Rabu, 04 Mei 2016

PANEN RAYA BERSAMA BUPATI SUKOHARJO

 
Lebih dari 20 mesin pertanian diserahkan kepada petani dari beberapa Gapoktan di Sukoharjo. Mesin pertanian yang terdiri dari traktor, pompa air, mesin tanam (rice transplanter) dan mesin panen (combine harvester) diserahkan oleh Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH MH bersamaan dengan Panen Raya di hamparan sawah depan Balai Desa Sidorejo, Bendosari, Selasa (3/5).
Panen Raya tersebut dihadiri oleh Jajaran Muspida, beberapa Kepala SKPD, Muspika, Kepala desa Se-Kecamatan Bendosari, Babinsa, Ketua Kelompok penerima bantuan dan para Petani. Saat memberikan sambutan, Bupati meminta maaf atas sempat tertundanya Panen Raya dan berharap mesin pertanian dapat digunakan dengan optimal.
Oleh karenanya meminta jajaran Kodim 0726/SKH dalam ini Babinsa untuk membantu pengawasan atas penggunaan mesin mesin tersebut.  Bupati juga memberikan apresiasi terhadap pertanian di Sukoharjo atas surplus beras di tahun 2015 dan menargetkan stok beras di tahun 2016 mendekati stok 400 ribu ton beras. (ap)

Selasa, 03 Mei 2016

BUPATI BUKA TMMD TAHAP I ( REGULER 96 & SENGKUYUNG I )


Bupati, H Wardoyo Wijaya SH,MH  membuka TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2016 di lapangan Desa Mojorejo Kecamatan Bendosari, Selasa (3/5). Pembukaan diawali dengan pemukulan kentongan sebagai tanda dimulainya  pelaksanaan TMMD dilanjut dengan penyerahan secara simbolis alat peralatan kerja. Kapten ARH Bahrun, ST selaku WS. Perwira Seksi Teritorial Kodim 0726 Sukoharjo sekaligus perwira pelaksana TMMD mengatakan, pelaksanaan TMMD TA 2016 dimulai Selasa (3/5) sampai Senin (23/5) yang telah didahului dengan pra TMMD mulai Sabtu (23/4) sampai Senin (2/5), dalam pelaksanaan TMMD memiliki kegiatan sasaran baik fisik maupun non fisik. Untuk sasaran fisik meliputi, pembangunan  jalan cor beton  volume : Panjang 899 M dan Lebar 2,5 M tebal 10 cm , pembuatan gorong – gorong 1 unit, Rehab Masjid 1 unit,Pemugaran pos kamling  1 unit,  MCK 2 unit, Jamban keluarga 2 unit .
Disamping itu masih ada kegiatan sasaran non fisik  dengan melaksanakan penyuluhan dan pelayanan dibidang Pendidikan Pendahuluan Bela Negara, Kantibmas, perilaku bersih dan sehat, bahaya narkoba, penyuluhan KB,  dan pasar murah.  Manfaat dari pelaksanaan TMMD antara lain  memperlancar arus lalu lintas perekonomian, pendidikan dan pemerintahan. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta kambtibmas. Meningkatkan kebersihan lingkungan dan meningkatkan dan melestarikan budaya gotong royong serta kemanunggalan TNI dengan rakyat. 
Gubernur Jawa Tengah pada sambutannya yang dibacakan oleh bupati menyampaikan,  dalam TNI Manunggal Membangun Desa ke 96 TA 2016 ini  TNI Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementrian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi RI, Bappeda Provinsi dan Bapermasdes Provinsi serta Pemerintah Kabupaten/ kota . Sinergitas  dan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta Pemerintah Pusat dan Daerah  menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/ persoalan terkini dengan solusi. " Kegiatan fisik yang dilakukan  senantiasa cetho lan temoto, infrastruktur seperti jalan di pedesaan makin apik, resik lan memadai " tandas beliau. Tema pada TMMD kali ini adalah " Dengan semangat kemanunggalan serta kerjasama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa kita wujudkan percepatan desa membangun Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan rakyat" .  Hadir pada  kesempatan ini Forum Pimpinan Daerah, ketua DPRD, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten, Ketua Dharma Wanita Persatuan, kepala SKPD dan tamu undangan. (dn)

 

Senin, 02 Mei 2016

SMPN 1 SUKOHARJO TERIMA PENGHARGAAN INTEGRITAS TERTINGGI MENGHADAPI UN 2016

Kepala SMPN 1 Sukoharjo menerima Piagam Penghargaan Integritas Tertinggi dalam menghadapi Ujian Nasional SMP/ SMA/ SMK 2016 dari Bupati Sukoharjo. Indeks penilaian yang raih sebesar 94.12. Beberapa Kepsek dari SMP, SMA dan SMK se Sukoharjo menerima penghargaan setelah Upacara Bendera Hardiknas di Halaman Kantor Bupati Sukoharjo, Senin (2/5). Upacara diikuti anak sekolah dari SMP , SLTA, Perguruan Tinggi, para tenaga pengajar dan tamu undangan. Dihadiri oleh Muspida, dengan Inspektur Upacara Bupati Sukoharjo, H Wardoyo Wijaya SH, MH.
Berikut ini kutipan sambutan Mendikbud Anies Baswedan, Ph.D yang dibacakan oleh Inspektur Upacara:
 
Hari Pendidikan Nasional kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.

Dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja,

dan tentu saja, cara kita belajar. Meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya.

Salah satu dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.

Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering kita bicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja. Di antara karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.

Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya.

Yang tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi. Abad 21 menuntut anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Maka mereka membutuhkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi.
            Beberapa sekolah di Sukoharjo yang mendapat piagam penghargaan Integritas Tertinggi dalam menghadapi UN 2016 adalah:
 
No.
Nama Sekolah
Indeks Nilai
1.
SMPN 1 Sukoharjo
:
94.12
2.
SMAN 1 Sukoharjo
:
91.43
3.
SMKN 1 Sukoharjo
:
92.36
4.
SMPN 1 Kartasura
:
92.45
5.
SMPN 1 Mojolaban
:
91.60
(ap)

foto upacara hardiknas


Rabu, 27 April 2016

LINMAS SUKOHARJO RAIH JUARA TIGA LOMBA DEFILE

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin Apel Gelar Pasukan sebagai Pembinaan dan Pengerahan Satlinmas se Jawa Tengah di Alun Alun  Sukoharjo Rabu (27/04). Sekaligus menjadi satu rangkaian dalam rangka HUT Satpol PP Tahun 2016. Apel diikuti lebih dari 1200 peserta dari seluruh Jawa Tangah.
Sesuai dengan tema "Ayo Optimalkan Peran Serta Satlinmas Sebagai Penangkal Awal Radikalisme dan Terorisme", Gubernur Ganjar mengajak semua pihak untuk mendukung peningkatan peran Satlinmas sebagai garda terdepan dalam keamanan lingkungan. Satlinmas diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam penangkal awal radikalisme dan terorisme. Gubernur juga memberi tantangan Satlinmas Jawa Tengah untuk membentuk suatu sistem deteksi dini penangkalan radikalisme dan terorisme.
Dalam Apel tersebut juga diperagakan ketrampilan olah tubuh dan bela diri anggota Satlinmas. Diiringi persembahan Tari Mundong oleh Sanggar Suropaten Sukoharjo. Juga digelar Lomba Defile bagi Satlinmas 35 Kabupaten Kota se Jateng. Dengan Dewan Juri dari Kodim 0726/ Sukoharjo, Grup 2 Kopassus dan Yonif 413.
Sukoharjo meraih Juara Tiga dengan nilai 882,8. Sedang Juara Pertama diraih Satlinmas Kota Semarang dengan nilai 927,7 dan Juara Dua oleh Satlinmas Rembang dengan nilai 909,9. Trophy dan Uang Pembinaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jateng didampingi Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah.
Sebelumnya, Selasa Malam (26/04) digelar Wayang Kulit dengan judul "Pendowo mBangun Projo" oleh Ki Dalang Warseno Slenk di Halaman Kantor Bupati Sukoharjo. (ap)