Bupati , H Wardoyo Wijaya SH,MH beserta istri ibu Hj Etty Wardoyo menghadiri acara peresmian masjid Wisanggeni di desa Mayang Kecamatan Gatak tadi malam, Selasa (31/5) pukul 20.00 WIB. Peresmian ini dengan menggelar pengajian akbar oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dari Surakarta dan dihadiri oleh ribuan umat muslim yang memadati lokasi pelataran masjid Wisanggeni. Masjid ini didirikan oleh tokoh masyarakat yang akrab dipanggil dengan sebutan haji Pak De Pur Wisanggeni ( Purnomo Wisanggeni) yang peletakan batu pertama di lakukan oleh bupati setahun yang lalu. Setiap Ahad/ Minggu digelar pengajian rutin baik pagi maupun sore hari dengan dihadiri ribuan jemaah setiap pertemuannya yang kebanyakan adalah ibu – ibu dengan naik sepeda ontel. " Daerah ini mengingatkan pada saya , karena pertama kalinya saya melakukan dakwah ya di daerah ini ," tandas Habib Syceh. Bupati pada sambutannya menyampaikan apresiasi pada keluarga Pak De Pur Wisanggeni yang telah berhasil membangun masjid dan berharap semoga membawa barokah bagi keluarganya serta masyarakat di sekitarnya. Sementara itu Gubernur Jawa Tengah pada sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bakorwil 2, Drs Budianto Eko Purwono, M.Si menyampaikan apresiasi pada keluarga Pak De Pur Wisanggeni dan masyarakat yang telah berhasil membangun masjid secara bergotong royong. Beliau ber harap masjid ini agar dapat dimakmurkan serta diramaikan dengan kegiatan – kegiatan ibadah, juga sebagai pusat pembangunan peradapan umat Islam yang mempunyai nilai – nilai keimanan yang meningkat baik kwantitas maupun kualitas dan jangan sampai mlempem ( melemah ). Kemudian acara dilanjutkan dengan penandatangan prasasti oleh Habib Syech. Hadir pada kesempatan ini KasDam IV Diponegoro, anggota DPR Prov Jateng, Ketua DPRD Sukoharjo, Muspida, Wakil Bupati, Camat dan para tamu undangan.
Rabu, 01 Juni 2016
Selasa, 31 Mei 2016
Minggu, 29 Mei 2016
HIDUP SEHAT TANPA NARKOBA
Wakil Bupati, Purwadi SE, MM pagi tadi ( minggu, 29/5 ) pukul 07.00 WIB bertempat di halaman Sentra Niaga Solo Baru melepas olah raga jalan sehat mengelilingi kawasan Solo Baru dilanjutkan dengan melepas sepeda sehat dengan menempuh route sejauh kurang lebih 15 km dari Solo Baru menuju kota Sukoharjo dan kembali ke Solo Baru. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai penjuru daerah, sebelumnya didahului dengan acara penempelan stiker anti narkoba pada sepeda ontel dan aksi penandatangan gerakan moral anti narkoba yang dipimpin oleh wakil bupati. " Hidup sehat tanpa narkoba, oke!!!,"tandas beliau. Aksi sehat ini di seponsori oleh beberapa pihak swasta diantaranya OXY blue dengan hadiah utama berupa sebuah mobil Ayla, dua sepeda motor dan berbagai hadiah menarik lainnya. Hadir pada kesempatan ini unsur muspika, Kabag Umum dan tamu undangan (dn)
Sabtu, 28 Mei 2016
NAPAK TILAS KI ANGENG LANGSUR
NAPAK TILAS KI AGENG LANGSUR
Napak tilas merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk menilik kembali kejadian atau peristiwa penting para leluhur. Napak tilas juga merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada para leluhur atas perjuangannya pada masa lampau. Masyarakat dukuh Langsur Kalurahan Sonorejo Kecamatan Sukoharjo melaksanakan kegiatan napak tilas KI Ageng Langsur dengan menggelar pentas seni yang puncak acaranya dilaksanakan pada malam ini Sabtu ( 28/5 ) pukul 20.00 WIB dengan menggelar wayang kulit berjudul Sang Kumbo Karno dengan dalang cilik Kesit Kurniawan dari dukuh Langsur dan Bima Sinung Widagdo dari Jakarta dengan diiringi karawitan dari ISI Surakarta, yang dilaksanakan di pelataran makam eyang Suryo Kusumo atau masyarakat lebih akrab dengan sebutan eyang Minggir. Eyang Suryo Kusumo ini konon ceritanya merupakan adik dari Ki Ageng Langsur ( KGPH Suryo Broto ) kedua bersaudara ini adalah pejuang melawan penjajah Belanda.Makam dari Ki Ageng Langsur pun tak jauh dari makam eyang Suryo Kusumo yaitu 1 km arah selatan tepatnya di dukuh Kelurahan. " Pada Jum'at kemarin kami menggelar pentas musik etnik, musik lesung dan tayub. Tujuannya adalah agar warga tetap rukun dan akrab dengan potensi budaya," tandas Triman Sutrisno selaku penyelenggara. Bupati pada sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati, Purwadi, SE, MM menghimbau kegiatan ini bukan hanya kegiatan seremonial belaka tetapi dilandasi dengan ketulusan dan keiklasan hati sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap perjuangan para leluhur. " Saya mengapresisiasi pada masyarakat Langsur yang telah melestarikan kebudayaan Jawa yang adiluhung ini," tandas wakil bupati. Hadir pada kesempatan ini anggota muspika, Kabag Umum, Lurah, tokoh masyarakat dan tamu undangan. (dn)