Rabu, 01 November 2017

HUT ke-2 Persojo, Para Seniman Sukoharjo Berkumpul

Pentas seni dalam rangka ulang tahun PERSOJO yang kedua dan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda digelar di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) . PERSOJO ( Persatuan Seniman Sukoharjo ) berdiri pada tanggal 27 Mei 2015  sudah mendapatkan SK dari Kementerian Hukum dan Ham, hingga tahun 2017 sudah memiliki hampir  500 anggota seniman  yang ada di seluruh Sukoharjo. PERSOJO  mengadakan gelar budaya secara rutin setiap Selasa malam, minggu ke 2 dan ke 4   di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah Graha Wijaya. " Kami mempunyai slogan Sayuk Rukun Sedulur Sak Lawase, dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda dan HUT Persojo ke-2 diadakan pagelaran wayang kulit lintas generasi dengan menampilkan 4 dalang antara lain Ki dalang bibit santoso, Ki dalang tulus, ki dalang mardi gareng,Ki dalang Joko Santoso (Selasa, 31/10)," tandas ketua umum, Ashadi, SH.
H. Purwadi SE.,MM Yang membacakan sambutan Bupati, dalam pidato sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan sukses untuk PERSOJO. Bupati berharap dengan berdirinya PERSOJO mampu menjadi wadah seniman dan seniwati Se Kabupaten sukoharjo untuk terus berkarya dan berkreasi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya pembangunan seni budaya dan pariwisata di Kabupaten Sukoharjo.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Selasa, 31 Oktober 2017

KEPALA OPD DAN PERANGKAT DESA SE-KABUPATEN SUKOHARJO IKUTI DISEMINASI PROGRAM BPJS KETENAGAKERJAAN

Undang-undang No.40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional pasal 13 menyebutkan bahwa pemberi kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada BPJS sesuai dengan program jaminan sosial yang diikuti. Pemkab Sukoharjo bersama BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Selasa pagi (31/10) mengadakan Diseminasi Program BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Graha Satya Praja kepada 390 peserta, yang terdiri dari seluruh Kepala OPD, Kepala Desa, Perangkat Desa non PNS se Kabupaten Sukoharjo. Dalam laporan penyelenggara oleh Asisten Perekonomian Pembangunan Widodo,.SH,.MH menyebutkan bahwa jaminan Sosial merupakan bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar bisa memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak, termasuk tenaga harian lepas / THL yang berada di OPD.

Seperti disampaikan oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Bapak Suwilwan Rachmat bahwa tujuan utama BPJS Ketenagakerjaan adalah memberikan perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang, apabila mengalami resiko sakit, resiko kecelakaan kerja, resiko kematian dan pensiun. BPJS merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjamin rakyat hingga dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya secara layak, serta untuk mendapatkan perlindungan atas resiko ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Wardoyo Wijaya, SH, MH berpesan kepada seluruh Kepala OPD dan Kepala Desa, nanti Tahun 2018 untuk mengikutsertakan semua pegawainya termasuk Tenaga Harian Lepas (THL) baik dari umum maupun kependidikan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan khususnya asuransi dalam kecelakaan kerja dan kematian. Bagi Kepala Desa bisa mengoptimalkan ADD dalam APBDes TA 2018. Karena itulah Bupati berharap dalam Diseminasi ini nanti peserta bisa mendapatkan pemahaman tentang apa dan bagaimana hak kewajiban peserta BPJS Ketenagakerjaan ini. Segala informasi tentang manfaat, tata cara klaim, dan kemudahan proses pendaftaran kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan dijelaskan dengan rinci oleh Bapak Sri Sudarmadi di sesion tanya jawab.

Turut hadir dalam acara ini Asisten II Sekda, Asisten III Sekda, para Kepala OPD, dan Camat se Kabupaten Sukoharjo. Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum yang juga hadir dalam acara dimaksud. (Yk) 

Minggu, 29 Oktober 2017

Pelantikan MWC NU Sukoharjo, Dihadiri Bupati

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kabupaten Sukoharjo resmi dilantik oleh Ketua PJs PCNU Sukoharjo Khomsun Nur Arief, S.Ag  Nur Arief S.Ag. Acara pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Graha Satya Praja ( GSP) yang dihadiri oleh oleh Bupati Sukoharjo,  Forkopimda,. Drs. Moh. Toha S.Sos M.Si anggota DPR RI komisi III Fraksi PKB,Ketua DPRD, H. Wiwoho S.Pd PDM Muhamadiyah,camat dan tokoh sesepuh NU serta ribuan jam'iyah NU dari 12 Kecamatan seKabupaten Sukoharjo, Sabtu (28/10).
Dalam sambutannya Ketua panitia Dr. Zainul Abass M.Ag  menyampaikan, acara pengajian akbar dan sekaligus pelantikan pengurus majelis wakil cabang NU se Kabupaten Sukoharjo sekaligus menjadi puncak rangkaian dari hari santri nasional tahun 2017, di Kabupaten Sukoharjo telah mengadakan lebih kurang 20 kegiatan dan Alhamdulillah sudah terlaksana dengan baik dan pada tanggal 22 Oktober kemarin melaksanakan upacara yang dilaksanakan di halaman setda Kabupaten Sukoharjo, dan pada malam hari ini MWC NU yang dilantik 9 MWC NU dari 12 Kecamatan dan lebih kurang 5 ribu jamaah yang hadir ini terdiri dari tiap tiap kecamatan di Kabupaten Sukoharjo  dengan mengambil tema meningkatkan konsolidasi organisasi untuk kesejahteraan dan keutuhan NKRI," ungkap Dr.Zainul Abass M.Ag mengawali sambutan.
Menurut PJs Ketua NU Sukoharjo Khomsun Nur Arief, S.Ag menyampaikan hari santri nasional kita peringati setiap tanggal 22 Oktober sudah 3 tahun kita peringatan Hari santri nasional di Kab. Sukoharjo. Tanpa ulama maka kemungkinan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 belum tentu kita laksanakan, dengan kekuatan besar ulama dan Kyai dan para santri Alhamdulillah Allah meridhoi kemerdekaan Republik Indonesia
Di Kabupaten Sukoharjo ini hubungan ulama dan pemerintah benar-benar kita rasakan dan setiap malam Bapak Bupati ini mengundang organisasi Islam baik dari NU, MTA dan LDII ini digilir mengadakan pengajian yang diikuti oleh warga Kabupaten Sukoharjo dan rencana Sukoharjo menjadi kabupaten santri mudah-mudahan kedepan akan segera kita Raih," ungkapnya.
Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, SH.MH dalam sambutanya mengucapkan selamat kepada pengurus cabang NU Kabupaten Sukoharjo dan seluruh badan otonom dan lembaga-lembaga di lingkungan NU yang telah mengadakan kegiatan kegiatan dalam rangka hari santri nasional tahun 2017 serta mengapresiasi atas nama pemerintah daerah dan atas nama pribadi atas kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh NU yang secara langsung maupun tidak langsung ikut memberi kontribusi dalam membina dan membangun masyarakat Sukoharjo semoga kedepan semakin berkembang dan semakin banyak memberi kontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Sukoharjo.
"Hari santri nasional tentu memiliki arti dan makna yang penting bagi kalangan santri dan segenap elemen bangsa hari santri nasional menjadi refleksi bagi santri dan semua elemen anak bangsa untuk mengingat kembali sejarah perjuangan pondok pesantren dalam berjuang melawan penjajah.Dengan HSN ini marilah kita jaga dan kita rawat persatuan dan kesatuan bangsa kita tetap jadikan Pancasila sebagai ideologi negara kita rawat dan kita jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap tegak di bumi Nusantara ini,"jelas Bupati dalam sambutan pengarahannya.
Turut ‎diserahkan Tropy Kejurkab PSNU pagar Nusa oleh Bupati dan acara diakhiri dengan pengajian maudzoh hasanah oleh Prof Dr. Ali Maschan Moesa M.Si.
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

Sabtu, 28 Oktober 2017

PERINGATAN SUMPAH PEMUDA KE-89 KABUPATEN SUKOHARJO

Selaras dengan tema tahun ini  "Pemuda Indonesia Berani Bersatu" Peringatan Sumpah Pemuda di Kabupaten Sukoharjo berlansung meriah, dalam menyatukan potensi dan apresiasi pemuda.  Upacara bendera diselenggarakan Sabtu pagi (28/10) di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo dengan Inspektur Upacara Bupati Wardoyo Wijaya, SH, MH dengan dihadiri Forkompimda, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten, Ketua DWP Kabupaten, diikuti oleh peserta dari perwakilan TNI, Polri, PNS, Pelajar, Mahasiswa, Pramuka, Gabungan Organisasi Wanita, Ormas, dan Tokoh Masyarakat.

Inti sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi yang dibacakan Bupati bahwa kita sebagai generasi penerus harusnya bangga dan berterimakasih dengan perjuangan berat para pemuda di tahun 1928 hingga melahirkan Sumpah Pemuda yang berikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. karena banyak hikmah dan keuntungan yang didapatkan dari perjuangan kala itu. Perjuangan lintas pulau dengan berbagai latar belakang suku, agama, ras tidak menyurutkan semangat persatuan yang berkobar.

Sekarang dengan segala kemudahan sarana transportasi dan telekomunikasi hendaknya semakin mempermudah pemuda dalam berinteraksi untuk mewujudkan sikap kegotongroyongan dengan menghindari kesalahfahaman persepsi demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan sosial. Pemuda harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghentikan segala bentuk perdebatan yang mengarah ke perpecahan bangsa. Harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan.

Apresiasi yang tinggi dari Pemkab Sukoharjo terhadap kegiatan kepemudaan yang mewarisi api dan gelora Sumpah Pemuda Tahun 1928, terwujud dengan didukungnya Gelar Potensi dan Gelar Budaya oleh Pemuda bersama KNPI. Gelar potensi tersebut merupakan acara tambahan yang menjadi satu rangkaian dari upacara bendera, diawali dengan penyerahan hadiah dari lomba-lomba yang diselenggarakan KNPI dilanjutkan dengan ditampilkannya 12 macam ekspresi pemuda (penampilan dolanan anak, marching band Gema Wijaya Nusantara, tari dari SMK/SMA di Sukoharjo, band dari SMK Muhammadiyah Sukoharjo serta penampilan artis muda campur sari di Sukoharjo).

Demikian penjelasan singkat dari Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto, EN, M.Hum yang  turut hadir dalam acara tersebut. (Yk)

Jumat, 27 Oktober 2017

Gelar Bersih Desa, Dukuh Kutu Kabupaten Sukoharjo Gelar Wayang Kulit


Sukoharjo – Memperingati acara bersih dusun di Dukuh Kutu RW VIII Desa Telukan Grogol, digelar pagelaran wayang kulit di Gedung Serbaguna Dukuh Kutu, Kamis (26/10).

Wayang kulit dengan dalang Ki Suratno dari Wuryantoro Wonogiri dengan mengambil  lakon Wahyu Katentreman ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi beserta ibu Amik Purwadi, Muspika Grogol dan masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi kepada seluruh warga Dukuh Kutu Desa Telukan atas segala usaha untuk melestarikan salah satu tradisi bangsa yaitu bersih dusun.

"Pemerintah Daerah akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya seperti bersih dusun dan kegiatan lain yang berkaitan dengan budaya, " ungkap H.Purwadi SE.,MM mengakhiri sambutannya.

Turut hadir camat beserta Muspoka Grogol, Kepala Desa Telukan, Panitia bersih Dusun Dukuh Kutu beserta ratusan warga masyarakat dukuh Kutu.

Demikian informasi yang disampaikan oleh kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo. (Tj)

 

 

Kamis, 26 Oktober 2017

Puluhan Grup Sound System Rayakan Ulang Tahun di Alun-Alun Sukoharjo


SUKOHARJO - Sukoharjo ternyata punya potensi di bidang sound system. Terbukti dengan terbentuknya Komunitas Sound System Sukoharjo (KOMPASS) yang berisikan para pemilik usaha sound system. Kamis( 26/10) di alun alun Satya Negara,  dipadati ratusan orang untuk menyaksikan parade sound system yang digelar Komunitas Sound System Sukoharjo (KOMPASS) dalam merayakan HUT ke-3 nya. Tampak beberapa speaker dari puluhan pemilik usaha sound system di Sukoharjo berjejer rapi menunjukan kemampuan kualitas suara yang dihasilkan. Ratusan pengunjung yang datang, hanya untuk mendengarkan musik yang dihasilkan dari speaker yang sudah dimodifikasi. Dari suara yang dihasilkan akan terlihat kepiawaian pemilik sound system dalam mengatur suara yang dihasilkan.
Sri Untoro, ketua panitia HUT komunitas sound menyampaikan, KOMPASS genap berusia tiga tahun. Seiring perjalanan waktu komunitas telah mencatatkan kemajuan dan perkembangan yang luar biasa baik secara kualitas dan kwantitasnya dibanding tahun tahun yang lalu. " saya menghimbau kepada sesama pengusaha sound system diKabupaten Sukoharjo khususnya untuk bergabung bersama kami,"pungkasnya.
HUT ke-3 komunitas pengusaha sound system dihadiri oleh Wakil Bupati Sukoharjo H.Purwadi SE.,MM. Dalam sambutannya berharap kegiatan komunitas dapat lebih mempererat tali silaturahmi sertapersatuan antar pengusaha sound ssystem dan mengetahui sejauhmana perkembangan teknologi alat yang dimiliki sekaligus tempat sharing pengalaman,"ungkap Wakil Bupati.
Ke depan, Wakil Bupati berharap dengan terbentuknya komunitas tersebut membuat persaingan antara pemilik sound system makin sehat tanpa saling menjatuhkan. Termasuk bisa saling belajar dalam mengenal karakter sound masing-masing pemilik, sehingga bisa meningkatkan kemampuan dalam mengatur suara yang dihasilkan. Acara dilanjutkan dengan potong tumpeng didampingi Muspika Kecamatan Sukoharjo. Acara dilanjutkan hiburan musik dandut dari Tim Sar Sukoharjo.
Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo.(Tj)

BUPATI SUKOHARJO RESMIKAN GEDUNG “ GRAHA PURBA WIJAYA “

Bupati Sukoharjo H.Wardoyo Wijaya, SH,MH pada Rabu (25/10) berkesempatan meresmikan gedung serbaguna di Desa Purbayan Kecamatan Baki. Gedung baru yang diberi nama " Graha Purba Wijaya ". Lokasi berada di tengah – tengah wilayah Desa Purbyan dengan menempati luas tanah sebesar 1200 meter dengan luas bangunan 800 meter. Acara peresmian dihadiri oleh Ibu Hj.Etty Wardoyo Wijaya, Ketua DPRD Sukoharjo, Kepala OPD, Camat beserta Muspika,Kepala Desa Se Kecamatan Baki, Tokoh masyarakat dan warga masyarakat Desa Purbayan.

Kepala Desa Purbayan Kecamatan Baki, Budi Sriyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Gedung serbaguna " Graha Purba Wijaya " pembangunannya melalui berbagai tahapan.  Pada Tahun 2015 mendapatkan bantuan dari Bupati Sukoharjo sebesar Rp. 200 juta untuk pembangunan gedung tersebut, dilanjutkan alokasi anggaran ADD 2016 sebesar Rp. 240.548.000,- serta anggaran ADD  2017 sebesar Rp. 331.347.000,-.

Bupati Sukoharjo dalam sambutannya menyampaiakan apresiasi  kepada semua pihak atas partisipasinya dalam terselesaikannya pembangunan gedung serbaguna " Graha Purba Wijaya ". Diharapkan  gedung tersebut dapat dijadikan sebagai sarana untuk kegiatan sosial kemasyarakatan, sebagai bentuk perwujudan dari rasa kebersamaan dan kegotong royongan seluruh warga masyarakat purbayan sehingga  menjadi satu modal  yang kuat dalam suksesnya  program – program pembangunan. Dalam kesempatan tersebut untuk penyempurnaan atap Bupati Sukoharjo akan memberikan bantuan sebesar 150 juta.

Acara di akhiri dengan pagelaran wayang dakwah oleh ustadz H.Sri Setyo,SH,S.Pdi,M.Si dengan lakon wayang " Wahyu Senopati ". Demikian penjelasan singkat dari Kabag.Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto E.N,M.Hum. (RN)