Jumat, 26 Mei 2017

Pemusnahan 8000 liter Miras dan Narkotika di Pemkab Sukoharjo


Dalam rangka cipta kondisi menjelang bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri  tahun 2017 dilaksanakan pemusnahan barang bukti Narkotika jenis sabu sebanyak 33 paket, Narkotika jenis ganja 3 paket dan minuman keras beralkohol sebanyak 8.000 liter bertempat di halaman Kantor Pemkab Sukoharjo, Jum'at (26/5). Pemusnahan barang sitaan narkotika jenis sabu dan ganja dilakukan dengan cara dimasukan ke dalam drum kemudian disiram dengan minyak tanah dan dibakar sedangkan barang bukti minuman keras berakhohol ciu dimusnahkan dengan cara dibuang ditumpahkan ke kolam yang sudah disediakan.

Kapolres Sukoharjo AKBP Ruminio Ardano, S.I.K. didampingi Wakil Bupati Sukoharjo H. Purwadi SE.,MM bersama FORKOPIMDA mengikuti upacara Apel Kaposkamling dan terjun langsung memimpin pemusnahan miras dan narkoba hasil dari operasi bersinar dan operasi pemberantasan penyakit masyarakat selama tahun 2017.

Dalam amanatnya Kapolres Sukoharjo berpesan lima hal kepada masyarakat antara lain agar masyarakat melakukan pengamatan dan merespon dengan cepat serta menginformasikan kepada Polri terdekat apabila diketahui adanya gejala gejala gangguan Kamtibmas, selalu menjaga kekompakan dalam lingkungan keluarga, masyarakat sehingga tercipta situasi kondisi Kantibmas yang aman, nyaman, harmonis dalam menghadapi pilgub Jawa Tengah tahun ini, jangan terjadi kotak kotak antar pendukung calon gubernur dan wakil gubernur utamakan kesatuan persatuan serta tingkatkan bentuk bentuk pengamanan swakarsa ,aktifkan siskamling serta budayakan koordinasi dan yang terakhir serahkan barang bukti kepada Polri untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri oleh masyarakat," harap Kapolres.

Wakil Bupati ketika ditemui di sela sela pemusnahan Miras kali ini mengungkapkan pertama mengapresisi langkah positif seperti pemusnahan Miras Narkoba seperti saat ini dan berharap para generasi muda semakin memahami akan dampak bahaya narkotika dikemudian hari dan berpesan jauhi narkoba untuk masa depan yang lebih baik. Adapun peserta upacara terdiri dari 1 SST dari Kodim 0726, Brimob, Sat Sabhara, Satlantas, Bhabinkamtibmas, pasukan Ormas, awak pos Kamling, FKPM.   (Tj)

 

Senin, 22 Mei 2017

Pemkab Sukoharjo Gelar Upacara Harkitnas 2017 dan Tabur Bunga di Makam Pahlawan


Segenap aparatur Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melaksanakan upacara bendera memperingatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas)  ke-109 Tahun 2017 di halaman Kantor Bupati Sukoharjo. Upacara  dipimpin oleh Asisten tiga administrasi umum Drs Adji Arianto, SH.,MM yang dipercaya bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo  yang berhalangan hadir. 

Dalam upacara bendera ini dihadiri seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukoharjo dan sejumlah siswa-siswi setingkat SMA dilingkungan Kabupaten Sukoharjo, Senin (22/05).

Membacakan sambutan tertulis Menteri Komonikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara, Drs. Eko Adji Arianto  mengatakan bahwa tema pada peringatan Harkitnas tahun ini adalah Pemerataan Pembangunan Indonesia Yang Berkeadilan Sebagai Wujud Kebangkitan Nasional. Tema ini mengandung arti bahwa semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar, namun justru semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa. Semangat itu sudah tercetus setidaknya sejak 109 tahun lalu, ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo namun sampai sekarang tetap ampuh menyatukan gerak sebagai bangsa.

"Betapa tidak mudahnya para pendahulu kita merajut angan keindonesiaan saat itu. Ketika insfrastruktur transportasi dan komunikasi masih terbatas, sumber daya insani yang teguh dengan pemikiran keindonesiaan masih dapat dihitung dengan jari, saat semuanya itu berada dalam konteks ketakutan akan kekejaman kolonialis yang siaga memberangus setiap pemikiran yang mematik hasrat lepas dari belenggu penjajahan,".Dalam kondisi seperti ini,  pemerintah terus berupaya meningkatkan aspek pemerataan pembangunan di segala sektor. Di sektor kelistrikan misalnya, pembangunan ketenagalistrikan telah dilakukan di 2.500 desa yang belum mendapat aliran listrik.

"Pada saat yang sama, kebijakan pemerataan dilakukan melalui subsidi listrik yang difokuskan kepada masyarakat menengah ke bawah sehingga bisa dilakukan relokasi subsidi listrik tahun 2016 sebesar Rp12 triliun, dialihkan untuk menunjang sektor kesehatan, pendidikan dan insfrastruktur," katanya. Selama satu abad lebih, sejak organisasi Boedi Oetomo digagas telah memunculkan dimensi baru dalam lanskap sosial budaya seluruh umat manusia. Perubahan besar telah terjadi yang jika boleh dirangkum menjadi satu, digitalisasi adalah kata yang tepat.

Berkat digitalisasi yang paling nyata hampir terjadi di setiap sektor terkait dengan dipangkasnya waktu perizinan yang ada. Proses perizinan yang berlangsung ratusan hari sampai tak terhingga kini dipangkas secara drastis hingga enam kali lebih cepat dari waktu semula.Pemangkasan waktu perizinan ini dapat terlaksana berkat teknologi digital," ungkapnya. Acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke -109 Tahun 2017 diakhiri pemberian tali asih kepada pihak keluarga KH. Samanhudi. (Tj)

 


Kamis, 18 Mei 2017

Ponpes Ahlul Qur’an Thoyibah Diresmikan Bupati

            Ponpes Ahlul Qur'an Thoyibah di Dukuh Nandan, Desa Karangwuni, Kecamatan Weru diresmikan oleh Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, SH, MH, ditandai dengan penandatangan prasasti, kamis (18/05).

            Dalam peresmian Pondok Pesantren yang didirikan oleh Drs. H. Muh. Thoyibun, SH, MM, Bupati mengatakan "pesantren memiliki kontribusi yang nyata dalam pembangunan pendidikan nasional, khususnya dalam melahirkan generasi muda yang cerdas dan Islami," beliau juga menambahkan "meningkatkan dan mengembangkan peran serta pesantren dalam proses pembangunan merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara, terlebih dalam kondisi bangsa yang mengalami krisis moral seperti sekarang ini."

            Pondok Pesantren ini telah menerima santri sebanyak 80 orang dan dalam ajaran baru nanti akan menerima santri lagi. Dikarenakan keterbatasan lahan dan bangunan untuk menampung santri lebih banyak, Bupati Sukoharjo memberikan bantuan sebesar 125 juta rupiah, untuk pengembangan lahan dan bangunan.

            Acara pengguntingan pita tanda Penggunaan Gedung Pesantren digunakan dilakukan oleh Ibu Hj. Etik Suryani, SE, dimana dalam acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPD LDII Sukoharjo , Drs. H. Dalono Abdul Rasyid, Kabag Kesra, Kasatpol PP, Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten, Camat Weru beserta Muspika, serta tokoh agama dan masyarakat di Kecamatan Weru, demikian keterangan dari Kabag Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(ap)

Kamis, 11 Mei 2017

PKK SUKOHARJO TERIMA PENGHARGAAN

            Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo, Etik Wardoyo Wijaya, menerima penghargaan sebagai Pelaksana Terbaik Evaluasi 10 Program Pokok PKK, yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, dalam upacara peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 45 dan Pencanangan BBGRM XIV Tahun 2017 Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Desa Gombang, Sawit, Boyolali, Rabu (10/5).

Dalam keterangannya Ketua Tim Penggerak PKK Sukoharjo, Etik Wardoyo Wijaya mengatakan "saya merasa senang PKK Kabupaten Sukoharjo bisa mempertahankan sebagai Pelaksana Terbaik Evaluasi 10 Program Pokok PKK tingkat Provinsi," dia juga berterima kasih terhadap segala unsur yang bisa membantu mewuudkan Sukoharjo mendapat penghargaan ini "saya harap hal ini bisa dipertahankan terus kedepannya, dan tentunya PKK Sukoharjo akan berusaha untuk terus maju,"

"terima kasih kepada Tim Penggerak PKK tingkat Desa sampai dengan Kabupaten, sehingga kita bisa mendapatkan penghargaan ini, juga kepada Pemkab Sukoharjo dan Bapak Bupati yang selalu mendukung kegiatan PKK."

Sukoharjo juga menjadi Juara KB-Kes tingkat Provinsi dan mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk lomba tingkat nasional, dimana Sukoharjo menjadi kandidat Juara KB-Kes tingkat Nasional. "kita tinggal menunggu pengumumannya, semoga kita bisa menjadi yang terbaik," imbuh Etik.

Dalam kesempatan ini juga Sukoharjo mendapat penghargaan sebagai Juara 2 Karya Tulis Ilmiah Posyandu, melalui salah satu kadernya.

Acara ini selain dihadiri oleh Gubernur dan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, juga dihadiri Bupati/Walikota se Jawa Tengah, Diana Tahun 2017 ini Tuan Rumah penyelanggaraan HKG PKK dan BBGRM Provinsi Jawa Tengah adalah Kabupaten Boyolali.(ap)

Rabu, 10 Mei 2017

PENERIMAAN KUNJUNGAN KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA CIREBON DI KABUPATEN SUKOHARJO

Penerimaan Kunjungan Kerja dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat ke Kabupaten Sukoharjo pada hari Selasa, 9 Mei 2017 dimulai pukul 13.00 WIB bertempat di Graha Satya Karya Kabupaten Sukoharjo. Kunker diterima oleh Bupati Sukoharjo yang dalam hal ini diwakili Asisten Pemerintahan Sekda, Ibu Hasni, SH dengan didampingi Kepala Bagian Pemerintahan Setda Bp. Ari Haryanto, S.Pd, M.Si. Rombongan dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat berjumlah 8 orang dipimpin Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan Pemkot Cirebon, Drs..Hayat, M.Si. Materi kunker yang dipilih terkait Keberhasilan Kabupaten Sukoharjo meraih Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian / WTP.

Dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan Sekda, Bupati mengungkapkan rasa bangganya karena Kabupaten Sukoharjo dipilih sebagai lokasi kunker. Dengan visi "Terwujudnya Masyarakat Sukoharjo yang Sejahtera, Maju dan Bermartabat didukung Pemerintahan yang Profesional" dengan potensi daerah yang ada, Pemerintah berusaha melaksanakan program – program yang pro rakyat. Kenaikan APBD dan PAD Kabupaten Sukoharjo yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir ini, digunakan sepenuhnya untuk pembangunan program-program unggulan, misalnya pendidikan gratis, santunan kematian, Jamkesda, JITUT dan pembangunan infrastruktur pasar tradisional serta jalan / jembatan.

Dari dialog yang berlangsung, materi dan jawaban atas pertanyaan tentang keberhasilan meraih Penghargaan WTP dijelaskan oleh Inspektur, Drs. Joko Purnomo. Mengenai pengelolaan pendapatan dijelaskan Ibu Sumini, SE, MM dari Badan Keuangan Daerah sedangkan mengenai perencanaan pembangunan dijelaskan  Bp. Ir. Ahmad Hufroni,MT selaku Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sukoharjo.

Turut hadir dalam penerimaan kunker ini perwakilan Staf Ahli Bupati, dari BKPP, Dinas Pendidikan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UMK, Dinas Kominfo, Dinas LH, dari Bagian Hukum, Bagian Pembangunan, Bagian Organisasi serta dari OPD yang terkait dengan materi dialog. Acara ditutup dengan tukar menukar cinderamata.(Yk)

Selasa, 09 Mei 2017

DPD RI PROV JATENG BERKUNJUNG KE KABUPATEN SUKOHARJO

 

Tim anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin langsung oleh Ketua Komite I DPD RI Ahmad Muqowam melakukan kunjungan kerja          ( kungker ) ke Kabupaten Sukoharjo dan disambut baik oleh Pemkab Sukoharjo, Selasa (9/5).
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Sukoharjo, Asisten perekonomian dan pembangunan, Kepala bagian pemerintahan, Perwakilan DPD RI Provinsi Jawa Tengah .
Dalam keterangannya, Ketua Komite 1 DPD RI  mengatakan bahwa maksud dan tujuan kunjungannya adalah dalam rangka evaluasi pelaksanaan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah serta mengali permasalahan tentang implementasi UU Desa di Kabupaten Sukoharjo.
Mewakili Bupati Sukoharjo, rombongan diterima langsung oleh Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Sukoharjo Hasni SH. Dalam sambutannya  mengharapkan kepada tim agar dapat melakukan penyerapan aspirasi khususnya di Kabupaten Sukoharjo.

Acara diakhiri dengan tukar menukar cinderamata. (Tj)