Minggu, 05 November 2017

PIALA TETAP LOMBA MAPSI TINGKAT SD TAHUN 2017 SE JAWA TENGAH DIBOYONG KOTA SEMARANG

SUKOHARJO–Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH menutup Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) Sekolah Dasar ke 20 Tahun 2017 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Graha Satya Praja ( GSP ) Pemkab Sukoharjo, Minggu (05/11/2017). Acara ini dihadiri oleh Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Provinsi Jawa Tengah, Suyanto M.Si, Unsur Forkopimda Kabupaten Sukoharjo dan  Kepala UPTD TK SD se-Kabupaten Sukoharjo, serta seluruh peserta dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
Kafilah Kota Semarang berhasil menjadi juara umum lomba mata pelajaran pengetahuan agama Islam dan seni Islami (Mapsi) SD se- Jateng yang berlangsung di Kabupaten Sukoharjo.
Kafilah dari Kota Semarang berhasil menyisihkan ratusan peserta lain dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah dengan menyabet 5 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Karena meraih juara umum maka secara otomatis kafilah asal Kota Semarang berhak memboyong piala bergilir dari Gubernur Jateng.
Dalam sambutannya Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH, mengucapkan terima kasih kepada panitia atas terlaksananya Lomba MAPSI SD Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Sukoharjo dapat berjalan dengan Lancar. Serta menyampaikan permohonan maaf apabila penyelenggaraan MAPSI di Kabupaten Sukoharjo terdapat kekurangan ataupun kesalahan.  Bupati juga mengucapkan selamat kepada delegasi Kabupaten/Kota yang meraih juara pada Lomba MAPSI SD tahun ini. "Semoga prestasi yang telah diraih menjadi pelecut semangat untuk terus meraih prestasi berikutnya, dan kepada yang belum berkesempatan memenangkan lomba tahun ini jangan patah semangat, terus belajar dan berusaha untuk meraih prestasi," jelasnya. Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula piala bagi para juara di beberapa cabang dan rumpun lomba, yaitu: rumpun pengetahuan dan ketrampilan Agama Islam (patrais), rumpun adzan dan iqomah (aziq), rumpun cerdas dan ilmiah islami ( cerilis ), rumpun teknologi informasi dan komunikasi Islami ( tiki), rumpun kewirausahaan Islami ( KI), rumpun al quran bil lisan ( qurlis), rumpun al quran bil qalam (qurqal), rumpun khitabah, rumpun seni musik islami (semis), rumpun cerita islami ( ceris ) serta rumpun macapat islami ( macis), "ungkap Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Provinsi Jawa Tengah, Suyanto M.Si ketika ditemui selesai acara.
"Apresiasi setinggi-tingginya kepada Kabupaten Sukoharjo atas terselenggaranya Lomba MAPSI SD Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang meriah dan penuh rasa kepedulian. Dan mohon maaf kedatangan teman teman delegasi MAPSI se jateng membuat jalan macet. Dari 19 kali lomba MAPSI SD diselenggarakan, penyelenggaraan lomba MAPSI SD di Kabupaten Sukoharjo kali ini lah yang dirasa terbaik dari penyelenggaraan dengan dilihat dari indikator manajemen, kesiapan panitia serta kebersihannya selesai lomba,"tegasnya.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

Jumat, 03 November 2017

Sukoharjo jadi Tuan Rumah Lomba Mapsi SD Tingkat Jateng


SUKOHARJO- Kabupaten Sukoharjo menjadi tuan rumah penyelenggaraan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD ke-20 Tahun 2017. Hingga tiga hari ke depan (3-5 November 2017) akan digelar Lomba MAPSI dimulai dengan upacara pembukaan.Upacara yang dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja        ( GSP ) Kabupaten Sukoharjo, dengan mengambil tema kegiatan " Dengan Lomba MAPSI SD ke-20 Tahun 2017 Kita Aplikasikan Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Kepribadian Berkarakter Islami berlomba, berbudaya dan bergembira" serta Motto kegiatan "Berlomba, Berkarya dan Bergembira".

Kegiatan ini diselenggarakan oleh KKG MGMP PAI Provinsi Jawa Tengah diikuti oleh siswa SD se Jawa Tengah sebanyak 1.680 peserta dengan jumlah peserta tiap Kabupaten/kota 36 anak dan pendamping 12 orang berasal dari 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah,"ungkap Ketua Penyelenggara Drs. Darno Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo. Tujuan lomba menggairahkan peserta didik untuk mempelajari, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dalam meningkatkan kualitas SDM dan menumbuhkan ketrampilan hidup dan rasa cinta seni Islami,"lanjutnya.

Hadir dalam upacara pembukaan antara lain : Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si yang membacakan sambutan tertulis Gubernur sekaligus membuka secara resmi Mapsi KE-20 tAHUN 2017di Kabupaten Sukoharjo.. Hadir pula Bupati Sukoharjo, Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Drs. Gatot Bambang Hastowo MPd,  serta kurang lebih 2500 anak peserta lomba Mapsi.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam sambutan pertama mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta  di Kabupaten Sukoharjo serta  mengapresiasi kegiatan MAPSI yang terdiri dari kafilah lomba beserta Guru serta Bupati berpesan para peserta lomba dapat mengikuti dengan sungguh sungguh serius dan dapat menghasilkan sesuatu yang membanggakan dan berprestasi di masing masing kabupaten.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur mengapresiasi dan mendukung kegiatan kompetensi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berkarakter dan berbudi luhur. Lomba MAPSI SD ke-20 Tahun 2017 dilaksanakan di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, SMK Muhamadiyah 1 Sukoharjo, SMKN 1 Sukoharjo dan SMAN 3 Sukoharjo  dan  memperebutkan Tropy Bergilir Gubernur Jawa Tengah dan Tropy Tetap Bupati Sukoharjo. Acara diakhiri penyerahan Trophy bergilir Gubernur dari kontingen Juara Umum MAPSI ke-19 tahun 2016 (Kabupaten Kebumen) ke Wakil Gubernur dilanjut ke Panitia lomba MAPSI SD ke -20 tahun 2017 dan penyematan tanda peserta lomba dan ikrar peserta.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

 

 

 

Rabu, 01 November 2017

HUT ke-2 Persojo, Para Seniman Sukoharjo Berkumpul

Pentas seni dalam rangka ulang tahun PERSOJO yang kedua dan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda digelar di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) . PERSOJO ( Persatuan Seniman Sukoharjo ) berdiri pada tanggal 27 Mei 2015  sudah mendapatkan SK dari Kementerian Hukum dan Ham, hingga tahun 2017 sudah memiliki hampir  500 anggota seniman  yang ada di seluruh Sukoharjo. PERSOJO  mengadakan gelar budaya secara rutin setiap Selasa malam, minggu ke 2 dan ke 4   di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah Graha Wijaya. " Kami mempunyai slogan Sayuk Rukun Sedulur Sak Lawase, dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda dan HUT Persojo ke-2 diadakan pagelaran wayang kulit lintas generasi dengan menampilkan 4 dalang antara lain Ki dalang bibit santoso, Ki dalang tulus, ki dalang mardi gareng,Ki dalang Joko Santoso (Selasa, 31/10)," tandas ketua umum, Ashadi, SH.
H. Purwadi SE.,MM Yang membacakan sambutan Bupati, dalam pidato sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses untuk PERSOJO. Bupati berharap dengan berdirinya PERSOJO mampu menjadi wadah seniman dan seniwati Se Kabupaten sukoharjo untuk terus berkarya dan berkreasi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya pembangunan seni budaya dan pariwisata di Kabupaten Sukoharjo.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Selasa, 31 Oktober 2017

KEPALA OPD DAN PERANGKAT DESA SE-KABUPATEN SUKOHARJO IKUTI DISEMINASI PROGRAM BPJS KETENAGAKERJAAN

Undang-undang No.40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional pasal 13 menyebutkan bahwa pemberi kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada BPJS sesuai dengan program jaminan sosial yang diikuti. Pemkab Sukoharjo bersama BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Selasa pagi (31/10) mengadakan Diseminasi Program BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Graha Satya Praja kepada 390 peserta, yang terdiri dari seluruh Kepala OPD, Kepala Desa, Perangkat Desa non PNS se Kabupaten Sukoharjo. Dalam laporan penyelenggara oleh Asisten Perekonomian Pembangunan Widodo,.SH,.MH menyebutkan bahwa jaminan Sosial merupakan bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar bisa memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak, termasuk tenaga harian lepas / THL yang berada di OPD.

Seperti disampaikan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Bapak Suwilwan Rachmat bahwa tujuan utama BPJS Ketenagakerjaan adalah memberikan perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang, apabila mengalami resiko sakit, resiko kecelakaan kerja, resiko kematian dan pensiun. BPJS merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjamin rakyat hingga dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya secara layak, serta untuk mendapatkan perlindungan atas resiko ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Wardoyo Wijaya, SH, MH berpesan kepada seluruh Kepala OPD dan Kepala Desa, nanti Tahun 2018 untuk mengikutsertakan semua pegawainya termasuk Tenaga Harian Lepas (THL) baik dari umum maupun kependidikan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan khususnya asuransi dalam kecelakaan kerja dan kematian. Bagi Kepala Desa bisa mengoptimalkan ADD dalam APBDes TA 2018. Karena itulah Bupati berharap dalam Diseminasi ini nanti peserta bisa mendapatkan pemahaman tentang apa dan bagaimana hak kewajiban peserta BPJS Ketenagakerjaan ini. Segala informasi tentang manfaat, tata cara klaim, dan kemudahan proses pendaftaran kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan dijelaskan dengan rinci oleh Bapak Sri Sudarmadi di sesion tanya jawab.

Turut hadir dalam acara ini Asisten II Sekda, Asisten III Sekda, para Kepala OPD, dan Camat se Kabupaten Sukoharjo. Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum yang juga hadir dalam acara dimaksud. (Yk) 

Minggu, 29 Oktober 2017

Pelantikan MWC NU Sukoharjo, Dihadiri Bupati

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kabupaten Sukoharjo resmi dilantik oleh Ketua PJs PCNU Sukoharjo Khomsun Nur Arief, S.Ag  Nur Arief S.Ag. Acara pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Graha Satya Praja ( GSP) yang dihadiri oleh oleh Bupati Sukoharjo,  Forkopimda,. Drs. Moh. Toha S.Sos M.Si anggota DPR RI komisi III Fraksi PKB,Ketua DPRD, H. Wiwoho S.Pd PDM Muhamadiyah,camat dan tokoh sesepuh NU serta ribuan jam'iyah NU dari 12 Kecamatan seKabupaten Sukoharjo, Sabtu (28/10).
Dalam sambutannya Ketua panitia Dr. Zainul Abass M.Ag  menyampaikan, acara pengajian akbar dan sekaligus pelantikan pengurus majelis wakil cabang NU se Kabupaten Sukoharjo sekaligus menjadi puncak rangkaian dari hari santri nasional tahun 2017, di Kabupaten Sukoharjo telah mengadakan lebih kurang 20 kegiatan dan Alhamdulillah sudah terlaksana dengan baik dan pada tanggal 22 Oktober kemarin melaksanakan upacara yang dilaksanakan di halaman setda Kabupaten Sukoharjo, dan pada malam hari ini MWC NU yang dilantik 9 MWC NU dari 12 Kecamatan dan lebih kurang 5 ribu jamaah yang hadir ini terdiri dari tiap tiap kecamatan di Kabupaten Sukoharjo  dengan mengambil tema meningkatkan konsolidasi organisasi untuk kesejahteraan dan keutuhan NKRI," ungkap Dr.Zainul Abass M.Ag mengawali sambutan.
Menurut PJs Ketua NU Sukoharjo Khomsun Nur Arief, S.Ag menyampaikan hari santri nasional kita peringati setiap tanggal 22 Oktober sudah 3 tahun kita peringatan Hari santri nasional di Kab. Sukoharjo. Tanpa ulama maka kemungkinan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 belum tentu kita laksanakan, dengan kekuatan besar ulama dan Kyai dan para santri Alhamdulillah Allah meridhoi kemerdekaan Republik Indonesia
Di Kabupaten Sukoharjo ini hubungan ulama dan pemerintah benar-benar kita rasakan dan setiap malam Bapak Bupati ini mengundang organisasi Islam baik dari NU, MTA dan LDII ini digilir mengadakan pengajian yang diikuti oleh warga Kabupaten Sukoharjo dan rencana Sukoharjo menjadi kabupaten santri mudah-mudahan kedepan akan segera kita Raih," ungkapnya.
Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, SH.MH dalam sambutanya mengucapkan selamat kepada pengurus cabang NU Kabupaten Sukoharjo dan seluruh badan otonom dan lembaga-lembaga di lingkungan NU yang telah mengadakan kegiatan kegiatan dalam rangka hari santri nasional tahun 2017 serta mengapresiasi atas nama pemerintah daerah dan atas nama pribadi atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh NU yang secara langsung maupun tidak langsung ikut memberi kontribusi dalam membina dan membangun masyarakat Sukoharjo semoga kedepan semakin berkembang dan semakin banyak memberi kontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Sukoharjo.
"Hari santri nasional tentu memiliki arti dan makna yang penting bagi kalangan santri dan segenap elemen bangsa hari santri nasional menjadi refleksi bagi santri dan semua elemen anak bangsa untuk mengingat kembali sejarah perjuangan pondok pesantren dalam berjuang melawan penjajah.Dengan HSN ini marilah kita jaga dan kita rawat persatuan dan kesatuan bangsa kita tetap jadikan Pancasila sebagai ideologi negara kita rawat dan kita jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap tegak di bumi Nusantara ini,"jelas Bupati dalam sambutan pengarahannya.
Turut ‎diserahkan Tropy Kejurkab PSNU pagar Nusa oleh Bupati dan acara diakhiri dengan pengajian maudzoh hasanah oleh Prof Dr. Ali Maschan Moesa M.Si.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

Sabtu, 28 Oktober 2017

PERINGATAN SUMPAH PEMUDA KE-89 KABUPATEN SUKOHARJO

Selaras dengan tema tahun ini  "Pemuda Indonesia Berani Bersatu" Peringatan Sumpah Pemuda di Kabupaten Sukoharjo berlansung meriah, dalam menyatukan potensi dan apresiasi pemuda.  Upacara bendera diselenggarakan Sabtu pagi (28/10) di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo dengan Inspektur Upacara Bupati Wardoyo Wijaya, SH, MH dengan dihadiri Forkompimda, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten, Ketua DWP Kabupaten, diikuti oleh peserta dari perwakilan TNI, Polri, PNS, Pelajar, Mahasiswa, Pramuka, Gabungan Organisasi Wanita, Ormas, dan Tokoh Masyarakat.

Inti sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi yang dibacakan Bupati bahwa kita sebagai generasi penerus harusnya bangga dan berterimakasih dengan perjuangan berat para pemuda di tahun 1928 hingga melahirkan Sumpah Pemuda yang berikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. karena banyak hikmah dan keuntungan yang didapatkan dari perjuangan kala itu. Perjuangan lintas pulau dengan berbagai latar belakang suku, agama, ras tidak menyurutkan semangat persatuan yang berkobar.

Sekarang dengan segala kemudahan sarana transportasi dan telekomunikasi hendaknya semakin mempermudah pemuda dalam berinteraksi untuk mewujudkan sikap kegotongroyongan dengan menghindari kesalahfahaman persepsi demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan sosial. Pemuda harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghentikan segala bentuk perdebatan yang mengarah ke perpecahan bangsa. Harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan.

Apresiasi yang tinggi dari Pemkab Sukoharjo terhadap kegiatan kepemudaan yang mewarisi api dan gelora Sumpah Pemuda Tahun 1928, terwujud dengan didukungnya Gelar Potensi dan Gelar Budaya oleh Pemuda bersama KNPI. Gelar potensi tersebut merupakan acara tambahan yang menjadi satu rangkaian dari upacara bendera, diawali dengan penyerahan hadiah dari lomba-lomba yang diselenggarakan KNPI dilanjutkan dengan ditampilkannya 12 macam ekspresi pemuda (penampilan dolanan anak, marching band Gema Wijaya Nusantara, tari dari SMK/SMA di Sukoharjo, band dari SMK Muhammadiyah Sukoharjo serta penampilan artis muda campur sari di Sukoharjo).

Demikian penjelasan singkat dari Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto, EN, M.Hum yang  turut hadir dalam acara tersebut. (Yk)

Jumat, 27 Oktober 2017

Gelar Bersih Desa, Dukuh Kutu Kabupaten Sukoharjo Gelar Wayang Kulit


Sukoharjo – Memperingati acara bersih dusun di Dukuh Kutu RW VIII Desa Telukan Grogol, digelar pagelaran wayang kulit di Gedung Serbaguna Dukuh Kutu, Kamis (26/10).

Wayang kulit dengan dalang Ki Suratno dari Wuryantoro Wonogiri dengan mengambil  lakon Wahyu Katentreman ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi beserta ibu Amik Purwadi, Muspika Grogol dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi kepada seluruh warga Dukuh Kutu Desa Telukan atas segala usaha untuk melestarikan salah satu tradisi bangsa yaitu bersih dusun.

"Pemerintah Daerah akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya seperti bersih dusun dan kegiatan lain yang berkaitan dengan budaya, " ungkap H.Purwadi SE.,MM mengakhiri sambutannya.

Turut hadir camat beserta Muspoka Grogol, Kepala Desa Telukan, Panitia bersih Dusun Dukuh Kutu beserta ratusan warga masyarakat dukuh Kutu.

Demikian informasi yang disampaikan oleh kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)