Sabtu, 30 Juni 2018

BUPATI MELETAKKAN BATU PERTAMA GEDUNG DPRD BARU

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, melakukan peletakan batu pertama untuk menandai dimulainya Proyek pembangunan gedung DPRD di Kelurahan Mandan secara resmi, Sabtu (30/6). Pelaksana proyek PT Satriamas Karyatama dari Semarang mengaku optimistis proyek tersebut selesai tepat waktu pada akhir Desember 2018 mendatang.

Bupati Sukoharjo berharap pembangunan Gedung DPRD tersebut berjalan lancer dan dia juga berpesan pada pelaksana proyek, PT Satriamas Karyatama agar pembangunan dilakukan sebaik-baiknya dengan perencanaan yang sudah disepakati bersama. "Saya harap proyek berjalan lancar dan sesuai waktu, termasuk kualitas bangunan," pesannya.

Direktur PT Satriamas Karyatama Harry Nuryanto mengatakan, sebelum pelaksanaan proyek dimulai pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada masyarakat di sekitar lokasi proyek. Harry meminta doa restu agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lancar, tepat mutu dan tepat waktu.

"Dengan waktu pengerjaan selama enam bulan, saya optimistis dapat selesai tepat waktu. Terlebih lagi proyek ini terdiri dari beberapa bangunan. Jadi tidak terfokus pada bangunan utama saja karena bisa dikerjakaan bersamaan," ujar Harry usai acara peletakan batu pertama.

Bangunan utama Gedung DPRD sendiri sesuai perencanaan akan dibangun dua lantai. Selain itu, terdapat beberapa bangunan pendukung lain. Seperti mushola, toilet dimana lokasinya tidak menjadi satu dengan bangunan utama. "Dengan perencanaan seperti itu, saat melaksanakan pekerjaan tidak hanya terfokus pada bangunan utama saja," jelas Harry.

"Dalam proyek ini kami akan membuat sumur bor dan saya jamin tidak akan mengganggu kebutuhan air petani di sekitar lokasi. Sesuai kontrak, proyek harus selesai pada 20 Desember," pungkasnya.

Panitia Acara Peletakan Batu Pertama Riyanto Supangat dalam laporannya menyampaikan, proyek pembangunan Gedung DPRD dikerjakan oleh PT Satriamas Karyatama Semarang dengan nilai kontrak Rp. 39.299.173.000 dari pagu anggaran Rp. 44.097.490.000. Waktu pelaksanaan proyek 180 hari kalender atau sampai dengan Desember 2018. Sedangkan Konsultan Pengawas PT Kalaprana Konsultan dari Bantul, Yogyakarta dengan nilai kontrak Rp.470.528.000 dari pagu anggaran Rp. 650 juta.

Dalam acara ini dihadiri juga oleh Forkopimda Sukoharjo, Kepala OPD, CAmat se Sukoharjo, Lurah se Kecamatan Sukoharjo dan tokoh masyarakat Kelurahan Mandan, demikian keterangan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Gum. (ang)


Kamis, 28 Juni 2018

Bupati Sukoharjo Hadiri Halal Bi Halal Tingkat Kecamatan

Mengawali rangkaian kegiatan halal bi halal Hari Raya Idul Fitri 1439 H di tingkat Kecamatan,  Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH bersama Wakil Bupati H. Purwadi, SE.,MM bersama jajaranny melaksanakan safari Halal Bi Halal Pemerintah Tingkat Kecamatan di 12 Kecamatan di wilayah Kabupaten Sukoharjo, diawali di Kecamatan Bendosari dan dilanjutkan Kecamatan Sukoharjo, Kamis (28/6). Rangkaian safari halal bi halal Pemerintah Kabupaten Sukoharjo beserta jajarannya ini direncanakan diakhiri pada hari Selasa 10 Juli 2018.

Halal bi halal yang digelar di pendopo Kantor Kecamatan Bendosari dan Gedung pertemuan Graha Mulya, Joho, Sukoharjo ini turut dihadiri Forkopimda, Sekda beserta jajarannya, Ketua TP.PKK Kabupaten Hj. Etik Suryani, SE beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan Galuh Agus Santosa dan para warga masyarakat di dua Kecamatan.

Acara diawali pembacaan Gema wahyu illahi serta dilanjutkan laporan ketua panitia oleh masing masing Sekcam Bendosari Sutarto, S.TP, MH dan Sekcam Sukoharjo Aris Budi SW, S.Sos, MM.

Dalam sambutan di Kecamatan Bendosari dan Sukoharjo Bupati mengatakan,  Halal Bi Halal ini adalah kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya guna bersilaturahmi dengan masyarakat di tingkat kecamatan dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta dapat mempererat tali persaudaraan  dan silahturahmi antara warga Korpri, TNI, Polri, PKK dan Dharma wanita serta organisasi kemasyarakatan tingkat Kecamatan dengan Bupati Sukoharjo.

"saya mengajak kepada seluruh anggota Korpri untuk dapat mempererat solidaritas dengan mendorong pengembangan sumber daya manusia, agar menjadi Aparatur Sipil Negara yang professional," harap Bupati.

Disamping itu, Bupati tidak lupa mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan Pilgub Jateng telah berjalan dengan baik, aman dan lancar. "Semoga dengan terpilihnya Gubernur Jawa Tengah ini akan membawa Jawa Tengah khususnya Kabupaten Sukoharjo dapat lebih maju, aman dan lebih makmur yang akan datang," pungkas Bupati.

Menutup rangkaian halal bi halal di Kecamatan Bendosari, Ustadz Sri Setyo, S.H, SPd.i dalam siraman rohaninya mengatakan halal bi halal merupakan sarana untuk saling memaafkan dan apabila sudah fitroh hendaknya dapat menjaga kesuciannya serta Ustadz Sri Setyo mengingatkan akan pentingnya arti silaturahmi dan bertaubat.

Sedangkan Al-Ustadz Joko Yulianto, S.Pd di Kecamatan sukoharjo dalam tausiyahnya mengemukakan bahwa Bulan Syawal merupakan bulan baik, maka dari itu marilah kita saling maaf memaafkan dengan mengharap ridha Allah SWT agar kita menjadi manusia yang selalu bersyukur.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

Adapun Jadwal Acara Halal BI Halal Tingkat Kecamatan dengan Bupati Sukoharjo direncanakan sebagai berikut:

 

NO

HARI/TANGGAL

WAKTU

KECAMATAN

1

KAMIS, 28 JUNI 2018

08.00

BENDOSARI

2

KAMIS, 28 JUNI 2018

11.00

SUKOHARJO

3

SENIN, 02 JULI 2018

08.00

MOJOLABAN

4

SENIN, 02 JULI 2018

11.00

POLOKARTO

5

SELASA, 03 JULI 2018

08.00

BAKI

6

SELASA, 03 JULI 2018

11.00

GROGOL

7

RABU, 04 JULI 2018

08.00

KARTASURA

8

RABU, 04 JULI 2018

11.00

GATAK

9

SENIN, 09 JULI 2018

08.00

BULU

10

SENIN, 09 JULI 2018

11.00

NGUTER

11

SELASA, 10 JULI 2018

08.00

TAWANGSARI

12

SELASA, 10 JULI 2018

11.00

WERU

 

 


BERSAMA ISTRI DAN PUTRINYA, BUPATI NYOBLOS DI TPS 02

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub Jateng, Rabu (27/6). Bupati mencoblos di TPS 2 Kelurahan Gayam, Sukoharjo bersama istri Etik Suryani, SE dan putrinya Cyntia. Bupati bersama istri dan putrinya kompak mengenakan baju berwarna putih.

Bupati sendiri datang ke TPS sekitar pukul 08.00 WIB. Begitu tiba di TPS, Bupati bersama istri lantas menyerahkan undangan C6 pada petugas KPPS untuk didaftar. Selang beberapa waktu kemudian, Bupati dan istri dipanggil untuk mencoblos disusul putrinya.

Setelah memberikan suaranya, Bupati bersama istri lantas menunjukkan jari kelingking kanan yang sudah dicelupkan ke dalam tinta. Hal itu sebagai bukti jika telah melakukan pencoblosan dalam Pilgub Jateng ini.

"Sengaja datang pagi karena setelah ini ada acara pantaun di sejumpah TPS bersama Forkopimda," ujar Bupati usai nyoblos.

Bupati juga berharap pelaksanaan Pilgub Jateng di Sukoharjo berjalan aman dan lancar sehingga kondusivitas daerah tetap terjaga. Menurutnya, jika melihat dari persiapan yang dilakukan KPU sebelumnya, seharusnya tidak ada masalah selama pelaksanaan pemilihan. Kalaupun ada masalah, Bupati berharap dapat diselesaikan oleh KPU selaku penyelenggara.

Selanjutnya Bupati beserta Forkopimda Sukoharjo dan beserta rombongan megadakan pantauan ke TPS di Kecamatan Sukoharjo, Grogol dan Baki. Seperti data yang diterima di TPS tempat Bupati menyoblos dimenangkan oleh Pasangan nomor urut 1 Ganjar-Yasin dengan 218 suara berbanding 120 untuk pasangan nomor urut 2, dengan jumlah suara tidak sah 10 suara, demikian keterangan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

 


BERSAMA ISTRI DAN PUTRINYA, BUPATI NYOBLOS DI TPS 02

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub Jateng, Rabu (27/6). Bupati mencoblos di TPS 2 Kelurahan Gayam, Sukoharjo bersama istri Etik Suryani, SE dan putrinya Cyntia. Bupati bersama istri dan putrinya kompak mengenakan baju berwarna putih.

Bupati sendiri datang ke TPS sekitar pukul 08.00 WIB. Begitu tiba di TPS, Bupati bersama istri lantas menyerahkan undangan C6 pada petugas KPPS untuk didaftar. Selang beberapa waktu kemudian, Bupati dan istri dipanggil untuk mencoblos disusul putrinya.

Setelah memberikan suaranya, Bupati bersama istri lantas menunjukkan jari kelingking kanan yang sudah dicelupkan ke dalam tinta. Hal itu sebagai bukti jika telah melakukan pencoblosan dalam Pilgub Jateng ini.

"Sengaja datang pagi karena setelah ini ada acara pantaun di sejumpah TPS bersama Forkopimda," ujar Bupati usai nyoblos.

Bupati juga berharap pelaksanaan Pilgub Jateng di Sukoharjo berjalan aman dan lancar sehingga kondusivitas daerah tetap terjaga. Menurutnya, jika melihat dari persiapan yang dilakukan KPU sebelumnya, seharusnya tidak ada masalah selama pelaksanaan pemilihan. Kalaupun ada masalah, Bupati berharap dapat diselesaikan oleh KPU selaku penyelenggara.

Selanjutnya Bupati beserta Forkopimda Sukoharjo dan beserta rombongan megadakan pantauan ke TPS di Kecamatan Sukoharjo, Grogol dan Baki. Seperti data yang diterima di TPS tempat Bupati menyoblos dimenangkan oleh Pasangan nomor urut 1 Ganjar-Yasin dengan 218 suara berbanding 120 untuk pasangan nomor urut 2, dengan jumlah suara tidak sah 10 suara, demikian keterangan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

 


Selasa, 26 Juni 2018

BUPATI HADIRI APEL SIAGA PEMILU

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, menghadiri apel pergeseran pasukan Operasi Mantap Praja dalam rangka pengamanan Pilgub Jateng, Selasa (26/6). Apel yang dilaksanakan oleh Polres Sukoharjo tersebut digelar di halaman Kantor Setda Pemkab Sukoharjo dan yang bertindak sebagai Pembina Apel adalah Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi.

"Apel ini menandai pergeseran pasukan ke pos-pos yang akan diamankan, yakni 1.353 TPS yang ada. Total yang diterjunkan sebanyak 452 personil polisi," ungkap Kapolres usai apel.

Kapolres menambakkan, setiap dua anggota polisi akan mengamankan delapan TPS. Selain itu, polisi juga dibantu oleh anggota Linmas dimana tiap TPS dijaga dua Linmas. Selain itu, Polres juga dibantu oleh anggota TNI dan juga Organisasi Masyarakat (Ormas) yang akan melakukan pengamanan swakarsa.

"Yang jelas, Polres akan mengamankan Pilgub nanti agar tidak ada gangguan apapun," jelasnya.

Mengenai kemungkinan munculnya politik uang yang sering disebut "serangan fajar", Kapolres menegaskan sudah melakukan deteksi dini melalui petugas Babinkamtibmas di tiap desa/kelurahan. Setiap informasi yang muncul akan diteruskan ke Polres dan dilakukan antisipasi.

Kapolres mengakui menjelang pelaksaan pemilihan memang menjadi waktu yang krusial. Karena itu, Polres menyiapkan langkah-langkah antisipasi berupa penghimpunan informasi di seluruh wilayah. Sehingga, ketika ada kejadian, Polres langsung bisa melakukan antisipasi.

Apel kali ini dihadiri oleh Forkopimda Sukoharjo, Kepala OPD se Kabupaten Sukoharjo, Polri, TNI Ormas, Tokoh Masyarakat, KPU, Panwas Sukoharjo, Demikian informasi yang diberikan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

 


Bupati Sukoharjo Hadiri Halal Bihalal dan Silaturahmi Dengan Keluarga IGTKI-PGRI dan HIMPAUDI

SUKOHARJO - Bertempat di Gedung PGRI Kabupaten Sukoharjo, Selasa (26/6), Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH didampingi Bunda PAUD sekaligus Ketua TP.PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE hadiri kegiatan silaturahmi halal-bi halal pendidik PAUD se-Kabupaten Sukoharjo bersama Bupati Sukoharjo.

Halal bi halal bersama  IGTKI-PGRI dan Himpaudi tersebut  selain dihadiri oleh oleh Bupati juga dihadiri Forkopimda serta turut dihadiri pula oleh semua pendidik TK, Kelompok bermain (KB), TPA, SPS se Kabupaten Sukoharjo se-Kabupaten Sukoharjo.

Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani mengawali sambutannya melaporkan pelaksanaan silaturahmi halal bi halal pendidik PAUD dan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan anggota IGTKI-PGRI dan Himpaudi dan dapat menjalin hubungan silaturahmi.

Ikrar Halal Bi Halal oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Drs. Darno didampingi Ketua IGTKI dan Himpaudi Kabupaten Sukoharjo dan Ketua IGTKI dan Himpaudi Kecamatan se Kabupaten Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo dalam sambutannya mengatakan tujuan ber halal bi halal untuk saling memaafkan, membuka pintu maaf selebar-lebarnya bagi kesalahan orang lain kepada kita dan kesempatan kita untuk meminta maaf atas kesalahan kita kepada orang lain, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, mudah-mudahan tali silaturahmi dan tali persaudaraan diantara kita akan lebih bertambah erat dan kuat," harap Bupati mengawali sambutannya.

Selain itu Bupati berpesan satu kepada semua pendidik PAUD agar menjadi tauladan bagi Anak didik dalam segala aspek, dalam rangka membentuk karakter anak yang baik, kedua para guru agar terus meningkatkan kompetensinya baik dalam penguasaanpengetahuan maupun metodologi pembelajaran, sehingga Anak didik akan merasa nyaman di sekolah serta berpesan agar para Bapak dan Ibu Guru selalu ambil peran aktif dalam kegiatan kemasyarakatan sebagai kewajiban sosial,"pesan Bupati mengakhiri sambutannya.

Acara dilanjutkan tausiyah hikmah halal bi halal dan doa oleh KH. Bintoro.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

 


Jumat, 22 Juni 2018

KETUA TIM PENGGERAK PKK KABUPATEN HADIRI HALAL BI HALAL TIARA KUSUMA –HARPI MELATI SUKOHARJO

Tiara Kusuma dan HARPI Melati Cabang Sukoharjo yang merupakan Himpunan Pengusaha Salon dan Himpunan Perias Pengantin Indonesia di Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan Halal bi Halal di Bulan Syawal 1439 H dengan tema Bersatu dalam Keberagaman. Bertempat di RM Soto Harto Begajah Sukoharjo, Jum'at 22 Juni 2018 Halal bi Halal di hadiri Ketua TP PKK Kabupaten Ibu Hj. Etik Suryani Wardoyo, Kabid PNF Dinas Pendidikan Ibu Eny Nurngaeni, Ketua GOW Ibu Hj. Winnis, beserta Ketua dan anggota Tiara Kusuma – HARPI Melati Cabang Sukoharjo.

Dalam laporan penyelenggara kegiatan, Ketua Harpi Melati Sukoharjo, Ibu Sri Handiyah menjelaskan Halal bi Halal dalam suasana Idul Fitri 1439 H ini diselenggarakan selain untuk acara saling memohon dan memberi maaf / halal bi halal juga sebagai ajang silaturahmi anggota yang kurang lebih ada 70 orang.

Ketua TP PKK Kabupaten memberikan apresiasi yang tinggi dengan kegiatan yang bernuansa positif seperti ini. Dikatakan Ibu Hj. Etik bahwa Halal bi Halal sebagai salah satu cara untuk memperbaki hubungan antar manusia yang sangat bergantung antara satu dengan yang lain, sebagai perimbangan setelah selama Ramadhan umat manusia berlomba memperbaiki hubungannya dengan Allah SWT. Saling meminta dan memberi maaf memang tidak harus menunggu di bulan Syawal, tapi bisa setiap saat, karena manusia tempat salah dan khilaf. Halal bi Halal merupakan ajang silaturahmi yang akan menyatukan anggota organisasi meskipun beragam latar belakang. Di akhir sambutannya Ibu etik berpesan seluruh anggota harus bersatu, tetap rukun, bekerjasama meskipun dalam persaingan yang sehat. "Ibu-ibu harus menjaga silaturahmi, saling menghormati, menghargai, bukan bersaing tapi menjaga persaudaraan" tandas Beliau.

Inti tausiyah yang disampaikan Ibu Hj. Winnis bahwa sebagai calon penghuni surga kita harus selalu menjaga agar wajah terlihar cerah bersinar, menjaga lisan fasih melafalkan Quran dan perkataan baik, menjaga hati untuk tetap bersih dan menjaga tangan untuk tetap dermawan. Di acara tambahan ada pemberian bingkisan bagi anggota yang hadir dengan penampilan terbaik hasil penilaian dari Ibu Ning Tubagus selaku Ketua Tiara Kusuma dan dilanjutkan ramah tamah. (Yk)