Rabu, 01 Juni 2016

PERESMIAN MASJID WISANGGENI


Bupati , H Wardoyo Wijaya SH,MH  beserta istri ibu Hj Etty Wardoyo menghadiri acara peresmian masjid Wisanggeni di desa Mayang Kecamatan Gatak tadi malam, Selasa (31/5) pukul 20.00 WIB. Peresmian ini dengan menggelar pengajian  akbar oleh Habib  Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dari Surakarta dan dihadiri oleh ribuan umat muslim yang memadati lokasi pelataran masjid Wisanggeni. Masjid ini  didirikan oleh tokoh masyarakat yang akrab dipanggil dengan sebutan haji Pak De Pur Wisanggeni ( Purnomo Wisanggeni) yang peletakan batu pertama di lakukan oleh bupati setahun yang lalu. Setiap Ahad/ Minggu  digelar pengajian rutin  baik pagi maupun sore hari dengan dihadiri  ribuan jemaah setiap pertemuannya yang kebanyakan adalah ibu – ibu  dengan naik sepeda ontel. " Daerah  ini mengingatkan pada saya , karena pertama kalinya saya melakukan dakwah  ya di daerah ini ," tandas Habib Syceh.  Bupati pada sambutannya menyampaikan  apresiasi pada  keluarga Pak De Pur Wisanggeni yang telah berhasil membangun  masjid dan berharap  semoga membawa barokah  bagi keluarganya serta masyarakat di sekitarnya.  Sementara itu Gubernur Jawa Tengah pada sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bakorwil 2, Drs Budianto Eko Purwono, M.Si menyampaikan apresiasi pada keluarga Pak De Pur Wisanggeni dan masyarakat yang telah berhasil membangun masjid secara bergotong royong. Beliau ber harap masjid ini agar dapat dimakmurkan serta diramaikan dengan kegiatan – kegiatan ibadah, juga sebagai pusat pembangunan peradapan umat Islam  yang mempunyai nilai – nilai keimanan yang meningkat baik  kwantitas maupun kualitas dan jangan sampai mlempem ( melemah ).  Kemudian acara dilanjutkan dengan penandatangan prasasti oleh  Habib Syech. Hadir pada kesempatan ini  KasDam IV Diponegoro, anggota DPR Prov Jateng,  Ketua DPRD Sukoharjo,  Muspida, Wakil Bupati, Camat dan para tamu undangan.

Minggu, 29 Mei 2016

HIDUP SEHAT TANPA NARKOBA


 

Wakil Bupati, Purwadi SE, MM pagi tadi ( minggu, 29/5 ) pukul 07.00 WIB bertempat di halaman Sentra Niaga Solo Baru melepas olah raga jalan sehat mengelilingi kawasan Solo Baru dilanjutkan dengan melepas sepeda sehat dengan menempuh route sejauh kurang lebih 15 km dari Solo Baru menuju kota Sukoharjo dan kembali ke Solo Baru. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai penjuru daerah, sebelumnya didahului dengan acara penempelan stiker anti narkoba pada sepeda ontel dan aksi penandatangan gerakan  moral anti narkoba yang dipimpin oleh wakil bupati. " Hidup sehat tanpa narkoba, oke!!!,"tandas beliau. Aksi sehat ini  di seponsori oleh beberapa pihak swasta diantaranya OXY blue dengan hadiah utama berupa sebuah mobil Ayla,  dua sepeda motor dan berbagai hadiah menarik lainnya.  Hadir pada kesempatan ini  unsur muspika, Kabag Umum dan tamu undangan (dn)

Sabtu, 28 Mei 2016

NAPAK TILAS KI ANGENG LANGSUR

NAPAK TILAS KI AGENG LANGSUR

Napak tilas merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk menilik kembali kejadian atau peristiwa penting  para leluhur. Napak tilas juga merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada para leluhur atas perjuangannya pada masa lampau. Masyarakat dukuh Langsur Kalurahan Sonorejo Kecamatan Sukoharjo melaksanakan kegiatan napak tilas KI Ageng Langsur dengan menggelar pentas seni  yang puncak acaranya dilaksanakan pada malam ini  Sabtu ( 28/5 ) pukul 20.00 WIB  dengan menggelar wayang kulit  berjudul Sang Kumbo Karno dengan dalang cilik Kesit Kurniawan  dari dukuh Langsur dan Bima Sinung Widagdo dari Jakarta dengan diiringi karawitan dari ISI Surakarta, yang dilaksanakan di pelataran makam  eyang Suryo Kusumo atau masyarakat lebih akrab dengan sebutan   eyang Minggir.   Eyang Suryo Kusumo ini konon ceritanya merupakan adik dari Ki Ageng Langsur ( KGPH Suryo Broto ) kedua bersaudara ini adalah pejuang melawan penjajah Belanda.Makam dari Ki Ageng Langsur pun tak jauh dari makam  eyang Suryo Kusumo yaitu 1 km arah selatan  tepatnya di dukuh Kelurahan. " Pada Jum'at kemarin  kami menggelar  pentas musik etnik, musik lesung dan tayub. Tujuannya adalah agar warga tetap  rukun dan akrab dengan potensi budaya," tandas  Triman Sutrisno selaku penyelenggara. Bupati pada sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati, Purwadi, SE, MM menghimbau kegiatan ini bukan hanya kegiatan seremonial belaka tetapi dilandasi dengan ketulusan dan keiklasan hati sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap perjuangan para leluhur. " Saya mengapresisiasi pada masyarakat Langsur yang telah melestarikan kebudayaan Jawa yang adiluhung ini," tandas wakil bupati. Hadir pada kesempatan ini anggota muspika, Kabag Umum, Lurah, tokoh masyarakat dan tamu undangan. (dn)

Jumat, 20 Mei 2016

SEMANGAT HARKITNAS KE 108, WUJUDKAN INDONESIA YANG BEKERJA NYATA

Kelahiran sebuah organisasi modern bernama Boedi Oetomo pada dua puluh Mei 1908 menjadi inspirasi bangkitnya semangat nasionalisme kebangsaan untuk melepaskan diri dari penjajahan. Dari perjuangan Boedi Oetomo berlanjut ke Soempah Pemoeda pada tahun 1928 hingga akhirnya perjuangan membuahkan hasil manis kemerdekaan pada tahun 1945.
Dari kelahiran Boedi Oetomo, dua puluh Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional bagi Bangsa Indonesia, dimana serentak diseluruh penjuru tanah air diselenggarakan upacara bendera.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menggelar Upacara Peringatan Harkitnas ke 108  dihalaman Kantor Bupati (20/05). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Wakil Bupati Sukoharjo, Purwadi, SE, MM. Upacara diikuti lebih dari seribu perserta dari berbagai elemen. Wakil Bupati membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara yang memberikan tema peringatan Harkitnas ke 108 "Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter".
Menkominfo menyatakan bahwa fokus kerja nyata secara mandiri dan berkarakter untuk dapat menjawab tantangan kedepan Bangsa Indonesia. Persaingan dalam kompetisi global harus dihadapi dengan semangat persatuan dan kesatuan. Mau tidak mau Indonesia harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetitif. Sebagaimana pesan Proklamator "Amal semua buat kepentingan semua. Keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan semua".
Semangat Harkitnas diharapkan dapat memperbaharui semangat Trisakti: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Rangkaian Upacara Peringatan Harkitnas ke – 108 di Sukoharjo diakhiri dengan ziarah ke Makam KH. Saman Hudi di Desa Banaran, Grogol Kabupaten Sukoharjo.(ap)