Kamis, 24 Agustus 2017

Sosialisasi TP4D Tentang Dana Desa Serentak se-Indonesia, di Sukoharjo Diikuti 150 Kepala Desa


Kejaksaan Tinggi Sukoharjo mengusung tagline "kami datang untuk melayani bukan minta dilayani" dalam penyuluhan penerangan hukum Sosialisasi Dana Desa dan Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).  "Kegitan ini merupakan program nasional, dilaksanakan di seluruh Kejari yang ada di Indonesia. Guna memberikan pemahaman pada kepala desa agar terhindar dari jeratan hukum dan diharapkan dapat menjadi sarana informasi dan pengetahuan tentang pengelolaan dana desa dan pembangunan desa yang sesuai dengan peraturan yang berlaku," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo Bambang Marwoto, SH saat memberikan sambutan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) dan diikuti 150 kepala desa, Kamis (24/8).

Sosialisasi ini, dihadiri Langsung oleh Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, SH.,MH dan dibuka oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo Bambang Marwoto, SH. Turut hadir Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukoharjo Setyo Aji Nugroho, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Sukoharjo, Y.C. Sriyana, M.Si serta 150 kepala desa se-Kabupaten dan unsur terkait.

Dihadapan puluhan kepala Desa dan para penyidik Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Bupati mengapresiasi dan berharap tidak ada penyalahgunaan atau korupsi dana desa di Kabupaten Sukoharjo serta mengajak para  Kepala Desa bersungguh-sungguh mengikuti sosialisasi dan diharapkan bisa menggunakan dana desa sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Tj)



Selasa, 15 Agustus 2017

Pemkab Sukoharjo Peringati Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah

 

Bertempat di Halaman Kantor Setda Pemkab Sukoharjo berlangsung kegiatan upacara dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 67  Provinsi Jawa Tengah.  Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM bertindak sebagai Pembina Upacara. Upacara diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo , pada hari Selasa (15/8).

Dalam amanat yang dibacakan Pembina Upacara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, SH.,MIP menegaskan, peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah ke-67 setiap tanggal 15 Agustus menjadi momentum untuk terus memperbaiki kinerja. Terus berikan pelayanan mudah, murah, cepat kepada masyarakat, kita sepakat bersama penandatanganan bahwa Jawa Tengah siap menjadi garda terdepan dalam penanganan Radikalisme dan Terorisme. Masih banyak PR dan tugas yg perlu pembenahan terutama bidang kesehatan dan pendidikan. Undang- undang Nomor 10 tahun 1950 dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Tengah  yang dinyatakan berlaku tanggal 15 Agustus 1950. Proses Pembentukan Provinsi telah ada sejak jaman penjajahan Belanda serta Jepang dan era setelah kemerdekaan. Selamat melanjutkan pengabdian Dirgahayu Pemprop Jateng ke 67"," ungkap Wabup H. Purwadi SE.,MM saat  membacakan amanat tertulis Gubernur Jateng.

Diakhir acara dilaksanakan  pembacaan Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme oleh Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Senin, 14 Agustus 2017

RIBUAN ANGGOTA PRAMUKA SUKOHARJO IKUTI UPACARA HARI JADI KE 56


Lebih dari 1000 anggota Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sukoharjo mengikuti Upacara Peringatan Hari Pramuka ke- 56, yang dilaksanakan di halaman SETDA Kabupaten Sukoharjo Senin (14/8).

Upacara Hari Pramuka ke-56 tingkat Kwartir Cabang Sukoharjo diawali dengan pemukulan Kentongan doro muluk oleh Ketua Kwartir Cabang Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM, sebagai tanda dimulainya Upacara Peringatan hari Pramuka Kwartir Cabang Sukoharjo Tahun 2017.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi yang juga merupakan Mabicab Sukoharjo hadir sebagai Inspektur Upacara. "Semoga Peringatan Hari Pamuka kali ini dapat mendorong perkembangan dan kemandirian Gerakan Pramuka sebagai garda terdepan pelaku perubahan dalam pembentukan karakter generasi muda, sebagai calon pemimpin bangsa yang lebih handal dan lebih baik pada masa depan", demikian yang disampaikan Kak Iwan saat membacakan Sambutan Bupati.

AKBP Iwan Saktiadi mengingatkan, Gerakan Pramuka di Kabupaten Sukoharjo mendapatkan perhatian yang cukup baik dari Pemerintah Daerah yang ditandai dengan telah dicanangkannya Kabupaten Sukoharjo sebagai Kabupaten Pramuka, tentunya untuk mewujudkannya perlu kerja keras dan dukungan dari semua pihak mulai dari masyarakat, dunia usaha, jajaran Majelis Pembimbing, Andalan Cabang dan Ranting, Gugus Depan, Pembina, pelatih dan seluruh anggota Pramuka. Anggota Gerakan Pramuka Kwarcab Sukoharjo diharapkan mampu berkontribusi secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kaum muda.

Di hari jadinya ke-56 ini mengusung tema "Bekerja untuk Kaum Muda Mewariskan yang Terbaik Bagi Bangsa"adalah tema peringatan Hari Pramuka ke-56, di tahun 2017 ini. Agenda kegiatan di Kwartir Cabang Sukoharjo antara lain ziarah tokoh gerakan pramuka, renungan suci dan ulang janji yang dilaksanakan tanggal 13 Agustus 2017 di halaman setda dan pada hari senin dilaksanakan upacara Hari Pramuka ke-56 di halaman Setda Pemkab Sukoharjo.

Diakhir acara KaKwarcab H. Purwadi SE.,MM didampingi Mabicab menyerahkan tanda penghargaan kepada kurang lebih 20 orang pembina  gerakan pramuka atas kesetiaan, keaktifan, prestasi kerja, darma bakti yang telah diberikan kepada Gerakan Pramuka dewasa yang terdiri atas  lencana pancawarsa yaitu tanda penghargaan atas kesetiaan kepada gerakan pramuka selama lima tahun atau kelipatannya secara terus menerus. Lencana Pancawarsa 1 sampai 10 turut diserahkan oleh KaKwarcab Sukoharjo. Selain itu penerima lencana darma bakti yaitu tanda penghargaan yang diberikan atas jasa sumbangan pemikiran yang cukup besar untuk kemajuan Gerakan Pramuka diberikan kepada 3 orang pembina dan lencana melati yaitu tanda penghargaan karena dianggap pengabdian dan jasa yang lebih besar untuk gerakan Pramuka di Kabupaten Sukoharjo diserahkan kepada 2 orang Pembina penerima. (Tj)

 

Kamis, 03 Agustus 2017

SUKOHARJO TERIMA ADIPURA (LAGI)

Setelah Tahun 2016 Sukoharjo menerima Adipura, kembali di tahun ini Sukoharjo meraihnya. Penghargaan Adipura diterima Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, SH, MH, pada acara Malam Anugerah Lingkungan, di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu(2/8). Penghargaan diterimakan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar.

            Menurut Drs. Djoko Sutarto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo, Program Adipura bertujuan untuk mewujudkan kota yang bersih, teduh, sehat dan berkelanjutan dengan menerapkan prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance). "melalui program Adipura, pemerintah daerah diharapkan mampu mendorong penyesesaian berbagai isu lingkungan hidup, dan khususnya di Sukoharjo ini menerima Adipura dikarenakan pengelolaan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah, dengan baik" jelasnya.

            "Gas Methane dari TPA, dapat kita manfaatkan untuk alternatif bahan bakar, misalnya untuk kompor dapur," tambahnya.

            Tempat Pembuangan Akhir di Sukoharjo tidak hanya sebagai tempat penampung buangan sampah di bagian hilir saja. Pada TPA di Sukoharjo, sampah tidak hanya ditimbun saja, tetapi sampah dimanfaatkan menjadi barang yang sangat bermanfaat. Timbunan sampah mempunyai banyak output yang bisa dimanfaatkan warga sekitar, salah satu diantaranya adalah gas methane (CH4) atau biogas karena gas ini bisa dimanfaatkan untuk bahan bahan bakar.

Menurut Agus Suprapto, ST, MM, M.Si, Kabid Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo "Gas methane sebenarnya merupakan salah satu gas yang berbahaya, karena gas ini merupakan salah satu dampak efek rumah kaca yang disebabkan global warming pada bumi. Namun Pemerintah Sukoharjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Juga berkat partisipasi Masyarakat, gas ini dijadikan sebagai pengganti gas yang digunakan untuk memasak oleh masyarakat sekitar" ungkapnya.

Ditempat terpisah, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum, menjelaskan, dengan diterimanya penghargaan Adipura ini akan lebih memacu Pemerintah Kabupaten untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang selalu peduli lingkunga, "dengan penghargaan Adipura ini, tentunya kebijakan-kebijakan pembangunan di Sukoharjo akan lebih memperhatikan kelestarian lingkungan".

"di era yang modern ini tentunya diharapkan ada kedinamisan antara perkembangan teknologi dan juga kelestarian lingkungan" pungkasnya.(ang)

Ditargetkan 195.276 Anak di Sukoharjo Ikut Imunisasi MR


Mulai Bulan Agustus- September 2017 ini Pemkab Sukoharjo mulai melaksanakan imunisasi MR.  Sebanyak 195.276 anak  menjadi target sasaran Imunisasi MR. Tahap awal di bulan Agustus sebanyak 141.584 anak ditargetkan mengikuti imunisasi, dan sebanyak 53.692 anak lainnya menyusul di Bulan September 2017.
"Total ada 195.276 anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun ditarget mengikuti imunisasi MR di Sukoharjo, yang terdiri 141.584 anak sekolah dan 53.692 anak balita" ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, dr. Nasrudin M.Kes, Kamis (3/8) di SD Negeri Karanganyar 3 Weru.
Pelaksanaan imunisasi MR di Bulan Agustus dilaksanakan di instalasi pendidikan di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 644 sekolah. Sementara imunisasi MR di Bulan September dilaksanakan di 1182 Posyandu dan 6 rumah sakit dan sebagai rujukan ditunjuk RSUD dan RS dr. Moewardi, dengan target mencapai 95 persen anak-anak di wilayah  ini. Tenaga untuk melaksanakan imunisasi MR di Sukoharjo meliputi 26 tenaga dokter, bidan 252 orang dan tenaga perawat 60 orang.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH meminta semua pihak mendukung dan berperan dalam upaya mencapai Eliminasi Campak dan pengendalian Rubella dan berharap tahun 2020 di Kabupaten Sukoharjo eliminasi penyakit campak dan rubella berangsur hilang dan cacat bawaan pada bayi akibat rubella juga akan semakin menghilang, wajib saya serukan agar  anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun diimunisasi campak dengan dibawa di Pos pelayanan imunisasi yang terdekat, harap Bupati H. Wardoyo. Selain itu Program imunisasi ini untuk menjaga kualitas SDM generasi penerus. Karena generasi yang berkualitas itu dasar utamanya sehat," imbuh Bupati.
" Dengan mengucap Bismilahirohmanirohim Saya canangkan Pelaksanaan Kampanye MR Tahun 2017 di Kabupaten Sukoharjo." jelas Bupati.

Diakhir acara Bupati dan Forkopimda menyaksikan  pelaksanaan Imunisasi Measles rubella (Tj)

 

 

Rabu, 02 Agustus 2017

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN NIRWASITA TANTRA

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, menerima Penghargaan Nirwasita Tantra dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar. Acara penerimaan Penghargaan itu dilaksanakan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Gedung Manggala Wanabakti, rabu (2/8), yang pada acara ini juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Setelah melewati penilaian akhir yaitu presentasi dan wawancara oleh Bupati Sukoharjo dihadapan Tim Panel Penilai yang ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tanggal 7 Juli 2017, Bupati Sukoharjo bersama dengan Bupati Malang dan Bupati Dharmasraya berhasil menyabet Penghargaan Nirwasita Tantra untuk tingkat kabupaten Tahun 2017 berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan Republik Indonesia Nomor : SK. 345/MENLHK/SETJEN/SET.1/7/2017 tentang Penetapan Penerima Penghargaan Nirwasita Tantra pada Tahun 2017 tanggal 26 Juli 2017.

Menurut Drs. Djoko Sutarto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo "Penghargaan Nirwasita Tantra merupakan penghargaan dari Pemerintah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan/atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya," jelasnya.

"Penghargaan Nirwasita Tantra dinilai berdasarkan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah, yaitu Dokumen yang menyatakan kondisi, permasalahan, dan kebijakan dan/atau program yang ditetapkan dan diterapkan oleh Daerah dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup di daerahnya," tambahnya.

Tim Panel telah melakukan penilaian terhadap Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah pada 24 Provinsi, 40 Kota dan 109 Kabupaten. Disamping penghargaan Nirwasita Tantra, Kabupaten Sukoharjo pada Tahun 2017 ini kembali mampu meraih Penghargaan Adipura.

Pada Tahun 2016 lalu Kabupaten Sukoharjo mampu meraih penghargaan Adipura Kirana, setelah puasa selama 20 tahun. Dan pada tanggal 2 Agustus malam Bupati Sukoharjo akan menerima kembali penghargaan Adipura yang kedua kalinya dalam masa kepemimpinanya, demikian yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum, dalam keterangannya.(ang)

Tarian Daerah dan Pasar Murah Meriahkan Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap II di Weru


Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II di Desa Grogol, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, ditutup Selasa (2/8). Upacara penutupan dipimpin oleh Perwira pelaksana harian Dandim 0726/Sukoharjo Mayor Inf. Nurul Muthahar, S.Ag.

Selain upacara, penutupan dimeriahkan dengan kegiatan tarian identitas Jawa Tengah dari SD MI Negeri Grogol Weru serta pasar murah dan warung pethuk. Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2017 mengambil tema " Dengan semangat kemanunggalan TNI dan Rakyat kita percepat pembangunan di daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI".TMMD dilaksanakan dalam rangka membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah serta meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat".

TMMD Sengkuyung Tahap II dilaksanakan selama 30 hari yang dimulai tanggal 4 Juli  sampai dengan 2 Agustus 2017.  Penutupan TMMD dihadiri  Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Etik Suryani SE, Ketua Dharma Wanita Luh Galuh Santosa, Wakapolres Sukoharjo Kompol Irfan, Forkopimda, Camat se Kabupaten Sukoharjo, tokoh masyarakat, Kepala Desa se- Kecamatan Weru dan masyarakat setempat.

Perwira Pelaksana Harian Kodim 0726/SKH dalam Amanatnya mengatakan Program TNI Manunggal Membangun Desa ini telah dimulai sejak tahun1980-an dengan sebutan Program ABRI Masuk Desa (AMD). Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD yang telah berlangsung selama lebih kurang 37 tahun ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program TMMD masih sangat dibutuhkan, mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, sehingga keterlibatan TNI dalam membangun sarana prasarana dan infrastruktur wilayah masih sangat relevan dan sesuai dengan koridor undang-undang. Selain itu juga dititipkan pesan kepada masyarakat dan seluruh komponen masyarakat agar dapat terus menjaga kebersamaan bersama TNI, memelihara semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat, serta jangan mudah terhasut dan terprovokasi oleh pihak manapun yang ingin memecah persatuan dan kesatuan.

Perwira Pelaksana harian Kodim 0726/SKH mengatakan, program TMMD Sengkuyung Tahap II di desa Grogol Kecamatan weru kali ini mencakup dua aspek sasaran fisik dan sasaran nonfisik.

Untuk program sasaran fisik, pihaknya membangun talud dengan panjang 842 m, rehab poskamling 1 unit, rehab masjid 1 unit, pembuatan MCK 2 unit, dan pembuatan jamban keluarga 2 unit.

Sementara untuk program sasaran non fisik berupa penyuluhan dan pelayanan bidang bela Negara, Kamtibmas, KB Kesehatan, BPJS Kesehatan, UKM dan pasar murah.  Personel TNI yang dilibatkan dalam Satgas TMMD sebanyak 40 orang, Polri 5 orang, DPU 2 orang Ormas 20 orang, Linmas 10 orang dan masyarakat 50 orang," ungkap Kapten Inf. Joko Susilo ketika membacakan laporan pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2017.

Acara diakhiri penandatanganan naskah hasil program dengan Bupati Sukoharjo yang dalam hal ini diwakili H. Purwadi SE.,MM Wakil Bupati Sukoharjo serta pelepasan tanda peserta dan diserahkan bantuan kelompok usaha  bersama (Kube) untuk desa Tegalsari dan desa Grogol dan dilaksanakan peninjauan lokasi sasaran TMMD Sengkuyung Tahap II 2017 dengan ditandai pemotongan untaian melati oleh Hj. Etik Suryani SE selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo (Tj)