PJ Bupati, Drs Agus Santosa bersama forkoorminda menghadiri acara open house hari Natal di rumah Kajari Sukoharjo, Agustinus Wijono D, SH,MH di komplek perumahan Graha Harmoni Kalurahan Bulakrejo tadi pagi ( 25/12 ) yang di mulai dari pukul 10.00 sampai pukul 14.00 WIB, sebelumnya rombongan diadakan transit terlebih dahulu di ruang kerja bupati. Hadir pada kesempatan ini calon Bupati terpilih, H Wardoyo Wijaya SH,MH, para kepala SKPD, tokoh masyarakat dan tamu undangan. PJ Sekretaris Daerah, Eko Adji Arianto, SH, MH mengatakan kami juga menghimbau para kepala SKPD untuk dapat hadir pada acara tersebut sebagai ajang silaturrahmi kerukunan umat beragama. Pada kesempatan ini PJ Bupati menyampaikan agar para umat Kristiani diharapkan dapat tenang dan khusuk dalam menjalankan peribadatan, karena pemerintah bersama TNI dan POLRI telah menjamin keamanan, tak terkecuali selama Natal dan tahun baru. Dalam suka cita Natal ini diharapkan agar semangat dan kegembiraan Natal dapat pula mendorong segenap masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, tanpa memandang suku dan status sosial, serta tetap menjaga kerukunan antar umat beragama khususnya di Kabupaten Sukoharjo. Atas nama pemerintah beliau juga mengucapkan " Selamat Hari Raya Natal tahun 2015 ". Demikian penjelasan Kabag Humas Pem Kab Sukoharjo Drs Joko Nur Hardiyanto EN, MHum (dn)
Jumat, 25 Desember 2015
Senin, 21 Desember 2015
SUKOHARJO PERINGATI HARI BELA NEGARA KE-67
Bela Negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan Negara.
Di Indonesia proses pembelaan negara sudah diatur secara formal ke dalam Undang-undang. Diantaranya sudah tersebutkan ke dalam Pancasila serta Undang-undang Dasar 1945, khususnya pasal 30. Didalam pasal tersebut, dijelaskan bahwa membela bangsa merupakan kewajiban seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Didalam proses pembelaan bangsa, ada beberapa hal yang menjadi unsur penting, diantaranya adalah :
1. Cinta Tanah Air
2. Kesadaran Berbangsa & bernegara
3. Yakin akan Pancasila sebagai ideologi Negara
4. Rela berkorban untuk bangsa & Negara
5. Memiliki kemampuan awal bela Negara
2. Kesadaran Berbangsa & bernegara
3. Yakin akan Pancasila sebagai ideologi Negara
4. Rela berkorban untuk bangsa & Negara
5. Memiliki kemampuan awal bela Negara
Dalam upaya menjaga kesadaran bela negara, dibuatlah sebuah momen untuk memperingatinya. Hari yang sudah ditetapkan sebagai hari Bela Negara dipilih tanggal 19 Desember. Penetapan ini dimulai tahun 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dituangkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 28 Tahun 2006.
Untuk mewujudkan kesadaran dan menyatukan konsep pembelaan negara di tengah masyarakat, salah satunya dilakukan melalui penciptaan lagu Mars Bela Negara. Mars ini digubah oleh salah seorang musisi Indonesia yang memiliki nasionalisme, yaitu Dharma Oratmangun. (ap)
Rabu, 09 Desember 2015
PJ BUPATI HADIRI PENCOBLOSAN PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI
PJ Bupati, Drs Agus Santosa bersama keluarga melakukan pencoblosan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pagi tadi Rabu, (9/12) di TPS 9 RT 03/RW 07 Bangunsari Kalurahan Gayam Kecamatan Sukoharjo. Pada TPS ini jumlah DPT sebanyak 443 suara yang terdiri laki laki 217 orang dan perempuan 226 orang. Selanjutnya setelah selesai pencoblosan PJ Bupati bersama Forkoorminda melaksanakan pemantauan pilkada di tiga lokasi yaitu TPS 10 yang berada di jalan Merpati Solo Baru Kecamatan Grogol dengan DPT 242 ( laki – laki 120 orang dan perempuan 122 orang ), TPS 05 Mulur Kecamatan Bendosari dengan DPT 518 ( laki – laki 252 orang dan perempuan 266 orang ) dan TPS 01 Kedungsari RT 03/01 Kepuh Kecamatan Nguter dengan DPT 759 ( laki – laki 369 orang, perempuan 390 ), Dari hasil pemantauan diatas secara keseluruhan kegiatan pemilihan ini berjalan aman, tertib dan terkendali, hadir pada kesempatan ini forkompinda,ketua DPRD, Pj Sekda, para asisten,kepala SKPD terkait dan tamu undangan, demikian pejelasan Kabag Humas Pemkab Sukoharjo, Drs Joko Nurhadiyanto EN. Mhum (dn )
Selasa, 08 Desember 2015
PENCANANGAN TANAM PADI SERENTAK DI KABUPATEN SUKOHARJO
Kabupaten Sukoharjo merupakan daerah pertanian yang surplus beras sebesar 102.691 ton pada tahun 2014, merupakan salah satu kabupaten penghasil beras dengan mutu yang baik dan memberikan kontribusi bagi Jawa Tengah sebagai penyangga pangan nasional. Tahun 2014, Kabupaten Sukoharjo mampu memberikan kontribusi produksi padi 310.753 ton GKG dengan produktivitas 63,38 ku/ha GKG (73,26 GKP). Berdasarkan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Senin 7 Desember 2015, merupakan pencanangan secara nasional Tanam Padi Serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan oleh seluruh Kabupaten/Kota, di Sukoharjo tanam padi serentak dipusatkan di Desa Mulur Kecamatan Bendosari beberapa waktu yang lalu Senin pagi (7/12 ) dan diikuti oleh semua Kelompok Tani di semua kecamatan se Kabupaten Sukoharjo. PJ Bupati Sukoharjo pada sambutannya yang dibacakan PJ Sekretaris Daerah, Eko Adji Arianto, SH, MH menyampaikan bahwa Kabupaten Sukoharjo, diharapkan dapat mencapai target tanam seluas 53.700 hektar dalam rangka mencapai produksi padi sebesar 369.277 ton Gabah Kering Giling pada tahun 2016. Agar target tersebut dapat tercapai,perlunya percepatan tanam dan memaksimalkan tanam pada seluruh lahan sawah di Kabupaten Sukoharjo dengan diiringi pengamanan produksi yang dilaksanakan oleh seluruh petani dengan pendampingan PPL dan Babinsa serta Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman di masing-masing kecamatan.Kepada Dinas Pertanian, Ir. Netty Harjianti pada laporannya menyampaikan bahwa berbekal pengalaman realisasi tanam Oktober 2014 sampai dengan Maret 2015 Kabupaten Sukoharjo hanya tercapai 86%, target tanam untuk Kabupaten Sukoharjo tahun 2016 yaitu seluas 53.700, maka mau tidak mau, kita harus melaksanakan percepatan tanam pada MT Oktober 2015 sampai dengan Maret 2016, agar kita dapat mencapai target produksi sebesar 369.277 Ton Gabah Kering Giling, Produktivitas 70,75 ku/ha, dengan sasaran luas tanam dalam periode Oktober 2015 sampai dengan Maret 2016 seluas 22.924 Ha, dan periode April sampai dengan September seluas 30.776 Ha. Sedangkan bulan Oktober dan Nopember sudah ada realisasi tanam 2.393 Ha, rencana tanam bulan Desember seluas 12.074 Ha.Tanam serentak ini diharapkan dapat menekan siklus hama pengganggu sehingga memperkecil gagal panen. Sementara itu Danrem 074/ Warastratama, Kolonel Inf Bakti Agus Fadjari pada sambutannya meyampaikan bahwa Sukoharjo dalam kewilayahan Korem Warastratama merupakan kabupaten yang memberikan kontribusi yang sangat besar baik dalam hal menyumbangkan point bagi Korem dalam pelaksanaan Binter maupun kerja sama aparat pemerintah daerah dengan aparat kewilayahan. Beliau juga menghimbau kekurangan pencapaian sebesar 15% untuk tahun ini agar kita bisa merapatkan barisan lagi, lebih bersemangat lagi sehingga taarget dapat tercapai." Mumpung banyak air tugas rekan – rekan Babinsa, Danramil untuk membantu para petani untuk mengolah tanah dan menanam padi". Kemudian penanaman padi dilaksanakan secara simbolis oleh PJ. Sekda dan Danrem 074 Warastratama Surakarta pada lahan sawah seluas 2 Ha menggunakan Rice Transplanter di hamparan sawah Kelompok Tani Puspito Tani seluas 74 Ha. 15 Ha lahan sawah pada kelompok tani tersebut sudah tanam manual dengan umur kurang dari 5 hari, sedangkan 59 Ha akan selesai tanam dalam kisaran 10 hari ke depan / sampai tanggal 15 Desember 2015. (dn)
Kabupaten Sukoharjo merupakan daerah pertanian yang surplus beras sebesar 102.691 ton pada tahun 2014, merupakan salah satu kabupaten penghasil beras dengan mutu yang baik dan memberikan kontribusi bagi Jawa Tengah sebagai penyangga pangan nasional. Tahun 2014, Kabupaten Sukoharjo mampu memberikan kontribusi produksi padi 310.753 ton GKG dengan produktivitas 63,38 ku/ha GKG (73,26 GKP). Berdasarkan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Senin 7 Desember 2015, merupakan pencanangan secara nasional Tanam Padi Serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan oleh seluruh Kabupaten/Kota, di Sukoharjo tanam padi serentak dipusatkan di Desa Mulur Kecamatan Bendosari beberapa waktu yang lalu Senin pagi (7/12 ) dan diikuti oleh semua Kelompok Tani di semua kecamatan se Kabupaten Sukoharjo. PJ Bupati Sukoharjo pada sambutannya yang dibacakan PJ Sekretaris Daerah, Eko Adji Arianto, SH, MH menyampaikan bahwa Kabupaten Sukoharjo, diharapkan dapat mencapai target tanam seluas 53.700 hektar dalam rangka mencapai produksi padi sebesar 369.277 ton Gabah Kering Giling pada tahun 2016. Agar target tersebut dapat tercapai,perlunya percepatan tanam dan memaksimalkan tanam pada seluruh lahan sawah di Kabupaten Sukoharjo dengan diiringi pengamanan produksi yang dilaksanakan oleh seluruh petani dengan pendampingan PPL dan Babinsa serta Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman di masing-masing kecamatan.Kepada Dinas Pertanian, Ir. Netty Harjianti pada laporannya menyampaikan bahwa berbekal pengalaman realisasi tanam Oktober 2014 sampai dengan Maret 2015 Kabupaten Sukoharjo hanya tercapai 86%, target tanam untuk Kabupaten Sukoharjo tahun 2016 yaitu seluas 53.700, maka mau tidak mau, kita harus melaksanakan percepatan tanam pada MT Oktober 2015 sampai dengan Maret 2016, agar kita dapat mencapai target produksi sebesar 369.277 Ton Gabah Kering Giling, Produktivitas 70,75 ku/ha, dengan sasaran luas tanam dalam periode Oktober 2015 sampai dengan Maret 2016 seluas 22.924 Ha, dan periode April sampai dengan September seluas 30.776 Ha. Sedangkan bulan Oktober dan Nopember sudah ada realisasi tanam 2.393 Ha, rencana tanam bulan Desember seluas 12.074 Ha.Tanam serentak ini diharapkan dapat menekan siklus hama pengganggu sehingga memperkecil gagal panen. Sementara itu Danrem 074/ Warastratama, Kolonel Inf Bakti Agus Fadjari pada sambutannya meyampaikan bahwa Sukoharjo dalam kewilayahan Korem Warastratama merupakan kabupaten yang memberikan kontribusi yang sangat besar baik dalam hal menyumbangkan point bagi Korem dalam pelaksanaan Binter maupun kerja sama aparat pemerintah daerah dengan aparat kewilayahan. Beliau juga menghimbau kekurangan pencapaian sebesar 15% untuk tahun ini agar kita bisa merapatkan barisan lagi, lebih bersemangat lagi sehingga taarget dapat tercapai." Mumpung banyak air tugas rekan – rekan Babinsa, Danramil untuk membantu para petani untuk mengolah tanah dan menanam padi". Kemudian penanaman padi dilaksanakan secara simbolis oleh PJ. Sekda dan Danrem 074 Warastratama Surakarta pada lahan sawah seluas 2 Ha menggunakan Rice Transplanter di hamparan sawah Kelompok Tani Puspito Tani seluas 74 Ha. 15 Ha lahan sawah pada kelompok tani tersebut sudah tanam manual dengan umur kurang dari 5 hari, sedangkan 59 Ha akan selesai tanam dalam kisaran 10 hari ke depan / sampai tanggal 15 Desember 2015. (dn)
POLRES SUKOHARJO GELAR APEL PERSIAPAN PENGAMANAN PILKADA 2015
Polres Sukoharjo gelar Apel Pergeseran Pasukan dalam rangka Pengamanan TPS Pemilukada Tahun 2015 di Halaman Kantor Bupati Sukoharjo. Apel ikuti Jajaran Muspida Sukoharjo, Jajaran Polres Sukoharjo, Kodim 0726 Sukoharjo, Yonif 413, Kopassus, Satpol PP, Linmas dan Dishub Sukoharjo.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai, SIK, MH selaku Pemimpin Apel menyatakan bahwa Apel bertujuan untuk pengecekan kesiapan unsur unsur yang terkait dalam mengamankan proses Pemilukada di Sukoharjo. Kapolres juga menyampaikan lima point penting kepada seluruh unsur yang terlibat pengamanan Pemilukada, yakni:
1. Semua anggota harus mentaati pedoman yang berlaku serta mengedepankan koordinasi di lapangan;
2. Pemantauan di masing masing wilayah sehingga apabila terjadi permasalahan dapat segera ditindaklanjuti;
3. Peningkatan pengamanan obyek serta patroli gabungan;
4. Netralitas semua anggota dalam Pemilukada; serta
5. Mencurahkan tenaga dan pikiran sampai selesainya proses Pemilukada. (ap)
Langganan:
Postingan (Atom)