Jumat, 30 Agustus 2019

Alami Kekeringan, DWP Sukoharjo Salurkan Bantuan Air Bersih ke Dukuh Sempu Weru

SUKOHARJO – Musim kemarau cukup panjang, berdampak terhadap kurangnya pasokan air bersih bagi 80 Kepala Keluarga di  Dukuh Sempu dan Sampangan Desa Alasombo Kecamatan Weru. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang masih kesulitan dalam mendapatkan air bersih,  Hj. Etik Suryani selaku penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK  dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukoharjo Galuh Agus Santosa merasa berempati dan memberikan bantuan berupa droping air bersih kepada warga Dukuh Sempu RT 2 RW 9  Kecamatan Weru, pada hari Kamis (29/8).

Hj. Etik Suryani, SE, MM mengatakan," penyaluran air bersih sebagai bentuk empati kepedulian Pemerintah melalaui Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukoharjo untuk membantu warga yang kekurangan air bersih,  harapan kami dengan kedatangan kami disini bisa bermanfaat dan berguna untuk meringankan beban masyarakat khususnya di dukuh Sempu dan sekitarnya  dalam membantu masalah kekeringan akibat musim kemarau ini. Saat ini kedatangan kami berniat akan memberikan bantuan 15 tangki air bersih, apabila 15 tangki air bersih masih kurang bisa berkoordinasi dengan kepala desa atau dengan bapak Camat Weru untuk bisa minta penambahan jumlah lagi untuk disampaikan dan dikirim lagi," jelas penasehat DWP.

Camat Weru Pandiyanto ST., MM dalam sambutannya atas nama warga masyarakat dan pemerintah Kecamatan Weru mengucapkan  terima kasih atas perhatian dari Dharma Wanita Persatuan atas bantuan dropping air bersih di wilayahnya. Ada 80 Kepala Keluarga yang terdampak kekeringan saat ini di dukuh sempu dan sampangan desa Alasombo, semoga perhatian DWP dengan bhakti sosial pemberian air bersih dapat menjadikan barokah bagi kita semua," ungkapnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

                                                                                                             

Kamis, 29 Agustus 2019

Lantik 192 Pejabat, Bupati Sukoharjo : Pelantikan, Mutasi dan Promosi Jabatan Hal Biasa dalam Organisasi

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM melantik ratusan pejabat, di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo, Kamis (29/8).

192 pejabat diambil sumpah dan janjinya oleh Bupati terdiri dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrasi, kepala puskesmas, kepala sekolah dan pejabat fungsional utama di lingkungan pemerintah kabupaten sukoharjo.

Bupati mengatakan rotasi maupun mutasi pejabat ini merupakan hal yang biasa dan wajar, sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintahan dan pembangunan.

"Prosesi pelantikan pejabat adalah hal yang sangat rutin dan hal biasa. Jabatan adalah sebuah amanah yang harus disyukuri dijaga dan dipertanggunngjawab dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat, saya ucapkan selamat, semoga amanah ini menjadikaan kinerja secara maksimal, kretif dan inovatif dilandasi profesionalisme dan integritas yang tinggi guna mendukung suksesnya pembangunan di Kabupaten Sukoharjo," harap Bupati.

Pengambilan sumpah janji dan pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan Bupati, para saksi yakni asisten administrasi umum setda Eko Adji Ariyanto SH., MM dan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno M.Pd, dilanjutkan penandatanganan berita acara sumpah janji secara perwakilan. Bupati selanjutnya menyerahkan Surat Keputusan secara simbolis dan menyematkan tanda jabatan.

Turut hadir Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Sekretaris Daerah Drs. Agus Santosa serta para Asisten Sekda,kepala OPD dan camat.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum. (Tj)

 


Virus-free. www.avast.com

Rabu, 28 Agustus 2019

Sukoharjo Expo 2019 Resmi Ditutup, Omzet Capai 2.7 M

SUKOHARJO-- Gelar Potensi Sukoharjo Expo 2019 sukses digelar dan ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo, Selasa (27/8). Terbukti dengan perolehan omzet yang didapat mencapai Rp 2.7 miliar dengan total pengunjung sebanyak 22.750 ribu orang sejak digelar Jumat - Selasa (23-27/8).  Turut hadir Ketua Dekranasda Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE., MM beserta Kepala Disdagkop UKM.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Sutarmo, M.Pd mengatakan jika gelar potensi ini berhasil menarik pengunjung sebanyak 2.500 sampai 2.700 berkunjung ke stand-stand Sukoharjo expo 2019.

"Ini memang Expo pertama kami yang bertaraf nasional. Dari 200 stand yang kami dirikan semuanya terisi penuh dengan dua stand yang dijadikan tempat kesekretariatan," kata Sutarmo M.Pd

Produk-produk lokal andalan seperti kerajinan tangan serta batik masih menjadi primadona pengunjung. Selain itu juga produk lokal lainnya seperti sarung goyor, gitar, Tatak Sungging tak kalah menarik perhatian.

"Tidak kalah ramai produk unggulan olahan kami dibidang kuliner juga ramai pengunjung. Sedangkan batik masih menjadi produk lokal yang paling banyak diminati dan terlaris selama Expo ini," jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Drs. Agus Santosa sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pagelaran potensi tingkat nasional ini memang cukup mencuri perhatian. Dan pihaknya berharap Gelar potensi tahun depan bisa bertaraf Internasional.

"Penyelenggaraan Expo ini diharapkan mampu membawa kontribusi pada masyarakat dan kabupaten. Apalagi terdapat 19.840 UMKM di Sukoharjo yang diharapkan bisa memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi," ungkap Sekda.

Dengan pemberdayaan UMKM di Sukoharjo pihaknya berharap angka pengangguran juga bisa dituntaskan. Sebab angka pengangguran di Sukoharjo mencapai 2.78 persen.  Ia berharap pemuda menjadi termotivasi untuk berwirausaha.

"Dalam persaingan terbuka yang semakin sempit kunci usaha sukses bukan hanya modal. Namun juga bertaruh pada usaha dan kecepatan menangkap peluang," jelasnya.

Agus memberikan beberapa catatan sebagai evaluasi seperti meningkatkan promosi, serta menambah variasi wilayah peserta expo dan variasi produk.

"Meski ini event nasional pertama, capaiannya cukup memuaskan. Karena kita berhasil meraih omzet hingga Rp 2.7 miliar. Dan memang perlu ada evaluasi untuk perbaikan juga persiapan Gelar Potensi tahun depan. Yang semoga bisa bertaraf internasional," pungkasnya.

Penutupan ini juga ditandai dengan penyerahan hadiah lomba seperti stand terbaik kategori pemerintahan dan umum, lomba Barista Battle Coffe, serta lomba mewarnai Anak Sukoharjo ceria. Meski pagelaran resmi ditutup, namun, stand akan dibuka sampai pukul 21.00 dan dimeriahkan dengan acara Golden Memories.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj) 



Selasa, 27 Agustus 2019

Bentuk Generasi Kreatif, Bunda PAUD Sukoharjo Hj. Etik Suryani Buka Lomba Mewarnai TK dan PAUD

SUKOHARJO- Bunda PAUD Hj. Etik Suryani SE., MM membuka recara resmi lomba mewarnai TK dan PAUD se-Kabupaten Sukoharjo dengan tema 'Anak Sukoharjo Gembira'.dalam rangka memeriahkan peringatan Hari lahir ke-73  Kabupaten Sukoharjo yang sekaligus bagian acara dari rangkaian Gelar Potensi Sukoharjo Expo 2019 serta dalam memeriahkan peringatan HUT RI ke 74, bertempat di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) Graha Wijaya, Senin (26/8).

Sebanyak 500 anak dari TK dan PAUD se-Kabupaten Sukoharjo mengikuti acara lomba mewarnai yang diberi tema 'Anak Sukoharjo Gembira'.

Turut hadir Kepala Disperindag UKM Sukoharjo, Sutarmo, M.Pd, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo Dra. Siti Nurngaeni, M.Pd.

Menurut bunda Etik, lomba ini dalam rangka memperingati Hut ke-73 Sukoharjo yang sekaligus bagian acara dari Sukoharjo Expo 2019, dan juga dalam rangkaian peringatan Hut RI ke 74.

"Kegiatan lomba mewanai ini juga untuk menyalurkan bakat dan kreativitas anak dalam bisang seni," katanya. Dengan kegiatan ini, dapat meningkatkan motorik anak, sehingga anak bisa lebih kreatif.

"Dalam perlombaan ini juga melatih anak untuk mandiri, dan meningkatkan daya saing anak," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag UKM Sukoharjo, Sutarmo, M.Pd menambahkan, sesuai dengan tema yang diusung 'Anak Sukoharjo Gembira', para peserta mewarnai gambar yang penuh kecerian.

"Di dalam gambar ada gambar pohon, yang menggambarkan keasrian, lalu hewan yang menggambarkan keceriaan," katanya.

Sutarmo, M.Pd menambahkan, lomba ini sengaja di gelar di GP3D Sukoharjo untuk mempromosikan gedung potensi kebanggaan kabupaten Sukoharjo ini.

"Di Gedung ini, masyarakat Sukoharjo bisa menyulurkan potensinya."

"Dengan bangunan yang luas, gedung ini juga mampu menampung banyak orang, ditambah pengunjung juga bisa melihat dan berbelanja disini," terangnya.

Dengan duduk lesehan, para peserta membawa meja kecil untuk memawarnai, dan mereka nampak antusias mengikuti lomba ini.

Sutarmo, M.Pd mengungkapkan, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp 2,250 juta untuk para juara. Dengan rincian Rp 1 juta untuk juara pertama, Rp 750 ribu untuk juara, dan Rp 500 ribu untuk juara ketiga, yang masih ditambah tropi dan piagam.

"Untuk juara harapan satu sampai tiga akan diberikan tropi dan piagam."

"Penyerahan hadiah saat penutupan Expo Sukoharjo 2019 besok tanggal 27 Agustus," pungkasnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Senin, 26 Agustus 2019

Ketua TP. PKK Sukoharjo membuka Senam Sehat Wanita Unggul

SUKOHARJO–Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE., MM ikuti dan membuka secara resmi pelaksanaan senam senam sehat wanita unggul bersama dengan ribuan ibu-ibu kader  PKK se-Kabupaten Sukoharjo dalam rangka menyemarakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo ke-73 dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-74 pada Minggu (25/12) pagi, di alun-alun Satya Negara.

Turut hadir Sekda Drs. Agus Santosa beserta, Kepala Disperindag dan UKM Sutarmo M.Pd, Ketua Dharma Wanita Persatuan Galuh Agus Santosa dan ribuan ibu ibu anggota PKK se-Kabupaten Sukoharjo.

Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani SE., MM dalam sambutannya menekankan tentang mewujudkan masyarakat sehat. Tentunya untuk mewujudkan masyarakat sehat harus dimulai dari keluarga dahulu.

"senam sehat wanita unggul gembira, marilah kita wujudkan masyarakat Sukoharjo sehat," harap Hj. Etik.

Beragam doorprize disediakan panitia untuk menyemarakan acara ini dan Hj. Etik Suryani SE., MM bersama Sekda turut menyerahkan hadiah door prise.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 



Virus-free. www.avast.com

Bupati Buka Gelar Potensi Daerah Sukoharjo Expo 2019

SUKOHARJO – Bupati H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM membuka secara resmi gelar potensi daerah Sukoharjo Expo 2019 skala nasional dengan ditandai pemukulan gong,  dengan diikuti seratus delapan puluh tiga pelaku usaha di Sukoharjo, Soloraya, Jawa Timur hingga Kaltim, Medan dan UMKM binaan tujuh kementerian ikut andil dalam Sukoharjo Expo 2019 bertempat di Alun-Alun Satya Negara, Jumat (23/8). Tari Bergodo Rampak Kuda dari Sanggar Solah Bowo mengawali rangkaian acara pembukaan sukoharjo expo 2019.

Kegiatan diselenggarakan mulai tanggal 23 sampai dengan tanggal 27 Agustus ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan industri kreatif.

Asisten Deputi Bidang Pertanian dan Perkebunan Kementerian Koperasi dan UKM, Dewi Syarlen, SE.,MM saat memberi sambutan Menkop dan UKM RI mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Pemkab Sukoharjo. Gelar potensi daerah Sukoharjo Expo 2019 dapat menjadi wadah penting bagi pelaku UMKM baik di Sukoharjo maupun daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan diri. Pengembangan baik dari sisi promosi maupun peningkatan usaha penjualan. Dengan demikian maka para pengusaha bisa semakin maju dan tidak mengalami ketertinggalan.

Gelar potensi juga menjadi media promosi dan dapat mengangkat citra produk unggulan dari pelaku UMKM. Terlebih lagi pemerintah pusat sekarang sedang mengenjot ekonomi kreatif sebagai masa depan bangsa Indonesia.

"Industri kreatif sangat potensial untuk dikembangkan di daerah. Salah satunya industri kreatif bidang kebudayaan dan kearifan lokal setiap daerah yang tidak dimiliki negara lain," ujarnya.

Pengembangan industri kreatif yang diharapkan pemerintah pusat masih menemui sejumlah kendala di daerah. Salah satunya seperti terbatasnya akses pemasaran dan juga akses permodalan. Untuk itu, Kementerian membuat program yang sudah dan akan dilaksanakan antara lain perluasan akses pemasaran bagi UMKM, pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), kampung digital yang bersinergi dengan PT Telkom, peningkatan kapasitas SDM berbasis teknologi degital, perluaaan akses pembiayaan melaui KUR, serta pengelolaan dana bergulir bagi UMKM.

Program yang sudah dijalankan pemerintah tersebut telah memberikan dampak peningkatan kewirausahaan dan mendukung perekonomian nasional. Sukoharjo Expo sebagai wujud nyata dan komitmen Pemkab Sukoharjo dalam penguatan jaringan UMKM. Pemerintah pusat berharap kegiatan semacam ini juga diselenggarakan didaerah lain secara serentak. Sebab keberadaanya banyak memberikan manfaat besar baik bagi pelaku UMKM maupun pemerintah.

"Dalam gelar potensi daerah Sukoharjo Expo 2019 seperti ini maka produsen dalam hal ini pelaku UMKM bisa bertemu langsung dengan pembeli. Hal ini sangat banyak memberikan keuntungan," lanjutnya.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya mengatakan, Sukoharjo Expo 2019 merupakan upaya membangun citra positif mendorong industri kreatif di Sukoharjo. Saat ini, sektor industri dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan sumbangan Pendapatan Domestik Bruto.

Pemkab Sukoharjo sangat besar memberikan perhatian serius kepada para pelaku UMKM baik dari sisi permodalan, pendampingan, pelatihan hingga menyediakan media promosi seperti gelar potensi. Kegiatan sudah diselenggarakan setiap tahun dengan mengambil momen peringatan HUT RI dan HUT Kabupaten Sukoharjo.

Pada setiap penyelenggaraan Sukoharjo Expo selalu diikuti seratusan pelaku UMKM baik dari Sukoharjo maupun luar daerah. Mereka mampu menampilkan berbagai hasil produksi dan ciri khas.

"Para perajin diharapkan untuk kreatif dan inovatif agar mampu menghasilkan produk-produk yang memiliki daya saing tinggi, sehingga dapat menjadi produk-produk unggulan yang mampu bersaing dipasar internasional," ungkap Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Sukoharjo, Sutarmo SE., M.Pd mengatakan, kegiatan ini masih rangkaian Hari Lahir Sukoharjo Ke-73, dan HUT Kemerdekaan RI Ke-74. Expo tersebut untuk mempromosikan Sukoharjo dengan berbagai potensinya sehingga bisa memberikan kontribusi dalam meningkatnya daya saing produk unggulan Sukoharjo dan membuka peluang investasi.

"Pada tahun 2019 ini untuk kali pertama Sukoharjo Expo digelar dengan skala nasional. Sebab sebelumnya diselenggarakan hanya tingkat lokal Sukoharjo kemudian naik menjadi Solo Raya dan Provinsi Jawa Tengah. Diharapkan peningkatan ini juga berdampak baik pada meningkatnya usaha pelaku UMKM," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati mengkukuhkan pengurus ICSB (International Council For Small Business) Indonesia periode 2019-2021 dengan ketua Kunto Adi, SP.,MP. Disamping itu, Bupati menyerahkan bantuan Kredit Usaha Rakyat, ultra mikro dan bantuan operasional UPTD Metrologi legal dari Kementerian Perdagangan RI

Acara diakhiri peninjaun stand sukoharjo expo 2019 yang diawali dengan pengguntingan balon dan untaian melati oleh Hj. Etik Suryani SE.,MM didampingi bupati dan Asisten Deputi Pertnian dan Perkebunan Kementerian Koperasi UKM RI.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Kamis, 22 Agustus 2019

Bersama Ribuan Masyarakat, Bupati Sukoharjo Saksikan Pawai Pembangunan

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM dan Ketua Tim PKK Hj. Etik Suryani SE., MM beserta jajaran  Forkopimda dan ribuan masyarakat Kabupaten Sukoharjo sangat antusias untuk menyaksikan kirab pawai pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT RI yang Ke 74 dan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-73, Kamis (22/8).

Peserta pawai pembangunan berjumlah 150 terdiri dari peserta jalan kaki 34 peserta dan peserta memakai !kkendaraan hias 116 peserta. Pawai pembangunan diikuti seluruh instansi pemerintah, badan usaha milik daerah (BUMD), sekolah, kelompok kesenian dan budaya.

Tidak hanya itu, para peserta pawai menampilkan berbagai unggulan di wilayahnya masing-masing. Ratusan mobil hias juga turut serta memeriahkan pawai pembangunan. Jalannya pawai dimulai pukul 13.00 WIB dengan start dari patung jamu gendong dan berakhir di depan Rumah Dinas Bupati Sukoharjo.

Selain itu, peserta pawai yang turut memeriahkan juga datang dari kelompok Perguruan Silat, Drum Band dan Marching Band SMA Taruna Nusantara,  mobil hias dari Organisasi Perangkat Daerah, dari pihak swasta, dan perwakilan instansi lainnya juga ikut memeriahkan pawai tersebut.

Dari panggung kehormatan turut hadir Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupsaten Sukoharjo Loeh Agus Santosa,  Seluruh Kepala OPD juga ikut menyaksikan pawai tersebut.

"ini sudah menjadi tradisi setiap tahunnya dalam rangka memperingati HUT RI. Alhamdulillah, pawai pembangunan hari ini berlangsung sangat meriah dan sangat dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Sukoharjo, " ungkap Bupati sesaat sebelum meninggalkan panggung kehormatan.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum.(Tj)


Virus-free. www.avast.com