Rabu, 20 Maret 2019

BUPATI SUKOHARJO PIMPIN HUT SATPOL PP, DAMKAR , LINMAS DAN PEMUSNAHAN MIRAS

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM Bertindak sebagai irup (inspektur upacara) dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), HUT ke-57 Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan HUT Pemadam Kebakaran (Damkar) Ke 100 tahun 2019 bertempat di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo, diakhiri dengan kegiatan pemusnahan ribuan botol minuman keras (miras) hasil razia, Rabu, (20/3). Upacara ini diawali dengan pembacaan sejarah singkat Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Satlinmas.

Sesuai dengan tema peringatan  HUT masing masing satuan yaitu peningkatan ketentraman dan ketertiban umum melalui optimalisasi peran Satpol PP, Pemadam kebakaran dan Satlinmas guna mensukseskan pemilu serentak 2019. Bupati berharap masing masing satuan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas sebagai abdi negara, abdi masyarakat, dan abdi pemerintah serta Satpol PP, Satlinmas, dan Satuan Damkar diminta untuk mengawal pelaksanaan pemilihan umum serta ikut menjaga iklim kondusif di Jateng pada semua tahapan Pileg dan Pilpres 2019.

Di hadapan peserta upacara yang terdiri dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala OPD, Camat serta para peserta upacara yang terdiri dari 33 pleton dan 990 personil, Bupati membacakan amanat Gubernur Jawa Tengah secara lengkap.

"Dirgahayu HUT Satpol PP ke 69 dan HUT Satlinmas ke 57. Laksanakan tugasmu dengan tuntas. Lakukanlah kewajibanmu dengan iklas dan junjung tinggi integritasmu. Tetap kompak disetiap gerak langkah untuk melayani masyarakat yang kita cintai bersama," ucap Bupati mengakhiri membacakan sambutan Gubernur Jateng. 

Selanjutnya Bupati bersama Forkopimda dan para tamu undangan menuju areal pemusnahan. Nampak berjajar teratur puluhan jerigen minuman keras jenis ciu, tumpukan botol-botol miras, yang siap dimusnahkan. 

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, SH, M.Hum mengatakan barang bukti yang dimusnahkan berupa 2009 Botol miras terdiri dari berbagai jenis dan 10 drigen ciu.

"Saya berharap bagi masyarakat yang masih mengkonsumsi Miras ini akan lebih tahu dan mengerti dampak buruk dari miras dan menjauhinya dengan melakukan kegiatan kegiatan yang positif dan dihimbau bagi para penjual diharapkan tidak menjual lagi," tegas Kasatpol PP.

Ditambahkannya, operasi cipta kondisi dalam rangka untuk menjaga kondusifitas daerah akibat dampak miras. " Pemusnahan miras ini, selama 3 bulan ini, hasil operasi cipta kondisi khususnya di 3 wilayah Kecamatan  yakni wilayah Kecamatan Mojolaban, Kartasura dan Grogol," tambahnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

Selasa, 19 Maret 2019

Bupati Sukoharjo Motivasi Kader Siaga Trantib untuk Berikan Kenyamanan Masyarakat

SUKOHARJO- Ketentraman, keamanan serta kenyamanan dalam masyarakat merupakan kunci dalam membangun bangsa. Keberadaan Kader Siaga Trantib (KST) diharapkan mampu mengoptimalkan kinerjanya, anggota harus bangga sebagai KST, diniati dengan ibadah dalam menjalankan tugas tugas mulia untuk membantu mewujudkan dan melestarikan ketentraman dan ketertiban umum khususnya menjelang digelarnya pesta demokrasi pemilihan umum pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Demikian arahan Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM saat memberikan pembinaan bagi para Kader Siaga Trantib (KST) sebanyak 784 personil bagi enam Kecamatan berikutnya melanjutkan arahan yang sama seminggu yang lalu bagi enam wilayah Kecamatan yang berbeda dari 12 Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (19/3).

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, SH, M.Hum melaporkan kegiatan sosialisasi bagi KST melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara swakarsa untuk membantu melakukan pengawasan terhadap permasalahan ketertiban umum dan ketenangan di masyarakat dan diharapkan bisa memberikan informasi tentang pelanggaran - pelanggaran yang terjadi di masyarakat, kedua kegiatan ini dapat memberikan bekal bagi  bagi para KST dalam rangka untuk memerangi berita berita hoax yang selama ini berkembang di masyarakat dan mendiskreditkan sesuatu kelompok golongan tertentu, untuk itu diharapkan para KST dapat menjadi kader terdepan untuk bisa memberikan pencerahan dan mencounter berita-berita fitnah dan ketiga diharapkan para kader KST untuk berani dan ikut serta mensosialisasikan keberhasilan dari pemerintah baik pusat dan di daerah," tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi pembinaan dari Satpol PP Kabupaten Sukoharjo. Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Senin, 18 Maret 2019

MENKO PMK PUAN MAHARANI : KABUPATEN SUKOHARJO MENUJU DESTINASI WISATA JAMU

Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani didampingi Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM serta Kepala BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP mencanangkan Kabupaten Sukoharjo menuju Destinasi Wisata Jamu Indonesia bertempat di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo   serta melaunching café jamu di Pasar Nguter.  

Disamping itu, kehadiran Menko Puan menyerahkan secara simbolis bantuan sosial kepada masing masing penerima manfaat antara lain  bantuan Program Keluarga Harapan (PKH),  Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berjumlah 37.441 KPM dengan indeks 110 ribu dapat ditukarkan beras dan telur, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebesar Rp 50 juta per BUMDes diterimakan kepada 5 BUMDes, Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) total KIP 55.375 siswa dengan alokasi anggaran Rp 29,6 M, Alsintan (Alat Mesin Pertanian) maksimal 5 unit untuk 250 KWT dan 5 Poktan, Sarana prasarana Pendidikan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita sebanyak  500 Kg  dan Ibu Hamil (Bumil) sebanyak 500 Kg, Kacamata Baca Plus sebanyak 400 buah, bantuan stimulant perumahan swadaya berjumlah 220 unit serta bantuan bimbingan manasik haji dan KIP pesantren dan bantuan Sarana Prasarana Ibadah sebanyak 40 ekslempar Al-Quran, Senin (18/3).

Menurut Menko PMK, café jamu dipasar Nguter Sukoharjo, ini merupakan tempat kuliner pertama kali yang menyajikan minuman jamu di Indonesia. Keberadaan café tersebut diharapkan bisa membudayakan dan melestarikan minuman jamu, bukan hanya dikalangan orang dewasa saja tetapi juga kalangan muda milenial. Selain itu café ini bisa mendorong UMKM untuk terus mengembangkan usahanya.

Disebutkan juga bahwa kehadiranya ke Sukoharjo ingin memastikan bahwa berbagai program Pemerintah dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran. Disamping itu, Menko Puan berharap penerima bantuan PKH bisa mandiri.

"Harapannya para penerima PKH bisa mengelola uang yang diterima dan memanfaatkannya sebagai usaha dan bisa mandiri serta menyatakan tidak lagi menjadi warga miskin ," ujar Menko saat memanggil dan mendengarkan para penerima manfaat KIS,PKH di atas podium.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM dalam sambutannya mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada Menko PMK Puan Maharani atas semua bantuan yang telah diberikan kepada  masyarakat Kabupaten Sukoharjo. Bupati mengajak kepada para pengusaha Jamu di Kabupaten Sukoharjo untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha dengan tetap menjaga kualitas dan keasliannya sehingga jamu tradisional Kabupaten Sukoharjo ini akan terus di gemari dan dapat membantu kesehatan masyarakat.

"Sukoharjo merupakan salah satu sentraindustri jamu tradisional di Indonesia, memiliki keunikan tentang sejarah jamu nasional, mudah-mudahan dengan pencanangan ini akan menjadikan Kabupaten Sukoharjo semakin maju dan dikenal, sehingga mampu menjadi salah satu tujuan bagi wisatawan nasional maupun mancanegara," harap Bupati.

Kepala BPOM RI dalam sambutannya mengatakan Kabupaten Sukoharjo dipilih sebagai destinasi wisata jamu, dikarenakan Sukoharjo memiliki aktivitas usaha jamu dari hulu ke hilir, mulai dari kebun tanaman obat herbal, UMKM, Jamu dan usaha jamu gendong, serta memiliki industri obat tradisonal. "Tak hanya itu, Sukoharjo juga memiliki pasar jamu di Nguter yang merupakan sentra penjualan jamu dan bahan bakunya, yang berpotensi besar sebagai penunjang bagi pengembangan usaha jamu yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar. Selain itu jamu dikembalikan ke tengah-tengah keluarga sebagai budaya memelihara kesehatan yang telah diwariskan secara turun temurun,"ungkapnya.

Ditambahkan, BPOM RI telah melakukan bimbingan teknis kepada 30 pelaku usaha jamu gendong dengan melibatkan peran aktif para Bapak angkat. Serta dilanjutkan pendampingan bagi para UMKM jamu lainnya, termasuk memberikan edukasi tentang jamu kepada berbagai komunitas masyarakat di Sukoharjo. Di Jateng terdapat tiga industri obat tradisional yang berkomitmen menjadi Bapak angkat yaitu PT Sido Muncul (Semarang), PT.Borobudur (Semarang) dan PT Konimex (Sukoharjo).

Acara diakhiri dengan minum jamu bersama dan dilaksanakan peninjauan stand pameran jamu se- provinsi Jateng di Pendopo Graha Satya Praja (GSP). Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN,M.Hum. (Tj)

 

Kamis, 14 Maret 2019

Pemkab Sukoharjo Sosialisasikan Tanda Tangan Elektronik

SUKOHARJO– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Sosialisasi Tanda Tangan Elektronik dan Implementasinya dalam SPBE ( Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ) di ruang Graha Satya Karya (GSK), Kamis (14/3).

Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari  Kepala Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) yang merupakan unit pelaksana dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Rinaldy S.Sos., M.Ti, sosialisasi diikuti oleh seluruh Kepala OPD, Kepala Bagian dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sukoharjo, Suryanto, SH., MM mewakili Sekda yang berhalangan hadir, saat membuka secara resmi  sosialisasi tersebut menyampaikan, pemanfaatan tanda tangan digital (elektronik) telah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Peraturan Pemerintah Nomor 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Sehingga Tanda Tangan Elektronik ini memiliki kedudukan yang sama dengan tanda tangan manual pada umumnya dan memiliki kekuatan hukum serta akibat hukum yang sah.

"Maraknya kasus kejahatan elektronik (Cyber Crime) dan kebutuhan masyarakat akan perlindungan transaksi elektronik menjadi salah satu latar belakang penggunaan Digital Signature semakin penting," ungkapnya.

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sukoharjo, Suyamto ST.,M.Kom, menyampaikan tanda tangan memiliki konsekuensi dan pertanggungjawaban, sehingga diperlukan pemahaman yang sama mengenai Tanda Tangan Elektronik (TTE) ini, bagaimana yang sah dan diakui serta keamanan dari TTE tersebut seperti apa.

"Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya Pemerintah Kabupaten Sukoharjo perlu menyiapkan sarana prasarana pendukung salah satunya terkait dengan penerapan tanda tangan elektronik, jelas Suyamto.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) BSSN Rinaldy  SSos., MTi mengatakan bahwa sebagai dasar hukum, tanda tangan digital sudah dilindungi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Selain itu, pemerintah juga sudah memiliki Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. "Di UU ITE sudah dinyatakan tanda tangan digital kekuatan hukumnya sama persis seperti tanda tangan biasa," jelasnya.

Ditambahkan mengatakan secara undang – undang, tanda tangan elektronik ada yang tersertifikasi dan tidak tersertifikasi.

"Ketika tidak tersertifikasi aspek keamanannya tidak bisa dipenuhi dan dengan mudah dipalsukan, sedangkan tanda tangan elektronik yang telah tersertifikasi atau tanda tangan digital di tambah dengan perkuatan sertifikat elektronik segala sesuatu ketika Ada modifikasi dapat dengan mudah kita ketahui bahwa semuanya invalid," katanya.

Selain aspek keamanan dan integritas, salah satu keuntungan menggunakan tanda tangan digital yaitu menghemat beberapa sumber daya.

"Dari hasil survei, satu pegawai menghabiskan 300 kertas perhari. Seperti kita ketahui, kertas dibuat dari pohon, jika kita bersikeras menggunakan tanda tangan basah maka tahun 2030 hutan kita hilang sebanyak 170 juta hektare dan ini harus dihindari karena kita harus mendukung program pemerintah terkait dengan Go Green,"katanya.

Ia juga menambahkan, sudah hampir 50 daerah dan instansi pusat sudah melakukan implementasi tanda tangan digital ini, pihaknya juga berharap budaya digital dapat berkembang.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN. M.Hum. (Tj)

Rabu, 13 Maret 2019

Bupati Sukoharjo Serahkan Bantuan Sosial Rumah Tangga Miskin

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM menyerahkan bantuan sosial Rumah Tangga Miskin (RTM) absolut Alokasi Surplus UPK Tahun 2018 dan Expo Pelestarian PNPM Mandiri Perdesaan di lapangan desa Mranggen Kecamatan Polokarto , Rabu (13/3). Turut hadir Hj. Etik Suryani, SE, MM selaku Ketua TP.PKK Kabupaten, Kepala Dinas PMD, Camat Polokarto, Muspika serta kurang lebih 3500 orang peserta yang hadir.

Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah selain memperat silaturahmi juga menyampaikan bahwa pelestarian dari Program PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Polokarto masih berjalan dengan baik dengan mengenalkan produk produk kelompok pemanfaat serta diserahkannya bantuan sosial.

PNPM Mandiri Perdesaan merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat.  Melalui pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menciptakan dan meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraan. Keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam pembangunan, akan menjadikan pembangunan lebih terarah dan tepat sasaran. ," ungkap Bupati dalam sambutannya. Selain itu Bupati berpesan seluruh pengurus UPK, BKAD dan pelaku PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Polokarto untuk terus melestarikan program ini, sehingga apa yang menjadi tujuan dari PNPM dapat tercapai.

Menurut  Camat Polokarto Pardi S.Sos dalam sambutannya mengatakan bahwa Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan Kecamatan Polokarto masih berjalan dengan baik. Hingga akhir tahun 2018 lalu, total aset ekonomi yang dikelola UPK Kecamatan Polokarto sebesar  Rp12,326 Milyar dari Bantuan Langsung Masyarakat  (BLM) Rp 2,5 M.Dana tersebut merupakan dana milik masyarakat Kecamatan Polokarto yang merupakan amanah pemberdayaan masyarakat yang wajib dilestarikan dan dikembangkan sesuai kearifan local. Aset tersebut dimanfaatkan untuk 248 kelompok dan 3.732 orang pemanfaat yang tersebar di 17 desa se Kecamatan Polokarto. Surplus Bersih UPK Tahun 2018 Rp 1,283 M sesuai dengan Perbup Sukoharjo Nomor 7 Tahun 2014 tentang pedoman umum PNPM Mandiri Perdesaan Pelestarian Kabupaten Sukoharjo dibagi menjadi  satu bantuan RTM Rp 255.500.000 yang diserahkan pada hari ini meliputi rehap Rumah Tidal Layak huni sebanyak 27 unit, rahab atab sebanyak 2 unit, lantainisasi dan plesterisasi 3 rumah, pemasangan instalansi listrik 6 titik. Kedua Pelatihan pemberdayaan masyarakat , ketiga untuk operasional kelembagaan BKAD PNPM serta surplus ditahan tambahan modal perguliran.

Dalam kesempatan ini juga ditampilkan pameran produk produk pemanfaat UPK Kecamatan Polokarto, produk usaha kecil/industry kecil sebagai penopang kesejahteraan masyarakat. Acara diakhiri peninjauan pameran produk oleh Bupati dan diadakan undian doorprize dengan berbagai macam hadiah hadir berupa sepeda, TV, kompor gas, drink jar, kipas angin dan bingkisan.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukohrjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Selasa, 12 Maret 2019

Bupati Sukoharjo Kunjungi Lokasi TMMD Bersama Aspam Kasad Mabes

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM beserta jajaran Forkopimda  menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) penanggung jawab operasional TMMD Reguler 104 dari Markas Besar TNI Angkatan Darat Asisten Pengamanan Kepala Staf TNI AD (Aspam Kasad) Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad  untuk meninjau sasaran fisik pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-104 di Desa Celep, Kecamatan Nguter di Kabupaten Sukoharjo tahun 2019, bertempat di ruang lobby Bupati, Selasa (12/3).

Bupati dalam sambutan penerimaan mengapreasiasi dan mengucapkan selamat datang kepada Tim Mabes TNI AD.  "Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada Aspam Kasad beserta rombongan dan selanjutnya berkenan meninjau pelaksanaan TMMD Reguler ke-104 di Kabupaten Sukoharjo. TMMD sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya yang terkait dengan upaya akselerasi percepatan pembangunan infrastruktur di pedesaan yang merupakan salah satu kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Selain itu TMMD telah mampu menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya gotong royong masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di desa," ungkap Bupati.

Sementara itu,  Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf. Chandra Ariyadi Prakosa, S.I.P, M..TR (Han) memaparkan kegiatan kegiatan yang telah dicapai di lokasi TMMD Reguler ke-104 Tahun 2019 di desa Celep Kecamatan Nguter.

Aspam Kasad  Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad  dalam sambutan pengarahanya menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan untuk mendapatkan saran masukan dan berbagai evaluasi dan perbaikan dari daerah dan dari masyarakat untuk kemudian dievaluasi.

"TMMD tahun yang lalu dilaksanakan setahun sekali kemudian karena ada beberapa masukan dari masyarakat menjadi 2 tahun terakhir. Sampai dengan saat ini telah membangun berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat dan kegiatan non fisik berupa penyuluhan sosialisasi dalam pembentukan karakter generasi muda serta kegiatan lainnya yang sifatnya untuk memberikan penguatan ataupun kekebalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," jelas Aspam Kasad.

Acara dilanjutkan peninjuan lokasi TMMD yang diikuti Tim Wasev Mabes TNI, Bupati beserta jajaran Forkopimda di 5 titik lokasi TMMD di desa Celep Kecamatan Nguter Sukoharjo. Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

 

 

Sabtu, 02 Maret 2019

BUKA PESTA SIAGA 2019, BUNDA ETIK : SIAGA HARUS BERANI UNTUK MAJU

SUKOHARJO- Bertempat di SMK Negeri 5 Sukoharjo, di Kwartir Ranting Bulu,  Pesta Siaga Kwarcab Sukoharjo Tahun 2019 dibuka langsung oleh Bunda Hj.Etik Suryani SE, MM, turut hadir Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH sebagai KaMabicab dan Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM selaku Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Sukoharjo, pada hari Sabtu (2/3). Dengan mengambil tema Mandiri, Santun dan Gembira, serta motto Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.

Pelaksanaan Pesta Siaga 2019 selama satu hari ini, diikuti 120 peserta terdiri dari 12 Kwaran dari 12 Kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo terdiri dari 12 Barung Putra dan dan 12 Barung Putri. Pesta Siaga Kwarcab Sukoharjo akan memperebutkan piala tergiat 1,2,3 untuk barung putera maupun barung puteri dan tergiat 1,2,3 mewakili Kwarcab Sukoharjo ke pesta siaga Binwil Surakarta yang akan diselenggarakan di Kwarcab Karanganyar direncanakan pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2019 di SMP Negeri 3 Karanganyar.

Saat pembukaan yang dikemas dalam upacara, Hj. Etik Suryani SE, MM sebagai Pembina Upacara mengucapkan selamat berlomba kepada anak-anak peserta  yang terpilih mewakili sebagai peserta utusan dari Kwartir masing - masing sehingga berkesempatan untuk mengikuti ajang pesta Siaga di tingkat Kwartir Cabang.

" Sungguh Bunda sangat bahagia bisa hadir di tengah adik-adik semua peserta kegiatan Pesta Siaga ini. Sesuai dengan tema mandiri, santun dan gembira. Marilah kita jadikan Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang akan melengkapi pendidikan informal yang diperoleh. Sadarilah dipundak kaliyan tersimpan harapan untuk mewujudkan masa depan yang lebih  baik dan harapanya siaga harus berani untuk maju," ungkapnya.

Hj. Etik juga berpesan kepada anak-anak untuk ikut menjaga dan menyayangi lingkungan. "Ayo kita tanam pohon sebanyak-banyaknya di sekitar kita agar alam tidak rusak. Bunda juga berharap, agar senatiasa menjaga kerapian, kebersihan dan keindahan lingkungan selama pesta siaga, serta bisa memanfaatkan  sebagai sarana untuk menjalin persaudaraaan, menambah teman dan memperluas harapan," harap  Bunda Hj.Etik.

Terpisah, Dwi Yatmoko selaku Ketua Kwartir Bulu, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Pesta Siaga ini sebagai arena untuk membentuk karakter anak dalam kemandirian dan hidup dalam pengabdian dan mengapresiasi Kwartir Bulu dijadikan ajang kegiatan Pesta Siaga tahun 2019," jelasnya.

Dalam laporan kegiatan yang dibacakan Sri Supriyati selaku Ketua Panitia menjelaskan kegiatan dibagi dalam enam kelompok kegiatan meliputi kegiatan umum, kegiatan keagamaan dan kepribadian, kegiatan ketangkasan dan ketrampilan, kegiatan seni budaya, kegiatan kepedulian pramuka siaga dan kegiatan kekinian. Adapun panitia diambil dari andalan dan pembina di Kwarcab Sukoharjo serta yuri dari perwakilan pembina siaga se Kwarcab Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M. Hum. (Tj)