Minggu, 09 Oktober 2016

Resik Resik Kali Langsur untuk Mengurangi Resiko Banjir




Kali Langsur adalah salah satu sungai yang melintasi tengah kota Sukoharjo, dimana beberapa mengalami mendangkalan sehingga mengakibatkan tersangkutnya sampah sampah yang pada akhirnya menyebabkan luapan banjir  di beberapa wilayah pada saat hujan lebat di Sukoharjo. satu potensi ancaman bencana di Sukoharjo adalah banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo menggelar aksi resik resik Kali Langsur sebagai tindak lanjut Sosialisasi Pengelolaan Sungai yang diadakan akhir bulan kemarin. Acara bertajuk Apel Siaga Bencana dan Bersih Bersih Sungai di gelar di Lapangan Bulakrejo Sabtu (08/10) diikuti sekitar seribuan orang relawan tanggap bencana dari berbagai elemen dan organisasi.
Bupati Sukoharjo H. Wardoyo, SH, MH dalam sambutannya menegaskan bahwa selain perubahan iklim global memicu peningkatan bencana meteorologis, juga adanya peningkatan aktivitas manusia (anthropogenic) terhadap bencana seperti membuang sampah ke sungai. Yang menyebabkan banyaknya daerah aliran sungai menjadi tidak sesuai peruntukannya. Padahal jika dikelola dengan mengedepankan kearifan lokal dan dilaksanakan secara masive berkelanjutan akan menjadi sebuah nilai budaya yang menghasilkan terminimalisirnya ancaman bencana.
Untuk menyikapi keadaan tersebut diperlukan adanya gerakan pengurangan bencana dalam hal ini adalah sungai dengan melakukan Gerakan Resik Resik Kali. Gerakan yang sederhana ini justru meiliki semangat budaya lokal yaitu gotong royong yang berdampak pada kegiatan yang berkesinambungan. Gerakan resik resik kali atau restorasi sungai ini sangat penting karena bertujuan mengembalikan fungsi sungai yang sebenarnya yakni bersih, sehat, produktif dan lestari.
Aksi resik resik Kali Langsur tersebut dibagi dalam enam wilayah aksi, di seputaran wilayah Kelurahan Bulakrejo sampai muara tempuran di wilayah Grogol. Dengan adanya gerakan tersebut diharapkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam hal tanggap bencana banjir.(ap)
 




Jumat, 07 Oktober 2016

FESTIVAL KARAWITAN


Fetival karawitan tingkat kabupaten digelar  pada  Rabu – Kamis (5-6/10) di pendopo Graha Satya Praja pembukaan di mulai pada pukul 8.30 WIB oleh Wakil Bupati, H Purwadi, SE, MM. Sebanyak 17  group karawitan di berbagai wilayah di Sukoharjo  ikut memeriahkan kegiatan ini, setiap group beranggotakan 18 – 24 0rang , para penontonpun juga sangat antusias dalam menyaksikan perlombaan ini. Pada hari pertama adalah merupakan babak penyisihan dan  hari ke dua merupakan babak final, untuk babak final ini acaranya dilaksanakan pada malam hari mulai pukul 19.00 WIB sampai selesai. Pada babak penyisihan tiap group memilih salah satu gending pariwisata dengan ladrang laras : slendro pathet sanga/ pelog pathet barang/ pelog pathet nem untuk jalannya gending di serahkan kreativitas peserta dengan memperhatikan jumbuh dan mungguh. Pada babak final memilih salah satu  gending sekar  Dhandhanggula Subositi laras slendro pathet sanga atau Dhandhanggulo Maskentar ladrang laras pelog pathet nem atau Dhandhanggulo Rasamadu ladrang laras pelog pathet barang. "Yang membedakan lomba dengan tahun kemarin adalah peserta yang ikut disini bukan hasil seleksi di tingkat kecamatan, namun langsung  seleksi di tingkat kabupaten," tandas Kabid Kebudayaan ,Liliek Dwi Purwito, SE,MM.  Bupati pada sambutannya yang dibacakan wakil bupati menyampaikan  bahwa kelestarian Karawitan bukan hanya tanggung jawab para seniman saja akan tetapi tanggung jawab semua lapisan masyarakat dan peremintah. Karawitan juga memiliki nilai – nilai budaya yang adiluhung. Saya berharap khususnya para generasi muda  agar dapat melestarikan dan dapat mengembangkan kesenian karawitan ini. Dari hasil perlombaan ini diperoleh para juara antara lain  Juara I  Sinung Raos dari Windan Makam haji Kartasura, Juara II Sekar Kayungyun dari Gayam Sukoharjo, Juara III Ampilaras dari Kemasan Polokarto, hadir pada kesempatan ini perwakilan Muspida, para Assisten Sekda, kepala SKPD dan tamu undangan. (dn)

Rabu, 05 Oktober 2016

Komunikasi Sosial Tingkatkan Kemanunggalan TNI-Rakyat

  

Kegiatan Komunikasi Sosial dengan Komponen Masyarakat sangat besar maknanya karena merupakan momentum untuk mempererat jalinan silaturahmi, meningkatkan koordinasi dan membangun komunikasi antara TNI dan masyarakat yang berada di wilyah binaannya, demikian disampaikan Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letnan Kolonel Inf. Taufan Widiantoro, S.I.P, dalam sambutan penutupan rangkaian kegiatan safari Komsos kreatif dalam rangka menyambut HUT ke-71 TNI dan HUT ke-66 Kodam IV/DIP pada tanggal 4 Oktober 2016. Kegiatan ini berlangsung dilapangan  Pringgodani Mulur Kecamatan Bendosari Sukoharjo, Selasa (4/10).

Penutupan rangkaian Komsos yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi, SE.MM serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sukoharjo, dimeriahkan dengan serangkaian hiburan seperti penampilan PBB dari SMA Taman Siswa Kabupaten Sukoharjo, karate dari SMPN 1 Bendosari, seni tari krincing, seni tradisional serta kuis interaktif tentang wawasan kebangsaan.

Dalam sambutan tertulis Bupati Sukoharjo yang dibacakan secara penuh oleh Wakil Bupati H. Purwadi SE.MM pertama Bupati atas nama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengapresiasi serta menyampaikan selamat kepada segenap keluarga besar TNI menyambut HUT ke-71 Hari TNI dan HUT ke-66 Kodam IV Diponegoro serta berharap kegiatan Safari Komsos Kreatif seperti ini menjadi momen yang tepat untuk terus menunjukan eksistensi TNI dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Tj)

 

LOMBA KARAWITAN TINGKAT KABUPATEN SUKOHARJO


Sabtu, 01 Oktober 2016

Dirjen Otonomi Daerah KEMENDAGRI Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Sukoharjo

 

Pada hari Sabtu (1/10) bertempat di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo dilaksanakan upacara peringatan hari kesaktian pancasila tahun 2016.  Dengan mengambil tema kerja nyata untuk kemajuan bangsa sebagai wujud pengamalan pancasila. Turut hadir Kemendagri yang diwakili Dirjen Otonomi Daerah Dr. Sumarsono,MDM yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.MH, Forkopimda Kabupaten Sukoharjo, Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo, serta kurang lebih 500 tamu undangan ikut memeriahkan jalannya upacara peringatan hari kesaktian pancasila di Kabupaten Sukoharjo kali ini. Acara berlangsung dengan tertib dan khidmat.

 Dirjen Otonomi Daerah KEMENDAGRI Dr. Sumarsono, MDM selain memimpin jalannya upacara juga hadir langsung dalam rangka menyerahkan tanda kehormatan SATYALANCANA PEMBANGUNAN dari Presiden melalui KEPPRES RI Nomor 62/TK/2016 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan  kepada Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya S.H.,M.H, sebagai penghargaan atas jasa-jasanya terhadap bangsa dan masyarakat dalam lapangan pembangunan khususnya berhasil membangun Kabupaten Sukoharjo melalui kebijakan alokasi APBD berdampingan dengan dana tugas pembantuan atau DAK dalam membangun sarana dan prasarana seperti pasar dan gedung perkantoran serta membangun infrastruktur seperti jalan dan jembatan sehingga mempermudah akses masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, kemandirian ekonomi, kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Foto Hari Kesaktian Pancasila