Rabu, 18 Oktober 2017

Festival Karawitan Digelar di Sukoharjo

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Sukoharjo menggelar Festival Karawitan 2017 yang diikuti 18 group atau paguyuban Karawitan se-Kabupaten Sukoharjo. Bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP ) festival Karawitan Tingkat Kabupaten Sukoharjo digelar pada hari Rabu,18 Oktober dan Kamis, 19 Oktober 2017. Kegiatan ini menawarkan hadiah total Rp 31 juta lebih. Acara ini diikuti 18 grup karawitan yang mewakili semua kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam sambutan pembukaan festival karawitan tersebut menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakannya Festival Karawitan 2017 tersebut.  "Seni karawitan Jawa merupakan salah satu karya seni asli masyarakat Indonesia. Melestarikan keberadaan seni karawitan jawa khususnya di Kabupaten Sukoharjo perlu digalakkan agar tidak punah dengan mengaktifkan seni karawitan di sekolah sekolah baik dari jenjang SD,SMP di Kabupaten Sukoharjo kedepannya. Harapan saya kepada Warga masyarakkat, khususnya pada generasi muda untuk dapat melestarikan dan mengembangkan kesenian yang adi luhung ini, agar tidak punah dan dapat diteruskan oleh anak cucu kita. Dengan sering tampil akan semakin menumbuhkan kemauan kemampuan siswa dan diharapkan dapat membangkitkan semangat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan seni budaya khususnya karawitan, serta di Kabupaten Sukoharjo khususnya desa Wirun salah satu desa perajin gamelan yang banyak diekspor ke luar negeri," ungkap Bupati saat memberikan sambutan pembukaan acara Festival Karawitan Tingkat Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Drs.Darno kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selaku Ketua Penyelenggara, menjelaskan bahwa unsur penilaian meliputi rampak, rempek, garap dan penyajian serta selanjutnya dari 20 pendaftar melakukan daftar ulang, selanjutnya akan dipilih 6 (enam) paguyuban karawitan terbaik untuk mengikuti babak final,"ungkap Kadin pendidikan dan kebudayaan.

Penilaian festival menghadirkan tiga dewan juri dari Dosen ISI Surakarta Dr. Suyoto, S.Kar.,M.Hum, Sukamso, S.Kar.,M.Hum dan Darno S.Sen.,M.Sn.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)

 

Senin, 16 Oktober 2017

Gelar Bersih Desa, Dukuh Wirun Mojolaban Sukoharjo Gelar Wayang Kulit

Rasulan atau sering disebut dengan bersih desa merupakan salah satu tradisi kebudayaan dari sebagian masyarakat Sukoharjo utamanya bagi para petani sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah jauh dari serangan hama dan penyakit. Rasa syukur itu diungkapkan dengan menggelar pagelaran pentas wayang kulit semalam suntuk atau dengan kenduri .Mereka mengumpulkan dana secara swadaya atas hasil panen yang melimpah kemudian juga secara bersama – sama mengadakan gotong royong dalam pelaksanaan bersih desa.
Di dukuh Wirun Desa Wirun Kecamatan Mojolaban Sukoharjo pada hari Sabtu (14/10)  melaksanakan tradisi bersih desa dengan menggelar wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Purnomo S.Sen  dosen STSI, dengan mengambil lakon Semar Boyong.
Drs. Rukamto selaku panitia mengapresiasi perhatian Pemkab Sukoharjo dengan kedatamgan Wakil Bupati serta melaporkan kegiatan ini pada Wakil Bupati Sukoharjo.
Pada kesempatan ini Wakil Bupati, Drs. Purwadi SE.,MM memberi sambutan bahwa menyatakan apresiasi bangga ternyata masyarakat Sukoharjo masih peduli nguri nguri budaya dan diharapkan dapat menyampaikan pesan – pesan moral yang positif bagi masyarakat .Hadir pada kesempatan ini Anggota DPRD Dahono Mulyanto SE,  Camat Mojolaban, Muspika , lurah serta warga masyarakat dk Wirun Mojolaban.(Tj)

BUPATI SUKOHARJO HADIRI RITUAL PULUNG LANGSE KI AGENG BALAK

Prosesi pulung langse di Makam Kiai Balak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo dipadati ribuan pengunjung. Mereka berebut gunungan yang disajikan panitia penyelenggara sebagai bagian dari pelestarian budaya.
Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH, Minggu (15/10/2017) saat membuka acara mengatakan, Makam Kiai Balak menjadi salah satu objek wisata ziarah yang diandalkan Pemkab Sukoharjo. Pengunjung datang dari berbagai daerah. Bahkan beberapa diantaranya rela menginap di rumah penduduk.
Keberadaan objek wisata ziarah Makam Kiai Balak diharapkan mampu memberikan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat sekitar. Sebab banyaknya wisatawan yang datang juga berpengaruh besar pada roda perekonomian masyarakat. Masyarakat bisa berusaha dengan menjual produk makanan, minuman dan oleh oleh untuk wisatawan.
Wisata ziarah Makam Kiai Balak juga berpengaruh sebagai sumber pendapatan daerah Sukoharjo. Sebab setiap wisatawan yang masuk juga ditarik retribusi.
"Membangun sektor kepariwisataan memerlukan dana dan investasi besar. Keberadaan Makam Kiai Balak cukup membantu sektor pariwisata Sukoharjo," ujarnya.
Pemkab Sukoharjo membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat untuk mempertahankan objek wisata Makam Kiai Balak. Salah satu bentuk pelestarinya dengan menggelar kegiatan kirab pulung langse setiap tahun.
"Pulung langse sudah jadi agenda rutin dan jadi perhatian wisatawan di Makam Kiai Balak," lanjutnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Drs.Darno mengatakan, kirab pulung langse menjadi wahana pengembangan potensi seni, budaya dan wisata daerah di Kabupaten Sukoharjo. Keberadaan Makam Kiai Balak tidak sekedar menjadi ikon desa setempat, melainkan juga kabupaten. Sebab kirab pulung langse sudah menjadi agenda rutin Pemkab Sukoharjo.
"Kami masih berharap ada peningkatan jumlah wisatawan di objek wisata Makam Kiai Balak. Kirab pulung langse ini sekaligus sebagai media promosi wisata," ujarnya.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol  Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN,M.Hum(Tj)

Dukungan Penuh Bupati Sukoharjo pada Kejuaraan FIM Asia Supermoto 2017

SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Widjaja, S.H., M.H. menegaskan bahwa dirinya sangat mendukung penuh kejuaraan FIM Asia Supermoto 2017 yang berlangsung di wilayah kabupaten Sukoharjo. Karena Bupati Sukoharjo melihat bahwa kejuaraan seperti tahun lalu di Kota Malang mampu menyedot ribuan penunjung, sehingga beliau pun akhirnya mendukung penuh kejuaraan itu digelar di wilayahnya. Dengan adanya kejuaraan di wilayahnya, ini akan sangat bermanfaat yang mendatangkan rezeki bagi masyarakat setempat dan juga sebagai penguat ekonomi untuk daerah maupun negara Indonesia. Andrew Ching, Chief Executive Officer E-Plus Global, penyelenggara Kejuaraan SuperMoto FIM Asia 2017, mengatakan bahwa perusahaan tersebut dengan senang hati menerima kabar positif dari Bupati Sukoharjo. "Pemberian dan dukungan yang diberikan oleh H. Wardoyo Widjaja akan menjadi game changer untuk kejuaraan di Indonesia dan dengan dukungan yang meningkat, saya yakin perlombaan akan terus melambung di negara ini."
Selama 2 hari, Sabtu-Minggu 14-15 Oktober 2017, Sukoharjo menjadi tuan rumah balapan internasional FIM (Federation Internationale de Motocyclisme / International Motorcycling Federation) Asia SuperMoto Championship 2016 Serie II.
FIM Asia SuperMoto ini melombakan 10 kelas di tiga ketegori race, mulai dari Main Race untuk level Asia Supermoto (SM1), Supporting Race, hingga Community Race.
Penyelenggara Kejuaraan Supermoto FIM Asia 2017 sekaligus CEO of Asia Super sports Group ( ASG ), Satheswaran Mayachandran mengatakan bahwa kontinuitas kejuaraan di Indonesia membuktikan kemampuan negara dalam mengembangkan industri dan olahraga."Indonesia selalu menjadi negara yang ideal dalam hal motorsport roda dua."
"Kehadiran kami bertujuan untuk membangkitkan antusiasme kejuaraan motorsport di seluruh dunia," katanya Sabtu (14/10/2017) sore. Selain itu tempat tersebut memungkinkan untuk membuat lintasan khas Supermoto sepanjang 900 meter. "Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Sukoharjo H Wardoyo Widjaja, Bold Xperience, sponsor, riders dan semua mitra atas dukungan mereka," ujarnya.FIM Asia Supermoto Championship 2017 juga menampilkan Trial Bike dan Stunt Show kelas dunia yakni Kristie Mckinnon (Australia) dan Jack Field (Australia).
Tak ingin melewatkan momen bagus ini hanya sekilas saja. Dan tentunya ingin tamu dari beberapa negara yang hadir di kotanya sebagai peserta Seri 2 FIM Asia Supermoto Championship di sirkuit The Park Solo Baru Sabtu Minggu 14-15 Oktober 2017 diadakan jamuan makan malam bertempat di pendopo Graha Satya Praja Pemda Sukoharjo sebagai tamu istimewa untuk melihat karya-karya asli Sukoharjo.
Dalam agenda makan malam tersebut ada menit-menit yang dimana peserta di ajak berdiri dan di beri sebuah minuman. "Di kota besar banyak terjadi pemalsuan. Contohnya beras plastik. Di sini kami punya beras yang berbeda yaitu beras dalam bentuk cair yang sangat bermanfaat. Produksi Sukoharjo para hadirin semua mari sama-sama kita minum.. inilah Beras Kencur..!!" kata Bupati H. Wardoyo Widjaja, SH, MH. yang langsung mengajak para tamu peserta Supermoto Asia meminum salah satu jamu tradisional tersebut.
Bupati H. Wardoyo Widjaja  memamerkan hasil kreativitas dan potensi daerahnya kepada tamu tamu asing "Sukoharjo adalah kabupaten terkecil kedua di Jawa Tengah. Namun kota ini adalah daerah sentra jamu terbesar di Indonesia," jelas pak Bupati yang punya selera humor tersebut.
Race Moto 2 seri kedua FIM (Federation Internationale de Motocyclisme/International Motorcycling Federation) Asia SuperMoto Championship 2016 Serie II berlangsung di Sentra Niaga, Sukoharjo akhirnya hasil kemenangan diraih  oleh Lewis Cornish, pembalap asal Inggris yang tergabung team Kenny Motorworks Tekmo Racing, kembali keluar sebagai juara.Lewis sempat berada di posisi kedua pada Moto2 ini.Namun ia segera mengejar ketertinggalan untuk kembali mengambil alih posisi pertama.Posisi ini terus bertahan sampai akhir balapan.Sedangkan posisi kedua dimenangkan oleh pembalap Thailand, Trakarn Thangthong yang pada Moto 1 berada di posisi ketiga.Sedangkan pembalap Indonesia yakni Doni Tata dan Farhan Hendra belum bisa mencokolkan namanya di podium.Posisi terbaik pembalap Indonesia adalah urutan 6 yang diraih Doni Tata Pradita.Sementara itu, dalam gelaran Moto2 ini, pembalap asal Singapore Hasroy Osman terjatuh.Penyebabnya adalah kerusakan pada rantai mesin.Alhasil dirinya tidak bisa meneruskan balapan.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharho Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum(Tj)

Sabtu, 14 Oktober 2017

36 Anggota Panwascam Sukoharjo Dilantik

SUKOHARJO -  36 anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sukoharjo dilantik di Hotel Brothers Inn, Solobaru, Grogol, Sukoharjo, Jum'at (13/10/2017).
Nantinya ke 36 anggota panwascam ini dalam bertugas, selain mengawasi pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 mendatang, mereka juga bertugas mengawasi jalannya tahapan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Fajar Subkhi AK Arif diwakili Koordinator Divisi Organisasin dan SDM, Sri Sumanta menyampaikan, dari seluruh Provinsi Jawa Tengah, Panwascam Sukoharjo menjadi yang pertama kali dilantik.
"Setelah Sukoharjo, nanti secara bertahap akan diikuti pelantikan Panwascam di Kota / Kabupaten yang lain. Semua harus sudah selesai hingga15 Oktober mendatang," terangnya
Dengan telah dilantiknya anggota Panwascam maka seusai pengambilan sumpah oleh Ketua Panwaskab Sukoharjo, Bambang Muryanto, 36 anggota Panwascam ini secara resmi sudah bisa langsung bertugas.
"Kawan-kawan dituntut bekerja dengan penuh tanggung jawab. Kami harap segera berkoordinasi dengan masing-masing instansi di 12 Kecamatan agar tahapan-tahapan pemilu berjalan sesuai jadwal,"pesannya
Sementara, Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH.,MH  yang hadir dalam acara tersebut bersama Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto berpesan, anggota Panwascam harus profesional dan bertanggung jawab dalam bekerja tanpa membedakan setiap penanganan laporan pelanggaran.
"Kuncinya adalah Integritas dan dan profesional. Mati dan hidupnya Pemilu di Jawa ada ditangan Panwas," ujar Bupati
Bupati meminta agar anggota Panwascam mengedepankan unsur pembuktian terlebih dulu dalam setiap menerima laporan dugaan pelanggaran, Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Sukoharjo ini juga mendorong Panwascam tidak perlu ragu-ragu bertindak jika nanti partainya melakukan pelanggaran.
"Meskipun yang melanggar itu nanti dari PDIP sekalipun, jangan ragu untuk menindak selama buktinya ada," tandasnya.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum( Tj )

Jumat, 13 Oktober 2017

Hadirkan Cak Nun, Ribuan Jamaah Padati Simpang Lima Sukoharjo

SUKOHARJO - Masih dalam rangkaian hari lahir Kabupaten Sukoharjo ke 71 serta HUT Kemerdekaan RI ke-72 digelar silaturahmi kebangsaan. Setelah gelar Sholawat dan Dzikir bersama Habib Syech Abdul Qadir Assegaf, kali ini Pemkab Sukoharjo hadirkan  Emha Ainun Najib akrab di panggil Cak Nun disertai Kyai Kanjeng menyapa warga Kota Makmur, di Simpang Lima dengan mengambil tema silaturahmi kebangsaan bersama cak nun untuk memperkuat NKRI Kabupaten Sukoharjo tahun 2017, Rabu (11/10).
Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam sambutannya berpesan kepada seluruh warga yang hadir agar bisa memetik pesan-pesan moral yang disampaikan Cak Nun agar bisa bermanfaat untuk membangun Sukoharjo bersama-sama.
"Harapan saya dengan acara ini persatuan dan kesatuan di Sukoharjo tidak terkoyak oleh orang lain dan makin kokoh," tegas Bupati.
Rintik hujan yang turun merata sejak pertengan acara, rupanya tak menyurutkan semangat warga yang sudah duduk lesehan sejak sebelum Cak Nun hadir diatas panggung.
Dengan berbagai cara jamaah tetap bertahan. Ada yang sudah menyiapkan payung dari rumah, ada pula yang bergeser menepi mencari tempat agar terhindar dari tetesan air hujan.
Cak Nun pun mengapresiasi kerukunan antar umat beragama yang sudah berjalan baik di Kabupaten Sukoharjo, dimana semua bisa saling bersinergi dalam bermasyarakat tanpa pertentangan antara keyakinan satu dengan yang lainnya.
"Kita tidak usah saling bertengkar, berbeda pendapat dengan kelompok lainnya karena tujuannya pada dasarnya sama yakni mencari ridho allah," pesannya.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. ( Tj )


Kamis, 12 Oktober 2017

Rakor pendaftaran PPK PPS Pilgub 2018 di Sukoharjo

Rakor pendaftaran PPK PPS Pilgub 2018 di Sukoharjo dilaksanakan  pada hari Rabu, 11 Oktober 2017 pukul 09.00 WIB bertempat di GSP pemda Sukoharjo dan dihadiri oleh Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH, ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto, SP, para Camat dan Kepala desa se-Sukoharjo.
Persiapan pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 dipersiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo dengan pembentukan badan penyelenggara pemilu. Pembentukan meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Ketua KPU Sukoharjo Kuswanto, Rabu mengatakan, pembentukan badan penyeleggara pemilu dimaksudkan untuk persiapan pelaksanaan Pilgub 2018. Sebab dalam penyelenggaraan pemilu membutuhkan petugas pendukung sampai dingkat desa dan kecamatan.

"Pendaftaran lowongan PPK Pilgub 2018 dimulai 13 Oktober sampai 17 Oktober. Sedangkan PPS pendaftaran 13 Oktober sampai 1 November. Syarat pendaftaran sebagai PPK antara lain berusia paling rendah 17 tahun, mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil, tidak menjadi anggota Partai Politik (Parpol), pendaftar berdomisili dalam wilayah kerja PPK dan PPS, pendidikan paling rendah SMA atau sederajat," tandasnya.

Kuswanto menjelaskan komposisi PPK yang dibutuhkan yakni sebanyak lima orang dan PPS tiga orang. Hal itu menyesuaikan dengan aturan baik dari provinsi dan pusat."Setelah badan penyelenggara pemilu lengkap baru nanti akan dilaksanakan tahapan berikutnya untuk Pilgub 2018," lanjutnya.

Bupati Sukoharjo H.Wardoyo Wijaya SH.,MH mengatakan, pembentukan badan penyelenggara pemilu sangat penting. Sebab menjadi kunci sukses Pilgub 2018. Sosialisasi berkaitan dengan lowongan PPK dan PPS tidak hanya menjadi tugas KPU namun juga para kepala desa, lurah dan camat.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sukoharjo Drs Joko Nurhadiyanto EN.,MH. ( Tj )