Wakil Bupati, H Purwadi,SE,MM menghadiri acara wisuda santri TPQ Nurul Qoriah ke VII di Masjid Nurul Qoriah Kp Bendungan RT 01 RW XI Kelurahan Begajah Kecamatan Sukoharjo, Minggu (25/12). Menurut Ketua Takmir masjid, Maksum " Jumlah santri yang dilantik sebanyak 64 santri. Siswa TPQ kami saat ada ada 117 bukan hanya berasal dari lingkungan di sini saja tetapi ada juga dari daearah lain yang menimba ilmu di sini. Dana operasiaonalnya selain dari iuran para santri kami juga memiliki donatur tetap dari masyarakat," tandasnya. Tema pada acara ini " Seperempat abad membentuk generasi cinta Al-Qur'an." Wakil Bupati pada sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santriwan dan santriwati yang telah diwisuda serta menyampaikan penghargaan yang setinggi – tingginya pada para ustadz dan ustadzah yang telah mendidik dengan penuh kesabaran dan keiklasan.(dn)
Minggu, 25 Desember 2016
BUPATI HADIRI TASYAKURAN KADES KARANGTENGAH
Bupati, H Wardoyo Wijaya SH,MH menghadiri undangan tasyakuran, Sugeng Darmanto kades terpilih desa Karangtengah Kecamatan Weru Sabtu (24/12) pukul 20.30 WIB di rumah kediamannya. Bupati pada sambutannya menyampaikan sebagai kepala desa harus selalu dekat pada rakyatnya karena telah dipilih oleh rakyat dan harus memahami tugas yang diembannya . " Sebagai pimpinan kepala desa jangan menggunakan menejemen tukang cukur yaitu mulai dari perencanaan sampai finishing dilakukan sendiri, tetapi harus ada pembagian tugas dan wewenang pada bawahannya sehingga hasil pekerjaan akan lebih optimal.Demikian juga saya berpesan pada istrinya agar selalu menjadi motivator bagi suaminya dan berperan aktif dalam memajukan PKK di desa," tandasnya. Hadir pada kesempatan ini Ketua TP PKK Kabupaten, Hj Etty Wardoyo, anggota DPRD, Ka Satpol PP, Ka Dishubinfokom, para kabag, Camat, Lurah, tokoh masyarakat dan tamu undangan. (dn)
Sabtu, 24 Desember 2016
Bupati Lakukan Penanaman Pohon
Sebanyak 6000 bibit pohon dan 20 alat biopori diserahkan secara simbolis oleh Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Solo yang diwakili oleh sekretaris Ditjen PDASHL Dr. Ir. Murdiyono kepada Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH,MH dalam kegiatan menanam pohon bersama peserta didik dan masyarakat untuk melestarikan sumber mata air di SMK 5 Bulu Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (24/12). Dalam kesempatan ini pula dilaksanakan penandatanganan MoU antara Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Solo dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo. Bupati selanjutnya melaksanakan penanaman pohon di halaman timur SMK 5 Bulu . Dalam sambutannya Bupati berharap MoU membawa dampak yang positif karena Penghijauan sebagai kunci kehidupan kita bersama serta berharap masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dapat selalu bersinergi dalam mensukseskan program-program lingkungan, sehingga kualitas lingkungan di Kabupaten Sukoharjo terus meningkat dari waktu ke waktu. Sebagai kota jamu berbagai bibit kita tanam serta penghijauan kita galakan pula. Dalam sambutan sekretaris Ditjen PDASHL, Dr. Ir. Murdiyono mengajak meningkatkan jumlah air hujan yang meresap didalam tanah dengan cara menanam dan memelihara pohon khususnya didaerah hulu atau daerah tangkapan air, kedua mempertahankan keberadaan daerah-daerah terbuka hijau didaerah tangkapan air dan ketiga membuat lubang biopori, embung dan mengurangi penutupan lahan dengan betonisasi. MoU dilaksanakan dalam rangka gerakan penanaman pohon. Khususnya peserta didik diharapkan gerakan menanam pohon 25 pohon minimal seumur hidup. Gerakan menanam pohon akan didukung penuh oleh Kementerian Lingkup dan Kehutanan untuk mengurangi pemanasan global dan sebagai wujud syukur atas kadar oksigen yang dihirup oleh manusia. Sebagai wujud dukungan penuh pihaknya akan memberikan bantuan atas gerakan menanam pohon. MoU ini diharapkan bukan saja gerakan menanam tapi juga gerakan memelihara pohon,"ungkapnya. Kegiatan gerakan menanam pohon ini dihadiri Wakil Bupati H. Purwadi, SE,MM, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo, Hj. Etty Suryani Wardoyo Wijaya, Forkopimda, Ketua DPRD Nurjayanto , Kepala SKPD, Kepala Dinas Pendidikan Drs. Darno beserta jajarannya, Kepala SMK 5 Bulu, Didik Purwoto, S.Pd serta para alumni SMA Negeri satu Sukoharjo tahun1979, alumni SMP N satu angkatan 1975 ikut pula menghadiri acara ini. (Tj)
Kamis, 22 Desember 2016
Audiensi dengan Bupati Sukoharjo Perangkat Desa Minta Pensiun 60 Tahun
Peguyuban Perangkat Desa masa jabatan 20 tahun menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang pengangkatan dan pemberhentian Perangkat Desa khususnya meminta untuk memberikan tali asih kepada perangkat desa yang masa tugasnya telah berakhir purna tugas serta memohon perpanjangan masa tugas perangkat desa yang diangkat dengan masa kerja 20 tahun untuk diangkat kembali dan melaksanakan tugas sampai usia 60 tahun direspon Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH,MH, di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (22/12). Turut hadir dalam audiensi ini Wakil Bupati H. Purwadi SE,MM, Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Asisten satu Hasni, SH, Kabag Hukum, Bapermades, Camat se-Kabupaten Sukoharjo serta diikuti pula 234 perangkat desa se-Kabupaten Sukoharjo.
Dalam aspiransinya, Ketua Paguyuban Perangkat Desa Sukoharjo Sunardi menyampaikan permohonan tuntutan dua hal yaitu tentang pemberian tali asih bagi yang purna tugas serta perpanjangan masa tugas sampai usia 60 tahun. Bupati Sukoharjo mengapresiasi permohonan para perangkat desa ini setelah melalui rapat dengan jajaran terkait memutuskan perpanjangan masa jabatan perangkat desa yang telah menyelesaikan tugas sesuai surat keputusan pengangkatannya dalam hal ini masa jabatan 20 tahun dan belum berusia 60 tahun dapat diangkat kembali sampai dengan usia 60 tahun dapat diangkat kembali sampai dengan usia 60 tahun menjadi kewenangan Pemerintah Daerah. Sedangkan permohonan pemberian tali asih kepada perangkat desa yang masa tugasnya telah berakhir purna tugas tidak dikabulkan Bupati. Dalam sambutannya, Bupati berharap kinerja para perangkat desa terus ditingkatkan demi memajukan Sukoharjo. (Tj)
Hari Ibu, Bupati Sukoharjo Serahkan PPKBD Kit
Pemkab Sukoharjo menggelar peringatan Hari Ibu ke-88 tahun 2016 di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (22/12). Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH,MH memberikan perlengkapan kerja PPKBD Kit secara simbolis untuk pembantu penyuluh KB Desa se-Kabupaten Sukoharjo. Turut hadir H. Purwadi SE,MM Wakil Bupati Sukoharjo, Nurjayanto SP, Ketua DPRD Sukoharjo, Letkol Inf. Taufan Widiantoro SIP, Dandim 0726/Sukoharjo, Pandu SH.MH Ketua Pengadilan Negeri, Agustinus Wijono SH, Kajari, Mayor Inf. Ginanjar Wadan Yonif 22/ Group 2 Kopassus, Kompol Widodo SH,MH mewakili Kapolres Sukoharjo, Drs. Agus Santosa Sekda Kabupaten Sukoharjo serta kepala Badan, dinas, dan Kepala bagian.
Penerima perlengkapan kerja kepada pembantu penyuluh KB Desa secara simbolis diberikan kepada 12 orang penerima perwakilan tiap tiap Kecamatan diwilayah Sukoharjo. Bupati membacakan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana S. Yembise. "Masyarakat Indonesia terutama generasi mudanya perlu memaknai Hari Ibu yang diperingati setiap tahun sebagai sebuah momentum gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,"ungkap Bupati.
PHI ke-88 Tahun 2016 ini mengusung tema: "Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan".
Bupati menambahkan Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perjuangan panjang bangsa ini untuk meraih kemerdekaannya.
"Perempuan dan anak dengan jumlah hampir 80 % dari total penduduk Indonesia keduanya merupakan sumber daya potensial dalam pembangunan,"ungkapnya.
Buktinya, antara lain terlihat dalam Kongres Perempuan pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta sebagai tekad bersama mendorong pembentukan Indonesia Merdeka.
Sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, peringatan hari ibu ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Nasional yang bukan hari libur.
Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang antara perempuan dan laki-laki mulai dari lingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"kami berharap Peringatan Hari Ibu ke-88 Tahun 2016 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki pada setiap aspek kehidupan baik di dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong,"Tutup Sambutan sambutan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana S. Yembise yang dibacakan Bupati H.Wardoyo Wijaya SH,MH. Acara diakhiri seminar dengan tema perempuan anti korupsi menghadirkan tim teknis pokja PUG Jawa Tengah Dr. Indra Kertati, M.MS. (Tj)
Senin, 19 Desember 2016
BUPATI SUKOHARJO PIMPIN UPACARA PERINGATAN HARI BELA NEGARA TAHUN 2016
Bupati Sukoharjo memimpin upacara Peringatan Hari Bela Negara tahun 2016, Senin (19/12) di Halaman Kantor Setda Kabupaten Sukoharjo. Peringatan ini dihadiri oleh Bupati H. Wardoyo Wijaya SH,MH, Wakil Bupati H. Purwadi SE.MM, Forkopimda, Sekda serta kurang lebih 500 peserta upacara yang terdiri dari SST Polres Sukoharjo, Group 2 Kandang Menjangan Kartasura, Brigif 6/2 Kostrad, Kodim 0726, Den 1 C Brimom Surakarta, Dishubinfokom, Korpri, KST, Linmas, Senkom, FKPPI, PP, Pemuda Muhamadiyah, KNPI, Dharma wanita, PKK, MTA, LDII, serta siswa siswi SMA sukoharjo mengikuti apel peringatan hari bela Negara. Acara dilanjutkan dengan Pembacaan Ikrar bela Negara diikuti oleh seluruh peserta upacara.
Dalam Amanat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang dibacakan Bupati Sukoharjo mengajak seluruh warga Negara untuk membangun keinsyafan bersama bahwa kelangsungan hidup kita sebagai bangsa adalah penjumlahan dari seluruh kekuatan rakyat. Dengan kekuatan rakyat semesta maka bangsa ini akan mampu menghadapi segala ancaman dan tantangan. Selain itu saya juga mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk belajar dari sejarah perjuangan bangsa sejarah mencatat bahwa Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat tidak lepas dari semangat bela Negara dari seluruh kekuatan rakyat. Sejarah juga telah mencatat bahwa membela Negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata akan tetapi juga dilakukan oleh setiap warga Negara dengan kesadarannya dengan upaya politik diplomasi. Upaya mewujudkan kedaulatan pangan adalah bela Negara. Upaya bela Negara para Guru dan tenaga kesehatan yang tengah berjuang melakukan tugasnya di pelosok tanah air di kawasan perbatasan di pulau terluar sesungguhnya sedang melakukan bela Negara karena merekalah yang telah membuat Republik ini bisa tetap eksis untuk hadir melayani rakyat. Disamping itu kita harus melawan kejhatan kemanusiaan sebagai bagian dari kecintaan kita pada tanah air. Bela Negara memiliki spectrum yang sangat luas di berbagai bidang kehidupan mulai dari politik ekonomi sosial dan budaya bela Negara bisa dilakukan oleh setiap warga Negara yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai peran dan profesinya. Upaya untuk melawan ancaman kemiskinan, keterbelakangan dan ketertinggalan adalah upaya bela Negara. Negara ini akan menjadi kokoh dan besar, ketika bisa memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bersama.(Tj)




