Senin, 18 November 2019

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Serahkan Bantuan Rp 300 Juta Untuk Bangun 4 Masjid di Kecamatan Grogol

SUKOHARJO–  Bupati  Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM memberikan bantuan pembangunan empat masjid di Kecamatan Grogol sebesar Rp 300 Juta. Penyerahan bantuan tersebut diberikan orang nomor satu di Pemkab Sukoharjo itu saat menghadiri pengajian wayang dakwah dalam rangka peresmian masjid Al-Hikmah di Tegalmangu RT 02/08 desa Pondok Nguter, Minggu(17/11).

"Masjid  merupakan sarana ibadah yang sangat fundamental, dimasjidlah pembentukan karakter manusia agar selalu beriman dan bertaqwa. Pembangunan sarana keagamaan merupakan wujud nyata upaya umat islam dalam membina hubungan antar manusia serta hubungan manusia dengan Allah SWT," ungkap Bupati. Selain itu Bupati mengajak kepada pengurus masjid dan seluruh jamaah untuk memakmurkan masjid.

"jadikan rumah Allah ini, sebagai tempat untuk meningkatkan syiar islam dan tempat untuk memupuk rasa persaudaraan persatuan kesatuan umat," harap Bupati.

Wayang Dakwah dengan dalang Ustadz Sri Setyo SH, SPdi MSi.    

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Gerakan Nasional Pemulihan DAS di Sukoharjo, 25.000 BibitProduktif Ditanam di Kenep

 SUKOHARJO- Penanaman Bersama dan Pembagian Bibit Produktif Dalam Rangka Gerakan Nasional Pemulihan DAS (GNPDAS)Tahun 2019, dengan tema "Pulihkan Lahan Membangun Masa Depan" yang diselenggarakan Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Solo bekerja sama denganDinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo, Dinas Pendidikan dan KebudayaanKab. Sukoharjo, Alumni SMP N 1 Sukoharjo Tahun 1975 dan Alumni SMA N 1Sukoharjo Tahun 1979 diselenggarakan di Balai Kelurahan Kenep, KecamatanSukoharjo, Pada hari Sabtu tanggal (16/11).Acara dihadiri  Inspektorat Jendral Kementerian LHK Dr.Murdiyono, MM, Kepala BPDASHL Solo Ir. Suratman, M.Si,  Asisten II Sekda Kab. Sukoharjo Widodo,S.H.,M.H mewakili Bupati Sukoharjo, Asisten III Sekda Kab. Sukoharjo, Kepala DinasLingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo Agus Tinus Setiyono, Perwakilan CabangDinas Kehutanan Wilayah 11 Wonogiri, Muspika,  Lurah,  Perwakilan Alumni SMP N 1 Sukoharjo Tahun1975, Perwakilan Alumni SMA N 1 Sukoharjo Tahun 1979 dan Tokoh masyarakatbeserta Warga Kelurahan Kenep.Penyerahan bibit produktif berupa pohon jeruk secarasimbolis di serahkan oleh Kepala BPDASHL Solo kepada Bupati Sukoharjo yang diwakili oleh Asisten II Sekda Kab. Sukoharjo.Kegiatan Penanaman Bersama dan GNPDAS dilanjutkanpenyerahan bibit secara simbolis oleh Kepala BPDASHL Solo Ir. Suratman,M.Sikepada Bupati Sukoharjo yang di wakili oleh Asisten II Sekda Kabupaten. SukoharjoWidodo,S.H., M.H.Menurut Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungaidan Hutan Lindung (BPDASHL) Solo mengatakan bibit produktif merupakan bibitpilihan serta berharap di pelihara dengan baik."pihaknya telah mempersiapkan 1.000 batang bibituntuk souvenir pada kegiatan hari ini dan nanti akan kami kirim lagi sehinggatotalnya 25.500 batang bibit produktif. Kami harapkan Kelurahan Kenep jadipusat agrowisata, marilah kita bekerja sama untuk mewujudkan itu, kami akanselalu mendukung untuk pemeliharaan lingkungan. Tahun ini merupakan awal diKabupaten Sukoharjo dan nanti akan berlanjut ke wilayah lain. Mudah - mudahanini bukan hanya simbolis, yang di tanam akan selalu kami monitor karena sudahkami petakan sesuai titik koordinat. Pembagian bibit ini akan kita absensehingga bisa tepat sasaran dan benar - benar di tanam. Harapan kita denganadanya program  ini dapat berkembang,satu bibit bisa menjadi banyak, sehingga program ini bisa berhasil dan bisa dirasakan manfaatnya oleh Masyakat Kabupaten Sukoharjo," ungkapnya.Bupati dalam sambutan tertulis dibacakan Asisten IISekda Kabupaten Sukoharjo mengatakan Perubahan iklim akan berdampak sangat luasbagi kehidupan masyarakat, yang akan menyebabkan perubahan kehidupan. Upayapengendalian perubahan iklim, pada hari ini kita melaksanakan kegiatanPenanaman Bersama dan Pembagian Bibit Produktif, agar bisa memberikan manfaatbagi lingkungan sekitar. Terkait kegiatan penanaman penghijauan agar masing -masing individu mempunyai kewajiban menanam 20 batang seumur hidupnya."Upaya penggalakan penghijauan ini melibatkan seluruhsteak holder yang bekerjasama Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Solo, sayaberharap kegiatan ini menjadi kegiatan rutin setiap tahun dan bukan menjaditanggung jawab pemerintah saja tetapi menjadi tanggung jawab semua lapisanmasyarakat," ungkapnya.Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanandi wakili Sekretaris Ekspektorat Jendral Kementerian LHK Dr. Murdiyono, MMmengatakan dengan pembagian bibit produktif ini kami harap di tanam dan di pelihara." mari kita bersama - sama membangun KabupatenSukoharjo lebih makmur, pemerintah menfasilitasi penyediaan bibit apabila adayang membutuhkan akan kami berikan dengan harapan agar bisa di tanam dan dipelihara,  mudah - mudahan apa yang kitalakukan ini jangan cuma simbolis tetapi benar - benar di tanam dan di peliharasehingga ada hasilnya dan bisa di manfaatkan," harapnya.Sementara itu, dalam sambutan perwakilan Alumni SMP N1 Sukoharjo Tahun 1975 dan Alumni SMA N 1 Sukoharjo Tahun 1979 Dwi Joko Susilo,M.Pd." Kami mewakili taman - teman perwakilan Alumni SMP N1 Sukoharjo Tahun 1975 dan Alumni SMA N 1 Sukoharjo Tahun 1979 mengucapkanterimakasih kepada Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Solo,  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjoyang telah besama - sama kami menyelenggarakan kegiatan ini, mudah -mudahanbibit ini di tanam di pelihara bisa timbuh dengan baik dan menghasilkan buahyang baik untuk generasi masa depan," ungkapnya.Demikian informasi yang disampaikan kabag Humas danProtokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

 

 

 

 

 

Jumat, 15 November 2019

Sekda Sukoharjo : Maulid Nabi Muhammad, Teladani Rasulullah

SUKOHARJO- Sekda Kabupaten  Sukoharjo Drs. Agus Santosa mewakili Bupati  menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1441 Hijriah yang dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja ( GSP), Jumat (15/11). Kegiatan Tabligh Akbar menghadirkan Al Ustadz Drs. H. Sri Setyo S.H., S.Pdi., M.Si sebagai penceramah dan dihadiri oleh Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani SE, MM, jajaran Forkopimda, kepala OPD,  ketua ormas islam dan para ASN, TNI dan Polri dilingkungan Pemkab Sukoharjo.

Sekda Drs. Agus Santosa mengungkapkan, dimensi yang paling penting dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah bagaimana umat Islam bisa meneladani dan melanjutkan misi ke Rasulan Nabi Muhammad SAW. " Peringatan atas kelahiran Nabi  Muhammad SAW dijadikan sebagai tonggak dalam kehidupan umat muslim, tindakan rosululloh kita patut mencontohnya, pikiran jernih, ucapkan santun dan lembut serta tindakan yang arif dan bijaksana itulah perilaku yang wajib kita contoh oleh siapapun,"kata Sekda.

Sekda mengajak kepada kita semua untuk bisa berintropeksi diri dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan terus membina ukhuwah islamiyah serta tetap mewujudkan masyarakat Kabupaten Sukoharjo aman, damai dan dapat bertoleransi.

"tindakan baik, akhlak yang baik mempunyai nilai tinggi sebagai pedoman umat beragama disemesta alam,"tambahnya.

Sementara itu tausiyah yang disampaiakan Drs. H. Sri Setyo S.H., S.Pdi., M.Si mengatakan bahwa dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW membawa perubahan yang sangat besar." kita semua wajib untuk bisa mensyukuri apa yang ada dan menikmati yang sudah ada dan tidak usah iri kepada yang lain dan marilah kita tingkatkan silahturahmi kita kepada sesama dan saling menjaga persaudaraan diantara kita, tidak saling menyakiti, sehingga bisa menciptakan kondisi yang harmonis antar sesama umat, NKRI harga mati, Pancasila Sakti. Bangun persatuan dan kesatuan antar agama islam dengan yang non islam agar tidak terjadi perselisihan serta jaga kesehatan agar dalam menjalankan semua ibadah tidak terganggu. Rusaknya daratan dan lautan dikarenakan tingkah dan laku umat manusia yang ada dimuka bumi ini dan bekerjalah dengan niat ibadah," jelasnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Bupati Sukoharjo Serahkan Bantuan Stimulan Kualitas RTLH 789 Unit Rumah Senilai Rp 11 Miliar


SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM menyerahkan secara simbolis Bantuan Stimulan Peningkatan kualitas RTLH Kabupaten Sukoharjo tahun 2019 bertempat di lapangan desa Lawu Nguter, Rabu (13/11).

Peresmian ditandai dengan penyerahan secara simbolis bantuan sosial rehabilitasi RTLH oleh Bupati yang berjumlah 789 paket bantuan yang dialokasikan ke 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Weru 239 unit, Kecamatan Tawangsari 36 unit, Kecamatan Bulu 36 unit, Kecamatan Nguter 179 unit dan Kecamatan Sukoharjo 299 unit.

Dalam sambutanya Bupati  mengatakan program bantuan RTLH bertujuan membantu peningkatan kualitas rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Sukoharjo terkurangi sehingga Kabupaten Sukoharjo terbebas dari Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

"Program ini memberikan stimulan bagi warga tidak mampu untuk meningkatkan kualitas tempat tinggalnya," kata Bupati.

Menurut laporan Kepala dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Ir. Suraji MT mengatakan bahwa menurut data pemutakhiran base data terpadu tahun 2015 (PBDT-2015) pada akhir tahun 2015 sejumlah 17.982 unit RTLH. Selama kurun waktu tahun 2015-2018 sudah tertangani sebanyak 3.832 unit RTLH. Seiring berjalannya waktu pada akhir tahun 2018 Kabupaten Sukoharjo masih ada 14.150 unit RTLH.

"melihat sikon hal itu, kami berupaya akan maksimal mengupayakan bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, kami akan selalu mengusulkan dalam program apapun baik dari jalur BSPS Kemen PU-PR, DAK Kemenkeu, RTLH Provinsi Jateng, Dana CSR Bank Jateng atau perusahaan perusahaan lain diwilayah Sukoharjo untuk berperan sertanya menyelesaikan RTLH kita, maupun bantuan RTLH dari APBD Kabupaten tahun anggaran 2019," jelas Ir. Suraji MT.

Ditambahkannya, bahwa pada tahun anggaran 2019 Kabupaten Sukoharjo melaksanakan perbaikan RTLH sejumlah 1470 unit terdiri dari 170 unit dari DAK tahun 2019, 300 unit dari BSPS tahun 2019, 450 unit dari Bankeupemdes Gubernur Jateng, 400 unit dari APBD perubahan Kabupaten Sukoharjo dan 150 unit dari CSR bank Jateng.

"jadi jumlah total RTLH tahun 2019 yang didapat Kabupaten Sukoharjo sebanyak 789 unit atau penerima dengan total nilai bantuan Rp 11.640.000.000 (sebelas milyar enam ratus empat puluh juta rupiah).

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

 

Kamis, 14 November 2019

Bupati Sukoharjo Sampaikan Harapannya di Peringatan Hari Pangan Sedunia

Hari Pangan Sedunia (HPS) dirayakan setiap tahun, yaitu pada hari kelahiran Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), 16 Oktober oleh lebih dari 150 negara anggota FAO di dunia termasuk Indonesia memperingati Hari Pangan Sedunia secara masional pada setiap tahun.

Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia (World Food Day)  ke-39 Tahun 2019 dan festival kuliner  Kabupaten Sukoharjo dari tanggal 14 - 18 November dibuka secara langsung oleh  Bupati H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM dengan mengambil tema "industrialisasi Pangan Pangan Lokal Menuju Ketahanan Pangan Di Kabupaten Sukoharjo".

Bupati menyampaikan harapannya agar Hari Pangan Sedunia (HPS) dapat menjadi momentum bagi terwujudnya pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Sukoharjo yang lebih maju.

"Marilah kita mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan lokal di Kabupaten Sukoharjo, melalui berbagai kegiatan seperti rapat-rapat dengan snack berbasis pangan lokal, gemar mengembangkan teknologi pangan lokal, lomba cipta menu berbahan dasar lokal dan festival kuliner yang saat ini kita laksanakan. Saya juga berharap festival kuliner ini dapat mengenalkan berbagai potensi sumber daya keanekaragaman pangan dan sebagai sarana promosi dan perdagangan produk-produk unggulan pangan olahan di Kabupaten Sukoharjo serta dapat menggerakan perekomian rakyat," harap Bupati.

Ditambahkan Bupati, bahwa Pemkab Sukoharjo telah memberikan perhatian khusus soal pangan, dengan sebuah program untuk mendorong pemenuhan kebutuhan pangan pada skala terkecil rumah tangga dengan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui konsep kawasan rumah pangan lestari (KRPL) yang telah dilaksanakan selama 7 tahun terakhir melalui bantuan belanja hibah kepada kelompok wanita tani di 24 lokasi desa binaan PKK. Sebagai percontohan didakan kegiatan Obor Pangan Lestari (Opal) di lingkungan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mulur Kecamatan Bendosari.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo Ir. Netty Harjianti mengatakan bahwa rangkaian peringatan HPS ke-39 antara lain diadakan rakor dewan ketahanan pangan dirangkai dengan pelantikan pengurus Perpadi dan pelepasan beras produksi Perpadi dan lomba cipta menu yang diikuti perwakilan TP.PKK Kecamatan dan dilaksanakan upacara seremonial peringatan HPS.

"tujuan HPS  untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi SDA serta tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan serta mengenalkan potensi serta sarana promosi perdagangan produk produk unggulan. Penyelenggaraan festival kuliner untuk memperkenalkan makanan khas dan menjadi sarana promosi," jelas Ir. Netty.

 Upacara seremonial peringatan HPS tahun 2019 dirangkai dengan penyerahan bantuan dan pemenang lomba. Bupati menyerahkan simbolis bantuan RMU kegiatan PUPM bagi empat Gapoktan, bantuan gabah ke Gapoktan pelaksana LDPM, penyerahan bantuan gabah ke kelompok lumbung pangan masyarakat, penyerahan sertifikat PSAT, penyerahan hadiah lomba cipta menu, penyerahan hadiah lomba KRPL dan penyerahan uang pembinaan dan penghargaan Adikarya Pangan Nusantara Tingkat Provinsi Jateng.

Turut hadir Sekda Drs. Agus Santosa, Asisten Sekda, Kepala OPD terkait, Camat serta anggota Dewan Ketahanan Pangan, TP.PKK Kecamatan, Kepala UPTD Pertanian dan kelompok binaan Dinas Pangan. Sebelumnya Bupati beserta Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani melihat pelaksanaan lomba cipta menu dan kegiatan gemarikan (Gemar Makan Ikan).

Acara diakhiri dengan peninjauan stan festival kuliner pangan diawali dengan pengguntingan untaian melati oleh Ketua TP.PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE, MM.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharj. (Tj)

 

 

Rabu, 13 November 2019

Bupati Sukoharjo hadiri Jambore kader kesehatan di Kecamatan Gatak


Bupati beserta Ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SHm MH, MM dan Hj. Etik Suryani SE, MM, menghadiri  Jambore Kader Kesehatan di Kecamatan Gatak dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-55 bertempat di lapangan Desa Kagokan Kecamatan Gatak, Selasa (12/11).
Dengan mengambil tema kegiatan "Kader Gatak Bersatu, Untuk Sukoharjo Yang Lebih Makmur". Ditandai dengan penggalangan komitmen bersama Bupati dan 1000 kader kesehatan dalam mendukung program Presiden RI dalam meningkatkan kwalitas hidup, menurunkan Angka Kenatian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting. Dengan " inovasi Sigrak Nggoyak Wong Manak" serta penandatangan komitmen lintas sektor dalam upaya  mendukung program kesehatan menyeluruh tuntaskan masalah kesehatan di wilayah Kecamatan Gatak dengan inovasi Gatuk Konco Dewe ( gatak bersatu untuk koordinasi konsultasi  dengan WA wae).
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan pola menggelar jambore bagi kader kesehatan.
Menurut laporan ketua Panitia drg. Tri Prasetyo Nugroho, MM mengatakan dalam rangka memperingati Hari Kesenatan Nasional ke 55 Tanggal 12 Nopember 2019, salah satu kegiatan di Puskesmas Kecamatan Gatak adalah mengadakan kegiatan Jambore Kader Kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat untuk meningkatkan motivasi kerja para kader kesehatan dalam membantu
mengatasi permasalahan kesehatan yang ada serta mewujudkan
kerjasama tim kader kesehatan supaya tetap solid.
Ditambahkannya, disamping menambah ilmu pengetahuan, saling tukar pengalaman, bentuk kegiatan in diharapkan bisa memberikan pembelajaran tentang kepemimpinan.
"Belum tuntasnya kasus penyakit yang ada seperti DB , HIV ADS
serta meningkatnya beberapa kasus penyakit Penyakit tidak Menular seperti DM, Hipertensi, manjadi perenungan kita bersama bahwa pentingnya kerjasama, kolaborasi semua pihak terkait termasuk kader kesehatan di Kecamatan Gatak untuk
mengatasi permasalahan tersebut," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati mengajak kepada seluruh kader kesehatan dan seluruh stakeholder terkait di Kecamatan Gatak, untuk terus guyub rukun, bekerja bersama-sama dan berkontribusi dalam pembangunan, khususnya dalam Pembangunan bidang kesehatan.
"Pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, akademisi dan praktisi harus ikut ambil bagian dalam mendukung pembangunan Kesehatan,
mengerti arti penting perilaku dan lingkungan sehat serta melakukan gerakan hidup sehat, baik di keluarga, tempat kerja, tempat-tempat umum dan
fasilitas lainnya," harap Bupati.
Turut hadir Ketua DPRD kabupaten Sukoharjo, Camat Gatak dan Kader Kesehatan, Kepala Puskesmas Gatak Drg Dwi Prasetyo Nugroho MM beserta jajarannya, Tokoh masyarakat,agama sekecamatan Gatak serta  dasiat, Duta anemia
Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo. (Tj)

Tim Penilai Lomba IVA Test Kanker Serviks Tingkat Propinsi Jateng Kunjungi Kabupaten Sukoharjo

SUKOHARJO- Tim Penilai  Verifikasi Lapangan Lomba Inpeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test Tingkat Propinsi Jawa Tengah dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Condro Rini beserta tim kunjungi Desa Cangkol Kecamatan Mojolaban terkait dengan Lomba pelaksana terbaik lomba Test IVA mewakili Kabupaten Sukoharjo maju  lomba di Tingkat Propinsi Jateng, Rabu (13/11).  Terlebih dahulu Tim Penilai Diterima Sekda Drs. Agus Santosa didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo, Hj. Etik Suryani SE, MM bertempat di Gedung Dharma Loka PKK Kabupaten Sukoharjo.

Dalam sambutan, Sekda Drs. Agus Santosa mengatakan kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) adalah kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia, khususnya di usia produktif serta berharap wanita di Kabupaten Sukoharjo dapat terbebas dari kanker serviks dan payudara dengan pemeriksaan SADANIS adalah pemeriksaan payudara secara klinis dan IVA.

 "Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan bahkan mencatat bahwa kanker serviks menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak ditemui setelah kanker payudara. Saya berharap wanita khususnya di Kabupaten Sukoharjo terbebas dari kanker serviks," ungkap Sekda saat mewakili Bupati memberi sambutan selamat datang kepada Tim penilai.

Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani SE., MM Dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa

semua unsur bekerjasama dengan terpilihnya desa Cangkol Kecamatan dalam lomba Test IVA  Tingkat Propinsi Jateng mewakili Sukoharjo. Ini merupakan hasil kerja yang luar biasa dari semua yang berkolaborasi memajukan Kabupaten Sukoharjo.

"Kehadiran Aplikasi Wanodyo Manis (Wanita Mojolaban Sehat dengan IVA Test dan Sadanis), satu terobosan baru Kecamatan Mojolaban. Semoga Kabupaten Sukoharjo terpilih mewakili Jawa Tengah maju di Tingkat Nasional nanti," harap Hj. Etik.

Di hadapan tim penilai juga, Hj. Etik Suryani menyampaikan paparan dihadapan tim penilai terkait dengan kiprah dan kerja PKK dalam ikut serta mensukseskan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Ketua Tim Juri IVA Test Provinsi Jawa Tengah, Condro Rini, Kecamatan Mojolaban adalah salah nominator untuk meraih juara satu dari lomba IVA ini.

" kami ingin melihat langsung ke Kecamatan Mojolaban apakah sesuai dengan yang dilaporkan. Timnya dalam menilai akan melakukan verifikasi untuk membuktikan apakah yang telah dipaparkan benar-benar dilakukan, jika proses penilaiannya tersebut meliputi tiga aspek, yang meliputi aspek input, proses, dan output inovasi, " jelasnya.

Selain itu, outputnya akan dilihat sejauh mana cakupan dari progam IVA Test yang telah dilakukan.

"Kita lihat juga proses yang telah dilakukan seperti penyuluhannya dan sosialisasinya, termasuk inovasi yang dilakukan. Kita lihat dari SDM, sarana dan prasaranya, dan program PKKnya baik Kabupaten maupun Kecamatan, hingga komitmen stakeholdernya seperti komitmen dari pak Bupati dan Camat dalam program IVA Test ini ," tambah Condro Rini.

Usai penerimaan, tim selanjutnya melakukan peninjauan lapangan ke Desa Cangkol Kecamatan Mojolaban.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo.(Tj)