Minggu, 23 Oktober 2016

PENYARINGAN UNDIAN TAMADES


Penyaringan undian ini merupakan penyaringan undian Tamades dari PD BKK Sukoharjo dan PD BPR BKK Grogol yang dilaksanakan Sabtu (22/10)  pada pukul 08.30 di Pendopo Graha Satya Praja. Kegitan ini merupakan agenda rutin tahunan  sebagai wujud penghargaan pada masyarakat yang telah menabung melalui Tamades. Pada perkembangannya  sampai dengan posisi tutup buku tahun 2015 dari dana masyarakat ( tabungan dan deposito) berhasil dihimpun oleh PD BKK Sukoharjo dan PD BPR BKK Grogol telah mencapai  seratus duapuluh tiga milyar  tiga ratus tujuh puluh juta  tujuh ratus delapan puluh empat ribu Rupiah, ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang cukup tinggi pada kedua  BKK ini. Sesuai dengan maksud dan tujuan didirikan PD BPR BKK/ PD BKK yaitu untuk membantu serta mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang dalam rangka meningkatkan  taraf hidup rakyat dan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Keberadaan PD BPR BKK/ PD BKK memiliki peran strategis  sebagai ujun tombak  dalam memberdayakan  dan mendorong UMKM. Pada penarikan ini dengan hadiah utama 2 sepada motor Honda Vario techno 125 CBS, hadiah lainnya 6 unit motor Honda Beat Sporty CW, 14 lemari es, 14 TV LED 22", 14 sepeda ontel, 20 kompor gas dan 20 magic com. " Syarat untuk dapat ikut pada undian Tamades ini, penabung memiliki saldo per 30 Juni sekurang- kurangya sepuluh ribu rupiah," tandas Kabag Perekonomian, Ir Priyono selaku ketua panitia.  Pada kesempatan ini Sekda Provinsi Jawa Tengah pada sambutannya yang dibacakan Kabag PID dan BUMD Biro Perekonomian, Eddy Sulistyo Bramantyo, SE, MM menyampaikan ucapan terima kasih pada masyarakat atas kepercayaannya pada  PD BKK Sukoharjo dan PD BPR BKK Grogol dan Alhamdulillah keduanya  tergolong sehat. Pada acara ini juga diadakan penyerahan tali asih kepada 50 kelompok inklusi se kabupaten. Sementara itu Bupati,H Wardoyo Wijaya, SH,MH pada sambutannya menyampaikan bahwa untuk menjamin kepercayaan pada nasabah saya berharap agar jajaran menejemen untuk meningkatkan pengawasan terhadap karyawan dan meningkatkan ke hati – hatiannya  dalam memberikan kredit. Kepada para nasabah agar meningkatkan saldonya  pada Tamades di PD BKK Sukoharjo dan PD BPR BKK Grogol ini karena milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Sukoharjo yang telah dijamin keamanannya. Hadir pada kesempatan ini Ketua DPR, Wakil Bupati, Sekda, para Asisten, Direksi BUMD, kepala SKPD, para nasabah dan tamu undangan. Penarikan hadiah utama diawali oleh bupati jatuh pada  nomor 2564192 atas nama Ari Supadmin norek 04-02-001637 ( PD BKK Sukoharjo cab Tawangsari ) alamat Jarum RT 01/ 09 Malangan Bulu dan hadiah utama II jatuh pada nomor 3694770 atas nama Sri Wahyuni norek 01.12.001518 ( PD BPR BKK Grogol ) alamat Batikan RT 01 RW 03 Bumi, Laweyan, Surakarta. "Saya sangat senang sekali mendapatkan undian motor ini, karena beberapa waktu yang lalu motor saya hilang dan sekarang mendapat gantinya," tandas Sri Wahyuni. (dn)

Jumat, 21 Oktober 2016

Bupati Sukoharjo Launching Kartu Disabilitas dan Deklarasikan Kabupaten Inklusi

 

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.MH mencanangkan Kabupaten Sukoharjo menjadi Kabupaten Inklusi untuk mendorong terwujudnya masyarakat inklusi  serta melaunching kartu disabilitas serta diserahkan pula alat bantu kursi roda untuk para difabel Kabupaten Sukoharjo  pada  Jum'at (21/10) di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemda Sukoharjo. Pencanangan Gerakan  Kabupaten Sukoharjo Inklusi ini dihadiri Direktur Rehabilitasi Perlindungan Anak   Kementerian Sosial RI  , Direktur yayasan Karina Kas Yogyakarta, Forkopimda, Ketua Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Sukoharjo serta para tamu undangan penerima manfaat.

Dalam laporan penyelenggara Pramono Murdoko selaku  manajer program Karinakas mengatakan bahwa inklusi dibubuhkan sebagai simbol upaya untuk membangun dan merawat kepedulian antara sesama. Desa inklusi sebagai bentuk pemberdayaan terhadap kaum difabel. Pihaknya telah memulai program desa inklusi di empat desa di wilayah Kabupaten Sukoharjo dimulai dari Kecamatan Weru. "Kami sudah melaksanakan tata kelola melalui program peduli berkegiatan di Kabupaten Sukoharjo. Di masing masing desa telah terbentuk cluster cluster bisnis masing masing desa ada tiga cluster dengan harapan ada kemandirian ekonomi bagi kaum difabel. Difabel di Sukoharjo lebih suka berwirausaha. ,"ungkap Pramono.

Hj. Etty Wardoyo Wijaya selaku Ketua Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kabupaten Sukoharjo pertama mengapresiasi semua pihak serta menyatakan komitmen Pemerintah Sukoharjo dalam pembangunan kesejahteraan sosial bagi semua masyarakat termasuk yang difabel, hal itu tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2009 dan berharap bahwa program desa inklusi tak sebatas seremonial, tapi terus dapat berlanjut "harap Hj. Etty Wardoyo.

Direktur Rehabilitasi Perlindungan Anak   Kementerian Sosial RI Bapak Nahar dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa Kabupaten Sukoharjo menjadi yang pertama di Indonesia melaksanakan desa inklusi seperti ini.

Dalam sambutan pengarahan Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.MH pertama mengapresiasi semua pihak sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik. Kedua Bupati mendukung dan mengajak dengan satu tekad satu hati kita tingkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya penyandang Disabilitas serta menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pendidikan untuk semua terutama anak berkebutuhan khusus dan pendidikan ketrampilan bagi Difabel untuk menopang kehidupan ekonominya. Ada empat desa inklusi dalam wilayah Kabupaten Sukoharjo khususnya di kecamatan Weru antara lain Desa Grogol, Ngreco, Tegalsari, dan Krajan yang semuanya bersumberdaya masyarakat. Harapan Bupati dengan adanya Deklarasi Gerakan yang dipelopori oleh empat desa Inklusi ini dapat menjadi contoh yang menginspirasi bagi desa lain di Kabupaten sukoharjo dan desa manapun berada di Indonesia menjadi desa inklusi yang ramah disabilitas dan bersumberdaya masyarakat " harap Bupati.  Selain itu Bupati melaunching  Kartu Disabilitas bagi penyandang yang dipergunakan untuk mempermudah pelayanan program perlindungan sosial bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Sukoharjo.

Acara diakhiri penyerahan piagam penghargaan desa inklusi dan piala lomba desa inklusi serta penyerahan secara simbolis kursi roda dan kartu disabilitas oleh Bupati Sukoharjo.(Tj)

Bupati Sukoharjo Launching Kartu Disabilitas dan Deklarasikan Kabupaten Inklusif


Rabu, 19 Oktober 2016

TMMD di Sukoharjo Percepat Pembangunan Perdesaan

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97 tahun 2016  menjadi bagian penting dalam upaya TNI AD dalam memperkuat dan memberdayakan ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wilayah. Hal tersebut diungkapkan Inspektur Upacara Komandan Kodim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Taufan Widiantoro dalam penutupan TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung Tahap II di Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Rabu (19/10).

Sementara itu Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0726/Sukoharjo selaku perwira pelaksana TMMD, Kapten (Arm) Gunarjo melaporkan pra TMMD telah dilaksanakan pada 5-19 September sedangkan TMMD dilaksanakan 20 September hingga 10 Oktober. Menurutnya kegiatan TMMD berupa pembangunan fisik dan nonfisik. Kegiatan fisik meliputi pembangunan jalan makadam dengan volume panjang 1,19 km dan lebar 2,5 meter, pembuatan talut panjang 53 meter lebar 0.30 meter, rehab masjid, pembuatan jamban keluarga dan pembuatan MCK.

"Kegiatan nonfisik berupa penyuluhan pendidikan pendahuluan bela negara, Kamtimbmas, bahaya narkoba, perilaku hidup bersih dan sehat serta penyuluhan KB. Selama TMMD dilibatkan sebanyak 150-an personel lintas fungsi. Semua kegiatan TMMD menelan anggaran senilai Rp335 juta yang berasal dari APBD provnsi senilai Rp160 juta dan APBD II senilai Rp175 juta. Swadaya masyarakat berupa tenaga senilai Rp10 juta serta mendapat partisipasi dari Dinas/instansi terkait PMI 10 sak semen, BPR  Tawangsari 4 sak semen dan Satpol PP 15 zak semen.  Hasil pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2016 didesa Grajegan Kecamatan Tawangsari secara umum berjalan dengan lancar, dapat diselesaikan 100%" ungkap Kapten ARM Gunarjo.

Acara diakhiri dengan acara tambahan penyerahan secara simbolis Surat Ijin Mengemudi sejumlah 187 terdiri dari SIM A 35 orang , SIM C 152 oleh Wakapolres Sukoharjo serta dilanjutkan peninjauan pasar murah dan peresmian lokasi sasaran TMMD. (Tj)

 

 

 

Minggu, 16 Oktober 2016

DZIKIR DAN SHOLAWAT BERSAMA CAK NUN DAN KIAI KANJENG


Bupati, H Wardoyo Wijaya, SH,MH  Sabtu ( 15/10 )  pukul 20.00WIB menghadiri acara Banser Ansor  dzikir dan sholawat  bersama Cak Nun  dan kiaikanjeng di masjid Wisanggeni Desa Mayang Kecamatan Gatak. Acara yang dihadiri ribuan umat muslim  dari berbagai penjuru ini berlangsung sangat khidmat. " Kami selama satu tahun ini telah menggelar  dua kali pengajian akbar  yaitu dzikir dan sholawat  bersama Habib Syech serta dzikir  dan sholawat bersama Cak Nun  pada malam ini, kegiatan kali ini dalam rangka menyambut tahun baru Hijriah 1438. Pada kegiatan kali ini juga diadakan penyerahan 108 paket bantuan pada anak yatim", tandas Purnomo Wisanggeni selaku sesepuh masjid Wisanggeni. Bupati pada sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi kepada segenap pengurus masjid Wisanggeni yang telah memperkasai acara ini dan saya berharap agar dzikir dan sholawat ini dapat memperkuat ukuwah Islamiah . Hadir pada kesempatan ini Ketua DPRD, Nurjayanto, SP, perwakilan Muspida, jajaran muspika, tokoh masyarakat dan tamu undangan. (dn)

PEMBUKAAN FESTIVAL ANAK SHOLEH INDONESIA (FASI) V KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2016


Bupati Sukoharjo diwakili Kabag Binsos Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo Suparmin, SH,MH  membuka acara Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) V se-Kabupaten Sukoharjo tahun 2016, Sabtu (15/10) , bertempat di Gedung IPHI Kabupaten Sukoharjo. Turut hadir Kepala kantor Kemenag Kabupaten Sukoharjo, Ketua IPHI, Ketua dan jajaran Badko TPQ , Muspika Kecamatan Sukoharjo serta ratusan peserta FASI V Kabupaten Sukoharjo.  Kegiatan yang diselenggarakan Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur'an (Badko TPQ) Kabupaten Sukoharjo ini akan berlangsung selama satu hari, yakni Sabtu (15/10) . Badko TPQ menyelenggarakan setiap tiga tahun sekali secara berjenjang mulai dari Tingkat Kecamatan, Tingkat Kabupaten, Tingkat Provinsi dan Tingkat Nasional. Dengan mengambil tema JUARA Bina Santri jujur, arif dan ramah.

Menurut laporan panitia penyelenggara H. Moh. Samrodin, SE.MM selaku ketua Badko TPQ Sukoharjo pertama mengapresiasi Pemkab Sukoharjo atas dukungan penyelenggaraan acara  FASI V kali, serta melaporkan bahwa Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) kali diikuti oleh 624 peserta merupakan utusan kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo. Masing-masing Kecamatan mengirimkan 52 peserta untuk semua cabang lomba. Tempat lomba berada di kantor Kemenag dan di aula IPHI Sukoharjo. FASI merupakan pagelaran lomba kreatifitas santri berprestasi, baik santri Taman Kanak-kanak Al-qur'an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), dan santri Ta'limul Qur'an Lil Aulad (TQA).  Kabupaten Sukoharjo memiliki bibit-bibit santri TPQ yang potensial. Secara kuantitas jumlah TPQ yang tersebar di 12 Kecamatan lebih dari 1500 TPQ. Namun secara kualitatif diperlukan pembinaan yang lebih massif dalam hal peningkatan kemampuan seni baca Al-Qur'an , kemampuan mengekpresikan ketrampilan pidato, adzan dan iqomah. Dengan kegiatan ini diharapkan peningkatan kualitas serta terjalin ukhuwah islamiyah diantara santriawan dan seluruh pengelola TPQ dan sebagai syiar keislaman di Kabupaten Sukoharjo. "Saya bersyukur dan berharap pada tahun 2016 ini, ada santri kita yang akan mewakili provinsi ke tingkat nasional sehingga dapat mengharumkan Sukoharjo" harap H. Moh. Samrodin dalam laporannya.

Cabang lomba yang akan diperlombakan di acara FASI V ini, yaitu Tartil, adzan dan iqomah, , cerdas cermat Al-Qur'an , mewarnai gambar, ceramah agama Bahasa Indonesia, puisi, sholat, hafalan tahfidz terjamah lafdziyah, kisah islami, kaligrafi, ceramah bahasa Arab, ceramah bahasa Inggris. 

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.MH mewakilkan Kabag Binsos Suparmin SH.MH membuka acara FASI V 2016 ini dalam sambutan yang dibacakan secara penuh pertama Bupati mengapresiasi kegiatan ini dan berharap melalui FASI ini dapat dijadikan tempat unjuk kebolehan dan kreatifitas anak, dan juga dijadikan sebagai wahana mengekpresikan kepribadian anak sebagai anak Indonesia yang sholeh/sholehah, anak Indonesia yang menjadi dambaan orang tua, bangsa, Negara dan agama. Serta Bupati berpesan dalam kegiatan ini jangan hanya mengejar kemenangan saja, tetapi jadikanlah kegiatan ini untuk memperkokoh jalinan silaturahmi, untuk mewujudkan ukhuwah Islamiyah bagi seluruh komponen bangsa, khususnya anak-anak, Ikutilah perlombaan ini dengan semangat, penuh optimis dan berdoalah semoga dapat tercapai" ungkap Bupati dalam sambutan yang dibacakan Kabag Binsos.

Keputusan Dewan Hakim FASI V dengan Ketua Dewan Hakim H. Miftahul Hakim, Lc  berdasar nomor  60/Badko TPQ/X/2016 tentang peserta terbaik I,II, III pada seleksi FASI V di Kabupaten Sukoharjo pada sore hari diumumkan oleh panitia.(Tj)

 

 

Kamis, 13 Oktober 2016

Desa Trangsan Sukoharjo Diresmikan jadi Desa wisata Rotan


Bertempat di Balai Desa Trangsan  pada hari Kamis (13/10) dilaksanakan kegiatan Launching Desa Wisata Rotan Trangsan dan Grebeg Penjalin.  Turut hadir Bupati Sukoharjo yang dalam hal ini diwakili Asisten Sekda II Widodo SH.MH, Direktur Prospect Uni Eropa di Indonesia Listoman Tanjung, Muspika serta warga masyarakat Kecamatan Gatak Sukoharjo.
Menurut laporan Kepala Bappeda kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Sutarto selaku ketua penyelenggara acara ini pertama mengapresiasi kepada seluruh elemen yang telah berpartisipasi dalam acara Launching desa wisata rotan trangsan dan Grebeg penjalin 2016 ini, kegiatan ini menjadi tonggak kebangkitan pengrajin rotan Trangsan. Selain itu dijelaskan Desa Trangsan di Kecamatan gatak dari tahun 1980-2007 dikenal sebagai sentra kerajinan rotan oleh karena itu untuk mendorong dan mendukung keunikan dan keunggulan Desa Trangsan perlu diadakan kegiatan ini yang rencana akan digelar rutin setiap tahu ," ungkap Kepala Bappeda Sukoharjo". Launching desa wisata Rotan Trangsan dan Grebeg Penjalin akan dilaksanakan selama tiga hari dimulai tanggal 13 s/d 15 oktober 2016. Pelaksanaan hari pertama kirab Grebeg penjalin diikuti kurang lebih 28 peserta kitrab terdiri dari semua pengrajin rotan, komunitas seni, gunungan rotan, drumband, olahraga holahop, bazar, gelar potensi pasar rakyat , campursari, koesplusan dan karawitan.
Bupati Sukoharjo diwakili Asisten Sekda II  kabupaten Sukoharjo Widodo SH.MH memberikan sambutan dan melaunching Desa Wisata Rotan. Dalam sambutan tertulis yang dibacakan secara penuh oleh Asisten sekda,  Bupati pertama mengapresiasi kegiatan ini dan berharap desa wisata rotan Trangsan dapat menjadi wisata industri unggulan dan terpadu. Acara  diakhiri pemukulan gong sebagai tanda telah dibukanya Trangsan sebagai desa wisata Rotan dan Grebeg Penjalin tahun 2016 ini. Acara diakhiri peninjauan stan pameran rotan di gedung olahraga komplek Balai Desa Trangsan. (Tj)