Jumat, 23 Maret 2018

Tebar Benih Ikan di Embung Mbah Mangun, Bunda Etik Ajak Anak-Anak Makan Ikan

SUKOHARJO-Berbagai upaya dilakukan Pemkab Sukoharjo untuk menggenjot konsumsi ikan, sekaligus produksi ikan di kota dengan slogan Makmur ini. Salah satunya, melalui Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Tingkat  kebutuhan konsumsi ikan  di Kabupaten Sukoharjo 17,9 Kg/kapita/tahun naik 0,7 kg/kapita/tahun dibanding tahun lalu, dengan target Provinsi Jawa Tengah sekitar 26,5 Kg/kapita/tahun.

"kami selaku Ketua Tim Forikan Tingkat Kabupaten Sukoharjo optimis bahwa angka konsumsi ikan kita yang masih rendah ini akan dapat naik lebih tinggi dan pada saatnya nanti dapat mencapai target Provinsi sekitar 26,5 Kg/kapita/tahun dengan syarat adanya peran serta semua pihak," ungkap Ketua Forikan Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Wardoyo Wijaya saat memberikan sambutan acara penebaran benih ikan di embung mbah mangun Juron Nguter dan dilanjutkan Gemarikan pada anak usia sekolah dan masyarakat, Jum'at (23/3).

Ditambahkan Hj. Etik Wardoyo yang juga selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo mengajak para ibu-ibu untuk memperhatikan pola menu keluarga sebagai asupan yang baik dn sehat bagi anggota keluarganya untuk mewujudkan keluarga yang sehat kuat dan cerdas serta mendorong masyarakat bisa memanfaatkan lahan terbatas untuk mengembangkan usaha budidaya ikan.

,"harap Hj. Etik.

Disamping itu dijelaskan, dalam rangka percepatan peningkatan konsumsi ikan di Kabupaten Sukoharjo Forikan Kabupaten Sukoharjo mengadakan kegiatan kegiatan  melalui lomba masak ikan, pelatihan pengolahan hasil perikanan, bazaar olahan ikan, pelatihan pengolahan hasil perikanan, bazaar olahan ikan, penyuluhan Gemarikan,"jelasnya.

Untuk menggenjot produksi ikan, Jum'at (23/3), bertempat di Embung Juron desa Juron Nguter Dinas Pertanian dan Perikanan  (Dispertan) menebar  160.000 terdiri dari benih ikan nila 25.000, mujair 100.000, nilem 5.000 dan patin 30.000. Selain itu bantuan benih ikan bantuan dari anggaran APBD Provinsi Tahun 2018 sebanyak 664.440 yang akan ditebar di perairan umum waduk mulur Bendosari sebanyak 184.400 ekor, Embung Gentan Bulu 150.040 ekor, sungai menuran Baki dan 170.000 ekor,"ungkap Hj. Etik dalam sambutannya.

Penebaran ikan dipimpin Ketua Forikan ( forum peningkatan konsumsi ikan nasional) Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Wardoyo Wijaya didampingi Kabid Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah arif Rahman Hakim, S.Pi.,M.Si ,Ir. Netty Harjianti Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Galuh Agus Santosa serta puluhan siswa/siswi SD Juron Kecamatan Nguter.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo, Ir. Netty Harjianti mengatakan, "tujuan dilaksanakan kegiatan penebaran benih ikan, sebagai salah satu upaya meningkatkan populasi ikan di perairan umum serta dapat menjaga kelestarian ekosistem disamping itu dapat meningkatkan konsumsi dan budaya gemar makan ikan sebagai menu keluarga,"jelasnya.

Sementara itu  Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng Ir.Lalu Syafriadi,MM mewakilkan sambutannya kepada kabid Budidaya mengatakan bahwa konsumsi ikan yang dianjurkan para ahli setiap individu 100 gram/kapita/hari atau 36 Kg/kapita/tahun. Diakhir sambutannya Kepala Dinas mengajak  "         Ayo makan ikan untuk keluarga kita yang seht kuat dan cerdas,"harapnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)


Kamis, 22 Maret 2018

KONTRIBUTOR BERITA DAERAH JATENG JADI RUJUKAN MEDIA

SUKOHARJO- Kepala Bidang Statistik Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah Tubayanu, AP, M.Si membuka kegiatan Pengembangan Sumber Daya Informasi Kontributor Berita daerah JATENGPROV.GO.ID Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018, mewakili Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah membuka langsung kegiatan ini, bertempat di Hotel laras Asri Salatiga, selama 2 hari ke depan tanggal  20 – 21 Maret 2018 dan diikuti oleh kontributor berita daerah dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut Tubayanu, AP, M.Si mengevalusi kinerja kontributor berita daerah Jateng sudah cukup baik dan kontributor berita daerah ini menjadi rujukan utama para awak media dalam pemberitaannya. Selain itu Tubayanu berharap  perlu ditingkatkan lagi kualitas berita," ungkap Tubayanu saat membuka kegiatan ini. 

Lebih lanjut Tubayanu  berharap agar para wartawan daerah ini dapat memanfaatkan betul  untuk mempublikasikan segala potensi potensi Kabupaten Kota se jateng yang perlu diangkat ke publik .

"saya berharap berita yang dikirim agar menarik untuk dibaca  harus up to date jangan jadi berita basi, jangan lebih dari 3 hari selain itu kelengkapan foto berita harus ada dan teknis penulisan berita harus sesuai kaidah kaidah"harapnya kepada para kontributor.

Dalam kegiatan tersebut Panitia mengundang 2 nara sumber dari praktisi media yakni Mohammad Saronji Pengurus PWI Jawa Tengah dengan  menyampaikan materi teknik penulisan berita mengatakan dalam penulisan berita seorang penulis berita harus mengumpulkan data serta mengolah/menulis sehingga menjadi sebuah berita yang menarik dan layak untuk disajikan baik di media cetak maupun elektronik. Sebuah berita merupakan fakta serta bukan opini pribadi kontributor. Sebuah berita yang layak dimuat harus aktual dan faktual, selain itu juga harus memenuhi rambu-rambu hukum, etika sosial, rambu-rambu instansi dan rambu-rambu bisnis dan tentunya  juga harus menggunakan kaidah kode etik jurnalistik," katanya,

Sedangkan nara sumber Agus Widiyanto dari SM Network yang membawakan materi mengkomunikasikan berita daerah secara efektif, mengatakan berita daerah masih dianggap sebagai informasi yang tidak penting sehingga tidak diberikan ruang oleh media mainstream. Sehingga perlu kiat-kiat agar goal dari upaya membangun citra positif terukur output dan outcome."Untuk itu seorang kontributor harus bisa berkomunikasi dan bisa meprespektifkan suatu berita secara tuntas. Dan perlu mempromosikan rilis berita tersebut di  di media sosial". katanya.(Tunjung)


Jumat, 16 Maret 2018

Tutup Diklat Prajabatan CPNS, Wabup Sukoharjo: Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

SUKOHARJO– Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM menutup secara resmi Diklat Prajabatan CPNS golongan II  dan III yang diangkat dari tenaga non honorer yang diangkat dari pengangkatan khusus sebanyak 4 angkatan pola kerjasama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jum'at (16/3).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati meminta para CPNS agar mampu mengimplementasikan bekal yang telah didapat selama mengikuti Diklat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalankan tugas nantinya sebagai abdi negara sekaligus pelayan masyarakat.

" Saya ucapkan selamat kepada peserta yang telah mengikuti Diklat Prajabatan ini dengan penuh semangat, disiplin dan tanggung jawab. Satu hal terpenting, yang perlu diingat adalah bagaimana dapat menerapkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang diperoleh selama Diklat berlangsung dalam melaksanakan tugas di bidang pekerjaannya masing-masing dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat" pesan H. Purwadi SE.,MM.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sukoharjo Joko Triyono SH.,MH melaporkan penyelenggaraan  Diklat Prajabatan CPNS Golongan II dan III yang diangkat dari Tenaga Non Honorer ini diikuti 144 peserta, angkatan I dan II dilaksanakan mulai tanggal 19 februari s/d 27 Februari 2018 dan angkatan III dan IV dilaksanakan mulai tanggal 5 Maret sampai dengan 13 Maret 2018, masing-masing angkatan dilaksanakan selama 7 hari kerja seluruh peserta 144 orang dinyatakan lulus semua.

"dari jumlah 144 orang peserta, kualifikasi kelulusan sangat memuaskan sebanyak 64 orang, memuaskan 55 orang, cukup memuaskan 25 orang dan kurang memuaskan 0 orang,"ungkapnya.

Penutupan Diklat Prajabatan CPNS pengangkatan khusus tersebut ditandai dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis oleh Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM kepada perwakilan peserta diikuti seluruh peserta Diklat Prajabatan. Pada kesempatan ini turut hadir Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial Badan Pengembangan SDM Provinsi Jateng Drs. David Budi Hantoro,MM, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sukoharjo Joko Triyono SH.,MH, Kodim 0726/SKH, Asisten Sekda 1, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Sukoharjo serta para pembimbing pengasuh . (Tj)


Rabu, 14 Maret 2018

Dekranasda Sukoharjo Dorong Kemajuan UMKM

Kerajinan memiliki peran penting untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) termasuk pemerintah berkaitan dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Peranan tidak kalah penting yakni mengurangi angka pengangguran karena usaha kerajinan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Kabupaten Sukoharjo dikenal sebagai gudangnya kerajinan dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selama ini keberadaan perajin dan pelaku UMKM mendapat perhatian dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Pasalnya, kerajinan dan UMKM memiliki peran penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu, Dekranasda terus melakukan pendampingan agar perajin dan UMKM bisa maju.

"Kerajinan memiliki banyak peranan bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM dan pemerintah. Banyak produk yang sudah dihasilkan oleh pelaku UMKM dengan menghasilkan kerajinan," ujar Ketua Dekranasda Sukoharjo Hj. Etik Suryani ,SE dalam acara HUT Dekranasda ke-38 di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah Graha Wijaya, Minggu (11/3).

Menurutnya, peranan kerajinan bisa dilihat dengan banyaknya pelaku UMKM yang menghasilkan berbagai jenis produk. Keberadaannya mampu menopang ekonomi masyarakat. Kerajinan yang dihasilkan dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat. Selama ini, Dekranasda Sukoharjo sudah memberikan bantuan dan fasilitasi bagi pelaku UMKM. Salah satunya pendampingan dan pembinaan agar keberadaannya semakin maju.

Hj. Etik juga mengatakan, pengembangan pemasaran produk kerajinan dan UMKM terus dilakukan. Salah satunya dengan pemasaran secara online. Cara tersebut dilakukan mengikuti perkembangan jaman. Pasalnya, sudah banyak pelaku usaha menjual produknya dengan sistem online dan berhasil. Disisi lain, masyatakat juga sudah terbiasa melakukan transaksi secara online karena cukup mudah.

"Saat ini sudah banyak pelaku UMKM di Sukoharjo memasarkan produknya secara online," ujarnya.

Sedangkan Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH mengatakan, Dekranasda Sukoharjo ada sebagai wadah resmi pembinaan untuk perajin dan pelaku UMKM. Pembinaan dilakukan mulai dari nol sampai pelaku UMKM bisa aktif sendiri membuka usahanya. Menurutnya, Kabupaten Sukoharjo merupakan kabupaten dengan jumlah pelaku UMKM paling banyak di Solo Raya. Sudah banyak produk yang dihasilkan dan pemasarannya tidak hanya lokal dan nasional saja, tapi sudah internasional.

"Produk UMKM yang mampu menembus pasar luar negeri antara lain rotan dari pelaku UMKM Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Gamelan dari Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, dan juga Sarung Goyor di Tawangsari," ungkapnya.

Bahkan, khusus untuk Gamelan produksi Wirun, Mojolaban memiliki kualitas terbaik didunia dan mendapat pengakuan. Tantangan kedepan yang harus diperhatikan Dekranasda adalah menjaga kualitas produk. Sebab, dikhawatirkan pelaku usaha yang sudah berhasil akan menurunkan kualitas produk demi bisa mendapatkan keuntungan lebih. Padahal, cara tersebut salah dan akan mengurangi atau menghilangkan kepercayaan masyarakat atau konsumen.

"Kemasan produk juga penting. Jangan asal dikemas. Tapi kemaslah agar menarik pembeli. Dengan begitu produk akan menjadi laris," tambah Bupati. (Tj)

 


Jumat, 09 Maret 2018

Hadiri Panen Raya Padi, Bupati Sukoharjo Serahkan Bantuan Alsintan‎

SUKOHARJO — Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH melaksanakan Panen Raya padi sawah di Kelompok Tani Cendono Sari, Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo seluas 5 hektare.
Panen raya tersebut turut dihadiri Forkopimda, Sekda, Komisaris PT. Petrokimia Gresik Direktur Pemasaran Meinu Sadariyo, Kepala OPD terkait, Muspika serta Kelompok Tani, Gapoktan dan P3A se-Kabupaten Sukoharjo, Jumat (9/03).‎
Dihadapan ratusan masyarakat tani, Bupati Sukoharjo mengajak masyarakat tani untuk terus giat turun kesawah bekerja karena Pemerintah akan selalu mendukung dengan memberikan bantuan alsintan
‎"Mari kita bekerja untuk meningkatkan hasil pertanian kita, Pemerintah pusat dan Daerah akan selalu mendukung dengan memberikan alsintan," ungkapnya.
Ditambahkan, Bupati berharap semua camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Sukoharjo untuk ikut mengawasi pemanfaatan alat mesin pertanian bantuan Pemerintah ini agar tidak disalahgunakan apalagi dijual dan alat mesin pertanian harus digunakan untuk kepentingan Kelompok Tani bukan dikuasai perorangan"pinta Bupati.
Kesempatan ini Bupati menyerahkan secara simbolis alat mesin pertanian dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI sumber APBN Tahun Anggaran 2018 berupa Traktor roda dua sebanyak 10 unit, Rice Transplanter sebanyak 2 unit, Bantuan pemerintah kegiatan perluasan areal tanaman kedelai dan Bantuan benih padi bagi wilayah yang terserang organisme penganggu tanaman (OPT).
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Ir. Netty Harjianti, mengatakan realisasi produksi padi di Kabupaten Sukoharjo tercapai 392.587 ton dengan produktivitas 74.64 ku/ha dibandingkan produktifitas tahun 2016, karena pengembangan inovasi baru dan mekanisme budidaya padi melalui modernisasi pertanian berbasis corporate farming, "ungkap Ir. Netty dalam sambutannya.
Ditambahkannya, budidaya tanaman sehat sudah diterapkan pada kelompok tani cendono sari desa Pandeyan Kecamatan Grogol ini dengan bersinergi bekerjasama dengan PT Petrokimia Gresik dengan Demplot menggunakan perlakuan pemupukan Petroganik dan Phonska Plus.
"Demplot ini seluas 5 hektare, yang merupakan varietas unggul dengan potensi hasil yang memuaskan mencapai 73,73 ton/hektare pada musim pertama ini, dimana rata rata produksi padi di Kabupaten Sukoharjo adalah 71,52 ku/ha,"tambahnya.
Sementara itu Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik Meini Sadariyo, mengatakan pupuk NPK Phonska Plus non subsidi ini mengandung unsur hara mikro, yaitu Seng (Zn) dan Sulfur (S). Adanya dua unsur mikro itulah yang membedakannya dengan produk pupuk NPK Phonska bersubsidi yang selama ini sudah dikenal petani,"jelas Direktur Pemasaran PT Petrokimia Gresik dalam sambutannya.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum yang turut hadir dalam kegiatan ini.(Tj)


Virus-free. www.avast.com

KPU Sukoharjo Lantik PPK dan PPS untuk Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019

SUKOHARJO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, melantik dan mengambil sumpah sebanyak 36 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan 501 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun 2019.
Pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah anggota PPK dan PPS se Kabupaten Sukoharjo ini dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja ( GSP),  Pemda Sukoharjo, Jumat  (9/3).
Kuswanto SH.,MH, Komisioner KPU Kabupaten Sukoharjo mengatakan, PPK dan PPS yang dilantik dan diambil sumpahnya terdiri dari 12 Kecamatan dan 167 Desa/Kelurahan di Kabupaten Sukoharjo.
"Anggota PPK yang dilantik sebanyak 36 orang dan PPS 501 orang dari 12 Kecamatan, 167  Desa dan Kelurahan. Ini untuk pemilu nasional yang dlaksanakan secara serentak yaitu Pileg dan Pilpres," ujar Kuswanto SH.,MH dalam sambutannya.
Menurutnya, KPU Kabupaten Sukoharjo tidak melakukan rekrutmen PPK dan PPS secara terbuka, namun PPK dan PPS yang dilantik dan diambil sumpahnya hari ini merupakan hasil evaluasi dari PPK dan PPS Pilgub  tahun 2018.
"Dan ini hasil evaluasi PPK dan PPS yang dilantik sekarang. Dalam evaluasi menggunakan metode kuisioner, jadi si PPK menilai sesama PPK, Sekretariat juga menilai dan KPU juga menilai kinerja PPK," tukasnya.
Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH mengatakan, usai dilantik para PPK dan PPS sudah resmi menjabat dan bekerja maksimal sesuai tugasnya. Mereka memiliki beban berat dan tanggungjawab besar membantu kelancaran program pemerintah berkaitan dengan pelaksanaan pemilu.
"PPK dan PPS jangan curang. Masyarakat sudah pintar karena sering mengikuti pemilu. Harus kerja sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku. Sebab kesalahan sekecil apapun tetap harus dipertanggungjawabkan," lanjutnya. (Tj)

Rabu, 07 Maret 2018

Diresmikan Bupati, Terminal Tawangsari Resmi Dioperasikan


Sukoharjo– Terminal Tipe C Kecamatan Tawangsari resmi dioperasikan. Pengoperasian terminal yang dibangun tahun 2017 lalu tersebut ditandai dengam peresmian oleh Bupati Sukoharjo h. Wardoyo Wijaya,SH.,MH, Rabu (7/3). Dengan pengoperasian terminal tersebut, diharapkan bisa menunjang sarana prasarana transportasi di Sukoharjo wilayah selatan.

Bupati berharap Terminal Tawangsari difungsikan dengan maksimal. Dikatakan Bupati, sebelumnya Pemkab Sukoharjo sudah memperjuangkan pembangunan jalan provinsi mulai pertigaan Kejaksaan Negeri hingga Watukelir, Weru. Setelah jalan dibangun oleh Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo, barulah Pemkab melakukan pembangunan Pasar dilanjutkan Terminal Tawangsari.

"Pembangunan Pasar Tawangsari menelan biaya sekitar Rp16 miliar dan dampaknya sangat luar biasa bagi perekonomian masyarakat Tawangsari dan sekitarnya. Setelah itu juga ditunjang dengan pembangunan terminal pula," ujar Bupati.

Bupati juga mengharapkan penyewa kios di Terminal Tawangsari untuk memanfaatkan kios dengan baik. Kios bisa digunakan untuk membuka usaha kuliner maupun produk - produk unggulan Tawangsari. Terlebih lagi, jalur di Tawangsari juga dilewati banyak bus pariwisata menuju pariwisata Gunung Kidul, Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indriyanto S.Sos mengatakan, Terminal Tipe C Tawangsari dibangun untuk memajukan Sukoharjo wilayah selatan. Pembangunan terminal itu sendiri awalnya dialokasikan dana Rp3,5 miliar. Namun, dalam kontrak sesuai hasil lelang terminal dibangun dengan nilai Rp2,918 miliar. Pelaksanaan pembangunan dimulai tanggal 17 Juli dan selesai 28 November 2017.

"Untuk peresmian sendiri agak mundur karena diharapkan dalam masa pemiliharaan kontraktor bisa melakukan perbaikan sehingga ketika diresmikan sudah tidak ada kerusakan lagi," ujarnya.

Djoko juga mengatakan, di kompleks terminal juga dibangun 41 kios dengan ukuran 2,5 x 4 meter. Tiap kios dilengkapi dengan instalasi listrik sendiri-sendiri dan juga dan instalasi PDAM. Saat ini, masih menyisakan empat kios yang belum dipasang instalasi PDAM. "Untuk kursi tunggu masih dianggarkan tahun ini sehingga nantinya terminal bisa difungsikan dengan maksimal," ujarnya.

Acara dilanjutkan penguntingan Pita dan Bupati beserta Forkopimda meninjau terminal Tawangsari.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum yang turut hadir. (Tj)