Selasa, 14 November 2017

Bakohumas Gelar Diskusi Tangkal Berita Hoax


SUKOHARJO - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Bagian Humas dan Protokol menggelar pertemuan pembinaan dan pengembangan sumberdaya komunikasi dan informasi Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) di gedung Graha Satya Karya Pemkab Sukoharjo. Selasa,(14/11).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.

Adapun yang menyampaikan materi pada kegiatan Bakohumas sesi pertemuan pertama tersebut masing-masing H. Suyamto , ST., M.Kom Kabag PDE Diskominfo serta Kompol Teguh selaku Kabag Ops Polres Sukoharjo.
Paparan pertama disampaikan oleh narasumber kabag PDE H. Suyamto , ST., M.Kom  dalam paparan materinya mengatakan bahwa akhir – akhir ini masyarakat sering disuguhkan dengan berbagai macam berita, baik melalui media sosial, media online maupun media massa. Bahkan ditengah arus informasi yang semakin cepat ternyata membuat masyarakat semakin malas untuk memperhatikan kebenaran sebuah berita yang didapatkan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya berita hoax  atau berita bohong yang belum tentu kebenarannya, khususnya di media sosial.

"hoax atau pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca pendengarnya untuk mempercayai sesuatu padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut palsu dan penyebaran berita hoax mudah menyebar melalui internet jalurnya bisa berupa situs online, medsos, hingga chating di aplikasi pesan instans," jelas Kabag PDE

Dalam agama Islam hoax jelas dilarang dan di dalam al quran telah dijelaskan bahwa berita bohong atau hoax adalah modal orang - orang munafiq untuk merealisasikan niat kotor mereka,"tambahnya.

Kompol Teguh selaku Kabag Ops menambahkan "Penyebar berita hoax dapat diancam 6 tahun penjara atau denda 1 milyar rupiah dalam UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. II Tahun 2008 pasal 45ATentang ITE , bila masyarakat mendapat berita hoax yang meresahkan dapat langsung melaporkan ke pihak kepolisian". Ujarnya. Tak hanya itu , Kompol Teguh mengajak untuk meregister kartu prabayar demi menghindari kejahatan ITE. . 

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

 

 

 

BUPATI JADI WARGA KEHORMATAN BRIMOB

Bupati  Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, dianugerahi sebagai Warga Kehormatan Korps Brimob Polri. Penganugerahan dilaksanakan di Lapangan Mako Satbrimob Polda Jateng, Srondol, Semarang, pada acara Upacara memperingati Hari Ulang Tahun ke 72 Korps Brimob Polri Tahun 2017 tingkat Jawa Tengah, Selasa (14/11). Anugrah tersebut diberikan langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum.

                Penganugerahan tersebut berdasarkan Rujukan Keputusan Dankorbrimob Polri Nomor : Kep/145/XI/2017 tanggal 10 Nopember 2017 tentang Penganugrahan "Warga Kehormatan Brimob" kepada warga masyarakat yang telah berjasa memberikan perhatian dan partisipasinya terhadap pengembangan Korps Brimob Polri.

                Kapolda Jateng yang bertindak sebagai Inspektur Upacara membacakan sambutan dari Kapolri, dalam sambutannya beliau menandaskan "Korps Brimob Polri sebagai satuan Polri memiliki semangat solidaritas yang tinggi  dan professional dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan," Hal ini selaras dengan tema HUT ke-72 Koprs Brimob, yaitu "Dengan Semangat Sinergitas, Koprs Brimob Polri Mewujudkan Promoter, Untuk Meraih Kepercayaan Masyarakat".

                Dalam upacara yang dihadiri segenap jajaran kepolisian di Polda Jawa Tengah tersebut, Bupati Sukoharjo menjadi satu-satunya penerima Tanda Kehormatan tersebut, demikian keterangan yang diberikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

150 Kepala Desa Ikuti Sosialisasi Perda Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa

SUKOHARJO - Sebanyak 150 kepala desa se-Kabupaten Sukoharjo dan camat mengikuti Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Kabupaten Sukoharjo di Pendopo Graha Satya Praja ( GSP), Selasa (14/11). 

Asisten Pemerintahan Sekda selaku panitia penyelenggara,  mengatakan, bahwa dengan terbitnya Undang-Undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mengandung konsekuensi terbitnya peraturan perundangan dalam tataran teknis terhadap beberapa hal pengaturan tentang Desa. Pengaturan-pengaturan ada yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah maupun Peraturan Bupati. Khusus untuk pengaturan tentang perangkat desa telah ditetapkan dan diundangkan Paraturan Daerah kabupaten Sukoharjo Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa yang selanjutnya ditindaklanjuti Peraturan Bupati Nomor 72 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Sehubungan dengan hal tersebut, pada hari ini akan di sosialisasikan Peraturan Bupati ," ungkap Hasni, SH mengawali sambutannya.

"Materi sosialisasi pada pagi ini yaitu Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 72 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Sukoharjo Nomor 19  Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa oleh Kabag Pemerintahan Desa  dan Kabag Hukum,"lanjutnya.

Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM berharap pelaksanaan kegiatan pengisian Perangkat desa di Kabupaten Sukoharjo dapat dilaksanakan sebaik baiknya serta kepada seluruh peserta dapat mengikuti dengan tertib sampai berakhirnya acara serta mampu mencermati materi yang disampaikan narasumber sehingga dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaanya ," harapnya.

"selanjutnya kepada masing masing unsur baik Kepala Desa, Tim Pengangkatan Kepala Desa dan Camat untuk dapat memahami tugas dan fungsinya sehingga pelaksanaan kegiatan pengangkatan Perangkat Desa dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya pula," lanjutnya.

Acara diakhiri dengan penyampaian materi oleh Kabag Pemdes Setyo Adji Nugroho S.Sos dan Kabag Hukum Budi Susetyo SH.,MH.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

 

 

Senin, 13 November 2017

SUKOHARJO PERINGATI HKN ke 53

Dalam rang­ka pelaksanaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 tahun 2017, Pemerintah Kabupaten, menggelar Upacara Hari Kesehatan Nasional di Halaman RSUD Ir. Soekarno di Sukoharjo, Senin (13/11) dengan Inspektur Upacara Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, SH, MH dan dihadiri oleh Forkopimda.

Tahun ini peringatan HKN  mengangkat te­ma "sehat keluargaku sehat Indonesiaku". Seperti yang disampaikan Bupati Sukoharjo saat membacakan Sambutan dari Menteri Kesehatan RI "tema tersebut sejalan dengan program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga yang menekankan keluarga sebagai bagian penting dalam mendorong masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat."

Selain penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga, juga dilaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), "dengan Germas peran masyarakat dan lintas sektoral dapat mendukung terwujudnya Program Indonesia Sehat," tambahnya.

Dalam sambutannya tersebut Bupati Sukoharjo juga mengajak jajaran kesehatan untuk senantiasa menggelorakan semangat Revolusi Mental melalui penghayatan dan pengamalan 3 (tiga) nilai Utama yaitu Integritas, kerja keras dan gotong royong, sehingga dapat terwujud cita-cita besar pembangunan kesehatan di Indonesia yaitu Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan.

Selesai upacara yang diikuti oleh perwakilan jajaran kesehatan se-Kabupaten tersebut, Bupati Sukoharjo beserta Forkopimda dan Ketua TP PKK menyerahkan hadiah lomba dalam rangka peringatan HKN ke-53, yaitu Dokter Umum Teladan, dr. Dewi Kartikasari dari Puskesmas Weru; Dokter Gigi Teladan, drg. Anik Arifah; Perawat Teladan, Sugiyanti, AMK; Bidan Teladan, Sri Haryanti, SST; Tenaga Kesling Teladan, Sugiyarti, AM.KL; Tenaga Kesmas Teladan, Sri. Supami, SKM dan Tenaga Gizi Teladan, Ika Prasetyaningsih, Amg serta Tenaga Kefarmasian, Eny Suharyati, demikian keterangan yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum dalam keterangannya. (ang)

Foto UPACARA HARI KESEHATAN DI RS. Ir. SOEKARNO


Jumat, 10 November 2017

Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Bupati Sukoharjo Bacakan Amanat Mensos


SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH membacakan amanat Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa pada upacara Peringatan Hari Pahlawan di halaman Setda Pemkab Sukoharjo. Bupati bertindak sebagai inspektur upacara.
Saat membacakan sambutan Mensos itu, para peserta upacara diajak untuk mengenang para pendahulu, pahlawan, perintis kemerdekaan, dan pendiri Republik Indonesia. Sebab karena perjuangan mereka, bangsa Indonesia bisa menikmati hidup sebagai bangsa yang merdeka.
"Mengenang para pendahulu kita, pahlawan dan perintis kemerdekaan, para pendiri republik Indonesia, mereka dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif yang mereka lakukan," kata H. Wardoyo Wijaya SH.,MH saat membacakan amanat Mensos, Jumat (10/11/2017).

"Sehingga saat ini kita semua bisa menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bangsa yang sederajat dengan bangsa lain, bangsa yang menyadari tugas sejarahnya untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur," lanjutnya.

Peringatan Hari Pahlawan kali ini mengambil tema "Perkokoh Persatuan Membangun Negeri". Tema tersebut dimaksudkan bahwa setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya adalah bangsa Indonesia harus bersatu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya yakni berdaulat, adil, dan makmur.
Dalam sambutan itu, Bupati juga mengatakan bahwa seperti amanat Bung Karno, bangsa Indonesia harus menghormati jasa pahlawannya. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia.
"Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia," tutur Bupati.
H. Wardoyo Wijaya melanjutkan, saat ini saatnya bangsa Indonesia menuntaskan perjuangan para pahlawan untuk membangun bangsa dengan sikap mental positif dan konstruktif. Agar Indonesia menjadi bangsa yang merdeka,maju, berdaulat dan terbuka.
"Hanya dengan revolusi mental yang positif, optimis dan sadar riwayat kita sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat dan terbuka kita menyelami tantangan dan persoalan yang kita hadapi bersama dengan semangat persatuan di dalam kesetaraan seluruh anak bangsa tanpa diskriminasi," tutur Bupati.
Seluruh peserta memenuhi halaman, dari seluruh jajaran dan staf dari PNS Pemkab Sukoharjo. Serta dari beberapa intansi keamanan, Polisi dan TNI. Upacara dalam rangka memperingati hari pahlawan ini dihadiri jajaran Forkopimda dan Kepala OPD. Upacara sendiri dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

Setelah melaksanakan Upacara Hari Pahlawan,  Bupati Sukoharjo bersama Wakil Bupati dan unsur Forkopimda melakukan tabur bunga di pusara para pahlawan yang ada di Taman Makam pahlawan (TMP) Yudo  Swargoloyo Bakalan, Polokarto. Tampak Bupati Sukoharjo dan unsur Forkopimda mendatangi makam pahlawan satu demi satu untuk menaburkan bunga serta mendoakan para pahlawan agar jasa-jasanya diterima Allah SWT

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. ( Tj )

Selasa, 07 November 2017

Mendikbud Kunjungi Sukoharjo, Buka Seminar Nasional

SUKOHARJO-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sukoharjo, menggelar Seminar Nasional dalam rangka HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN)ke-72, bertempat di gedung pertemuan Graha Mulya Jl. Diponegoro No.70 Joho, Sukoharjo, Selasa 7 November 2017.
Seminar Nasional dengan tema, "Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter" , dibuka  oleh Prof. Dr.Muhajir Efendy, M.A.P Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Turut hadir pula Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM,Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd sebagnarasumber dengan materi membangkitkan kesadaran kolektif Guru dalam organisasi PGRI, Prof. Dr.Nunuk Suryani, M.Pd Kepala LP2KS atau guru besar UNs Surakarta dengan materi Meningkatkan didiplin dan Etos Kerja Guru dalam Pendidikan dan Prof. Dr.Eko Madyo Susilo, M.Pd Guru Besar Univet Bantara Sukoharjo dengan mateti Implementasi penguatan pendidikan karakter dalam pendidikan.
Menurut Ketua PGRI Kabupaten Sukoharjo Ir. Bambang Sutrisno MM, seminar nasional PGRI Sukoharjo tersebut bertujuan meningkatkan kualitas kompetensi, diikuti oleh anggota PGRI  serta perwakilan Pengurus PGRI Kabupaten/Kota se-Solo  dengan Jumlah peserta diperkirakan  1500 peserta. "Kita berharap melalui seminar ini akan lahir tenaga pendidik dan guru-guru yang berkarakter, sehingga bisa menunjang suksesnya Program Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dengan Empat Pilarnya, khususnya pilar pendidikan," jelas Ir. Bambang Sutrisno Selaku ketua PGRI Kabupaten Sukoharjo.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P menekankan pentingnya pendidikan karakter yang diberikan guru terhadap para siswa.
"Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter terhadap siswa harus menjadi fondasi dan ruh utama dalam setiap pelaksanaan pendidikan," kata Muhadjir. Mendikbud menambahkan, kunci kesuksesan pendidikan karakter terletak pada peran guru sehingga guru idealnya memiliki kedekatan dengan anak didiknya.Guru hendaknya dapat melekat dengan anak didiknya sehingga dapat mengetahui perkembangan anak didiknya. Tidak hanya dimensi intelektualitas saja, namun juga kepribadian setiap anak didiknya. Disamping itu Mendikbud Berharap semua Guru mendapat tunjangan profesi dan Guru harus dikembalikan jati dirinya pendidikanan karakter saat ini sudah menjadi global mainstrem, ungkap Mendikbud.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. ( Tj).