Senin, 12 November 2018

PD BPR BKK GROGOL PERINGATI HUT MERGER KE-6

SUKOHARJO - PD BPR BKK GROGOL sebagai BPR dan BUMD milik Kabupaten Sukoharjo dan Provinsi Jawa Tengah adalah Lembaga Jasa Keuangan yang berasal dari Badan Kredit Kecamatan (BKK) yang berhasil meningkatkan status menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) serta telah bergabung (Merger) pada 12 Nopember 2012.

Bertempat di Gedung Pusat Promosi dan Potensi Daerah ( GPPD) Graha Wijaya Kabupatèn Sukoharjo PD. BPR Grogol peringati HUT Merger ke-6 di tahun 2018 serta dilaksanakan pula pengundian Tamades ,  Senin (12/11).

Turut hadir Wakil Bupati H. Purwadi, SE.,MM, Ka.Biro Perekonomian Provinsi Jateng Drs. Budiyanto Ep, M.Si, Direktur utama PD. BPR BKK Grogol Drs. Amin Sulistyo, MM, Ka. Kantor OJK Solo Dinavia Tri Riandari, Kepala OPD terkait serta dari kalangan Perbankan dan perwakilan nasabah.

Menurut laporan ketua penyelenggara Direktur utama PD. BPR BKK Grogol Drs. Amin Sulistyo, MM mengatakan Maksud dan tujuan penyelenggaraan Undian Tamades dan HUT Merger PD BPR BKK GROGOL Tahun 2018 adalah  sebagai bentuk penghargaan kepada nasabah.

" setiap tahun dilakukan Undian Tamades, yang pada tahun 2018 ini yaitu berupa Hadiah Utama: 1 unit SPM Honda Vario, Hadiah Pertama: 3 unit SPM Honda Beat, Hadiah Doorprize: 4 unit TV LED, 4 unit Lemari ES, 8 unit Sepeda Gunung, 8 unit Kompor Gas, Serta Souvenir, doorprize undangan, doorprize hadir, dari para sponsor," jelasnya.

Wakil Bupati, H. Purwadi SH.,MH mengatakan PD.BPR BKK Grogol merupakan milik kita bersama, eksistensi PD. BPR BKK Grogol sangat tergantung pada eksistensi kita dalam mengembangkan dan mendukung perkembangannya.

"Atas nama Pemkab Sukoharjo, saya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada jajaran PD BPR BKK Grogol yang telah banyak berperan membangun dan memajukan Sukoharjo, melalui sector Perbankan dengan menghimpun maupun menyalurkan dana mastarakat,"ungkap Wabup.

Sementara itu Ka Biro Perekonomian Prov Jateng, Drs Budiyanto Eko Purwono MSi mengatakan, dalam menghadapi merger BPR-BKK, Pemprov Jateng mempunyai tugas  menguatkan yang lemah, yakni mendorong yang kuat untuk membantu yang lemah," kata Budiyanto. Pihaknya berharap dengan dilakukannya merger BPR-BKK Jateng akan semakin kuat dalam memberdayakan masyarakat," tambahnya.

Kepala kantor OJK Solo Dinavia Tri Riandari mengharapkan adanya sinergi pertumbuhan yang lebih baik dan adanya inovasi produk sesuai tuntutan zaman.

Selanjutnya diacara akhir dilaksanakan Undian Tamades PD BPR BKK GROGOL Tahun 2018 dan dilaksanakan secara terbuka dihadapan Notaris serta dihadiri oleh para saksi dari instansi terkait, yaitu Dinas Sosial dan Kepolisian.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

 

 

 


PEMKAB SUKOHARJO SELENGGARAKAN UPACARA SEBAGAI PUNCAK PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE-54 TAHUN 2018

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke 54 Tahun 2018 Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan berbagai lomba berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Tema HKN kali ini adalah Aku Cinta Sehat dengan sub tema Ayo Hidup Sehat, Mulai dari Kita. Sebagai puncak peringatan dilaksanakan Upacara di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo Senin pagi (12/11). Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, MM bertindak sebagai Pembina Upacara, dengan peserta terdiri dari unsur PNS dan Darma Wanita dari Dinas Kesehatan dan RSUD Kabupaten Sukoharjo, Perwakilan RS se-Kabupaten Sukoharjo, Perwakilan dari Institusi Pendidikan Kesehatan di Kabupaten Sukoharjo. Tamu undangan dari Forkopimda dan Kepala OPD se-kabupaten Sukoharjo.

Dilaporkan plt. Kepala Dinkes, dr. Yunia Wahdiyati bahwa rangkaian kegiatan dalam peringatan HKN ke-54 di Sukoharjo diantaranya lomba-lomba Program (lomba senam peregangan, lomba desa siaga berPHBS, lomba film Germas, lomba posbindu, penilaian kinerja puskesmas dan lomba nakes teladan), Kampanye Cara Cuci Tangan Pakai Sabun dan bersih-bersih pasar. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian komitmen dan aksi nyata semua komponen untuk kesehatan Indonesia. Memprioritaskan promotif-preventif tanpa mengabaikan kuratif-rehabilitatif dengan semakin menggalakkan dan melembagakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

Dalam sambutan Menteri Kesehatan yang dibacakan Pembina upacara disebutkan bahwa komponen dalam pencegahan penyakit adalah perilaku, kualitas lingkungan, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan. Perilaku sebagai komponen terpenting yang dibudayakan dalam masyarakat adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang dimulai dari keluarga sendiri. Jadi slogan Ayo Hidup Sehat yang kita gaungkan, dilaksanakan "mulai dari kita" yang nantinya akan dapat mengubah wajah kesehatan Indonesia apabila dilakukan serentak oleh seluruh komponen bangsa.

Pada kesempatan ini dilaksanakan juga penyerahan hadiah dan penghargaan dari berbagai lomba–lomba program dan penyerahan sertifikat akreditasi puskesmas. Diantaranya penghargaan untuk predikat dokter umum teladan diraih dr.Zukhrufa Delima Majid dari Pusk Sukoharjo, dokter gigi teladan diraih drg. Rahma Diah Mahyastuti dari Pusk Bendosari dan predikat perawat teladan diraih Yusnanda Arintowati, S.Kep dari Pusk Grogol.

Demikian penjelasan dari Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (yk)

Sabtu, 10 November 2018

Wabup Sukoharjo Sampaikan Pesan Mensos Peringati Hari Pahlawan

SUKOHARJO - Peringatan Hari Pahlawan bertujuan untuk mengenang peristiwa pertempuran di Surabaya pada 73 tahun silam, yang merupakan perang fisik pertama setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaaanya. Sebagai tanda momentum memperingati Hari Pahlawan, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar upacaradi halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Sabtu (10/11).

Dengan tema "Semangat Pahlawan Di Dadaku", upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2018 tingkat Kabupaten Sukoharjo dipimpin Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi, SE., MM.

Dalam amanatnya, Wabup membacakan amanat tertulis Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018.

"Di bulan November, ingatan kita akan tertuju pada keberanian, semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Upacara pengibaran bendera merah putih serta mengheningkan cipta selama 60 detik ini bertujuan untuk memperkuat nilai nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara dihati sanubari bangsa Indonesia,"jelas Wabup membacakan amanat Mensos.

Selain itu ditambahkan, melalui momentum peringatan hari pahlawan harus bisa melahirkan ide dan gagasan mentraformasikan semangat pahlawan  menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan,  saya mengajak marilah kita berbuat yang terbaik bagi bangsa ini berkontribusidan dapat memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara.,"tambah Wabup.

Menutup amanat Menteri Sosial RI, mengajak untuk mekobarkan terus semangat pahlawan di dada, torehkan prestasi yang membawa harum nama bangsa dan negara. Jaga persatuan kesatuan semoga semangat pahlawan senantiasa mewarnai setiap langkah kita," akhir sambutan Wabup.

Upacara berakhir pukul 09.00 wib dan berlangsung dengan khidmat, selanjutnya Wabup bersama pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melanjutkan ziarah ke Makam Pahlawan Yudho Swargoloyo di desa Bakalan, Polokarto.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Wabup Sukoharjo Sampaikan Pean Mensos Peringati Hari Pahlawan

I9SUKOHARJO - Peringatan Hari Pahlawan bertujuan untuk mengenang peristiwa pertempuran di Surabaya pada 73 tahun silam, yang merupakan perang fisik pertama setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaaanya. Sebagai tanda momentum memperingati Hari Pahlawan, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar upacaradi halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Sabtu (10/11).

Dengan tema "Semangat Pahlawan Di Dadaku", upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2018 tingkat Kabupaten Sukoharjo dipimpin Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi, SE., MM.

Dalam amanatnya, Wabup membacakan amanat tertulis Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018.

"Di bulan November, ingatan kita akan tertuju pada keberanian, semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Upacara pengibaran bendera merah putih serta mengheningkan cipta selama 60 detik ini bertujuan untuk memperkuat nilai nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara dihati sanubari bangsa Indonesia,"jelas Wabup membacakan amanat Mensos.

Selain itu ditambahkan, melalui momentum peringatan hari pahlawan harus bisa melahirkan ide dan gagasan mentraformasikan semangat pahlawan  menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan,  saya mengajak marilah kita berbuat yang terbaik bagi bangsa ini berkontribusidan dapat memberikan kekuatan dan ketahanan bagi bangsa dan negara.,"tambah Wabup.

Menutup amanat Menteri Sosial RI, mengajak untuk mekobarkan terus semangat pahlawan di dada, torehkan prestasi yang membawa harum nama bangsa dan negara. Jaga persatuan kesatuan semoga semangat pahlawan senantiasa mewarnai setiap langkah kita," akhir sambutan Wabup.

Upacara berakhir pukul 09.00 wib dan berlangsung dengan khidmat, selanjutnya Wabup bersama pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melanjutkan ziarah ke Makam Pahlawan Yudho Swargoloyo di desa Bakalan, Polokarto.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

.

Jumat, 09 November 2018

Menko PMK Puan Maharani Tebar Bantuan untuk Warga Sukoharjo

SUKOHARJO- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani membagikan berbagai bantuan kepada masyarakat Kabupaten Sukoharjo dalam acara silaturahmi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ibu Puan Maharani dan Penyerahan KIP kepada Siswa, SK TPG bagi Guru, Bantuan Sarana Prasarana Pendidikan, Bantuan PKH, Bantuan Bibit, PMT Balitadan Makanan Ibu Hamil serta Penguatan Nilai- Nilai Gerakan Nasional Revolusi Mental, bertempat di Pendopo Graha Satya Praja(GSP), Jumat (9/11).

Menko PMK Puan Maharani didampingi Bupati Sukoharjo tampak menyerahkan bantuan secara simbolis sejumlah program untuk masyarakat Sukoharjo. Pertama Diserahkan bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kedua program Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk siswa tidak mampu. Total siswa yang mendapatkan KIP tahun 2018 ini sebanyak 19.121 siswa dengan total anggaran Rp7,868.700.000 miliar. Ketiga, Puan Maharani juga menyerahkan bantuan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dengan total Rp18,887 miliar,  keempat, Program Keluarga Harapan (PKH) Rp6,2 miliar, dan kelima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan total 500 kg, serta keenam diserahkan bantuan 1.500 bibit tanaman, terdiri dari tanaman jeruk, mangga dan rambutan.

"Saya sudah sering datang ke Sukoharjo. Kalau ada kegiatan di Jawa Tengah, pasti saya sempatkan berkunjung ke Sukoharjo. Entah itu meresmikan pembangunan pasar, rumah sakit, hingga memberikan bantuan," terang Menko PMK Puan Maharani.

Menko PMK Puan pun lantas mengaku jika sudah masuk ke Sukoharjo dirinya tidak lagi dipanggil Bu Menko, tapi dipanggil Mbak Puan. Menurutnya, panggilan Bu Menko hanya saat dirinya berada di Jakarta. Tapi, begitu ke daerah khususnya ke Sukoharjo, pasti dirinya dipanggil Mbak Puan.

Saat 10 tahun lalu datang ke Sukoharjo, ujar Puan, kondisi Sukoharjo belum seperti saat ini. Menurutnya, dalam 10 tahun ini sudah banyak pembangunan yang dilakukan Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH, Puan mencontohkan jika salah satu pembangunan yang dilakukan Bupati adalah membangun pasar tradisional. Dari pasar yang jelek, bau dan kumuh, saat ini sudah dibangun menjadi pasar yang bagus, bersih dan tidak ba lagi.

"Setelah dibangun bagus, jangan lantas harga barangnya jadi mahal. Barang yang dijual tetap harus berkualitas dan segar," pesannya.

Soal program KIP sendiri, Puan mengaku diberikan satu tahun sekali menjelang atau sesudah kenaikan kelas. Penerima KIP sendiri, untuk siswa SD mendapat Rp450 ribu per tahun, siswa SMP Rp750 ribu per tahun dan siswa SMA Rp1 juta per tahun. Bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah siswa penerima. Bantuan tidak boleh digunakan untuk kepentingan lainnya. Dalam kesempatan itu, Puan juga menyempatkan diri berdialog dengan perwakilan penerima bantuan PKH dan guru penerima TPG.

Sedangkan Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH dalam sambutan selamat datangnya menyampaikan, kedatangan Menko PMK Puan Maharani ke Sukoharjo khusus untuk menyerahkan sejumlah bantuan untuk masyarakat Sukoharjo. Bupati berharap bantuan yang diberikan oleh Puan Maharani tersebut dapat bermanfaat dan menjadikan warga Sukoharjo semakin sejahtera.

"Selain penyerahan bantuan, sekaligus sosialisasi gerakan nasional revolusi mental yang bertujuan menbangun jiwa yang merdeka, mengubah cara pandang, sikap dan berperilaku agar berorientasi kemajuan dan hal-hal modern agar Indobesia mampu bersaing dengan bangsa lain di dunia," ujarnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo .(Tj)

Kamis, 08 November 2018

IBU ETIK WARDOYO BUKA ACARA SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP ANAK TAHUN 2018

Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2018, pada Kamis (8/11) pagi ini di Gedung Darma Bhakti Wijaya Kabupaten Sukoharjo. Peserta berjumlah 100 orang kader PKK di tingkat Kecamatan , Kelurahan dan Desa binaan. Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo Ibu Ir. Proboningsih Dwi Danarti selaku Ketua Panitia Penyelenggara, menyampaikan maksud diadakannya kegiatan ini adalah agar peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pencegahan penanggulangan terjadinya kekerasan terhadap anak. Berkenan hadir memberikan sambutan pengarahan sekaligus membuka kegiatan ini, Ibu Hj. Etik Suryani Wardoyo selaku Ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo.

Dalam sambutannya Ibu Hj. Etik menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada peserta karena telah menyempatkan waktu untuk mengikuti sosialisasi dan berterimakasih kepada Kantor DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo telah memfasilitasi kegiatan penting ini. Dijelaskan Ibu Etik, anak adalah anugrah yang berhak dilindungi dan didampingi dalam keadaan apapun. Kita wajib memberikan kepada anak hal yang terbaik, agar menjadi anak hebat dan cerdas. Karena tanpa disadari, banyak kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan kita sendiri.

Ada 3 faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan terhadap anak, yaitu faktor ekonomi yang tidak stabil, faktor kegagalan rumah tangga (broken home) serta faktor kurang siapnya pasangan saat menikah. Karena itu pendampingan terhadap anak yang sering kali menjadi korban harus terus dilakukan. "Anak adalah harta yang tidak ternilai, karena itu jangan sampai terjadi kekerasan terhadap anak-anak kita. Tanggung jawab terhadap anak adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya orang tua tapi juga masyarakat dan pemerintah" jelas Ibu Etik.

Materi I tentang Pecegahan Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan disampaikan oleh Kabid Perlindungan Anak DPPKB3A Kab. Sukoharjo, Sunarto, SH, MH dan materi II tentang  Perlindungan Anak dari Bahaya Kekerasan Anak, Kenakalan Remaja, Rokok, Pergaulan Bebas, Narkoba dan Bulying disampaikan oleh Penyuluh Granat Solo Raya dari BNK Sukoharjo, Agus Widanarko, SE, M.Si, MH.

Harapannya, dengan sosilisasi ini peserta dapat membagiakan ilmunya kepada masyarakat luas, sehingga dapat mengurangi / menghindarkan segala bentuk gangguan / ancaman kekerasan yang menimpa anak. Dengan demikian, hak anak bebas dari ancaman, hak anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai bakat dan kemampuannya, dapat terpenuhi.

Demikian informasi dari Kabag Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Yk)

Sosialisasi Pengembangan Budaya Kerja ASN di Sukoharjo

SUKOHARJO- Sosialisasi penerapan pengembangan budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo  diikuti sebanyak 77 orang peserta ASN dilingkungan Pemkab Sukoharjo, kegiatan dilaksanakan di aula pertemuan RM.Ayam Goreng Mulyani Sukoharjo, Kamis (8/11). Turut hadir sebagai narasumber Ir.Dyah Lukisari M.Si Kepala Biro Organisasi Sekda Provinsi Jawa Tengah dengan judul materi budaya kerja organisasi dan Kasubag Reformasi Bitokrasi pada Biro Organisasi Provinsi Jateng Wiwit Setiawati S.Sos.,M.Si.
Kegiatan tersebut dibuka Asisten Administrasi Umum  Sekda Kabupaten Sukoharjo Eko Adji Arianto SH., MM mewakil Sekda yang berhalangan hadir.
Asisten Administrasi Umum Pemkab Sukoharjo ketika membacakan sambutan Sekda mengatakan,  Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berkomitmen akan nilai nilai budaya kerja di lingkungan Pemkab  yang telah dirumuskan yaitu profesional, disiplin, integritas, iklas dan komitmen. Nilai nilai tersebut dipercaya akan membawa organisasi mencapai visi dan menuntaskan misinya. Nilai nilai tersebut berskar pada apa yang sesunguhnya berlaku dalam organisasi dari hari ke hari untuk menjadi lebih baik," tuturnya.
Pesan Sekda '" melalui penyelenggaraan sosialisasi ini, saya harapkan agar seluruh jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sukoharjo dapat memahami materi yang disampaikan, sehingga mampu mengimplementasikan di masing masing Perangkat Daerah serta sosialisasi budaya kerja dapat ditindaklanjuti ke tahapan selanjutnya pada tahun mendatang yaitu sampai dengan implementasi, monitoring dan evaluasinya," harap Sekda seperti yang disampaikan Asisten Administrasi Umum.
 Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jateng mengatakan sosialisasi penerapan pengembangan budaya kinerja dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman tentang budaya kerja, sikap, prilaku yang seharusnya dimiliki oleh Aparatur Sipil Negara yang dapat mendukung terwujudnya sasaran Reformasi Birokrasi yaitu Efektif, dan Efisien serta meningkatnya akuntabilitas kinerja dan pelayanan publik yang berkualitas sampai kepada tahap pengawalan implementasinya.
Sedangkan Kasubag Reformasi Birokrasi menyampaikan materi Pengembangan Budaya Kerja Pemerintah Daerah, lebih lanjut dikatakan tujuannya penerapan pengembangan budaya kerja, untuk mendorong perubahan Mindset dan Culture Set Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka mewujudkan ASN yang profesional, Adaftif, Berkinerja Tinggi, Berdedikasi, Inovatif, Disiplin dan Penuh Tanggung Jawab" ujarnya.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)