Minggu, 28 Juli 2019

Bupati Sukoharjo Berangkatkan Ribuan Peserta Fun Bike Mbah Man Gowes

SUKOHARJO- Begitu aba-aba tanda berangkat diayunkan oleh Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM segera ratusan pesepeda berpakaian putih lengan panjang mulai mengayuh sepeda. Matahari bersinar cerah saat kegiatan diawali dari halaman Setda Pemkab Sukoharjo. Rute yang di tempuh kurang lebih 15 Km diakhiri di halaman Ponpes Barokah Nandan Sidorejo.

Sebelum bendera start dikibarkan, Bupati didampingi Ketua TP. PKK Hj Etik meresmikan terbentuknya  komunitas bersepeda Mbah Man Gowes Sejagad ( MGS) Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Ketua Panitia Fun Bike Mbah Man Gowes Sejagad ( MGS) Kabupaten Sukoharjo, H. Suharto, SE,  mengatakan bahwa acara ini bermaksud untuk mewujudkan masyarakat yang sehat untuk mensukseskan program pemerintah melalui  Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan dalam rangka menumbuhkan rasa cinta bersepeda kepada anak -anak dan untuk memupuk rasa kerukunan, kekompakan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo ke-73.

Sementara itu, Bupati H. Wardoyo dalam sambutannya mengajak untuk terus menjalin persatuan dan kesatuan, ukhuwah Islamiyah serta kebersamaan dan kegotongroyongan dan berpesan untuk tertib dan berhati hati dalam mengikuti kegiatan Fun Bike Gowes ini.

"Mari kita buang segala perbedaan, marilah kita bersama sama membangun Kabupaten Sukoharjo menuju Sukoharjo yang makmur, toleran dan bermartabat. Pesan saya agar tertib dan berhati hati di jalan, sehingga tidak akan terjadi hal hal yang tidak kita inginkan," harap Bupati.

Menurut Ketua umum DPD Sukoharjo  LDII Drs. H. Dalono Abdul Rosyid, MGS adalah komunitas sepeda yang pesertanya adalah pecinta sepeda, dan anggotanya kebanyakan orang-orang yang aktif di pengajian Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII).

Dalam kesempatan ini, pihak panitia menyediakan hadiah doorprise seperti sepeda gunung, mesin cuci, dispenser, kambing, meja makan,  kipas angin serta puluhan hadiah peralatan rumah tangga  lainnya.

Turut hadir Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani SE., MM, Ketua Umum MGS Indonesia H. Ali Mursito, ST, dewan penasehat LDII sukoharjo serta kurang lebih 900 an peserta GWS dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Selasa, 23 Juli 2019

RAPAT KOORDINASI FKUB SE-SOLORAYA DI BUKA BUPATI SUKOHARJO

SUKOHARJO– Rapat kordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama(FKUB) se-Solo Raya dengan mengambil tema " Merawat Kerukunan untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa guna Menyongsong Pembangunan yang Berkelanjutan", bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (23/7).

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH mengucapkan selamat datang dan menyampaikan rasa terimakasih atas Rakor FKUB se-Solo Raya yang dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo, dan berharap FKUB dapat berperan dalam pembangunan dari segi keagamaan.

"FKUB merupakan sebuah organisasi yang bertujuan untuk memelihara dan mengembangkan kerukunan umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Saya berharap kepada seluruh pengurus FKUB untuk bekerja semaksimal mungkin sehingga apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," harap Bupati.

Ketua FKUB Kabupaten Sukoharjo Dr. Zainal Abas, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan silaturahmi dilaksanakan untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama serta untuk menjaga kerukunan yang menjadi tugas bersama.

" Silaturahmi ini dilaksanakan untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama serta untuk menjaga kerukunan kita bersama. Kita semua bergerak dan berjuang bersama untuk menjaga kerukunan antar umat beragama khususnya se-Solo Raya. FKUB setiap tiga bulan mempunyai agenda," ungkapnya.

Ditambahkan dalam pelaksanaan forum kali ini semoga dapat mempererat tali silaturahmi maupun mempererat tali persaudaraan. Sehingga dalam pertemuan kali ini nanti semoga muncul ide-ide ataupun gagasan guna memajukan bangsa dan negara ini," imbuhnya.

Ketua FKUB Jateng Drs H Taslim Sahlan M.Si mengatakan kualitas kedewasan dan modernisasi beragama diupayakan terus menerus ditingkatkan.

"kualitas kedewasan dan modernisasi beragama diupayakan terus menerus ditingkatkan dengan kedewasaan beragama, solidaritas, sinergitas sebagai pendekatan untuk memperkokoh kerukunan umat beragama di Jawa Tengah," jelasnya.

Setelh dibuka Bupati, acara dilanjutkan musyawarah dan diskusi untuk saling menyampaikan program kerja di tiap Kabupaten.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati H. Purwadi SE., MM, Ketua FKUB Sukoharjo, Ketua MUI, Ketua dan Wakil FKUB se-Soloraya serta ratusan tamu undangan lainnya. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Bupati Sukoharjo Buka Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat SMP Tahun 2019

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM membuka kegiatan Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat SMP Tahun 2019 di di Stadion Gelora Merdeka, Jombor, Selasa (23/7).

Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia penyelenggara serta khusus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo yang telah menggelar kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) SMP Tingkat Kabupaten Tahun 2019 Piala Bupati Sukoharjo.

"Gala Siswa Indonesia merupakan salah satu upaya Pemerintah melakukan penguatan pendidikan karakter melalui bidang olah raga khususnya sepakbola, kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental," ungkap Bupati.

Melalui GSI Ini diharapkan akan lahir talenta-talenta muda yang berkarakter, berbakat dan berprestasi dalam cabang sepakbola tidak hanya di tingkat kabupaten tapi bisa menjadi pemain-pemain terbaik yang dapat berlaga di tingkat provinsi maupun nasional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Drs. Darno menjelaskan Gala Liga Sepak bola Siswa Indonesia atau disingkat GSI merupakan suatu kegiatan yang bersifat kompetisi di bidang olahraga sepak bola antar siswa SMP sederajat dan juga sebagai wadah mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter siswa.

"GSI ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kecintaan dan apresiasi dan mengembangkan bakat serta minat siswa dalam cabang olahraga sepak bola sekaligus meningkatkan persatuan dan kesatuan antara siswa di seluruh Kabupaten Sukoharjo,"ungkapnya.

Kegiatan dimulai dari tanggal 23 Juli sampai dengan 24 Juli 2019 dan diikuti oleh 12 Tim yang berasal SMP se-Kabupaten Sukoharjo.

"Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menunjang pengembangan pendidikan karakter peserta didik. Peran Guru pendidikan jasmani dan kesehatan sangat penting dalam memasyarakat olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Semoga akan tumbuh tunas - tunas bangsa, "jelasnya.

Hadir dalam kegiatan itu,  Ketua TP. PKK Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE., MM , Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Tim GSI SMP dari 12 Kecamatan, Perwakilan Bank Jateng, group drum band, pasukan pedang pora, pendamping, pelatih, guru PJOK SMP se Kabupaten Sukoharjo serta para supporter.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan piala bupati kepada panitia penyelenggara dan pelepasan balon oleh Ketua TP.PKK Hj. Etik Suryani didampingi Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dilanjutkan kompetisi pertandingan pertama Tim GSI Kecamatan Sukoharjo dengan Tim GSI Kecamatan Polokarto.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Senin, 22 Juli 2019

PD. BPR Bank Pasar Gelar Penarikan Undian Tabungan Simanis

SUKOHARJO - Perusahaan Daerah BPR Bank Pasar Kabupaten Sukoharjo melaksanakan Penarikan Undian Tabungan "SIMANIS" Periode Ke XVI tahun 2018 - 2019 di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) Graha Wijaya, Senin (22/7). Acara dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Widodo, SH., MH mewakili Bupati Sukoharjo yang berhalangan hadir. Turut hadir Ketua Komisi II DPRD Timbul Darmanto, SE, Kepala OPD terkait, Camat Sukoharjo, Saksi dari Kantor Kesejahteraan Sosial Propinsi Jateng, Kepolisian Polsek Kota Sukoharjo dan Notaris Gunawan Bambang Irawan SH, Dewan Pengawas PD. BPR Bank Pasar  dan ratusan perwakilan nasabah tabungan Simanis.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Widodo, SH., MH dalam sambutannya berharap agar masyarakat Sukoharjo menabung di Bank milik Pemkab khususnya di BPR Bank Pasar serta PD. BPR Bank Pasar  adalah milik pemerintah yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)  sehingga para nasabah diharapkan untuk meningkatkan kepercayaan pada PD. Bank Pasar Sukoharjo.

"secara umum tingkat kepercayaan masyarakat pada lembaga perbankan masih cukup tinggi. Hal itu tercermin dari besarnya dana masyarakat yang berhasil dihimpun. Hal itu menunjukkan kepercayaan pada bank masih cukup besar. "Kondisi tersebut membuat banggsa dan menghargai animo masyarakat yang secara tidak langsung membantu pembangunan daerah dengan menabung di Bank Pasar yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah," papar Asisten II Widodo.

Ditambahkannya, perkembangan PD Bank Pasar tidak hanya penghimpunan dana masyarakat, tapi dipengaruhi kredit yang disalurkan pada masyarakat sehingga dibutuhkan sinergi internal Bank Pasar dan nasabah. Bank Pasar dituntut lebih kompetitif dan meningkatkan kualitas layanan pada nasabah. Selain itu, Bank Pasar juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah terutama Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).

 

"Undian Tabungan Simanis merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki manfaat bagi pengembangan PD. Bank Pasar," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Pasar Maryanto SH., M.Si dalam laporannya mengatakan "BPR Bank Pasar merupakan satu-satunya Bank yang kepemilikannya 100% milik Pemerintah Kabupaten Sukoharjo yang berarti juga milik seluruh masyarakat Sukoharjo yang berarti juga milik kita masyarakat Sukoharjo,  marilah kita tingkatkan nilai tabungan kita serta meningkatkan  kualitas layanan dan kepercayaan pada Bank Pasar dengan meningkatkan peran serta dukungan pada PD. Bank Pasar. Kami mengapresiasi prestasi yang diraih Pemkab Sukoharjo dengan diraihnya predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 4 tahun berturut-turut dari tahun anggara 2015, 2016, 2017 dan 2018," ungkap Maryanto dalam laporannya.

Adapun Total hadiah penarikan undian Tabungan Simanis kli ini sebesar Rp 111.488.000 rupiah terdiri dari hadiah utama 1 buah sepeda motor Honda PCX, hadiah ke 1 berupa 4 buah sepeda motor Honda Beat, Hadiah ke 2 berupa 3 buah lemari es 2 pintu, hadiah ke 3 berupa 3 buah mesin cuci 1 tabung, hadiah ke 4 berupa 3 buah TV LED 32" dan Hadiah ke 5 berupa 4 buah sepeda lipat.

"Kedepan pengundian tabungan simanis periode ke 17 yang akan datang, direncanakan total hadiah akan kita tingkatkan dengan 25 macam hadiah senilai Rp 143.490.000,"ungkap Dirut PD Bank Pasar.

Pada kesempatan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Widodo, SH., MH didampingi Direktur Utama PD. Bank Pasar menyerahkan bantuan sosial pendidikan sebanyak 40 orang secara simbolis, serta pemberian bantuan untuk Difabel dari Kecamatan Sukoharjo, Kecamatan Weru, Kecamatan Bulu dan Kecamatan Tawangsari dari PD. BPR Bank Pasar Kabupaten Sukoharjo.  

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Jumat, 19 Juli 2019

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Pimpin Upacara Peringatan Hari Koperasi Nasional ke- 72

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH., MH., MM menjadi Inspektur Upacara Hari Koperasi Ke-72 bertempat dihalaman Setda , Jumat (19/7). Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya koperasi genap berusia ke-72. Adapun tema Hari Koperasi Nasional tahun 2019 kali ini adalah "Reformasi Total Koperasi di era revolusi industri 4.0". Upacara ini selain dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua TP. PKK serta para pengurus, pengawas, manajer dan karyawan koperasi  yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

Dalam acara upacara memperingati HUT Harkop ke-72 Kabupaten Sukoharjo diawali pembacaan sejarah singkat Koperasi serta penyerahan penghargaan oleh Bupati didampingi Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani SE, MM kategori tertib administrasi yakni kategori koperasi simpan pinjam atau unit simpan pinjam (KSP/USP) diraih oleh KSP Barokah Mandiri, kategori koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah atau unit simpan pinjam dan pembiayaan syariah (KSPPS/USPPS) diraih KSPPS BMT Melati Prima Utama dan untuk kategori Kantor Cabang Koperasi diraih KSP Loh Jinawe.

Dalam upacara itu Bupati berkesempatan membacakan sambutan Menteri Koperasi dan UMKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Isi sambutan itu antara lain mengajak koperasi untuk beradaptasi menghadapi tantangan global Era Industri 4.0.

"Reformasi di tubuh koperasi harus bisa beradaptasi dan bertransformasi serta bisa membuat inovasi yang bisa membantu masyarakat dan mensejahterakan anggota," kata Bupati  membacakan sambutan.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Kamis, 18 Juli 2019

Pemkab Sukoharjo Gelar Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-23 Tahun 2019

SUKOHARJO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke- 23 tahun 2019, bertempat di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) Graha Wijaya, Kamis (18/7). Dengan mengambil tema nasional "Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat".

Kegiatan yang diperingati setiap tanggal 29 Mei ini dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Sukoharjo, Drs. Agus Santosa, didampingi Ketua TP.PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE.,MM dan Pelaksana Tugas (Plt).Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo Joko Indrianto S.Sos. Turut hadir , Para Camat se-Kabupaten Sukoharjo beserta ratusan para lansia lainnya.

Dalam kesempatan itu, lansia dari 12 kecamatan dikumpulkan dan diberi hiburan dolanan anak tradisional serta seni tradisional Srandul dari desa ponowaren Kecamatan Tawangsari. Acara juga dimeriahkan dengan pengundian doorprize tiga sepeda gunung dan puluhan hadiah lainnya.

Bupati Sukoharjo dalam sambutannya yang dalam hal ini dibacakan oleh Sekda Drs. Agus Santosa, mengatakan Peringatan Hari Lanjut Usia pada hakekatnya adalah momentum bagi kita semua untuk senantiasa memperhatikan keberadaan sesepuh dan pinisepuh. Serta para Lanjut Usia, baik terkait kehidupan sehari-harinya, kondisi kesehatannya, kesejahteraannya maupun kebutuhan psikologisnya.

"Pada kesempatan ini, kami mengucapkan, atas nama pribadi, Pemerintah dan masyarakat mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada seluruh sesepuh dan pinisepuh serta lanjut usia yang selama ini telah menjadi bagian dari masyarakat, serta bersama-sama ikut mendukung, melaksanakan dan mensukseskan pembangunan di Kabupaten Sukoharjo.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, Djoko Indrianto, S.Sos menjelaskan tujuan diperingatinya Hari Lanjut Usia 2019 ini.

"Maksud diadakannya peringatan ini, sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai penghormatan masyarakat terhadap lanjut usia serta bertujuan untuk melembagakan nilai-nilai masyarakat untuk selalu meneladani dan menghargai keberadaan lanjut usia," jelasnya.

Rangkaian kegiatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke 23 tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan berbagai acara di antaranya yaitu pengadaan alat bantu mobilitas untuk lanjut usia antara lain kursi roda, alat bantu dengar, walker, sarasehan lanjut usia, pembahasan penyakit degeneratife dan penyuluhan kesehatan lanjut usia serta puncaknya diadakan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-23 Kabupaten Sukoharjo tahun 2019.

Demikian informasi yang disampaiakan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)


Virus-free. www.avast.com

Rabu, 17 Juli 2019

Pemkab Sukoharjo Gelar Sosialisasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular dan Deteksi Dini

SUKOHARJO- Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo mengelar Sosialisasi Deteksi Dini Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dalam rangka kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), bertempat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Rabu (17/7).

Sosialisasi dibuka Bupati Sukoharjo yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Widodo SH, MH, turut hadir Wakil Bupati H. Purwadi SE., MM, jajaran Forkopimda, Ketua TP.PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE.,MM, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa tengah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Direktur Rumah Sakit se- Kabupaten Sukoharjo, Kepala Balkesmas wilayah Klaten, Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa penerima Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Kit serta tamu undangan lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, dr. Yunia Wahdiyati, selaku Ketua panitia penyelenggara menyampaikan resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dikenal sebagai penyakit kronis dengan durasi panjang dan penyembuhan yang umumnya lambat. Oleh karena itu upaya yang terbaik adalah dengan mencegah kejadian penyakit tidak menular melalui pengendalian faktor resikonya. Melalui kegiatan sosialisasi deteksi dini ini, bertujuan dapat terlaksannanya skrining kesehatan deteksi dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) meliputi meliputi pengukuran tinggi badan, pengukuran berat, badan pengukuran lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu dan anamnesa perilaku berisiko.

"dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan penyakit tidak menular maka dilakukan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular pada usia 15 tahun sampai dengan 59 tahun di Kabupaten Sukoharjo, dalam rangka upaya preventif dan promotif  yang dapat dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat agar peningkatan kasus baru penyakit tidak menular dapat dikendalikan," ungkapnya.

dr. Yunia Wahdiyati menambahkan, deteksi faktor resiko PTM melalui kegiatan Posbindu atau Pos Pembinaan Terpadu  penyakit tidak menular menjadi upaya kegiatan yang efektif dan efisien dalam mencegah dan mengendalikan kasus baru penyakit tidak menular di masyarakat.

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Sukoharjo yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Widodo SH, MH mengatakan Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia dan menjadi beban ganda dalam pelayanan kesehatan sekaligus tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan. Akibat perilaku masyarakat dalam menjalankan pola hidup sehat.

"saya mengajak kepada kader kader kesehatan Kabupaten Sukoharjo untuk terus memberikan penyuluhan kepada seluruh masyarakat tentang gerakan masyarakat sehat atau germas dan menyadari pentingnya hidup sehat di usia produktif dari 15 tahun hingga 59 tahun. Pada usia tersebut, masyarakat di Kabupaten Sukoharjo akan mendapatkan deteksi dini, faktor resiko PTM di Posbindu secara gratis meliputi pengukuran tinggi badan, pengukuran berat, badan pengukuran lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu dan amnesia perilaku berisiko,"jelasnya.

Sementara itu, Pelaksanaan deteksi dini faktor resiko PTM di Posbindu akan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2019 bertempat di Balai Desa atau Kalurahan masing-masing.

Pada kesempatan ini, turut diserahkan Posbindu KIT kepada 118 Kepala Desa/Kalurahan yang menjadi sasaran penerima manfaat atas Posbindu KIT oleh Asisten II serta dari Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE.,MM.

Acara dilanjutkan talk show dengan narasumber dr. Marwanto Sp.,Pd dan dr. Yunia Wahdiyanti.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj    


Virus-free. www.avast.com