Bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo pada hari Selasa pagi (25/8) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo menggelar Rapat Pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo Tahun 2015. Setelah melalui beberapa tahapan dalam pencalonan dimulai dari pengumuman ketentuan dan syarat syarat pencalonan, pendaftaran pasangan calon, penelitian dokumen persyaratan pencalonan serta perbaikan persyaratan pencalonan, hingga penetapan pasangan calon, KPU Kabupaten Sukoharjo melakukan pengundian nomor urut pasangan calon yang telah ditetapkan dalam rapat pleno. Turut hadir dalam acara ini masing-masing Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukoharjo, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sukoharjo, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukoharjo, Camat se-Kabupaten Sukoharjo, Ketua Panwaslu, Ketua PPK beserta anggota. Seperti diketahui sehari sebelumnya KPU Kabupaten Sukoharjo telah menetapkan 2 (dua) pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo dalam pemilihan Pilkada Tahun 2015 ini yaitu pasangan H. Wardoyo Wijaya, SH, MH sebagai calon Bupati dan Purwadi, SE.MM sebagai Calon Wakil Bupati yang diusung oleh PDI Perjuangan yang pada rapat Pleno kali pengundian nomor urut pasangan calon oleh Tim Kampanye masing-masing Pasangan Calon mendapat Nomor 1 (satu) serta yang kedua adalah H. Nurdin, SH.MM sebagai Calon Bupati dan Anis Mudakir, SIP, sebagai Calon Wakil Bupati yang diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN), PKB dan Partai Demokrat, yang pada kesempatan kali ini mendapat nomor pengundian nomor urut oleh Tim Kampanye mendapat nomor 2 (dua). Menurut Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo Kuswanto, SH.,MH didalam sambutannya mengatakan berdasarkan ketentuan pasal 33 UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilu, bahwa keputusan Rapat Pleno KPU Kabupaten sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota KPU dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang anggota KPU. Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya didalam sambutannya Acara diakhiri dengan pembacaan Ikrar Siap dipilih dan tidak dipilih serta penandatanganan Naskah Ikrar dan penyerahan Berita Acara kepada masing-masing Calon. Demikian informasi yang berhasil dihimpun oleh Kabag Humas Drs. Joko Nurhadiyanto E.N MHum (Tj)
Selasa, 25 Agustus 2015
Kamis, 20 Agustus 2015
BUPATI SUKOHARJO SERAHKAN BANTUAN UANG DUKA
Salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sukoharjo adalah pemberian Bantuan Sosial Uang Duka bagi warga yang kurang mampu. Selama hampir lima tahun kepemimpinan Warto, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah mengeluarkan santunan kematian hampir 40 milyar rupiah. Kepada tiga belas ribu warga kurang mampu.
Penyaluran bantuan catur wulan pertama 2015 (Periode Januari – April) sebesar Rp.3.546.000,- (tiga milyar lima ratus empat puluh enam juta rupiah) kepada 1182 (seribu seratus delapan puluh dua) orang. Sedang penyaluran untuk catur wulan kedua (Periode Mei – Agustus 2015) diserahkan secara simbolik kepada perwakilan dari masing masing Kecamatan. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Sukoharjo, H.Wardoyo Wijaya, SH, MH dalam dua tahap pada Rabu dan Kamis (19 – 20 Agustus 2015) bertempat di Pendopo Kabupaten Sukoharjo. Acara dihadiri oleh Jajaran Eselon II dan III Kepala SKPD Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Bantuan Sosial Uang Duka sebesar Rp. 1.761.000.000,- (satu milyar tujuh ratus enam puluh satu juta rupiah) diberikan kepada 587 (lima ratus delapan puluh tujuh) orang dari 6 Kecamatan pada Rabu (19/08). Dan esoknya Kamis (20/08) di tempat yang sama, bantuan diberikan kepada 595 (lima ratus sembilan puluh lima) orang dengan dana sebesar Rp.1.785.000.000 (satu milyar tujuh ratus delapan puluh lima juta rupiah ) untuk 6 Kecamatan berikutnya.
Dalam sambutannya Bupati mengucapkan selamat kepada keluarga ahli waris yang menerima bantuan. Bupati juga berharap agar bantuan sebesar Rp.3.000.000,- (tiga juta rupiah) yang diberikan secara utuh tanpa potongan tersebut dapat meringankan beban anggota keluarga yang ditinggalkan. (ap)
DAFTAR PENERIMA BANSOS UANG DUKA 19/20 AGUSTUS 2015
| No. | KECAMATAN | PENERIMA |
| 1 | BENDOSARI | 82 ORANG |
| 2 | KARTASURA | 82 ORANG |
| 3 | TAWANGSARI | 90 ORANG |
| 4 | SUKOHARJO | 99 ORANG |
| 5 | POLOKARTO | 127 ORANG |
| 6 | MOJOLABAN | 107 ORANG |
| | JUMLAH | 587 ORANG |
| | TOTAL | Rp.1.761.000.000,- |
| 7 | WERU | 144 ORANG |
| 8 | BULU | 84 ORANG |
| 9 | GROGOL | 101 ORANG |
| 10 | BAKI | 90 ORANG |
| 11 | GATAK | 70 ORANG |
| 12 | NGUTER | 106 ORANG |
| | JUMLAH | 595 ORANG |
| | TOTAL | Rp.1.785.000.000,- |
Senin, 17 Agustus 2015
SUKOHARJO GELAR RESEPSI HUT KE-70 REPUBLIK INDONESIA
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan Malam Resepsi Hari Ulang Tahun ke-70 Republik Indonesia di Pendopo Graha Satya Praja pada Senin malam (17/08). Acara dihadiri delapan ratusan tamu undangan diantaranya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala SKPD, Kepala Instansi Vertikal, Tokoh masyarakat serta keluarga anggota Paskibraka.
Salam Sambutannya, Bupati Sukoharjo H.Wardoyo Wijaya, SH, MH menyatakan bahwa diusia ke tujuh puluh tahun bangsa ini merupakan momen yang tepat utk menggelorakan kembali rasa nasionalisme dan spiritualisme yang pernah dicita citakan pendiri bangsa. Sebagai bangsa besar, Indonesia harus lebih optimis dalam menghadapi persoalan bangsa. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam pembangunan karakter bangsa. Terkhusus di Sukoharjo, Bupati menyatakan bahwa diperlukan tiga Pilar Pembangunan Daerah yakni Eksekutif yang profesional, Legislatif yang aspiratif serta Masyarakat yang partisipatif.
Bupati juga menghimbau kepada segenap masyarakat Sukoharjo untuk menggunakan hak pilih dan hak politik dalam pilkada beberapa bulan kedepan, sehingga kondusifitas daerah tetap terjaga dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan trophy serta hadiah kepada pemenang Lomba Lomba dalam rangka HUT RI. Diantaranya Lomba Antar Desa, Lomba Antar Kelurahan, Lomba Antar Kecamatan, Lomba Futsal dan Tenis Antar SKPD. Juga diserahkan penghargaan kepada Bupati Sukoharjo atas disabetnya Juara Pertama Lomba Pasar Tradisional Tingkat Jawa Tengah yakni Pasar Ir.Soekarno Kota Sukoharjo. (ap)
PERINGATAN DETIK DETIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE 70
Bupati Sukoharjo H.Wardoyo Wijaya, SH, MH bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Detik Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 70 tahun 2015, Senin (17/8) di Alun Alun Satya Negara dengan membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Dalam sambutan tertulisnya Gubernur Jateng mengajak warga Jawa Tengah untuk memaknai kemerdekaan tidak sekadar melalui lomba-lomba, melainkan menghargai jasa pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan, dengan terus meningkatkan semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan. Kedaulatan politik negara harus dijaga sebagai bangsa yang merdeka. Tidak boleh satu negarapun mengintervensimenjaga eksistensi NKRI. Kebhinnekaan di pelosok Nusantara harus dijadikan sebagai kekayaan budaya dan khasanah Indonesia, untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Karena hal terberat yang perlu dilakukan saat ini bukanlah perang melawan penjajah tetapi mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yang bermanfaat untuk Indonesia. Sebab pascamerdeka, musuh itu ada dalam diri bangsa ini sendiri, seperti korupsi dan rasa malas. Segenap rakyat harus berpikir positif dan tidak mudah pesimis dalam menghadapi suatu masalah. Segenap rakyat harus memiliki nilai-nilai kebangsaan untuk menjunjung bangsanya sendiri. Setahap demi setahap, mulai dari desa sampai kota, mulai dari rakyat jelata sampai penguasa, bersama melakukan gerakan revolusi mental dan tingkah laku agar bisa menjadi pribadi-pribadi yang patut diteladani bagi anak cucu sebagai pewaris dan penerus cita-cita Kemerdekaan Indonesia.
Selesai Upacara, ditampilkan teater kolosal Opera Kemerdekaan "Indonesia Menyala" yang menceritakan gigihnya perjuangan Bangsa Indonsia melawan penjajah hingga memperoleh kemerdekaan. Performance didukung oleh 500 peraga yang merupakan gabungan dari berbagai sanggar seni dan silat di Sukoharjo. Opera Kemerdekaan tersebut adalah ide dari Letkol (inf) Riyanto, Komandan Kodim 0726/ Sukoharjo. Kemudian performance terjun payung dari 20 orang anggota Grup 2/ Kopassus yang sukses membawa Bendera Merah Putih, Bendera Logo Grup 2 dan Bendera Logo Sukoharjo terjun dari ketinggian sepuluh ribu kaki.
Sebelumnya, Minggu (16/8) digelar Malam Tirakatan di Pendopo GSP pada pukul 19.00 WIB dilanjut Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) di Taman Makam Pahlawan Suwargo Loyo Bakalan Polokarto pada pukul 00 WIB. (ap)
Sabtu, 08 Agustus 2015
JK Kunjungi Pondok Pesantren Assalaam
Wakil Presiden Republik Indonesia bersama Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla mengunjungi Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam dalam rangka Gebyar 33 Tahun PPMI Assalaam Sukoharjo, Sabtu (08/08). Acara dihadiri lebih dari seribu tamu undangan yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Praktisi Pendidikan dan Alumni Assalaam, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya tersebut berlangsung di Assalaam Center.
Menurut Ketua Panitia, Arkanudin Budiyanto, Gebyar 33 Tahun Assalaam merupakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari temu akbar alumni; peluncuran buku; persemian gedung Assalaam Center; pameran pendidikan dan ekonomi kreatif serta jalan sehat. Peluncuran Buku 'Assalaam, Beningnya Mata Air Islam' dan peresmian gedung Assalaam Center dilakukan langsung oleh Wapres JK.
Assalaam merupakan Pondok Pesantren terbesar di Surakarta dengan luas sekitar sepuluh hektar. Telah meluluskan dua puluh ribu santri dan saat ini ada sebanyak 2540 santri sedang mengenyam pendidikan setingkat SMP dan SMA di Assalaam. Assalaam juga memiliki laboratorium astronomi yang diakui oleh Badan Antaraiksa Amerika, NASA.
Dalam kuliah singkatnya, Wapres Jusuf Kalla menyatakan bahwa spiritual dan moral adalah dasar utama pendidikan, Indonesia adalah Bangsa besar yang mampu menjadi contoh bangsa bangsa lain dalam hal toleransi. Assalaam harus peduli menjadi inspirasi bagi lingkungannya untuk mendukung pengembangan dunia pendidikan. Tak Lupa Wapres JK menyampaikan selamat dan penghargaan yang tinggi atas milad ke 33 Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. (ap)
Kamis, 06 Agustus 2015
SAMBUNG RASA HARI KELUARGA NASIONAL BERSAMA GUBERNUR JAWA TENGAH
Puncak Peringatan Harganas XXII Tahun 2015 Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Sukoharjo digelar di Alun Alun Satya Negara Kamis (6/8). Lebih dari tiga ribu orang memadati Alun Alun untuk mengikuti atau sekedar menonton acara tersebut. Hadir dalam acara tersebut Forkompimda Jawa Tengah, Forkompimda Sukoharjo, Bupati Walikota se Jawa Tengah serta Ketua Pokja IV Tim Penggerak PKK Pusat. Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP bersama Kepala BKKBN Pusat, Dr.Surya Chandra Surapaty, M.Ph, Ph.D serta rombongan disambut tarian jamu gendong sebagai salam selamat datang. Acara diawali dengan peninjauan stan IVATest dari Dinas Kesehatan.
Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH MH dalam sambutan pembukaan acara menyatakan bahwa Sukoharjo adalah satu satunya Kabupaten yang mendapatkan penghargaan ganda dibidang Keluarga Berencana yakni Penghargaan Manggala Karya Lencana. Dalam acara tersebut diserahkan trophy kepada penerima penghargaan baik itu Kabupaten/ Kota maupun perorangan yang berperan dalam Program Keluarga Berencana. Selain trophy penghargaan, Kepala BKKBN juga menyerahkan secara simbolik IUD Kit dan Implant Removal Kit.
Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP menyatakan bahwa pendidikan karakter dalam keluarga memiliki peranan yang besar terhadap perbaikan generasi bangsa. Beliau juga mengharapkan peran aktif semua yang terlibat dalam kesehatan dan kesejahteraan keluarga untuk memperbaiki angka kematian ibu dan anak di Jawa Tengah yang tergolong masih tinggi.
Dalam sambung rasa/ talkshow terjadi dialog antara narasumber yakni Gubernur Jawa Tegah; Bupati Sukoharjo; Kepala BKKBN dan TP PKK Pusat dengan beberapa hadirin. Kepala BKKBN menegaskan bahwa optimalisasi 8 fungsi keluarga menjadi fondasi pendidikan budi pekerti anak yang kedepannya akan menguatkan revolusi mental sebagai pembentuk karakter bangsa.
Acara diakhiri dengan mengunjungi stan UPPKS dari Kabupaten Kota Se Jawa Tengah. Peringatan Harganas yang dipusatkan di Sukoharjo ini digelar beberapa even seperti Seminar, Roadshow Mupen (Mobil Unit Penerangan) serta Pagelaran Wayang Humor Kampung Sebelah. (ap)
Langganan:
Postingan (Atom)




