Rabu, 15 Agustus 2018

Bupati Topping Off Gedung Kantor Terpadu Sukoharjo

Secara simbolis, Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo Wijaya,SH, MH, melakukan "topping off" Pembangunan Gedung Kantor Terpadu Setda Pemkab Sukoharjo. Proyek tersebut memasuki tahap "topping off" yang dilakukan Rabu (15/8) dan selanjutnya akan memasuki tahap Arsitekturnya.

Apresiasi diberikan Bupati kepada para pihak yang terlibat dalam pembangunan Gedung Kantor Terpadu tersebut. "Tujuan pembangunan gedung ini untuk menyatukan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) dan juga beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," jelas Bupati dalam sambutannya

Dengan memusatkan kantor sejumlah OPD dengan Setda, akan memudahkan koordinasi dan memudahkan pelayanan pada masyarakat sesuai tuntutan zaman. "Saya harap pelaksana proyek tetap menjalankan pembangunan dengan baik. Tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya," ujarnya.

Direktur Utama PP Urban, Nugroho Agung menyatakan optimistis proyek tersebut akan selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat. "Sukoharjo akan memiliki gedung yang megah, dan gedung 10 lantai ini akan menjadi ikon bagi Kabupaten Sukoharjo," ujarnya.

Nugroho mengatakan tahapan pekerjaan "overlap" dari perencaaan sehingga dia yakin proyek akan selesai sesuai kontrak di akhir Desember nanti atau bahkan bisa lebih cepat, tetapi tetap mengacu pada perencanaan dan mutu.

Pembangunan Gedung Kantor Terpadu ini menghabiskan anggaran Rp82,6 miliar. Proyek dikerjakan oleh PP Urban yang merupakan anak perusahaan dari BUMN PT PP. Dalam Acara ini disamping dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Pj Sekda dan PPK serta OPD, juga dihadiri oleh Tim Pengawal, Pengamanan, Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Provinsi Jawa Tengah, demikian keterangan yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah Ke-68 Pemkab Sukoharjo Gelar Upacara

0Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo ikut serta melaksanakan Upacara Bendera guna memperingati Hari Jadi Ke-68 Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo, Rabu (15/8). 

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Sukoharjo Widodo SH, MH menyampaikan Sambutan Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo SH, M.IP beberapa hal terkait capaian yang diraih Jateng selama ini.

Plh Sekda mengatakan, Birokrasi yang baik menjadi kunci sebuah pemerintah yang baik dan menentukan keberhasilan pembangunan. Reformasi birokrasi di Jateng terus kita kuatkan,"ucapnya ketika membacakan sambutan Gubernur.

Melanjutkan sambutannya, Gubernur mengajak bergandengan tangan untuk bekerja dan berkarya nyata demi Jawa Tengah yang aman, tertib, damai dan sejahtera.

Dijelaskan lagi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik dari tahun sebelumnya, penurunan angka kemiskinan, penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB), inflasi yang terkendali, penurunan pengangguran, peningkatan kualitas infrastruktur dan sebagainya. Tercatat tahun 2017 IPM Jateng berada pada angka 70,52 mengalami kenaikan dari tahun 2016 yang berada pada angka 69,98 dan tahun 2015 sebesar 69,49.

"Zona merah kemiskinan masih jadi PR kita bersama. Oleh karena itulah pembangunan kita arahkan kepada masyarakat miskin dan tidak mampu, khususnya petani, nelayan dan UMKM," katanya.

Ia memaparkan, penduduk miskin di Jateng juga terus mengalami penurunan. Pada bulan Maret 2018, jumlah penduduk miskin di Jateng mencapai 3,9 juta orang (11,32%), berkurang sebesar 300.290 orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang berada pada angka 4,20 juta orang (12,23%). Angka tersebut juga lebih kecil dari tahun 2016 sebesar 13,19% dan tahun 2015 sebesar 13,32%.

"Penurunan persentase penduduk miskin jawa tengah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain di pulau Jawa," katanya.

Berbanding lurus dengan angka kemiskinan yang terus menurun, jumlah pengangguran terbuka juga terus menurun. Dari angka 4,99% di tahun 2015, turun 4,63% di tahun 2016 dan kembali turun di angka 4,57% di tahun 2017. Penurunan tersebut merupakan efek semakin tumbuhnya sektor industri di Jateng.

"Nilai investasi yang masuk ke Jateng terus mengalami kenaikan. Jika pada tahun 2015 nilai investasi yang masuk mencapai Rp 26,04 trilyun dengan 1.481 proyek tahun 2016 jumlah investasi yang masuk mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp 38,18 trilyun dengan 2.068 proyek. Untuk tahun 2017, investasi yang masuk ke Jateng kembali mengalami kenaikan sebesar Rp 51,54 trilyun dengan total 2.358 proyek," paparnya.

Pengendalian inflasi, Jateng juga mendapat prestasi yang memuaskan. Jateng berhasil mengendalikan laju inflasi daerah di angka 3,71% pada tahun 2017, 2,73% di tahun 2016 dan 2,73% di tahun 2015. Persentase panjang jalan dalam kondisi baik juga meningkat, pada tahun 2014 sebesar 86,92%, tahun 2015 menjadi 88,27%, tahun 2016 panjang jalan dalam kondisi baik semakin meningkat sebesar 88,88%, dan tahun 2017 sebesar 88,92%, dari target di tahun 2018 ini sebesar 89,60%.

"Selanjutnya di bidang kesehatan, kita terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, baik dari upaya preventif, promotif maupun kuratif," katanya.

Tercatat AKI dan AKB di Jateng terus menurun. Tahun 2015 AKI sebanyak 111,16 per 100 ribu kelahiran hidup dan AKB 10 per seribu kelahiran hidup. Tahun 2016 AKI sebanyak 109,65 per 100 ribu kelahiran hidup dan AKB 9,99 per seribu kelahiran hidup. Terakhir tahun 2017 jumlah AKI turun sebesar 88,58 per 100 ribu kelahiran hidup dan AKB 8,93 per seribu kelahiran hidup.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Bupati Pimpin Upacara HUT ke-57 Pramuka

SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) menjadi Pembina Upacara pada Peringatan Hari Pramuka ke-57 tahun 2018, Selasa (14/8) di halaman Setda Kabupaten Sukoharjo.

Upacara dihadiri segenap Forkopimda, kepala OPD serta utusan anggota pramuka dari sekolah jenjang SD, SMP, SMA, SMK atau anggota pramuka tingkat siaga, penggalang dan penegak.

"saya selaku ketua Mabicab gerakan Pramuka Sukoharjo menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka yang ke-57 tahun 2018. Semoga jiwa gerakan Pramuka tetap semangat selalu produktif inovatif dan kreatif dalam berkarya dan selalu menjadi generasi muda yang terdepan dalam menjaga NKRI," ucap Bupati mengawali sambutannya.

Dengan mengusung tema 'Pramuka Perekat NKRI', gerakan Pramuka dengan berbagai kegiatan di luar ruangan akan terus memperkuat NKRI, sejak awal Pramuka terus sebagai alat pendidikan bagi generasi muda untuk menjadi perekat NKRI karena itu Pramuka bisa hadir dan diterima oleh masyarakat di semua daerah.

Bupati berpesan " kepada adik adik anggota Pramuka teruslah berkreasi berkarya dalam wadah gerakan Pramuka, isilah waktu muda kalian dengan kegiatan positif dan produktif menjadi generasi unggul generasi hebat generasi kreatif generasi petarung dan bukan generasi pecundang. Ingatlah selalu lagu Hymne Pramuka bahwa Pramuka adalah manusia Pancasila darma ku baktikan Bakti ku kudarmakan agar Indonesia jadilah patriot bangsa yang tetap kokoh menghayati dan mengamalkan Pancasila menjaga Bhineka Tunggal Ika demi kejayaan NKRI," pesan Bupati mengakhiri sambutannya.

Setelah upacara selesai dilanjutkan pemberian piala penghargaan ketertiban pasukan upacara oleh Bupati Sukoharjo serta diadakan aksi Pramuka Peduli Lombok NTB dengan mengumpulkan dana dari para donatur.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

Kamis, 09 Agustus 2018

BUPATI TERIMA KAPALTARU PENGABDI LINGKUNGAN HIDUP

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, SH, MH menerima Penghargaan Kapaltaru sebagai Pengabdi Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan diterimakan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Pantai Bandengan, Desa Bandengan, Kabupaten Jepara, Kamis (9/8).

            Bupati menerima penghargaan ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No. 600.1/28 Tahun 2018 dan Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.30/Menlhk/Setjen/Kum.1/4/2017.

            Acara penerimaan Penghargaan Kapaltaru ini merupakan rangkaian acara Hari Lingkungan Hidup Jawa Tengah 2018, yang di pusatkan di Kabupaten Jepara. Penghargaan ini ada beberapa Kategori, yaitu, Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan dan Pembina Lingkungan.

            "penghargaan ini merupakan prestasi untuk Sukoharjo, Dimana memang Pemerintah dan Masyarakat bersinergi dalam menjaga lingkungan," papar Djoko Sutarto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo.

            Dibawah Kepemimpinan Wardoyo Wijaya, SH, MH, Sukoharjo telah menerima 2 kali Adipura berturut-turut, dan di Tahun ini juga masuk nominasi untuk Kampung Iklim dan juga di Tahun lalu menerima Nirwasita Tantra.

            "kami berharap di tahun ini Sukoharjo menerima Adipura lagi, dan kami mohon dukungan dari semua pihak," pungkasnya.

            Penghargaan Adipura sendiri akan diumumkan pada bulan Oktober 2018 mendatang, dan saat penerimaan Penghargaan Kapaltaru ini, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Jajarannya, serta Bagian Humas dan Protokol, demikian penjelasan dari Kabag Humas dan Protokol, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (ang)

            

Rabu, 08 Agustus 2018

TMMD Wirun Resmi Ditutup, Program Fisik Bisa Dinikmati Masyarakat

SUKOHARJO- Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II di Desa Wirun, Mojolaban selesai dan resmi ditutup, Rabu (8/8). Sejumlah program fisik telah dikerjakan dan mulai bisa dinikmati masyarakat. Selama TMMD sendiri, selain program fisik, sejumlah program non fisik lain juga dilakukan.

Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa mengatakan, dalam pelaksanaan TMMD, sebelum dilakukan pengerjaan lebih dahulu dirumuskan tentang program kebutuhan masyarakat. Dandim mencontohkan seperti jalan sebagai akses utama bagi masyarakat. "Semisal jalan disekitar areal persawahan maka perlu dilakukan gotong royong melibatkan pihak terkait dan dikerjakan bersama dalam program TMMD. Jalan yang tadinya sulit dilewati setelah dibangun menjadi bagus sehingga mempermudah akses petani," terangnya.

Lebih lanjut Dandim mencontohkan, program fisik lainnya seperti pembangunan MCK umum dan jamban di rumah warga. Bangunan tersebut sangat diperlukan tidak hanya perorangan penerima bantuan tapi juga masyarakat dan pemerintah sebagai upaya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

Perwira Seksi Teritorial Kodim 0726 Sukoharjo sekaligus perwira pelaksana TMMD Kapten Czi Hartono menambahkan, TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2018 dilaksanakan mulai 10 Juli sampai 8 Agustus. Sebelum pelaksanaan terlebih dahulu telah dilaksanakan pra TMMD mulai 2 – 9 Juli. TMMD digelar dengan sasaran fisik dan non fisik di wilayah Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban.

"Untuk sasaran fisik meliputi pembangunan talud jalan penghubung Dukuh Pabrik dengan Desa Wirun dengan panjang 1.151 meter, pemugaran masjid dua unit, pemugaran pos kamling dua unit, pembuatan MCK, pembuatan jamban keluarga tiga unit," paparnya.

Sedangkan sasaran non fisik melaksanakan penyuluhan dan pelayanan dibidang, penyuluhan pendidikan pendahuluan bela negara, penyuluhan hukum kamtimbas, penyuluhan industri kecil, pelayanan KB dan Kesehatan. TMMD sendiri betujuan untuk memperlancar arus lalu lintas perekonomian, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta kamtibmas, meningkatkan kebersihan lingkungan, meningkatkan dan melestarikan budaya gotong royong serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 


Hadiri Pagelaran Wayang Kulit, Bupati Mengajak Untuk Majukan Sukoharjo

 

Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH beserta Forkopimda dan jajaran para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah serta ratusan masyarakat, pada hari Selasa (7/8) menyaksikan pagelaran seni budaya jawa yaitu wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Anom Suroto dan Ki Bayu Aji menghibur masyarakat Sukoharjo di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo dengan lakon "Bimo Maneges",  Selasa (7/2).

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk tersebut masih dalam rangka memperingati hari lahir ke-72 Kabupaten Sukoharjo tahun ini.

Sebelum pagelaran wayang kulit dimulai, dipersembahkan tari Merak Subal dari sanggar solah bowo pimpinan Christina sri asih handayani yang menggambarkan gerak gerik burung merak, keindahan warna warni bulu merak, tata cara dan gerakan yang lincah ritmis dinamis dan enerjik tergambar dalam tarian ini.

Bupati memberikan arahan dan sambutan, H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam kesempatan itu berharap, dalam rangka mewujudkan pembangunan yang baik di Sukoharjo dibutuhkan kekompakan semua komponen masyarakat untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada. Menurutnya, dengan kekompakan tersebut semua hambatan bisa diatasi sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik.

"Dengan pagelaran wayang kulit ini semoga bisa memberikan hiburan, tontotan sekaligus tuntunan," pesan Bupati.

Pagelaran wayang kulit tersebut diawali dengan penyerahan tokoh wayang "Werkudoro" oleh Bupati Wardoyo pada pada Dalang Ki Anom Suroto.

Dalam kesempatan tersebut juga di berikan piala lomba kejuaraan seni budaya dalam rangka hari lahir ke-72 Kabupaten Sukoharjo Tahun 2018 yang diadakan sebelumnya. Hadiah lomba diberikan oleh Bupati Sukoharjo yang didampingi oleh Ketua TP. PKK Hj. Etik Suryani, SE, Forkopimda dan Sekretaris Daerah Drs. Agus Santosa.

Hadiah lomba tersebut diberikan kepada Juara 1 dari Sanggar Seni Santi Budaya dari desa Kepuh memperoleh trofi dan uang pembinaan lima Juta Rupiah, kemuadian Juara 2 dari sanggar Wijaya Kusuma dari Desa Grogol Kecamatan Grogol memperoleh trofi dan uang pembinaan  empat juta Rupiah, Juara 3 diperoleh sanggar paseban siwi dari desa Ngdirejo Kartasura dan Juara harapan 1 diraih sanggar kembar budaya dari Gayam Sukoharjo memperoleh uang pembinaan 2,5 Juta Rupiah, Juara Harapan 2 diraih sanggar pametri seni budaya Polokarto dan juara harapan 3 diraih sanggar ireng manis dari desa puhgogor Bendosari.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)

 


Selasa, 07 Agustus 2018

Wakil Bupati Sukoharjo Buka Rakor Dewan Ketahanan Pangan

Wakil Bupati H. Purwadi SE.,MM mewakili Bupati Sukoharjo, Selasa (07/08) membuka rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Semester I tahun 2018, bertempat di hotel Sarila Sukoharjo.

Rakor ini bertemakan "Mendorong Peran Petani dan Pelaku Usaha Perberasan dalam Optimalisasi Penyerapan Gabah/Beras di Kabupaten Sukoharjo.

Rakor ini bertujuan untuk mengkoordinasikan tercapainya target serapan gabah/beras dan mensinergikan seluruh program lintas sektor terkait pangan untuk memaksimalkan pencapaian target yang telah ditetapkan untuk mewujudkan swasembada Pangan Nasional.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut, para ketua dan sekretaris dewan ketahanan pangan,

Anggota Pokja Teknis Dewan Ketahanan Pangan, Anggota Kelompok Kerja Teknis Dewan Ketahanan Pangan, Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM)/ Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM), Rice Mill/Mitra Bulog,  Lumbung Pangan, 12 peserta Koramil serta Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo.

Agenda utama Rakor ini meliputi Pembukaan dan pengarahan oleh Bupati Sukoharjo selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan dilanjutkan Paparan dari  Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini disampaikan oleh Ir. Sadi Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Provinsi Jateng, dilanjutkan Paparan Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo Sriyono, SE, MM dengan judul materi upaya optimalisasi serap gabah/beras di Kabupaten Sukoharjo dan terakhir Paparan dari Kepala Gudang Bulog Sub Divre Surakarta Wisnu Sancoyo dengan mengambil judul mteri Bulog dan Ketahanan Pangan  serta diakhiri dengan diskusi dan seasion paparan materi dimoderatori oleh Uyun Hermawati SH.,MH.

Wakil Bupati dalam sambutannya mengatakan pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa Indonesia mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.

Ditambahkan "Upaya perwujudan penyerapan gabah/beras hasil produksi petani yang maksimal membutuhkan komitmen bersama dari seluruh stakeholder baik lembaga pemerintahan, swasta seperti Gapoktan, pemilik Rie Mill maupun masyarakat, sehingga kegiatan penyerapan gabah petani oleh Bulog tidak menjadi kegiatan yang sesaat tetapi menjadi kegiatan yang berkelanjutan sehingga program Swasembada Beras juga Swasembada produk pertanian lainnya bisa terealisasi. Disinilah peran strategis Dewan Ketahanan Pangan sebagai lembaga koordinasi lintas sektor yang mensinergikan seluruh program lintas sektor terkait pangan untuk memaksimalkan pencapaian target yang telah ditetapkan yang diharapkan mampu memperkuat fungsi koordinasi Dewan Ketahanan Pangan untuk mewujudkan Swasembada Pangan Nasional," jelas Wabup.

Disamping itu Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan Widodo SH.,MH mengharapkan dalam kegiatan Rakor ini adanya masukan dari stakeholder yang hadir terkait penyerapan gabah/beras yang efektif dan efisien serta kesepakatan penyerapan gabah/beras.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Tj)