Rabu, 09 Mei 2018

Wakil Bupati Sukoharjo Hadiri Pengajian Akbar Penutupan Rutinan Majlis Al Hidayah

SUKOHARJO- Pengajian Akbar Penutupan Rutinan Majlis Al Hidayah bersama Buya Soni di Sepanjang Jl. MT. Haryono Solo Baru, Selasa (8/5). Wakil Bupati H. Purwadi, SE.,MM, para Kyai beserta Muspika Kecamatan Grogol dan Ribuan umat jemaah Al Hidayah melantunkan sholawat.

Wakil Bupati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukoharjo khususnya jamaah Majlis Al-Hidayah untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta ukhuwah Islamiyah, agar terwujud suasana yang aman, damai dan kondusif, sehingga kita semua dapat menjalankan Ibadah puasa Ramadhan dengan khusu' dan khidmat.

"harapan saya, semoga kebersamaan dan sinergitas terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga syiar Islam di Kabupaten Sukoharjo terus dapat terpancar," ungkap Wakil Bupati. Acara diakhiri dengan Tausyiah dan doa dipimpin Buya Soni. Selaku Ketua Panitia dalam acara ini Gus Ahmad Rifa'i.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)


Selasa, 08 Mei 2018

SUKOHARJO, MASUK 100 SMART CITY INDONESIA

​

​​​​​​​​​Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, SH, MH menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tentang Gerakan Menuju 100 Smart City tahap kedua di Indonesia. Acara dilaksanakn di Redtop Hotel dan Conventional Center, Jakarta, Selasa (8/5).

Sejak tahun 2017 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama tim membuat program Gerakan Menuju 100 Smart City dan di tahun 2018 ini Kabupaten Sukoharjo termasuk dalam 50 Bupati dan Walikota yang ditunjuk Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, S.Stat, MBA untuk mengikuti program tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika menyatakan "Gerakan menuju 100 smart City ditujukan untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi Informasi dan komunikasi dalam ekositem Smart City" jelasnya.

"Pemilihan kabupaten/kota untuk mengikuti kegiatan ini dilakukan melalui seleksi dengan melihat berbagai parameter, seperti kondisi keuangan daerah, peringkat dah status kinerja penyelenggara pemerintah daerah berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, serta indeks Kota Hijau yang diterbitkan Kementerian PUPR" lanjutnya.

Pada awalnya, 120 Kabupaten/Kota terpilih menjadi kandidat untuk mengikuti proses assesment di Jakarta. Kesiapan diukur melalui visi kepala daerah serta kelengkapan infrastruktur, regulasi dan SDM yang mengacu pada konsep pemerataan dan Nawa Cita. Gerakan Smartcity adalah konsep Presiden Jokowi yang akan di Internasionalkan menjadi Sub Sistem Asean Smart Nation.

Setelah penandatangan ini, daerah akan mendapatkan pendampingan guna menyusun master plan. Pendampingan dilakukan oleh akademisi dan praktisi smart city dari berbagai institusi seperti Universitas Indonesia, ITB, Perbanas dan UMN.

Master plan yang dihasilkan akan mencakup rencana pembangunan smart city di masing-masing kabupaten/kota dalam 5-10 tahun ke depan. Selain itu, setiap daerah juga akan memiliki program pintas yang hasilnya bisa dirasakan masyarakat dalam setahun ke depan.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, menambahkan "Penandatanganan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi dalam menjawab permasalahan sekaligus mendorong potensi di daerah masing-masing. Gerakan Menuju Smart City bertahap sudah bergulir sejak 2017 hingga 2019 diharapkan nanti, adanya 100 kota/kabupaten yang dapat dijadikan teladan dalam mengimplementasikan Program Smart City," tambahnya dalam keterangan persnya.

Bupati Sukoharjo dalam menghadiri acara ini juga didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sukoharjo, Suryanto, SH, MM dan Rombongan dari Kominfo Sukoharjo, demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

 

 


KAMPUNG KB DUTA MAKMUR NGASINAN BULU WAKILI SUKOHARJO DALAM LOMBA KAMPUNG KB TINGKAT PROVINSI

Kampung KB "Duta Makmur" Dukuh Kedung Batang Desa Ngasinan Kecamatan Bulu mewakili Kabupaten Sukoharjo dalam evaluasi dan penilaian Kampung KB Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 bersaing dengan 5 peserta lainnya (Kampung KB Tunggulsari – Rembang, Kampung KB Wijaya Kusuma – Banyumas, Kampung KB Gadis – Cilacap, Kampung KB Babadan – Magelang dan Kampung KB Kokola – Semarang). Peninjauan lapangan sebagai evaluasi dan penilaian di Ngasinan Bulu Kabupaten Sukoharjo berlangsung Senin, 7 Mei 2018. Tim penilai perwakilan dari  Biro Kesra Setda Prov Jateng, BKKBN Prov Jateng, DP3A Dalduk KB Prov Jateng yang dipimpin oleh Ketua Tim Penilai Ibu Rohmi Rahim, SH, MH.

Dilokasi, tim penilai diterima oleh Asisten Administrasi Umum Sekda, Eko Adji Arianto, SH, MM didampingi Kepala DPPKB&P3A Kabupaten Sukoharjo Ir. Proboningsih Dwi Danarti, Camat Bulu Sunarjo Hadi Purnomo, S.Sos, MM, Ketua Pokja Kampung KB Duta Makmur Harno, SP.d, Muspika Bulu, Pejabat dari Dinas terkait, dan tokoh masyarakat sekitar.

Kampung KB yang dulunya orang berfikiran hanya berkaitan dengan alat kontrasepsi dan penggunaan alat kontrasepsi, dengan adanya pencanangan kampung KB ini menunjukkan bahwa didalam kampung KB itu terdapat sinergitas dalam segala bidang, baik itu kesehatan, kependudukan, ketahanan pangan, pertanian, perindustrian, keamanan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Yang intinya segala aktivitas dan dinamika yang ada di Kampung KB adalah untuk menuju keluarga sejahtera. Sehingga dalam evaluasi dan penilaian kampung KB, yang dalam hal ini melalui peninjauan lokasi, yang menjadi point utama adalah sinkron atau tidaknya profil yang ditampilkan (yang menjadi dasar seleksi) dengan keadaan sesungguhnya di lapangan. Dan seberapa tinggi keterpaduan program di lintas sektoral / antar instansi sesuai tugas dan fungsinya serta antusias pelakunya (warga masyarakat dan pemerintah).

Seusai peninjauan lokasi, Kepala DPPKB&P3A Kabupaten Sukoharjo mengungkapkan rasa optimisnya melihat hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim penilai. "Melihat tadi Tim Penilai merasa puas, karena kecocokan antara profil dan keadaan di lapangan, saya optimis dan berharap kita bisa menang. Memang ada sedikit kekurangan, yaitu di rumah data, tapi ini memang sektor baru dalam kampung KB. Kami juga siap mengembangkan lagi potensi yang ada" ungkap Ibu Probo.

Tidak hanya masyarakat dukuh Kedung Batang saja, semua warga Sukoharjo juga berharap Kampung KB Duta Makmur bisa memenangkan kompetisi 6 besar ini, dan menambah deretan prestasi yang telah ada. (Yk)


Senin, 07 Mei 2018

Gedung Graha PGRI Siap Pakai, Di Resmikan Bupati Sukoharjo

SUKOHARJO- Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sukoharjo yang diberi nama "Graha PGRI" pada hari Senin (7/5) diresmikan Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH.  Gedung Graha PGRI berdiri di atas lahan 5.111 m² dengan luas bangunan 1.764 m²,  dengan kapsitas 1.000 - 1.500 m ² , dibangun dengan anggaran Rp 4.670 miliar.

Ketua PGRI Sukoharjo Ir. Bambang Sutrisno, MM mengatakan, Graha PGRI merupakan tempat yang representatif untuk kegiatan pertemuan. Baik yang bersifat edukatif maupun nonedukatif bagi warga pendidikan khususnya maupun organisasi, lembaga pemerintah dan lembaga kemasyarakatan yang membutuhkan. Gedung juga akan difungsikan sebagai sarana yang bersifat umum, baik untuk guru, perayaan hari besar keagamaan dan hari besar nasional. Tempat Sekretariat organisasi PGRI yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

"Gedung juga akan difungsikan sebagai tempat pesta pernikahan atau hajatan baik anggota PGRI, warga pendidikan khususnya maupun masyarakat umum," ujar Bambang.

Ketua PGRI Ir. Bambang Sutrisno, MM menambahkan pembangunan Gedung Graha PGRI dibiaya secara swadaya dengan iuran anggota PGRI yang berjumlah 6.250 orang. Untuk guru yang sudah sertifikasi golongan IV sebesar Rp 40 ribu per bulan, golongan 3 Rp 35 ribu, dan golongan 2 Rp 30 ribu. Sedangkan untuk guru yang belum sertifikasi, golongan 4 sebesar Rp 25 ribu dan golongan 3 Rp20 ribu per bulan.

"Dari total biaya Rp 4,670 miliard sudah dibayar Rp 4 miliar. Sisanya saya harap lunas setelah iuran anggota hingga bulan Agustus mendatang," kata Ir.Bambang.

Selain itu Ir. Bambang juga menyampaikan ucapan terima kasih pada Bupati Sukoharjo yang telah memberikan bantuan Rp250 juta untuk pembangunan pagar dan gapura. Selain itu, juga bantuan dari Yayasan Bina Muwahidin Surabaya senilai Rp 161 juta untuk pembangunan masjid.

Bupati memberikan apresiasi pada pengurus dan anggota PGRI Sukoharjo yang sudah menyelesaikan pembangunan gedung. Bupati berharap gedung yang dibangun secara swadaya tersebut dapat digunakan untuk kegiatan PGRI. Terutama dalam rangka meningkatkan kompetensi para guru. Selain itu, juga bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat Sukoharjo.

Selain itu, Bupati berharap dengan terbangunnya Gedung Graha PGRI, komunikasi dan koordinasi antar anggota bisa lebih maksimal. "Gedung juga digunakan untuk bisnis sehingga meningkatkan pendapatan PGRI. Dalam kesempatan ini, bantuan saya tambah Rp150 juta untuk menyelesaikan pembangunan yang belum selesai," ujar Bupati. Turut hadir Wakil Bupati Forkopimda, Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani, SE, Pengurus PGRI PGRI Provinsi, Ketua DPRD, Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajarannya dan segenap pengurus cabang khusus PGRI se-Kabupaten Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)



BUPATI HADIRI GERAK JALAN HUT RS. INDRIATI

 

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya , SH, MH, hadir dan memberangkatkan Gerak Jalan dalam rangka Hari Ulang Tahun yang Pertama Rumah Sakit Indriati, di Solo Baru, Grogol, Minggu (6/5).

Dalam sambutannya Bupati Sukoharjo mengucapkan selamat atas ulang tahun pertama RS. Indriati, yang merupakan Rumah Sakit Internasional pertama yang ada di Sukoharjo. "saya turut bangga dengan keberadaan rumah sakit ini, dengan gedung yang megah dan fasilitas yang komplet turut membantu terwujudnya Sukoharo yang sehat" terangnya.

"selamat ulang tahun yang pertama untuk Rumah Sakit Indriati, semoga selalu sukses dan semakin berkembang" pungkasnya.

Dalam acara tersebut selain dihadiri oleh jajaran direksi RS. Indriati, juga dihadiri oleh Forkopimda Sukoharjo dan juga OPD se Kabupaten Sukoharjo. Peserta yang mengikuti acara tersebut berjumlah kurang lebih 1000 orang.

Acara tersebut juga memperebutkan hadiah Utama 2 sepeda motor matic, dan banyak hadiah lainnya. Menurut Direktur RS Indriati, dr. Imelda Tandiyo, setahun yang lalu rumah sakit ini masih sepi pengunjung tetapi akhir-akhir ini setiap harinya bisa melayani 500 pasien.

"Tingkat kunjungan pasien selalu meningkat, terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan pelayanan kesehatan kepada kami, dan tentunya kami akan selalu memperbaiki pelayanan kami kedepannya" jelasnya.

"dan untuk kegiatan ulang tahun ini, tahun depan akan kami buat lebih meriah dan terima kasih atas partisipasi memeriahkan acara ini" tandasnya.

Rumah sakit yang memiliki 25 lantai ini turut memperhatikan pasien peserta BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan melalui program JKN-KIS, Demikian keterangan yang disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (ang)

 


Minggu, 06 Mei 2018

Bupati Hadiri Beroperasionalnya Asphalt Mixing Plant PT. Berkah Solo Berdikari

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH, menghadiri tasyakuran dalam rangka telah beroperasinya Asphalt Mixing Plant PT. Berkah Solo Berdikari pada  hari Sabtu (05/05). Turut hadir Bupati dan Wakil Bupati H. Purwadi, SE, Suyadi Widodo, Muspika, Agung Dwi Sulistyo (Direktur Utama PT.Berkah Solo Berdikari) serta ratusan tamu undangan.
Dalam sambutannya Agung Dwi Sulistyo Direktur Utama PT.Berkah Solo Berdikari pertama mengucapkan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada semua pihak yang sudah mendukung berdirinya PT.Berkah Solo Berdikari, dengan beroperasinya PT.Berkah Solo Berdikari ini juga mendukung program pemerintah daerah untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan menurunkan angka pengangguran dan membantu pembangunan daerah,"ungkapnya.
Dalam sambutannya H.Wardoyo Wijaya S.H,M.H selaku Bupati Sukoharjo mengharapkan dengan keberadaan PT.Berkah Solo Berdikari ini bisa memberikan keuntungan dan kemakmuran bagi masyarakat Kecamatan Tawangsari khususnya dan masyarakat Kabupaten Sukoharjo pada umumnya.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Ketua TP-PKK Kabupaten Sukoharjo Kampanyekan Germas

SUKOHARJO- Ketua TP-PKK Kabupaten Sukoharjo, Hj. Etik Suryani, SE mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tahun 2018, di halaman Kantor Gedung Promosi Potensi Daerah (GPPD) Graha Wijaya, Minggu(06/05). Turut Hadir Ketua TP.PKK  beserta pengurusnya, PLH. Balai Kesehatan Masyarakat wilayah Klaten, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Sukoharjo dan kader kesehatan pemuda siaga sehat. Materi dan narasumber gerakan masyarakat hidup sehat untuk kesehatan bangsa oleh Ketua Tim Penggerak PKK dan dilanjutkan materi TOSS TBC oleh Kepala Balkesmas Wilayah Klaten serta dilanjutkan pengukuhan DASIAT sebagai mitra Balkesmas.

Dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Sukoharjo mengucapkan terima kasih kepada Kader PKK dan Kader Posyandu yang semangat melaksanakan berbagai program PKK dengan memberikan dan mandorong masyarakat agar menjadi keluarga yang sehat.

"Saya sangat senang melihat para Kader PKK dan Kader Posyandu yang sangat antusias melaksanakan kampanye Germas ini, yang mana kegiatan ini dapat memberi banyak manfaat utuk keluargan Indonesia." Ungkap Ketua TP-PKK.

Masih dalam sambutannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Sukoharjo juga memaparkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam rangka percepepatan PHBS di Kabupaten Sukoharjo dan mengajak masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Sebagai wujud dari kegiatan Germas dengan melakukan aktifitas fisik, mengkonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alcohol, memeriksa kesehatan secara rutin dan membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban sehat. Selain itu Hj. Etik Suryani, SE mengajak masyarakat untuk bersama-sama mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan produktivitas penduduk. Selain itu juga dikatakannya, sebagai Kader PKK yang didalamnya terdapat para Kader Posyandu, harus dapat mendorong upaya hidup sehat di masyarakat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Dalam kampanye tersebut, Hj. Etik Suryani, SE juga mengingatkan agar kampanye Germas ini tidak hanya selesai sampai disini saja, namun diharapkannya peran keluarga untuk dapat memberikan contoh yang baik kepada anak-anak dan lingkungan sekitar tentang pentingnya menjalankan hidup sehat.

"Saya berharap, dengan adanya kampanye Germas ini, para Kader PKK, terutama bagi Kader PKK dan Kader Posyandu agar dapat mengkampanyekan kembali dilingkungannya masing-masing agar dapat meningkatkan kesadaran kepada masyarakat tentang hidup sehat." Tutup Hj. Etik Suryani, SE.

Dalam laporan ketua panitia penyelenggara, dr. Yunia Anton Budi mengatakan kegiatan sosialisasi dan kampanye perilaku hidup bersih dan sehat dalam program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018 bertujuan untuk mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat dalam upaya mendukung Gerakan Masyrakat Hidup Sehat (Germas) dan program Indonesia Sehat dengan pendekatan Keluarga serta mendorong pemberdayaan masyarakat untuk lebih berperan dalam Germas. 

Demikian informasi kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

 


Virus-free. www.avast.com