Senin, 28 Oktober 2019

Bupati Sukoharjo Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, Ini Pesannya

SUKOHARJO- Bupati H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM, bertindak sebagai inspektur upacara dalam pelaksanaan upacara bendera peringatan Hari Sumpah Pemuda 2019. Kegiatan berlangsung di Alun-Alun Satya Negara,  Senin (28/10).

H. Wardoyo Wijaya membacakan sambutan seragam Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali.

"Hari Sumpah Pemuda ke- 91 kali ini mengambil tema bersatu kita maju untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pemuda pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda. Bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa," ujar Bupati.

Menurutnya, pemuda yang memiliki karakter yang tangguh adalah pemuda yang memiliki moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras.

"Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbanan dan perjuanganmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia," pesan Bupati H. Wardoyo.

Turut Hadir Wakil Bupati,  jajaran Forkopimda, Kepala OPD serta ratusan peserta upacara. 

Sejumlah pemuda pemudi mengenakan baju adat daerah turut meramaikan upacara Sumpah Pemuda.

Acara diakhiri dengan acara tambahan berupa penampilan drama kolosal berjudul pemuda satu untuk Indonesia dari tim Bhineka Tunggal Ika.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Kamis, 24 Oktober 2019

Sekda Sukoharjo: Kader Posyandu Harus Semangat Kawal Ibu Hamil

SUKOHARJO- Sekda Sukoharjo Drs. Agus Santosa memberikan petunjuk dan arahan dengan para kader posyandu yang mengikuti pelatihan. Sekda secara langsung meminta kepada Kader Posyandu agar lebih maksimal dan pro aktif dalam melakukan pengawasan dan pendampingan Ibu Hamil dan cegah stunting.

"Kader posyandu telah bekerja dengan baik, maka mari lebih maksimal dan pro aktif lakukan pendampingan ibu hamil sesuai program Gubernur dengan program nginceng wong meteng dan cegah stunting, Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memiliki peran penting dalam meningkatkan angka harapan hidup masyarakat. Pasalnya, tinginya angka harapan hidup masyarakat tidak didapat secara serta merta, melainkan sudah disiapkan sejak masih didalam kandungan. Disitulah peran kader Posyandu yang melakukan pengawasan kesehatan ibu hamil termasuk anak yang masih dalam kandungan. Saat ini, angka harapan hidup warga Sukoharjo mencapai 77 tahun, angka tersebut tertinggi di Jawa Tengah," jelas Sekda Drs. Agus Santosa saat membuka pelatihan kader Posyandu desa/kelurahan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (24/10).

Ditmbahkan Sekda Drs. Agus Santos, pelayanan kesehatan masyarakat dimulai dari Posyandu dan Puskesmas. Untuk itu, kader Posyandu memiliki peran penting dalam kesehatan msyarakat sejak masih dalam kandungan. Tidak hanya itu, setelah lahir pun kesehatan bayi terus dipantau melalui Posyandu. Dengan kesehatan yang baik sejak dalam kandungan, menjadi salah satu faktor tingginya angka harapan hidup masyarakat Sukoharjo.

"Kesehatan dan pendidikan menentukan perjalanan bangsa ini dan kader posyandu memiliki peran didalamnya," kata Agus.

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sukoharjo, YC. Sriyana S.Sos., M.Si mengatakan, pelatihan kader Posyandu desa/kelurahan bertujuan untuk meningkatan SDM kader Posyandu. Selain itu, ujar Sriyana, juga dalam rangka meningkatkan peran aktif kader Posyandu dalam perkembangan pembangunan bidang kesehatan, khususnya kader Posyandu Kabupaten Sukoharjo. Peserta pelatihan sendiri adalah kader Posyandu tingkat desa/kelurahan se-Sukoharjo.

"Kader Posyandu Desa/kalurahan se Kabupaten Sukoharjo yng belum pernah mengikuti Pelatihan Kader Posyandu di tahun tahun sebelumnya sebanyak 1.900 orang, berasal dari 95 desa/kelurahan dibagi 4 angkatan, pada hari kita laksanakan Angkatan pertama sebanyak 460 orang berasal dari Kecamatan Sukoharjo, Bendosari dan Kecamatan Weru," jelasnya.Materi pelatihan sendiri meliputi peran kader Posyandu, kebijakan pemerintah dalam Posyandu, juga penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS. Nara sumber yang dihadirkan adalah Ketua TP PKK Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE., MM, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, DPPKBP3A, Komisi Penanggulangan AIDS dan DPMD. Adapun materi terdiri dari peran kader posyandu, kebijakan pemerintah dalam bidang Posyandu, Posbundi PTM (penyakit tidak menular), penanggulangan HIV AIDS, PAUD, Bina Keluarga Balita, Administrasi Posyandu dan pengelolaan Posyandu Integrasi.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Rabu, 23 Oktober 2019

Multi Stakeholder Forum 2019, Bupati Sukoharjo Teken Deklarasi Integritas

SUKOHARJO- Dalam acara "Multi Stakeholder Forum PLN 2019" yang bertemakan 'Sinergi Terangi Negeri' di Kantor Dinas Bupati Sukoharjo, Selasa (22/10), Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM memimpin penandatanganan deklarasi integritas bersama stakeholder menandatangani deklarasi integritas dalam rangka mensinergikan informasi pelayanan dan pembangunan ketenagalistrikan yang berintegritas.

Turut hadir jajaran Forkopimda,  perwakilan seluruh lapisan stakeholder PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukoharjo , instansi terkait, mitra kerja, hingga media.

Bupati dalam sambutan menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung dan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Multi Stakeholder Forum 2019 di Kabupaten Sukoharjo yang bertujuan mensinergikan informasi pelayanan dan pembangunan ketenagalistrikan tersebut. Bupati meminta pada PLN agar pasokan listrik untuk kawasan industri bisa dijamin sehingga mampu menarik investor baru. Ketersediaan listrik menjadi perhatian utama investor saat menanamkan investasinya.

"lisrik mendukung produktivitas rumah tangga dan juga industri. Saat ini, sektor industri tumbuh dan berkembang di Sukoharjo sehingga dibutuhkan sinergi dengan PLN dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Untuk itu, kerjasama dengan PLN dan stakeholder harus ditingkatkan. Disisi lain, peningkatan layanan dari PLN dari segala aspek menjadi keharusa," jelas Bupati.

Sedangkan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Sukoharjo, La Ode Lawati dalam kesempatan itu menyatakan, pasokan listrik untuk kawasan industri di Sukoharjo aman. Menurutnya, untuk wilayah Solo Raya mendapat pasokan listri dari tiga gardu induk dimana salah satunya berada di Solo baru Grogol. Untuk itu, suplai listrik untuk pengembangan kawasan industri di Sukoharjo tidak ada masalah.

"Kami juga punya layanan pelanggan premium yang bisa dikatakan layanan listrik tanpa padam untuk kalangan industri," ujarnya.

Menurutnya, jenis layanan premium yang ditawatkan tersebut merupakam bentuk peningkatan layanan sehingga memberikan alternatif bagi pelanggan. Termasuk pelanggan untuk kawasan industri nantinya. Dengan Multi Stakeholder Forum ini, ujar La Ode, PLN ingin menjalin komunikasi dengan semua stakeholder yang ada dan juga mencari masukan terkait layanan PLN ke depannya," ujarnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Ketua RBM Sukoharjo Hj. Etik Suryani: Keluarga, Pendidikan Pertama dan Utama Anak Berkebutuhan Khusus

SUKOHARJO- Ketua Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kabupaten Sukoharjo, Hj. Etik Suryani SE., MM mengatakan "keluarga di rumah tempat penerapan pendidikan dan pengembangan kreatifitas anak berkebutuhan khusus pertama dan utama bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Alasannya, dirumah merupakan tempat meluangkan sebagian besar waktu dalam memandirikan anak berkebutuhan khusus amat penting," ujar Hj. Etik Suryani SE., MM selaku Ketua Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Kabupaten Sukoharjo dalam sambutannya menghadiri kegiatan super MOM di Carefour Mall Solo Baru, Grogol Sukoharjo (23/10).

Selain itu Hj. Etik Suryani SE, MM menambahkan dan berharap dengan kegiatan ini, dapat meningkatkan kreatifitas anak dalam menuangkan imajinasinya dalam memberikan warna di pola gambar yang sudah disediakan serta dapat pula memberikan apresiasi bagi anak berkebutuhan khusus agar bersinergi juga dalam kegiatan ini adalah mengikuti lomba memasak serta selain mewarna anak-anak yang berbakat dalam seni pentas juga diberikan kesempatan menampilkan agar anak berkebutuhan khusus lebih percaya diri.

Sedangkan Ketua Panitia pelaksana emmy dwi hastuti SE mengatakan anak anak berkebutuhan khusus mempunyai hak yang sama baik dalam hal pendidikan kesehatan maupun organisasi.

"Kegiatan ini mempunyai maksud dan tujuan menjalin silaturahmi antara orang tua anggota sanggar dan forum sanggar,  pengetahuan tentang hak anak berkebutuhan khusus itu penting terkait pemahaman tentang hak perlindungan kesehatan, tumbuh kembang, serta pendidikan.  Dengan mengambil tema super MOM karena bagi orang tua yang mempunyai ABK itu orang tua yang super hebat, karena tidak semua orang bisa menjalaninya. Kegiatan ini disuppot Bapak Bupati, Ketua RBM dan instansi terkait lainnya" ujar Emmy.

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua RBM, pimpinan carefour solo baru, Camat Grogol, pengurus RBM, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), forum sanggar inklusi, serta ratusan orang tua dan Anak Berkebutuhan Khusus.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Selasa, 22 Oktober 2019

Hari Santri Nasional, Bupati Sukoharjo: Santri Harus Kuasai Iptek

Dalam mengikuti perkembangan zaman yang semakin pesat, Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM mengajak para santri agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"saya berharap para santri  mampu menjawab tantangan zaman globalisasi dan mampu mengambil peran strategis dalam kehidupan sebagai wujud dedikasi tinggi untuk umat dan Negara Indonesia yang tercinta," jelas Bupati, saat upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2019 PCNU Kabupaten Sukoharjo di Lapangan Joho, Kecamatan Sukoharjo, Selasa (22/10).

Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2019 mengusung tema "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia".

Bupati menambahkan, "Saya atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengucapkan selamat Hari Santri Nasional tahun 2019, semoga dengan momentum peringatan HSN ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi seluruh santri untuk belajar, berbakti dan mengabdi bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara ini. Pada hari ini tepatnya tanggal 22 Oktober kita semua memperingati hari santri nasional. Sebuah peristiwa yang sangat penting dan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari Santri Nasional dimaksudkan agar kita selalu ingat untuk meneladani semangat jihad ke indonesiaan. Para pendahulu kita semangat kebangsaan, semangat cinta tanah air, dan semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara. Dengan semangat ini saya berharap kepada para santri baik yang di pesantren maupun di luar pesantren, dapat memperkuat nasionalisme kebangsaan,  penguasaan pangan energi dan air dalam menjaga keseimbangan kehidupan dalam aspek sumber daya manusia tetapi juga dalam penguasaan teknologi, khususnya teknologi yang memudahkan kehidupan manusia secara efektif dan efisien. Untuk itu saya berharap kepada para santri agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hari ini dan dimasa yang akan datang harus mampu menjawab tantangan zaman globalisasi dan mengambil peran strategis dalam kehidupan sebagai wujud dedikasi tinggi untuk umat dan negara Indonesia yang tercinta," pungkas Bupati.

Turut hadir jajaran Forkopimda, Ketua TP. PKK Hj Etik Suryani S.E.,M.M, Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo Wawan Pribadi, S.Sos, Sekda Drs. H. Agus Santosa,  Asisten I Sekda Kab. Sukoharjo Sukito, S.Sos., M.Si, Asisten II Sekda Widodo,S.H., M.H, Kepala Kemenag Ikhsan Muhadi, S.Ag, Ketua MUI Drs. H. Abdulah Faizol, M.Pd beserta jajaran, Kepala Satpol PP Heru Indarjo, Kabag Kesra Suparmin,  Kakesbangpol Gunawan Wibisono,  Ketua PCNU Khomsun Nur Arief, S.Ag, Ketua MWC NU Sukoharjo, Rois Syuriah  PCNU , Pimpinan / Pengasuh Ponpes, Pimpinan Ormas Islam, Camat Sukoharjo Gondang Redjono S.Sos, Kapolsek Sukoharjo Kota AKP Gerry Armando S.P Sampetoding. S.T,. Danramil 01 Sukoharjo Kapten CZI Hartono, Kepala KUA se Kab. Sukoharjo, Ketua Anshor Kab. Sukoharjo, Ketua Pagar Nusa Kab. Sukoharjo , Jajaran NU / Badan Otonom Muslimat, Pelajar / Siswa MI, MTS, MAN se Kecamatan Sukoharjo dan  Santri Pondok Pesantren se Kecamatan Sukoharjo.  Acara diakhiri atraksi pagar nusa.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Senin, 21 Oktober 2019

Ada Lima Pilar Yang Dikedepankan STBM, Sekda Sukoharjo Sebut Kuatkan Komitmen

SUKOHARJO - Sekretaris Daerah Drs. Agus Santosa membuka pencanangan Desa Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam rangka Hari Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia di Kabupaten Sukoharjo di Gedung Pusat Promosi potensi Daerah Graha Wijaya , Senin (21/10).

Kegiatan acara dihadiri  Asisten, Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani SE, MM,  Kepala OPD terkait, Camat se-Kabupaten Sukoharjo, Kepala Desa dan Lurah.

Sekda Drs. Agus Santosa mengatakan "dengan pertemuan yang kita laksanakan pada hari ini, kita menyamakan persepsi dan menyelaraskan program masing-masing OPD, serta menguatkan komitmen, sehingga  mewujudkan Kabupaten Sukoharjo menjadi kabupaten STBM yang dimulai dari desa dan kelurahan STBM," jelas Sekda.

Sebanyak enam desa dan kelurahan di Sukoharjo berhasil melaksanakan lima pilar Sanitasi Total BerbasisMasyarakat (STBM). Program tersebut sangat penting untuk memperkuat upaya pemberdayaan hidup bersih dan sehat.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo berharap kedepan jumlah desa dan kelurahan yang berhasil menerapkan STBM terus bertambah sekaligus membidik sebagai Kabupaten STBM.

Kepala DKK Sukoharjo dr. Yunia Wahdiyati, Senin (21/10/2019) mengatakan, berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 185 tahun 2014 tentang universal akses air minum dan sanitasi bahwa seluruh wilayah agar tercapai kondisi 100 0 100 pada akhir tahun 2019. Sejalan dengan aturan tersebut maka Kementerian Kesehatan menerbitkan Permenkes nomor 3 tahun 2014 tentang STBM yang selanjutnya ditindaklanjuti ditingkat kabupaten sebagai bentuk komitmen yang dituangkan melalui Peraturan Bupati Sukoharjo nomor 19 tahun 2019 tentang sanitasi total berbasis masyarakat.

Dalam aturan tersebut meliputi lima pilar, pertama, stop buang air besar sembarangan,kedua, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, ketiga, pengelolaan air minumdan makanan di rumah tangga, keempat, pengelolaan sampah di rumah tangga, kelima,pengelolaan limbah cair di rumah tangga.

Program sanitasi total berbasis masyarakat menitikberatkan pada pendekatan dan pemberdayaan dengan cara masyarakat mengindentifikasi masalah sanitasi memetakan dan mengatasi permasalahan sanitasi melalui pemicuan. Pendekatan partisipasif ini mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi melalui proses pemicuan yang menyerang atau menimbulkan rasa ngeri dan malu kepada masyarakat tentang pencemaran lingkungan akibat buang air besar sembarangan, pengelolaan sampah dan limbah cair rumah tangga yang tidak aman.

"Dari lima pilar STBM yang ada tahap pertama dititik beratkan pada pilar pertama stop buang air besar sembarangan. Kabupaten Sukoharjo sudah mendeklarasikan sebagai kabupaten ODF atau open Defecation free pada tahun 2017 yang artinya 100 persen masyarakat sudah akses ke jamban sehat," ujarnya.

Yunia menambahkan, pilar pertama tercapai bukan sebuah keberhasilan melainkan tantangan baru. Selain mempertahankan status ODF dan meningkatkan kepemilikan ke jamban sehat, tantangan baru itu adalah mewujudkan Kabupaten Sukoharjo menjadi kabupaten STBM yang dimulai dari desa dan kelurahan STBM.

"Rintisan menuju Kabupaten Sukoharjo menjadi Kabupaten STBM sudah dimulai dari sekarang setelah ada enam desa dan kelurahan berhasil melaksanakan lima pilar STBM,"lanjutnya.

Desa dan kelurahan tersebut yakni, Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Desa Pondok,Kecamatan Nguter, Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Desa Gonilan, KecamatanKartasura, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo.

Acara diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama yaitu Sekda Drs. Agus Santosa, Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani SE, MM, Kepala DKK dr. Yunia Wahdiyati serta Ketua DPRD Wawan Pribadi serta turut diserahkan sertifikat STBM.(Tj)

Ada Lima Pilar Yang Dikedepankan STBM, Sekda Sukoharjo Sebut Kuatkan Komitmen

SUKOHARJO - Sekretaris Daerah Drs. Agus Santosa membuka pencanangan Desa Total Berbasis Masyarakat (STBM) dalam rangka Hari Cuci Tangan Pakai Sabun sedunia di Kabupaten Sukoharjo di Gedung Pusat Promosi potensi Daerah Graha Wijaya , Senin (21/10).

Kegiatan acara dihadiri  Asisten, Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani SE, MM,  Kepala OPD terkait, Camat se-Kabupaten Sukoharjo, Kepala Desa dan Lurah.

Sekda Drs. Agus Santosa mengatakan "dengan pertemuan yang kita laksanakan pada hari ini, kita menyamakan persepsi dan menyelaraskan program masing-masing OPD, serta menguatkan komitmen, sehingga  mewujudkan Kabupaten Sukoharjo menjadi kabupaten STBM yang dimulai dari desa dan kelurahan STBM," jelas Sekda.

Sebanyak enam desa dan kelurahan di Sukoharjo berhasil melaksanakan lima pilar Sanitasi Total BerbasisMasyarakat (STBM). Program tersebut sangat penting untuk memperkuat upaya pemberdayaan hidup bersih dan sehat.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo berharap kedepan jumlah desa dan kelurahan yang berhasil menerapkan STBM terus bertambah sekaligus membidik sebagai Kabupaten STBM.

Kepala DKK Sukoharjo dr. Yunia Wahdiyati, Senin (21/10/2019) mengatakan, berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 185 tahun 2014 tentang universal akses air minum dan sanitasi bahwa seluruh wilayah agar tercapai kondisi 100 0 100 pada akhir tahun 2019. Sejalan dengan aturan tersebut maka Kementerian Kesehatan menerbitkan Permenkes nomor 3 tahun 2014 tentang STBM yang selanjutnya ditindaklanjuti ditingkat kabupaten sebagai bentuk komitmen yang dituangkan melalui Peraturan Bupati Sukoharjo nomor 19 tahun 2019 tentang sanitasi total berbasis masyarakat.

Dalam aturan tersebut meliputi lima pilar, pertama, stop buang air besar sembarangan,kedua, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, ketiga, pengelolaan air minumdan makanan di rumah tangga, keempat, pengelolaan sampah di rumah tangga, kelima,pengelolaan limbah cair di rumah tangga.

Program sanitasi total berbasis masyarakat menitikberatkan pada pendekatan dan pemberdayaan dengan cara masyarakat mengindentifikasi masalah sanitasi memetakan dan mengatasi permasalahan sanitasi melalui pemicuan. Pendekatan partisipasif ini mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi melalui proses pemicuan yang menyerang atau menimbulkan rasa ngeri dan malu kepada masyarakat tentang pencemaran lingkungan akibat buang air besar sembarangan, pengelolaan sampah dan limbah cair rumah tangga yang tidak aman.

"Dari lima pilar STBM yang ada tahap pertama dititik beratkan pada pilar pertama stop buang air besar sembarangan. Kabupaten Sukoharjo sudah mendeklarasikan sebagai kabupaten ODF atau open Defecation free pada tahun 2017 yang artinya 100 persen masyarakat sudah akses ke jamban sehat," ujarnya.

Yunia menambahkan, pilar pertama tercapai bukan sebuah keberhasilan melainkan tantangan baru. Selain mempertahankan status ODF dan meningkatkan kepemilikan ke jamban sehat, tantangan baru itu adalah mewujudkan Kabupaten Sukoharjo menjadi kabupaten STBM yang dimulai dari desa dan kelurahan STBM.

"Rintisan menuju Kabupaten Sukoharjo menjadi Kabupaten STBM sudah dimulai dari sekarang setelah ada enam desa dan kelurahan berhasil melaksanakan lima pilar STBM,"lanjutnya.

Desa dan kelurahan tersebut yakni, Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Desa Pondok,Kecamatan Nguter, Desa Gedangan, Kecamatan Grogol, Desa Gonilan, KecamatanKartasura, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo.

Acara diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama yaitu Sekda Drs. Agus Santosa, Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani SE, MM, Kepala DKK dr. Yunia Wahdiyati serta Ketua DPRD Wawan Pribadi serta turut diserahkan sertifikat STBM.(Tj)