Rabu, 01 Agustus 2018

BUPATI SUKOHARJO PIMPIN UPACARA PENGAMBILAN SUMPAH JANJI 146 PNS

SUKOHARJO- Sebagaimana diamanatkan dan ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor  11 Tahun 2017 Tentang Managemen Pegawai Negeri Sipil Pasal 39 ayat 1 yang berbunyi "Setiap Calon Pegawai Negeri Sipil saat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil wajib mengucapkan sumpah/janji.
Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sukoharjo telah melaksanakan kegiatan Sumpah/Janji PNS dan penyerahan keputusan pengangkatan.

Adapun kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu (1/8) bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo. Sumpah/janji PNS diambil langsung oleh Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dihadapan rohaniawan dan dua orang saksi kepada 146 orang PNS yang terdiri dari 126 dari bidan PTT Dinas Kesehatan dan 18 orang dari penyuluh pertanian formasi THL-TB serta 2 orang PNS karena belum diambil sumpah PNS.

Hadir pada acara tersebut antara lain Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda , Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan serta dari Dinas Kesehatan. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan penyerahan petikan Surat Keputusan Pengangkatan PNS secara simbolis dan dilanjutkan prosesi pengambilan sumpah/janji PNS oleh Bupati Sukoharjo serta penandatanganan berita acara sumpah/janji PNS secara simbolis.

Bupati berharap kepada para PNS yang baru menerima Keputusan Pengangkatan PNS dan mengangkat sumpah/janji hendaknya selalu merenungi dan meresapi arti maknanya.

" ada 4 hal yang saya minta kepada saudara, antara lain satu melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan dengan penuh pengabdian, loyal, disiplin bertanggung jawab, kedua memberikan pelayanan dengan sebaik baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya, ketiga bekerja dengan disiplin, jujur, tertib, cermat dan bersemangat dan peka terhadap lingkungan sekitar serta selalu mengembangkan pola pikir yang kreatif dan inovatif," pinta Bupati.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)


Pemkab Gelar Sosialisasi Peraturan Tentang Desa

SUKOHARJO - Asisten Tiga Setda Eko Adji Arianto SH.,MM membuka Sosialisasi Perundang-undangan Tentang Desa Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018 bertempat di Pendopo Graha Satya Prja (GSP) Pemkab Sukoharjo, Selasa (31/7).

Dalam sambutannya Asisten Tiga mengatakan, Pemerintah Desa wajib menaati semua peraturan tentang desa sebagai bagian dalam pelaksanaan tugas. Mereka jelas dilarang melakukan apa yang tidak sesuai dengan aturan. Apabila tidak maka sanksi sudah jelas akan diberikan kepada pelaku pelanggaran.

Turunnya Undang Undang Desa membuat pemerintah daerah termasuk Pemkab Sukoharjo membuat aturan turunannya seperti Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup). Aturan tersebut sudah selesai dibuat dan tinggal dijalankan saja.

Dalam sosialisasi ini diharapkan Pemerintah Desa diminta segera melakukan persiapan pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengingat masa jabatan akan habis semua pada September mendatang. Pembentukan BPD baru penting dilakukan karena salah satunya akan menjalankan tugas menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) massal di 126 desa Desember mendatang.

Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Sukoharjo Setyo Aji Nugroho mengatakan Pemdes Pemkab Sukoharjo melakukan sosialisasi sejak awal berkaitan dengan peraturan perundang undangan tentang BPD. Aturan tersebut berupa Peraturan Daerah (Raperda) Nomor 15 Tahun 2017 tentang BPD dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa. Sosialisasi digelar di Pendapa Graha Satya Praja (GSP) Setda Sukoharjo Selasa (31/07/2018).

Kedua aturan tersebut harus sejak dini dipahami Pemerintah Desa khususnya para Kepala Desa sebagai pedoman pembentukan BPD. Di Sukoharjo masa jabatan BPD di 150 desa akan habis serentak pada September mendatang. Pembentukan bersama BPD akan dilaksanakan secara serentak sebagai bagian dari pelaksanaan pemerintahan. Selain itu juga persiapan penyelenggaraan Pilkades massal di 126 desa pada Desember mendatang.

"Sosialisasi ini harapannya pihak desa bisa segera melakukan persiapan pembentukan BPD. Sebab BPD ini sangat penting sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan desa salah satu tugasnya terdekat yakni menyelenggarakan Pilkades massal di 126 desa Desember mendatang," ujar Setyo Aji  Nugroho.

Aji menjelaskan, BPD adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotannya merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis. Pembentukan berupa pengisian BPD dilaksanakan oleh panitia ditetapkan dengan keputusan kepala desa, jumlah panitia paling banyak 11 orang terdiri atas unsur perangkat desa paling banyak tiga orang dan unsur masyarakat paling banyak delapan orang, pemilihan calon anggota BPD paling lambat tiga bulan sebelum masa keanggotaam BPD berakhir.

Peresmian anggota BPD ditetapkan dengan keputusan bupati paling lama 30 hari sejak diterimanya laporan hasil pemilihan anggota BPD dari kepala desa. Keputusan bupati mulai berlaku sejak tanggal pengucapan sumpah dan janji anggota BPD. Masa keanggotaan BPD selama enam tahun terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah janji.

Anggota BPD dapat dipilih untuk masa keanggotaan paling banyak tiga kali secara berturut turut atau tidak secara berturut turut. Pemberhentian anggota BPD karena meninggal dunia, mengundurkan diri dan diberhentikan.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Selasa, 31 Juli 2018

WAKIL BUPATI SUKOHARJO HADIRI PENGAJIAN AKBAR TAHUNAN MAJLIS AL HIDAYAH

SUKOHARJO- Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi, SE.,MM beserta rombongan Muspida dan Muspika Kecamatan Grogol menghadiri pengajian Akbar Tahunan Majlis Al- Hidayah bersama Habib jamal Assegaf, Habib Syech assegaf, Buya Soni serta para habaib dan Kyai, Senin (30/7). Ribuan jemaah hanyut dalam gema sholawat kali ini.

Wakil Bupati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukoharjo khususnya jamaah Majlis Al-Hidayah untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta ukhuwah Islamiyah, agar terwujud suasana yang aman, damai dan kondusif khususnya diwilayah Kabupaten Sukoharjo pada khususnya.

"harapan saya, semoga kebersamaan dan sinergitas terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga syiar Islam di Kabupaten Sukoharjo terus dapat terpancar," ungkap Wakil Bupati.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Senin, 30 Juli 2018

KETUA TP PKK KABUPATEN SUKOHARJO BERIKAN MOTIVASI UNTUK ANGGOTA PASKIBRAKA KABUPATEN SUKOHARJO 2018

Anggota Paskibraka Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 Kabupaten Sukoharjo tahun 2018 berjumlah 76 orang yang disaring dari 600 peserta seleksi awal, hal ini seperti diungkapkan Bapak Gunawan Wibisono, S.Sos selaku Ketua Seksi Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73. Seleksi dilakukan dengan ketat agar mendapatkan anggota pasukan terbaik sebagai pengibar bendera saat upacara Detik-detik Proklamasi tanggal 17 Agustus besok.

Bertempat di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah Graha Wijaya Sukoharjo, Senin pagi tanggal 30 Juli 2018 diberikan motivasi bagi anggota Paskibraka Sukoharjo oleh Bunda Etik Suryani Wardoyo Wijaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo dan Ibu Dra. Biyarni, Msi, CH.CHT dari Alfa Trainning Center Surakarta. Motivasi diberikan untuk mempertebal rasa persatuan dan kesatuan serta menanamkan rasa cinta tanah air bagi generasi penerus khususnya anggota Paskibrakab Sukoharjo. Hadir dalam acara itu Ketua Persib Candra Kirana, Wakil Ketua Bhayangkari Sukoharjo dan Ketua DWP Kabupaten Sukoharjo serta orang tua wali dari Anggota Paskibrakab.

Dalam pembekalan mentalnya, Bunda Etik menekankan pentingnya menjaga semangat yang positif dalam diri generasi muda. "Jadilah orang yang mandiri, berprestasi, berprinsip dan tidak gampang terpengaruh lingkungan" pesan Bunda Etik Wardoyo. Karena ditangan generasi muda lah bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Sukoharjo akan dipikulkan tanggungjawab besar. Generasi muda harus mempunyai semangat belajar yang tinggi, tidak mudah putus asa, menghindari narkoba, free sex dan miras.

Ibu Biyarni motivator dari ATC Surakarta menekankan pentingnya kejujuran dalam berfikir dan berperilaku. Untuk tetap hormat kepada orang tua dan guru. Menjaga ibadah dan berbudi pekerti yang baik akan menghantarkan kepada kesuksesan dunia dan akhirat.

Pemberian motivasi dan pembekalan mental ini dilaksanakan untuk menghantarkan generasi muda yang tangguh dan optimis dan cinta tanah air. Demikian penjelasan singkat Kabag Humas dan Protokol Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Yk)

 


Wakil Bupati Hadiri Pembukaan Liga Airsoft Pelajar Tingkat Provinsi Jateng dan DIY Piala Dandim Sukoharjo

SUKOHARJO-  Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM menghadiri pembukaan ajang Liga Airsoft Pelajar tingkat Provinsi Jateng dan DIY Piala Dandim Sukoharjo, Minggu (29/7/2018). Kejuaraan tersebut digelar di Hartono Mall Solobaru, Sukoharjo dan dibuka langsung oleh Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Chandra Ariadi Prakosa.

Menurut Agus Imam Ketua Komite Liga Airsoft Pelajar 2018 melaporkan mengapresiasi Dandim Sukoharjo yang telah mendukung acara tersebut. Liga airsoft, ujar dia, untuk mencari generasi penerus airsoft.

"Kegiatan ini nanti tidak akan berhenti di sini namun akan berjenjang dan berkelanjutan. Liga airsoft menindaklanjuti Instruksi Menpora RI pada 2016 untuk mengembangkan olah raga airsoft," sebut dia.

Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Chandra Ariadi Prakosa, membeberkan airsoft gun diciptakan untuk memenuhi hasrat pecinta senjata untuk pengalaman menembakkan senjata yang relatif aman untuk pengguna individu. Serta pengaplikasian strategi pertempuran dalam permainan perang-perangan dalam suatu komunitas.

Pola permainan airsoft gun ini adalah simulasi militer atau kepolisian, maka peserta juga berusaha untuk berpakaian dengan gaya militer. Penggunaan replika seragam militer ini tidak bermaksud untuk meniru suatu kesatuan militer, namun lebih berkepentingan penyamaran bentuk kamuflase agar tidak mudah dilihat lawan. Aris Arianto

Berikut daftar juara liga tersebut

a. Battle 3 On 3 :

1) Tingkat SMA :

a) Juara 1 : SMA Batik 1 Surakarta.

b) Juara 2 : SMA Al Abidin Surakarta.

c) Juara 3 : SMAN 1 Tawangsari Sukoharjo.

2) Tingkat SMP :

a) Juara 1 : SMPI Al Azhar 26 Yogyakarta.

b) Juara 2 : SMPI Al Azhar 21 Sukoharjo.

c) Juara 3 : SMP Batik Surakarta.

3) Juara Putri dan quot :

a) SMA N 3 Surakarta.

b) SMA Batik 1 Surakarta.

c) SMK Penerbangan Yogyakarta.

b. Tactical Sniper :

1) Tingkat SMA :

a) SMAN 3 Surakarta.

b) SMA Muhamadiyah PK Surakarta.

c) SMAN 3 Surakarta.

2) Tingkat SMP :

a) SMPI Al Abidin Surakarta.

b) SMPI Al Abidin Surakarta.

c) SMP Batik Surakarta.

3) Juara Putri :

a) SMA Batik 1 Surakarta.

b) SMK Penerbangan Yogyakarta.

c) SMA Al Islam Surakarta.

4) Juara Umum :

a) Tingkat SMA : SMAN 1 Tawangsari.

b) Tingkat SMP : SMPI Al Abidin Surakarta.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Sabtu, 28 Juli 2018

Bupati Sukoharjo Berdendang Bareng Via Vallen

Artis dangdut Via Vallen kembali tampil menghibur ribuan masyarakat Sukoharjo. Masih dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-72 yang bekerjasama dengan Yamaha, pada kesempatan ini, Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH menyanyikan lagu "Sewu Kutho" didampingi Hj. Etik Suryani berduet bareng dengan artis dandut Ibukota Via Vallen. Ribuan "Vyanisty" yang datang dari berbagai daerah ikut memeriahkan acara peringatan harlah sukoharjo ke-72 dan launchig exhibition yamaha lexi, Sabtu (28/7).
Lagu "Konco Tresno" membuka penampilan Via Vallen yang kali ini mengenakan kostum sporty dengan kaos warna putih dan juga topi putih.
Usai lagu pertama tersebut, Via lantas menyapa para penggemarnya yang disebut "Vyanisty". Satu persatu poster "Vyanisty" yang dibawa penonton dari berbagai daerah di Solo Raya dibaca oleh Via Vallen. Bahkan, ada juga "Vyanisty" dari Pacitan, Ngawi Jawa Timur.
"Hallo Sukoharjo. Sudah lama ya tidak ketemu. Halo Vyanisty, apa kabar," ujar Via menyapa penggemarnya.
Dalam penampilan kedua di Sukoharjo ini, Via Vallen menyanyikan enam lagu. Lagu kedua sendiri adalah "Pikir Keri". Disusul lagu "Lagi Syantik" dan "Loro Ati". Usai lagu tersebut, Via pun menutup penampilannya di Alun-Alun Sukoharjo dengan lagu yang mengantarnya ke puncak ketenaran, yakni lagu "Sayang". Sebelum turun panggung, Via menyempatkan diri foto "selfie" menggunakan handphone penonton. Penampilan Via Vallen selama sekitar 45 menit tersebut . Via sendiri pernah tampil di tempat yang sama tahun lalu dalam event serupa, Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-71 lalu.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum(Tj)

Kamis, 26 Juli 2018

Menteri Koperasi dan UKM RI Membuka Sarasehan Nasional Perkoperasian di Sukoharjo

Dalam rangka rangkaian peringatan kegiatan Hari Koperasi ke-71 Tingkat Kabupaten Sukoharjo diadakan Sarasehan Nasional Perkoperasian Menteri Koperasi Dan UKM dan Bupati Sukoharjo dengan Gerakan Koperasi se-Kabupaten Sukoharjo, bertempat di Hotel Best Western Solo Baru Sukoharjo, Kamis (26/7).

Turut hadir Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga bertindak sebagai keynote speaker sekaligus membuka acara, Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM. tampak hadir pula Ibu Bintang Puspayoga, , Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo selaku Pembina Koperasi Bunda Hj. Etik Suryani, SE, Forkopimda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng Dra. Ema Rahmawati, M.Hum, Kepala Bank Pengelola KUR serta narasumber pakar koperasi dari LPPM UNS Surakarta Prof. Ir Endang Siti Rahayu, MS  dengan moderator Kunto Adi, SP, MP dari LPPM UNS.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sukoharjo Sutarmo, SE., M.Pd selaku penyelenggara melaporkan kegiatan sarasehan nasional dengan Menkop UKM dan Bupati Sukoharjo ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka hari Koperasi ke-71 Kabupaten Sukoharjo dan bertujuan sebagai forum untuk menampung aspirasi dari Gerakan Koperasi dalam menciptakan iklim dan kondisi yang medorong pertumbuhan serta pemasyarakatan koperasi,"jelasnya.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan secara penuh oleh Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM, menyampaikan apresiasi serta mengucapkan selamat datang kepada Menkop UKM serta menyampaikan, dengan terbitnya SK Menkop dan UKM RI tentang pembubaran koperasi, jumlah koperasi Sukoharjo tinggal 429. Jumlah itu berkurang dari sebelumnya 804 unit koperasi karena 375 koperasi yang tidak aktif telah dibubarkan.

"kondisi perkoperasian di Kabupaten Sukoharjo secara kuantitatif terjadi penurunan, hal ini disebabkan terbitnya SK Menkop UKM RI, dari 429 koperasi yang masih aktif, memiliki anggota sebanyak 115.224 orang dan memiliki modal sendiri Rp300 miliar, omzet Rp500 miliar dan menghasilan SHU Rp24,19 miliar rupiah," jelas H.Purwadi saat membacakan sambutan tertulis Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH.

Disisi lain, untuk jumlah UMKM sendiri mencapai 18.592 unit yang terdiri dari skala mikro 12.934 unit, skala kecil 5.045, dan skala menengah 613 unit. Total aset UMKM mencapai  Rp1,24 triliun rupiah dengan omzet mencapai Rp3,4 triliun. Dikatakan H. Purwadi, selama ini pemkab Sukoharjo telah memberikan dukungan besar dalam hal pemberdayaan koperasi dan UMKM. Yang terbaru adalah memprakarsasi terbentuknya 167 koperasi baru (Program Keluarga Harapan) berbasis perempuan. Tiap-tiap koperasi mendapat bantuan berupa hibah modal kerja Rp12 juta. Nilai total bantuan mencapai Rp2,1 miliar Rupiah. Bantuan serupa berupa modal kerja koperasi juga telah digulirkan sejak 2016 dan terus berlanjut hingga disediakannya gedung baru yang cukup megah dan siap mendukung PLUT atau pusat layanan usaha terpadu Koperasi dan UMKM Mandiri di Gedung P3D atau pusat promosi potensi daerah Graha Wijaya, "jelasnya.

Bupati menegaskan seluruh Gerakan Koperasi di Kabupaten Sukoharjo, baik yang produsen, konsumen, jasa maupun simpan pinjam untuk terus bergerak menjadi usaha yang moden tanpa meninggalkan jati diri Koperasi sebagai kelompok usaha serta menjalankan nilai nilai dan prinsip Koperasi secara konsisten dan saya ingin Gerakan Koperasi mengedepankan pendidikan dan pelatihan perkoperasian berkelanjutan,"tambah Bupati dalam sambutannya.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga menjadi keynote speaker dalam Sarasehan Nasional Perkoperasian kali ini,  dengan materi "kebijakan Pemerintah Pusat Kementrian Koperasi dan UKM RI terhadap Koperasi".

Kemenkop UKM menegaskan visi Presiden Jokowi adalah pertumbuhan ekonomi harus diikuti oleh pemerataan kesejahteraan masyarakat. "Pertumbuhan tidak boleh dinikmati segelintir orang, harus memberikan pemerataan kepada masyarakat," tegasnya.

Dengan begitu, koperasi bermanfaat bagi anggota dan masyarakat, serta berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menyerap tenaga kerja, pemerataan pendapatan, dan mengurangi ketimpangan ekonomi.

"Agar reformasi total ini berjalan, ada tiga langkah yang terus kami perkuat yakni reorientasi koperasi, rehabilitasi koperasi,  dan pengembangan koperasi," jelas Menkop UKM.

"Untuk peningkatan ekonomi dan pemeratakan kesejahteraan masyarakat, salah satu solusinya adalah dengan pemberdayaan koperasi," ujar Menkop.

Saat ini, ujarnya, pemerintah tengah menggalakkan gerakan reformasi total koperasi. Ada tiga langkah yang dilakukan. Masing-masing reorientasi koperasi, rehabilitasi koperasi dan pengembangan koperasi. Reorientasi koperasi salah satunya dengan pembubaran koperasi yang tidak aktif. "Jangan asal banyak koperasi tapi tidak aktif. Saat ini orientasinya bukan lagi kuantitas, tapi kualitas koperasi," tandasnya.

Untuk rehabilitasi koperasi sendiri, pemerintah melakukan perbaikan database koperasi. Sebelumnya, data koperasi di Indonesia mencapai 200 ribu lebih. Saat ini, database koperasi mencapai 80 ribu yang sehat. Selain itu, sebanyak 75 ribu koperasi tengah dibina. Pembinaan dilakukan oleh kepala daerah baik gubernur, bupati/walikota.

"Hingga saat ini sudah sekitar 50 ribu koperasi yang dibubarkan karena tidak aktif. Yang 75 ribu itu juga bisa dibubarkan kalau tidak bisa dibina," ujarnya.

Diakhir acara Deputi kelembagaan Kemenkop UKM RI didampingi Wakil Bupati Sukoharjo dan Forkopimda menyerahkan berbagai macam jenis program strategis Kemenkop UKM RI kepada penerima KUR dari BRI, Bank mandiri, BNI, BRI Syariah dan BPD jateng masing masing 2 debitur, diserahkan pula bantuan hibah wirausaha pemula kepada Tri Joko Nugroho dari Tawangsari peternak bebek sebesar 10 juta dan Sutarno desa Kemasan Polokarto Peternak lele sebesar 11 juta , diserahkan pula Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada Muhammad Sonny Susanto Purbayan Baki Hak Merk UMKM baju muslimah "naekhansa", dari Mertan Bendosari Fery Kurniawan hak cipta batik "pos burung", serta Putut Lestya Adi dari Banaran Grogol pemegang hak cipta seni motif "ati kayu latar parang barong" , dan pembiayaan KUKM Lembaga pengelola dana bergulir (LPDB) diberikan kepada BMT Fadhilah Sentosa.  

Seperti diketahui sebelumnya, Prestasi kembali diraih dalam bidang Perkoperasian Kabupaten Sukoharjo. Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH meraih penghargaaan berupa tanda jasa dan kehormatan Bakti Koperasi Tahun 2018. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan dalam acara Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-71 di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (12/07). Dalam acara tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Demikian informasi yang diberikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)