Senin, 19 Desember 2016

PEMKAB SUKOHARJO GELAR PENGAJIAN PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW TAHUN 1438 H / 2016 M

Bertempat di Pendopo Graha Satya Praja Kabupaten Sukoharjo, Senin pagi (19/12) Pemkab Sukoharjo menggelar Pengajian dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1438 H / 2016 M, dengan menghadirkan KH. Agung Syuhada, S.Ag yang menyampaikan uraian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Quran Surat Al Azab ayat 21-22 oleh Bapak Lasimin, S.Pd dan ananda Ahmad. Seperti disampaikan Ketua Penyelenggara Kegiatan, Drs. Agus Santosa, pengajian ini dihadiri sekitar 800 orang yang terdiri dari Muspida Plus beserta Istri, Sekda beserta Istri, Staf ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala SKPD, Kepala Sekolah, Pimpinan Ormas Islam, dari jajaran Kemenag Sukoharjo serta Karyawan karyawati di lingkungan Sekretariat Daerah. Pada kesempatan ini Bapak Bupati Sukoharjo, H..Wardoyo Wijaya, SH, MH berkenan memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak umat muslim di seluruh dunia untuk selalu menjadikan Nabi besar Muhammad SAW sebagai panutan dalam setiap gerak langkahnya. Ajaran Islam yang diajarkan Nabi Muhammad yang penuh rahmad bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin) telah mengubah wajah dunia dan peradaban ke arah yang lebih maju dan manusiawi dibanding jaman jahiliah. Bupati juga menyerukan ajakan kepada para kyai dan tokoh agama serta seluruh komponen masyarakat untuk merapatkan barisan, mengokohkan rasa persatuan, kesatuan dan kekompakan untuk memerangi terorisme yang akhir-akhir ini kembali mengejutkan Indonesia dan mengusik ketentraman Sukoharjo karena adanya terduga teroris yang tertangkap di Kartasura.

Senada dengan inti uraian hikmah yang disampaikan Ustadz KH. Agung Syuhada, S.Ag bahwa umat Islam untuk selalu menjaga kerukunan umat  beragama dan membangun Kabupaten Sukoharjo dengan iman dan taqwa. Dengan momentum peringatan maulid ini, hendaknya kita gunakan sebagai sarana untuk muhasabah dan mawas diri, kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW telah mengikuti ajaran dan keteladanan Nabi kita dalam kehidupan sehari hari.(Yk)

Foto Jumpa Pers dengan Bupati

(Tj)

Minggu, 18 Desember 2016

PERINGATAN HARI AIDS SEDUNIA KABUPATEN SUKOHARJO

Peringatan HIV AIDS sedunia di Kabupaten Sukoharjo dilaksanakan di Alun – Alun Satya Negara  Minggu ( 18/12 ). Tema peringatan kali ini " Mari Kita Berubah. Masa Depan Gemilang Tanpa Penularan HIV. Acara diawali pertunjukan Barongsai macan putih serta persembahan teatrikal happening art warga peduli AIDS dari Univet Sukoharjo.

Menurut laporan ketua panitia, Kapten Armed Gunaryo tujuan diadakannya peringatan hari AIDS untuk sosialisasi informasi tentang HIV dan AIDS kepada seluruh lapisan masyarakat, menempatkan HIV dan AIDS sebagai isu utama dalam setiap sector, memperkuat pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS dan meningkatkan kesadaran kepedulian untuk mencegah penularan HIV dan dapat mengakses tes HIV," terang ketua penyelenggara. Dalam laporannya juga dilaporkan berdasar data KPA Kabupaten Sukoharjo bahwa di Kabupaten Sukoharjo jumlah kasus HIV dan AIDS sampai dengan bulan oktober 2016 sebanyak 334 kasus dan yang sudah meninggal 63 orang. Ada peningkatan 78 kasus disbanding tahun lalu. Perlu memperkuat mobilisasi serta advokasi untuk mempercepat tercapainya 3 zero yaitu tidak ada infeksi baru, tidak ada kematian akibat AIDS dan tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA," terangnya dalam press rilisnya kepada wartawan.

Bupati H. Wardoyo Wijaya SH.MH dalam sambutan mengajak semua pihak untuk meningkatkan kinerja upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di tingkat nasional maupun daerah dengan jalan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, memastikan seluruh populasi kunci dan beresiko mendapatkan informasi dan benar mengenai HIV-AIDS, menjalankan perilaku aman dari tertular HIV, memastikan orang dengan HIV-AIDS atau ODHA memiliki kemudahan akses dalam perawatan dan pengobatan serta layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Diakhir acara Bupati menserahkan secara simbolis penyerahan bantuan operasional warga peduli AIDS dimasing masing Kecamatan dan diserahkan bantuan makanan tambahan kepada 8 (delapan) anak dengan HIV AIDS kepada perwakilan KDS Mitra Sebaya. Bupati juga melaksanakan pengguntingan balon dan dilanjutkan kunjungan VCT yang didampingi ibu Ketua Tim penggerak PKK Hj. Etty Suryani SE, wakil Bupati, Forkopimda serta sekda Kabupaten Sukoharjo dengan telah dibukannya secara resmi peringatan hari AIDS sedunia tahun 2016 oleh Bupati Sukoharjo. (Tj)

PERINGATAN HARI AIDS KABUPATEN SUKOHARJO

( Tj )

Jumat, 16 Desember 2016

Bupati Canangkan Kampung KB di Dukuh Klampisrejo Desa Sidorejo

 

Bupati Sukoharjo H.Wardoyo Wijaya SH.MH mencanangkan Kampung KB serta menghadiri malam tasyakuran di dukuh Klampisrejo Desa Sidorejo Bendosari, Kamis (15/12).

Pencanangan ditandai dengan penandatanganan Prasasti Kampung KB oleh Bupati didampingi  Ibu ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo, Wakil Bupati, Sekda, kepala KPPKB Kabupaten Sukoharjo dan Camat Bendosari.

"Saya sampaikan terima kasih apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada masyarakat Desa Sidorejo. Kami akui, banyak prestasi Kabupaten Sukoharjo yang muncul dari Desa Sidorejo" tandas Bupati.

Dijelaskan Bupati, Prestasi desa Sidorejo telah  secara nyata mengangkat nama Sukoharjo antara lain juara II lomba pengelolaan pusat informasi dan konseling remaja tingkat Provinsi Jateng, menerima Upakarti madya III UP2K PKK tingkat Nasional tahun 2014, terbaik tingkat nasional "aku anak jujur", mendapat penghargaan finalis symposium karya ilmiah GTK Tingkat Nasional tanggal 27 November 2016 dan Juara I pelaksana terbaik kesatuan Gerak PKK-KB Kesehatan tingkat Provinsi Jateng tanggal 21 September 2016 dan persiapan untuk mengikuti lomba tingkat nasional yang rencana akan dilaksanakan pada bulan Februari 2017." Jelas Bupati

Kampung KB adalah satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara, yang memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan program kependudukan, KB, pembanguna keluarga dan pembangunan sector terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis dan bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampong atau yang setara melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta pembangunan sector terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Kepala Desa Sidorejo H. Suwanto dalam laporannya yang didampingi ketua panitia Sriyono, S.Pd melaporkan dalam rangka tasyakuran bahwa semua proyek telah selesai kami mengadakan acara tasyakuran ini selain pencanangan Kampung KB.

Camat Bendosari Sukito, M.Si dalam laporan kesiapan kampong KB menjelaskan bahwa Dukuh Klampisrejo memenuhi  tujuh kriteria pembentukan kampung KB serta berkomitmen untuk siap berprestasi seperti pesan prinsip Bupati H. Wardoyo yang menekankan ketika maju mengikuti lomba "harus menang" dan ketika sudah berani jangan merasa takut.

Acara diakhiri dengan menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Greng Ekwan Susanto dengan mengambil lakon Pandowo Kumpul atau pandowo krido labuh nagoro.(Tj)

 

 

 

Rabu, 14 Desember 2016

KNPI Sukoharjo Kerahkan Ratusan Pemuda Untuk Apel Pemuda Indonesia


 

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI) Kabupaten Sukoharjo, mengerahkan ratusan pemuda untuk mengikuti Apel Pemuda Indonesia Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016 yang digelar di alun alun Satya Negara, Rabu (14 /12).

Apel Pemuda Indonesia yang bertajuk "Satu Tekad Satu Hati Mbangun Sukoharjo" yang diprakarsai oleh DPD KNPI Kabupaten Sukoharjo dihadiri kurang lebih 3.500 peserta dari seluruh elemen pemerintahan, pendidikan dan komunitas muda Sukoharjo, ketua OKP pemuda se-Kabupaten Sukoharjo, Muspika serta para Kepala desa.
Kegiatan yang mendapatkan respon baik dari seluruh unsur masyarakat ini menjadi momentum meningkatkan persatuan dan kesatuan pemuda Indonesia khususnya di Kabupaten Sukoharjo. Tak terkecuali Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.MH serta Ketua DPRD Nurjayanto SP memberikan apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggara.apel pemuda Indonesia ini.

Ketua DPD KNPI Dina Putri Prihatini SH dalam sambutannya pertama mengapresiasi kepada semua pihak atas dukungan moril dan materiil. Dalam sambutan akhirnya Ketua DPD KNPI mengucapkan kalimat ketika kita memaknai hari ini adalah hari yang biasa-biasa saja maka kita akan keluar dari tempat ini menjadi orang yang biasa-biasa saja, namun ketika kita memaknai hari ini adalah hari yang sangat luar biasa maka kita akan keluar dari tempat ini menjadi orang yang sangat luar biasa.

Bupati H. Wardoyo Wijaya SH.MH mengapresiasi kegiatan ini karena merupakan salah salah satu upaya dalam mewujudkan ketahanan nasional dan memupuk jiwa nasionalisme. Hal ini menunjukan bagi kita bahwa peran pemuda sangat penting dalam proses menuju Indonesia Merdeka. Saatnya pemuda kembali mengobarkan semangat juangnya dan mengembalikan kecintaanya terhadap bangsa ini. Ancaman, tantangan, gangguan dan hambatan semakin banyak kuantitasnya dan semakin tinggi kualitasnya. Pemuda harus memunculkan lagi rasa bangga akan budaya bangsa ini serta kecintaan terhadap bumi pertiwi yang meredup akibat doktrin globalisasi yang mengarahkan pikiran pemuda pada arah pragmatisme dan konsumerisme.

Dalam akhir acara Bupati menyaksikan seni hiburan pencak silat dari Pagar Nusa, Tapak Suci serta dari  OKP pemuda dan pelajar menampilkan drumband. (Tj)

 

 



 

KHITANAN MASSAL DI SUKOHARJO LAMPAUI TARGET YANG DITETAPKAN


Sudah menjadi agenda tahunan BAZNAS Kabupaten Sukoharjo untuk menyelenggarakan khitanan massal bagi anak anak. Penyelenggaraan tahun ini adalah kali yang ke enam dan disesuaikan dengan libur anak sekolah. Acara di gelar di Pendopo Kabupaten dan Gedung eks Bappeda pada hari Rabu (14/12). Ada tiga ratus tiga anak yang dikhitan, ini berarti melampaui target yang ditetapkan yakni tiga ratus orang anak.
Bupati Sukoharjo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati, H.Purwadi, Se, MM memberikan apresiasi kepada pengurus BAZNAS atas terselenggaranya acara tersebut. Khitanan Massal merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat khususnya bagi keluarga duafa.
Menurut panitia penyelenggara, petugas khitan terdiri dari dua puluh tim dimana setiap tim terdiri dari satu dokter dan dua paramedik yang diambil dari Puskesmas se Kabupaten dan RS Swasta di Sukoharjo. Selain dikhitan, anak anak juga mendapatkan paket yang terdiri dari peci, baju koko, tas, alat tulis dan uang transport sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah. (ap)