Kamis, 31 Mei 2018

Haflah Akhirussanah Ponpes Al-Ukhuwah Sukoharjo Dihadiri Asisten Sekda


SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH.,MH mewakilkan Penjabat  Asisten Sekda II, Widodo SH.,MH menghadiri Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo tahun ajaran 2017-2018, Kamis (31/5).
Menurut Ustadz H. Muhammad Sahli WS ketua yayasan Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo mengatakan kurikulum pondok pesantren Al Ukhuwah diperbanyak pelajaran diniyah. Wisuda kali ini terdiri dari Madrasah aliyah ( MA) angkatan ke-6, I'dad Muhafizhin (Penghafal Al Quran – Putra) angkatan ke-3 serta I'dad Muhafizhah (Penghafal Al Quran Untuk Putri) angkatan ke-17 dan Tahfidzul Qur'an 20 juz dan 30 juz.
¨ Pondok Pesantren Al Ukhuwah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Al Ukhuwah Sukoharjo berusaha untuk bisa mewujudkan pendidikan yang bermutu dengan menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) di semua bidang dengan mengadakan pelatihan-pelatihan pengajaran dan meningkatkan kafaah keilmuan mereka. Saat ini Ponpes Al-Ukhuwah memiliki gedung baru kampus 1 yang berada di Joho ini dan kampus 2 yang berada di Kecamatan Bendosari jelasnya.
Dalam sambutannya Asisten Sekda II , Widodo SH.,MH, dalam kesempatan itu,  mewakili Bupati Sukoharjo menyampaikan selamat kepada seluruh santri yang sudah menyelesaikan pendidikannya dengan baik.
"Semoga ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat bermanfaat," harapnya.
Dalam kesempatan itu, Widodo SH.,MH juga menyampaikan apresiasi pada Ponpes Al Ukhuwah yang terus menunjukkan eksistensinya.
"keberadaan ponpes juga dapat membantu pemerintah dalam membangun generasi yang berkualitas, yang tidak hanya menguasai pengetahuan umum, namun juga mempunyai pemahaman ilmu agama yang kuat," pungkas Asisten Sekda.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Senin, 28 Mei 2018

SUKOHARJO KEMBALI RAIH OPINI WTP

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terkait Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2017. Penyerahan dilakukan di Kantor BPK di Perwakilan Jawa Tengah (Jateng) Senin (28/5) pukul 15.30. Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, SH, MH menerima sendiri laporan tersebut bersama dengan Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto, SP.

Inspektur Sukoharjo Djoko Poernomo mengatakan, Sukoharjo sudah tiga kali ini mendapatkan WTP. Pertama pada LKPD 2015 dan 2016 lalu dan pada LKPD 2017 ini. Adapun kriteria dalam penilaian WTP ini yakni dari sisi keuangan laporan akutansinya, sesuai Standar Akuntansi Pemerintah (SAT) atau tidak. Selain itu, sistem pengendalian intern, dan kepatuhan aturan perundangan. "Itu yang dinilai kriterianya penyajian laporan keuangan," papar dia.

Dia mengatakan, pemeriksaan pendahuluan dilakukan BPK pada bulan Februari – Maret. Sementara pemeriksaan terperinci dilakukan April – Mei. Penerimaan Opini WTP dilakukan hari ini (28/5).

Dia mengatakan, dalam meraih opini WTP ini tidak luput dari kerja keras semua pihak. Ispektorat bekerjasama dengan OPD lainnya juga untuk mendapatkan Opini WTP ini. "Ini hasil kerja keras semua pihak," papar Ipung.

Pihaknya menyatakan,catatan dari BPK segera ditindaklanjuti agar opini WTP kembali bisa diraih tahun depan dan tahun-tahun selajutnya. "Kita berbangga atas prestasi opini WTP ini. Harus terus dipertahankan kedepan," terang dia.

Ikut mendampingi Bupati dalam acara ini, Sekretaris Daerah, Kepala Badan Keuangan Daerah dan Sekretaris DPRD, demikian keterangan yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol, Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

 


Minggu, 27 Mei 2018

Menteri Keuangan Tinjau Pasar Telukan Sukoharjo

SUKOHARJO – Dalam kunjungannya ke Kabupaten Sukoharjo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  meninjau aktivitas para pedagang di Pasar Telukan kecamatan Grogol Sukoharjo, Sabtu (26/5).Didampingi Bupati Sukoharjo H.Wardoyo Wijaya, SH.,MH Menteri Sri Mulyani hampir mendatangi satu persatu pedagang di pasar Telukan yang sebagian besar merupakan penerima pembiayaan kredit ultra mikro (UMi). Tidak hanya itu, ia juga sempat memborong berbagai kebutuhan terutama sayur, dan buah-buahan.
Usai berkeliling di Pasar Telukan, Menkeu  mengungkapkan hingga saat ini sekitar Rp 2,5 triliun dana UMi dikelola di seluruh Indonesia. Namun dari jumlah tersebut realisasinya baru mencapai Rp 1,2 triliun.
" Ya, untuk kredit yang sifatnya bergulir itu disalurkan melalui beberapa lembaga, di antaranya Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM), juga Bahana Artha Ventura dan koperasi. Berbeda dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jumlah pinjaman di atas Rp 50 juta, kredit UMi hanya diperbolehkan meminjam sekitar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta ," ungkap Sri Mulyani.
Menurutnya, hingga saat ini di Indonesia juga menambahkan, secara nasional hingga saat ini terdapat 800.000 masyarakat yang menggunakan kredit UMi. Rata-rata jumlah pengguna kredit UMi terdiri dari pedagang, dan pengusaha kelontong.
Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan UKM Pemkab Sukoharjo Sutarmo mengatakan, dari beberepa pasar di kabupaten Sukoharjo di pasar Telukan termasuk paling banyak pedagang yang memanfatkan kredit UMi. Diakui, sebagai program baru, UMi memang belum banyak dikenal.
"Kami menjamin bahwa proses pengajuannya sangat cepat dan salah satu persyaratannya dana tersebut harus dipergunakan untuk usaha. Saat ini untuk pengajuan masih menggunakan agunan, seperti BPKB namun mendatang, pengajuan UMi diupayakan tanpa agunan ," tukas Sutarmo.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)

Sabtu, 26 Mei 2018

Re: Foto Kunjungan Menteri Keuangan di Pasar Telukan Skh

Saya pakai 0017 sama 9987 (yang pedang tempe) nuwun


Pada tanggal Sab, 26 Mei 2018 08.56, Humas Skh <humas.skh@gmail.com> menulis:
thz

Kamis, 24 Mei 2018

Menko PMK Puan Maharani Serahkan ribuan bantuan untuk Warga Sukoharjo

SUKOHARJO– Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani melakukan kunjungan kerja (kungker) ke Kecamatan Tawangsari Kabupaten Sukoharjo, Kamis (24/5). Puan Maharani menyerahkan bantuan PKH, BPNT, KIP, SK TPG, Alat bantu bagi disabilitas, peralatan pertanian, pendidikan, permodalan BUMDes dan kendaraan operasional kebencanaan di Kabupaten Sukoharjo.
Bupati Sukoharjo dalam sambutannya mengapresiasi dan mengucapkan selamat datang serta berharap bantuan yang diberikan dapat dipergunakan dengan sebaik baiknya.
Adapun jenis bantuan yang diserahkan Menko PMK kepada warga antara lain berupa Lima ( 5 ) unit pompa air, satu ( 1 ) unit Traktor, sepuluh (10) unit mesin tanam padi, satu ( 1 ) unit mobil pick up, lima puluh ( 50 ) buah alat bantu dengar disabilitas, limapuluh ( 50 ) buah kruk ketiak, tujuh puluh lima ( 75 ) buah kursi roda, lima puluh ( 50 ) canadian, lima puluh ( 50 ) buah tongkat putih tunanetra, sepuluh ( 10 )bumdes @50 juta, tiga ( 3 ) paket sekolah, Rehap Kelas 1 SD dan 1 SMP, Laptop, LCD, Layar, Printer, Soundsystem untuk 9 SD, Pembangunan 9 ruang kelas baru, dua satu      ( 21 ) unit komputer, Apresiasi Anak Berprestasi@ 500,000 bagi 4 anak sd,smp,sma,smk, sembilan ratus ( 900 ) paket sembako untuk pkh, bpnt, kip, 200 sk tunjangan profesi guru, lima ratus ( 500 ) bibit rambutan dan bibit mangga,tiga ratus ( 300 ) paket bingkisan anak sekolah serta dua belas ( 12 ) doorprize.
"Saya harap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Bantuan ini sesuai dengan yang diperlukan warga Sukoharjo," ujar Menko PMK.
Dalam kesempatan itu, Puan juga mengajak dialog dan mendengarkan testemoni dari para penerima. Salah satunya dengan siswa penerima KIP. Menurutnya, siswa pemegang KIP untuk tingkat SD menerima dana Rp450.000 per tahun, jenjang SMP Rp750.000 per tahun dan jenjang SMA/SMK sebesar Rp1 juta per tahun. Bantuan tersebut diberikan melalui rekening siswa dan dicairkan menjelang naik kelas.
"Uangnya bisa digunakan keperluan sekolah seperti membeli seragam, tas, buku, dan lainnya. Intinya untuk keperluan pribadi siswa," terangnya.
Untuk BPNT, ujar Puan, setiap penerima mendapatkan dana Rp110 ribu dan digunakan untuk membeli beras serta telur.
Menko PMK Puan juga sempat menggelar kuis untuk warga yang hadir. Antara lain kuis diberikan pada salah satu siswa penerima KIP. Setelah naik panggung, siswa tersebut diminta untuk menyebutkan 15 provinsi di Indonesia serta melafalkan Pancsila. Setelah bisa menjawab, siswa yang bernama Fajar tersebut mendapat hadiah gitar yang ditandantangani oleh Puan Maharani.
Selain itu, kuis juga diberikan pada tiga warga lainnya yang kebetulan ibu-ibu. Pertanyaan yang diberikan Puan pun bervariasi. Ada yang diminta untuk menyebutkan 10 mama ikan yang ada di Sukoharjo, ada juga yang diminta melafalkan Pancasila. "Untuk yng ini saya minta sebutkan 10 makanan khas Sukoharjo," kata Puan pada peserta terakhir.
Dengan lancar, ibu-ibu yang kebetulan naik panggung menjawab setiap pertanyaan Puan. Untuk itu, ibu-ibu tersebut masing-masing mendapatkan hadiah kompor, ricecooker, dan juga handphone untk peserta terakhir yang kebetulan berprofesi sebagai guru TK. (Tj)

Selasa, 22 Mei 2018

Sambangi Ponpes di Sukoharjo, Kemenperin Ajak Santri Bangun Wirausaha

SUKOHARJ0- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ir. Airlangga Hartarto MBA, M.MT, beserta Direktur Jenderal (Dirjen) IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih, Anggota Komisi VI DPR RI, Endang Srikarti Handayni, Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sofyan Anief serta pengasuh pondok pesantren menghadiri peluncuran program penumbuhan wirausaha baru di lingkungan Pondok Pesantren (ponpes) di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Senin (21/5).

Pada kesempatan tersebut, Kemenperin memberikan bantuan fasilitasi mesin peralatan secara simbolis oleh Ditjen IKM disaksikan Menteri Perindustrian  berupa alat las dan alat pembuat roti untuk sejumlah pondok pesantren Muhammadiyah. Penyerahannya disaksikan Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi,SE.,MM, Rektor UMS Dr Sofyan anief,  pengasuh pondok pesantren dan sejumlah pejabat.

Di hadapan 1.000 santri yang ikut dalam peluncuran itu, Airlangga menjelaskan, ponpes memiliki potensi besar menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah (IKM). Dengan program itu, santri diharapkan mampu menghadapi industri 4.0 yang kompetitif.

Mengingat pada 2030 Indonesia memasuki bonus demografi. Ketua Ittihad Al Ma'ahid Al Muhammadiyah atau Persatuan Ponpes Muhammadiyah se-Indonesia, Yunus Muhammadi menyambut baik peluncuran program santripreneur di UMS.

Apalagi ada dua ponpes dari 236 ponpes se-Indonesia yang mendapatkan bantuan alat produksi. Dia pun berharap ponpes lain akan mendapatkan pembinaan secara bertahap. Baik berupa alat produksi barang maupun keterampilan.

Rektor UMS Sofyan Anif menambahkan, langkah Kemenperin menggandeng ponpes dalam menciptakan wirausaha baru yang digerakkan santri, menjadi angin segar

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr. Sofyan Anif, M.Si dalam sambutannya mengatakan menyebut kerjasama antara UMS dengan pondok pesantren untuk memberdayakan ekonomi menjadi tanggung jawab bersama.

"Potensi pengembangan kewirausahaan sangat besar di lingkungan ponpes, dimana terdapat Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap dibentuk," jelasnya.

Dr. Sofyan Anif, M.Si melanjutkan, adanya fokus dalam kewirausahaan tersebut, sejak enam tahun lalu, semua jurusan di UMS diwajibkan adanya mata kuliah kewirausahaan.

Ditambahkan pula oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah (Jateng) Arif Sambodo, dari data BPS sendiri di Indonesia ada 5.850 pondok pesantren dengan 50 ribu ustad serta ustadzah, dan 507 ribu santri. Tentunya ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan, apalagi untuk memajukan pondok pesantren.

"Dengan adanya pelibatan santri yang dipacu dalam bidang kewirausahaan diharapkan dapat membentuk santri yang Akhlakul Karimah," ujarnya.

Disamping itu juga menumbuhkan santri yang mandiri, tangguh, dan dapat berwirausaha.

Untuk itu para santri ini perlu dirangkul dan berikan pendampingan.

"Harapannya santripreneur ini dapat mewujudkan industri nasional yang berbasis syariah dan ikut serta memajukan perkonomian Indonesia," tutupnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)



Senin, 21 Mei 2018

PERINGATI HARKITNAS KE-110, PEMKAB SUKOHARJO SELENGGARAKAN UPACARA BENDERA DAN ZIARAH

Peringatan ke-110 Hari Kebangkitan Nasional Tingkat Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018 diselenggarakan Upacara Bendera dengan Irup Bupati Sukoharjo H..Wardoyo Wijaya, SH, MH. Upacara berlangsung hikmat, dilaksanakan Senin, 21 Mei 2018 di Halaman Sekretariat Daerah dengan dihadiri Muspida Plus beserta Istri, Sekda, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, dan Kepala SKPD, dengan peserta upacara perwakilan dari ASN, TNI, Polri, Pelajar, Mahasiswa dan Organisasi Wanita.

Tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah "Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital". Hal ini harus dimaknai dengan usaha penyadaran setiap masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri.

Dalam sambutan Menteri Kominfo RI yang dibacakan Bupati disebutkan bahwa digitalisasi diberbagai bidang membuka peluang dan ancaman yang sama. Menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, tetapi akan menjadi peluang dan berkah besar apabila generasi milenia mampu menaklukan dan menjadi pemain yang menentukan arah ekonomi berbasis digital ini. Apresiasi telah banyak diberikan kepada anak muda kreatif yang mampu menggenggam dunia digital, menjadi kreator dan pengembang aplikasi digital yang mendunia. Tantangannya, bagaimana kita semua bersama bangkit menjaga dunia yang serba digital menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti yang seimbang dengan pengetahuan dan ketrampilan terutama bagi generasi penerus kita, demi kejayaan Indonesia.

Peringatan ini dirangkai dengan Ziarah (doa bersama dan tabur bunga) ke Taman Makam Pahlawan KH. Samanhudi di desa Banaran Kecamatan Grogol, dengan dipimpin oleh Kapolres Sukoharjo.

Demikian informasi yang dapat dihimpun Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Yk)