Minggu, 20 November 2016

Ribuan Warga Sukoharjo Ikuti jalan Sehat Milad Muhammadiyah ke 107 H/104 M


Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.MM melepas sekitar  2 ribu peserta jalan sehat  milad Muhammadiyah ke 107 H/104 M tahun di halaman Masjid Saba' Jl. Rajawali No.9 Kalurahan Joho Kecamatan Sukoharjo, Minggu (20/11). Acara diawali menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan launching lagu MARS PKU Muhammadiyah Sukoharjo Ciptaan Lukman Hakim, SPd dibawah binaan Drs. H. Mustadjab, M.Pd dengan group paduan suara surya persada SMK Mutuharjo.

Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.MM dalam sambutannya menyatakan  sangat menyambut baik mengapresiasi kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sukoharjo atas penyelenggaraan jalan sehat yang diikuti ribuan peserta.

. "Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan kebugaran fisik dan kesegaran pikiran serta dapat membangun rasa kebersamaan diantara kita," ungkap Wakil Bupati.

 "Dalam rangka peringatan Milad Muhammadiyah ke 107 H/104 M ini, kami mengucapkan "selamat" dengan harapan dan doa semoga apa yang selama ini telah dilakukan maupun yang akan dilakukan oleh Muhammadiyah bisa membawa Kabupaten Sukoharjo ke arah yang lebih baik. Hubungan sinergitas antara Muhammadiyah dan Pemerintah sangat diperlukan untuk membangun Sumber Daya Manusia yang berakidah dan berakhlaq yang bagus, guna mewujudkan Sukoharjo yang lebih sejahtera, maju dan bermartabat  ," Tambahnya.

Ketua PDM Sukoharjo Wiwoho Aji Santoso, S.Pd  mengingatkan tentang karakter Muhammadiyah yang mencerahkan dan mencerdaskan. " Ini menunjukan bahwa agama Islam dapat bekerjasama dengan  pihak manapun, Islam juga juga dapat masuk dalam kehidupan masyarakat dimanapun sehingga Islam mampu menjadi rahmatan lil alamin, " Ungkap Wiwoho saat menyampaikan sambutannya.

Ketua Panitia  jalan sehat milad Muhammadiyah ke 107 H/104 M  kabupaten Sukoharjo Ir. Rudy Setyohadi menyatakan pihak panitia menyiapkan  doorprize  jalan sehat berupa kambing satu ekor, TV Flat 2 buah, mesin cuci 2, kulkas 1 dan 18 sepeda gunung, 5 tabungan @ 200.000,3 tabungan @500.000, hadiah zam-zam 10, hadiah BPD Syariah 10, hadiah TJM 10, selain itu panitia juga menyediakan  sejumlah doorprize lainya sumbangan dari  masyarakat dan warga Muhammadiyah.(Tj)

Jumat, 18 November 2016

Wabup Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba


 

Yayasan Rehabilitasi Mental Sinai  bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo menggelar seminar sehari di Gedung Potensi Daerah Kabupaten Sukoharjo, Jumat (18/11). Seminar dibuka Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.MM. Seminar diikuti Kepala Sekolah SD, SMP, SMA,SMK se-Kabupaten Sukoharjo juga dihadiri Kepala Sub Direktorat Penyalahgunaan Korban Napza KEMENSOS RI Bpk Esa Sumantri, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, Kepala Yayasan Rehabilitasi Mental  SINAI Sukoharjo.

Dalam sambutan ketua panitia dari Yayasan rehabilitasi Mental SINAI Sukoharjo Bpk. Titus Lado Sumarsono mengajak kepada para Guru di sekolah untuk bisa mendidik dan mengawasi putra putrinya terbebas dari pengaruh narkoba. Ada beberapa kasus yang masuk di yayasan rehabilitasi mental SINAI dan kami bertekad untuk terus berperan aktif dalam memerangi narkoba khususnya di Kabupaten Sukoharjo. 

Wabup mengajak peran serta aktif dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Kabupaten Sukoharjo. "Mari kita selamatkan warga kota Sukoharjo untuk bebas dari penyalahgunaan Narkoba dan berprestasi tanpa narkoba untuk menjadi Warga Sukoharjo Cerdas, sehat dan menjadi insan tanpa narkoba dan mengingatkan generasi muda hari ini adalah investasi bagi masa yang akan datang, apabila tidak disiapkan sedini mungkin, akan muncul suatu saat nanti generasi yang lemah. Oleh karenanya menyiapkan generasi hari ini menjadi kewajiban bagi kita semua." Ungkap Wakil Bupati. Dalam acara ini juga digelar pameran hasil karya X Narkoba Pasca Rehab binaan IPWL Sinai Sukoharjo. (Tj)

 



 

Selasa, 15 November 2016

PEMKAB SUKOHARJO GELAR APEL BESAR KEBHINEKAAN CINTA DAMAI TAHUN 2016

Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai digelar Pemkab Sukoharjo di Halaman Setda (Selasa, 15/11) sebagai salah satu cermin bahwa semua elemen masyarakat Sukoharjo tetap semangat bersatu padu menjaga keutuhan NKRI. Peserta apel besar terdiri dari TNI, Polri, Pelajar, Pramuka, Ormas dan Organisasi Kepemudaan. Tamu Undangan yang hadir Wakapolres, Jajaran Pimpinan TNI, Sekretaris Daerah, Asisten Sekda, Camat dan Kepala SKPD di Seluruh Kabupaten Sukoharjo. Bertindak sebagai pemimpin apel Sekretaris Daerah Kabupaten Sukoharjo, Drs. Agus Santosa.

Ikrar cinta damai dibacakan Agustursusilo dari KNPI dan ditirukan seluruh peserta. Ikrar terdiri dari 4 point yang intinya bahwa seluruh elemen masyarakat Sukoharjo khususnya, berkomitmen menjaga keutuhan NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Bupati dalam sambutannya yang dibacakan pimpinan apel, memberikan penghargaan yang tinggi atas terselenggaranya apel kebhinekaan ini. Dengan beragamnya elemen masyarakat kita perlu adanya kesadaran untuk bertoleransi. Karena dengan toleransi kita dapat memahami kekeliruan dan kesalahan orang lain, menghormati gagasan dan ide yang berbeda, dan memaafkan segala sesuatu yang harus dan layak dimaafkan. Intinya toleransi menjadi persyaratan untuk menciptakan harmoni dalam masyarakat yang plural dan majemuk.

Bupati juga berpesan bahwa kita jangan sampai diadudomba oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan agama. Seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu, bersama sama melawan aksi kekerasan, radikalisme dan terorisme, serta mendukung sepenuhnya menindaktegas aksi kekerasan yang menimbulkan perpecahan. Seperti tema yang diangkat, melalui hikmah Hari Pahlawan ke-71 tahun 2016, kita tingkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI.

Demikian penjelasan yang disampaikan Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Yk)

Sabtu, 12 November 2016

HKN Ke 52 Tahun 2016 Diperingati di Sukoharjo

 

Dalam rang­ka pelaksanaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 52 tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar serangkaian kegiatan untuk memeriahkan pelaksanaan peringatan HKN.

Tahun ini peringatan HKN  mengangkat te­ma, Indonesia Cinta Sehat, dengan sub tema Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat. Maknanya seiring dengan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS)," ungkap Ketua Pelak­sana HKN Sukoharjo, Sugeng Purnomo dalam laporan kegiatan upacara HKN di halaman setda Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (12/11).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE,MM yang membacakan sambutan tertulis Menteri Kesehatan RI Prof. Dr.dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M(K) yang mengakui, meskipun kesakitan dan kematian akibat penyakit menular semakin menurun, prevelensi penyakit secara umum masih cukup tinggi di Indonesia.

Priode 1990 – 2015, Pola kematian akibat penyakit tidak menular semakin meningkat ( 37% menjadi 57%) , pola kematian akibat penyakit menular menurun (56 % menjadi 38%) dan pola kematian akibat kecelakaan meningkat ( 7% menjadi 13%), trend ini kemungkinan akan berlanjut seiring dengan perubahan prilaku hidup ( pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang aktifitas fisik, merokok dan lain – lain ).

" Meningkatnya kasus penyakit tidak menular akan menambah beban pemerintah karena penanganannya membutuhkan biaya yang besar, " ungkap H. Purwadi .

Selain itu kasus penyakit tidak menular juga menyebabkan hilangnya potensi atau modal sumber daya manusia dan menurunnya produktifitas (productivity loss) yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi.

Upaya promotif dan prefentif merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah tingginya kesakitan dan kematian akibat penyakit tidak menular dan penyakit menular.

Mengingat pencegahan penyakit sangat tergantung pada prilaku individu yang didukung oleh kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan regulasi untuk hidup sehat, diperlukan keterlibatan aktif secara terus – menerus seluruh komponen baik pemerintah pusat dan daerah, sektor non pemerintah, dan masyarakat.

" Untuk itu perlu adanya sebuah gerakan untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat," tandasnya.

Peringatan HKN ke 52 tahun ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi tentang apa yang harus kita berikan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, merenungkan kembali upaya kesehatan yang bersifat promotif, prefentif, kuratip dan rehabilitatif sebagai pertanggungjawaban dalam pembangunan kesehatan.

Selesai upacara diserahkan hadiah lomba dalam rangka peringatan HKN ke-52 dan bantuan mobil ambulance. Jenis Lomba antara lain lomba desa siaga juara satu Desa Gedangan Grogol Sukoharjo, jenis lomba PHBS Institusi kesehatan juara satu Puskesmas Grogol, lomba olahraga bola volly plastik jajaran kesehatan juara satu puskesmas Sukoharjo dan diserahkan bantuan mobil ambulance kepada tiga puskesmas antara lain puskesmas baki, puskesmas nguter, puskesmas mojolaban dan satu bantuan ambulance SPGDT Dinkes Kabupaten Sukoharjo.(Tj)

 

Jumat, 11 November 2016

PERTEMUAN VIII PULDAPII


Wakil Bupati, H Purwadi, SE,MM menghadiri pembukaan Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia di hotel Lor In Syariah Kartasura, Selasa (8/11) pukul 13.30 WIB.  Lembaga ini secara resmi telah mendapat Surat Keputusan  Menteri Hukum dan Hak asasi manusia nomor AHU-00013. 78.AH.01.07 TAHUN 2015. Dengan dilatar belakangi  keinginan terwujudnya kerja sama  antara yayasan dan pesantren ahlussunah wal jama'ah berkumpulah para pimpinan yayasan dan pesantren  Islam untuk menggagas  terbentuknya lembaga yang menjembatani dan menaungi kerja sama  antara yayasan pendidikan  dan dakwah ahlussunah wal jama'ah yang presentatif,akomodatif dan legal dalam pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, advokasi dan pemberdayaan umat. Kegiatan PULDAPII ini berlangsung selama 3 hari mulai dari Selasa 8 Nopember 2016  – Kamis 10 Nopember 2016 dengan materi antara lain work shop : jurnalistik, ekonomi dan beberapa kegiatan seminar serta out bond di Tawangmangu, diikuti tiga ratusan perserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Thema yang diambil dari kegiatan ini  " Peran aktif  PULDAPII dalam pengembangan strategi pendidikan dan dakwah Indonesia".  Bupati pada sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati, H Purwadi SE,MM menyampaikan apresiasi pada pondok pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo dan segenap panitia PULDAPII. Beliau juga berharap  demi mencapai kemenangan Islam , umat Islam harus bersatu, jauhkan perbedaan yang ada dan jangan mudah terprovokasi oleh hal – hal yang menimbulkan  anarkis. Menurut ketua panitia penyelenggara, KH Aris Sugiantoro dari ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo mengatakan, " Sebelumnya kami telah mengadakan kegiatan pengobatan gratis, khitanan masal, santunan anak yatim 40 orang, santunan janda 100 orang  dari lingkungan Sukoharjo. Kami juga berharap pada peserta kali ini untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik", tandasnya. Hadir pada kesempatan ini Kepala Kemenag, ketua ponpes se Sukoharjo, jajaran TNI, Polri  dan tamu undangan. (dn)

Kamis, 10 November 2016

GUDANG CADANGAN PANGAN DIRESMIKAN

GUDANG CADANGAN PANGAN DIRESMIKAN

 

Wakil Bupati Sukoharjo meresmikan gudang cadangan pangan di Jalan Rajawali Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota. Gudang tersebut mampu menampung 100 ton bahan pangan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sukoharjo Sriyono menuturkan, saat ini jumlah penduduk terus bertambah. Selain itu, pembangunan yang terus bertambah juga mengakibatkan alih fungsi lahan. Maka, dengan adanya beberapa faktor tersebut akan berdampak pada peningkatan kebutuhan konsumsi. "Kondisi iklim yang tidak menentu berpengaruh pada pola tanam dan estimasi produksi pertanian serta persediaan stok pangan menjadi sulit diprediksi," kata dia.

Melihat kondisi tersebut maka daerah perlu melakukan sistem pencadangan pangan dengan tujuan mengantisipasi kondisi darurat rawan pangan baik kronis maupun transien. Sebagai upaya menanggulangai terjadinya keadaan darurat dan rawan pangan tersebut maka BKP Sukoharjo membangun gudang cadangan pangan dengan kapasitas 100 ton beras.

Keberadaan gudang cadangan pangan sudah diperkuat dengan adanya payung hukum dalam Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemkab Sukoharjo. Peresmian gudang cadangan pangan dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia Ke-36 Tahun 2016.

Data BKP Sukoharjo diketahui stok pangan selama 2016 mengalami kondisi berbeda dan mayoritas berada pada posisi surplus. Untuk pagi produksi mencapai 369.277 ton gabah kering giling (GKG), ketersediaan 207.487 ton, kebutuhan 84.634 ton dan surplus 122.853 ton.

Jagung produksi 21.328 ton, ketersediaan 18.982 ton, kebutuhan 1.309 ton dan surplus 17.673 ton. Ubi kayu produksi 29.588 ton ketersediaan 28.366 ton, kebutuhan 5.497 ton, surplus 22.869 ton. Kedelai produksi 3.750 ton, ketersediaan 3.550 ton, kebutuhan 8.900 ton dan minus 5.350 ton.

Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi, SE, MM, mengatakan, salah satu pilar dalam pembangunan ketahanan pangan nasional adalah program penganekaragaman pangan. Adanya program ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan bahan pangan, terutama bahan makanan pokok. Mengingat disatu sisi telah terjadi laju pertumbuhan penduduk yang sangat pesat, sedangkan disisi lain terus terjadi pengurangan lahan pertanian menjadi daerah perindustrian atau pemukiman. Apabila hal itu dibiarkan maka kerawanan pangan akan menjadi lebih rentan bukan hanya diakibatkan oleh bencana alam namun juga faktor lainnya seperti inflasi dan kenaikan harga produk pangan impor.

"Ketahanan pangan yang dikembangkan berdasarkan kekuatan sumber daya lokal akan melahirkan kemandirian pangan,". (ang)

“Satukan Langkah Untuk Negeri” dalam Peringatan Hari Pahlawan 2016

Wakil Bupati Sukoharjo, H.Purwadi, SE, MM memimpin Upacara  Peringatan Hari Pahlawan di Halaman Kantor Bupati Sukoharjo, Rabu (10/11). Upacara diikuti lebih dari lima ratus peserta dari berbagai elemen, diantaranya Linmas, Pramuka, Siswa Siswi Sekolah, PNS, Kopassus Grup 2, Jajaran Polres Sukoharjo dan Kodim 0276/SKH.
"Satukan Langkah Untuk Negeri" menjadi tema dalam peringatan Hari Pahlawan tahun ini. Menteri Sosial dalam sambutan yang dibacakan oleh Inspektur Upcara menyampaikan bahwa setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Peringatan tersebut didasarkan pada peristiwa "Pertempuran 10 November 1945" di Surabaya, sebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, dengan memakan korban jiwa yang sangat besar.
Sejalan dengan Visi Transformatif yang digulirkan Pemerintahan Jokowi yakni "Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong", maka untuk mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan ke depan yang disebut NAWA CITA. Kesembilan agenda prioritas itu bisa dikategorisasikan ke dalam tiga ranah; ranah mental-kultural, ranah material (ekonomi) dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, Pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara aksereratif berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Melalui Peringatan Hari Pahlawan 2016 sebagai bangsa yang besar, bangsa yang harus menghargai jasa para pahlawannya, Peringatan Hari Pahlawan diharapkan pula dapat lebih membangkitkan semangat kebangsaan, menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mensos RI juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini.(ap)