Kamis, 26 Oktober 2017

Sasaran Fisik TMMD Sengkuyung Tahap III Kabupaten Sukoharjo Selesai 100 %


Pembangunan talud serta pengerasan jalan makadam yang menghubungkan 2  desa antara dukuh klaruan palur mojolaban dan dukuh sambilawang desa demakan ini sasaran yang paling vital  yang merupakan sasaran fisik program TMMD Sengkuyung tahap-III wilayah Kodim 0726/SKH jelang upacara penutupan sudah selesai 100 %.

TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2017 Desa Demakan Kecamatan Mojolaban dilaksanakan mulai tanggal 27 September sampai dengan 26 Oktober 2017  yang membuahkan hasil semua sasaran fisik  dan sasaran non fisik selesai.  Dandim 0726/SKH Letkol Inf Taufan Widiantoro, S.IP memimpin upacara penutupan TMMD Sengkuyung Ke-100 Tahap III tahun anggaran 2017, dilapangan Desa Demakan Kecamatan Mojolaban, Kamis (26/10) pagi.Panjang jalan makadam pajang 1.692 meter dan lebar 3 meter itu merupakan jalan yang menghubungkan antara Dukuh Klaruan Palur dengan dukuh Sambilawang desa Demakan  Kecamatan Mojolaban , jalan tersebut merupakan jalan yang sangat penting buat warga ke dua desa, guna menunjang aktifisan warga ke sawah maupun juga kepusat pelayanan, nantinya dapat meningkatkan perekonomian warga demakan dan warga palur dengan dibangunnya jalan tersebut, semua mobilitas warga menjadi mudah dalam hal membawa hasil panen dari sawah maupun dari tambak menjadi mudah. Selain itu juga dibangun talud dengan panjang 109 Meter dan lebar atas 30 Cm dan lebar bawah 60 cm dan tinggi 120Cm.
"Dengan dibangunya jalan ini semua warga Desa Demakan dan Dukuh Klaruan Palur merasa sangat bersyukur sekali karena aset jalan yang dulunya sempit, berdebu dan becek disaat turun hujan sekarang tidak lagi sehingga kami dan warga Demakan dan dk.Klaruan Palur dapat membawa hasil panen tanpa kesulitan lagi." ungkap Sarto salah satu warga Demakan.
"Tepat sekali Kodim 0726/SKH menunjuk desa kami sebagai sasaran TMMD Sengkuyung Tahap-III tahun 2017, karena warga sangat menanti dibangunnya jalan ini, karena jalan inilah lintasan warga kalau ke sawah dan membawa hasil panen serta ke Desa Demakan Kec. Mojolaban tidak lagi memutar melalui jalan yang lebih jauh lagi, juga dengan akses jalan yang sudah bagus warga desa dan warga lainnya," tambahnya.Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)





PEMKAB SUKOHARJO SOSIALISASIKAN KESIAPAN KARTU TANI

Berdasarkan Peraturan Presiden No.15 tahun 2011 pupuk bersubsidi ditetapkan sebagai barang dalam pengawasan sehingga penyaluran dan peredarannya harus sesuai ketentuan. Pupuk bersubsidi bukan barang dagangan biasa karena penyalurannya terus diawasi pemerintah yang jika melanggar ketentuan ada sanksinya. Agar lebih menjamin penggunaan pupuk bersubsidi pada tingkat petani sesuai dengan 6 (enam) tepat, yaitu tepat jumlah, mutu, jenis, waktu, harga dan tempat sehingga peningkatan produktivitas tanaman pangan sesuai harapan, maka pemerintah provinsi meluncurkan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi melalui SINPI / Sistem Informasi Pertanian Indonesia yaitu Program Kartu Tani. Di Kabupaten Sukoharjo Kartu Tani akan mulai diterapkan tahun 2018.

Kamis pagi (26/10) bertempat di Pendopo Graha Satya Praja, Pemkab adakan Sosialisasi Kesiapan Kartu Tani yang dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Bp. Widodo, SH, MH dengan peserta sejumlah 165 orang dari distributor pupuk bersubsidi, Ketua Gabungan Kelompok Tani se Kabupaten Sukoharjo, Kepala UPTD Pertanian dan Perikanan Kecamatan se Kabupaten Sukoharjo dan Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan se Kabupaten Sukoharjo. Acara dihadiri perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perikanan, Disdagkop dan UKM, BRI cabang Sukoharjo, PT Pusri dan PT Petrokimia serta Kabag Perekonomian Setda.

Dalam sambutannya, Asisten II menyampaikan bahwa kartu tani ini secara umum berfungsi untuk acuan data dan merupakan alat bantu untuk menjamin ketersediaan dan disribusi pupuk bersubsidi agar diterima secara benar oleh petani yang berhak. Sosialisasi yang disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pertanian Perikanan Ibu DRH. Hartini dan dari Pimpinan cabang BRI Sukoharjo, Bp.Agus Darmawan menjelaskan sejauh mana pendataan kartu tani di Sukoharjo sampai saat ini dan rencana 2 bulan kedepan sehingga Tahun 2018 Kartu Tani bisa diterapkan dalam pendistribusian pupuk sampai ke petani.

Harapannya dengan adanya sosialisasi ini petani, penyedia pupuk bersubsidi, dan petugas bersikap pro aktif, sehingga program kartu tani berhasil dan kedaulatan pangan berkelanjutan bisa terwujud. Demikian penjelasan singkat Kabag Humas dan Protokol Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (yk)

Rabu, 25 Oktober 2017

Dharma Wanita Kabupaten Sukoharjo Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks


Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sukoharjo menggelar Sosialisasi tentang pencegahan kanker serviks dan kanker payudara di Puskesmas Pembantu Begajah Kecamatan Sukoharjo, Rabu (25/10). Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus penasehat Dharma Wanita Kabupaten Sukoharjo Hj. Etik Suryani Wardoyo Wijaya, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sukoharjo, Kepala Dinas Kesehatan dr. Nasruddin, tim provider dan para peserta pemeriksaan Deteksi Dini kanker servik dan sadanis.

Sosialisasi yang diprakarsai oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sukoharjo, Tim Penggerak PKK dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang cara mendeteksi dini kanker serviks menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan pencegahan kanker payudara dengan SADANIS.

Ketua DWP Ibu Galuh Agus Santosa pertama mengapresiasi semua pihak sehingga kegiatan deteksi dini dapat berjalan dengan lancar serta mengatakan kegiatan yang bertajuk "Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara". Kegiatan yang dilangsungkan di Puskesmas Pembantu Begajah Kecamatan Sukoharjo ini akan dilangsungkan selama dua hari berturut turut dari tanggal 25 dan 26 oktober 2017 berupa pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Kilinis (Sadanis) di Puskesmas Pembantu Begajah Kecamatan Sukoharjo.

"Beri tahu ke teman-temannya untuk tes IVA. Jangan takut dan jangan malu ya, Bu, Makin dini diketahui, penanganan akan semakin mudah dan cepat untuk kembali sehat. Kegiatan semacam ini akan memudahkan kita untuk menyehatkan wanita," ajak Ibu Galuh kepada ibu-ibu  yang hadir.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dr. Nasrudin mengungkapkan, kanker payudara dan leher rahim merupakan masalah kesehatan bagi wanita di seluruh dunia. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dalam pelayanan pemeriksaan IVA dan SADANIS sampai bulan September 2017 berjumlah 1043 orang ditemukan IVA positif 410 orang ( 39% ) dicurigai kanker servik 7 orang dan ditemukan benjolan di payudara 10 orang. Adapun tenaga provider IVA 20 orang yang terdiri dari tenaga Dokter 7 orang dan tenaga bidan 11 orang dengan sasaran umur 30 tahun sampai dengan 50 tahun sejumlah 150 orang yang terdiri dari tanggal 25 oktober berjumlah 75 orang dan tanggal 26 oktober 2017 berjumlah 75 orang,"ungkap Kepala DKK dalam sambutan selamat datangnya.

Sementara itu penasehat DWP ibu Etik Suryani Wardoyo Wijaya berharap para wanita tidak menggampangkan urusan kesehatan dan diharapkan peduli diri rajin memeriksakan kesehatan reproduksinya.

" saya berharap kedepan warga khususnya di  Sukoharjo  dapat memperoleh jangkauan kesehatan IVA dan SADANIS yang lebih luas baik itu para ASN dan semua lapisan masyarakat diharapkan  bisa mengarah trend positif  bebas kanker servik dan bebas kanker payudara," harap Ibu Etik Wardoyo dalam sambutannya. Disamping itu Hj. Etik Wardoyo Wijaya  mengapresiasi positif IVA tes di Jawa Tengah yang diterjemahkan dengan istilah "Intip Vagina Anda" yang menjadi salah satu program Pemprov Jateng dengan tujuan untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kanker leher rahim. Selain itu juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya upaya pencegahan kanker leher rahim sejak dini, serta meningkatkan pola hidup bersih dan sehat.

Acara dilanjutkan dengan pemeriksaan IVA Test dan SADANIS dari tim provider DKK Sukoharjo.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN.,M.Hum. (Tj)

 

 

 



foto peresmian gedung GRAHA MULYA


Selasa, 24 Oktober 2017

BUPATI RESMIKAN GEDUNG GRAHA MULYA

Gedung Pertemuan Graha Mulya seluas 1.300 m2 bisa digunakan untuk pesta pernikahan, seminar dan kegiatan besar lainnya, dibangun di atas tanah seluas 5.000 m2 di Jl Diponegoro Joho Sukoharjo. Seperti disampaikan Puguh Kritiyanto, A.Md bahwa gedung megah dengan kapasitas 1.250 orang ini dilengkapi fasilitas yang memadai seperti daya listrik besar, sound system, mushola, kamar kecil, kamar rias / transit dan yang tidak kalah penting lahan parkir yang luas.

Senin malam (23/10) Bupati H. Wardoyo Wijaya, SH, MH menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian penggunaan Gedung Graha Mulya milik keluarga Dandung Supriyadi, BSc dengan didampingi Ibu Etik Suryani Wardoyo Wijaya. Turut hadir Wakil Bupati Purwadi, SE, MM beserta Istri, anggota Forkompimda Sukoharjo, tokoh masyarakat, organisasi wanita dan tamu undangan khusus.

Dalam sambutannya Bupati mengucapkan selamat atas pembangunan Gedung Graha Mulya yang menambah fasilitas daerah. Bupati juga berpesan "dalam dunia usaha seperti ini yang perlu diperhatikan sebagai kunci utama adalah pelayanan terhadap pelanggan dengan kerja yang ikhlas karena segala fasilitas yang ada telah memadai sehingga semua hasilnya nanti barokah".

Setelah penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, semua tamu undangan yang hadir dipersilahkan meninjau lokasi dan beramah tamah. Demikian penjelasan singkat dari Kabag Humas dan Protokol Setda, Drs. Joko Nurhadiyanto EN, M.Hum. (yk)

Senin, 23 Oktober 2017

Bupati Canangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji


SUKOHARJO-Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2017 di Kabupaten Sukoharjo digelar upacara bendera di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Minggu (22/10). Bupati Sukoharjo H.Wardoyo Wijaya SH.,MH mencanangkan Gerakan Sukoharjo Mengaji dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di halaman kantor Setda.

Bupati selaku inspektur upacara mengatakan, Hari Santri Nasional menjadi salah satu hari bersejarah untuk bangsa Indonesia. Karena itu pada kesempatan ini dicanangkan Gerakan Sukoharjo mengaji. Gerakan tersebut memiliki maksud sebagai pembekalan kepada masyarakat khususnya santri. Dengan mengaji maka akan memperkuat karakter dan mental generasi penerus bangsa sebagai bekal masa depan. "Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk semua khususnya santri untuk terus belajar dan mengabdi demi kemajuan umat,"  ungkap Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya SH.,MH dalam sambutannya.

Santri memiliki peran sangat besar seperti terlihat dalam sejarah bangsa Indonesia. Karena itu peringatannya menjadi kesempatan emas bagi para santri menunjukan jati diri dimasa sekarang.

"Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dimaksudkan agar masyarakat selalu meneladani semangat jihad kebangsan para pendahulu," lanjutnya.

Semangat jihad kebangsaan inilah yang harus terus dijaga masyarakat khususnya para santri. Di Sukoharjo sendiri sudah banyak berdiri pondok pesantren tempat para santri belajar. Keberadaanya tersebar disejumlah wilayah.

Pemerataan pondok pesantren diharapkan juga memberikan dampak kepada masyarakat sekitar. "Perkokoh semangat untuk memperkuat tali persaudaraan," lanjutnya.

Semangat jihad kebangsaan inilah yang harus terus dijaga masyarakat khususnya para santri. Di Sukoharjo sendiri sudah banyak berdiri pondok pesantren tempat para santri belajar. Keberadaanya tersebar disejumlah wilayah. Pemerataan pondok pesantren diharapkan juga memberikan dampak kepada masyarakat sekitar. "Perkokoh semangat untuk memperkuat tali persaudaraan," lanjutnya.

Ketua Peringatan Hari Santri Nasional Sukoharjo DR Zainul Abas M.ag mengatakan, kegiatan HSN sudah dilakukan sejak 8 Oktober lalu. Masing-masing kecamatan atau ranting menggelar aneka kegiatan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing daerah. Selain lomba, juga dilaksanakan kejuaraan daerah Pencak Silat Pagar Nusa, ajang kreasi, dan peresmian Masjid Assholeh di Grogol. Selain mengenang jasa para pahlawan dan ulama, acara ini juga bertujuan meningkatkan kecintaan warga NU kepada Jamiyyah Nahdlatul Ulama dan NKRI.  Ditambahkannya, kegiatan ini juga meningkatkan kontribusi kepada masyarakan dan sebagai konsolidasi organisasi kepada semua organisasi Nu, serta kita menegaskan bahwasanya NKRI adalah harga mati dan pancasila harus kita dijaga. Ribuan santri ini berasal dari semua elemen NU seperti, PCNU, MWC, NU, Muslimat,Lembaga Pendidikan NU serta Ponpes NU. "Dengan adanya peringatan HSN ini generasi muda santri harus mempunyai semangat dan kegigihan seperti, para ulama dan pahlawan di dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.," harap DR Zainul Abas selaku ketua HSN 2017 Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan yang digelar di masing-masing kecamatan berbeda seperti lomba kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa dan lainnya. "Juga sudah dilakukan kegiatan semakan Alquran dan salawat bersama," ujarnya.

Demikian informasi yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs. Joko Nurhadiyanto EN,M.Hum (Tj)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Pemerintah Pusat Mengapresiasi Program KB di Sukoharjo


Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Sukoharjo mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Apresiasi diberikan berkat keberhasilan yang telah dicapai sehingga menjadi percontohan nasional. Bahkan, Bupati Sukoharjo H Wardoyo Wijaya SH., MH mendapatkan Satyalancana Pembangunan Bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

"Pelaksanaan KB di Sukoharjo menjadi dinilai berhasil sehingga mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat," ujar Kepala Biro Keuangan dan Pengolahan Barang Milik Negara BKKBN RI Sri Rahayu saat menghadiri Pencanangan Kampung KB di Dukuh Karangasem, Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Rabu (18/10) malam.

Menurutnya, Kabupaten Sukoharjo masuk daerah yang dikunjungi karena berbagai terobosan dan keberhasilan di bidang KB. Kampung KB sendiri menjadi salah satu program pelaksanaan KB di Indonesia dan digerakkan disemua daerah. Di Kampung KB nantinya, akan diisi berbagai kegiatan dari lintas sektoral berkaitan dengan program KB.

"Kabupaten Sukoharjo punya komitmen tinggi dalam pelaksanaan program KB. Termasuk pencanangan Kampung KB seperti di Gumpang, Kartasura ini," lanjutnya.

Bentuk keberhasilan Kabupaten Sukoharjo dalam program KB yakni tingginya nilai kompensasi yang diberikan untuk peserta KB MOP Rp2 juta per orang. Nilai tersebut tertinggi se Jawa Tengah dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Sedangkan Bupati mengucapkan terimakasih kepada semua pihak baik petugas penyuluh, dinas terkait dan masyarakat umum terkait keberhasilan program KB. Bentuk keberhasilan itu bisa dilihat salah satunya dengan pengendalikan populasi penduduk dalam program dua anak saja cukup.

"Selama enam tahun saya memimpin Sukoharjo sudah ada lebih dari 60 Sekolah Dasar Negeri (SDN) terpaksa digabung karena kekurangan siswa baru. Itu menandakan keberhasilan program KB," ujar H. Wardoyo Wijaya.

Bupati meminta kepada khususnya kepala desa, camat, lurah dan masyarakat yang lokasinya sudah dicanangkan sebagai Kampung KB untuk menjaga komitmen. "Tidak sekedar dicanangkan saja, tapi bagaimana kedepan Kampung KB ini bisa berhasil dengan segala program KB-nya," tambahnya.

Demikian informasi yang disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Sukoharjo Drs.Joko Nurhadiyanto EN,M.Hum. (Tj)