Senin, 06 Mei 2019

Tarling Perdana Bupati Sukoharjo bersama Forkopimda

SUKOHARJO– Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM bersama Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan ibadah Sholat Isya, Tarawih, dan Witir perdana pada bulan suci Ramadan 1440 Hijriah/2019 di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Minggu (5/5).

Sedangkan bertindak sebagai imam Sholat Isya dan Tarawih, H. Miftahul Hakim, Lc dari Kemenag Sukoharjo.

Di awal sambutan,  Bupati mengajak jamaah sholat  Isya dan Tarawih untuk bersyukur,  karena masih dapat berjumpa dengan bulan yang penuh keberkahan ini yaitu bulan Suci Ramadan.

"Alhamdulillah Allah SWT memberikan nikmat umur kepada kita, hingga kita bertemu Ramadhan, dan melaksanakan ibadah shaum mulai hari Senin," ungkap Bupati.

Bupati mengajak untuk bersama manfaatkan Ramadhan sebagai sarana meningkatkan kualitas keimanan. Ramadhan akan melatih kesabaran, pengendalian diri dari hawa nafsu yang merusak akhlak, serta berupaya mencari rida Allah SWT.

Sementara itu, H. Ikhsan Muhadi, S.Ag Kepala Kemenag Kabupaten Sukoharjo dalam tausyiahnya menyebut ibadah puasa adalah proses melatih diri. Maka menurutnya, Ramadan adalah bulan pendidikan dan banyak keutamaan didalamnya.

"Umat Islam selayaknya memahami keutamaan atau fadhilah dari setiap ibadah yang  Allah SWT perintahkan. Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan, dikarenakan bulan ini memiliki beberapa keutamaan atau manfaat," terangnya.

Ketua Panitia Tarawih Keliling, Asisten II bidang Perekenomian dan pembangunan Widodo SH, MH menjelaskan Kegiatan rutin yang dilaksanakan Bupati Sukoharjo bersama rombongan Forkopimda setiap bulan Ramadan adalah menjalankan sholat Tarawih Keliling di 12 Kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo.

Setelah pembukaan tarling perdana bulan Ramadhan Tahun 1440 H/2019 M Tingkat Kabupaten Sukoharjo di Pendopo GSP, acara dilanjutkan besok Senin (6/5) bertempat di Masjid Al-Iklas Dukuh Plemburan RT.03.RW 03 Desa Ngemplak Kecamatan Kartasura. Dilanjutkan Selasa (7/5) bertempat di masjid Al-Amin Weru Kecamatan Baki. Usai dari Kecamatan Baki dilanjutkan pada hari Rabu (8/5) bertempat di Masjid Baiturrohman, Dukuh Krecekan Geneng Kecamatan Gatak. Dilanjutkan pada hari Kamis (9/5) bertempat di Masjid Al-Abadissalam Jami'Nora Dukuh Gendengan RT 01, RW 04  Desa Wirun Kecamatan Mojolaban. Pada hari Senin (13/5) berada di Masjid Abu Bakar Dukuh Kalisogo Kecamatan Nguter. Dilanjutkan pada hari Selasa (14/5) Tarling berada di Masjid Al-Quddus Desa Kunden Kecamatan Bulu.  Selanjutnya pada hari Rabu (15/5) berada di Masjid Al-Mukmin Desa Temulus Pondok Kecamatan Grogol. Kamis (16/5) berada di Masjid Ummu Habibah, Desa Dayu, Tawang Kecamatan Weru. Senin (20/5) berada di Masjid Nur Iman Banmati Kecamatan Sukoharjo. Pada hari Selasa (21/5) bertepatan dengan peringatan malam nuzulul qur'an Tarling berada di Pendopo GSP. Dilanjutkan pada hari Rabu (22/5) Tarling berada di Masjid Baitul Akba Ledokr Kenokorejo Kecamatan Polokarto. Kamis (23/5) Tarling berada di Masjid Nur Hidayah Tangkisan Kecamatan Tawangsari. Untuk Putaran terakhir Tarling pada hari Senin (27/5) Tarling berada di Masjid Nur Hidayah Ngesong Puh Gogor Kecamatan Bendosari dan diadakan pengajian rutin baitul Hikmah pada tanggal 1 Juni 2019.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Minggu, 05 Mei 2019

Tim Verifiksai Nasional Datang, Hj. Etik Suryani Jadi Nominator Penerima Satyalancana Wira Karya

SUKOHARJO- Sukoharjo patut berbangga terhadap Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo, Hj. Etik Suryani, SE, MM, dengan kegigihan dan peran sertanya dalam mensukseskan Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Masyarakat di Sukoharjo.

Hj. Etik Suryani menjadi Nominator Penerima Satyalancana Wira Karya bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan, hari ini Sabtu (4/5), Tim Verifikasi Lapangan, yang diketuai Suprayitno, SE, M.Tr (Han), beserta rombongan,  datang ke Sukoharjo untuk memverifikasi data di lapangan.

Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, MM beserta Forkopimda Sukoharjo, menerima kedatangan Tim Verifikasi di Rumah Dinas Bupati, yang selanjutnya Tim Verifikasi akan melakukan Verifikasi Lapangan ke Desa Ngasinan dan Desa Karangasem Kecamatan Bulu.

Dalam sambutannya Bupati Sukoharjo menjelaskan bahwa Tim Penggerak PKK berperan sangat penting dan para kadernya menjadi pelopor serta motor penggerak pembangunan dalam mewujudkan keluarga bahagia, sejahtera, maju dan mandiri.

"dalam rangka mendukung program dan kegiatan Tim Penggerak PKK, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah melakukan berbagai upaya dan memberkan berbagai kebijakan penganggaran, baik itu honor PPKBD, Kader Posyandu, Bantuan PMT, dan Stimulan bagi peserta KB MOP," lanjut Bupati.

"saya berharap hasil penilaian nantinya akan mengantarkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo mendapatkan penghargaan Satya Lancana Wira Karya," harapnya.

Dalam acara ini Ketua TP. PKK Kabupaten Sukoharjo, memamparkan keberhasilan PKK Sukoharjo dalam bidang KB dan Kesehatan Masyarakat, serta dijelaskan pula penghargaan-penghargaan yang diterima. Seperti diketahui Sukoharjo maju dalam Lomba Posyandu tingkat Nasional, yang diwakili Posyandu Mulia II Karangasem, Bulu.

Hadir dalam acara penerimaan Tim Verifikasi ini yaitu, Forkopimda beserta Istri, Kepala OPD se Kabupaten Sukoharjo, Camat se Kabupaten Sukoharjo dan Ketua TP. PKK Kecamatan, demikian keterangan yang diberikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kab. Sukoharjo, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

Jumat, 03 Mei 2019

Syukuran HUT Dekranasda, Bupati Sukoharjo: Terus Kembangkan Industri Kerajinan

SUKOHARJO — Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-39, jatuh pada tanggal 3 Maret 2019, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukoharjo merayakannya dengan acara fashion show, pameran kerajinan batik, pameran produk UMKM, dan juga pasar murah kebutuhan pokok, bertempat di di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) Graha Wijaya, Jumat (3/5/2019). - Berbagai potensi yang dimiliki oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sukoharjo perlu mendapatkan wadah promosi dan pengembangan pasar agar usaha menjadi lebih maju.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani SE, MM mengatakan, setiap daerah pasti punya ciri khas masing-masing. Baik di bidang budaya, seni maupun kerajinan. Hal itu menunjukkan penggalian potensi daerah agar menarik dan membedakan dengan daerah lain sehingga dibutuhkan kepiawaian, kejelian, serta menciptakan karya seni yang bernilai tinggi. "Dekranasda Sukoharjo sebagai wadah mempunyai peranan penting untuk menggali potensi, mempromosikan, serta menjalin kerjasama yang harmonis dengan semua pihak," ujarnya.

Menurutnya, keberadaan kerajinan bisa menjadi wahana pemerataan pendapatan, penciptaan usaha baru, membuka lapangan pekerjaan serta pelestarian hasil budaya bangsa yang dapat menopang perekonomian masyarakat. Selain itu juga bisa mengikuti kemajuan teknologi industri dan digital.

"Masyarakat bisa melihat secara langsung produk bahkan cara produksi pelaku UMKM dalam pameran di GPPPD Graha Wijaya. Pameran ini sekaligus menjadi wadah bagi pelaku UMKM," ungkap Bunda Etik.

Pengurus Dekranasda Sukoharjo berharap pameran pelaku UMKM akan ramai pengunjung dan ada peningkatan transaksi pembelian. Kunjungan tidak hanya diharapkan dari warga lokal Sukoharjo saja namun juga daerah lain.

"Kami berharap ada promosi besar di luar agar pameran UMKM ini diserbu pembeli. Tidak hanya untuk memeriahkan GPPPD Graha Wijaya saja namun juga demi kemajuan pelaku UMKM," lanjutnya.

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH, MH mengatakan, sangat mengapresiasi pengurus Dekranasda Sukoharjo dalam merangkul pelaku UMKM agar lebih maju dengan menggelar kegiatan pameran dan pasar murah di GPPPD Graha Wijaya. Kegiatan sangat bermanfaat tidak hanya bagi pelaku UMKM dalam mempromosikan produk yang dihasilkan. Namun juga bagi masyarakat bisa memiliki alternatif dalam membeli produk murah berkualitas hasil karya pelaku usaha Sukoharjo.

"Banyak produk dihasilkan menandakan banyaknya pelaku UMKM yang perlu mendapatkan dukungan semua pihak. Tidak  hanya mempromosikan namun juga meningkatkan hasil penjualan," ujarnya.

Bupati meminta pada pengurus Dekranasda Sukoharjo agar terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Sebab usaha tidak cukup hanya sekali menggelar pameran namun secara berulang diberbagai kegiatan. Termasuk apabila ada kesempatan mengirim pelaku UMKM ikut pameran di luar daerah.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Wakil Bupati Sukoharjo dan Forkopimda Hadiri Malam Tirakatan Hardiknas

SUKOHARJO- Bertempat di gedung Graha PGRI, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo menghadiri tasyakuran dan tirakatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2019, Kamis (2/5).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa, S.I.P., M.Tr.(Han), Kajari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono SH., MH, Wakapolres Sukoharjo Kompol M. Ifan Hariyat T., S.H., S.I.K, Ketua DPRD Nurjayanto, SP ,  Sekda Drs. Agus Santosa, Direktur Bank Jateng, Ketua PGRI, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno M.Pd beserta jajarannya serta ratusan tamu undangan lainnya.

Sambutan Ketua Panitia Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Darno, mengucapkan salam dan terimakasih kepada seluruh hadirin tamu undangan serta mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayahNya yang dilimpahkan.

"malam tirakatan untuk mengenang Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional serta ajang silaturahmi. Berbagai kegiatan diadakan antara lain gerak jalan, lomba dan upacara bendera dalam peringatan tahun ini. Ada beberapa prestasi bidang pendidikan yang patut kita apresiasi tahun ini, selain itu, aprsiasi juga kami berikan  atas kebijakan Bapak Bupati atas perhatian khususnya kepada Guru Tidak Tetap (GT)T dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) atas diberikannya insentif 400 ribu per bulan kalau dijumlah hamper 19 milyard serta insentif para guru PAUD, kedepan kami mohon ada rekrutmen pengawas SD dan pengawas SMP serta kami mengapresiasi dibukanya penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di kabupaten sukoharjo, yang kebanyakan untuk formasi guru," harap Drs. Darno.

Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM berharap kepada para Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, para penilik untuk selalu meningkatkan kompetensi agar mutu pendidikan di Kabupaten Sukoharjo meningkat.

"kepada para guru agar memberikan pembekalan kepada para siswa dalam pembelajaran secara menyeluruh mengakomodasi berbagai potensi anak, baik aspek cipta yang berhubungan dengan otak dan kecerdasan dan aspek rasa yang berkaitan dengan emosi dan perasaan serta karsa yang berhubungan dengan keinginan maupun ketrampilan yang bersifat fisik," tegas Wabup.

Pada kesempatan ini pula, Wakil Bupati bersama Forkopimda turut menyerahkan sejumlah hadiah untuk Guru dan Kepala Sekolah berprestasi tingkat kabupaten Sukoharjo tahun 2019 berdasar tes kompetensi. Disamping itu turut diserahkan bantuan paket alat tulis, program sukoharjo cerdas dari Baznas Kabupaten Sukoharjo sebanyak 500 siswa senilai Rp 80 juta di Kabupaten Sukoharjo

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)

Kamis, 02 Mei 2019

Asisten Sekda Sukoharjo Hadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Dan Penetapan Hasil Perhitungan Suara

SUKOHARJO-  Asisten 1 Bidang Pemerintahan Sekda Kabupaten Sukoharjo H. Sukito, S.Sos mewakili Bupati menghadiri Pembukaan Rapat Pleno Rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo ditingkat Kabupaten Sukoharjo yang dilaksanakan di Hotel Brother, Kamis (02/05/2019).

Rapat pleno terbuka turut dihadiri jajaran Forkopimda, para Ketua PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), para saksi utusan dari partai politik peserta pemilu serta undangan lainnya, tampak juga  dikawal ketat aparat gabungan TNI dan Polri.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Nuril Huda mengatakan, rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 tingkat Kabupaten Sukoharjo ditargetkan selesai dua hingga tiga hari 2-4 Mei 2019.

"Sesuai tahapan yang ada, pleno KPU dijadwalkan mulai 26 April hingga 6 Mei, untuk itu KPU Sukoharjo menggelar pleno pada 2-4 Mei," jelas Ketua KPU.

Ketua KPU berharap rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara peserta Pemilu dan penetapan perolehan suara Pemilu dapat berjalan dengan lancar dan kondusif. "meski dijadwalkan tiga hari, pihaknya berharap pleno bisa selesai dua hari. Asumsinya, satu hari bisa menyelesaikan pembacaan hasil pleno enam Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Untuk hari pertama ini, ujar Ketua KPU Nuril Huda, masing-masing untuk PPK Weru, Bulu, Tawangsari, Nguter, Sukoharjo, dan PPK Bendosari. Sedangkan untuk hari kedua besok, rencananya akan membacakan hasil pleno untuk PPK Gatak, Baki, Kartasura, Grogol, Polokarto, dan PPK Mojolaban. Nuril berharap proses pleno KPU berjalan lancar. Kalaupun ada kendala, pleno bisa dilanjutkan hingga hari ketiga pada 4 Mei.

Ditambahkan, setelah pleno KPU ini sekaligus akan dilakukan penetapan hasil. Sehingga, untuk Pileg DPRD Kabupaten sudah bisa diketahui perolehan suara untuk masing-masing caleg. Begitu juga untuk DPRD provinsi, DPD, DPR RI dan juga untuk Pilpres.

"Setelah itu nanti ada juga penetapan perolehan kursi masing-masing partai," ujarnya.

Disisi lain, pantauan di lokasi pelaksanaan pleno di hari pertama tampak aparat keamanan TNI dan Polri, tampak berjaga-jaga di sekeliling hotel brother tempat berlangsungnya rapat pleno. Disamping itu rapat pleno tampak sedikit berjalan lambat, pasalnya, baru membuka kotak untuk PPK Weru sudah ada masalah karena ada selisih jumlah untuk DPTB dengan jumlah total suara yang menggunakan hak pilih. Hal itu membuat Bawaslu dan juga saksi meminta penjelasan pada KPU.

"Perbedaan ini harus diklirkan dulu sebelum dilanjutkan karena runtutannya panjang," tandas Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto.

Untuk perbedaan data tersebut PPK Weru pun memberikan penjelasan karena ada pemilih yang menggunakan formulir A5.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Bupati Sukoharjo Jadi Irup Hari Pendidikan Nasional

SUKOHARJO- Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM bertindak menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional di Halaman Kantor Bupati Sukoharjo,  Kamis (2/5/2019).

Dikatakan Bupati mengutip amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP, bahwa pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya. Terkait dengan itulah, tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah 'Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan'," kata Bupati H. Wardoyo Wijaya saat membaca amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan," lanjut Bupati.

Dengan demikian, diharapkan hadir banyak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas guna mewujudkan Indonesia yang maju. Dalam perspektif Kemendikbud pembangunan SDM menekankan dua penguatan yakni pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja.

"Dalam pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur. Sementara ikhtiar membekali ketrampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan," ucap Bupati.

Ditambahkan, dalam revolusi industri 4.0 mempengaruhi cara hidup, bekerja, dan belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih juga dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik.

"Peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat. Saat ini peserta didik kita didominasi Generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital," tambah Bupati.

Di samping itu, Kemendikbud mencatat, anggaran pendidikan sekitar 63% dikelola oleh daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta mengambil peran yang lebih aktif dalam memanfaatkan dana APBN baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan memperhatikan kualitas pemanfaatan untuk program-program prioritas, serta APBD yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20%.

"Dalam konteks ini, pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan SDM yang berkualitas, akan berjalan secara optimal manakala pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan yang ada proaktif dan lebih aktif dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan dan kebudayaan," jelasnya.

Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, Kemendikbud mengajak seluruh elemen untuk memfokuskan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan SDM yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 

Rabu, 01 Mei 2019

Buruh dan Bupati Sukoharjo Senam Bareng

SUKOHARJO- Ribuan buruh se-Kabupaten Sukoharjo, Senam bareng bersama bupati di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo, Rabu (1/5). Dalam memperingati hari buruh kali ini para buruh tidak menggelar aksi apalagi demo, tapi justru mengajak Bupati Sukoharjo,  H. Wardoyo Wijaya SH, MH, MM beserta jajaran Forkopimda senam  bareng hingga membuat suasana peringatan hari buruh semakin meriah.

Memperingati Hari Buruh, Pemkab Sukoharjo  bersama dengan Serikat Pekerja Sukoharjo sepakat mengelar aksi damai dengan mengundang ribuan buruh untuk bersenang-senang.

Peringatan May Day kali ini bertema May Day Together We Grow, dengan sub-tema yakni Jadikan Hari Buruh Sedunia sebagai Semangat Baru untuk Maju dan Bangkit Bersama Pemerintah dan Pengusaha. Ribuan buruh yang hadir sejak pagi diajak senam mumere massal dilanjutkan pembagian doorprise dan hiburan dangdut. Bagi yang beruntung, peserta bisa membawa  hadiah. Panitia menyediakan beberapa unit hadiah utama berupa sepeda.

Dalam sambutannya Bupati sengaja mengelar aksi damai ini agar suasana Sukoharjo tetap kondusif dan memberi penghargaan kepada para buruh.

"Pertama saya mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional, di Kabupaten Sukoharjo Semoga dengan peringatan Hari Buruh ini kehidupan bapak ibu semua akan lebih baik lagi, intinya hari buruh ini diperingati dengan semangat dan Sukaria yang penting kompak ,"ungkap Bupati.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Sukarno dari Ketua Serikat Pekerja Sukoharjo  mengatakan " Perlu kita ketahui ada beberapa hal yang perlu kita sampaikan tentang perburuhan bahwa sudah hampir 5 tahun munculnya PP 78 tahun 2015 sampai sekarang sudah 4 tahun kemungkinan 1 tahun lagi mudah-mudahan ada revisi, karena yang namanya PP 78 ini sangat menyengsarakan buruh, termasuk hari ini kita menuntut PP 78 harus dihapus tenaga kerja kontrak juga sangat menyengsarakan bagi buruh, ada Kontrak 2 tahun 3 tahun ini sangat tinggi sekali. Juga kami mohon untuk tahun 2020 hanya menentukan inflasi dan ekonomi, dikarenakan inflasi hanya 10% maka dari itu kami berharap untuk tahun ini para dinas terkait untuk melakukan survei dilapangan. Untuk kita sendiri juga sudah melakukan survei, Namun kami mohon untuk sama-sama untuk dinas terkait ikut survei agar bersama-sama. Terima kasih kehadirannya, hari ini sangat antusias sekali lagi, mari kita ucapkan untuk buruh selamat hari buruh internasional," ungkapnya.

Turut hadir dalam peringatan hari buruh ini antara lain Bupati beserta Ketua TP. PKK Sukoharjo Hj.Etik Suryani SE, MM, Wakil Bupati H. Purwadi SE, MM, jajaran Forkopimda, para Asisten Sekda, Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukoharjo Drs. Bahtiar Yunan MM, Kepala Badan, Dinas, Kantor dan Bagian Setda,  Camat Se- Kabupaten Sukoharjo, Jenderal Manager PT. Sritex Kim So Thai, Kabid HI dan Jamsos Drs. Haryadi, Ketua Forum Peduli Buruh Sukoharjo/Ketua SPRI Sukarno, serta ribuan karyawan  PT Sri Rejeki Tektil ( SRITEX ) dan ribuan anggota Serikat Pekerja Republik Indonesia ( SPRI).

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum.(Tj)