Jumat, 20 Mei 2016
Senin, 16 Mei 2016
PENCANANGAN BULAN BHAKTI GOTONG ROYONG MASYARAKAT (BBGRM) XIII DAN PERINGATAN HARI KESATUAN GERAK PKK (HKG) KE-44 TAHUN 2016 KABUPATEN SUKOHARJO
Disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo Ny. Hj. Etty Suryani Wardoyo Wijaya dalam Laporan Panitia Penyelenggara, dari tema "dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat XIII dan hari Kesatuan Gerak PKK ke-44, kita Dayagunakan Peran Lembaga Kemasyarakatan Desa Sebagai Mitra Pemerintah Desa" kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian, serta peran aktif masyarakat, berdasarkan kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan menuju pada penguatan integrasi sosial melalui kegiatan gotong royong dalam pelaksanaan pembangunan serta pemeliharaan hasil-hasil pembangunan. Dengan maksud kegiatan adalah untuk memberdayakan keluarga dalam mencapai Kesejahteraan Keluarga agar dapat lebih meningkatkan perannya dalam berbagai bidang pembangunan yang diarahkan pada penguatan persatuan dan kesatuan masyarakat.
Dalam sambutannya Bupati berpesan agar semua komponen masyarakat bersatu padu guna melaksanakan kegiatan pembangunan berbasis pada pemberdayaan masyarakat yang sumber pendanaannya baik dari Pemerintah maupun swadaya masyarakat, sehingga pelaksanaan pembangunan di Sukoharjo bisa berjalan sinergi dan kondusif untuk hasil yang optimal. Pada kesempatan ini diserahkan kepada Ketua TP PKK Kabupaten Sukoharjo trophy pelaksana terbaik I evaluasi 10 program pokok PKK Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan TP PKK Kecamatan Sukoharjo sebagai pelaksana terbaik 10 program Pokok PKK Tingkat Kecamatan.
Turut hadir pada acara ini, Muspida Kabupaten Sukoharjo, Wakil Bupati, Anggota DPRD, Kepala SKPD, TP PKK Kab/Kec/Desa, Camat, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Weru. Demikian penjelasan singkat dari Kabag Humas Setda Kabupaten Sukoharjo Drs.Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (Yk)
Rabu, 04 Mei 2016
PANEN RAYA BERSAMA BUPATI SUKOHARJO
Selasa, 03 Mei 2016
BUPATI BUKA TMMD TAHAP I ( REGULER 96 & SENGKUYUNG I )
Bupati, H Wardoyo Wijaya SH,MH membuka TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2016 di lapangan Desa Mojorejo Kecamatan Bendosari, Selasa (3/5). Pembukaan diawali dengan pemukulan kentongan sebagai tanda dimulainya pelaksanaan TMMD dilanjut dengan penyerahan secara simbolis alat peralatan kerja. Kapten ARH Bahrun, ST selaku WS. Perwira Seksi Teritorial Kodim 0726 Sukoharjo sekaligus perwira pelaksana TMMD mengatakan, pelaksanaan TMMD TA 2016 dimulai Selasa (3/5) sampai Senin (23/5) yang telah didahului dengan pra TMMD mulai Sabtu (23/4) sampai Senin (2/5), dalam pelaksanaan TMMD memiliki kegiatan sasaran baik fisik maupun non fisik. Untuk sasaran fisik meliputi, pembangunan jalan cor beton volume : Panjang 899 M dan Lebar 2,5 M tebal 10 cm , pembuatan gorong – gorong 1 unit, Rehab Masjid 1 unit,Pemugaran pos kamling 1 unit, MCK 2 unit, Jamban keluarga 2 unit .
Disamping itu masih ada kegiatan sasaran non fisik dengan melaksanakan penyuluhan dan pelayanan dibidang Pendidikan Pendahuluan Bela Negara, Kantibmas, perilaku bersih dan sehat, bahaya narkoba, penyuluhan KB, dan pasar murah. Manfaat dari pelaksanaan TMMD antara lain memperlancar arus lalu lintas perekonomian, pendidikan dan pemerintahan. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta kambtibmas. Meningkatkan kebersihan lingkungan dan meningkatkan dan melestarikan budaya gotong royong serta kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Gubernur Jawa Tengah pada sambutannya yang dibacakan oleh bupati menyampaikan, dalam TNI Manunggal Membangun Desa ke 96 TA 2016 ini TNI Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementrian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi RI, Bappeda Provinsi dan Bapermasdes Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/ kota . Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta Pemerintah Pusat dan Daerah menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/ persoalan terkini dengan solusi. " Kegiatan fisik yang dilakukan senantiasa cetho lan temoto, infrastruktur seperti jalan di pedesaan makin apik, resik lan memadai " tandas beliau. Tema pada TMMD kali ini adalah " Dengan semangat kemanunggalan serta kerjasama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa kita wujudkan percepatan desa membangun Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan rakyat" . Hadir pada kesempatan ini Forum Pimpinan Daerah, ketua DPRD, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten, Ketua Dharma Wanita Persatuan, kepala SKPD dan tamu undangan. (dn)
Senin, 02 Mei 2016
SMPN 1 SUKOHARJO TERIMA PENGHARGAAN INTEGRITAS TERTINGGI MENGHADAPI UN 2016
Dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja,
dan tentu saja, cara kita belajar. Meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya.
Salah satu dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.
Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering kita bicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja. Di antara karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.
Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya.
Yang tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi. Abad 21 menuntut anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Maka mereka membutuhkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi.
| No. | Nama Sekolah | Indeks Nilai | |
| 1. | SMPN 1 Sukoharjo | : | 94.12 |
| 2. | SMAN 1 Sukoharjo | : | 91.43 |
| 3. | SMKN 1 Sukoharjo | : | 92.36 |
| 4. | SMPN 1 Kartasura | : | 92.45 |
| 5. | SMPN 1 Mojolaban | : | 91.60 |

