Senin, 21 Oktober 2019

Pembinaan KST Oleh Bupati Sukoharjo

SUKOHARJO– Sebanyak 1503 anggota Kader Siaga Trantib ( KST ) se-Kabupaten Sukoharjo mendapatkan pembinaan oleh Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM di Gedung IPHI Sukoharjo, Senin (21/10).

Dalam kegiatan ini turut hadir Asisten Pemerintahan Sukito, S.Sos., M.Si, Kasatpol PP Heru Indarjo SH., MH dan jajarannya, Kabag Kesra serta ribuan Kader Siaga Trantib (KST).

Acara yang di mulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya di lanjutkan dengan laporan Kegiatan Oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sukoharjo Heru Indarjo SH., MH.

Bupati  dalam arahannya, menjelaskan tugas Kader Siaga Tramtib memberikan informasi yang cepat dalam kaitannya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

"anggota KST diharapkan memberi informasi dan melaporkan kepada kantor Satpol PP terhadap temuan pelanggaran yang terjadi di wilayah masing-masing. Tahun depan seragam akan kita ganti yang baru," janji Bupati.

H. Wardoyo berharap agar anggota Kader Siaga Trantib Kabupaten Sukoharjo tegak lurus dalam satu komando dan profesional dalam bertugas. " imbuhnya.

Sementara itu , Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukoharjo mengatakan "dalam meminimalisir bentuk pelanggaran - pelanggaran yg terjadi di wilayah Kabupaten Sukoharjo, perlu diadakan Pembinaan dan Pelatihan sebagai bekal anggota Kader Siaga Trantib dalam menyikapi dan mengambil tindakan yang dianggap perlu ketika terjadi permasalahan di daerah khususnya di tingkat desa/kelurahan. Selain daripada itu, pembekalan ini adalah bentuk Silaturahmi anggota KST dengan Satpol PP serta memberikan pemahaman akan tugas dalam membantu Satuan Polisi Pamong Praja dalam hal penegakan peraturan daerah,"jelasnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

 

 

Jumat, 18 Oktober 2019

Bupati Sukoharjo Ajak Doa Lintas Agama untuk Kelancaran Pelantikan Presiden

SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif bersama TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah menjelang Pelantikan Presiden danWakil Presiden RI pada 20 Oktober 2019 mendatang.

""Doa bersama ini diselenggarakan karena seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Sukoharjo sungguh-sungguh menginginkan agar negara dan bangsa kita, selalu berada dalam keadaan damai. Mari kita jaga situasinya agar selalu kondusif," harap Bupati H.  Wardoyo, di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Jumat (18/9/2019).

Turut hadir segenap Jajaran Forkopimda, Sekda Drs. Agus Santosa, Ketua TP. PKK Hj.Etik Suryani SE., MM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Perangkat Daerah, Kepala Desa, Lurah se-Kabupaten Sukoharjo, Ketua FKUB serta tokoh masyarakat.

Kapolres Sukoharjo AKBP. Bambang Yugo P, SH.,SIK.,M.Si mengajak masyarakatbersama-sama mendoakan semoga pelantikan presiden dan wapres RI terpilih pada Pemilu 2019 berjalan dengan lancar dan sukses.

"Dengan harapan. Presiden Joko Widodo bisa melanjutkan tugasnya untuk memimpin negeri ini, semoga semakin aman, semakin makmur, dan makin sejahtera," harap Kapolres.

Sementara itu, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf. ChandraAriyadi Prakosa, S.IP, M.Tr (Han) dalam sambutan berharap sama meminta agar masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Sukoharjo tidak mudah terpancing isu hoax medsos dan tetap merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Mari kita jaga kondusivitas, mari kita dukung Presiden menyelesaikan tugasnya dan kita juga dukung kepemimpinan beliau dalam melaksanakan tugasnya nanti setelah dilantik, seluruh elemen bangsa wajib ikut bersama-sama mendukung terciptanya kedamaian bagi bangsa Indonesia dan kita semua berharap jangan sampai  mudah terpecah belah," harap  Dandim  dalam sambutan pengarahannya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(TJ) 

Kamis, 17 Oktober 2019

Dibuka Bupati, Rembug Madya KTNA Sukoharjo Matangkan Persiapan PEDA Tahun 2019

SUKOHARJO- Bupati H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM membuka Rembug Madya Kelompok Kontak Tani Andalan ( KTNA ) yang dilaksanakan pada tanggal 17 - 20 Oktober 2019, dalam rangka persiapan dan mensukseskan Pekan Daerah( PEDA ) Propinsi Jawa Tengah Tahun 2019, bertempat di halaman Kantor Balai Desa Kateguhan Tawangsari, Kamis (17/10).

Dalam bimbingan dan arahan, Bupati mengapreasiasi  dan mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya membangun citra positif guna mendorong pengembangan pertanian modern di Kabupaten Sukoharjo.

"saya berharap kepada peserta EXPO dan Rembug Madya ini untuk selalu kreatif dan inovatif, agar mampu menghasilkan produk produk yang memiliki daya saing tinggi, dan diharapkan KTNA dapat membuka peluang pasar untuk mensukseskan produk produk pertanian," harap Bupati.

Sukirno, SE, Ketua panitia Rembug madya dan expo KTNA dalam laporannya menyampaikan bahwa Rembug Madya KTNA Sukoharjo 2019 diikuti oleh peserta dari unsur pengurus KTNA tingkat Kecamatan se Kabupaten Sukoharjo, Dinas pertanian dan perikanan Kabupaten Sukoharjo dan UMKM.

"Rembug Madya KTNA Kabupaten Sukoharjo Tahun 2019 ini bertujuan untuk mematangkan persiapan Pekan Daerah (PEDA) KTNA Tingkat Propinsi Jawa Tengah 2019 serta untuk memperkuat kelembagaan tani serta sarana peningkatan hasil produksi pertanian dan perikanan, perkebunan di Kabupaten Sukoharjo dan memberikan media para petani nelayan untuk berexpresi sekaligus mempererat tali persaudaraan," ungkapnya.

Turut hadir pimpinan DPRD, Kepala Dinas Pertanian dan perikanan, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan, para camat, lurah serta para pengurus KTNA. Acara diakhiri peninjauan stan pameran yang berjumlah 33 stan.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

Dibuka Bupati, Rembug Madya KTNA Sukoharjo Matangkan Persiapan PEDA Tahun 2019

SUKOHARJO- Bupati H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM membuka Rembug Madya Kelompok Kontak Tani Andalan ( KTNA ) yang dilaksanakan pada tanggal 17 - 20 Oktober 2019, dalam rangka persiapan dan mensukseskan Pekan Daerah ( PEDA ) Propinsi Jawa Tengah Tahun 2019, bertempat di halaman Kantor Balai Desa Kateguhan Tawangsari, Kamis (17/10).

Dalam bimbingan dan arahan, Bupati mengapreasiasi  dan mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya membangun citra positif guna mendorong pengembangan pertanian modern di Kabupaten Sukoharjo.

"saya berharap kepada peserta EXPO dan Rembug Madya ini untuk selalu kreatif dan inovatif, agar mampu menghasilkan produk produk yang memiliki daya saing tinggi, dan diharapkan KTNA dapat membuka peluang pasar untuk mensukseskan produk produk pertanian," harap Bupati.

Sukirno, SE, Ketua panitia kegiatan Rembug madya dan expo KTNA dalam laporannya menyampaikan bahwa Rembug Madya KTNA Sukoharjo 2019 diikuti oleh peserta dari unsur pengurus KTNA tingkat Kecamatan se Kabupaten Sukoharjo, Dinas pertanian dan perikanan Kabupaten Sukoharjo dan UMKM.

"Rembug Madya KTNA Kabupaten Sukoharjo Tahun 2019 ini bertujuan untuk mematangkan persiapan Pekan Daerah (PEDA) KTNA Tingkat Propinsi Jawa Tengah 2019 serta untuk memperkuat kelembagaan tani serta sarana peningkatan hasil produksi pertanian dan perikanan, perkebunan di Kabupaten Sukoharjo dan memberikan media para petani nelayan untuk berexpresi sekaligus mempererat tali persaudaraan," ungkapnya.

Turut hadir pimpinan DPRD, Kepala Dinas Pertanian dan perikanan, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan, para camat, lurah serta para pengurus KTNA.

Acara diakhiri peninjauan stan pameran yang berjumlah 33 stan oleh Bupati dan jajarannya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

Rabu, 16 Oktober 2019

Ibu Etik Suryani dan Bapak Wardoyo Wijaya Tanam Padi Di Hamparan Sawah Sapen

SUKOHARJO –  Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM beserta Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Etik Suryani, SE, MM melaksanakan penanaman padi di hamparan sawah Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Rabu (16/10). Selain itu, Bupati membagikan alat mesin pertanian untuk petani.

Bupati menyampaikan, selama ini Kabupaten Sukoharjo dikenal sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah (Jateng). Hal itu terbukti di tahun 2018 lalu dimana Sukoharjo mampu surplus beras sebanyak 135.723 ton. Surplus beras tersebut meningkat 388 ton dibandingkan tahun 2017. Dikatakan Bupati, surplus beras tersebut bisa dicapai karena berbagai inovasi yang dilakukan khususnya pengembangan pertanian modern.

"Selama ini, bantuan pemerintah untuk petani sudah sangat banyak dan beragam. Baik itu berupa benih, subsidi pupuk, alat mesin pertanian, pembangunan jaringan irigasi dan pengembangan sumber air," jelas Bupati.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Ir. Netty Harjianti mengatakan luas lahan pertanian di Kabupaten Sukoharjo tercatat 20.460 hektar. Dari jumlah tersebut, terdiri dari sawah irigasi teknis 14.469 hektar, sawah irigasi setengah teknis 2.241 hektar, irigasi sederhana 1.874 hektar, dan sawah tadah hujan 1.876 hektar. Dari 14.469 sawah irigasi teknis, 73% diantaranya bergantung pada aliran air dari Dam Colo dan 27% dari irigasi provinsi maupun kabupaten. Untuk itu, petani yang tidak memiliki sumber air lainnya, otomatis tidak bisa menanam padi saat Dam Colo ditutup.

"Untuk itu, selama Dam Colo ditutup, petani yang ingin menanam padi dituntut untuk menggali potensi sumber air lain dan salah satunya menggunakan pompa air," jelasnya.

Dikatakan Netty, tanam padi di bulan Oktober seperti yang dilakukan Gapoktan Sri Makmur Desa Sapen sebagai bukti jika petani bisa melakukan tanam padi meski Dam Colo ditutup. Hal itu terjadi karena petani mencari sumber air lain dengan membuat sumur bor dan menggunakan pompa air untuk mengairi lahan pertanian. Menurutnya, apa yang dilakukan Gapoktan Sri Makmur tersebut sebagai contoh bagi petani lainnya agar cermat dalam menentukan awal tanam.

Netty juga mengatakan, hingga akhir September, kondisi pertanian di Sukoharjo tercatat seluas 11.934 hektar. Terdiri dari tanaman padi seluas 10.914 hektar, palawija 711 hektar, hortikultura 148 hektar, dan perkebunan 167 hektar. Untuk bulan Oktober ini, ujar Netty, potensi sawah beririgasi masih terdapat lahan seluas 1.535 hektar yang bisa ditanami dengan catatan petani bisa mencari sumber air alternatif.

"Kami sudah mengajukan bantuan pengembangan sumber air ke Kementerian Pertanian, namun karena keterbatasan anggaran, belum semua kebutuhan terpenuhi," ujarnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Murhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

 

Senin, 07 Oktober 2019

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sukoharjo Gelar Rakor PPID

SUKOHARJO – Asisten Administrasi Umum Eko Adji Arianto, SH., MM membuka rapat koordinasi (Rakor) Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), yang bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Senin (7/10).

Mengawali sambutannya sekaligus membuka secara resmi Rakor PPID tersebut, Asisten III mewakili Sekretaris Kabupaten (Sekda) Drs, Agus Santosa menyampaikan dalam upaya meningkatkan peran aktif, kapasitas dan kapabilitas keberadaan PPID, lebih khusus terkait pengelolaan dokumen negara di lingkup Pemkab Sukoharjo, sangat penting untuk dilakukan komunikasi dan koordinasi publik. Hal ini dimaksudkan agar tugas-tugas pemerintah, baik dari segi pembangunan dan kemasyarakatan dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat umum yang menjadi sasaran pelayanan.

Tampak Sekretaris Diskominfo Sukoharjo, Suyamto ST.,M.Kom memberikan materi dengan judul Implementasi dan Fenomena Penerapan UU 14/2008 tentang KIP pada Badan Publik dan Kepala Bidang Sistem Informasi Ade Kristiawan ST. M.ENG serta Kepla Bidang Persandian dan Kepala Bidang Persandian dan Statistik Muhammad Ngadenan S.Sos.,saat memberikan materi kepada peserta rakor PPID.

Lebih lanjutnya dikatakan, sesuai Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tertang keterbukaan informasi publik yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 35 Tahun 2010 tentang pedoman pengelolaan informasi di lingkungan Kementerian dan Pemda.

Menurut Suyamto ST., M.Kom, kebutuhan dan keterbukaan informasi sangat penting dalam sistem pemerintahan. Dengan demikian, diperlukan adanya pengelolaan informasi yang baik dan terformat sehingga menjadi pedoman layanan publik, baik melalui layanan langsung maupun melalui media telepon, email ataupun website.

"harus menjadi catatan kepada pejabat pengelola informasi bahwa, dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan merupakan suatu sistem kerja yang harus saling terkoordinasi, terinformasi, terkoneksi, terintegrasi, terpadu dan terdokumentasi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid)  Kepala Bidang Sistem Informasi Ade Kristiawan ST. M.ENG menyampaikan, PPID akan berjalan baik jika ada hubungan timbal balik antara masyarakat dengan perangkat daerah.

Hadir dalam kegiatan ini, seluruh perangkat daerah dan sekretaris camat dan sekretaris desa yang tersebar di Kabupaten Sukoharjo

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs.Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum.(Tj)

Rabu, 02 Oktober 2019

Upacara Pencanangan TMMD di Sukoharjo, Wakil Bupati H. Purwadi Sebagai Inspektur Upacara

SUKOHARJO- Upacara Pembukaan Pencanangan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III Kabupaten Sukoharjo Tahun 2019 di lakukan di lapangan Desa Serut Kecamatan Nguter, bertindak sebagai pembina upacara Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE., MM, Rabu (2/10). Turut hadir Jajaran Forkopimda, Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani SE., MM beserta ketua OPD terkait.

TMMD Sengkuyung III digelar mulai 2 sampai dengan tanggal 31 Oktober. Program rabat beton masih jadi andalan dalam TMMD Sengkuyung III ini dimana pembangunan rabat beton dilakukan di Dukuh Banaran RT 1/2 dengan panjang 620 meter dan lebar 2,3 meter.

Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi membacakan sambutan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan, TMMD adalah salah suatu program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah. Dengan harapan, kesejahteraan masyarakat di daerah juga meningkat. Selain sasaran pokoknya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, TMMD juga bertujuan sebagai upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

"TMMD dapat terlaksana dengan baik apabila ada gotong royonh dan kerja sama yang saling mendukung daru semua unsur yang terlibat, baik TNI, Polri, Pemda dan masyarakat," ujar Wabup H. Purwadi.

Dikatakan Hartono, ada dua program utama yang akan dikerjakan selama TMMD Sengkuyung III, yakni program fisik dan program nonfisik. Untuk fisik, selain rabat beton adalah pembangunan talud jalan di Dukuh Kepuh Dampit RT 1/5 dengan panjang 254 meter, pembangunan talud jalan di Dukuh Banaran RT 2/1 pajang 70 meter, dan pembangunan talud jalan di Dukuh Banaran RT 2/1 panjang 70 meter. Selain itu, ada sasaran tambahan berupa pembangunan RTLH 1 unit dan pemasangan meteran listrik sebanyak lima unit.

Untuk sasaran nonfisik, ujar Hartono, berupa penyuluhan dan pelayanan dibidang Wasbang Bela Negara, penyuluhan Kamtibmas, serta sosialisasi pembangunan Kabupaten Sukoharjo. Selain itu, juga bakti sosial pengobatan massal, nonton bareng film TNI, dan juga perekaman data e-KTP oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Sumber dana TMMD Sengkuyung Tahap III sendiri berasal dari APBD provinsi sebesar Rp 225 juta, APBD Sukoharjo Rp 150 juta, serta CSR Rp 22,5 juta.

"Manfaat program TMMD adalah terwujudnya peningkatan pembangunan pedesaan dan kesejahteraan, peningkatan cinta tanah air dan bela negara, peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara, dan terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain itu, juga terwujudnya peningkatan keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan," jelas Perwira Pelaksana TMMD Sengkuyung III, Kapten Czi Hartono.,

Demikian informasi yang disampaikan Kabag humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Virus-free. www.avast.com