa sekolah SMP/ SMK se-Sukoharjo, adapun tujuan diadakan jalan sehat tersebut tidak lain untuk menyehatkan badan, serta membangkitkan kesadaran guru dalam meningkatkan disiplin dan etos kerja untuk penguatan pendidikan karakter. Disisi lain, panitia juga menyediakan  hadiah dalam jalan sehat tersebut.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)