Selasa, 20 Agustus 2019

Kecamatan Tawangsari Gelar Bursa Inovasi Desa Mandiri

SUKOHARJO- Desa memiliki wadah untuk menyalurkan potensi. Bursa Inovasi Desa (BID) di Kecamatan Tawangsari mengambil tema "Desa Berinovasi Sukoharjo Makmur Menuju Tawangsari Sakti".

Bursa Inovasi Desa (BID) tahun 2019 berbeda dengan tahun sebelumnya yaitu tahun 2017 dan 2018, dimana perbedaannya, kalau pada tahun 2017 dan tahun 2018 di laksanakan di tingkat kabupaten, Namun pada tahun 2019, BID dilaksanakan di tingkat kecamatan yang dikelola oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) kecamatan, sehingga lebih dekat ke desa. Baik dilaksanakan di tingkat kecamatan secara mandiri maupun cluster (gabungan) kecamatan serta sebagai Salah satu tahapan pokok Program Inovasi Desa (PID) adalah pelaksanaan BID. Di mana ini, merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa," dikatakan YC Sriyana S.Sos, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sukoharjo, saat membuka Bursa Inovasi Desa  tingkat kecamatan secara mandiri di pendopo Kecamatan Tawangsari, pada hari Selasa (20/8).

Ikut hadir Camat Tawangsari, Ketua TP. PKK Kecamatn Tawangsari, Muspika, Kepala Desa se-Kecamatan Tawangsari, Kepala OPD terkait, BPD dan sejumlah peserta BID.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMD mengatakan "Bursa Inovasi Desa (BID) merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan merupakan media belajar bagi desa untuk memperoleh informasi dan kegiatan inovasi yang dapat mendukung pembangunan desa," katanya.

Ditambahkan "Diketahui, program Inovasi desa merupakan suatu upaya pemerintah dalam mewujudkan agenda nawacita dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, yakni meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, terutama dalam mengembangkan rencana dan pelaksanan pembangunan desa  secara berkualitas, agar dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi, termasuk mempersiapkan   pembangunan sumber daya yang dimiliki oleh desa itu sendiri," tambahnya.

Sementara itu Camat Tawangsari Joko Windarto, S.STP melaporkan dalam bursa ini ada tiga bidang kegiatan di antaranya bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang pemberdayaan serta dilaksanakan sebelum pelaksanaan Musyawarah perencanaan pembangunan Desa (Musrengbag Desa) tahun anggaran 2019. "Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kami sangat mengapresiasi kegiatan bursa Inovasi ini,  terutama inovasi yang dilakukan di tingkat Desa. Sehingga dengan demikian semakin banyak Desa yang berinovasi, maka semakin beragam pula potensi-potensi yang bisa dikembangkan  dan diangkat di daerah Tawangsari sehingga dapat meningkat kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Camat Tawangsari berharap  para Kepala Desa yang hadir dapat mencari inovasi inovasi di desanya untuk direplikasi sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki serta mampu menjawab permasalahan yang ada didesa.

Adapun Peserta terdiri dari perwakilan desa 3 orang terdiri dari Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tokoh masyarakat pemuda atau agama serta satu orang perempuan sebagai peserta utama dan Tim Inovasi Kabupaten, Camat beserta tim, lembaga desa, Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD).

Demikian informasi yang disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 


Virus-free. www.avast.com

Sabtu, 17 Agustus 2019

Upacara HUT RI ke-74 di Alun-Alun Satya Negara Berlangsung Khidmat, Bupati Sukoharjo Jadi Inspektur Upacara

SUKOHARJO – Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Hari Ulang Tahun (HUT) ke -74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 2019 tingkat Kabupaten Sukoharjo digelar di Alun Alun Satya Negara Sukoharjo, Sabtu (17/8), berlangsung khidmat.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM bertindak sebagai inspektur upacara. Turut hadir Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani SE., MM,  Ketua Dharma Wanita Persatuan serta tamu undangan lainnya.

Diawali dengan kehadIran Bupati serta diikuti jajaran pejabat Forkopimda Kabupaten Sukoharjo, upacara peringatan HUT Kemerdekaan ini dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Bunyi sirene 1 menit sebagai tanda menyambut detik-detik peringatan Proklamasi HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

Meskipun cuaca tampak panas, seluruh peserta tampak khidmat mengikuti upacara tersebut. Puncak peringatan Detik-Detik Proklamasi ditandai dengan suara sirine. Selanjutnya Bupati membacakan naskah Proklamasi, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo Eko Sapto Purnomo,SE membacakan Pembukaan Undang Undang Dasar 1945.

Dalam sambutan upacara ini, Bupati membacakan amanat Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo S.H., M.IP. Dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya Jawa Tengah untuk tidak membeda-bedakan suku bangsa dan agama di era kemerdekaan ini.

"Seperti ungkapannya Gus Dur, orang tak akan bertanya apa agamamu, apa sukumu ketika berbuat baik. Dalam masa perjuangan setelah kemerdekaan ini sudah semestinya kita tidak membedakan suku, agama atau pun ras," ucap Bupati.

Ditambahkannya, "sekian lama kita diterpa berbagai kemajuan dari belahan bumi lain. senasib sepenanggungan Wahai pemuda, persiapkan mental dan akalmu. Jangan melempem berhadapan dengan bangsa lain, jangan lembek ketika ada yang mengejek. Kepalkan tekadmu, semangatmu. Bulatkan Saudara-saudaraku, semua hal itu akan mampu kita hadapi dengan satu senjata, kebersamaan. Kita ini diciptakan atas satu jalinan sebagai sapu lidi, yang jika lepas ikatannya ambyar kebangsaan kita, ambyar negara kita, ambyar Indonesia Raya. Sejarah telah mengikat kuat kita, perasaan menyatukan kita, dan Pancasila telah mendasari kita sebagai bangsa dan negara yang besar. Yakinlah kecemerlangan bangsa ini takkan lama lagi. Bangsa Indonesia akan berjaya seribu windu lamanya," ungkapnya.

Setelah upacara pengibaran bendera pada pagi hari dan penurunan bendera pada sore hari, acara dilanjutkan dengan penyerahan bendera merah putih dari Paskibraka kepada Bupati Sukoharjo dan dilanjutkan malam resepsi peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI bertempat di Pendopo Graha Satya Praja Pemkab  Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum.(Tj)

Kamis, 15 Agustus 2019

Bupati Kukuhkan 75 Paskibraka Sukoharjo

SUKOHARJO——Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM  mengukuhkan 75 orang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sukoharjo. Pasukan ini akan mengemban tugas mengibarkan dan menurunkan duplikat bendera kebangsaan sang merah putih pada Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-74 ahun 2019 tingkat Kabupaten Sukoharjo.

Sebagai tanda pengukuhan secara simbolis, Bupati menyematkan lencana dan memasang kendit kepada perwakilan Calon Paskibraka Sukoharjo. Kegiatan berlangsung di Rumah Dinas Bupati Sukoharjo , Kamis(15/8) sore

Pengukuhan berlangsung dengan khidmat, Bupati H. Wardoyo Wijaya SH., MH.,MM ketika memberikan sambutan berpesan agar anggota Paskibraka mampu melaksanakan tanggung jawab secara penuh tanggung jawab.

"Kalian putra dan putri terpilih dan terbaik Kabupaten Sukoharjo, untuk itu, kepada seluruh anggota Paskibra dapat melaksanakan tugas mulia ini dengan baik, sehingga membuat orangtua saudara dan bangsa ini bangga," ungkap Bupati terbata bata terharu meneteskan air matanya saat memberikan arahannya. Bupati berharap kepada khususnya Paskibraka yang telah diikukuhkan untuk menjadi generasi yang maju unggul dan berkarya  serta mempunyai mental yang kokoh pantang menyerah," harap Bupati. Tidak lupa, Bupati mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada orang tua, pembimbing pengasuh yang telah memberi dorongan motivasi, semangat untuk mengemban  tugas pada puncak HUT RI ke- 74 kali ini.

Anggota Paskibraka yang dikukuhkan Bupati saat ini sebanyak 75 orang terdiri dari 49 putra dan 26 putri yang terpilih perwakilan dari semua kecamatan di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Para Paskibraka ini telah menjalani masa pelatihan selama 20 hari ditempa untuk menjalankan tugas besar pada 17 Agustus mendatang.

Pengukuhan anggota Paskibra Sukoharjo dihadiri Wakil Bupati H. Purwadi SE., MM, Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE., MM, jajaran Forkopimda, Sekda, para asisten Sekda serta para  Kepala Badan, Dinas dan Bagian Pemkab Sukoharjo serta para pembimbing pengasuh anggota Paskibra.

Upacara pengukuhan Paskibraka 2019 tersebut diakhiri dengan ucapan selamat dan jabat tangan dari Bupati H. Wardoyo Wijaya dan Ibu Hj. Etik Suryani yang diikuti para undangan dalam acara itu.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M. Hum. (Tj)



Rabu, 14 Agustus 2019

Bupati Sukoharjo : Teruslah Berkresi dan Berkarya Dalam Gerakan Pramuka

SUKOHARJO– Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM selaku Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukoharjo memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke- 58 Tahun 2019 yang bertempat di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo. Rabu (14/08).

Upacara dihadiri segenap Forkopimda, kepala OPD serta utusan anggota pramuka dari sekolah jenjang SMP, SMA, SMK atau anggota pramuka penggalang dan penegak.

"Saya selaku ketua Mabicab gerakan Pramuka Sukoharjo menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka yang ke-58 tahun 2019. Semoga jiwa gerakan Pramuka tetap semangat selalu produktif inovatif dan kreatif dalam berkarya dan selalu menjadi generasi muda yang terdepan dalam menjaga NKRI," ucap Bupati mengawali sambutannya.

Bupati dalam sambutan menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka berasal dari kata Praja Muda Karana yang mempunyai arti sekumpulan anak-anak muda yang suka berkarya. Tujuan dari kegiatan pramuka sangatlah mulia, yaitu untuk mendidik generasi muda jaman sekarang ke hal-hal positif dengan dasar dan metode kegiatan Pramuka yang sesuai dengan norma-norma masyarakat yang berlaku.

"marilah kita isi peringatan Hari Pramuka yang ke-58 tahun 2019 ini dengan berbagai kegiatan bakti masyarakat yang bertag line pramuka bersih negeri, diantaranya pencetusan komitmen gerakan pramuka untuk mengurangi sampah plastik, aksi bersih sampah plastik, aksi bersih sungai, penghijauan " harap Bupati.

Hari Pramuka ke 58 mengangkat tema " Peringatan 58 Tahun Gerakan Pramuka Bersama Seluruh Komponen bangsa Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI". Hal ini menegaskan bahwa Gerakan Pramuka bisa hadir dan diterima oleh masyarakat di semua daerah untuk bersatu menjaga Persatuan dan Kesatuan demi utuhnya NKRI.

Bupati berpesan kepada segenap anggota Gerakan Pramuka " teruslah berkreasi, berkarya dalam wadah Gerakan Pramuka, isilah waktu muda kalian dengan kegiatan yang positif dan produktif. Karena saya yakin generasi muda Indonesia adalah generasi yang unggul, generasi yang hebat, generasi yang kreatif, generasi petarung dan bukan generasi pecundang. Ingatlah selalu hyme pramuka, bahwa pramuka Indonesia adalah manusia Pancasila. Satyaku Kudarmakan, darmaku kubaktikan agar jaya Indonesia," ungkap Bupati mengakhiri sambutannya.

Diakhir acara Bupati menyematkan tanda penghargaan gerakan pramuka yang didahului pembacaan surat keputusan Kwarda jateng serta diserahkannya piala kejuaraan lomba Kwarcab Sukoharjo meliputi cabang lomba pengucap Dwidharma, Dasadarma, lomba cepat tepat Pramuka Siaga dan Penggalang Kwarcab Sukoharjo. Untuk cabang lomba pengucapan Dwidarma putra juara I diraih Sakara A.N.J dari Kwaran Sukoharjo dan Putri diraih A.Queensha dari Kwaran Sukoharjo. Cabang lomba pengucapan Dasadarma putra Juara I diraih Fais restu Pratama dari Kwaran Mojolaban dan Putri diraihSafira Aulia Azzahro dari Kwaran Mojolaban. Cabang lomba LCT Pramuka Siaga Putra Juara I diraih Cariova Casesar Pradana dari Kwaran Tawangsari dan Putri diraih Bunga Dwi Wulan dari Kwaran Tawangsari.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Minggu, 11 Agustus 2019

Bupati Sukoharjo Sholat Idul Adha di Alun-Alun Satya Negara

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM bersama Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani SE., MM melaksanakan Shalat Idul Adha 1440 Hijriyah di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo pada Minggu (11/8).

Pada pelaksanaan shalat Idul Adha 1440 H/ 2019 M kali ini  yang bertindak sebagai khatib ialah ustadz H. Nur Hadi Ruhani M.Ag pengasuh pesantren Daarul Huda Grogol Sukoharjo dan bertindak sebagai Imam ustadz H. Asrofi Al khafidz.Tampak Ribuan jamaah melaksanakan Salat Idul Adha bersama Bupati  dan sholat dimulai pukul 06.00 WIB.

Dalam khutbahnya, Ustadz Nur Hadi menyampaikan tentang makna berqurban yaitu upaya mereformasi diri sendiri dengan jalan menyembelih serta membunuh watak dan tabiat hewaniyah kebinatangan yang dimiliki serta berqurban mengandung adanya keseimbangan aspek ilaiyah,insaniah, ibadah sosial dan mengandung nilai nilai sejarah.

"Nabi Ibrahim as, dan keluargannya merupakan simbol suatu keluarga yang kokoh, sabar dalam menerima ujian dan iklas, karena masing masing betul betul Taqwa kepada Allah SWT," kata khotib Ustadz Nur Hadi.

Dalam perayaan Idul Adha 1440 Hijriah tersebut Bupati Sukoharjo menyerahkan hewan qurban sapi.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN., M.Hum.(Tj)

Jumat, 09 Agustus 2019

Ketua TP. PKK Sukoharjo Hj. Etik Suryani Serahkan 12 Ekor Kambing Kurban

SUKOHARJO - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sukoharjo, Hj. Etik Suryani, SE., MM yang juga sebagai Pembina jamaah pengajian Nur Rohmat Rumah Dinas Bupati  menyerahkan 12 ekor hewan kurban berupa kambing di kompleks Rumdin Bupati, Kamis (23/8/2018).

Kambing kurban dibeli murni dari infak para jamaah yang rutin datang pengajian Nur Rohmat di kompleks Rumah Dinas Bupati Sukoharjo. Pembina jamaah pengajian Nur Rohmat Hj. Etik Suryani, SE., MM, Jumat (09/08) mengatakan "pemberian kambing kurban dari jamaah pengajian rutin digelar setiap tahun saat Idul Adha. Untuk tahun 2019 ini total ada 12 kambing sudah disiapkan untuk 12 kecamatan. Masing masing kecamatan mendapatkan satu ekor kambing kurban," jelas Hj. Etik.

Ditambahkan "Jamaah pengajian Nur Rohmat sangat banyak mencapai ribuan orang. Setiap kali pengajian ada infak terkumpul dan salah satunya digunakan untuk membeli kambing kurban," tambahnya.

Pemberian kambing kurban diberikan secara resmi di rumah dinas bupati, Kamis (09/08/2019). Selanjutnya Ketua TP. PKK Kecamatan akan memberikan ke desa yang ditunjuk. Penunjukan desa sebagai penerima kambing kurban diserahkan sepenuhnya kepada pihak  Ketua TP. PKK 12 Kecamatan. Hal itu dilakukan karena kecamatan mengetahui kondisi di wilayahnya yang membutuhkan.

Demikian informasi yang disampaikan kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)


Virus-free. www.avast.com

Minggu, 28 Juli 2019

Bupati Sukoharjo resmi tutup Pelaksanaan Jambore Anak Sholeh ( Jass) 7 Tahun 2019

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH.,MM menghadiri dan menutup secara secara resmi pelaksanaan Jambore Anak Sholeh Sukoharjo (Jass) ke7 serta mengkukuhkanpengurus pimpinan cabang lembaga dakwah Islam Indonesia Kecamatan Grogol dan Pengurus Pimpinan Anak Cabang se-Kecamatan Grogol Masa bhakti 2016-2021, bertempat di Sentra Niaga Solo Baru Grogol Sukoharjo, Minggu (28/7). Turut hadir ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani SE.,MM, Camat Grogol, beserta ribuan anak peserta jambore.

Dengan mengusung tema "Generasi Profesional Religius untuk Era Milenial" yang mengandung maksud bahwa SDM yang mandiri dan mempunyai ilmu dan kepahaman yang mendalam terhadap ajaran Islam berdasarkan Al Quran dan Al hadits dan menjadikannya sebagai tuntunan dalam berpikir, bertutur kata, berinteraksi,mengambil keputusan dan bertindak.

Menurut ketua panitia Jambore Anak Sholeh Sukoharjo (JASS) Ke-7 Wahyu HidayatS.Si,M.Si melaporkan bentuk kegiatan berupa kompetisi evaluasi monitoring generasi penerus mulai umur 5 tahun sampai umur 19 tahun.

"Kegiatan JASS 7 akan diawali dengan Pawai Taaruf mengelilingi The Park Mall SoloBaru, dilanjutkan upacara pembukaan, pelantikan pengurus PAC  seKecamatan Grogol,pengumuman dan penampilan para juara lomba serta akan diisi bazaar hasil karya kreatif kemandirian generasi muda untuk warga masyarakat. Dengan peserta terdiri dari cabang Gatak, PC Grogol dan PC Baki,yang terbagi dalam berbagai kelompok umurdari umur5tahun sampai 25tahun sesuai dengan kurikulim pembelajaran TPA binaan LDII Sukoharjo," ungkapnya.

Bupati Sukoharjo dalam sambutannya berharap sesuai dengan tema jambore anak sholeh Sukoharjo (Jass) ke 7 para generasi muda berusaha untuk mewujudkan generasi professional religious untuk era milenial, sehingga akan lahir generasi muda penerus bangsa yang memiliki intelktual tinggi dan berakhlakul karimah.

"seperti kita ketahui, anak merupakan amanah dari Allah SWT. Penanaman nilai nilai keagamaan melalui TPA/TPQ diharapkan dapat membentengi calon generasi-generasi penerus kita dari perilaku perilaku yang menyimpang dari ajaran dan tuntunan agama Islam," harap Bupati.

Acara dilanjutkan pengukuhan pengurus pimpinan cabang dan anak cabang lembaga dakwah islam Indonesia (PC LDII) se-Kecamatan Grogol masa bhakti 2016-2021 oleh ketua dewan pimpinan pusat LDII Ir. H.Prasetyo SunaryoM.Sc dan dilanjutkan pemberian ucapan selamat oleh Bupati.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)